Anda di halaman 1dari 26

Aletrnatif Mempertahankan Kesegaran Telur Melalui Media yang

Ramah Lingkungan

MAKALAH

Oleh
Nama
Kelas

Lidya Ika Rahmdalena


:

XI IPA 2

No.Induk

930

Sekolah Menengah Atas Negri BINAAN KHUSUS Dumai


Jalan Inpres Purnama,Dumai Barat
Dumai
T.A 2012/2013

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Selama beberapa tahun belakangan ini, manfaat yang dimiliki
minyak kelapa menjadi topik perdebatan sengit dikalangan
ahli nutrisi di seluruh dunia.Hal ini dikarenakan munculnya pro
dan kontra yang berkembang di masyarakat akan dampak
penggunaannya.
Namun hal ini dibantah oleh beberapa peneliti di seluruh
dunia.Walaupun demikian masih banyak masyarakat yang
salah kaprah akan pemahaman terhadap minyak kelapa.
Masyarakat khusunya Indonesia banyak yang menilai bahwa
minyak kelapa menjadi salah satu musuh yang harus dihindari
karena dianggap tidak sehat yang dapat menyebabkan
kegemukan,meningkatkan

kadar

kolesterol

dan

lain

sebagainya.Tetapi percayakah anda bahwa minyak kelapa


justru baik untuk kesehatan fisik maupun pikiran?
Nyatanya banyak para ahli yang menyarankan masyarakat
untuk

mengosumsi

minyak

kelapa

harinya.Mengosumsi

minyak

kelapa

strees,menjaga

kadar

meredakan

stabil,meningkatkan

tiga

sendok

setiap

hari

kolesterol

kekebalan

tubuh

setiap
dapat
tetap
dan

metabolisme.Dibalik banyak nya manfaat yang terdapat di


minyak kelapa terhadap kesehatan,manfaat lain juga dapat di
temukan dalam bidang peternakan yaitu dalam pengawetan
telur untuk mempertahankan kesegarannya.
Dewasa

ini

peningkatan

Indonesia
jumlah

dari

tahun

penduduk

yang

ketahun

mengalami

melonjak

tajam,hal

tersebut sungguh memberikan pengaruh terhadap kebutuhan


pokok

masyarakat

seperti

sandang,papan

dan

pangan.

Khusunya pangan,Indonesia mulai tahun 2013 mengalami


ketidakstabilan harga sumber protein yaitu daging sapi,dan
daging ayam sehingga masyarakat menengah kebawah tidak
terjangkau untuk memenuhi kebutuhan protein dengan harga
yang relatif tinggi.
Semakin

berkembangnya

ilmu

pengetahuan

dan

teknologi,manusia telah mampu memanfaatkan mesin biologi


unggas yaitu telur sebagai bahan pangan.Oleh karena itu telur
dapat

dijadikan

alternatif

sumber

protein

yang

dapat

dijangkau oleh semua kalangan .Di samping itu muncul suatu


permasalahan terhadap kesegaran telur.Sejak dikeluarkan dari
lemari es ,telur mengalami perubahan-perubahan negatif
yang

dipengaruhi oleh waktu dan lingkungan.Perubahan-

perubahan tersebut dapat berupa turunnya berat telur dan


timbulnya bercak-bercak pada permukaan kulit telur ayam.
Untuk

mengatasi

hal

mempunyai lemari es

tersebut

manyarakat

perlu

untuk

yang sekarang ini digunakan untuk

mempertahankan kesegaran pangan.Namun sebaliknya di


pedesaan,masyarakat pedesaan

masih banyak yang tidak

mempunyai lemari es,sehingga mengakibatkan masyarakat


tidak dapat mengosumsi telur yang layak dan segar sebagai
menu makanan yang sehat.Salah satu upaya yang dapat
dijadikan cara dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu
dengan cara pengolesan minyak kelapa. Minyak kelapa adalah
minyak

yang

Indonesia

dihasilkan

kelapa

melalui

merupakan

fermentasi

tumbuhan

kelapa.

yang

Di

mudah

ditemukan. Pengolesan minyak kelapa ini selain sebagai


media mempertahankan kesegaran telur agar telur agar tahan
lama,minyak kelapa juga media pengawetan yang ramah
lingkungan

sehingga

dapat

meminimalisir

terjadinya

kerusakan lapisan ozon yang disebabkan oleh penggunaan


kulkas secara terus menerus.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun

permasalahan

yang

di

uraikan

di

latar

belakang,penulis dapat merumuskan suatu permaslahan yang


akan dibahas dalam karya tulis ini, yaitu:

Bagaimana cara untuk mempertahankan kesegaran

telur?
Kandungan apa saja yang terdapat di minyak kelapa?
Apakah asam laurat yang terkandung di minyak kelapa
dapat mempertahankan kesegaran telur?Apa fungsi lain

asam laurat bagi tubuh?


