Anda di halaman 1dari 2

DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAIMANA

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KAIMANA


JLN. DIPONEGORO NO.01,Telp [0957]-KABUPATEN KAIMANA

KERANGKA ACUAN KUSTA


A. PENDAHULUAN
Kusta adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman yaitu mycobacterium leprae.
Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di lingkungan
masyarakat. Kejadian penyakit ini prevalensinya masih tinggi dibeberapa daerah. Sebagian besar
dari penderita kusta berasal dari golongan ekonomi lemah.
B. LATAR BELAKANG
Penyakit kusta masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Saat ini penyakit ini susah
terdeteksi karena suspek penderita mesara malu untuk memeriksakan diri dan animo masyarakat
yang kurang baik terhadap penderita kusta. Masalah yang dihadapi pada penderita bukan hanya
dari medis saja tetapi masalah sosial dan masyarakat dilingkungkan penderita.
C. TUJUAN
Tujuan Umum
Mencegah terjadinya penyakit kusta, menurunkan angka kesakitan penyakit kusta, dan mencegah
terajdinya kecacatan pada penderita kusta sehingga penyakit ini tidak lagi merupakan masalah
kesehatan di masyarakat.
Tujuan khusus
1. Ditemukannya kasus yang ada dimasyarakat
2. Terlaksananya pengobatan penderita kusta
D. KEGIATAN POKOK
1.

Penemuan dan diagnosis penderita


- Menentukan suspek kusta
- Melaporkan susupek kusta
- Komfirmasi diagnosa kusta
2. Pengobatan penderita kusta
- Mengenal klasifikasi kusta
- Menentukan dosis pengobatan
- Membagi obat
- Mengawasi keteraturan obat
- Mengenal komplikasi pengobatan atau reaksi
- Mengobati komplikasi pengobatan atau reaksi

3. Pencegahan cacat
- Pemeriksaan cacat
- Mencacat hasil kecacatan
- Tindakan khusus pencegahan cacat
4. Pencacatan dan pelaporan
5. Penyuluhan tentang kusta
E. PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Pelaksanaan kegiatan penemuan kasus dilaksanakan secara pasif dalam
gedung dimana susupek datang sendiri ke puskesmas dan secara aktif
dengan melakukan pemeriksaan kontak serumah
2. Pelaksanaan secara aktif dengan melakukan penyuluhan dan pemeriksaan
kontak serumahdengan penderita dilakukan di luar gedung atau di
lapangan

F. SASARAN
Masyarakat yang mengalami gejala- gejala Cardinal sigi

1. Adanya kelainan kulit dapat berupa panu, bercak kemerahan, penebalan


kulit dan nodul [benjolan]
2. Berkurang atau sampai hilang rasa pada kelainan kulit tersebut diatas
3. Penebalan saraf tepi
4. Adanya kuman tahan asam di dalam kerokan jaringan kulit [BTA positif]
G. PENCATATAN DAN PELAPORAN
1. Mengisi buku pencatatan harian penemuan penderita puskesmas
2. Mengisi kartu penderita
3. Membuat laporan bulanan dan triwulan
H. MONITORING DAN EVALUASI
Monitoring dan evaluasi merupan salah satu fungsi manajemen untuk menilai
keberhasilan pelaksanaan program. kegiatan Monitoring dilaksanakan secara
berkala dan terus menerus untuk dapat mendeteksi bila ada masalah dalam
pelaksanaan kegiatan.
evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana pelaksanaan kegiatan berjalan.