Anda di halaman 1dari 14

ATLAS GEOLOGI BATUBARA

VOLUME I
GEOLOGI BATUBARA
EKPLORASI, PENAMBANGAN DAN COALBED METHANE
GAMBARAN DARI COALBED METHANE
D. KEITH MURRAY

Eksplorasi dan pengembangan dari Coalbed Methan (Methan dari lapisan batubara.red) (CBM),
lebih tepatnya dikenal dengan istilah coalbed gas (gas dari lapisan batubara.red),
membutuhkan pengetahuan dasar dari ilmu geologi batubara dan petroleum, dengan aspek-aspek
dari teknik pertambangan dan reservoir. Selanjutnya, urutan-urutan geologi dari seluruh bantalan
batubara di suatu area yang mearik akan dievaluasi secara teliti. Proses evaluasi ini mesti
diturutkan beberapa konstribusi melalui bentuk struktur dan unit litologi lainnya yang mungkin
mampu menyimpan volume dari batubara yang menghasilkan hidrokarbon.
Studi Eksplorasi harus membahas topic-topik seperti ;
1. Sifat fisik dan kimi dari batu bara (rank, kandungan kimia, lingkungan pengendapan,
diagenesis, mineralisasi dan lain sebagainya),
2. Catatan panas (suhu) dan hidrodinamik dari daerah yang menarik,
3. Ketebalan komposit dari lapisan batubara dan dari overburden,
4. Struktur geologi dan bentuk tektonik, seperti bentuk patahan dan unit igneous,
5. Data desorpsi dari Coalbed gas di wilayah studi, dan
6. Analisis petrografik yang dapat menganalisi inti batubara dan well cuttings.
Batubara adalah mineral paling melimpah di penjuru dunia, dengan total
perkiraan sumberdaya insitu lebih dari 27 triliun ton. Lebih dari 90% sumberdaya yang
besar sekali ditemukan di bagian utara Hemisphere, dan hamper 89% adalah bitominous
atau rank yang lebih tinggi (hard coal). Ini diperkirakan bahwa jumlah energi yang dari
sumberdaya batubara yang telah diketahui di dunia setara dengan lebih dari 40 triliun
barel minyak. Kedepannya untuk pengembangan CBM nampaknya akan menjanjikan
(Howel, 1993).

Pengertian dari Batubara dan Coalbed Gas (Gas pada lapisan batubara.red)
Batubara adalah substansi yang sangat kompleks (VanKrevelen, 1961). Selain dalam
material padatan, ini juga terpercaya di antara campuran dari matriks dan ketersumbatan
unsur molecular. Ini adalah bahan bakar, suatu lapisan sedimen organic, sebuah batu,
suatu akumulasi dari tumbuhan, suatu koloid yang padat dan suatu ikatan kimia organic.
Batubara merupakan salah satu sumber yang kaya akan hidrokarbon, tinggi dalam
hal bahan organik. Ini merupakan unsure dari sumber dan reservoir dari hidrokarbon.
Coalbed gas mengandung methane (kira 95% atau lebih), Biasanya dengan fraksi organik
yang lebih berat, Di kasus lain karbon dioksida (10%-15%). Beberapa batubara di San
Juan Bastin (US), Australia dan Cina contohnya, memproduksi minyak lilin atau
kondensat. Tergantung dari rank batubaranya, gas dihasilkan salah satunya melalui
biogenic (batubara tingkat rendah), thermogenic atau campuran dai keduanya. Coalbed
gas bebas dari sulfur dan umumnya dari saluran pipa yang berkualitas.
Gas yang berarsobsi mengisi struktur batubara yang rapat yang mana merupakan
karakteristik dari suatu cairan. Gas yang terperangkap dengan mudah tervolatilisasi
insitu ketika tekanan dari ambient reservoir menurun (Levine, 1991)
Batubara dapat menjadi seperti karet yang bergesekan, meregang seperti
menyerap atau tidaknya air dan methan dan menjadi suatu selektif yang terserap.
Batubara terbentuk lagi ketika ada tekanan dan akan mengembang mendekati dua kali
lipat dari voume aslinyanya ketika terabsorbsi oleh pelarut tertentu (Levine, 1991)
Gas yang dihasilkan dari batubara adalah produk sampingan dari pembatubaraan,
dimana ditetapkan sebagai proses dari material nabati yang makin berkembang dari peat
menjadi lignite dank e subbituminous, bituminous, bituminous dan batubara anthracite.
Peat membentuk proses reaksi biokimia (diagenesis), bituminous dan rank yang lebih
tinggi melewati masa geokimia (thermogenic dan catagenic). Suhu pemanasan atau
metamorfisme dari organic humic kerogeneus (oksigen yang lebih besar yang kaya akan
lignin dan selulosa) menghasilkan perkembangan devolatisasi dari kerogen pada
batubara, bersamaan dengan itu karbon pada batubara meningkat, kandungan air
berkurang, meningkatkan jumlah kalori dan persen reflektansi vitrinite, meningkatkan
derajat dari molecular ordering dan merupakan tanda dari meningkattnya pembentukan
gas methan. (Murray, 1990 dan 1991)
Gas yang tealh tterbentuk terletak padakosentrasi yang tinggi antara kedua objek
yakni antara batubara dan asosiasi sedimennya setelah pengumpulan gas pada point di
batubara telah tercapai. Volume ke volume, batubara tingkat tinggi mampu menghasilkan
lebih banyak sekitar tiga atau empat kali lipat gas seperti reservoir pada batupasir