Mengapa pada saat telur di luar lemari es mengalami

kerusakan?
Apa saja cara yang dapat digunakan untuk pengawetan

telur?
Apa manfaat dari minyak kelapa?

1.3

Tujuan Penulisan

Penulisan karya ilmiah ini berguna sebagai media yang


bersifat tertulis dalam pengembangan informasi ilmiah
kepada masyarakat luas.Selain itu penulisan karya ilmiah ini
dapat bertujuan sebagai berikut:
Memberikan infomasi bagaimana cara mempertahankan

kesegaran telur melalui minyak kelapa


Memberikan perubahan kepada masyarakat pedesaan
terhadap pola kosumsi masyarakat dengan makanan
yang sesuai dengan gizi yang diperlukan

Sebagai peningkatan pendapatan dalam

mensejahterkan masyarakat pedesaan


Meluruskan pemikiran masyarakat akan dampak negatif

dari minya kelapa


Menginformasikan kepada masyarakat manfaat minyak

kelapa
Menginformasikan kepada masyarakat media
pengawetan selain lemari es yang juga dapat
menghambat kersakan ozon

1.4

Metode Penelitian

Dalam

penelitian

hingga

penyusunan

karya

ilmiah

ini

digunakan metode ilmiah, dengan melakukan eksperimen yang


berupa observasi atau melalui pengamatan dan studi pustaka .

Observasi tersebut dapat berupa uji coba dengan langkahlangkah sebagai berikut:
1. Pengumpulan data dan bahan/alat yang berkaitan dengan
objek penelitian
2. Melakukan observasi (pengamatan) untuk mengetahui
sampai sejauh mana hasil yang didapat dari uji coba yang
dilakukan
3. Melakukan analisis dan kesimpulan dari hasil uji coba
Selain dengan metode observasi,karya ilmiah ini juga

menggunakan teknik studi pustaka dengan cara mengenal atau


tidak

merasa

asing

akan

lingkungan

perpustakaan

dan

mengakses internet untuk mencari sumber-sumber referensi


yang

dapat

berupa

buku-buku

pedoman,laporan-laporan

penelitian,tesis yang disertai jurnal,ensiklopedi dan bahan-bahan


khusus lainnya.
1.5

Hipotesis

Penelitian ini dilakukan dari anggapan penulis

terhadap

manfaat kelapa yang

telah banyak dimanfaatkan sebelum

berkembangnya

pengetahuan

ilmu

dan

teknologi.Adapun

keyakinan penulis atau hipotesis tersbut adalahMinyak kelapa


dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu masyarakat
perekonomian ke bawah dalam mengatasi masalah kesegaran
telur yang berkembang.
1.6

Waktu dan Lokasi Penelitian

Dalam proses pengamatan pengawetan telut ayam dilakukan


pengujian mulai tanggal 8 Maret 2013 sampai 22 Maret 2013
yang tepatnya dalam jangka waktu 3 minggu untuk mengamati
perubahan-perubahan yang terjadi pada telur ayam dengan
melakukan

perbandingan

kesegaran

telur

yang

diawetkan

dengan minyak kelapa dan tanpa adanya proses pengawetan.


Sedangkan lokasi dalam melakukan penilitian in yaitu di Jalan
Daeng Tougek ,Komplek Guru Nomor 19.D
1.7

Sistematika Penulisan

Karya ilmiah ini terdiri atas 4 bab dan beberapa lembar


lainnya. Bab I yang berupa pendahuluan yang meliputi Latar
Belakang Masalah,Rumusan Masalah,Tujuan Penelitian,Metode
Penelitian,

,Hipotesis,Waktu

Penelitian,serta

Sistematika

penulisan
Pada

Bab

II

penulis

menjelaskan

Landasan

Teori

yang

diuraikan atas penjelasan megenai telur,minyak kelapa,pengaruh


dan hubungan penggunaan minyak kelapa terhadap telur.

