Anda di halaman 1dari 2

EPILEPSI

Apa itu Epilepsi ?

Jenis Epilepsi

"Epilepsi" dikenal sebagai penyakit

a. Serangan Parsial
1. Parsial Sederhana / Jackson
Kesadaran tidak terganggu,
awitan fokal. Diikuti dengan
kejang pada jari/wajah lalu
menyebar
keseluruh
sisi
tubuh.

'ayan' sangat jelas tidak menular.


Epilepsi bukan disebabkan oleh
kuman atau bakteri. Ia merupakan
gangguan mendadak dan sesaat
pada sistem syaraf otak, terjadi
akibat

aktivitas

berlebihan

dari

kelompok sel neuron di otak.

Oleh:
Muhendra Ragah Satria
01.211.6441
Pembimbung:
dr. Satya Gunawan, Sp.S.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit
Saraf

RSUD dr. Loekmono Hadi


Kudus
2016

Penyebab Epilepsi
1. Idiopatik
Penyebabnya tidak diketahui
2. Kriptogenik
Dianggap simtomatik tetapi
penyebabnya belum diketahui
3. Simptomatik
Disebabkan kelainan pada
susunan saraf pusat

2. Parsial Kompleks / Psikomotor


Penderita
sadar
ketika
serangan tetapi tidak dapat
mengingat kembali kejadian
yang telah terjadi (JamaisVu),
adanya
gerakan
otomatis
yang
tidak
bertujuan (bertepuk tangan,
mengecap-ngecap
bibir,
gerakan mengunyah). Kenal
dengan kejadian yang belum
pernah dialaminya (Deja-Vu),
halusinasi, perilaku antisosial.

b. Serangan Umum
1. Absence / Petit Mal
Kesadaran
hilang
selama
beberapa
detik
ditandai
dengan
berhenti
bicara
sejenak, pandangan kosong
dan
mata
berkedi-kedip
dengan cepat.
2. Tonik Klonik / Grand Mal
Epilepsi dengan serangan
klasik
biasanya
diawali
dengan
suatu
aura.
Kesadaran
hilang,
kejang
tonik klonik (terus menerus)
tidak bisa menahan kencing
dan berak, bingung dan
amnesia terhadap kejadian
sewaktu terjadi serangan.

Pertolongan Pertama pada


Penderita
DENGAN
Serangan Kejang

Pertolongan Pertama pada


Penderita TANPA Serangan
Kejang

1.
2.

1.

3.
4.
5.

6.

7.

8.
9.

Bersikap tenang.
Hindarkan
benda-benda
tajam
Longgarkan
benda
di
sekitar leher yang mungkin
mengganggu pernapasan.
Letakan bantalan
yang
lembut dibawah kepalanya.
Miringkan penderita agar
jalan udara pernapasan tidak
terhambat. Jangan memaksa
membuka
mulut
penderita
dengan benda keras atau
dengan jari.
Jangan
memegang
penderita dengan paksa atau
mencoba
menghentikan
gerakannya.
Jangan
berikan
pernapasan buatan, kecuali jika
penderita tidak dapat bernapas
lagi setelah serangan berhenti.
Tetaplah berada
dekat
penderita sampai serangannya
berhenti dengan sendirinya.
Besikaplah ramah dan
meyakinkan setelah penderita
sadar.

Jagalah penderita dengan


baik dan terangkan apa yang
terjadi
pada
orang-orang
sekitar.
2.
Bicaralah denga ramah dan
pelan.
3.
Jauhkan
penderita
dari
bahaya yang mungkin timbul
seperti tangga yang curam,
jalan raya, kompor. Jangan
pegang kuat-kuat kecuali jika
ada bahaya yang mengancam.
4.
Temanilah penderita sampai
kesadarannya pulih kembali.