Anda di halaman 1dari 20

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

RINGKASAN BUKU HURU HARA DI HARI KIAMAT

DISUSUN OLEH
WAHIDIN ALAMNUARI RACHMAN
425 15 041
D4 TKJ 1-B

Program Studi D4 Teknik Komputer dan Jaringan


Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Ujung Pandang
2016

SIKSA DAN KENIKMATAN DI ALAM BARZAKH

Ketahuilah wahai Hamba Allah, Bahwa kuburan adalah persinggahan pertama menuju
Akhirat . orang yang mati berarti telah mengalami kiamat kecil.
Hari kiamat adalah hari akhir kehidupan seluruh manusia dan makhluk hidup di dunia
yang harus kita percayai kebenaran adanya yang menjadi jembatan untuk menuju ke
kehidupan selanjutnya di akhirat yang kekal dan abadi. Iman kepada hari kiamat adalah
rukum iman yang ke-lima. Hari kiamat diawali dengan tiupan terompet sangkakala oleh
malaikat isrofil untuk menghancurkan bumi beserta seluruh isinya. Hari kiamat tidak dapat
diprediksi kapan akan datangnya karena merupakan rahasia Allah SWT yang tidak diketahui
siapa pun. Namun dengan demikian kita masih bisa mengetahui kapan datangnya hari kiamat
dengan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.
Orang yang beriman kepada Allah SWT dan banyak berbuat kebaikan akan
menerima imbalan surga yang penuh kenikmatan, sedangkan bagi orang-orang kafir dan
penjahat akan masuk neraka yang sangat pedih untuk disiksa.
Arti Alam Barzah kata barzakh ( )hanya tiga kali ditemukan di dalam AlQuran, yaitu pada QS. Al-Muminun (23): 100, QS. Ar-Rahman (55): 20 dan QS. Al-Furqan
(25): 53. Menurut Ibnu Manzhur, pengarang kitab Lisanul-Arab, pengertian barzakh adalah
ma baina kulli syaiaini ( = sesuatu yang terdapat di antara dua hal) dan al-hajizu
baina asy-syaiaini ( = pembatas atau penghalang antara dua hal). Barazikhul
Iman ( ) diartikan sebagai pembatas antara keraguan dan keyakinan. Barzakh
juga berarti alam yang dilalui manusia setelah kehidupan di dunia menjelang akhirat kelak,
yaitu alam kubur sebelum manusia akan dihimpun kelak di hari berbangkit.
Orang yang telah meninggal dikatakan telah berada di alam Barzakh karena ia
terhalang untuk kembali ke dunia dan belum sampai pada alam akhirat. dari segi bahasa,
barzakh berarti pemisah. Para ulama mengartikan alam barzakh sebagai periode antara
kehidupan dunia akhirat.keberadaan disana memungkinkan seseorang untuk melihat
kehidupan dunia dan akhirat. Keberadaan disana bagaikan keberadaan dalam suatu ruangan
terpisah yang terbuat dari kaca.kedepan penghuninya dapat melihat hari kemudian,
sedangkan ke belakang mereka dapat melihat kita yang hidup di pentas bumi ini.
Pengertian Alam Barzah Alam Barzakh adalah Alam Kubur dimana manusia
melakukan 'penantian' untuk dibangkitkan pada hari Kiamat. Jadi waktunya bisa berjalan
jutaan tahun atau mungkin malah miliaran tahun. Sejak dia meninggal sampai Kiamat
Sughra, dan kemudian dilanjutkan sampai hari Berbangkit.QS. Al Muminun (23): 99 100
Alam Barzakh adalah sebuah ungkapan yang artinya Alam tempat orang-orang yang sudah
mati berada untuk sementara waktu hingga dibangkitkan untuk dikumpulkan di padang
mahsyar. Alam tempat orang-orang yang sudah mati berada untuk sementara waktu hingga
dibangkitkan untuk dikumpulkan di padang mahsyar diistilahkan sebagai Alam Barzakh. Jadi
arti Alam Barzakh adalah Alam tempat orang-orang yang sudah mati berada untuk sementara
waktu hingga dibangkitkan untuk dikumpulkan di padang mahsyar / Alam Samar. Kata Istilah
Alam Barzakh merupakan ungkapan resmi dalam Bahasa Indonesia. Sebagaimana hadits nabi
yang diriwayatkan oleh imam Ahmad ibn hanbal, Ath-Thabrani, Ibnu Abi Ad-dunya, dan
Ibnu Majah meriwayatkan melalui sahabat Nabi, Abu Said Al-Khudri, bahwa Nabi Saw.
bersabda: Sesungguhnya yang meninggal mengetahui siapa yang memandikannya, yang
mengangkatnya, yang mengafaninya, dan siapa yang menurukannya ke kubur: Imam bukhari
meriwayatkan bahwa, Apabila salah seorang diantara kamu meninggal, maka diperlihatkan
kepadanya setiap pagi dan petang tempat tinggalnya (kelak di hari kiamat. Kalau dia
penghuni surge; maka (diperlihatkan kepadanya penghuni surge; dan kalau penghuni neraka,

maka diperlihatkan (tempat) penghuni neraka. Disampaikan kepadanya bahwa inilah


tempatmu sampai Allah membangkitkanmu ke sana (HR Bukhari).
Mengenai firman Allah taala tersebut: yakni di hadapan mereka.
Mujahid mengatakan: Al-barzakh berarti penghalang antara dunia dan akhirat. Sedangkan
Muhammad bin kaab mengemukakan: Al-barzakh berarti keberadaan antara dunia dan
akhirat, dimana penghuni dunia tidak makan dan tidak minum, dan tidak pula kepada
penghuni akhirat diberikan balasan atas amal perbuatan mereka. Terkait penafsiran ayat ini,
ibnu jarir menyatakan, dari bagian depan mereka ada sebuah sekat yang membatasi mereka
dengan ar-ruju , yakni hari saat mereka dibangkitkan dari kuburnya, yakni hari kiamat.
Dengan demikian alam barzakh, sekat dan waktu terbatas (temporal) mempunyai waktu
hampir sama. Raghib juga berkata , Al-barzakh berarti sekat dan pembatas antara dua hal.
Adapun barzakh terkait dengan hari kiamat ialah yang membentang antara manusia dengan
tercapainya rumah mulia di akhirat. Peristiwa dan Kehidupan Setelah Hari Kiamat :
1. Alam Kubur / Alam Barzah Alam barzah adalah suatu dunia lain yang dimasuki seseorang
setelah meninggal dunia untuk menunggu datangnya kebangkitan kembali pada hari
kiamat. Pada alam kubur akan datang malaikat mungkar dan nakir untuk memberikan
pertanyaan seputar keimanan dan amal perbuatan kita. Jika kita beriman dan termasuk
orang baik, maka di dalam kubur akan mendapatkan nikmat kubur yang sangat
menyenangkan daripada nikmat duniawi, sedangkan sebaliknya bagi orang yang tidak
beriman kepada Allah SWT, siksa kubur praneraka yang pedih sudah menanti di depan
mata. Dalam QS. Ghafir (40): 46.
. Kata ( )terambil dari kata yang berarti menampakkan sesuatu
kepada pihak lain baik untuk menarik perhatiannya, menakutkannya, maupun sekedar
menampakkan atau membawanya kepada yang ditunjukkan kepadanya itu. Ayat di atas
dijadikan dalil oleh banyak ulama tentang adanya alam barzakh dan adanya siksa di alam
tersebut, atau dengan kata lain siksa kubur.
Anda baca terjemahan ayat itu bahwa kepada keluarga firaun dinampakkan neraka
pada pagi hari dan petang hari. Tentu saja itu terjadi setelah mereka keluar dari pentas
permukaan bumu ini dengan kata lain setelah mereka terkubur dalam perut bumi dan
berbeda dengan alam duniawi saat ini. Ayat di atas juga menunjukkan bahwa dinampakkan
neraka itu pada keluarga firaun, sedangkan Firaunnya tidak disebutkan, disini bukan
berarti firaun tidak disiksa atau pada akhir hidupnya dia beriman, akan tetapi itu
menunjukkan lebih pedihnya azab yang di timpakan kepada, kalau keluarganya saja sudah
sepedih itu siksanya apalagi kepada Firaun sebagai pemimpin mereka. Ayat ini
mengisyaratkan bahwa kehidupan di alam barzakh itu, berlanjut sampai hari kiamat,
informasi ayat ini bertemu dengan firman-Nya dalam QS. al-Muminun (23): 99-100).
yang berbicara tentang barzakh yang merupakan dinding pemisah antara dunia dan
akhirat. Kalau merujuk pada as-Sunnah, kita banyak sekali menemukan riwayat
menyangkut kehidupan alam barzakh, misalnya bahwa orang mati saling ziarahmenziarahi dikubur mereka(barzakh). (HR.Turmudzi melalui Abu Said), juga bahwa
mereka mengetahui keberadaan keluarga mereka yang masih hidup di dunia (HR. Ahmad
melalui Anas Ibn Malik ra.).
2. Hari Kebangkitan / Yaumul Ba'ats hari kebangkitan adalah hari dibangkitkannya seluruh
manusia yang pernah hidup di dunia baik yang tua, muda, besar, kecil, hidup di zaman
nabi adam as, baru lahir saat kiamat, dsb akan bangkit kembali dari mati untuk kemudian
dihitung amal perbauatannya selama hidup di dunia. Seluruh manusia akan bangkit
kembali dengan jasad / tubuh ketika masih muda dengan raut yang wajah berbeda-beda
sesuai amal perbuatannya.