Bab III berisi Pembahasan yang berupa

paparan penjelasan

secara terperinci sesuai dengan metode dan permasalahan yang


terdapat di Rumusan Masalah
Karya

ilmiah

ini

ditutup

dengan

bagian

penutup

yang

berisikan Kesimpulan dan Saran yang dapat berupa solusi dari


permasalahan kesegaran telur.

BAB II
LANDASAN TEORI

Menurut Windyarti(2008:4),telur segar adalah telur yang


baru dikeluarkan dari induknya.Dalam perdagangan ,telur segar
adalah telur yang dapat dikosumsi selama tiga minggu setelah
dikeluarkan dari induknya.Kalau dilihat betul-betul dengan
dicanding(diteropong),telur segar adalah yang mempunyai ruang
udara relatif kecil dan tidak mengalami perubahan isi di
dalamnya.Mempertahankan kualitas telur agar tetap segar mulai
dari produsen sampai ke konsumen,merupakan masalah utama
dalam pemasaran telur.Kemungkinan penurunan kualitas bukan
hanya disebabkan oleh factor penanganan dan kondisi
lingkungan di tingkat pemasaran
Dewasa ini,dari berbagai jenis telur yang dikenal orang
,telur yang paling banyak dikosumsi adalah telur ayam dan telur
bebek. Selanjutnya disusul oleh telur puyuh dan telur
penyu.Sedangkan telur angsa,kalkun dan unggas-unggas
lain,produksi telurnya kurang,kebanyakan dipelihara untuk
ternak hias saja.Ada dua macam telur ayam yang diminati orang

yaitu telur ayam kampung dan telur ayam ras. Telur ayam
kampung rata-rata ukurannya lebih kecil dibanding telur ayam
ras.Tetapi telur ayam kampung banyak dipakai orang untuk
bahan ramuan jamu,sedangkan telur ayam ras khusus untuk
keperluan konsumsi. (Sarwono,1986:32)
Kualitas telur ditentukan oleh dua faktor, yakni kualitas
luarnya berupa kulit cangkang dan isi telur. Kualitas luar ini bisa
berupa bentuk, warna, tekstur, keutuhan, dan kebersihan kulit
cangkang. Sedangkan yang berkaitan dengan isi telur meliputi
kekentalan putih telur, warna dan posisi telur, serta ada tidaknya
noda-noda pada putih dan kuning telur.
Dalam kondisi baru, kualitas telur tidak banyak mempengaruhi
kualitas

bagian

dalamnya.

Jika

telur

tersebut

dikonsumsi

langsung, kualitas telur bagian luar tidak menjadi masalah. Tetapi


jika telur tersebut akan disimpan atau diawetkan, maka kualitas
kulit telur yang rendah sangat berpengaruh terhadap awetnya
telur.
Kualitas

isi

telur

tanpa

perlakuan

khusus

tidak

dapat

dipertahankan dalam waktu yang lama. Dalam suhu yang tidak


sesuai, telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih
dari dua minggu. Kerusakan ini biasanya ditandai dengan
rusaknya isi telur dan bila dipecah isinya tidak mengumpul lagi.
(http://sharamayshara.blogspot.com/2011/03/pengaruhpengolesan-minyak-kelapa.html)
Menurut Sarwono(1986:35) Salah satu cara untuk
mempertahankan mutu telur dalam waktu yang relatif lama
adalah dengan cara pengawetan. Pengawetan ini bisa diusahan
dengan pengawetan biasa atau pengawetan yang disertai

dengan proses pengolahan.Prinsip pengawetan adalah dengan


menutup pori-pori telur agar tidak dimasuki mikroba,disamping
mencegah air dan gas keluar dari dalam telur

