Anda di halaman 1dari 47

Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh

dalam Sejarah
oleh Michael H. Hart
Indeks Iptek | Indeks Artikel
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

43 WERNER HEISENBERG 1901-1976


Ke tangan siapa Hadiah Nobel untuk bidang fisika jatuh di tahun
1932? Ke tangan Werner Heisenberg, ahli fisika Jerman. Tak ada
orang dapat Hadiah Nobel tanpa sebab-sebab yang jelas. Dan
sebab itu pun mesti luar biasa. Kalau sekedar penemu sih banyak,
dan rasanya sulit hadiah itu dikantonginya. Kenapa bisa
Heisenberg? Karena kreasi dan penemuannya dalam bidang
"kuantum mekanika." Ini bukan barang sembarangan. Ini salah
satu prestasi
penting dalam
seluruh
sejarah ilmu
pengetahuan.
Mekanika
--tiap orang
mafhum
belaka-adalah cabang
itmu fisika
yang
berhubungan
dengan
hukumhukum umum
ihwal gerak
sesuatu
benda. Dan
bukan cabang
sembarangan
cabang,
melainkan
cabang yang
punya bobot
fundamental
dalam dunia

ilmu pengetahuan.
Sejalan dengan kemajuan bertambah, kebutuhan pun meningkat.
Yang dirasa cukup hari ini akan terasa kurang besoknya. Tak
kecuali dalam hal mekanika. Pada tahun-tahun permulaan abad ke20 sudah mulai terasa dan makin lama makin nyata betapa hukum
yang berlaku di bidang mekanika tak mampu menjangkau dan
memaparkan tingkah laku partikel yang teramat kecil seperti atom,
apalagi partikel sub atom. Apabila hukum lama yang sudah
diterima umum dapat memecahkan permasalahan dengan
sempurna sepanjang menghadapi ihwal benda makroskopik (benda
yang jauh lebih besar ketimbang atom) tidaklah demikian halnya
jika berhadapan dengan benda yang teramat lebih kecil. Ini bukan
saja membikin pusing kepala tetapi sekaligus juga teka-teki yang
tak terjawab.
Di tahun 1925 Werner Heisenberg mengajukan rumus baru di
bidang fisika, suatu rumus yang teramat sangat radikal, jauh
berbeda dalam pokok konsep dengan rumus klasik Newton. Teori
rumus baru ini --sesudah mengalami beberapa perbaikan oleh
orang-orang sesudah Heisenberg--sungguh-sungguh berhasil dan
cemerlang. Rumus itu hingga kini bukan cuma diterima melainkan
digunakan terhadap semua sistem fisika, tak peduli yang macam
apa dan dari yang ukuran bagaimanapun.
Dapat dibuktikan secara matematik, sepanjang pengamatan hanya
dengan menggunakan sistem makroskopik melulu, perkiraan
kuantum mekanika berbeda dengan mekanika klasik dalam jumlah
yang terlampau kecil untuk diukur. (Atas dasar alasan ini,
mekanika klasik --yang secara matematik lebih sederhana daripada
kuanturn mekanika-- masih dapat dipakai untuk kebanyakan
perhitungan ilmiah). Tetapi, bilamana berurusan dengan sistem
dimensi atom, perkiraan tentang kuantum mekanika berbeda besar
dengan mekanika klasik. Percobaan-percobaan membuktikan
bahwa perkiraan mengenai kuantum mekanika adalah benar.
Salah satu konsekuensi dari teori Heisenberg adalah apa yang
terkenal --dengan rumus "prinsip ketidakpastian" yang
dirumuskannya sendiri di tahun 1927. Prinsip itu umumnya
dianggap salah satu prinsip yang paling mendalam di bidang
ilmiah dan paling punya daya jangkau jauh. Dalam praktek, apa
yang diterapkan lewat penggunaan "prinsip ketidakpastian" ini
adalah mengkhususkan batas-batas teoritis tertentu terhadap
kesanggupan kita membuat ukuran-ukuran ilmiah. Akibat serta
pengaruh dari sistem ini sangat dahsyat. Apabila hukum dasar
fisika menghambat seorang ilmuwan --bahkan dalam keadaan yang
ideal sekalipun-- mendapatkan pengetahuan yang cermat dari suatu
penyelidikan, ini disebabkan karena sifat-sifat masa depan dari
sistem itu tidak sepenuhnya bisa diramalkan. Menurut "prinsip