3. Yaumul Mahsyar Yaumul mahsyar adalah tempat dikumpulkannya seluruh manusia dan
makhluk hidup lainnya dari awal zaman hingga akhir jaman untuk dilakukan hisab atau
peradilan tuhan yang sejati pada yaumul hisab. Selanjutnya akan diberangkatkan ke
jembatan shirotol mustaqim untuk disortir mana yang masuk surga dan mana yang masuk
neraka. Yang terjatuh di neraka akan menjadi penghuni neraka baik yang kekal abadi
maupun yang hanya sementara hingga segala dosa-dosanya yang tidak terlalu berat itu
termaafkan.
Kadaan Alam Barzah Al-quran melukiskan keadaan orang-orang kafir ketika itu (di
alam barzakh) dengan firman-Nya: *
. Firaun beserta kaum (pengikut)-nya dikepung oleh
siksa yang amat buruk . kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang. Dan
(nanti) pada hari terjadinya kiamat, (dikatakan kepada malaikat): masukkanlah Firaun
dan kaumnya ke dalam azab yang keras (QS. Ghafir (45-46). Dalam QS. Qaaf ayat 22
dijelaskan juga keadaan orang yang lalai sesungguhnya engkau adalah dalam kelalaian
dari ini (semua). (pangkal ayat 22). Artinya bahwasanya selama kamu hidup disunia yang
sangat singkat itu, hal seperti ini tidak menjadi perhatian kamu.
Nasihat kebenaran tidak kamu acuhkan. Peringatan jalan kebenaran tidak kamu
acuhkan. maka Kami bukakanlah bagi kamu apa yang menutupi kamu itu; maka
penglihatanmu hari ini jadilah sangat tajam. 9ujung ayat 22). Maka demikianlah keadaan
apabila manusia yang bersalah dan tidak insaf akan kesalahannya menerima azab dan
siksanya, dimasukkan kedalam neraka. Disanalah baru matanya terbuka dan
penglihatannya jadi tajam. Namunmeskipun penglihatannya sudah sangat tajam, dia hanya
dapat digunakan untuk menyesal, bukan untuk memperbaiki keadaan.
Adapun para syuhada dilukiskan sebagai orang-orang yang hidupdan mendapat
rezeki. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur dijalan Allah
(bahwa mereka itu) mati. Sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya
(QS Al-Baqarah, (154). Jangan sekali-kali menduga yang gugur di jalan Allah adalah
orang-orang mati. Sebenarnya mereka hidup disisi Tuhan mereka dan mereka memperoleh
rezeki. (QS. Ali Imran, (169).
Hadits-hadits Rasulullah SAW tentang malam Isra dan apa yang beliau lihat di alam
barzah, membuktikan akan adanya macam-macam siksaan, di antaranya : Segerombolan
manusia bertelanjang, hanya bercawat sekedar menutupi kemaluannya saja. Mereka
seperti ternak menyusu, makan rumput berdiri, buah zakkum yang sangat pahit dan
mengandung racun serta makan bara-bara jahanam. Kenapa disiksa begitu? Karena
mereka menolak mendermakan harta bendanya dan menjauhi zakat. Segerombolan
manusia memakan daging busuk dengan lahap, padahal daging segar ada, tapi tak bisa
memakannya. Siksa yang demikian ini adalah untuk pezina. Orang-orang berenang dalam
lautan darah dan dilempari batu. Mereka adalah lintah darat, pemakan riba, manusia yang
hanya mementingkan diri dan tak peduli orang lain rugi. Seorang dipukuli kepalanya
dengan batu besar oleh sekelompok manusia, sampai kepalanya pecah-pecah dan banyak
mengeluarkan darah. Kembali lagi kepalanya Seperti semula, dipukuli dan pecah-pecah
lagi. Dia semasa hidupnya enggan melakukan shalat wajib. Segerombolan manusia
beramai-ramai memotong lidah dan bibirnya. Digunting, tumbuh lagi, digunting lagi,
tumbuh dan begitu terus. Rasulullah bertanya pada Jibril : Siapa mereka itu ya Jibril?
Para penyebar fitnah. Orang-orang yang mulutnya terbuka lebar menelan api. Mereka
adalah pemakan harta anak yatim. Orang-orang yang memotong bagian-bagian tubuhnya
dan dimakannya sendiri. Mereka ini adalah orang-orang yang gemar menggunjing orang
lain. Siksa Dan Nikmat Kubur Siksa kubur diperuntukkan bagi orang-orang zhalim, yakni
orang-orang munafik dan orang-orang kafir, seperti dalam firmanNya. Artinya :