Menurut Fardiaz (1991:44) terdapat pengaruh dari


beberapa cara pengawetan terhadap pertumbuhan beberapa
bakteri pembusuk dan pathogen di dalam telur.Contoh telur
dibagi menjadi lima kelompok dan lima kelompok diantara
masing-masing dikontaminasi dengan
Pseudomonas,Bacillus,Escharichia Coli,Salmonella dan
Staphylococcus Aureus yaitu dengan cara merendamnya di
dalam suspense bakteri selama 30 menit.Telur kemudian
diawetkan dengan cara penggaraman,penyamakan dan
pengeringan menggunakan pengeringan semprot.Selam
penyimpanan,telur di analisis terhadap pengurangan
berat,diameter kuning telur,diameter kantung udara,kadar
air,dan aktivitas air untuk telur bubuk,dan hitungan cawan
terhadap masingg-masing jenis bakteir menggunakan medium
selektif.S.Aureus merupakan bakteri yang paling tahan terhadap
proses pengawetan dengan penggaraman,dan jumlahnya terus
bertambah selama penyimpanan.Sedangkan Salmonella
merupakan bakteri yang paling sensitive terhadap proses
penggaraman.Tidak terdapat perbedaan di antara spesies
tersebut terhadap pengawetan dengan cara penyamakan,proses
penyamakan tidak efektif dilakukan terhadap telur yang telah
terkontaminasi bakteri dalam jumlah yang tinggi.Bacillus
merupakan bakteri yang paling tahan terhadap proses
pengeringn dan jumlahnya tetap tinggi di dalam telur bubuk
yang disimpan selama 8 minggu.

Pengawetan telur segar menurut Koswara (1991) pada


prinsipnya adalah mencegah penguapan air dan terlepasnya gasgas dari dalam isi telur serta mencegah masuk dan tumbuhnya
mikroba dalam telur selama mungkin. Yang perlu diperhatikan
sebelum melakukan pengawetan adalah kebersihan kulit telur.
Pembersihan kulit telur dapat dilakukan dengan cara merendam
telur dalam air bersih, dapat diberi sedikit detergent kemudian
dicuci hingga kotoran yang menempel hilang, atau dengan
mencuci

telur

dengan

air

hangat-hangat

kuku

yang

mengalir.yang ditandai dengan perubahan warna dan timbulnya


bau busuk dari isi telur
2.3 Deskripsi Umum Minyak Kelapa
Menurut Drs.Elan Suherlan S(2007:18) minyak kelapa
adalah minyak yang dihasilkan dari kelapa.Minyak kelapa dapat
diekstraksi dari daging buah kelapa segar atau diekstrak dari
daging kelapa yang sudah dikeringkan.Minyak kelapa memiliki
banyak manfaat bagi manusia.Minyak kelpa biasanya digunakan
untuk berbagai bahan baku industry atau sebagai minyak
goring.Selain itu minyak kelap dapat dipakai untuk peyembuhan
penyakit seperti diabetes,jantung,kolesteol,kanker,dan lain-lain.
2.4 Pemanfaatan Minyak Kelapa
Menurut Koran KOMPAS pada Selasa, 13 April 2004
pemanfaatan minyak kelapa digunakan sebagai sumber utama
minyak nabati telah dikenal sejak berabad-abad lalu sampai
sekarang di Indonesia.Pada tahun 1969-1982 terjadi peningkatan
konsumsi minyak kelapa di Indonesi,karena bertambahnya
jumlah penduduk sebagai akibat berkembangnya bentuk
pemanfaatan minyak kelpa.Pada saat bersamaan produksi kelapa

