Anda di halaman 1dari 43

REVISI PERENCANAAN JANGKA MENENGAH

PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN


( PJM - RESPONSIVE GENDER )
PERIODE TAHUN 2015-2017

DESA UJUNG BARAT


KECAMATAN BABUSSALAM
KABUPATEN ACEH TENGGARA
PROVINSI ACEH
2015

PRAKATA
Segala puji hanya kepada Allah SWT Tuhan semesta alam, karena atas kekuasaanNYA sehingga segala aktifitas kita masih berjalan sebagaimana mestinya, yang telah memberi
kemudahan dalam penyelesaian Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan
Kemiskinan (PJM RESPONSIVE GENDER) Desa Ujung Barat Kecamatan Babussalam.
PJM RESPONSIVE GENDER ini memuat rencana/program penanggulangan
kemiskinan tingkat Desa, dibuat untuk :
1. Bagi Desa Ujung Barat:

Dapat mengenali masalah, potensi, dan kebutuhan, sehingga masyarakat dapat


menentukan arah kegiatan Penanggulangan kemiskinan.

Masyarakat dapat mengidentifikasi jenis-jenis usulan dan rencana kegiatan


berdasarkan pada kekuatan dan potensi yang ada serta kebutuhan riil masyarakat.

Masyarakat mengidentifikasi rencana program masyarakat dalam penanggulangan


kemiskinan sesuai klasifikasi swadaya dan bantuanbantuan lain sebagai
Channelling BKM.

2. Bagi Pemerintah Pusat, Pemda, dan lembaga pengembang program lainnya, dapat
menjadi acuan perencanaan dan pelaksanaan program untuk keberlanjutan
penanggulangan kemiskinan warga Desa Ujung Barat
Dengan demikian diharapkan kepada semua pihak agar dapat membangun kerjasanma
yang baik untuk perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan program pembangunan di
Desa Ujung Barat Sehingga masyarakat dapat menyongsong masa depan yang lebih baik
seperti yang di cita-citakan dalam visi.
Disadari bahwa, dalam proses penyusunan masih sangat banyak terdapat kekurangan,
sehingga diharapkan masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang. Akhirnya kami
sampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada seluruh komponen masyarakat yang
terlibat dalam serangkaian proses penyusunan PJM RESPONSIVE GENDER ini. Juga
kepada pihak yang merespon positif untuk pengembangan program Desa Ujung Barat
Semoga PJM RESPONSIVE GENDER ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amien
Ya Rabbal Alamin.

Kutacane,

16 Oktober 2015

Tim Perencanaan Partisipatif

DAFTAR ISI

PRAKATA .....................................................................................................................

DAFTAR ISI ..................................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................................

1.1. Latar Belakang..............................................................................................

1.2. Isu Pokok Dalam Penyusunan PJM ..............................................................

1.3. Maksud, Tujuan dan Sasaran ........................................................................

1.4. Ruang Lingkup .............................................................................................

1.4.1. Ruang Lingkup Wilayah .................................................................

1.4.2. Ruang Lingkup Materi ...................................................................

1.4.3. Ruang Lingkup Waktu ...................................................................

1.5. Metodologi Penyusunan PJM .......................................................................

1.5.1. Visi dan Misi ..................................................................................

1.5.2. Pendekatan Perencanaan.................................................................

1.6. Sistematika Laporan .....................................................................................

BAB II TINJAUAN DESA DALAM KONTEKS MAKRO ......................................

BAB III KONDISI UMUM DESA ...............................................................................

10

3.1. Kondisi Umum Desa Batumbulan Baru .....................................................

10

3.2. Tata Guna Lahan ........................................................................................

10

3.3. Data Umum Kondisi Sosial Desa ...............................................................

10

3.4. Karakteristik Kependudukan ......................................................................

11

3.4.1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ...............................

11

3.4.2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur ..........................

11

3.4.3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Jenis Pekerjaan ...........

12

3.5. Profil KK Miskin ........................................................................................

13

3.6. Kondisi Sarana dan Prasarana ....................................................................

35

3.6.1. Sarana Perumahan ..........................................................................

35

3.6.2. Sarana Kesehatan ............................................................................

34

3.6.3. Air Bersih .......................................................................................

35

3.6.4. Persampahan dan Sanitasi .............................................................

35

3.7. Kelembagaan Desa .....................................................................................

35

BAB IV DESKRIPSI IDENTIFIKASI DAN ANALISIS PERMASALAHAN .......

37

4.1. Deskripsi dan Identifikasi Masalah ............................................................

37

4.2. Analisis Permasalahan ................................................................................

37

4.2.1. Kajian Masalah Ekonomi ...............................................................

39

4.2.2. Analisis Sosial ................................................................................

39

4.2.3. Analisis Lingkungan .......................................................................

40

4.2.4. Analisis Pendidikan ........................................................................

40

4.2.5. Analisis Kesehatan .........................................................................

41

4.2.6. Analisi Gender ................................................................................

41

4.2.7. Mitigasi ...........................................................................................

41

BAB V RENCANA PROGRAM PEMBANGUNAN .................................................

42

5.1.

Konsep Pengembangan Desa ..................................................................

42

5.2.

Program Jangka Menengah .....................................................................

43

5.3.

Program Tahunan ....................................................................................

45

BAB VI PENUTUP........................................................................................................

52

6.1.

Pengawasan dan Pengendalian Pelaksanaan ...........................................

52

6.2.

Pelaporan .................................................................................................

53

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. PS 1 : Pembentukan Tim Pemetaan Swadaya
2. PS 2a : Peta dan Profil Keluarga Miskin
PS 2b : Peta dan Profil Rumah KK Miskin
PS 2c : Peta dan Profil Anak Tidak Mampu
3. PS 3 : Peta dan Profil Relawan Serta Sumber Daya Manusia
4. PS 4 : Peta dan Profil Masalah dan Kebutuhan
5. PS 5a : Peta Profil dan Rangking
PS 5b : Peta dan Profil Sosial dan Ekonomi
6. PS 6 : Profil Kelembagaan
7. PS 7 : Peta
7.1. Peta Administrasi
7.2. Peta Sebaran KK Miskin
7.3. Peta Guna Lahan
7.4. Peta Jaringan
7.4.1. Peta Drainase

7.4.2. Peta Jalan


7.4.3. Peta Air Bersih
7.4.4. Peta Persampahan
7.5. Peta Kependudukan
7.6. Peta Evakuasi Bencana
7.7. Peta Potensi
7.8. Peta Permasalahan
7.9. Peta Topografi
8. Foto-foto Kondisi Permasalahan dan Potensi Desa
9. Berita Acara Hasil Rembug

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Persoalan kemiskinan di Desa Ujung Barat pada dasarnya bukan hanya


permasalahan ekonomi tetapi lebih bersifat multidimensional. Dimana masyarakat
menjadi miskin oleh sebab adanya kebijakan ekonomi dan politik (yang sejak dahulu
tersistematis) yang kurang menguntungkan mereka, sehingga mereka tidak memiliki
akses yang memadai ke sumber-sumber daya kunci yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan hidup mereka secara layak. Akibatnya warga terpaksa hidup di
bawah standar yang tidak dapat lagi dinilai manusiawi, baik dari aspek ekonomi,
aspek pemenuhan kebutuhan fisik, aspek sosial, dan secara politikpun mereka tidak
memiliki sarana untuk ikut dalam pengambilan keputusan penting yang menyangkut
hidup mereka. Proses ini berlangsung timbal balik saling terkait dan saling mengunci
dan akhirnya secara akumulatif memperlemah masyarakat miskin.
PENYEBAB KEMISKINAN MASYARAKAT
DESA UJUNG BARAT
DAMPAK

PENYEBAB
TK-4

PENYEBAB
TK-4

PENYEBAB
TK-4

KEBIJAKAN YG
TDK
BERPIHAK/
TDK
ADIL KPD
WARGA
MISKIN

INSTITUSI
PENGAMBIL
KEPUTUSAN
YG
TDK MAMPU
MENERAPKAN
NILAI-NILAI
UNIVERSAL
KEMANUSIAAN

POLITIK YG TDK
MEMBUKA AKSES KPD
WARGA MISKIN, KURANG
PARTISIPASI
K
E
M
I
S
K
I
N
A
N

EKONOMI YG TDK
MEMIHAK; TIDAK ADA
AKSES KESEMPATAN DAN
SUMBERDAYA
SOSIAL YG SEGREGATIF;
MARGINALISASI,
INTERNALISASI BUDAYA
MISKIN,
FISIK ; LINGKUNGAN
KURANG LAYAK,

DIAMBIL DARI KESIMPULAN REFLEKSI KEMISKINAN (DIAGRAM DIADAPTASI DARI P2KP)