dibawah kondisi yang sama. Karena pada keadaan sangat ekstrim permukaan internal
dari batubara dimana dapat mencapai kisaran 0.09-0.9 million m

/kg (1.5-2 million

ft 2 /lb).
Pembatubaraan, Pembentukan Gas dan Penyimpanan Gas
Tidak semua methan dihasilkan selama pembatubaraan daari proses migrasi atau
pembuangan keluar dari seam batubara. Batubara memiliki kapasitas untu menahan,
menyimpan atau pun mengabsorbsi methan dalam jumlah yang bervariasi. Penyimpanan
methan dapat dicapai dengan dua metode primer/utama. 1) Pada sistem mikroporositas,
dimana gas terabsobsi atau tidak pada struktur molecular dari kerogen pada batubara,
seperti pada mikropore. Dan 2) Pada sistem makroporositas, pada penyimpanan yang
biasa dengan cleat atau fraktur yang hamper selalu ada pada batubara (Meissner, 1984)
Pengmbalian dari methan dari batubara juga dapat dinyatakan seperti; 1) sebagai
penyerapan molekul di atas permukaan internal atau dalam struktur molecular batubara,
2) Sebagai gas yang terperangkap di dalam matriks (makro atau mikro), porositas,
dimana terjadi dalam 5 angstorm hingga 500 angstorm di tambah ukuran jarak, 3)
Sebagai gas yang bebas di dalam sistem cleat dan fraktur, dan 4) Sebagai gas yang larut
dalam air bebas yag mungkin eksis pada cleat dan fraktur. (Choate et al., 1986) Volume
methan dapat tersimpan melalui absorbs molecular dan dalam sistem mikroporositas yang
didasari oleh rank batubara, temperatur reservoir dan tekanan reservoir (Meissner, 1984)
Sangat penting utuk dicatat bahwa batubara tingkat rendah, yang berada di bawah
medium-volatile bituminous rank memiliki karakteristik kapasitas penyimpanan di
seberang pembentukannya. Apalagi, expulsion dari methan mengambil tempat pada titik
di pembentukan melebihi kapasitas penyimpanan di bawah kondisi dari temperature dan
tekanan yang konstan. Ini dapat terlihat, lalu mthan dalam batubara tersebut
menghadirkan masalah dan paradox yang tidak biasa ditemukan pada reservoir rock.
Contohnya. 0.03 m

(1 ft

) dari batupasir memiliki 15 % porositas dan 75%

3
saturasi gas,, p[adda kedalaman dari 760 m (2,500 ft), dapat menahan 0.24 m (8.4

scf) dari gas, sedangkan pada volume yang sama dari batubara bituminous mediumvolatile pada kedalaman yang sama dapat menyimpan 0.62 m

(22 scf) dari gas atau

2.6 kali lebih banyak. Fenomena ini adalah bagian dari dalam ini karena uniknya struktur
molecular dari batubara, sedangkan pada sistem mikropora menunjukkan untuk
menandakan seperti suatu saringan molecular atau kira-kira seperti clathrate (Analoginya
seperti struktur pada mineral zeolit), dimana molekul methan bersarang pada ikatan
benzene. Masalah lain yang muncul ialah akumulasi dinamis alami dari batubara berasal
dari methan yang dihasilkan dari kemampuan batubara bereaksi antara keduanya: 1)