meningkat dengan laju pertumbuhan 2,5 % pertahun.Produksi


minyak kelap tidak lagi mampu memenuhi pasokan pasar
domestic padahal sebelumnya minyak kelapa merupakan
komoditi ekspor nonmigas Indonesia.Produksi minyak kelapa
tidak lagi mampu memenuhi pasokan domestic padahal
sebelumnya minyak kelapa merupakan komoditi ekspor
nonmigas Indonesia.Peranan minyak kelapa sebagai komoditas
ekspor tergeser dengan minyak kelapa sawit.Kampanye anti
minyak tropis oleh American Soybean Assosiation(ASA),National
Heart Savers Association(NHSA) dan Centre for Science in the
Public Interest(CSPI),menyatakan bahwa minyak tropis dapat
menyebabkan penyakit arterosklorosis dan jantung koroner.Pada
tahun 1990an muncul sebuah hasil penelitian yang mampu
mengungkapkan fakta bahwa,minyak kelapa ternyata
mempunyai khasiat yang besar bagi kesehatan,karena
mengandung asam laurat dan asam kaprat.Asam laurat yang
merupakan asam dominan yang terkandung pada minyak kelpa
dan asam kaprat ternyata memiliki khasiat sebagai anti virus,anti
bakteri, dan anti protozoa. Minyak yang dikenal dengan nama
Laurifera ini, ternyata telah diteliti semenjak tahun 60-an lalu.
Dimulai oleh seorang peneliti dari Universitas Michigan bernama
Prof. Jon J. Kabara, akhirnya beberapa tahun kemudian beberapa
ilmuwan yang membantunya dapat menunjukkan manfaat
kesehatan atas kandungan minyak tersebut.
Jika penelitian mengatakan bahwa minyak ini sangat baik untuk
manusia , tidak ada salahnya untuk diberikan kepada anjing
kesayangan kita . Selain berkhasiat untuk kesehatan, VCO juga
berfungsi untuk memperbaiki keindahan dan kesehatan bulu dan
kulit. Karena ternyata minyak ini mengandung vitamin E, serta

memiliki efek pelembab, yang mampu melembutkan dan


melembabkan kulit.

2.5 Kandungan Minyak Kelapa


Minyak kelapa mengandung vitamin-vitamin yang larut
dalam lemak yaitu A,D,E, dan K serta pro-vitamin
A(karoten)vitamin ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk
metabolisme tubuh.Di samping itu minyak kelapa mengandung
sejumlah asam lemak jenuh yaitu asam laurat,asam
miristat,asam palmitat,asam kaplirat,asam koprat.Sedangkan
asam lemak tak jenuh adalah oleat atau omega-9 da n linoleat
atau omega-6.Berdasarkan komposisi asam-asam lemak tersebut
minyak kelapa mengandung asam lemak rantai medium yang
tinggi.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Cara Untuk Mempertahankan Kesegaran telur dengan media


minyak kelapa
Sebelum dilakukan pengujian,terlebih dahulu dilakukan
pembuatan media pengawetan yaitu minyak kelapa dengan cara
sebagai berikut:

Pilihlah kelpa yang tua dan segar


Daging kelap diparut
Timbang kelapa parutan
Tambahkan air sesuai kebutuhan( 1 kg kelapa parutan

menggunakan 2 liter air)


Peras hingga keluar santannya
Masukkan dalam wadah yang bisa menampung air samtan

seperti baskom atau ember


Tutup dan biarkan wadah selama 8 jam samapi bakal

minya terpisah dengan air


Ambil bakal minyak dan masaklah sampai membentuk

minyak kelapa sesungguhnya


Saring minyak kelapa tersebut agar mendapatkan minyak
kelap yang jernih.
Untuk

menilai

pengawetan

telur

ayam

dilakukanlah

pengujian
dengan melakukan perbandingan untuk menilai kesegaran
telur-telur

tersebut

setelah

beberapa

hari

kemudian.

Perbandingan itu dengan cara mengelompokkan telur-telur


tersebut ke dalam 2 kelompok, sebagai berikut:

Kelompok I: Telur diolesi minyak kelapa

Langkah pertama kelapa dikupas dan diparut. Selanjutnya


parutannya

diremas-remas

sambil

ditambah

air

secukupnya. Hasilnya adalah berupa santan. Santan itu

kemudian direbus selama kurang lebih 3 jam. Setelah


menjadi minyak, pisahkan minyak tersebut dari ampasnya.
Tahap berikutnya ambil telur dan dicuci. Kemudian telur
diolesi minyak kelapa dengan menggunakan kuas kecil.
Biasanya, 1 liter minyak kelapa bisa digunakan untu
mengawetkan telur sekitar 70 kg.

Kelompok II: Telur dibiarkan (tanpa diolesi apa-apa)

Setelah telur dicuci, telur disimpan di tempat kering.


Selama proses penyimpanan telur tidak boleh dipegang
ataupun digoyang.