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada)
dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya,
(sambil berkata), Keluarkanlah nyawamu.
Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu
selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu
menyombongkan diri terhadp ayat-ayatNya [Al-Anam : 93] Allah Subhanahu wa Taala
berfirman tentang keluarga Firaun. Artinya : Kepada mereka dinampakkan Neraka pada
pagi hari dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat, (Dikatakan kepada malaikat),
Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras [Al-Mumin : 46]
Dalam Shahih Muslim Zaid bin Tsabit meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa
sallam bersabda : Kalau tidak karena kalian saling mengubur (orang yang mati) pasti aku
memohon kepada Allah agar memperdengarkan siksa kubur kepada kalian yang saya
mendengarnya. Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menghadapkan wajahnya
seraya berkata : Mohonlah perlindungan kepada Allah dari siksa Neraka. Para sahabat
berkata, Kami memohon perlindungan kepada Allah dan siksa Neraka. Nabi Shallallahu
alaihi wa sallam kemudian berkata lagi, Mohonlah perlindungan kepada Allah dari siksa
kubur. Para sahabat berkata, Kami memohon perlindungan Allah dari siksa kubur. Lalu
beliau berkata lagi. Mohonlah perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah baik yang
tampak maupun yang tidak tampak. Para sahabat lalu berkata, Kami memohon
perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah baik yang tampak maupun yang tidak
tampak. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata lagi. Mohonlah perlindungan kepada
Allah dari fitnah Dajjal. Para sahabat berkata, Kami mohon perlindungan kepada Allah
dari fitnah Dajjal. [Hadits Riwayat Muslim]
Adapun nikmat kubur diperuntukkan bagi orang-orang mukmin yang jujur. Hal ini
dijelaskan Allah Subhanahu wa Taala dalam firmanNya. Artinya : Sesungguhnya orangorang yang mengatakan, Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan
pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan),
Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih ; dan gembirakanlah
mereka dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu [Fushilat : 30]
Artinya : Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketka itu
melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, maka
mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? Kamu tidak mengembalikan nyawa itu
(kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar ?, Adapun jika dia (orangorang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh
ketentraman dan rezeki serta Surga kenikmatan [Al-Waaqiah : 83-89] Dari Al-Barra bin
Azib Radhiyallahu anhu dikatakan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda
tentang orang mukmin jika dapat menjawab pertanyaan dua malaikat di dalam kuburnya.
Sabdanya, Ada suara dari langit, Hamba-Ku memang benar. Oleh karenanya, berilah dia
alas dari Surga Lalu datanglah kenikmatan dan keharuman dan Surga, dan kuburnya
dilapangkan sejauh pandangan mata. [Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, dalam hadits
yang panjang] Kaadaan Ruh Dalam Alam Barzah Berkaitan dengan ruh ini Allah SWT
berfirman: Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah wahai Muhammad,
Roh itu termasuk urusan Tuhanku. Kalian tidak diberikan pengetahuan tentang hal itu
kecuali sedikit. Jelas sekali arti ayat ini, bahwa Allah SWT hanya memberitahukan ilmu
sedikit saja tentang hal-hal yang berkaitan dengan ruh ini. Rasulullah SAW
menerangankan berkaitan dengan ruh:
1. Allah menjadikan ruh mereka dalam bentuk seperti burung berwarna kehijauan.
Mereka mendatangi sungai-sungai surga, makan dari buah-buahannya, dan tinggal di

dalam kindil (lampu) dari emas di bawah naungan Arasyi. (Hadis Shahih riwayat
Ahmad, Abu Daud dan Hakim)
2. Tidak seorang pun melewati kuburan saudaranya yang mukmin yang dia kenal selama
hidup di dunia, lalu orang yang lewat itu mengucapkan salam untuknya, kecuali dia
mengetahuinya dan menjawab salamnya itu. (Hadis Shahih riwayat Ibnu Abdul Bar
dari Ibnu Abbas di dalam kitab Al-Istidzkar dan At-Tamhid)
3. Orang yang telah meninggal dunia saling kunjung-mengunjungi antara yang satu
dengan yang lainnya. Nabi Saw bersabda: Ummu Hani bertanya kepada Rasulullah
SAW: Apakah kita akan saling mengunjungi jika kita telah mati, dan saling melihat
satu dengan yang lainnya wahai Rarulullah SAW? Rasulullah SAW menjawab, Ruh
akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai
jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing.
(HR. Ahmad dan Thabrani dengan sanad baik).
4. Orang yang telah meninggal dunia merasa senang kepada orang yang menziarahinya,
dan merasa sedih kepada orang yang tidak menziarahinya. Nabi SAW bersabda: Tidak
seorangpun yang mengunjungi kuburan saudaranya dan duduk kepadanya (untuk
mendoakannya) kecuali dia merasa bahagia dan menemaninya hingga dia berdiri
meninggalkan kuburan itu. (HR. Ibnu Abu Dunya dari Aisyah dalam kitab Al-Qubr).
5. Orang yang telah meninggal dunia mengetahui keadaan dan perbuatan orang yang
masih hidup, bahkan mereka merasakan sedih atas perbuatan dosa orang yang masih
hidup dari kalangan keluarganya dan merasa gembira atas amal shaleh mereka. Nabi
SAW bersabda:
a. Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga
kalian yang telah meninggal dunia. Jika perbuatan kalian baik, maka mereka
mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata:
Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah
kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami. (HR. Ahmad
dalam musnadnya).
b. Seluruh amal perbuatan dilaporkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis,
dan diperlihatkan kepada para orangtua pada hari Jumat. Mereka merasa gembira
dengan perbuatan baik orang-orang yang masih hidup, wajah mereka menjadi
tambah bersinar terang. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian
menyakiti orang-orang kalian yang telah meninggal dunia. (HR. Tirmidzi dalam
kitab Nawdirul Ushl).
6. Orang-orang beriman hidup di dalam surga bersama anak-cucu dan keturunan mereka
yang shaleh. Dan orang-orang beriman yang anak-cucu mereka mengikuti mereka
dalam keimanan, kami pertemukan mereka dengan anak-cucu mereka. Kami tidak
mengurangi dari pahala amal mereka sedikitpun. Setiap orang terkait dengan apa yang
telah dia kerjakan. (At-Thur: 21) Hadis tentang mayit mengetahui dan menjawab
salam orang yang menziarahinya tidak berarti bahwa ruh ada di dalam liang kubur di
dalam tanah. Bukan seperti itu, melainkan bahwa ruh punya keterkaitan khusus dengan
jasadnya. Di mana jika ada yang mengucapkan salam untuknya, dia akan
menjawabnya. Ruh berada di suatu alam yang bernama alam Barzakh di suatu tempat
yang bernama Ar-Rafqul `Al. Alam ini tidak sama dengan dunia kita, bahkan jauh
berbeda. Hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui lika-liku dan detail-detailnya.
"Dan di hadapan mereka (ahli kubur) ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan ".
( Al-Mu'minun: 100) Dari dalil-dalil tadi juga bisa di simpulkan, bahwa tempat para
arwah berbeda-beda dan bertingkat-tingkat derajatnya sesuai amal shaleh mereka.
Hikmah Alam Barzah Dirahasikan Allah merahasiakan alam gaib ini mengandung
hikmah yang sangat dalam bagi kita manusia, di antaranya: Rasulullah bersabda,

Kalau seandainya kalian tidak saling menguburkan, niscaya aku berdoa kepada Allah
agar kalian mendengar adzab kubur. Ketika seseorang mendengar adzab kubur
tentulah mereka merasa takut kemudian pingsan, lalu siapa yang akan menguburkan
mayit. Allah menutup aib mayit yang berdosa -apabila mereka orang yang suka berbuat
dosa-, agar mereka tidak digunjing orang yang hidup setelahnya. Demikian juga apabila
mereka orang yang baik, keluarga mereka tidak akan berhenti berbuat amal jariyah dan
mendoakannya karena mengetahui keadaanya yang baik di alam barzah. Seandainya
orang yang meninggal itu adalah orang yang celaka, ketidaktahuan pihak keluarga
tentulah tidak mebuat mereka merasa terguncang dan berputus asa. Pihak keluarga tidak
akan merasa minder dan malu apabila ternyata khalayak mengetahui bahwa keluarga
mereka yang dikubur tersebut tengah disiksa. Apabila seseorang mengetahui peristiwa
di alam kubur, maka permasalahan ini tidak termasuk ujian mengimani permasalahan
yang gaib. Rasulullah bersabda : Apabila seorang selesai membaca tasyahud yang
akhir, hendaknya mohon perlindungan kepada Allah dari siksa neraka, siksa kubur,
fitnah
masa
hidup
dan
mati
dan
dari
fitnah
almasih
dajjal.