ketidakpastian," tak akan ada perbaikan pada peralatan ukur kita


yang akan mengijinkan kita mengungguli kesulitan, ini.
"Prinsip ketidakpastian" ini menjamin bahwa fisika, dalam
keadaannya yang lumrah, tak sanggup membikin lebih dari sekedar
dugaan-dugaan statistik. Seorang ilmuwan yang menyelidiki
radioaktivitas, misalnya, mungkin mampu menduga bahwa satu
dari setriliun atom radium, dua juta akan mengeluarkan sinar
gamma dalam waktu sehari sesudahnya.
Tetapi, Heisenberg sendiri tidak bisa menaksir apakah ada atom
radium yang khusus yang akan berbuat begitu. Dalam banyak hal
yang praktis, ini bukannya satu pembatasan yang ketat. Bilamana
menyangkut jumlah besar, metoda statistik sering mampu
menyuguhkan basis pijakan yang dapat dipercaya untuk sesuatu
langkah. Tetapi, jika menyangkut jumlah dari ukuran kecil, soalnya
jadi lain. Di sini "prinsip ketidakpastian" memaksa kita
menghindar dari gagasan sebab-akibat fisika yang ketat. Ini
mengedepankan suatu perubahan yang amat mendasar dalam
pokok filosofi ilmiah. Begitu mendasarnya sampai-sampai
ilmuwan besar Einstein tak pernah mau terima prinsip ini. "Saya
tidak percaya," suatu waktu Einstein berkata, "bahwa Tuhan mainmain dengan kehancuran alam semesta."
Tetapi, ini pada hakekatnya sebuah pertanda bahwa ahli-ahli fisika
yang paling modern merasa perlu menerimanya.
Jelaslah sudah, dari sudut teori kuantum, dan pada tingkat lebih
lanjut bahkan lebih besar dari "teori relativitas," telah merombak
konsep dasar kita tentang dunia fisik. Tetapi, konsekuensi teori ini
tidaklah semata bersifat filosofis.
Diantara penggunaan praktisnya, dapat dilihat pada peralatan
modern seperti mikroskop elektron, laser dan transistor. Teori
kuantum juga secara luas digunakan dalam bidang fisika nuklir dan
tenaga atom. Ini membentuk dasar pengetahuan kita tentang
bidang "spectroscopy" (alat memprodusir dan meneliti spektra
cahaya), dan ini digunakan secara luas di sektor astronomi dan
kimia. Dan juga dimanfaatkan dalam penyelidikan teoritis dalam
masalah yang topiknya beraneka ragam seperti kualitas khusus
cairan belium, dasar susunan intern binatang-binatang, daya
penambahan kekuatan magnit, dan radio aktivitas.
Werner Heisenberg lahir di Jerman tahun 1901. Dia terima gelar
doktor dalam bidang fisika teoritis dari universitas Munich tahun
1923. Dari tahun 1924 sampai 1927 dia kerja di Kopenhagen
bersama ahli fisika besar Denmark, Niels Bohr. Kertas kerja
penting pertamanya tentang ihwal kuantum mekanika diterbitkan
tahun 1925 dan rumusnya tentang "prinsip ketidakpastian" keluar

