Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara

vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara


mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, protoplasma, sel,
sekelompok sel, jaringan maupun organ , serta menumbuhkannya dalam keadaan
aseptik serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara
aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang
tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan
bergenerasi menjadi tanaman lengkap (Sany 2007: 1).
Formulasi media kultur jaringan pertama kali dibuat berdasarkan
komposisi larutan yang digunakan untuk hidroponik, khususnya komposisi unsurunsur makronya. Unsur-unsur hara diberikan dalam bentuk garam-garam
anorganik. Koposisis media dan perkembangan formulasinya didasarkan pada
jenis jaringan, organ dan tanaman yang digunakan serta pendekatan dari masingmasing peneliti. Beberapa jenis sensitif terhadap konsentrasi senyawa makro
tinggi atau membutuhkan zat pengatur tertentu untuk pertumbuhannya.
Media kultur sebagi media tumbuh tanam yang dikulturkan merupakan
bagian penting dalam proses perbanyakan tanaman secara invitro. Pentingnya
media kultur dalam tehnik perbanyakan vegetatif ini tidak lepas dari adnya
komponen penyusun media yang terdiri dari berbagi unsur pendukung
pertumbuahan tanaman seperti hara makro, hara mikro, vitamin, zat perangsang
tumbuh dan sumber energi dalam bentuk gula.
Pembuatan larutan stok berdasarkan pengelompokan dalam: Stok makro,
stok mikro, stok Fe, stok vitamin dan stok hormone terutama bila larutan stok
tidak disimpan terlalu lama (segera digunakan habis). Stok hormone dapat
disimpan antara 2-4 minggu, sedangkan stok hara dapat disimpan 4-8 minggu.
Dengan adanya larutan stok, pembuatan media selanjutnya hanya dengan teknik
pengenceran dan pencampuran saja.

Untuk itu dalam praktikum ini dilakukan pembuatan media stok dengan
kepekatan atau konsentrasi tertentu sehingga diperoleh pemecahan masalah
seperti yang tersebut di atas.
1.2.

Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk Mengetahi dan mempraktikan cara

membuat larutan stok untuk membuat medium MS (Murashige & Skoog)

BAB II
2

KAJIAN TEORI
Dalam pembuatan media, langkah pertama adalah membuat stok dari
media terpilih. Penggunaan larutan stok menghemat pekerjaan menimbang bahan
yang berulangulang setiap kali membuat media.Untuk membuat medium kultur
jaringan, biasanya menimbang setiap komponen bahan kimia yang terdapat pada
resep medium dasar. Langkah ini kurang praktis karena memakan banyak waktu
dan mengurangi kecepatan. Selain itu timbangan yang digunakan untuk
menimbang sejumlah kecil bahan kimia kadang-kadang tidak tersedia. Kendala ini
dapat dibatasi dengan pembuatan larutan stok terlebih dahulu, kecuali untuk unsur
mikronya. Jadi perlu membuat larutan stok untuk unsur mikro, besi, vitamin,
hormon, dan mio-inositol (Hendaryono dan Wijayani, 2007). Setiap larutan stok
dapat dipergunakan sampai 100 liter media, bahkan larutan stok mikro dapat
dipergunakan sampai 100 liter media. Larutan stok dapat disimpan ditempat yang
bertemperatur rendah dan gelap.
Larutan stok merupakan larutan yang berisi satu atau lebih komponen
media yang konsentrasinya lebih tinggi daripada konsentrasi kompenen tersebut
dalam formulasi media yang akan dibuat. Larutan stok biasanya dibuat dengan
konsentrasi 10, 100 atau 1000 kali lebih pekat. Jika larutan stok dibuat,
pembuatan media dapat dilakukan dengan cara mengambil sejumlah larutan stik
sehingga konsentrasinya menjadi sesuai dengan yang terdapat pada formulasi
media yang dikehendaki (Yusnita, 2003).
Dalam pembuatan larutan stok, yang perlu diperhatikan adalah
penyatuan beberapa komponen media sekaligus dalam suatu larutan stok dan
harus mempertimbangkan kecocokan dan kestabilan dari sifat kimianya. Dalam
larutan stok yang berisi beberapa komponen media jangan sampai ada endapan.
Hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan hara dalam media eksplan atau
tanaman yang dikulturkan. Setelah larutan stok dibuat, pengambilanya untuk
media dapat dilakukan dengan cara memipet atau menakarnya dengan gelas ukur
(Yusnita, 2003).
Pembutan larutan stok dimaksudkan untuk memberi kemudahan
pekerjaan dalam pembutan media salnjutnya antara lain;