Sebagai alat penghasil gas, yang bersama-sama dekat dengan laipsan reservoir batupasir
mengandung elemen kritis asli dari sumbernya, jalur migrasi dan jebakan (Meissner,
1984) dan 2) Sebagai penyerap Spons. Di bawah kondisi dari pemanasan thermal,
batubara memungkinkan kontinyu untuk melakukan pembentukan methan, pelepasan ke
dalam sekeliling sedimen dimana kapasitas total penyimpanan dari batubara telah
melebihi kapasitasnya. Pada kasus lain, cekungan mengalami pendingin thermal,
batubara cenderung tidak untuk reabsorb, dari sekeliling klastik reservoir, gas pada seam
batubara ini aslinya terbentuk seperti penyimpanannya yang telah meningkat dengan
adanya fase pendinginan. Pemanasan atau suhu yang tinggi dari volume pembentukan gas
dan pendinginan gas proses reabsorbsi dapat menghasilkan ini lebih ditekan dibwah
tekanan akumulasi gas, respektifitas dimana amana umumnya terdapat pada banyak
batubara pada cekungan di Gunung Rocky.
Gas yang terproduksi dengan cepat dari seam batubara ini hampir selalu dari
kualitas pipa, dengan susunan sekitar 90% sampai dengan 95% mmethan dalam
CO2
N2
kebanyakan contoh, dengan jumlah kecil dari kabanyakan hidrokarbon,
,
,
O2

H2

,dan He. Analisis gas berasal dari kedalaman tertentu (lebih besar dari

1,520 m (5,000 ft)), batubara tingkat tinggi memiliki indikasi bahwa kehadiran dari
H2 S
dan sulfur lainnya bersenyawa di dalam lapisan gas batubara hampir tidak
dikenal, meskipun dari batubara yang bersulfur tinggi.
Komposisi, volume dan derajat liberasi dari hidrokarbon terbentuk proses
pembatubaraan umumnya menunjukkan kemunculan pada dasarnya merupakan fungsi
dari kerelatifan dari melimpahnya berbagai macam maseral, (vitrinite, alganite, exinite
dan lain sebagainya) bahwa terdapat batubara. Maseral adalah komponen mikroskopik
dari batubara yang terdiri dari material tumbuhan yang asli (Ulery, 1984)(lihat volume 2).
Tambahan, level dari alterasi thermal telah memutuskan sebuah akibat pada
komposisi dari pembentukan hidrokarbon melalui teretrial (Tipe III) bahan organik. Ini
adalah bukti yang bagus bahwa pembentukan autochton dari hidrokarbon mungkin
terjadi, pada situasi tertentu, terjadi pada level rendah dari kematangan thermal (yakni
R0
pada vitinite level reflektansi kurang dari 0.6%
max) daripada yang diketahui pada
umumnya (Snowdown dan Powell, 1982).

Penilaian Sumberdaya Methan


Eksplorasi untuk dan penilaian dari akumulasi dari methan dibahas lebih detail pada
laporan publikasi (Choate et al., 1986; Mavor et al., 1995 dan 1996; Scott et al., 1995;
and Moore, 1996). Faktor krisis yang terlibat di dalam ekonomi produksi dari methan
mengikuti (Moore, 1996):

Petrologi batubara

Formasi statigrafi internal

Hidrogeologi

Tekanan awal reservoir

Kandungan gas dari reservoir


batubara
Distribusi dari fraktur dan
cleats
Kondisi tekanan insitu
Jumlah dari gas jenuh yang
bebas

Produksi dari Gas Methan


Gas yang diproduksi dari lapisan batubara, tidak seperti teknik insitu pembentukan gas,
ini nnon-destruktif pada batubara. Selanjutnya, methan dalam nilai pemanasan yang
3
tinggi, umumnya kisarannya antara 18,630-20,580 kcal/ m (950-1,050 Btu/scf)

(methan murni memiliki nilai panas 19,840 kcal/ m

(1,012 Btu/scf) pada 15C (60F)

dan tekanan atmosfir. Sebaliknya, pembentukan gas dari proses insitu dari batubara
3
lambat pada kadar panas, khususnya pada jarak 2,940-5,880 kcal/ m (150-300Btu/scf)