tahun 1927. Heisenberg meninggal tahun 1976 dalam usia tujuh


puluh empat tahun. Dia hidup bersama isteri dan tujuh anak.
Dari sudut arti penting kuantum mekanika, para pembaca mungkin
heran apa sebab Heisenberg tidak ditempatkan lebih tinggi dari
nomornya sekarang. Tetapi perlu diingat, Heisenberg bukanlah
satu-satunya ilmuwan penting yang berhubungan dengan
pengembangan kuantum mekanika. Sumbangan pikiran penting
telah diberikan oleh beberapa pendahulu yang tenar seperti Max
Planck, Albert Einstein, Niels Bohr, dan ilmuwan Perancis Louis
Broglie. Sebaris tambahan masih bisa ditulis di sini seperti
ilmuwan Austria Erwin Schrodinger, ahli Inggris P.A.M. Dirac.
Semua mereka ini turut memberi sumbangan yang amat membantu
bagi teori kuanturn pada tahun-tahun tak lama sesudah Heisenberg
menerbitkan kertas kerjanya yang bermakna besar laksana sperma
buat kesuburan ilmu pengetahuan. Namun begitu, saya pikir
Heisenberg-lah tokoh yang paling utama dalam pengembangan
mekanika kuantum ini dan atas dasar itulah dia layak diberi tempat
urutan tinggi dalam buku ini.

Situs Web

http://www.aip.org/history/heisenberg/p01.htm

http://www.dhm.de/lemo/html/biografien/HeisenbergWerne
r/

http://www-groups.dcs.stand.ac.uk/~history/Mathematicians/Heisenberg.html

http://media.isnet.org/iptek/100/Heisenberg.html
Deret Balmer
Spektrum garis membentuk suatu deretan warna cahaya dengan Panjang gelombang yang berbeda.
Untuk gas hidrogen yang merupakan atom yang paling sederhana , deret panjang gelombang ini
ternyata mempunyai pola tertentu yang dapat di nyatakan dalam bentuk persamaan matematis.
seorang guru matematika swish bernama Balmer menyatakan deret untuk gas hidrogen sebagai
persamaan berikut ini . Selanjutnya deret ini disebut sebagai deret Balmer.
= 364,6 ( n2 / n2 4)
Di mana panjang gelombang dinyatakan dalam satuan nanometer (nm)

Beberapa orang lain kemudian menemukan deret deret yang lain selain deret balmer, sehingga
dikenal adanyab deret leyman, deret paschen, bracket. Pola deret deret ini ternyata serupa dan dapat
dirangkum dalam satu persamaan. Persamaan ini disebut deret spektrum hidrogen.
1/ = R (1/m2 -1/n2)
dimana R adalah konstanta Rydberg yang nilainya 1,097 x 107 m -1.
Dalam model atom Rutherford, elektrin berputar mengelilingi inti atom dalam lintasan atau orbit.
Elektron yang berputar dalam lintasan seolah olah bergerak melingkar sehingga mengalami
percepatan dalam geraknya. Menurut teeori elektromagnetik, elektron yang mengalami bpercepatan
akan akan memancarkan gelombang elektromagnetik secara komntinu. Ini berarti elektron lama
kelamaan akan kehabisan energi dan jatuh dalam tarikan inti atom. ini berarti elektron tidak stabil. Di
pihak lain, elektron memancarkan energi secara kontinu dalam spektrim kontinu.

HIPOTESIS LOUIS DE BROGLIE


DUALISME GELOMBANG PARTIKEL
Salah satu kelemahan dari teori atom Niels Bohr, yaitu tidak dapat menjelaskan
mengapa elektron hanya boleh berada pada tingkat energi tertentu. Pertanyaan itu
baru dapat dijelaskan setelah Louis de Broglie, seorang ahli fisika dari Perancis,
mengemukakan gagasanya tentang gelombang materi.