TERJADINYA KIAMAT
Apabila Janji benar (kiamat) telah dekat . Allah segera memerintahkan malaikat yang bertugas
untuk meniup sangkakala . ditiuplah sangkakala itu satu kali . maka bumi dan gunung pun diangkat,
dan keduanya dibenturkan sekali benturan , langit pun terbelah , planet planet bertaburan dan
bintang bintang pun berhamburan , sinarnya hilang , lautan pun mengelegak , seluruh manusia
terburuk mati tatkala menyaksikan kedahsyatan pemandangan di hari kiamat itu , berikut gempa hebat
dan berbagai kondisi yang mereka lihat dengan mata kepala sendiri. Terjadilah pada diri mereka
perkara yang selama ini mereka sepelekan.

PERISTIWA MENAKUTKAN DI HARI KIAMAT


Setelah ditiupnya sangkakala, terjadilah beberapa peristiwa yang sangat menakutkan.
1. Bumi digoncangkan, gunung-gunung hancur lebur.
Al-Imam Ibnu Katsir t menyatakan (An-Nihayah hal. 154): Di antara peristiwa yang akan
terjadi (setelah ditiupnya sangkakala) adalah bumi digoncang-goncangkan, penghuninya
dimiring-miringkan ke kanan dan ke kiri. Sebagaimana berita yang Allah l sampaikan dalam
firman-Nya:
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah
mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: Mengapa
bumi (jadi begini)? (Az-Zalzalah: 1-3)
Hai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu
adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu
melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang
disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia
dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu
sangat keras. (Al-Hajj: 1-2)
Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila
bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancurhancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan. (Al-Waqiah: 1-6)
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sadi t menyatakan: Allah l mengajak bicara seluruh
manusia dan memerintahkan agar mereka bertakwa kepada Rabbnya, yang telah memelihara
mereka dengan nikmat-nikmat-Nya, baik yang nampak maupun yang tidak tampak. Maka
sudah sepantasnya mereka bertakwa kepada-Nya, dengan meninggalkan kesyirikan,
kedurhakaan dan kemaksiatan. Sepantasnya pula mereka melaksanakan perintah-perintahNya selama mereka mampu melaksanakannya. Kemudian Allah l mengabarkan tentang halhal yang akan membantu mereka dalam bertakwa, dan memperingatkan mereka agar mereka
tidak meninggalkan ketakwaan tersebut, yaitu berupa berita-berita tentang peristiwa
menakutkan yang akan terjadi pada hari kiamat. (Tafsir As-Sadi hal. 532)

Langit terpecah-belah, bintang-bintang berjatuhan, cahaya bulan menghilang,


matahari dan bulan dikumpulkan.
Peristiwa-peristiwa ini akan terjadi pada hari kiamat, sebagaimana yang Allah l
beritakan dalam surat At-Takwir, Al-Infithar dan Al-Insyiqaq.
Rasulullah n bersabda tentang keutamaan tiga surat tersebut:

Barangsiapa yang senang memerhatikan (peristiwa-peristiwa yang akan terjadi)


pada hari kiamat, hendaknya dia membaca surat At-Takwir, Al-Infithar dan AlInsyiqaq. (HR. At-Tirmidzi dari Ibnu Umar c, dishahihkan oleh Asy-Syaikh AlAlbani dalam Ash-Shahihah no. 1081)
Allah akan mengenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya
yang mulia
Hal ini sebagaimana dalam firman-Nya:
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya
padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit
digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang
mereka persekutukan. (Az-Zumar: 67)
Juga dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah z, Rasulllah n bersabda:
:





Allah akan menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanannya.
Kemudian Dia berfirman: Akulah Raja di raja. Aku Maha Memaksa. Di mana rajaraja bumi? Di mana para pemaksa? Di mana orang-orang yang
sombong? (Muttafaqun alaih)

Hubungan nasab terputus


Karena dahsyatnya peristiwa-peristiwa yang
nasab. Bapak tidak mampu menolong anaknya.
orangtuanya. Suami tidak mampu menolong istrinya,
mampu menolong suaminya. Masing-masing berlepas
sendiri.

terjadi, maka terputuslah hubungan


Anakpun tidak mampu menolong
sebagaimana seorang istri juga tidak
diri dan mencari keselamatan dirinya

Hal ini sebagaimana dalam firman Allah:


Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada
hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. (Al-Muminun: 101)

Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari
ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya.
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. (Abasa:
33-37)
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang
mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka
terputus sama sekali. (Al-Baqarah: 166)
(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan
segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (Al-Infithar: 19)
Sampaipun para rasul yang termasuk Ulul Azmi e, tatkala mereka diminta untuk memberikan
syafaat terhadap para makhluk di padang mahsyar, mereka menyatakan:

Ya Allah, selamatkan diriku, selamatkan diriku.
Kecuali Nabi kita Muhammad n, sebagaimana disebutkan dalam Shahih AlBukhari dan Shahih Muslim tentang kisah asy-syafaatul uzhma (syafaat yang agung).

Penyesalan pada hari itu tidaklah bermanfaat


Allah berfirman:
Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan
diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang. Kerajaan yang hak pada hari itu adalah
kepunyaan Rabb Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari yang penuh
kesukaran bagi orang-orang kafir. Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim
menggigit dua tangannya, seraya berkata: Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan
bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si
fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran ketika
Al-Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong
manusia. (Al-Furqan: 25-29)
Al-Imam Ibnu Katsir t berkata: Dalam ayat-ayat ini, Allah l mengabarkan tentang
(apa yang akan terjadi pada hari kiamat) berupa penyesalan orang-orang kafir yang tidak mau
mengikuti jalan Rasul n dan apa yang beliau n bawa, berupa kebenaran nyata dari sisi Allah l
yang tidak ada keraguan di dalamnya. Dia justru menempuh jalan yang lain. Maka, tatkala
terjadi hari kiamat dia akan menyesal, dalam keadaan penyesalan itu tidak bermanfaat
baginya. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/280)

SIFAT NERAKA DAN PARA PENGHUNINYA

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
s.a.w. bersabda: Api neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian
dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga gelap
bagaikan malam yang kelam.
Al-amasy dari Yasid bin Wahab dari Ibn Masud berkata: Sesungguhnya apimu ini
sebahagian dari tujuh puluh bagian dari api neraka, dan andaikan tidak didinginkan dalam
laut dua kali nescaya kamu tidak dapat mempergunakannya.
Mujahid berkata: Sesungguhnya apimu ini berlindung kepada Allah s.w.t. dari neraka
jahannam. Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka
iaitu seorang yang berkasutkan dari api nerka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah
ditelinganya ada api, dan giginya berapi dan dibibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari
bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli
neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli neraka.
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr r.a. berkata:
Orang-orang neraka memanggil Malaikat Malik tetapi tidak dijawab selama empat puluh
tahun, kemudian dijawabnya: Bahawa kamu tetap tinggal dalam neraka. Kemudian mereka
berdoa (memanggil) Tuhan: Ya Tuhan, keluarkanlah kami dari neraka ini, maka bila kami
mengulangi perbuatan-perbuatan kami yang lalu itu bererti kami zalim. Maka tidak dijawab
selama umur dunia ini dua kali, kemudian dijawab: Hina dinalah kamu didalam neraka dan
jangan berkata-kata.
Demi Allah setelah itu tidak ada yang dapat berkata-kata walau satu kalimah, sedang
yang terdengar hanya nafas keluhan dan tangis rintihan yang suara mereka hampir menyamai
suara himar (keledai).
Qatadah berkata: Hai kaumku, apakah kamu merasa bahawa itu pasti akan terkena
pada dirimu, atau kamu merasa akan kuat menghadapinya. Hai kaumku, taatlah kepada Allah
s.w.t. itu jauh lebih ringan bagi kamu kerana itu, taatilah sebab ahli neraka itu kelak akan
mengeluh selama seribu tahun tetapi tidak berguna bagi mereka, lalu mereka berkata:
Dahulu ketika kami didunia, bila kami sabar lambat laun mendapat keringanan dan
kelapangan, maka mereka lalu bersabar seribu tahun, dan tetap siksa mereka tidak
diringankan sehingga mereka berkata: Ajazina am sobarna malana min mahish (Yang
bermaksud) Apakah kami mengeluh atau sabar, tidak dapat mengelakkan siksa ini.Lalu minta
hujan selama seribu tahun sangat haus dan panas neraka maka mereka berdoa selama seribu
tahun, maka Allah s.w.t. berkata kepada Jibril: Apakah yang mereka minta?. Jawab Jibril:
Engkau lebih mengetahui, ya Allah, mereka minta hujan. Maka nampak pada mereka awan
merah sehingga mereka mengira akan turun hujan, maka dikirim kepada mereka kala-kala
sebesar kaldai, yang menggigit mereka dan terasa pedih gigitan itu selama seribu tahun.
Kemudian mereka minta kepada Allah s.w.t. selama seribu tahun untuk diturunkan hujan,
maka nampak mereka awan yang hitam, mereka mengira bahawa itu akan hujan, tiba-tiba
turun kepada mereka ular-ular sebesar leher unta, yang menggigit mereka dan gigitan itu
terasa pedihnya hingga seribu tahun, dan inilah ertinya: Zidnahum adzaba fauqal adzabi.
(Yang bermaksud) Kami tambahkan kepada mereka siksa diatas siksa.