1. Menghemat pekerjaan menimbang bahan media setiap kali ingin membuat media
2. Mengatasi kesulitan penimbangan dalam jumlah yang sangat kecil
3. Mengurangi kerusakan bahan kimia akibat terlau sering dibuka dan ditutup
(Marlin dkk, 2007).
Menurut Prakash et al. (2004), pertumbuhan tanaman in
vitro sebagian besar dipengaruhi oleh komposisi media kultur.
Komponen media yang utama dalam kultur jaringan tanaman
yaitu garam, mineral dan gula sebagai sumber karbon dan air.
Komponen lain merupakan tambahan organik, pengatur
pertumbuhan, gell agar. Terdapat 13 komposisi media dalam
kultur jaringan antara lain Murashige dan Skoog (MS), Linsmaier
dan Skoog (LS), Woody Plant Medium (WPM), Knop, Knudson-C,
Anderson dan lain-lain. Meskipun beberapa jumlah komposisi
dirubah untuk langkah-langkah kultur jaringan dan spesies
tanaman berbeda, media MS (Murashige dan Skoog, 1962) dan
LS (Linsmaier dan Skoog, 1965) paling banyak digunakan dalam
kultur jaringan tanaman.
Setiap unsur yang terkandung dalam media mempunyai
fungsi bagi metabolisme tanaman atau proses kultur jaringan.
Media yang digunakan untuk kultur sel dalam bentuk larutan
nutrisi, padat dan cair. Media MS sebagai media fundamental
yang mengandung nutrisi makro anorganik, nutrisi mikro
anorganik, nutrisi Fe, vitamin, organik dan zat pengatur
pertumbuhan tanaman (phytohormon). Phytohormon yang paling
banyak digunakan dalam kultur jaringan tanaman (khususnya
media MS) yaitu (Storr, 1985):
1. Auksin : NAA, IAA dan 2,4 D
2. Sitokinin : BAP dan Kinetin
Komposisi nutrisi makro anorganik mempunyai fungsi,
khususnya untuk metabolisme tanaman. Komposisi tersebut
mengandung protein, karbohidrat, asam nukleat, lipid dan lain-

lain. Unsur-unsur nutrisi makro anorganik dalam media MS antara


lain:
1.
2.
3.
4.
5.

KNO3
NH4NO3
CaCl2.H2o
MgSo4.7H2O
KH2PO4

Sedangkan unsur-unsur nutrisi mikro anorganik dalam media MS


antara lain:
1.
2.
3.
4.

MnSO4.4H2O
ZnSO4.4H2O
H3BO3
Kl
Salah satu unsur Fe berasal dari komponen nutrisi mikro

anorganik. Unsur Fe dikatagorikan dalam larutan stok C karena


nutrisi ini tidak dapat larut dengan unsur lain. Oleh karena itu, Fe
harus dipisahkan dari unsur lain.
Vitamin yang digunakan dalam media MS hanya thiamine
(vitamin B1). Komponen ini diperlukan untuk metabolisme
karbohidrat dan biosintesis dari asam amino. Vitamin telah
terbukti sebagai komponen yang penting dalam kultur jaringan
tanaman. Vitamin lain yaitu seperti vitamin C dan vitamin E
hanya digunakan jika diperlukan untuk pertumbuhan eksplan
maksimum. Unsur organik dalam media MS seperti sukrosa atau
gula lain menambahkan ke dalam media untuk menyediakan
CO2.
Cara dan prosedur pembuatan larutan media stok (MS) :
a) Larutan Stok A
1. Memilih dan menimbang bahan yang digunakan
berdasarkan tabel yang telah disediakan.
2. Melarutkan semua bahan dalam 350 ml akuades pada
beaker glass dan mengaduk menggunakan stirrer magnetic.
3. Setelah semua bahan diaduk, menambahkan akuades pada
beaker glass sampai volume 500 ml