Pada tahun 1924, Louis de Broglie, menjelaskan bahwa cahaya dapat berada
dalam suasana tertentu yang terdiri dari partikel-partikel, kemungkinan berbentuk
partikel pada suatu waktu sehingga untuk menghitung panjang gelombang satu
partikel diperoleh:

Hipotesis de Broglie terbukti benar dengan ditemukannya sifat gelombang dari


elektron. Elektron mempunyai sifat difraksi seperti halnya sinarX. Sebagai akibat
dari dualisme sifat elektron sebagai materi dan sebagai gelombang, maka lintasan
elektron yang dikemukakan Bohr tidak dapat dibenarkan. Gelombang

tidak

bergerak menurut suatu garis, melainkan menyebar pada suatu daerah tertentu.
Partikel yang bergerak memiliki sifat gelombang. Fakta yang mendukung teori ini
adalah petir dan kilat. Pernahkan Anda mendengar bunyi petir dan melihat kilat
ketika hujan turun? Manakah yang lebih dulu terjadi, kilat atau petir?

Kilat akan lebih dulu terjadi daripada petir. Kilat menunjukan sifat gelombang
berbentuk cahaya, sedangkan petir menunjukan sifat pertikel berbentuk suara.
Hipotesis de Broglie dibuktikan oleh C. Davidson an LH Giermer (Amerika Serikat)
dan GP Thomas (Inggris).
Prinsip dualitas inilah menjadi titik pangkal berkembangnya mekanika kuantum oleh
Erwin Schrodinger.

Werner Heisenberg - Merumuskan Prinsip Teori


Ketidakpastian
POSTED BY MUHAMAD NURDIN FATHURROHMAN POSTED ON 12:30 PM

Werner Heisenberg
Nama lahir:
Werner Karl Heisenberg
Tanggal lahir:
5 Desember 1901 Wrzburg, Bavaria, Kekaisaran Jerman
Meninggal :
1 Februari 1976 (umur 74) Munich, Bavaria, Jerman Barat
Tempat peristirahatan:
Munich Waldfriedhof
Kebangsaan:
Jerman
Bidang:
Fisika Teoritis
Lembaga:
University of Gttingen University of Copenhagen University of Leipzig
University of Berlin
University of Munich
Alma mater:
University of Munich
Penasihat Doktor
Arnold Sommerfeld

Penasehat akademik lainnya:Niels Bohr Max Born


Doktor siswa:
Felix Bloch, Edward Teller, Rudolf E. Peierls, Reinhard Oehme, Friedwardt, Winterberg,
Peter Mittelstaedt, Serban ieica ( de / la / ro ) Ivan Supek, Erich Bagge, Hermann
Arthur Jahn, Raziuddin Siddiqui, Heimo Dolch, Hans Heinrich Euler, Edwin Gora,
Bernhard Kockel, Arnold Siegert, Wang Foh-san, Karl Ott
Siswa terkenal lainnya:
William Vermillion Houston, Guido Beck, Ugo Fano
Dikenal:
Pencetus mekanika kuantum modern
Dipengaruhi oleh:
Robert Dpel, Carl Friedrich von Weizscker
Penghargaan:
Nobel dalam Fisika (1932) Max Planck Medal (1933)
Istri:
Elisabeth Schumacher (1937-1976)
Werner Karl Heisenberg adalah seorang ahli fisika teoritis Jerman dan salah satu pencipta
utama dari mekanika kuantum modern (Mekanika adalah cabang ilmu fisika yang berhubungan
dengan hukum-hukum umum gerak suatu benda). Ia menerbitkan karyanya pada tahun 1925
dalam sebuah terobosan kertas. Pada 1927 ia menerbitkan bukunya "prinsip ketidakpastian".
Heisenberg dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika untuk 1932 "untuk penciptaan
mekanikamax kuantum. Ia juga membuat kontribusi penting untuk teori hidrodinamika aliran
turbulen, inti atom, ferromagnetism, sinar kosmik, dan partikel-partikel sub-atomik, dan ia
berperan dalam perencanaan reaktor nuklir di Karlsruhe pertama di Jerman Barat, bersamasama dengan riset reaktor di Munich, pada tahun 1957.
Setelah Perang Dunia II, ia diangkat sebagai direktur dari Institut Kaiser Wilhelm untuk Fisika,
yang berganti nama menjadi Institut Max Planckuntuk Fisika. Dia adalah direktur lembaga itu
sampai pindah ke Munich pada tahun 1958, ketika itu diperluas dan berganti nama menjadi
Institut Max Planck untuk Fisika dan Astrofisika.
Heisenberg juga presiden Jerman Research Council, Ketua Komisi Fisika Atom, ketua Kelompok
Kerja Fisika Nuklir, dan presiden Alexander von Humboldt Foundation.