PENYEBAB
TK-4

ORANG
YG TIDAK
BAIK

Situasi ini bila tidak segera ditanggulangi akan memperparah kondisi warga
miskin yang ditandai dengan lemahnya etos kerja, rendahnya daya perlawanan
terhadap berbagai persoalan hidup yang dihadapi, kebiasaan-kebiasaan tidak baik
yang terpaksa mereka lakukan dalam rangka jalan pintas mempertahankan hidup
mereka yang bila berlarut akan melahirkan budaya kemiskinan yang makin sulit
ditanggulangi.
Permasalahan-permasalahan

yang

terjadi

mengakibatkan

adanya

permasalahan kemiskinan. Permasalahan Kemiskinan bukan hanya merupakan


permasalahan ekonomi yang penanganannyapun berbentuk parsial semata, namun
lebih dari itu semua adalah permasalahan multidimensi yang eskalasinya pada
banyak aspek, seperti ekonomi, lingkungan (sarana dan prasarana dasar), sosial,
budaya, politik, kebijakan pemerintah dan bahkan sampai pada permasalahan
tatanan

nilai-nilai

kemanusiaan

dan

kemasyarakatan,

sehingga

dalam

penanganannya dibutuhkan suatu strategi yang komprehensif dengan melibatkan


seluruh komponen masyarakat dengan tekad kemauan dan kemampuan yang besar
untuk

membangun

sinergi

dengan

semua

pihak,

terpadu,

terarah

dan

berkesinambungan.
Hal mendasar yang perlu dilakukan adalah pembenahan dan penyadaran
kepada masyarakat baik laki-laki maupun perempuan dan seluruh komponen terkait
(stakeholders) bahwa masalah kemiskinan adalah masalah bersama, sehingga
memunculkan kesadaran kritis terhadap upaya-upaya penanggulangannya. Karena
selama ini masyarakat sasaran (miskin) baik itu laki-laki maupun perempuan
dijadikan objek yang dipaksa untuk menerima kehadiran

suatu program tanpa

upaya untuk memberikan ruang untuk dapat lebih mengekspresikan berbagai


permasalahannya dan kesadaran untuk memenuhi kebutuhan yang hakiki.
Proses perubahan prilaku dimasyarakat memunculkan paradigma yang cukup
mengkhawatirkan bila kita kaji dari keberadaan suatu program pemerintah dalam
kerangka penanggulangan kemiskinan, dimana masyarakat secara sadar maupun tak
sadar berfikir instant dan sebagian besar itu bersifat ego individu. Pemikiran
individualistis ini lebih mengarah kepada kepentingan diri sendiri dan ingin menang
sendiri, jauh dari pemikiran yang diharapkan yaitu menang bersama. Tanpa
2

bermaksud menyalahkan program sebelumnya, namun secara hakiki harus diakui ini
adalah buah dari kebijakan parsial yang pernah ada.
PNPM-MP adalah salah satu dari sekian banyak program penanggulangan
kemiskinan, yang mengedepankan proses pembelajaran, pemberdayaan dan
keselarasan

dengan merubah tatanan nilai-nilai dan moral serta pemikiran sosial

kemasyarakatan yang terlanjur telah terbentuk di masyarakat kita, ke arah yang


lebih hakiki di mana semangat kebersamaan, kejujuran, keikhlasan, keadilan,
kepedulian, kesetaraan menjadi plat formnya. Implikasinya memang cukup
mengejutkan bagi masyarakat, karena jauh dari kebiasaan yang pernah ada, dan
tentu saja program PNPM-MP dipandang sebagai sebuah program yang unik atau
bahkan bisa disebut aneh ditataran masyarakat. Proses ini menimbulkan pemikiran
membandingkan antara satu program dengan program lainnya, memunculkan
kegalauan bagi segelintir orang yang terkadang mengatasnamakan masyarakat
banyak, bahwa program PNPM-MP diasosiasikan program yang menyusahkan
masyarakat.
Pemikiran-pemikiran yang berkembang dimasyarakat melalui perbandingan
antara satu program dengan program yang lainnya, bahkan memandang PNPM-MP
bertele-tele dibandingkan dengan program sebelumnya tidak dipandang sebagai
sebuah hal yang merisaukan, justru sebaliknya karena hal tersebut yang diinginkan,
karena sadar atau tidak sadar proses belajar terjadi dimasyarakat, kesadaran kritis
masyarakat dipaksa tumbuh

lewat cara ini, dan keinginan dan harapan untuk

mengeliminir kesalahan yang pernah terjadi terhadap program terdahulu muncul


untuk kehadiran PNPM-MP dimasyarakat kelak.
Program PNPM-MP kehadirannya lewat proses kesadaran laki-laiki dan
perempuan untuk menerima tanpa paksaan (dalam arti kata dapat ditolak), dengan
membangun komitmen bersama dan secara konsisten akan menjalani setiap tahapan
kegiatan. Hal selanjutnya adalah membangun komitmen bahwa kemiskinan adalah
masalah bersama dan seluruh komponen masyarakat baik itu laki-laki maupun
perempuan berupaya untuk mengatasi berbagai permasalahan kemiskinan dan untuk
itu harus dikenal terlebih dahulu apa itu kemiskinan? dan apa akar permasalahan

kemiskinan itu?. Lewat proses pelibatan masyarakat

dalam mengekspresikannya,

sehingga akan tergambar kondisi yang sebenarnya tentang kemiskinan.


Secara aktual dan objektif di lapangan selama proses PNPM-MP dibangun,
munculnya kesadaran kritis dimasyarakat Desa. Sasaran harus diakui dalam
jumlah/kuantitas yang kecil (segelintir), namun itulah esensi dari sebuah proses
perubahan kesadaran yang membutuhkan waktu yang panjang dan bukan model
sim salabim. Dari perubahan yang sedikit ini diharapkan akan berdampak kepada
yang lain

dan bukan mustahil akan terwujud tatanan masyarakat warga (Civil

Society) yang menjadi harapan kita bersama.


1.2.

Isu Pokok Dalam Penyusunan PJM

Rencana pengalokasian dana dalam PJM Pronangkis berbasis responsive Gender


digali dari 3 (tiga) aspek sebagai berikut :
a. Rencana Kegiatan yang dibiayai oleh Swadaya Murni
Kegiatan yang akan didanai oleh swadaya masyarakat mengandung makna
bahwa masyarakat sendiri mempunyai kewajiban dan tanggung jawab serta
upaya kemandirian dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya derngan
harapan mampu mendorong untuk tumbuhnya rasa soliditas (kebersamaan) dan
solidaritas (kepedulian) serta keadilan dan kesetaraan terhadap sesama
Masyarakat dan Jurongnya dalam suatu komunitas.
b. Rencana Kegiatan yang dibiayai oleh Dana BLM dan Swadaya
Dana BLM hanyalah bersifat stimulan saja dan tidak mungkin mampu mendanai
dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada, sehingga tetap diharapkan
tumbuhnya

keswadayaan

masyarakat

dengan

terus

menggali

dan

mengembangkan potensi yang dimilikinya.


c. Rencana Kegiatan yang diajukan untuk dibiayai oleh APBD dan Sumber
Dana NGO dan dana Donor lain
Sama halnya dengan dana BLM, bantuan dari Pemda dan beberapa Lembaga
Donor-pun hanyalah bersifat stimulan. Rencana Kegiatan ini dapat diusulkan agar
masuk dalam APBD dan akan diajukan melalui proposal kepada beberapa Potensi
Sumber Dana yang ada serta Mengembangkan Kreatifitas masyarakat laki-laki
dan perempuan dalam hal Kemitraan
4

1.3

Maksud dan Tujuan PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender


a. Merencanakan pembangunan berkaitan dengan penanggulangan
kemiskinan, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat
(secara partisipatif).
b. Membangun komitmen bersama dalam upaya Pronangkis.
c.

Merencanakan Pronangkis berbasis kebutuhan riil masyarakat dengan


menggali dan menumbuhkembangkan potensi yang ada di masyarakat
dengan mempertimbangkan tingkat kemanfaatan bagi masyarakat miskin
baik itu laki-laki dan perempuan

d. Mendorong keswadayaan sebagai kontribusi/kepedulian masyarakat dalam


menanggulangi permasalahan yang ada di dalam wilayah Gampong yang
dihadapinya secara mandiri.
e. Mengembangkan mekanisme kontrol sosial dalam implementasi/realisasi
perencanaan.
f.

Menciptakan iklim pertanggung jawaban yang transparan dan akuntabilitas.

g. Evaluasi

bersama

terhadap

realisasi

program

untuk

perbaikan

dan

pengembangan langkah-langkah strategis dalam upaya Pronangkis ke depan


yang lebih baik.
h. Bentuk pembelajaran bersama dalam perencanaan pembangunan secara
terpadu.

Tujuan dari Selaras PNPM Mandiri Perkotaan adalah mewujudkan kesetaraan


dan keadilan peran laki-laki dan perempuan dalam Akses, Partisipasi, Kontrol
dan Mamfaat (APKM) Proses Penyusunan PJM Pronangkis berbasis
Responsive Gender.

1.5. Metodelogi Penyusunan PJM


A. Langkah-langkah teknis yang merupakan prinsip-prinsip dasar dalam
penyusunan PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender adalah sebagai
berikut :
Diawali dengan sosialisasi data hasil PS kepada masyarakat.
5

Pembentukan Tim PJM Pronangkis yang berbasis Responsive Gender yang


terdiri dari anggota Koordinator BKM (ARIH MEJILE), Tim PS, Relawan,
perwakilan aparat Desa/ Dusun- dusun dan perwakilan Perempuan.
Konfirmasi data hasil PS dengan mencerminkan data-data pada format PS1

PS-2a, PS-2b, PS-2c, PS-2d, PS-3a, PS-3b, PS-4a, PS-4b dan PS-5.PS-6

dan PS-7 dapat kita lihat pada lembaran Tabel di lampiran.