Kerana mereka dahulu telah kafir, tidak percaya dan melanggar tuntutan Allah s.w.t., kerana
itulah maka siapa yang ingin selamat dari siksaan Allah s.w.t. harus sabar sementara atas
segala penderitaan dunia didalam mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah s.w.t. dan
menahan syahwat hawa nafsu sebab syurga neraka diliputi syahwat-syahwat.
Seorang pejungga berkata: Dalam usia tua itu cukup pengalaman untuk mencegah
orang yang tenang dari sifat kekanak-kanakan, apabila telah menyala api dirambutnya
(beruban). Saya melihat seorang itu ingin hidup tenang bila dahan pohon telah menguning
sesudah hijaunya. Jauhilah kawan yang busuk dan berhati-hatilah, jangan menghubunginya
tetapi bila tidak dapat, maka ambil hati-hatinya, dan berkawanlah pada orang yang jujur
tetapi jangan suka membantah padanya, engkau pasti akan disukai selma kau tidak
membantah kepadanya. Berkawanlah dengan orang bangsawan dan yang berakhlak baik
budinya.
Maka siapa yang berbuat baik pada orang yang tidak berbudi bererti ia telah
membuang budi itu kedalam laut. Dan Allah s.w.t. mempunyai syurga yang selebar langit
tetapi diputi dengan kesukaran-kesukaran.
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi
Muhammad s.a.w bersabda: Allah memanggil Malaikat Jibril dan menyuruhnya melihat
syurga dengan segala persiapannya untuk ahlinya, maka ketika kembali berkata Jibril: Demi
kemuliaanMu, tiada seorang yang mendengarnya melainkan ia akan masuk kedalamnya,
maka diliputi dengan serba kesukaran, dan menyuruh Jibril kembali melihatnya, maka
kembali melihatnya, kemudian ia berkata: Demi kemuliaanMu saya khuatir kalau-kalau tiada
seorangpun yang masuk kedalamnya. Kemudian disuruh melihat neraka dan semua yang
disediakan untuk ahlinya, maka kembali Jibril dan berkata: Demi kemuliaanMu tidak akan
masuk kedalamnya orang yang telah mendengarnya, kemudian diliputi dengan kepuasan
syahwatnya, dan diperintah supaya kembali melihatnya kemudian setelah dilihatnya kembali,
berkatanya: Saya khuatir kalau tiada seorangpun melainkan akan masuk kedalamnya.
Juga Nabi Muhammad s.a.w bersabda: Kamu boleh menyebut tentang neraka
sesukamu, maka tiada kamu menyebut sesuatu melainkan api neraka itu jauh lebih ngeri dan
lebih keras daripadanya.
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Maimun bin Nahran berkata: Ketika
turun ayat (yang berbunyi) Wa inna jahannam lamauiduhum ajmain (yang bermaksud)
Sesungguhnya neraka jahannam itu sebagai ancaman bagi semua mereka. Salman meletakkan
tangan diatas kepalanya dan lari keluar selama tiga hari baru ditemuikannya.
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata: Jibril datang kepada Nabi
Muhammad s.a.w pada saat yang tiada biasa datang, dalam keadaan yang berubah mukanya,
maka ditanya oleh Nabi Muhammad s.a.w: Mengapa aku melihat kau berubah muka?
Jawab Jibril: Ya Muhammad, aku datang kepadamu pada saat dimana Allah menyuruh
supaya dikobarkan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka
jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka
sebelum ia merasa aman daripadanya. Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda: Ya Jibril,
jelaskan kepadaku sifat jahannam. Jawabnya: Ya, ketika Allah menjadikan jahannam maka
dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga
putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala

dan baranya. Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar
lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu
digantung diantara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan
baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari
rantai yang disebut Allah dalam Al-Quran itu diletakkan diatas bukit nescaya akan cair
sampai kebawah bumi yang ketujuh. Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan
seorang dihujung barat tersiksa nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur
kerana sangat panasnya, jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya
air panas campur nanah dan pakaiannya potongan api. Api neraka itu ada mempunyai tujuh
pintu, tiap-tiap pintu ada bagian yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.
Nabi Muhammad s.a.w bertanya: Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu
rumah-rumah kami? Jawabnya: Tidak, tetapi selalu terbuka, setangahnya dibawah dari
lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari
yang lain tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali ganda,
maka digiring kesana musuh-musuh Allah s.w.t. sehingga bila telah sampai kepintunya
disambut oleh malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu
dimasukkan kedalam mulut mereka hingga tembus kepantat, dan diikat tangan kirinya
kelehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus kebahunya, dan
tiap-tiap manusia itu digandeng dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sambil
dipukul oleh para malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau,
maka ditanamkan kedalamnya.
Nabi Muhammad s.a.w bertanya lagi: Siapakah penduduk masing-masing pintu itu?
Jawabnya: Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafiq, orang-orang yang kafir setelah
diturunkan hidangan mujizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Firaun sedang namanya Alhawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga tempat orang-orang
shobiin bernama Saqar. Pintu keempat tempat iblis laknatullah dan pengikutnya dari kaum
Majusi bernama Ladha, pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah. Pintu keenam tempat
orang-orang kristien (Nasara) bernama Saie.
Kemudian Jibril diam segan pada Nabi Muhammad s.a.w sehingga Nabi Muhammad
s.a.w bertanya: Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh? Jawab Jibril:
Didalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum
sempat bertaubat. Maka Nabi Muhammad s.a.w jatuh pengsan ketika mendengar keterangan
Jibril itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi Muhammad s.a.w dipangkuan Jibril
sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sedar Nabi Muhammad s.a.w bersabda: Ya Jibril,
sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan
masuk neraka? Jawab Jibril: Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w menangis, Jibril juga menangis, kemudian Nabi
Muhammad s.a.w masuk kedalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang
kemudian masuk kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu
menangis dan minta kepada Allah s.w.t., dan pada hari ketiga datang Abu Bakar r.a. kerumah
Nabi Muhammad s.a.w mengucapkan: Assalamualaikum yang ahla baiti rahmah. apakah
dapat bertemu kepada Nabi Muhammad s.a.w? Maka tidak ada yang menjawabnya,
sehingga ia menepi untuk menangis, kemudian Umar datang dan berkata: Assalamualaikum
ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Rasulullah s.a.w? Dan ketika tidak
mendapat jawapan dia pun menepi dan menangis, kemudian datang Salman Alfarisi dan