Kehidupan dan karier


Werner Heisenberg lahir 5 Desember 1901 di Wrzburg, Bavaria, Kekaisaran Jerman. Dia
belajar fisika dan matematika 1920-1923 di Ludwig-Maximilians-Universitt Mnchen dan GeorgAugust-Universitt Gttingen. Di Munich ia belajar di bawah asuhan Arnold Sommerfeld dan
Wilhelm Wien. Pada Gttingen, ia belajar fisika dengan Max Born dan James Franck, dan dia
belajar matematika dengan David Hilbert.

Dia terima gelar doktor dalam bidang fisika teoritis dari universitas Munich tahun 1923. Dari
tahun 1924 sampai 1927 dia kerja di Kopenhagen bersama ahli fisika besar Denmark, Niels
Bohr. Kertas kerja penting pertamanya tentang ihwal kuantum mekanika diterbitkan tahun 1925
dan rumusnya tentang "prinsip ketidakpastian" keluar tahun 1927. Heisenberg meninggal 1
Februari 1976 (umur 74) di Munich, Bavaria, Jerman Barat. Dia hidup bersama isteri dan tujuh
anak.

Teori Prinsip Ketidakpastian


Pada tahun 1925 Werner Heisenberg mengajukan rumus baru di bidang fisika, suatu rumus
yang sangat radikal, jauh berbeda dengan konsep dari rumus klasik Newton. Teori rumus baru ini
--sesudah mengalami beberapa perbaikan oleh orang-orang sesudah Heisenberg-- berhasil dan
cemerlang. Hingga kini Rumus itu diterima dan digunakan dalam semua sistem fisika.
Salah satu konsekuensi dari teori Heisenberg adalah apa yang terkenal --dengan rumus "prinsip
ketidakpastian" yang dirumuskannya sendiri di tahun 1927. Prinsip itu umumnya dianggap salah
satu prinsip yang paling mendalam di bidang ilmiah dan paling punya daya jangkau jauh. Dalam
praktek, apa yang diterapkan lewat penggunaan "prinsip ketidakpastian" ini adalah
mengkhususkan batas-batas teoritis tertentu terhadap kesanggupan kita membuat ukuranukuran ilmiah. Akibat serta pengaruh dari sistem ini sangat dahsyat. Apabila hukum dasar fisika
menghambat seorang ilmuwan --bahkan dalam keadaan yang ideal sekalipun-- mendapatkan
pengetahuan yang cermat dari suatu penyelidikan, ini disebabkan karena sifat-sifat masa depan
dari sistem itu tidak sepenuhnya bisa diramalkan. Menurut "prinsip ketidakpastian," tak akan ada
perbaikan pada peralatan ukur kita yang akan mengijinkan kita mengungguli kesulitan, ini.
Prinsip Ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa adalah (hampir) tidak mungkin untuk
mengukur dua besaran secara bersamaan, misalnya posisi dan momentum suatu partikel.
"Prinsip ketidakpastian" ini menjamin bahwa fisika, dalam keadaannya yang lumrah, tak sanggup
membuat lebih dari sekedar dugaan-dugaan statistik. misalnya seorang ilmuwan yang
menyelidiki radioaktivitas, mungkin mampu menduga bahwa satu dari setriliun atom radium, dua
juta akan mengeluarkan sinar gamma dalam waktu sehari sesudahnya.
Tetapi, Heisenberg sendiri tidak bisa menaksir apakah ada atom radium yang khusus yang akan
berbuat begitu. Dalam banyak hal yang praktis, ini bukannya satu pembatasan yang ketat.
Bilamana menyangkut jumlah besar, metoda statistik sering mampu menyuguhkan basis pijakan
yang dapat dipercaya untuk suatu loangkah. Tetapi, jika menyangkut jumlah dari ukuran kecil,
soalnya jadi lain. Di sini "prinsip ketidakpastian" memaksa kita menghindar dari gagasan sebabakibat fisika yang ketat. Ini mengedepankan suatu perubahan yang amat mendasar dalam pokok
filosofi ilmiah. Begitu mendasarnya sampai-sampai ilmuwan besar Einstein tak pernah mau
menerima prinsip ini. "Saya tidak percaya," suatu waktu Einstein berkata, "bahwa Tuhan mainmain dengan kehancuran alam semesta."
Tetapi, ini pada hakekatnya sebuah pertanda bahwa ahli-ahli fisika yang paling modern merasa
perlu menerimanya. Jelaslah sudah, dari sudut teori kuantum, dan pada tingkat lebih lanjut