Penyusunan realita masalah-masalah yang terjadi berdasarkan hasil PS
secara sederhana, sehingga dapat disusun daftar masalah atau kebutuhan
masyarakat untuk menanggulangi permasalahan kemiskinan yang ada
dengan pendekatan skala prioritas berkaitan dengan konsep TRI DAYA
yakni :
- Sarana dan prasarana umum
- Kemampuan pengembangan sumber daya manusia
- Rencana Pengembangan usaha produktif dan
- Rencana pengembangan kegiatan sosial
Dengan teknis klarifikasi dan verifikasi, Tim penyusun PJM Pronangkis
meneliti kembali output pada langkah ke-4 sehingga mendapatkan Social
Intellectual

Judgement

serta

penyempurnaan

seperlunya

sesuai

realitasnya.

Perumusan visi, misi, tujuan yang hendak dicapai

dan strategi

penanggulangan kemiskinan.

Penetapan prioritas penanganan masalah dengan mempertimbangkan


tolak ukur kemampuan masyarakat dalam menangani masalah tersebut,
derajat kemanfaatan bagi masyarakat miskin, tingkat kemendesakan dan
tingkat kontribusi/kepedulian masyarakat dalam membangun keswadayaan
untuk mendukung dana stimulan PNPM-MP maupun pendanaan lainnya
sehingga permasalahan dapat terselesaikan.

Penyusunan Draft PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender sebagai


rencana aksi 3 tahun dengan terlebih dahulu telah disepakati mengenai :
Urutan prioritas masalah, rencana kegiatan yang terperinci, Estimasi

Volume kegiatan, satuan yang dipakai dalam kegiatan yang dibutuhkan,


lokasi, RAB, hasil yang diharapkan dan penanggung jawab.

Penyusunan Rencana Jangka Menengah Pronangkis berbasis Responsive


Gender dengan output terisinya Format PP-1( Penetapan Prioritas)

Tim Penyusun draft PJM Pronangkis berbasis responsive Gender melakukan


verifikasi/klarifikasi untuk membangun komitmen bersama masyarakat
melalui uji publik atau rembug warga tingkat Desa

Konsultasi kepada pihak Kecamatan dan Kota (melalui Bappeda), sehingga


menghasilkan Dokumen PJM Pronangkis berbasis responsive Gender yang
tidak bertabrakan dengan RUTL Kota Kuta Cane.
B. Prinsip PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender
Prinsip-prinsip dasar PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender adalah
sebagai berikut :
1. Penyusunan PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender merupakan
proses-proses/ tahapan-tahapan kegiatan yang di lakukan oleh
masyarakat berbasis pembelajaran dan nilai-nilai PNPM-MP, utamanya
berkaitan dengan prinsip-prinsip demokrasi, transparansi, akuntabilitasi,
partisipasi dan desentralisasi, serta nilai-nilai kerelawanan, kejujuran,
keadilan, kesetaraan dan kebersamaan dalam keragaman.
2. PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender ini disusun oleh, dari dan
untuk masyarakat berbasis data/informasi yang berhasil dihimpun oleh
Tim PS dan Survey lapangan.
3. Proses penyusunan PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender ini di
susun secara partisipatif yang dilandaskan pada komitmen :
-

Kejujuran

Keterbukaan

Berorientasi visi tetapi realistis, serta kedekatan pencapaian tujuan

Memahami dan dapat menerima perbedaan pendapat, agenda,


komitmen dan sebagainya

Memahami dan dapat menerima kekurangan pihak lain

Sepakat aturan main

Menghormati keputusan kolektif


7

Salah satu strategi dari kebijakan PNPM Mandiri perkotaan adalah


diarahkan

untuk

mendukung

upaya

peningkatan

indeks

Pembangunan Manusia (IPM) dan pencapaian sasaran Milenium


Goals

(MDGs)

sehingga

dapat

mendorong

tercapainya

pengurangan miskin sebesar 50% di tahun 2016


-

Sasaran

ke-3

pemberdayaan

dari

MDGs

adalah

perempuan,

kesetaraan

yang

gender

dan

mengakomondasi

isu

penggarustamaan gender ( PUG)


-

Isu peran gender dalam pelaksanaan PNPM MP menjadi sangat


penting karena setiap tahapan kegiatan dimasyarakat melibatkan
perempuan

dan

laki-laki,

mulai

dari

tahapan

persiapan,perecanaan,pelaksanaan,pemamfaatan, monitoring dan


evaluasi
-

Tujuan dari Selaras PNPM Mandiri Perkotaan adalah mewujudkan


kesetaraan dan keadilan peran laki-laki dan perempuan dalam
Akses, Partisipasi, Kontrol dan Mamfaat (APKM)

1.5.1. Visi, Misi dan Prinsip PJM Pronangkis Berbasis Responsive


Gender

a.Visi PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender


Dengan meningkatkan keselarasan antara laki-laki dan perempuan untuk
menwujudkan kebutuhan dan kepentingan bersama serta meningkatkan
kapasitas masyarakat dalam bidang Pertanian, Perdagangan, Industri
Rumah Tangga, Pertambakan, sehingga mereka memiliki kemampuan
untuk mengolah hasil usaha mereka menjadi lebih kepada pemenuhan
Ekonomi Rumah Tangga, serta berkembang dalam konteks meyelesaikan
persoalan mereka sendiri ( termasuk persoalan kemiskinan) yang akhirnya
akan pulih nilai-nilai manusia sesuai harkat, martabat sebagai manusia
yang unik, merdeka dan mandiri.

b.Misi PJM Pronangkis berbasis Responsive Gender


Untuk mewujudkan visi tersebut, maka lahirlah misi 3 M sebagai berikut:

Meningkatkan keterlibatan laki-laki dan perempuan untuk mencapai


tujuan APKM ( Akses,Partisipasi,Kontrol serta Mamfaat)

Membangun komitmen bahwa permasalahan kemiskinan adalah


masalah bersama dalam bidang Pertanian, Perdagangan, Industri
Rumah Tangga, Pertambakan, sehingga dalam bidang tersebut
dapat mengatasi kondisi permasalan yang selama ini dirasakan
menjadi hal permasalan mendasar, dimana permasalahan ini harus
dapat diselesaikan secara bersama oleh pihak masyarakat dengan
keterlibatan laki-laki dan perempuan untuk pencapaian tujuan.

Memfasilitasi masyarakat untuk selalu menjadi masyarakat yang


SEJATI ( semakin jaya dan terarah lagi) dengan pengembangan
bidang

Pertanian,

Perdagangan,

Industri

Rumah

Tangga,

Pertambakan.
1.5.2.

Pendekatan Perencanaan
Langkah-langkah indikatif untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan di atas

dapat diterjemahkan dengan strategi strategi penanggulangan kemiskinan sebagai


berikut:
1. Strategi Pertumbuhan yang Berkualitas (Quality Growth), bertujuan
meningkatkan kesejahteraan warga miskin yang ditandai oleh menguatnya
daya beli warga miskin yang didorong oleh terciptanya penghasilan bagi
keluarga miskin dan terkuranginya beban pengeluaran keluarga miskin, serta
lebih jauh dapat meningkatkan kemandirian keluarga miskin dalam bentuk
meningkatnya nilai simpanan/aset keluarga miskin. Dengan demikian keluarga
miskin dapat ikut menikmati pertumbuhan ekonomi yang semakin berkualitas.
2. Peningkatan Akses Pelayanan Dasar Bagi Keluarga Miskin, bertujuan
meningkatkan

kualitas

warga

miskin

yang

ditandai

oleh

semakin

meningkatnya kehadiran keluarga miskin pada fasilitas dan pelayanan


kesehatan dasar, pendidikan wajib belajar, konsumsi pangan dan gizi yang

bermutu, serta semakin mudahnya menjangkau fasilitas tersebut akibat


semakin baiknya prasarana dan sarana dasar.
3. Strategi

Perlindungan

Sosial

(Social

Protection),

bertujuan

meningkatkan perlindungan sosial kepada keluarga miskin yang ditandai oleh


semakin banyaknya jumlah keluarga miskin yang terjangkau oleh sistem
perlindungan sosial sehingga akan semakin meringankan beban hidup
keluarga miskin di tengah kondisi yang rawan akan perubahan yang sangat
berpengaruh terhadap daya beli warga miskin.
4. Pelibatkan Jajaran Aparat Kota dan Kecamatan, karena merekalah
hingga sampai saat ini dianggap paling memahami kondisi warga masyarakat
mereka dan sekaligus meningkatkan tanggung-jawab jajaran tersebut
setempat untuk memfasilitasi kegiatan warga masyarakatnya dalam proses
pengambilan keputusan untuk masyarakat sendiri.
5. Strategi

Pemberdayaan

Masyarakat

(Community

Development),

bertujuan mendorong wargas miskin secara kolektif terlibat dalam proses


pengambilan keputusan termasuk untuk menanggulangi kemiskinan yang
dialami mereka sendiri. Masyarakat miskin bukan sebagai objek, melainkan
subjek.