3.2 Kandungan dalam minyak kelapa


Minyak kelapa mengandung lauric acid yang tinggi (sampai
53%) yang mempunyai antiviral activiy yang lebih besar
daripada caprylic acid (dengan delapan karbon), capric acid
(sepuluh karbon), atau myristic acid (dengan 14 karbon).
Didalam tubuh lauric acid akan diubah menjadi monolaurin,
sebuah senyawa monoglyceride yang bersifat antivirus,
antibakteri, dan antiprotozoa. Dengan sifatnya itu, monolaurin
dapat menanggulangi serangan virus-virus seperti HIV, herpes
simplex virus-1 (HSV-1), vesicular stomatitis virus (VSV), visna
virus, cytomegalovirus (CMV), influenza, dan berbagai bakteri
patogen termasuk listeria monocytogenes dan helicobacter
pyloryd, serta protozoa seperti giadia lamblia.
Selain mengandung lauric acid, minyak kelapa Virgin juga
mengandung capric acid yang, walaupun kandungannya cuma

enam persen, juga bermanfaat bagi kesehatan. Di dalam


tubuh , lemak berantai sedang yang jumlah karbonnya
sepuluh ini diubah menjadi monocaprin, yang bermanfaat
untuk mengatasi penyakit-penyakit seksual, seperti virus HSV2 dan HIV-1, dan bakteri neisseria gonorrhoeae.
Lemak jenuh berantai sedang yang terkandung dalam minyak
kelapa Virgin juga bermanfaat untuk mengontrol berat badan.
Obesitas telah menjadi masalah kesehatan bagi anjing-anjing
yang kegemukan.
dapat memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai
penyakit.
Dr Conrado Dayrit S.MD setelah sebuah penelitian,pasien
HIV menyimpulkan bahwa minyak kelapa memang memiliki
efek anti virus dan bahwa hal itu jelas menguntungkan dan
dapat mengurangi virus load pasien HIV
3.3 Faktor yang mempengaruhi kesegaran telur
Pembesaran kuning telur dan kerusakan pada telur dapat
disebabkan oleh mikroba. Kenaikan ph juga menjadi factor yang
mempengaruhi kesegaran telur ,hal ini disebabkan karena terlepasnya
CO2 sehingga putih telur yang tadinya netral menjadi basa. Serabut
protein yang membentuk jala akan pecah karena kenaikan pH ini, yang
mengakibatkan air dari protein putih telur akan keluar dan putih telur
menjadi encer. Air yang terlepas ini akan bergerak menuju kuning telur
sehingga kuning telur menjadi membesar dan rusak.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan para ahli, misalnya


Haryoto (1996), Muhammad Rasyaf (1991), dan Antonius Riyanto
(2001), dinyatakan bahwa kerusakan isi telur disebabkan adanya

CO2 yang terkandung di dalamnya sudah banyak yang keluar,


sehingga derajat keasaman meningkat. Penguapan yang terjadi
juga membuat bobot telur menyusut, dan putih telur menjadi
lebih encer. Masuknya mikroba ke dalam telur melalui pori-pori
kulit telur juga akan merusak isi telur
3.4 Beragam cara yang dapat digunakan untuk mengawetkan
telur
Para peneliti telah banyak menemukan sejumlah cara
alternative dalam pengawetan telur sebagai berikut:
a. Pengawetan kering
Dapat dilakukan dengan menggunakan sekam, pasir dan serbuk
gergaji.

Pengemasan

kering

dalam

pengemas

padat,

akan

memperlambat hilangnya air dan CO2. Kelemahan metode ini adalah


kelebihan berat dan volume, serta tidak memberikan perlindungan
terhadap mikroorganisme selama penyimpanan.
b. Peredam dalam cairan
Cara

ini

bertujuan

mencegah

penguapan

air,

biasanya

dikombinasikan dengan penyimpanan dingin. Cara-cara yang dapat


dilakukan adalah :
1. Mencelupkan telur selama kurang lebih 5 detik pada air mendidih.
Hal

ini

dapat

menyebabkan

permukaan

dalam

kulit

telur

menggumpal dan menutupi pori-pori kulit dari dalam.