bahkan lebih besar dari "teori relativitas," telah merombak konsep dasar kita tentang dunia fisik.
Tetapi, konsekuensi teori ini tidaklah semata bersifat filosofis.
Penggunaan kuantum dapat dilihat pada peralatan modern seperti mikroskop elektron, laser dan
transistor. Teori kuantum juga secara luas digunakan dalam bidang fisika nuklir dan tenaga atom.
Ini membentuk dasar pengetahuan kita tentang bidang "spectroscopy" (alat pembuat dan
meneliti spektrum cahaya), dan ini digunakan secara luas di sektor astronomi dan kimia. Dan
juga dimanfaatkan dalam penyelidikan teoritis dalam masalah yang topiknya beraneka ragam
seperti kualitas khusus cairan belium, dasar susunan intern binatang-binatang, daya
penambahan kekuatan magnit, dan radio aktivitas.

Teori Kuantum Max Planck dan Hipotesis Louis de Broglie


Kata Kunci: Hipotesis Louis de Broglie, Max Planck, teori kuantum
Ditulis oleh Budi Utami pada 17-12-2011

Teori Kuantum Max Planck


Max Planck, ahli fisika dari Jerman, pada tahun 1900 mengemukakan teori kuantum. Planck
menyimpulkan bahwa atom-atom dan molekul dapat memancarkan atau menyerap energi hanya
dalam jumlah tertentu. Jumlah atau paket energi terkecil yang dapat dipancarkan atau diserap
oleh atom atau molekul dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Planck
menemukan bahwa energi foton (kuantum) berbanding lurus dengan frekuensi cahaya.

dengan

Salah satu fakta yang mendukung kebenaran dari teori kuantum Max Planck adalah efek
fotolistrik, yang dikemukakan oleh Albert Einstein pada tahun 1905. Efek fotolistrik adalah
keadaan di mana cahaya mampu mengeluarkan elektron dari permukaan beberapa logam (yang
paling terlihat adalah logam alkali) (James E. Brady, 1990).
Susunan alat yang dapat menunjukkan efek fotolistrik ada pada gambar 1.1. Elektrode negatif
(katode) yang ditempatkan dalam tabung vakum terbuat dari suatu logam murni, misalnya
sesium. Cahaya dengan energi yang cukup dapat menyebabkan elektron terlempar dari
permukaan logam.
Elektron tersebut akan tertarik ke kutub positif (anode) dan menyebabkan aliran listrik melalui
rangkaian tersebut.