Keberdayaan warga miskin ditandai oleh semakin bertambahnya

kesempatan kerja yang diciptakan sendiri oleh warga miskin secara kolektif,
dan pada gilirannya akan dapat memberikan tambahan penghasilan,
meringankan beban konsumsi, serta meningkatkan nilai simpanan/aset
keluarga miskin.

Keberdayaan warga miskin juga ditandai oleh semakin

meningkatnya kapasitas warga miskin secara kolektif dalam menelola


organisasi pembangunan secara mandiri.
A.

TARGET
Bila dikaitkan dengan Millenium Development Goals (MDGs) yang diukur

dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang akan dijalankan

dengan

penyesuaian dalam Desa, beberapa target capaian Desa Ujung barat ke depan yang
akan diupayakan sampai dengan Tahun 2016, adalah sebagai berikut:

10

1. Menurunkan

proporsi

warga

yang

tingkat

pendapatannya

di

bawah

Rp.750.000 per bulan,


2. Sampai 2016 usaha ekonomi warga miskin telah dikelola dengan baik dan
mampu menopang perekonomian dan biaya pendidikan keluarga.
3. Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2016, semua anak, di manapun, lakilaki dan perempuan, tidak ada yang putus sekolah dasar dan lanjutan,
4. Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2016, tidak ada lagi ketimpangan
gender,
5. Menjamin sampai dengan 2016 tidak ada lagi Balita yang rawan gizi,
6. Menjamin sampai dengan 2016 pelayanan persalinan lebih baik dan komplikasi
dapat dicegah,
7. Mengendalikan penyakit malaria dan penyakit menular lainnya, termasuk DBD,
sebesar 75% sampai dengan tahun 2016,
8. Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2016, semua warga miskin tidak ada
lagi termarginalkan dari informasi,
9. Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2016, semua warga miskin dapat
mengakses air bersih,
10. Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2016, semua warga miskin
mempunyai rumah layak huni,
11. Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2016, semua warga miskin dapat
mengakses air bersih,
12. Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, mengembalikan
sumber daya lingkungan yang hilang,
13. Munculnya keswadayaan, kemitraan dan kerjasama di bidang perdagangan,
investasi, pengembangan kapasitas, dukungan teknologi, dan pembangunan
infrastruktur,
14. Adanya lembaga Desa yang produktif,

adanya aturan yang dapat

memperbaiki tatanan masyarakat.


Sehingga dengan demikian, strategi dan target IPM di atas dapat diterapkan
dalam berbagai program, yang menggunakan prinsip dasar bahwa orang miskin
apabila mempunyai kesempatan untuk mengambil keputusan secara mandiri maka
11

mereka dapat berbuat yang terbaik bagi diri, keluarga dan masyarakatnya. Prinsip
demikian lebih lanjut dituangkan ke dalam mekanisme pelaksanaan kegiatan yang
mengandalkan kekuatan masyarakat miskin setempat dengan fasilitasi dari tenaga
pendamping,
menghidupkan

aparat
proses

Desa

dan

kecamatan.

pemberdayaan

Mekanisme

masyarakat

agar

demikian

masyarakat

merencanakan, membangun, dan memelihara hasil kegiatan secara mandiri.

12

efektif
mampu

BAB II
PROFIL DESA UJUNG BARAT
2.1 Kondisi Geografis Ujung Barat
Secara admistratif lingkup special penyusunan PJM berbasis responsive
gender adapaun luas wilayah prioritas desa ujung barat

+ 24.9 Ha. Yang

dibagi atas 3 ( tiga ) Dusun yaitu : pertama pada dusun telaga beringin yaitu +
7,3 Ha jumlah kk 17 dan total penduduk 70 jiwa, prioritas kedua pada dusun
ujung barat dengan luas + 1,3 Ha jumlah kk 16 dan total penduduk 77 jiwa,
pada prioritas ke tiga dusun pasir dengan luas + 16,3 Ha terdiri dari 13 kk dan
total penduduk 61 jiwa. Adapun jumlah dusun di desa ujung barat antara lain :
1. Dusun Telaga Beringin
2. Dusun Ujung Barat
3. Dusun Pasir
Wilayah Desa Ujung Barat berada di Kecamatan Babussalam Kabupaten
Aceh Tenggara dengan perbatasan wilayahnya adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara

: Desa Batumbulan I

Sebelah Selatan : Perapat Mbarung


Sebelah Barat

: Sungai Kali Alas

Sebelah Timur

: Pulonas

Wilayah Desa Ujung Barat bila dilihat dari kondisi tata guna lahan dapat dilihat
pada uraian di bawah ini :
Tabel 2.1 Kondisi Tata Guna Lahan
Jenis
Sarana/Lahan
peruntukkan
Pemukiman
Kampung
Perkarangan
Perkuburan
Kebun

Luas Lahan

24.9

16,3

Jenis
Sarana/Lahan
peruntukkan

Luas
Lahan

Sumber
Data

Ha

Sarana pendidikan

Unit

TIM PS

Ha
Ha
Ha

Pustu
Sarana Olah Raga
Tambak

Unit
Unit
Ha

TIM PS
TIM PS
TIM PS

13

Hutan

Ha

Lahan Kosong

Ha

TIM PS

2.2 Kondisi Demografi dan Kependudukan Desa


Secara umum keberadaan jumlah penduduk Desa Ujung BaratTahun 2015,
kami informasikan sebagai berikut :
Tabel 2.2 Kondisi Demografi dan Kependudukan Desa
Tahun 2015

Sumber Data

Jumlah Penduduk

323

Jiwa

Desa

Jumlah KK

55

KK

Desa

Jumlah Penduduk Dewasa

148

Jiwa

Desa

Jumlah Penduduk Miskin

137

Jiwa

Tim PS

Jumlah KK Miskin

32

KK

Tim PS

Rata-rata Pendidikan
Tingkat
Pendidikan
Formal
Rata-rata

SD
32

SLTP
Jiwa

14

Jiwa

SMU/SLTA
7

Jiwa

D3/S1/S2
21

Jiwa

2.3 Kondisi Prasarana dan Sarana Dasar (PSD)


Sedangkan

data kondisi prasarana dan sarana lingkungan yang

merupakan bagian asset wilayah sebagai penunjang kebutuhan masyarakat


adalah sebagai berikut :

14

Tabel 2.3 Data Kondisi Prasarana Dan Sarana Lingkungan


No.

Jenis Fasum
& Fasos

Jalan Aspal /
rabat beton

Pustu

Kios
Kantor
Keuchik

4
5

Masjid

Perkiraan
Volume

Lokasi
Dusun
Beringin,
Pasir, Ujung
barat
Dusun
Beringin

Baik

1 Unit

Baik

Unit

Baik

Dusun Pasir

1 Unit

Baik

Dusun Ujung
Barat

1 Unit

Baik

Unit

Baik

Dusun Pasir

16,3 Ha

Baik

Dusun Pasir
Dusun Ujung
Barat,
Beringin
Dusun Ujung
Barat,
Beringin,
Pasir

1 Unit

Baik

2 Unit

Baik

3 Km

Baik

Baik

dan

ekonomi

8
9

MCK

10

Drainase

11

Bronjong

12

Gedung MIN

Unit

13

Gedung SD

Unit

Ket.

3 Km

Lap.Olah
Raga
Kebun
Penduduk
Pos Kamling

Kondisi saat ini


RSK
RSK
BRT
RGN

..... Km

2.4 Kondisi Sosial Ekonomi


Adapun

gambaran

kondisi

sosial

(pekerjaan)

kebanyakan warga desa Ujung Barat dapat di gambarkan sebagai berikut :

15

Tabel 4 : Kondisi Sosial Berdasarkan Pekerjaan Dan Keahlian

Berdasarkan Pekerjaan &


Kehlian
PNS

Pedagang

Desa

7. Jiwa

Aparat Gampong

Desa

16. Jiwa

Peternak

Desa

3. Jiwa

Petani

Desa

139. Jiwa

Pekebun

Desa

139. Jiwa

Swasta

Desa

1. Jiwa

Guru

Desa

3. Jiwa

No.

16

Sumber Data

Jumlah

Desa

15. Jiwa

BAB III
KONDISI UMUM DESA
3.1 Kondisi Umum Desa
Sejarah Desa
Asal-usul Desa (Legenda)
Asal pertama Desa Ujung Barat Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara
Propinsi Aceh,berasal dari pemecahan dari desa Batumbulan II awalnya ujung barat 30 thn
menjadi dusun ,pada thn 2000 jadi desa pemekaran dan pada th 2001 baru jadi desa
depenitif. Desa Ujung Barat memiliki 3 (Tiga) dusun yang terdiri dari Dusun Ujung Barat,
Dusun Telaga Beringin dan Dusun Pasir Kelurahan/desa ini terletak di Dataran rendah yang
memiliki luas wilayah 24,9 Ha dengan ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut
beriklim tropis sedang, Pekerjaan dan Mata pencaharian utama penduduk adalah sebagai
petani, pekebun, sementara sebagian bekerja sebagai PNS, penarik becak, tukang
bangunan, peternak dan pedagang.

Sejarah Pemerintahan Desa


Desa merupakan cerminan dari kombinasi warisan budaya dengan sistem
administrasi masa kini, yaitu disamping Keuchik dengan perangkatnya, ada peran Imam
Meunasah

dan

Tokoh

Masyarakat.