2. Dengan penyamak nabati. Reaksi penyamakan pada bagian luar
kulit

telur

oleh

zat

penyamak

menjadikan

karabang

bersifat

impermiabel (tidak dapat dilewati), sehingga keluarnya gas dan air


dari dalam telur dapat dicegah. Penyamak nabati yang bisa
digunakan adalah daun jambu biji atau daun akasia yang telah

dikeringkan, lalu direndam semalam dan direbus selama 1 jam,


kemudian airnya disaring untuk merendam telur.
3. Mencelupkan telur dalam larutan kapur. Larutan kapur mempunyai
sifat basa yang dapat mencegah tumbuhnya mikrobia, dibuat
dengan melarutkan 100 g batu kapur(CaO) dalam 1.5 liter air. Kapur
akan bereaksi dengan udara membentuk lapisan tipis Kalsium
karbonat (CaCO3), yang akan mengendap ai atas permukaan telur
membentuk lapisan tipis yang menutupi pori-pori. Lapisan ini akan
menghalangi masuknya mikroba ke dalam telur serta mencegah
keluarnya gas dari dalam isi telur, sedangkan kapur menyebabkan
kenaikan

pH

pada

permukaan

kulit

telur

yang

juga

dapat

menghambat tumbuhnya mikroba.


4. Mencelupkan telur ke dalam minyak parafin pada suhu 60 C selama
beberapa menit, kemudian diangin-anginkan, agar parafin yang
menempel pada kerabang kering dan menutup pori-pori telur.
c. Penutupan pori-pori kerabang
Dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan seperti
agar-agar, karet, sabun, gelatin, getah kaktus dan minyak nabati
seperti minyak kelapa, minyak kacang, minyak jagung dan kelapa
sawit. Cara yang terbanyak dilakukan adalah dengan mencelupkan
atau

menyemprot

telur

menggunakan

minyak

nabati,

sehingga

menutup pori-pori kerabang untuk menghambat penguapan air dan


gas.
d. Penyimpanan dinginTelur disimpan pada suhu serendah mungkin,
diatas titik beku -2 C. Suhu yang rendah ini akan memperlambat
hilangnya CO2 dan air dalam telur serta penyebaran air dari putih ke
kuning telur.
3.5 Manfaat minyak kelapa

Minyak kelapa selain berguna sebagi penyembuhan penyakit


diabetes,jantung,kolesterol dan kanker,minyak kelapa juga memiliki manfaat di
bidang medis yang besar yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Memiliki Sifat Anti-mikroba dan Anti Virus

Mendukung system kekebalan tubuh.

Membantu mencegah infeksi virus; bakteri;dan jamur, termasuk


ragi.

Mengurangi resiko kanker dan kondisi disgeneratif lainnya.

Kandungan gizi tidak hilang dalam berbagai proses pemanasan


yang bertujuan untuk membunuh bakteri.

2. Memiliki sifat menyehatkan Secara Umum

Tidak memproduksi radikal bebas.

Memperbaiki laju metabolisme.

Memberikan gizi penting yang diperlukan untuk kesehatan


tubuh.

Antioksidan dan vitamin E yang terkandung didalamnya


membantu mencegah kanker.

Melindungi dari gangguan penyakit lever.

Melawan pengaruh kelebihan dalam mengkonsumsi obat.

3. Memiliki sifat-sifat Fisik yang Menguntungkan

Stabil secara kimia.

Umur simpan panjang dan tidak cepat tengik.

Tahan terhadap panas (minyak paling sehat untuk memasak


karena tidak menghasilkan asam lemak trans).

4. Menyehatkan Kulit

Mudah diserap melalui kulit dan mengandung vitamin E.

Membantu menjaga kulit tetap lembut dan halus.

Mengurangi resiko tersrang kanker kulit.

5. Membantu Mengurangi Berat Badan

Mengandung MCT yang membantu mengurangi berat badan


karena MCT dimetabolisme hati untuk memproduksi energi,
tidak disimpan sebagai jaringan lemak seperti LCT.

Menyimpan kalori lebih rendah dari LCT.

MCT meningkatkan laju metabolisme dan cepat terbakar


menjadi kalori.

6. Memiliki Pengaruh Positif yang Terkait dengan Penyakit Diabetes,


Kolesterol Tinggi, Hypotiroid, Pencernaan Buruk dan Penyakit Jantung.

Membantu mengontrol diabetes dan menyediakan energi untuk


penderita diabetes.

Memperbaiki pencernaan dan penyerapan gizi karena sebagian


besar telah diserap secara enzimatis ke dalam cairan usus 12
jari dan usus besar. Selanjutnya, cairan pankreas tidak
diperlukan sehingga tekanan lebih rendah terhadap pankreas
dan system pencernaan tubuh.