Percobaan Efek Fotolistrik Memperlihatkan susunan alat yang menunjukkan efek fotolistrik,
Seberkas cahaya yang ditembakkan pada permukaan pelat logam akan menyebabkan logam
tersebut melepaskan elektronnya.Elektron tersebut akan tertarik ke kutub positif dan

menyebabkan aliran listrik melalui rangkaian tersebut. Sumber: General Chemistry, Principles &
Structure, James E. Brady, 5th ed, 1990.
Einstein menerangkan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel foton yang energinya sebanding
dengan frekuensi cahaya. Jika frekuensinya rendah, setiap foton mempunyai jumlah energi yang
sangat sedikit dan tidak mampu memukul elektron agar dapat keluar dari permukaan logam. Jika
frekuensi (dan energi) bertambah, maka foton memperoleh energi yang cukup untuk melepaskan
elektron (James E. Brady, 1990). Hal ini menyebabkan kuat arus juga akan meningkat. Energi
foton bergantung pada frekuensinya.

dengan:
h = tetapan Planck (6,626 1034 J dt)
c = kecepatan cahaya dalam vakum (3 108 m det1)
= panjang gelombang (m)
Hipotesis Louis de Broglie
Pada tahun 1924, Louis de Broglie, menjelaskan bahwa cahaya dapat berada dalam suasana
tertentu yang terdiri dari partikel-partikel, kemungkinan berbentuk partikel pada suatu waktu,
yang memperlihatkan sifat-sifat seperti gelombang (James E Brady, 1990). Argumen de Broglie
menghasilkan hal sebagai berikut.
Einstein : E = mc2
Max Planck :

sehingga untuk menghitung panjang gelombang satu partikel diperoleh:

= panjang gelombang (m)


m = massa partikel (kg)
_ = kecepatan partikel (m/s)
h = tetapan Planck (6,626 1034 Joule s)
Hipotesis de Broglie terbukti benar dengan ditemukannya sifat gelombang dari elektron. Elektron
mempunyai sifat difraksi seperti halnya sinarX. Sebagai akibat dari dualisme sifat elektron
sebagai materi dan sebagai gelombang, maka lintasan elektron yang dikemukakan Bohr tidak

dapat dibenarkan. Gelombang tidak bergerak menurut suatu garis, melainkan menyebar pada
suatu daerah tertentu.

Teori Atom Mekanika Kuantum Werner Heisenberg, Erwin Schrodinger - Teori atom mengalami
perkembangan mulai dari teori atom John Dalton, teori atom teori atom Joseph John Thomson, teori
atom Ernest Rutherford, dan Teori ATom Niels Henrik David Bohr. Perkembangan teori atom
menunjukkan adanya perubahan konsep susunan atom dan reaksi kimia antar atom. Kelemahan
model atom yang dikemukakan Rutherford disempurnakan oleh Niels Henrik David Bohr. Bohr
mengemukakan gagasannya tentang penggunaan tingkat energi elektron pada struktur atom. Model
ini kemudian dikenal dengan model atom Rutherford-Bohr. Tingkat energi elektron digunakan untuk
menerangkan terjadinya spektrum atom yang dihasilkan oleh atom yang mengeluarkan energi berupa
radiasi cahaya.

Gambar 1. Spektrum emisi natrium dan hidrogen dalam daerah yang dapat dilihat dengan
spektrum yang lengkap.

Penjelasan mengenai radiasi cahaya juga telah dikemukakan oleh Max Planck pada tahun 1900. Ia
mengemukakan teori kuantum yang menyatakan bahwa atom dapat memancarkan atau menyerap
energi hanya dalam jumlah tertentu (kuanta). Jumlah energi yang dipancarkan atau diserap dalam
bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Adapun besarnya kuantum dinyatakan dalam
persamaan berikut.
E = hc /
Keterangan:
E = energi radiasi (Joule = J)
h = konstanta Planck (6,63 x 1034 J.s)
c = cepat rambat cahaya di ruang hampa (3 x

108 ms-1)

= panjang gelombang (m)


Dengan Teori Kuantum, kita dapat mengetahui besarnya radiasi yang dipancarkan maupun yang
diserap. Selain itu, Teori Kuantum juga bisa digunakan untuk menjelaskan terjadinya spektrum atom.
Perhatikan spektrum atom hidrogen berikut.