berdiri dimuka pintu sambil mengucapkan: Assalamualaikum ya ahla baiti rahmah, apakah
dapat bertemu dengan Junjunganku Rasulullah s.a.w.? Dan ketika tidak mendapat jawapan,
dia menangis sehingga jatuh dan bangun, sehingga sampai kerumah Fatimah r.a. dan dimuka
pintunya ia mengucapkan: Assalamualaikum hai puteri Rasulullah s.a.w.Kebetulan pada
masa itu Ali r.a. tiada dirumah, lalu bertanya: Hai puteri Rasulullah, sesungguhnya
Rasulullah s.a.w. telah beberapa hari tidak keluar kecuali untuk sembahyang dan tidak
berkata apa-apa kepada orang dan juga tidak mengizinkan orang-orang bertemu dengannya.
Maka segeralah Fatimah memakai baju yang panjang dan pergi sehingga apabila beliau
sampai kedepan muka pintu rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam sambil berkata:
Saya Fatimah, ya Rasulullah. Sedang Rasulullah s.a.w. bersujud sambil menangis, lalu
Rasulullah s.a.w. mengangkat kepalanya dan bertanya: Mengapakah kesayanganku?
Apabila pintu dibuka maka masuklah Fatimah kedalam rumah Rasulullah s.a.w. dan ketika
melihat Rasulullah s.a.w. menangislah ia kerana melihat Rasulullah s.a.w. pucat dan sembam
muka kerana banyak menangis dan sangat sedih, lalu ia bertanya: Ya Rasulullah, apakah
yang menimpamu? Jawab Rasulullah s.a.w.: Jibril datang kepadaku dan menerangkan sifatsifat neraka jahannam dan menerangkankan bahawa bahagian yang paling atas dari semua
tingkat neraka jahannam itu adalah untuk umatku yang berbuat dosa-dosa besar, maka itulah
yang menyebabkan aku menangis dan berduka cita. Fatimah bertanya lagi: Ya Rasulullah,
bagaimana caranya masuk? Jawab Rasulullah s.a.w.: Diiring oleh Malaikat keneraka, tanpa
dihitamkan muka juga tidak biru mata mereka dan tidak ditutup mulut mereka dan tidak
digandingkan dengan syaitan, bahkan tidak dibelenggu atau dirantai. Ditanya Fatimah lagi:
Lalu bagaimana cara Malaikat menuntun mereka? Jawab Rasulullah s.a.w.: Adapun kaum
lelaki ditarik janggutnya sedangkan yang perempuan ditarik rambutnya, maka beberapa
banyak dari orang-orang tua dari ummatku yang mengeluh ketika diseret keneraka: Alangkah
tua dan lemahku, demikian juga yang muda mengeluh: Wahai kemudaanku dan bagus
rupaku, sedang wanita mengeluh: Wahai alangkah maluku sehingga dibawa Malaikat Malik.,
dan ketika telah dilihat oleh Malaikat Malik lalu bertanya: Siapakah mereka itu, maka tidak
pernah saya dapatkan orang yang akan tersiksa seperti orang-orang ibi, muka mereka tidak
hitam, matanya tidak biru, mulut mereka juga tidak tertutup dan tidak juga diikat bersama
syaitannya, dan tidak dibelenggu atau dirantai leher mereka? Jawab Malaikat: Demikianlah
kami diperintahkan membawa orang-orang ini kepadamu sedemikian rupa. Lalu ditanya
oleh Malaikat Malik: Siapakah wahai orang-orang yang celaka?
Dalam lain riwayat dikatakan ketika mereka diiring oleh Malaikat Malik selalu memanggil:
Wa Muhammad. tetapi setalh melihat muka Malaikat Malik lupa akan nama Rasulullah
s.a.w. kerana hebatnya Malaikat Malik, lalu ditanya: Siapakah kamu? Jawab mereka:
Kami ummat yang dituruni Al-Quran dan kami telah puasa bulan Ramadhan. Lalu Malaikat
Malik berkata: Al-Quran tidak diturunkan kecuali kepada ummat Rasulullah s.a.w.. Maka
ketika itu mereka menjerit: Kami ummat Nabi Muhammad s.a.w Maka Malaikat Malik
bertanya: Tidakkah telah ada larangan dalam Al-Quran dari masiyat terhadap Allah subha
nahu taala. Dan ketika berada ditepi neraka jahannam dan diserahkan kepada Malaikat
Zabaniyah, mereka berkata: Ya Malik, diizinkan saya akan menangis. Maka diizinkan, lalu
mereka menangis sampai habis airmata, kemudian menangis lagi dengan darah, sehingga
Malaikat Malik berkata: Alangkah baiknya menangis ini andaikata terjadi didunia kerana
takut kepada Allah s.w.t., nescaya kamu tidak akan disentuh oleh api neraka pada hari ini, lalu
Malaikat Malik berkata kepada Malaikat Zabaniyah: Lemparkan mereka kedalam neraka.
dan bila telah dilempar mereka serentak menjerit: La illaha illallah. maka surutlah api
neraka, Malaikat Malik berkata: Hai api, sambarlah mereka. Jawab api: Bagaimana aku
menyambar mereka, padahal mereka menyebut La illaha illallah. Malaikat Malik berkata:
Demikianlah perintah Tuhan Rabbul arsy. maka ditangkaplah mereka oleh api, ada yang