Beraksi secara langsung terhadap tiroid dan memperbaiki tiroid.


Minyak kelapa murni merupakan alternatif terbaik diantara
minyak yang ada lainnya, terutama dalam kaitannya dengan
penyakit jantung karena minyak tersebut tidak menimbulkan
penyumbatan pembuluh darah.

Tidak mengandung kolesterol dan menurunkan kadar kolesterol. Sifat


menurunkan kolesterol darah ini merupakan hasil langsung dari
kemampuannya merangsang fungsi tiroid. Keberadaan hormon tiroid
dalam jumlah yang cukup dapat mengubah kolesterol jahat (LDL)
menjadi steroid anti-penuaan.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cara pengawetan


telur ayam segar selain dimasukkan lemari es, dapat pula dilakukan
mengolesi telur dengan minyak kelapa yang ramah lingkungan.
Pengolesan

telur

ayam

dengan

minyak

kelapa

mampu

mempertahankan kesegaran telur selama 8 minggu atau 2 bulan.


Pengawetan telur dengan minyak kelapa tidak hanya mampu
mempertahankan kesegaran telur, tapi juga mampu mempertahankan
keutuhan nilai gizinya. Hal ini amat menguntungkan, karena selain
prosesnya mudah juga irit dalam biaya.didaerah tempat pedesaan
banyak masyarakat yang tidak mempunyai lemari es.itulh sebabnya
selain menghemat biaya,melalui pengawetan ini juga untuk membantu
masyarakat yang sulit untuk membeli lemari es.
4.2 Saran
1. Sebaiknya telur yang digunakan untuk pengawetan dicuci
terlebih dahulu agar tidak terinfeksi oleh bakteri supaya hasil
penelitian lebih jelas
2. Sebelum memilih telur yang akan diawetkan,pilihlah telur yang
kesegarannya bagus atau lebih baik telur yang baru menetas
dari induknya
3. Jagalah keadaan telur dengan baik,hindarilah goncakan terhadap
telur
4. Untuk

keamanan

telur,letakkan

telur

kedalam

tempat

penyimpanan seperti lemari atau rak


5. Dalam membuat minyak kelapa pilihlah kelapa dengan bentuk
yang proposional dan yang tua
6. Masyarakat kiranya perlu mencoba melakukan upaya agar telur
tetap dalam keadaan segar dengan cara diolesi minyak kelapa,
karena bisa mempertahankan kesegaran telur dengan biaya
murah dan ramah lingkungan.

Daftar Putaka

Fardiaz,Srikandi.1991.Pengaruh

Cara

Pengawetan

Telur

Terhadap Pencemaran Berbagai Jenis Bakteri Patogen dan


Pembusuk Selama Penyimpanan. Bogor: Fateta IPB
Yuwata,Tri.2010.Telur

dan

Kualitas

Telur.Yogyakarta:Gadjah

Mada University Press


Haryoto. 1996. Pengawetan Telur Segar. Yogyakarta: Kanisius
Rashaf, Muhammad. 1991. Pengelolaan Produksi Telur. Yogyakarta:
Kanisius.
Riyanto, Antonius. 2001. Sukseskan Menetaskan Telur Ayam.
Jakarta: Andromedia Pustaka

Lampiran

Bahan yang di gunakan

Kesegaran bertahan selama

untuk pengolesan

Minyak kelapa

60 hari

Tidak di olesi apa

28 hari

60
60
50
40
30
20
10
0
m inyak ke lapa

28

tidak diole s i apa

Foto hasil penilitian

2.sebelum di olesi atau diawetkan .


2.sesudah/hasil
minyak kelapa

4.sebelum
4.sesudah/hasil

Telur yang diolesi minyak kelapa tidak terjadi penurunan

berat
Telur yang tidak diolesi apa-apa terjadi penurunan berat

telur
Telur yang diolesi minyak kelapa setelah dipecah
cangkannya tidak terdapat bercak-bercak dan darah di

dalam telur
Sedangkan telur yang tidak diolesi ap-apa terdapat
bercak di cangkang dan setelah dipecah cangkangnya
terdapan darah di putih telur