Absorbsi gas tersimpan dalam matriks atau mikropora dari batubara dan diserap kembali
dan berdifusi melalui batubara pada tingkat yang telah diatur oleh proses difusi yang
dideskripsikan oleh Hukum Fick atau pada model difusi lainnya, penggerak menjadi
suatu konsentrasi gradient. Gas sekali bermigrasi ke dalam pori yang lebih besar dan
memasuki sistem cleat dan fraktur, kemudian ini mengalir ke sumur bor (atau tambang)
menurut hukum Darcy, digerakkan oleh tekanan gradient. Kedua tipe dari transportasi

massa independen. Mayoritas dari reservoir batubara esensialnya berupa tekanan


hidrostatik dan mereka bergantung pada sistem dari fraktur dan cleat untuk
permeabilitasnya. Permeabilita relative kepada kedua gas dan air adalah kritis ke awal
produksi dari methan dari reservoir batubara. Dalam air jenuh batubara, air haris
dipindahkan (biasanya menggunakan pompa) untuk menggangu kesetimbangan yang
terjadi antara methan yang berabsorbsi dengan mikropora dan yang terjadi di dalam
sistem fraktur. Sekali tekanan gradient telah tetap, methan pertama-tama akan berdifusi
ke dalam sistem fraktur dan kemudian ke sumur bor, di mana tekanan telah menurun
lebih rendah dari hidrostatik. Akhirnya, produktivitas dari suatu sumur CBM tergantung
besarnya pada kemampuan ke tekanan reservoir rendah dan kejenuhan air (jika ada) pada
reservoir batubara. Bentuk sebuah multiwell perlu agar batas-batas drainase atau areal
dari gangguan Kissel dan Edwards (1975) telah mendemonstrasikan bahwa penurunan
kejenuhan air dalam fraktur dan cleat batubara, efektif permeabilitas untuki
meningkatkan gas (yakni banyak spasi dapat terbuat dari fase gas), hasilnya pada
peningkatan dari produksi gas dan berhubungan dengan penurunan dari produksi air.
Demikian penurunan telah diamati pada salah satu nomor sumur methan dalam areal
produktif seperti pada cekungan San Juan dan cekungan Black Warrior di United States.
Produksi methan yang paling produktif di dunia berasal dari beberapa daerah di
U.S., dengan total lebih dari 28.3 juta m

(1 TCFG) setiap tahun dari 6,000 sumur atau

lebih dari 5% dari total U.S. produksi gas kering. Lebioh dari 80% dari total CBM
diprodukdi di U.S. berasal dari cekungan San Juan dari Colorado dan Meksiko (Murray
dan Schwochow, 1997)
Pada arena internasional, Volume dari CBM, yang mungkin dianggap menjadi
ukuran komersil telah dilaporkan dari beberapa area di Cina dan Australia (Caim Point
Publishing, inc., 1997)
Teknologi Baru dalam Pegembangan Methan
Murray dan Schwochow (1997) merangkum efek positif dari kemajuan teknologi baru
dalam pertumbuhan pengembangan CBM di U.S. Berikut adalah inovatif teknologi baru
yang sekarangan digunakan di U.S., khususnya pada daerah Rocky Mountain:
1) Productivity Improvement Program (PIP) (Program Peningkatan Produktivitas), yang
menggunakan andalan, harga rendah dalam diagnostic peralatan dan metode untuk
menetukan factor-faktor yang terlibat dalam kinerja yang buruk dari sumur CBM
(Karena yang demikian sebagai konektivitas yang buruk dari reservoir batubara ke
sumur bor)
2) Dynamic Open Hole (cavitation) (Lubang Buka Dinamis (kavitasi) penyelesaian,
diaman reservoir batubara mendorong untuk mengupas ke dalam lubang sumur,

dengan demikian menciptakan berbagai fraktur, diharapkan, akan menghubungkan


sumur bor ke reservoir.
3) Enhanced Coalbed Methane (ECBM) Recovery (Peningkatan CBM) Pemulihan,
suatu proses yang dipatenkan oleh Amoco, yang menggunakan gas inert seperti
nitrogen untuk menginjeksi ke dalam reservoir batubara untuk mengelupaskan pada
persentase tinggi (mungkin 85% atau lebih) dari methan dari reservoir.
4) Produksi CBM dari bawah tekanan reservoir batubara yang berkarakter dangkal
3

melalui insitu rendah kandungan gas (kurang dari 4.7 m /t onne (150 scf/ton)) dab