hanya sampai tapak kaki, ada yang sampai kelutut, ada yang sampai kemuka. Malaikat Malik
berkata: jangan membakar muka mereka kerana kerana mereka telah lama sujud kepada
Allah s.w.t., juga jangan membakar hati mereka kerana mereka telah haus pada bulan
Ramadhan. Maka tinggal dalam neraka beberapa lama sambil menyebut: Ya Arhamar
Rahimin, Ya Hannan, Ya Mannan. Kemudian bila telah selesai hukuman mereka, maka Allah
s.w.t.memanggil Jibril dan bertanya: Ya Jibril, bagaimanakah keadaan orang-orang yang
maksiat dari ummat Nabi Muhammad s.a.w? Jawab Jibril: Ya Tuhan, Engkau lebih
mengetahui. Lalu diperintahkan: Pergilah kau lihatkan keadaan mereka. Maka pergilah
Jibril a.s. kepada Malaikat Malik yang sedang duduk diatas mimbar ditengah-tengah
jahannam. Ketika Malaikat Malik melihat Jibril segera ia bangun hormat dan berkata: Ya
Jibril, mengapakah kau datang kesini? Jawab Jibril: Bagaimanakah keadaan rombongan
yang maksit dari ummat Rasulullah s.a.w.? Jawab Malaikat Malik: Sungguh ngeri keadaan
mereka dan sempit tempat mereka, mereka telah terbakar badan dan daging mereka kecuali
muka dan hati mereka masih berkilauan iman.Jibril berkata: Bukalah tutup mereka supaya
saya dapat melhat mereka. Maka Malaikat Malik menyuruh Malaikat Zabaniyah membuka
tutup mereka dan ketika mereka melihat Jibril mereka mengerti bahawa ini bukan Malaikat
yang menyiksa manusia, lalu mereka bertanya: Siapakah hamba yang sangat bagus rupanya
itu? Jawab Malaikat Malik: Itu Jibril yang biasa membawa wahyu kepada Nabi
Muhammad s.a.w. Ketika mereka mendengar nama Nabi Muhammad s.a.w. maka
serentaklah mereka menjerit: Ya Jibril, sampaikan salam kami kepada Nabi Muhammad
s.a.w. dan beritakan bahawa maksiat kamilah yang memisahkan kami dengannya serta
sampaikan keadaan kami kepadanya. Maka kembalilah Jibril menghadap kepada Allah s.w.t.
lalu ditanya: Bagaimana kamu melihat ummat Muhammad? Jawab Jilril: Ya Tuhan,
alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka. Lalu Allah s.w.t. bertanya
lagi: Apakah mereka minta apa-apa kepadamu? Jawab Jibril: Ya, mereka minta
disampaikan salam mereka kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan diberitakan kepadanya
keadaan mereka. Maka Allah s.w.t. menyuruh Jibril menyampaikan semua pesanan itu
kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang tinggal dalam khemah dari permata yang putih,
mempunyai empat ribu buah pintu dan tiap-tiap pintu terdapat dua daun pintu dari emas,
maka berkata Jibril: Ya Muhammad, saya datang kepadamu dari rombongan orang-orang
yang derhaka dari ummatmu yang masih tersiksa dalam neraka, mereka menyampaikan salam
kepadamu dan mengeluh bahawa keadaan mereka sangat jelek dan sangat sempit tempat
mereka. Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. kebawah arsy dan bersujud dan memuji
Allah s.w.t. dengan ucapan yang tidak pernah diucapkan oleh seorang makhlukpun sehingga
Allah s.w.t. menyuruh Nabi Muhammad s.a.w.: Angkatlah kepalamu dan mintalah nescaya
akan diberikan, dan ajukan syafaatmu pasti akan diterima. Maka Nabi Muhammad s.a.w.
berkata: Ya Tuhan, orang-orang yang durhaka dari ummatku telah terlaksana pada mereka
hukumMu dan balasanMu, maka terimalah syafaatku. Allah s.w.t. berfirman: Aku terima
syafaatmu terhadap mereka, maka pergilah keneraka dan keluarkan daripadanya orang yang
pernah mengucap Laa ilaha illallah. Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. keneraka dan
ketika dilihat oleh Malaiakt Malik, maka segera ia bangkit hormat lalu ditanya: Hai Malik,
bagaimanakah keadaan ummatku yang durhaka? Jawab Malaikat Malik: Alangkah jeleknya
keadaan mereka dan sempit tempat mereka. Maka diperintahkan membuka pintu dan angkat
tutupnya, maka apabila orang-orang didalam neraka itu melihat Nabi Muhammad s.a.w. maka
mereka menjerit serentak: Ya Nabi Muhammad s.a.w., api neraka telah membakar kulit
kami. Maka dikeluarkan semuanya berupa arang, lalu dibawa mereka kesungai dimuka pintu
syurga yang bernama Nahrulhayawan, dan disana mereka mandi kemudian keluar sebagai
orang muda yang gagah, elok, cerah matanya sedangkan wajah mereka bagaikan bulan dan
tertulis didahi mereka Aljahanamiyun atau orang-orang jahannam yang telah dibebaskan oleh
Allah s.w.t.. Dari neraka kemudiannya mereka masuk kesyurga, maka apabila orang-orang

neraka itu melihat kaum muslimin telah dilepaskan dari neraka, mereka berkata: Aduh,
sekiranya kami dahulu Islam tentu kami dapat keluar dari neraka.
Allah s.w.t. berfirman: Rubama yawaddul ladzina kafaruu lau kanu muslimin. (Yang
bermaksud) Pada suatu saat kelak orang-orang kafir ingin andaikan mereka menjadi orang
Muslim.
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: Pada hari kiamat kelak akan didatangkan maut itu
berupa kambing kibas putih hitam, lalu dipanggil orang-orang syurga dan ditanya: Apakah
kenal maut? Maka mereka melihat dan mengenalnya, demikian pula ahli neraka ditanya:
Apakah kenal maut? Mereka melihat dan mengenalnya, kemudian kambing itu disembelih
diantara syurga dan neraka, lalu diberitahu: Hai ahli syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli
neraka kini kekal tanpa mati. Demikianlah ayat: Wa andzirhum yaumal hasrati idz qudhiyal
amru (Yang bermaksud) Peringatkanlah mereka akan hari kemenyesalan ketika maut telah
dihapuskan.
Sifat Penghuni Neraka
Allah subhanahu wa taala telah menyifati orang-orang yang kelak akan menjadi
penghuni Neraka. Di antara sifat mereka adalah berbuat sewenang-wenang dan
mengedepankan urusan dunia dibanding urusan akhirat ketika keduanya berbenturan. Allah
subhanahu wa taala berfirman,

Adapun orang yang berbuat sewenang-wenang dan lebih mengutamakan dunia, maka
sungguh Nerakalah tempat tinggalnya. (QS. An Naziat: 37-39)
Selain itu termasuk dari sifat penghuni Neraka adalah sebagaimana disebutkan dalam sebuah
hadits. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Ada dua golongan penduduk Neraka yang keduanya belum pernah aku lihat. Yang pertama,
kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang digunakannya untuk memukul orang.
Yang kedua, wanita-wanita yang berpakaian, tetapi sama dengan bertelanjang [karena
pakaiannya terlalu minim, terlalu tipis atau tembus pandang, terlalu ketat, atau pakaian yang
merangsang pria karena sebagian auratnya terbuka] berjalan dengan berlenggak-lenggok,
mudah dirayu atau merayu, rambut mereka disasak bagaikan punuk unta. Wanita-wanita
tersebut tidak dapat masuk Surga. Bahkan tidak dapat mencium bau harumnya. (HR.
Muslim nomor 2128)
Ini merupakan teguran keras bagi kaum wanita agar mereka benar-benar memperhatikan dan
menjaga busana yang dikenakannya. Jangan sampai mereka bermudah-mudahan dalam
berpakaian, sehingga tidak sempurna dalam menutup aurat karena hal itu bisa
menjerumuskan mereka ke dalam siksa Neraka.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun mengabarkan bahwa termasuk sifat penghuni
Neraka adalah amal perbuatan seseorang tidak sesuai dengan indah ucapannya. Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Pada hari kiamat akan dihadirkan seseorang yang kemudian dilemparkan ke dalam Neraka,
isi perutnya keluar dan terburai hingga ia berputar-putar bagaikan seekor keledai yang
berputar-putar menarik mesing penggilingannya. Maka penduduk Neraka berkumpul
mengelilinginya seraya berkata, Wahai Fulan, apa yang terjadi denganmu? Bukankah dahulu
engkau orang yang memerintahkan kami berbuat yang maruf dan melarang kami berbuat
munkar? Orang itu pun berkata, Aku memang memerintahkan kalian agar berbuat maruf
tetapi aku sendiri tidak melaksanakannya dan aku juga melarang kalian berbuat munkar tetapi
aku justru mengerjakannya. (HR. Bukhari nomor 3267)

SIFAT SURGA DAN PARA PENGHUNINYA


Sesungguhnya surga adalah negeri yang penuh dengan kenikmatan yang Allah Taala
persiapkan khusus bagi kaum mukminin yang bertakwa. Mereka yang mengimani semua
perkara yang Allah wajibkan untuk diimani, mereka menegakkan ketaatan kepada Allah dan
Rasul-Nya, dalam keadaan ikhlas mengharap wajah Allah dan mencontoh sunnah Rasul-Nya
shallallahu alaihi wasallam. Di antara perkara yang wajib diimani oleh setiap muslim adalah
bahwa surga dan neraka itu benar adanya dan keduanya telah ada sekarang. Hal ini
berdasarkan Al-Kitab, sunnah dan ijma.
1. Tak ada yang serupa dengan surga
Rasulullah SAW bersabda:

:
Allah berfirman: Aku telah menyiapkan untuk para hamba-Ku yang shalih berbagai
kenikmatan yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga,
bahkan tak pernah terlintas dalam pikiran manusia. (HR. al-Bukhari: 4779, Muslim:
2824)
2. Pintu-pintu surga
Jumlah pintu surga ada delapan. Di antaranya ada yang bernama ar-Royyan, yaitu
sebuah pintu yang khusus hanya dimasuki oleh orang-orang yang rajin berpuasa.
Rasulullah n\ bersabda:


Di surga ada delapan pintu. Di antara pintu itu ada yang bernama ar-Royyan. Tidak
ada yang diizinkan untuk memasukinya kecuali orang-orang yang rajin berpuasa.
(HR. al-Bukhari: 3257)
3. Tingkatan surga
Surga itu bertingkat-tingkat dan penghuninya pun bertingkat-tingkat sesuai kadar

amal shalihnya di dunia.


