Anda di halaman 1dari 2

Nama : Hanistyas Widoretno

NIM

: 111.140.183

Kelas : A

FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUAN KARBONAT FORMASI


PARIGI DI DAERAH PALIMANAN, CIREBON

Daerah penelitian berada di Formasi Parigi, Komplek Kromong, Palimanan, Cirebon.


Formasi Parigi tersusun atas lapisan-lapisan batugamping berwarna abu-abu, berlapis tebal dan
bersifat keras. Umur formasi ini diperkirakan Miosen Atas atau Tf3 berdasarkan fosil foramiifera
yang dikandungnya. Batuan karbonat di Komplek Kromong telah mengalami intrusi oleh andesit
sehingga batugamping pada komplek tersebut telah mengalami kristalisasi (termasuk
batugamping pada Formasi Parigi). Struktur geologi pada daerah telitian adalah antiklin dan
sesar. Menurut hasil penelitian, pada Formasi Parigi diidentifikasi terdapat 7 fasies batuan
karbonat. Fasies tersebut adalah:
1. Fasies Boundstone
Fasies ini dibentuk oleh berbagai macam koral dengan matriks bertekstur packstone
dimana terdapat butiran-butiran bioklastik (foraminifera besar, ganggang merah,
bentos, moluska, dan echnoid. Fasies ini dibagi menjadi dua subfasies yaitu subfasies
bafflestone yang tersusun atas koral yang bercabang dengan tekstur bafflestone,
sebagian berwarna putih terang, sebagian sudah chalky, terdapat fragmen rijang
berwarna abu-abu, sebagian bentuk bioturbasi, berlapis tebal dan buruk. Dalam
matrik trdapat red algae, foraminifera besar, potongan moluska, echinoid, bentos, dll.
Berikutnya adalah subfasies framestone yang terdiri dari batugamping dengan koral
massif dengan matriks packstone. Di dalam matriks terdaat moluska, foraminifera
besar, algae dll.
2. Fasies Rudstone
Fasies ini dicirikan dengan adanya batugamping dengan pecahan koral yang menonjol
jumlahnya, berwarna terang berlapis tebal dan buruk. Jenis koral yang ditemukan
adalah koral massif dan koral bercabang dalam bentuk potongan-potongan.
Matriksnya adalah packstone dengan butiran foraminiera besar, potongan koral
cabang, dan moluska.
3. Fasies Cross Bedded Grainstone
Batugamping pada fasies ini berwarna terang, berlapis 10-20 cm, ditemui adanya
cross bedded dan channeling. Biota yang didapatkan berupa foram besar, bentos, red
algae, aechinoid dalam jumlah banyak, dan moluska dalam potongan-potongan koral.
4. Fasies Foraminiferal Packstone

Fasies ini dicirikan oleh kandungan foraminifera besar yang dominan, berwarna
cokleat terang, berlapis baik dengan ketebalan antara 0,5 2 m. \di beberapa tempat
terlihat adanya parallel lamination. Foraminifra besar adalah jenis Lepidocyclina, dan
fosil lain yang ditemui adalah bentos (milliolid), echinoid betlimpah, red algae,
moluska, dan potongan-potongan koral.
5. Fasies Algal-foram Packstone
Fasies ini memperlihatkan tekstur packstone terdiri dari berbagai cangkang fosil
(bioklast) dalam maa mikrit. Ciri fasies ini adaah terdapat fosil foraminifera dan
algae yang sangat dominan. Ketebalan lapisan berkisar antara 0,2 1m. Jenis
foraminifera yang dijumpai adalah Lepidocyclina sp. dan Alveolina sp. Dari jenis
alga yang ditemukan adalah Halimeda sp. dan Lithothamnium sp. Selain itu juga
ditemukan fosil echinoid.
6. Fasies Floatstone
Fasies ini berwarna abu-abu, brlapis tebal dengan ketbalan sekitar 0,5-1 m,
didapatkan brancing coral dan platy coral yang mengambang dengan matrik
bertekstur packstone yang anyak mengandung Halimeda. Biota lain yang ditenukan
adalah Gastropoda dan Pelecypoda . Pada fasies ini didapatkan adanya sisipan
lempung berwarna abu-abu gelap.
7. Fasies Thin Bedded Wackestone-Packstone
Fasies ini dibentuk oleh batugamping berwarna abu-abu gelap, berlapis tipis, banyak
bioturbasi dengan ketebalan 1-5 cm dan bersifat sangat keras. Pada beberapa tempat
fasies ini memprelihatkan struktur Cross bedding. Biota yang dijumpai adalah
moluska dan foraminifera besar. Sebaran fasies ini dekat dengan intrusi sehingga
memperlihatkan rekristalisasi
Di lapangan karbonat Formasi Parigi terlihat memiliki porositas seperti tipe cavern,
moldic, dan vuggy. Pengamatan sayatan tipis meperlihatkan pada packstone dan boundstoen
terdapat porositas interparticle, intraparticle, moldic, dan vuggy.
Subfasies bafflestone menunjukan lingkungan pengendapan reef front. Fasies framestone
menunjukan lingkungan reef crest. Fasies Rudstone yang berselang-seling dengan bafflestone
menunjukan fasies pengendapan reef front. Pada fasies cross bedded grainstone menunjukan
lingkungan pengendapan lagoon. Fasies foraminiferal packstone dan floatstone menunjukan
lingkungan pengendapan back reef . Fasies Thin Bedded Wackstone-Packstone menandakan
lingkungan tidal channel. Berdasarkan gabungan fosil foraminifera besar umur Formasi Parigi
adalah Miosen awal. Keberadaan Formasi Parigi sebagai reservoir menunjukan porositas yang
baik dengan permeabilitas rendah sampai sedang.