5)

6)

7)

8)

relative low rank (tinggi hingga volatile B bituminous). Perusahaan Burlington


Resources Oil and Gas telah menyelesaikan lebih dari 160 sumur CBM kira-kira 48
km (30 miles) selatan dari formasi overpressured fruitland lapisan batubara fairway,
di cekungan San Juan, New Meksiko.
Karakteristik Seismik dari raktur reservoir batubara dimulai oleh Department of
Geophysics di Colorado School of Mines 1984. Proyek Inovatif yang menunjukkan
bahwa tiga dimensional multi komponen data seismic dapat digunakan untuk
pemetaan permeabilitas anisotropi secara langsung pada fraktur reservoir, termasuk
batubara
Model Tektonik Dinamis telah menunjukkan kesalahan basement secara berulang
adalah mekanisme kontrol utama untuk kesalah dan kompartmentalisasi tertentu tipe
kontinyu reservoir gas
Peningkatan pemahaman dari permeabilitas reservoir batubara telah dipimpin untuk
mengobservasi bahwa volume matriks dari penyusutan batubara ketika tersumbat gas
terserap ulang dari mikrostruktur, hasilnya da dalam suatu peningkatan pada
permeabilitas.
Produksi komersial CBM dari low-rank batubara (tebal,dangkal batubara
subbituminous pada cekungan sungai Powder, Wyoming dan Montana), sekarang
dikembangkan dalam skala besar di utara dan timur laut bagian cekungan. Lapisan
dari batubara subbituminous memiliki tinggi kira-kira 60 m (200 ft) tebal di bagian
atas dari formasi Fort Union (Paleocene) memproduksi dengan rate awalnya setinggi
8.5 hingga 14

Mm3 /d (300 hingga 500 Mcdf) dari kedalaman umumnya kurang

dari 150 m (500 ft)


9) Model skala cekungan produksibilitas CBM, dikembangkan oleh Ilmuwan di biro
Texas dari Geologi Ekonomi, telah mengaplikasikan ke cekungan Pegungungan
Rocky yang meliputi San Juan, lebih besar cekungan Sungai Hijau dan cekungan
Piceance. Mereka telah mendemonstrasikan bahwa interaksi dinamis antara kontrol
geologi dan hidrologi dan hubungan spatialnya menunjukkan produksibilitas dari
reservoir batubara. Kontrol ini termasuk kandungan gas, rank batubara, permeabilitas
reservoir, hidrodinamik, sistem deposional dan penyebarab batubara dan pengaturan
tektonik dan structural ari cekungan batubara (Scott et al., 1995.

10) Peningkatan pemahaman dari kandungan gas dari lapisan batubara, kedua insitu dari
kandungan dan kapasitas penyimpanan, ini sangat penting dalam pengevaluasian
proyek CBM. Paper penting oleh Mavor et al., 1995 dan 1996) menurut banyaknya
evaluasi dari akurasi perkiraan kandungan gas seam batubara.

TUGAS
MATA KULIAH
KIMIA BAHAN TAMBANG

OLEH :
LA ODE ABDUL SADRI KALLALOI
D621 07 052

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


JURUSAN GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR
2012
Kimia Bahan Tambang

TUGAS TRANSLATE
GEOLOGI BATUBARA

OLEH :
ISAK M R D
D62109102

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR
2012
TUGAS KIMIA BAHAN TAMBANG

TUGAS TRANSLATE
ATLAS GEOLOGI BATUBARA

OLEH :
RAPUAN BIANTONG
D62109257

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR
2012
Mata Kuliah : Kimia Bahan Tambang

TUGAS TRANSLATE
KIMIA BAHAN TAMBANG

OLEH :
REYNALDO FRASTIN PASANG
D62109265

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR
2012

TUGAS TRANSLATE
KIMIA BAHAN TAMBANG

OLEH :
DWISON PALAYUKAN
D62109285

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR
2012

Kimia Bahan Tambang

TUGAS TRANSLATE
ATLAS GEOLOGI BATUBARA

OLEH :
SEMMART ABEDNEGO IUS
D621 09 277

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR
2012