Rasulullah SAW bersabda: Surga itu memiliki seratus tingkatan. Jarak setiap
tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi. Dan bagian surga yang paling atas dan
paling tengah adalah Firdaus. Dan Arsy (singgasana) Allah ada di atas Firdaus. Dari
Firdaus itulah sungai-sungai surga dipancarkan dan dialirkan. Maka jika kalian
meminta (berdoa) kepada Allah, mintalah Firdaus. (HR. Ibnu Majah: 4331, Shahih
Ibnu Majah: 3496)
4. Dinding-dinding surga
Abu Hurairah berkata: Kami (para sahabat) bertanya:
(Wahai Rasulullah n\) bagaimanakah sifat bangunan surga? Beliau menjawab:
(Dindingnya) terbuat dari batu bata emas dan perak, lepanya dari minyak kesturi
yang berbau harum, kerikilnya dari mutiara dan permata, debunya dari parfum
zafaran, siapa saja yang memasukinya pasti sejahtera dan tidak akan sengsara, hidup
kekal dan tidak akan mati, pakaiannya tidak akan usang bahkan akan senantiasa
muda. (HR. Ahmad: 8043, al-Misykah: 5630-shahih li syawahidihi)
5. Sungai-sungai surga
Allah SWT berfirman:
di dalam surga itu ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya,
sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar
yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring.
(QS. Muhammad [47]: 15)
6. Mata air surga
Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan
(di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (QS. al-Hijr [15]: 45)
7. Istana-istana surga
Allah SWT berfirman (artinya):
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya, mereka akan menempati istanaistana (yang indah, kokoh dan tinggi), di atasnya dibangun pula istana-istana yang
tersusun kuat dan kokoh, yang di bawahnya ada sungai-sungai yang mengalir. Allah
telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. (QS.
az-Zumar [39]: 20)
Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya di surga ada istana-istana yang bagian luarnya terlihat dari dalam dan
bagian dalamnya terlihat dari luar. Allah sediakan bagi orang-orang yang suka
memberi makan, menyebarkan salam, dan menegakkan shalat malam ketika
(kebanyakan) manusia tidur. (HR. Ibnu Hibban: 509, Shahih at-Targhib wat Tarhib:
618)

8. Kemah-kemah surga
Kemah-kemah ini adalah kemah yang sangat indah dan menakjubkan, terbuat dari
mutiara yang sangat indah. Rasulullah n\ bersabda:
Di surga ada sebuah kemah yang terbuat dari mutiara raksasa yang berongga.
Luasnya enam puluh mil. Pada setiap sudutnya terdapat bidadari-bidadari yang tidak
saling melihat satu sama lain. Seorang mukmin akan berkeliling (untuk menggauli)
mereka semua. (HR. Muslim: 2838)
9.

Pohon-pohon surga
Rasulullah SAW bersabda:


Sesungguhnya di surga ada sebuah pohon raksasa yang seandainya seseorang
melewatinya menggunakan kendaraan paling bagus dan paling kencang larinya
selama seratus tahun, maka dia tidak akan sanggup melewatinya. (HR. al-Bukhari:
6553 dan Muslim: 2828)
Beliau juga bersabda:
Tidak ada satu pohon pun di surga kecuali batangnya pasti terbuat dari emas. (HR.
at-Tirmidzi: 2525, Shahih wa Dhaif Sunan at-Tirmidzi: 2524-shahih)
Pohon-pohon surga selalu berbuah dan bermacam-macam jenis buahnya, tidak berduri
dan selalu rindang sebagai tempat bernaung. Allah SWT berfirman (artinya):
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara
pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan
naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak.

SIFAT-SIFAT PENGHUNI SURGA


1. Penghuni surga memiliki bentuk fisik yang sempurna
Rasulullah SAW bersabda:
Allah menciptakan Adam dengan bentuk tertentu (yang sempurna). Tingginya
enam puluh hasta (sekitar 30 meter) Maka setiap manusia yang masuk surga
akan memiliki bentuk tubuh seperti Adam dan tingginya enam puluh hasta. Hanya
saja para makhluk sepeninggal Adam makin lama makin mengecil hingga
sekarang. (HR. al-Bukhari: 6227 dan Muslim: 2841)
2. Semua penghuni surga memiliki akhlak yang sama (mulia)
Rasulullah SAW bersabda:
Akhlak-akhlak mereka semua sama (mulianya), bentuk tubuh mereka semua (juga
sama yaitu) seperti bapak mereka, Adam, dan (tinggi mereka pun sama yaitu) enam
puluh hasta. (HR. Muslim: 2834)
3. Semua penghuni surga berusia 33 tahun
Rasulullah SAW bersabda:
Penghuni surga akan memasuki surga dalam keadaan tidak berbulu, tidak

berjenggot, dan bercelak mata. Usia mereka tiga puluh tiga tahun. (HR. atTirmidzi: 2545, Shahih at-Targhib wat Tarhib: 3698)
4. Penghuni surga tidak buang hajat
Rasulullah SAW bersabda tentang penghuni surga:
Mereka tidak meludah, tidak beringus, dan tidak buang air besar. (HR. alBukhari: 3245 dan Muslim: 2834)
5. Penghuni surga tidak pernah tidur
Rasulullah SAW bersabda:
Tidur itu saudaranya kematian, maka penghuni surga tidak pernah tidur. (HR.
ath-Thabrani: 8816 dalam Mujamul Aushath, ash-Shahihah: 1087)
6. Wanita penghuni surga selalu muda dan selalu perawan
Hasan ia berkata: Seorang wanita tua datang kepada Nabi n\ lalu berkata: Wahai
Rasulullah SAW, doakanlah aku agar Allah memasukkanku ke surga! Maka Nabi
menjawab:
Wahai ibu si fulan, sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh orang tua. Maka
wanita tua itu berpaling meninggalkan Nabi SAW seraya menangis, lalu Nabi n\
berkata pada para sahabat: Beritahulah dia bahwa Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (wanita-wanita surga) dengan sebenarbenarnya. Lalu Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan yang penuh cinta dan
umurnya sebaya (dengan suaminya). (HR. at-Tirmidzi: 240 dalam asySyamail, ash-Shahihah: 287)
Abu Hurairah a\ berkata: Nabi n\ pernah ditanya: Apakah ketika di surga nanti
kita juga melakukan hubungan seksual? Maka beliau n\ menjawab:
Ya, benar. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hubungan seksual itu
benar-benar ada. Jika seseorang telah selesai dari menyetubuhi istrinya (di surga
nanti), maka seketika itu pula sang istri akan menjadi perawan kembali. (HR.
Ibnu Hibban: 7402, ash-Shahihah: 3351)