4. 100 ml larutan stok A dibutuhkan untuk membuat 1 L


larutan dalam media MS.
b) Larutan Stok B
1. Memilih dan menimbang bahan yang digunakan
berdasarkan tabel yang telah disediakan.
2. Melarutkan semua bahan dalam 350 ml akuades pada
beaker glass dan mengaduk menggunakan stirrer magnetic.
3. Setelah semua bahan diaduk, menambahkan akuades pada
beaker glass sampai volume 500 ml
4. 5 ml larutan stok B dibutuhkan untuk membuat 1 L larutan
dalam media MS.
c) Larutan Stok C
1. Memilih dan menimbang bahan yang digunakan
berdasarkan tabel yang telah disediakan.
2. Melarutkan semua bahan dalam 350 ml akuades pada
beaker glass. Mengaduk dan memanaskan dengan stirrer
untuk melarutkan unsur tersebut.
3. Setelah semua bahan diaduk, menambahkan akuades pada
beaker glass sampai volume 500 ml
4. Larutan tersebut dimasukkan ke dalam botol dan ditutup
menggunakan alumunium foil supaya terhindar dari cahaya
matahari langsung.
5. 50 ml larutan stok C dibutuhkan untuk membuat 1 L larutan
dalam media MS.
d) Larutan Stok D
1. Memilih dan menimbang bahan yang digunakan
berdasarkan tabel yang telah disediakan.
2. Melarutkan semua bahan dalam 350 ml akuades pada
beaker glass dan mengaduk menggunakan stirrer magnetic.
3. Setelah semua bahan diaduk, menambahkan akuades pada
beaker glass sampai volume 500 ml
4. 5 ml larutan stok B dibutuhkan untuk membuat 1 L larutan
dalam media MS.
e) Larutan Stok F
1. Larutan stok E (sitokinin) dapat membuat 1 mg l-1 Kinetin.
2. Melarutkan bubuk menggunakan HCl dalam 350 ml akuades
pada beaker glass dan mengaduk menggunakan stirrer
magnetic.

3. Ketika sudah larut, menambahkan akuades sampai volume


500 L dan mengaduk menggunakan stirrer.
4. Larutan stok F harus disimpan dalam pendingin (5oC)
5. 1 ml larutan stok B dibutuhkan untuk membuat 1 L larutan
dalam media MS.
f) Pembuatan MS Media
1. Melarutkan semua larutan yang dibutuhkan dari media MS
untuk setiap larutan stok
2. Ketika semua unsur sudah larut, tambahkan 30 gr sukrosa
dan tambahkan volume dengan akuades sampai 900 ml
kemudian aduk menggunakan stirrer.
3. Mengecek pH menggunakan pH meter.
4. Jika pH kurang dari 5,8 tambahkan NaOH sampai pH
mencapai 5,8
5. Jika pH lebih dari 5,8 tambahkan HCl sampai pH mencapai
5,8
6. Masak media yang telah siap dengan ditambahkan 8 gr
agar bubuk sampai mendidih
7. Memasukkan media yang telah mendidih ke dalam botol
kultur dan ditutup menggunakan plastik.
8. Media di autoklaf pada 121oC-126oC selama 15 menit.
9. Media yang sudah di autoklaf disimpan dalam rak inkubasi.

BAB III
METEDEOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, Tanggal 28 Maret 2015 pada
pukul 09.30 s/d selesai. Bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan
Agroteknologi Fakultas Pertanian, Lantai 3 Gedung H Universitas Cokroaminoto
Palopo.
3.2. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang di perlukan dalam praktikum Teknik Invitro tentang
Sterilisasi Aquades dan pembuatan Media Stok (MS) di antaranya yaitu: Botol
Kultur, Gelas ukur, pH Meter, Vitamin, Bahan kimia, Almunium Foil, Timbangan
Analitil, Botol Dura, dan Aquades.
Bahan kimia yang di gunakan dalam praktikum yang kami lakukan yaitu
KH2PO4, H3BO3, KI, NaMoO4 2H2O, CoCl2 6H2O
3.3. Metode
Medote yang di lakukan pada praktikum kali ini yaitu dengan cara :
1. Pertama tama di lakukan penimpangan setiap bahan dengan berat yang
telah di tentukan.
2. Pindahkan hasil timbangan pada gelas piala 600 ml yang bersih, yang telah
di bilas dengan aquades.
3. Kemudian tambahkan aquades secukupnya keudian aduk sampai rata.
4. Selanjutnya pindahkan larutan tersebut kedalam labu takar 4000 ml yang
suda di bilas aquades.
5. Tambahkan aquades sampai mencapai tanda tera.
6. Keringkan tanda tera bagian atas dengan menggunakan tisu
7. Penambahan bahan dilakukan dengan pipet sampai miniscus bawah
mencapai tanda tera
8. Larutan dicampur sampai merata dengan membolak balikkan labu takar
9. Pindahkan larutan pada botol Reagen yang bersih dan kering lalu di tutup
10. Beri label botol dengan keterangan:
Stok
:C
Nama Zat
: KH2PO4
= 17g

H3BO3
KI
NaMoO4 2H2O
CoCl2 6H2O
Tanggal Pembuatan

= 0,62g
= 0,083g
= 0,025g
= 0,0025g

: 28 Maret 2015

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.

