Anda di halaman 1dari 2

KESELAMATAN DAN MUTU DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Sejak dipublikasikannya laporan mengenai tingginya tingkat kesalahan medis di pelayanan


kesehatan dalam buku To Err is Human dan Crossing Quality Chasm oleh Institute of
Medicine, perhatian terhadap isu mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien menjadi
sangat meningkat. Sejak saat itu pula scope penelitian dan ilmu manajemen terkait mutu dan
keselamatan pasien menjadi semakin luas dan kompleks.
Kini diketahui bahwa pelayanan kesehatan pada umumnya tidak efisien, manajemen klinis
pasien tidak efektif karena kepatuhan pada standar klinis juga masih rendah. Dengan semakin
banyaknya RS yang melakukan audit klinis dan mengikuti surveilans penyebab kematian,
maka kini diketahui bahwa proporsi kematian akibat kesalahan medis dan kejadian yang tidak
diharapkan juga sangat besar. Oleh karena itu professional kesehatan dari berbagai bidang
perlu memahami teori-teori dan metode-metode esensial untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan dan meningkatkan keselamatan pasien.
Cluster Safety and Quality in Health Care ini ditujukan untuk professional kesehatan yang
bekerja di institusi pelayanan kesehatan dan berfokus pada pengembangan pengetahuan,
ketrampilan dan metode-metode yang diperlukan dalam pengembangan mutu sistem
pelayanan kesehatan. Topik penelitian yang dibahas dalam klaster ini berpilar pada enam
dimensi mutu pelayanan kesehatan menurut WHO, yaitu: acceptable/patient-centred,
effective, efficient, accessible, equitable, dan safe

Patient Safety and Risk Management


Patient safety atau keselamatan pasien menjadi perhatian utama dalam pelayanan kesehatan
karena semakin banyak terjadi kejadian yang tidak diharapkan yang mengakibatkan
kematian, kecacatan, dan kerugian biaya yang tidak sedikit bagi penyedia pelayanan
kesehatan. Berbagai macam inisiatif telah banyak dikembangkan untuk mengurangi kejadian
yang tidak diharapkan dan meningkatkan keselamatan pasien. Salah satu cara termudah untuk
mengetahui kejadian yang tidak diharapkan adalah dengan pelaporan aktif petugas kesehatan,
akan tetapi ada banyak hal-hal yang menghambat petugas untuk bisa segera melaporkan
kejadian yang tidak diharapkan tersebut. Untuk bisa mengukur seberapa aman rumah
sakit/fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien dan
seberapa baik fasilitas pelayanan kesehatan tersebut menjamin keselamatan pasien diperlukan
keahlian untuk mengukur insidensi kejadian yang tidak diharapkan, mengukur
insidensi/prevalensi terjadinya error, melakukan root cause analysis, failure mode and effect
analysis, selain berbagai metode analisis lainnya. RS atau penyedia pelayanan juga dapat
mengukur dampak dari tindakan yang tidak atau kurang bermutu dan biaya yang
disebabkannya. Selain itu manajemen juga harus menjamin bahwa risiko bisa
dikomunikasikan dengan baik kepada pasien, kepada sesama petugas kesehatan, kepada
manajemen dan masyarakat umum.

Contoh pertanyaan penelitian:

Bagaimana pencapaian indicator patient safety di rumah sakit dan faktor-faktor apa
saja yang mempengaruhinya?

Bagaimana peran pasien dalam mendukung program patient safety?

Metode apa yang paling efektif untuk mengidentifikasi terjadinya adverse event atau
insiden terkait patient safety di rumah sakit?