Rincian

strukturnya

terdiri

dari;

BPK

(Badan

Permusyawaratan Desa), Geuchik (kepala Desa), Imam Masjid dan Kepala Dusun. Geuchik
dibantu oleh Sekretaris Desa dan Kepala-kepala Urusan. Adapun Desa Ujung Barat dari
tahun 2008 hingga sekarang dipimpin oleh pak Sopian.

3.2 Tata Guna Lahan


Kelurahan/Desa
Kecamatan
K o t a / Kota
Provinsi
Alamat Kantor

:
:
:
:
:

Ujung Barat
Babussalam
Kutacane
Aceh
Dusun Ujung Barat kec.Babussalam

Luas Wilayah :
Darat

24,9
Ha

17

Batas Wilayah :
Sebelah Utara
Sebelah Timur

:
:

Sebelah Selatan

Sebelah Barat

Desa Batumbulan I
Desa Pulonas
Desa Desa Mbarung
Desa Sungai Lawe Alas

3.3. Data Umum Kondisi Sosial Desa


1. Geografis
1. Letak dan Batas Desa
Desa Ujung Barat termasuk wilayah kecamatan Babussalam kabupaten Aceh
Tenggara dengan yang terdiri dari 3 dusun yaitu, dusun beringin, dusun pasir dan
dusun ujung barat.
a. Luas Desa Ujung Barat adalah sbb:
Luas Desa

: 24,9 Ha

Permukiman

: 4 Ha

Perkebunan,perkantoran, pendidikan dan peribatan

: 9 Ha

Jumlah dusun

: 3 Dusun

b. Perbatasan Desa Ujung Barat adalah sbb:

Batas Sebelah Utara

: Desa Batumbulan I

Batas Sebelah Timur

: Desa Pulonas

Batas Sebelah Selatan : Desa Mbarung

Batas Sebelah Barat

: Sungai Kali Ala

2. Data Kependudukan (Demografi)


Jumlah Penduduk Desa Ujung Barat tahun 2012 sebanyak 208 jiwa, dengan
rincian sebagai berikut:
KK

: 107 kk

Angka kelahiran : 7 %
Angka Kematian : 2%
Data Penduduk menurut Usia

18

3.4. Karakteristik Kependudukan


3.4.1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah Penduduk Desa Ujung Barat yang terdiri dari Dusun

Telaga

Beringin, Dusun Ujung Barat dan Dusun Pasir, sebanyak 298 jiwa. Rasio jumlah
penduduk pada ketiga kawasan prioritas Desa Ujung Barat menunjukkan bahwa
jumlah penduduk lebih banyak laki-lakidibandingkan perempuan
WNI Asli

Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Perempuan

WNI Keturunan
WNA

:
:
:
:
:
:

Jumlah

200
98
........
........
........
........
298

Org
Org
Org
Org
Org
Org

Org

3.4.2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur

Jumlah angakatan kerja (usia 0 6


tahun)
Jumlah Penduduk usia 7 22 tahun
yang masih sekolah
Jumlah Penduduk 15 55 tahun yang
menjadi IRT
Jumlah Penduduk usia 15 55 tahun
yang bekerja penuh
Jumlah Penduduk usia 15 55 tahun
yang bekerja tidak tentu
Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk
tahun ini
Jumlah penduduk
tahun lalu

:
:
:
:
:

:
:
:

35

Org

65

Org

60

Org

Org

10

Org

208
298

Org
Org

291

Org

3.4.3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Jenis Pekerjaan


Petani / pemilik
Petani / penggarap
Pegawai Negeri
ABRI
Pensiunan
Pegawai Swasta
Wiraswasta
Pedagang
Buruh

:
:
:
:
:
:
:
:
:

19

100
10
5
2
10
5
25

Org
Org
Org
Org
Org
Org
Org
Org
Org

Jasa
Pertukangan / bangunan
Lain-lain
Pengangguran

:
:
:
:

15
20
15

Org
Org
Org
Org

3.5. Profil KK Miskin


3.6. Kondisi Sarana dan Prasarana
3.6.1. Sarana Perumahan
Pola permukiman Desa Ujung Barat pada saat ini tumbuh mengikuti
jalur

jalan lingkungan. Sebagian besar bangunan rumah merupakan bangunan

permanen dengan dinding atau tembok, namun masih ada juga permukiman
yang non permanen, sedangkan rantai rumah banyak yang sudah menggunakan
lantai semen dan keramik. Tidak keseluruhan rumah warga memiliki halaman
yang luas, sebahagian lagi bahkan tidak ada sama sekali lahan untuk halaman
terbuka. Sebahagian

halaman yang ada dipakai sebagai jalan lingkungan untuk

menjemur coklat dan sebahagian lagi dimanfaatkan sebagai ruang terbuka yang
ditanami pohon.
3.6.2. Sarana Kesehatan

Kondisi Prasarana dan Sarana Dasar (PSD)


Sedangkan data kondisi prasarana dan sarana lingkungan yang merupakan bagian
asset wilayah sebagai penunjang kebutuhan masyarakat adalah sebagai berikut :

Tabel 3.6. Data Kondisi Prasarana Dan Sarana Lingkungan


No.

Jenis Fasum &


Fasos

Lokasi

Jalan Aspal

Ujung barat

Pustu

Ujung barat

Kios

Ujung barat

Kantor Keuchik

Ujung barat

Masjid

Ujung barat

6
7

Perumahan

Ujung barat

Kebun Penduduk Ujung barat

Perkir
aan
Volu
me
3 Km

Kondisi saat ini


RSK
BRT

RSK
RGN

Ket.

Baik

1 Unit
10
Unit
1 Unit

Baik

Baik

Baik

80
Unit
80 Ha

Baik

Baik

Baik

20

No.

Jenis Fasum &


Fasos

Lokasi

Perkir
aan
Volu
me

Kondisi saat ini


RSK
BRT

RSK
RGN

Ket.

Polindes

Ujung barat

Pos Kamling
Jalan Rabat
Beton
Drainase

Ujung barat

1 Unit

Tidak
ada
Baik

Ujung barat

300 M

Baik

Ujung barat

3 Km

Baik

Lap.Olah Raga
Persampahan
dan sanitasi

Ujung barat

1 Unit
10
Unit

Baik

Baik

13

Air Bersih

Ujung barat

14

Gedung Sekolah

Ujung barat

4 Unit

8
8
9
10
11
12

Ujung barat

3.7.Kelembagaan Gampong
Pemerintahan
Kepala Kelurahan/Desa
Sekretaris
Kepala Seksi
Staf
Sukwan
Staf
Amil / P3N
RW
RT

:
:
:
:
:
:
:
:
:

1
1

4
2
3

Org
Org
Org

Org
Org
Org
Org
Org
Org

Lembaga Kemasyarakatan
BKM / DPK
Majelis Talim
LPM
Pekerja Sosial Masyarakat
Organisasi Perempuan
Organisasi PKK
Organisasi Pemuda
Organisasi Profesi
Organisasi Bapak-Bapak
Kelompok Gotong Royong
Potensi Keamanan

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

1
1
1
1
-

Buah
Buah
Buah
Org
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

Jumlah
Jumlah
Jumlah
Jumlah

:
:
:
:

3
2
1

RW
RT
Org
Unit

RW
RT yang ada siskamling
hansip
Pos Kamling

21

Tidak
ada
Baik

22

BAB IV
RENCANA PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN KAMPUNG

5.1. Konsep Pengembangan Kampung


Pimpinan Kolektif dalam melaksanakan kegiatan BKM
Ujung

Barat

wajib

mempertanggungjawabkan

seluruh

ARIH MEJILE
kegiatan

yang

desa
telah

dilaksanakan kepada masyarakat Kampung. Hal-hal yang dilaporkan kepada


masyarakat berasal dari laporan yang masuk melalui Unit Pengelola-Unit Pengelola
(UP-UP), baik yang berasal dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)

atau pun

panitia sesuai dengan usulan kegiatannya. Adapun laporan tersebut memuat itemitem sebagai berikut :
Untuk Usulan Kegiatan Prasarana dan Sarana Lingkungan
Usulan dan pelaporan pelaksanaan kegiatan Prasarana dan Sarana Dasar
lingkungan peremahan dan pemukiman (PSDLPP) harus memuat :
a. Pengurus KSM/Kepanitiaan Kegiatan
Kepengurusan dalam KSM sama halnya dengan konsep Pimpinan Kolektif,
jadi hanya terdapat Koordinator dan Anggota. Jumlah anggota KSM Fisik
minimal 3 (tiga) orang ditambah dengan Relawan Pendamping minimal 1
(satu) orang yang memiliki kemampuan dasar dalam bidang fisik.
Diharapkan anggotanya berasal dari wilayah yang terkena kegiatan, dan
juga ada dari unsur perempuan, sehingga dalam penyusunan dan
pelaksanaan usulan kegiatannya betul-betul sesuai dengan rencana yang
kemudian ada langkah-langkah strategi untuk pemeliharaan pasca kontruksi.
Dan hasil yang di dapatkan nanti bisa di nikmati oleh laki-laki dan
perempuan.
b. Gambaran Usulan, Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Kegiatan
Gambaran usulan dan pelaksanaan kegiatan terdiri dari :
-