Hasil

NNNO.
NAMA ALAT
1.
Batang Pengaduk

1.

Botol Dura

2.

Gelas Ukur

GAMBAR

4.2.

Pemba
hasan

Bahan-bahan kimia

Timbangan analitik

Alumunium foil

10

Larutan stok C mengandung CaCl2.2H2O sebanyak 0,0025g. Untuk


membuat larutan stok C dengan kapasitas , kita memerlukan 500 mg (0,0025g
mg x 50).
karena kami di dalam praktikum ini hanya membuat larutan stok C hanya
500 ml dengan kepekatan 50, maka kami hanya memerlukan CaCl2.2H2O sebanyak
0,0025g, NaMoO4 2H2O 0,025g, KI 0,083g, H3BO3 0,62g, KH2PO4 17g.
Pembuatan larutan stok C, yaitu dengan menimbang semua bahan kimia yang di
gunakan menggunakan timbangan analitik, kemudian memasukkannya ke dalam

botol ukur dan menambahkan akuades yang sudah di sterilkan dengn


menggunakan metode sterilisasi autoklaf sekitar 500ml, kemudian sambil diaduk
meggunakan batang pengaduk untuk melarutkannya sampai betul betul larut.
Setelah larutan stok terlarut sempurna, larutan persenyawaan tersebut dituangkan
pada botol Dura dan ditepatkan kembali volumenya dengan menggunakan
aquades sampai batas 500 ml. Setelah volumenya sudah ditepatkan maka larutan
stok tersebut di tutup rapat dan diberikan label dengan keterangan Nama Stok,
Bahan Penyusun Larutan dan ukuran bahannya masing masing, serta Tanggal
Pembuatannya.
BAB V
PENUTUP
5.1.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1) Media kultur jaringan merupakan faktor penting penentu


keberhasilan perbanyakan tanaman secara kultur jaringan. Media tanam harus
berisi semua zat yang diperlukan untuk menjamin kebutuhan eksplan. Bahanbahan yang diramu berisi campuran garam mineral sumber unsur makro dan
unsur mikro, gula, protein, vitamin, dan hormon tumbuhan. Berhasilnya kultur
jaringan banyak ditentukan selain kondisi aseptic juga oleh media tanam.
2) Dengan adanya larutan stok dapat memberi keuntungan antara lain yaitu
menghemat waktu pekerjaan, menimbang bahan media setiap kali ingin
membuat media, mengatasi kesulitan menimbang dalam konsentrasi kecil.
3) Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembuatan
larutan stok yang terdiri dari stok A-F melalui beberapa tahapan antara lain:

11

penimbangan persenyawaan, pelarutan senyawa kimia dengan menggunakan


aquades, penetapan volume akhir, dan pelabelan..
5.2.

Saran
Pembuatan larutan stok mikro dan stok mikro dalam media MS harus

dilakukan dengan teliti agar eksplan dapat tumbuh dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Hendaryono dan Ir Ari Wijayani, 2007. Teknik Kultur Jaringan.
Marlin, dkk. 2012. Penuntun Praktikum Kultur Jaringan. Fakultas Pertanian
Universitas Bengkulu, Bengkulu.
Yusnita, 2003. Kultur Jaringan Cara Memperbanyak Tanaman Srcara Efisien. P.T
Agromedia Pustaka, Tangerang.
Fardiaz. 1992. Cara Steilisasi Alat-alat dan Media Kultur Jarngan.
http://eshaflora.blogspot.com/2010/02/cara-sterilisasi-alat-alat-danmedia.html. 1 2 diakses pada tanggal 8 November 2012.
Daisy. 1994. Laporan Kultur Jaringan. http://blogspot.com/2012/02/laporankultur-jaringan-pembuatan-media_822.html. 1 2 diakses pada tanggal 8
November 2012.

12