Dokunentasi kondisi 0 %, menggambarkan keadaan awal lokasi kegiatan


sebelum dilaksanakannya pembangunan/perbaikan

Pernyataan kesiapan swadaya, Lokasi kegiatan tidak bermasalah, dan


kesanggupan untuk menyelesaikan kegiatan sesuai perencanaan

41

Untuk Usulan Kegiatan Sosial dan Pengembangan SDM/Pelatihan


Usulan dan Pelaporan pelaksanaan sosial harus memuat :
Pengurus KSM
Kepengurusan dalam KSM sama halnya dengan konsep Pimpinan Kolektif, jadi
hanya terdapat Koordinator dan Anggota. Jumlah anggota KSM Sosial minimal 3
(tiga) orang ditambah dengan Relawan Pendamping minimal 1 (satu) orang yang
memiliki kemampuan dasar dalam bidang usaha yang diusulkan. Anggota KSM
diutamakan relawan seperti yang terdaftar dalam data hasil Pemetaan Swadaya (PS2) atau Masyarakat lainnya
Secara

garis

besar

pelaksana

pengawasan

dan

pengendalian

dapat

dikelompokkan menjadi beberapa bagian yaitu :


1. Sistem Pengawasan dan Pengendalian oleh Swadaya
Yang dimaksud dengan sistem pengawasan dan pengendalian oleh swadaya
adalah suatu sistem pengawasan dan pengendalian oleh masyarakat langsung,
dimana masyarakat akan mengawasi jalannya suatu kegiatan yang direncanakan
sehingga tidak akan terjadi penyelewengan atau setidak-tidaknya menghindari halhal yang tidak diharapkan. Pengawasan ini akan sangat baik dan lebih efektif apabila
diawali dengan membangun komitmen bersama untuk penanggulangan kemiskinan
di wilayahnya agar tumbuh rasa memiliki dan keinginan untuk berusaha
mensukseskan program dengan mengerahkan segala potensi yang dimilikinya karena
programnya dilaksanakan langsung oleh masyarakat dan tingkat kemanfaatan dari
hasil program tersebut akan dirasakan oleh masyarakat sendiri.
2. Sistem Pengawasan dan Pengendalian oleh Pimpinan Kolektif BKM
Pimpinan Kolektif yang akan menjadi nakoda dalam pengawasan dan
pengendalian dari pelaksanaan PJM Pronangkis yang berbasis Responsive agender
yang telah disepakati
kekuatan

yang

besar

melalui Unit Pengelola-unit pengelola (UP-UP) mempunyai


mengingat

telah

diberikan

kepercayaan/mandat

dari

masyarakat yang memiliki kewenangan untuk pelaksanaan sistem ini. Agar Pimpinan
Kolektif mempunyai dasar kekuatan hukum yang akan menjadi pedoman dalam

42

setiap langkahnya, maka sebelum pelaksanaan program perlu dibuat tata aturan
yang disepakati bersama untuk pertanggung jawaban baik secara administrasi
maupun bukti secara fisik di lapangan dengan tetap tidak bertentangan terhadap
AD/ART
3. Sistem Pengawasan dan Pengendalian oleh Pemerintah
Program PNPM-MP ini walaupun dalam pelaksanaan programnya masyarakat
yang menjadi pelaku utama, dan pemerintah memposisikan diri sebagai fasilitator
yang akan membantu untuk mendinamisasi masyarakat dalam melaksanakan
tahapan kegiatan sesuai pedoman dan tata aturan PNPM-MP dan melegalisasi hasil
keputusan masyarakat. Akan tetapi pemerintah mempunyai kewajiban kepada pihak
donor untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan program dan pengembalian
dana pinjaman untuk pelaksanaan PNPM-MP di masyarakat, sehingga diharapkan
program ini benar-benar membawa sebesar-besarnya kemanfaatan bagi masyarakat
dan tetap berlanjut untuk secara bertahap mampu mengatasi segala permasalahan
yang dihadapi secara mandiri. Dimensi yang akan diawasi baik secara langsung oleh
pihak pemerintah maupun melalui kepanjangan proyek yakni konsultan adalah
kebenaran hasil prioritas masalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,
ketepatan sasaran dengan tanpa penyelewengan dari yang direncanakan, tingkat
kemanfaatan secara langsung bagi masyarakat miskin, pertanggungjawaban secara
transparan dan akuntabilitas, evaluasi bersama untuk perbaikan dan pengembangan
langkah strategis dalam pronangkis kedepan.
3. Sistem Pengawasan dan Pengendalian oleh Badan Independen
Pada dasarnya semua pihak mempunyai hak untuk mengetahui bagaimana
arah dan perkembangan pengelolaan program PNPM-MP di masyarakat, sehingga
keberadaan kelembagaan masyarakat (BKM/Perkumpulan Relawan) yang dibentuk
oleh masyarakat ini tidak bersifat eksklusif (tertutup kepada pihak lain), tetapi
sebaliknya harus bersifat inklusif (terbuka kepada semua pihak). Pengawasan dan
pengendalian yang dilakukan oleh badan independen mempunyai kaidah yang
sangat baik, karena dalam pelaksanaan tugasnya akan lebih objektif, tidak terikat
pada suatu kepentingan ke arah yang menguntungkan golongan atau pihak tertentu
saja akan tetapi semata-mata agar apa yang telah dirumuskan bersama mengenai

43

rencana program, pengalokasian dana, tata aturan yang disepakati dalam PJM bisa
dipertanggung jawabkan kepada semua pihak, sehingga mampu menumbuhkan
kepercayaan dan mendorong masyarakat untuk tetap solid dan saling peduli yang
pada akhirnya tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
5.2. Program Jangka Menengah
Perencanaan program merupakan aspek pengelolaan (manajemen) program
yang menggunakan logika dan kerangka pikir tertentu, sebagai proses pengambilan
keputusan untuk menentukan tujuan kegiatan/program, memilih jenis-jenis kegiatan,
menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan yang telah
dilakukan.
Perencanaan kegiatan merupakan proses mengembangkan rencana kerja
berdasarkan penjajakan kebutuhan yang telah dilakukan.

Hasil kajian masalah dan

potensi masyarakat (seperti telah diuraikan pada bagian depan) dijadikan bahan
untuk menyusun rencana kegiatan yang sederhana, jelas dan realistis.
Berdasarkan hasil pembahasan usulan-usulan masyarakat dari seluruh Dusun
dan musyawarah warga masyarakat, maka disepakati Rencana Program Jangka
Menengah (3 tahun) periode tahun 2013 s/d tahun 2015 dalam Penanggulangan
Kemiskinan (Nangkis).
Perencanaan program merupakan aspek pengelolaan (manajemen) program
yang menggunakan logika dan kerangka pikir tertentu, sebagai proses pengambilan
keputusan untuk menentukan tujuan kegiatan/program, memilih jenis-jenis kegiatan,
menyiapkan sumberdaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan yang telah
dilakukan.
Perencanaan kegiatan merupakan proses mengembangkan rencana kerja
berdasarkan penjajakan kebutuhan yang telah dilakukan.

Hasil kajian masalah dan

potensi masyarakat (seperti telah diuraikan pada bagian depan) dijadikan bahan
untuk menyusun rencana kegiatan yang sederhana, jelas dan realistis.
Berdasarkan hasil pembahasan usulan-usulan masyarakat dari seluruh Dusun
dan musyawarah warga masyarakat, maka disepakati Rencana Program Jangka
Menengah (3 tahun) periode tahun 2014 s/d tahun 2016 dalam Penanggulangan
Kemiskinan (Nangkis) sebagai berikut :

44

45

A. Rencana Tahun Pertama (2014)


Program dan kegiatan yang rencana akan dilaksanakan pada tahun 2014 adalah sebagai berikut :
RENCANA KEGIATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DESA UJUNG BARAT TAHUN 2014
No
Renta
KeReg.
PJM /Tahun
A.
B.

C.

2014

Penambahan
modal usaha
dagang sayur
keliling

2014

Ekonomi Bergulir

2014

Simpan Pinjam
Perempuan

2014
E.

Uraian Kegiatan

F.

2014

Pelatihan PPMK
G.
Penambahan
Asupan Gizi bagi
balita rawan gizi

Lokasi
Keg.

Vol.
Keg.

Sumber Pendanaan (Rp.1000)


Sat.

BLM P2KP

Swadaya

APBD

Swasta

PPMK

PLPBK

SELARAS

Target Penerima Manfaat


KK
Lk
Pr
Jw
KK
Mis Mis Mis Mis

Penanggung
Jawab

Lainnya

Total

5.500.000

86

37

173

247

420

BKM

15.500.000

86

37

173

247

420

BKM

50.500.000

86

37

173

247

420

BKM

247

420

BKM

247

420

BKM

D. KOMPONEN EKONOMI
Target: Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah Rp.750.000 per bulan
Program: Peningkatan pendapatan warga miskin dan pengendalian pengangguran
Desa
UJB

15

Org

500.000

5.000.000

Desa
20
Org

500.000
15.000.000

UJB

Desa
50
0rg

500.000
50.000.000

UJB

Desa
25
Org
200.000
UJB
H. KOMPONEN SOSIAL
Target: Menjamin sampai dengan 2015 tidak ada lagi Balita yang rawan gizi
Program: Perbaikan pelayanan kesehatan dan gizi balita
Desa
UJB

Rmh

4.000.000

24.000.000

1.500.000

1.700.000

28.000.000

86

86

37

37

173

173

Target: Menjamin sampai dengan tahun 2015, semua anak laki-laki dan perempuan, tidak ada yang tidak bersekoh TK, dan yang putus sekolah dasar dan lanjutan
Program: Pendidikan untuk semua
2014
2014
2014

Pelatihan
Membuat Kue

Desa
UJB

Pelatihan
Komputer
Pelatihan
Perbengkelan

Desa
UJB
Desa
UJB

15

Org

200.000

25

org

200.000

10

org

200.000

4.500.000

12.500.000
7.500.000

42

4.700.000

86

37

173

247

420

BKM

12.700.000

86

37

173

247

420

BKM

7.700.000

86

37

173

247

420

BKM

No
Reg.
PJM

Renta
Ke/Tahun

2014
2014
2014
2014

2014
2014

Uraian Kegiatan
Pelatihan
Keranjang Telur
dan Panggangan
Pelatiha
Pembuatan Tampi
Pelatihan
Pengolahan Ikan
Lele
Penyuluhan
Budidaya kan Lele

Sumber Pendanaan (Rp.1000)

Lokasi
Keg.

Vol.
Keg.

Sat.

Desa
UJB

10

Desa
UJB
Desa
UJB

BLM P2KP

Swadaya

APBD

Swasta

org

200.000

20

org

200.000

Org

5.000.000

200.000

Desa
UJB

Pengadaan Mixer

Desa
UJB

Pakt

1.000.000

Total

3.000.000

3.200.000

86

37

173

247

420

BKM

10.000.000

10.200.000

86

37

173

247

420

BKM

5.200.000

86

37

173

247

420

BKM

7.200.000

86

37

173

247

420

BKM

10.000.000

11.000.000

86

37

173

247

420

BKM

8.000.000

8.500.000

86

37

173

247

420

BKM

PLPBK

SELARAS

Penanggung
Jawab

Lainnya

PPMK

Desa
7
Org
200.000
7.000.000
UJB
Target: Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2015, tidak ada lagi ketimpangan gender
Program: Peningkatan partisipasi perempuan

Optimalisasi
kegiatan PKK dan
pengadan

Target Penerima Manfaat


KK
Lk
Pr
Jw
KK
Mis Mis Mis Mis

Pkt

500.000

Target: Sampai 2015 usaha ekonomi warga miskin telah dikelola dengan baik dan mampu menopang perekonomian dan biaya pendidikan keluarga
Program: Peningkatan kemampuan berusaha warga miskin
2014

Pelatihan
Teknologi Tepat
Guna pembuatan
Kue/ Cake

2014

PengadaanTeratak

2014

Pengadaan Ginset

2014

Ternak Kambing

2014
I.

J.

2014
2014

Ternak Bebek/
Unggas
K.

Desa
UJB

Pakt

1.000.000

5.000.000

Desa
5
Pakt

1.000.000 30.000.000

UJB

Desa
1
Unit

1.000.000 10.000.000

UJB

Desa
20
Ekor

1.000.000 16.000.000

UJB

Desa
25
Org

1.000.000 10.000.000

UJB

L. KOMPONEN LINGKUNGAN
Target: Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2015, semua warga miskin dapat mengakses air bersih
Program: Air bersih untuk semua

Bedah Rumah

Desa UJB

unit

Rehap Rumah

Desa UJB

uni

6.800,000
-

6.000.000

86

37

173

247

420

BKM

31.000.000

86

37

173

247

420

BKM

11.000.000

86

37

173

247

420

BKM

17.000.000

86

37

173

247

420

BKM

11.000.000

86

37

173

247

420

BKM

86

37

173

247

420

BKM

86

37

173

247

420

BKM

40,000,000

28.500.000

43

46.800.000

No
Reg.
PJM

Renta
Ke/Tahun

Uraian Kegiatan

Lokasi
Keg.

Vol.
Keg.

Sumber Pendanaan (Rp.1000)


Sat.

BLM P2KP

Swadaya

APBD

Swasta

PPMK

PLPBK

SELARAS

Lainnya

2.400,000

2014
2014
2014

4,200,000

Bedah Rumah
Pemb.Peninggian
Parit

Desa UJB

unit

Desa UJB

65

8.000.000

4.500.000

Pelebaran talut Jalan

Desa UJB

70

22.000.000

4.500.000

Total

Target Penerima Manfaat


KK
Lk
Pr
Jw
KK
Mis Mis Mis Mis

Penanggung
Jawab

30.900.000

20.000.000

44

24,200,000
12.500.000
26.500.000

86

37

173

247

420

BKM

86

37

173

247

420

BKM

247

420

BKM

86

37

173

B. Rencana Tahun Ke Dua (2015)


Program dan kegiatan yang rencana akan dilaksanakan pada tahun 2015 adalah sebagai berikut :
RENCANA KEGIATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DESA UJUNG BARAT TAHUN 2015
No
Renta
KeReg.
PJM /Tahun
A.
B.

Uraian Kegiatan
C.

2015

Penambahan
modal usaha
pengayam tikar

2015

Ekonomi Bergulir

Sumber Pendanaan (Rp.1000)


BLM
Swadaya
APBD
Swasta
Lainnya
P2KP
ppmk
plpbk SELARAS
D. KOMPONEN EKONOMI
Target: Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah Rp.750.000 per bulan
Program: Peningkatan pendapatan warga miskin dan pengendalian pengangguran

Lokasi
Keg.

Desa
UJB
Desa
UJB

Vol.
Keg.

1
10

Sat.

Paket
Org

500,000

8.000,000

500,000

10.000

45

Total

Target Penerima Manfaat


KK
Lk
Pr
Jw
KK
Mis Mis Mis Mis

9.500,000

86

37

173

247

420

10.500,000

86

37

173

247

420

Penanggung Jawab

2015

2015
E.

F.

2015

Penambahan
Penghidupan
Masyarakat
Berbasis
Kominitas
Pelatihan PPMK
G.
Pemberian
Makanan
Tambahan (PMT)
balita

Desa
UJB

25

0rg

500.000

Desa
25
Org

500.000

UJB
H. KOMPONEN SOSIAL
Target: Menjamin sampai dengan 2016 tidak ada lagi Balita yang rawan gizi
Program: Perbaikan pelayanan kesehatan dan gizi balita
Desa
UJB

20

Paket

450

8.000,000

100.000.000

7.500.000

30.000.000

5.000.000

30.000.000

2.000.000

100.500,000

2.500.000

8.450,000

86

86

37

173

247

420

37

86

37

173

247

420

86

37

173

247

420

BKM

Target: Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2014, tidak ada lagi ketimpangan gender
Program: Peningkatan partisipasi perempuan
2015
2015
2015
2015
2015
2015

Optimalisasi
kegiatan PKK dan
pengadan
Pelatihan Buat
Kue
Pelatihan
Perbengkelan
Pelatihan
Kerajinan Tangan
Pelatihan
Komputer
Les Berbahasa
Inggris

Desa
UJB
Desa
UJB
Desa
UJB
Desa
UJB
Desa
UJB
Desa
UJB

Pakt

500.000

5.000,000

10.000,000

25

Org

500.000

10

Org

500.000

10

Org

500.000

25

Org

500.000

25

Org

500.000

30.000.000

11.000,000
8.000.000

86

37

173

247

420

BKM

30.500.000

86

37

173

247

420

BKM

5.500.000

86

37

173

247

420

BKM

30.500.000

86

37

173

247

420

BKM

30.500.000

86

37

173

247

420

BKM

Target: Sampai 2014 usaha ekonomi warga miskin telah dikelola dengan baik dan mampu menopang perekonomian dan biaya pendidikan keluarga
Program: Peningkatan kemampuan berusaha warga miskin

20115

Pelatihan
Teknologi Tepat
Guna pembuatan
Kue/ Cake

Desa
UJB

Pakt

2015

Ternak Kambing

Desa
UJB

20

Ekor

1.000.000
1.000.000

15.000.000

46

9.000.000

86

37

173

247

420

BKM

16.000.000

86

37

173

247

420

BKM

I.

2015

Ternak Bebek/
Unggas

2015

PengadaanTeratak

2015

Pengadaan Ginset

2015
J.

2015
2015

K.
Pembangunan
Perpipaan air
bersih
Pembuatan
talutbaru (ke
sungai)

Desa
UJB
Desa
UJB
Desa
UJB

Pakt

1.000.000

8.000.000

9.000.000

86

37

173

247

420

BKM

Pakt

1.000.000

30.000.000

31.000.000

86

37

173

247

420

BKM

Pakt

1.000.000

10.000.000

11.000.0000

86

37

173

247

420

BKM

26.200.000

83

140

Kepdes/BKM

25.000.000

Kepdes/BKM

L. KOMPONEN LINGKUNGAN
Target: Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2015, semua warga miskin dapat mengakses air bersih
Program: Air bersih untuk semua
Dsn
ujung
200
m
22.000.000
4.200.000
barat
Dsn
Pasir

550

5.000.000

20.000.000

4.000.000

45.000.000

6.000.000

60.000.000

4.800.000

25.000.000

unit

10.000.000

100.000.000

28

12

57

86

37

173

247

420

49.000.000

86

37

173

247

420

66.000.000

86

37

173

247

420

29.500.000

86

37

173

247

420

110.000.000

28

12

57

83

140

2015
Pembuatan
talut baru (ke

Dsn.

sungai) + Talut

Pasir

200

Drainase
2015
Pembangunan
Polindes (Pos
Klinik Desa)
2015

2015
2015

Peningkatan mutu
jalan
menggunakan
paving blok
Bedah rumah
warga miskin
Pembangunan
SPAL

2015
Pembangunan
SPAL

Dsn.
Beringin

1
unit

Dsn.
Beringin

128

Ds. UJB

10

Dsn.
Psir
Dsn
Beringin

40

10.000.000

2.000.000

12.000.000

29

13

60

82

142

23

5.750.000

1.150.000

6.900.000

29

12

56

82

138

47

2015

Jembatan

2015

Talut

2015

Jalan Setapak

2015

Rabat beton

2015

Lampu jalan

Target: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, mengembalikan sumber daya lingkungan yang hilang
Program: Perencanaan Tata Ruang, dan pembangunan sarana/prasarana dasar Kampong
Dsn.
1x4
M
10.000.000
2.000.000
Pasir
Dsn.
100
M
35.000.000
7.000.000
Pasir
Dsn.
200
M
50.000.000 10.000.000
Pasir
Dsn.
150
M
30.000.000 6.000.0000
Pasir
Dsn.
10
unit
35.000.000
6.700.000
Pasir

48

12.000.000

29

13

60

82

142

42.000.000

29

13

60

82

142

60.000.000

29

13

60

82

142

36.000.000

29

13

60

82

142

41.700.000

29

13

60

82

142

C. Rencana Tahun Ke Tiga (2016)


Program dan kegiatan yang rencana akan dilaksanakan pada tahun 2016 adalah sebagai berikut :
RENCANA KEGIATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DESA UJUNG BARAT TAHUN 2016
Sumber Pendanaan (Rp.1000)
Target Penerima Manfaat
No
Renta
Lokasi
Vol.
KeReg.
Uraian Kegiatan
Sat.
BLM
KK
Lk
Pr
Jw
Keg.
Keg.
Swadaya
APBD
Swasta
Lainnya
Total
KK
/Tahun
PJM
P2KP
Mis
Mis
Mis
Mis
A. KOMPONEN EKONOMI
Target: Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah Rp.750.000 per bulan
Program: Peningkatan pendapatan warga miskin dan pengendalian pengangguran
Ekonomi bergulir
2016
Ds. UJB
30
org
15.000
15.000 86
37
173 247
420
Usaha Dagang
Kerjasama dengan BRI
untuk kemudahan
2016
Kampong
30 KK Org
1.500
90.000
91.500 86
37
173 247
420
akses KUR bagi warga
miskin
B. KOMPONEN SOSIAL
Target: Menjamin sampai dengan 2014 tidak ada lagi Balita yang rawan gizi
Program: Perbaikan pelayanan kesehatan dan gizi balita
Pemberian Makanan
2016
Tambahan (PMT)
Desa UJB
30
Paket
450
9.000
9.450 86
37
173 247
420
balita
Target: Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2014, tidak ada lagi ketimpangan gender
Program: Peningkatan partisipasi perempuan
Optimalisasi kegiatan
2016
Desa UJB
1
Pakt
500
8.000
5.000
13.500
86
37
173 247
420
PKK dan pengadan
Target: Sampai 2014 usaha ekonomi warga miskin telah dikelola dengan baik dan mampu menopang perekonomian dan biaya pendidikan keluarga
Program: Peningkatan kemampuan berusaha warga miskin
Pelatihan Teknologi
Tepat Guna
2016
Kampong
2
Paket
450.000
2.500.000
2.950.000 86
37
173 247
420
pembuatan Kerajinan
Tangan
2016
Ternak Kambing
Desa UJB
20
Ekor
1.000.000 15.000.000
16.000.000 86
37
173 247
420
2016
Ternak Bebek/ Unggas Desa UJB
1
Pakt
1.000.000 8.000.000
9.000.000
86
37
173 247
420
2016
PengadaanTeratak
Desa UJB
5
Pakt
1.000.000 30.000.000
31.000.000 86
37
173 247
420

49

Penanggung
Jawab

BKM

BKM

BKM

BKM

BKM
BKM
BKM
BKM

No
Reg.
PJM

Renta
Ke/Tahun

Uraian Kegiatan

Lokasi
Keg.

Vol.
Keg.

Sumber Pendanaan (Rp.1000)


Sat.

BLM
P2KP
-

Swadaya

APBD

Swasta

2016
Pengadaan Ginset
Desa UJB
1
Pakt
1.000.000 10.000.000
C. KOMPONEN LINGKUNGAN
Target: Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2014, semua warga miskin dapat mengakses air bersih
Program: Air bersih untuk semua
Penggantian Pipa
2016
Ds. UJB
200
M
40.000.000 8.000.000
PDAM

Lainnya

Total

11.000.000

48.000.000

Target: Mengendalikan penyakit malaria dan penyakit menular lainnya, termasuk DBD, sebesar 75% sampai dengan tahun 2014
Program: Peningkatan sanitasi/kesehatan lingkungan
2016
Pemb. MCK
Dsn. UJB
2x4
m
28.500.000 5.700.000
34.200.000
2016
Target: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, mengembalikan sumber daya lingkungan yang hilang
Program: Perencanaan Tata Ruang, dan pembangunan sarana/prasarana dasar Kampong
2016
Dsn. UJB
Talut Parit
20
M
5.000.000 1.100.000
6.100.000
2016
Dsn.
UJB
Rehab Jalan Setapak
2x25
M
7.000.000 1.500.000
8.500.000
2016
Drainase
Dsn. UJB
30
M
7.500.000 1.600.000
9.100.000
2016
Pembangunan Jalan
Dsn Pasir
23
M
6.000.000 1.900.000
7.900.000
Rabat beton
Pembangunan Jalan
Dsn
2016
Rabat beton
Ujung
40
M
10.000.000 4.900.000
14.900.000
Barat

50

Target Penerima Manfaat


KK
Lk
Pr
Jw
KK
Mis
Mis
Mis
Mis
86
37
173 247
420

28

12

57

83

140

28

12

57

83

140

28
28
28

12
12
12

57
57
57

83
83
83

140
140
140

29

13

60

82

142

28

12

57

83

140

Penanggung
Jawab

BKM

BAB V
PENUTUP
Demikianlah

Dokumen PJM Pronangkis Berbasis Responsive Gender

ini

disusun untuk mengarahkan dalam perencanaan program secara partisipatif dan


pengalokasian dana stimulan BLM PNPM MP untuk mendorong keswadayaan dan
membangun rasa solidaritas (kepedulian),soliditas (kebersamaan), kesetaraan serta
keterlibatan antara laki-laki dan perempuan dalam mewujudkan kesetaraan dan
keadilan gender berdasarkan indikator Akses, Partisipasi,Kontrol dan Mamfaat dalam
upaya Pronangkis. Tim Penyusun PJM Pronangkis Berbasis Responsive Gender yang
berupaya untuk mewujudkan sebuah perencanaan program yang didasarkan atas
kebutuhan ril bukan semata-mata keinginan masyarakat, akan tetapi lebih
menitikberatkan pada prioritas penanganan masalah/kebutuhan atas dasar tingkat
kemendesakan, kemanfaatan bagi warga miskin, kekuatan potensi warga untuk
melaksanakan kegiatan dan dukungan keswadayaan masyarakat.
Koordinator BKM Arih Mejile sebagai nahkoda dan pengambil keputusan di wilayah
Gampong Ujung Barat Kecamatan Babussalam Kota Kutacane kaitannya dengan
Pronangkis

dalam program PNPM MP yang akan terus bersinergi dengan

kelembagaan lokal lainnya. Keputusan harus didasarkan atas aspirasi warga sehingga
implementasi program harus dijaga agar berjalannya program sesuai dengan PJM
Pronangkis Berbasis Responsive Gender dengan tetap melihat situasi perkembangan
di masyarakat agar pencapaian tujuan lebih maksimal.
Atas nama masyarakat warga Desa Ujung Barat, kami mengucapkan terima kasih
atas perhatian pemerintah dan semua pihak terkait dalam upaya penanggulangan
kemiskinan

yang

terjadi

di

wilayah

kami.

Kontrol

sosial

sangatlah

perlu

dikembangkan agar sedapat mungkin kemungkinan ke arah penyelewengan bisa


segera di atasi Allah tidak akan memberi sebuah kesulitan di luar batas kemampuan
hambanya, semuanya

pasti ada jalan keluar dan cara penyelesaiannya, asal kita

selalu berusaha dan berdoa.


Semoga Allah SWT senantiasa menunjukkan jalan terbaik (membawa maslahat bagi
ummat) dan memberikan kemudahan bagi pihak-pihak terkait dalam merealisasikan
semua program yang tertuang dalam Dokumen PJM Pronangkis Berbasis Responsive

51

Gender dan meridhoi program ini untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi


masyarakat. Amien Ya Rabbalallamin.

52