Gambar 2. Spektrum gas hidrogen.

Pada Gambar 2, dapat dilihat bahwa percikan listrik masuk ke dalam tabung gelas yang mengandung
gas hidrogen. Sinar yang keluar dari atom H (setelah melalui celah) masuk ke dalam prisma,
sehingga sinar tersebut terbagi menjadi beberapa sinar yang membentuk garis spektrum. Ketika sinar
itu ditangkap oleh layar, empat garis yang panjang gelombangnya tertera pada layar adalah bagian
yang dapat dilihat dari spektrum gas hidrogen.
Salah satu alasan atom hidrogen digunakan sebagai model atom Bohr adalah karena hidrogen
mempunyai struktur atom yang paling sederhana (satu proton dan satu elektron) dan menghasilkan
spektrum paling sederhana. Model atom hidrogen ini disebut solar system (sistem tata surya), di
mana elektron dalam atom mengelilingi inti pada suatu orbit dengan bentuk, ukuran, dan energi yang
tetap.

Gambar 3. Model Atom Bohr.

Semakin besar ukuran suatu orbit, semakin besar pula energi elektronnya. Keadaan ini dipengaruhi
oleh adanya gaya tarik-menarik antara proton dan elektron. Dengan menggunakan model atom
hidrogen, Bohr menemukan persamaan energi elektron sebagai berikut.
E = -A / n2
Keterangan :
A = 2,18 x 1018 J
A adalah suatu konstanta yang diperoleh dari konstanta Planck = 6,63 X

1034 J.s, massa, dan

muatan elektron (Brady, 1999, hlm. 280)


n = bilangan bulat yang menunjukkan orbit elektron = 1, 2, 3, , 8
[Tanda negatif menunjukkan orbit mempunyai energi paling rendah (harga n = 1) dan paling tinggi
(harga n = 8)].
Pada atom hidrogen, elektron berada pada orbit energi terendah (n = 1). Jika atom bereaksi, elektron
akan bergerak menuju orbit dengan energi yang lebih tinggi (n = 2, 3, atau 4). Pada saat atom berada
pada orbit dengan energi yang lebih tinggi, atom mempunyai sifat tidak stabil yang menyebabkan
elektron jatuh ke orbit yang memiliki energi lebih rendah. Perpindahan tersebut menjadikan elektron
mengubah energinya dalam jumlah tertentu. Besar energi tersebut sama dengan perbedaan energi
antarkedua orbit yang dilepaskan dalam bentuk foton dengan frekuensi tertentu.

Gambar 4. Perpindahan elektron dari satu tingkat energi ke tingkat energi lainnya menyebabkan
energi elektron berubah dalam jumlah tertentu.

Meskipun teori atom Niels Bohr mampu menerangkan spektrum gas hidrogen dan spektrum atom
berelektron tunggal (seperti

He+ dan Li2+), tetapi tidak mampu menerangkan spektrum atom

berelektron lebih dari satu. Oleh karena itu, dibutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai gerak
partikel (atom).
Pada tahun 1924, ahli fisika dari Perancis bernama Louis de Broglie mengemukakan bahwa partikel
juga bersifat sebagai gelombang. Dengan demikian, partikel mempunyai panjang gelombang yang
dinyatakan dengan persamaan berikut.
= h / p = h/mv
Keterangan :
= panjang gelombang (m)
h = tetapan Planck (6,63 x 1034 J.s)
p = momentum (m2s-1)
m = massa partikel (kg)
v = kecepatan partikel (ms-1)
Berdasarkan persamaan de Broglie, diketahui bahwa teori atom Bohr memiliki kelemahan.
Kelemahan itu ada pada pernyataan Bohr yang menyebutkan bahwa elektron bergerak mengelilingi
inti atom pada lintasan tertentu berbentuk lingkaran. Padahal, elektron yang bergerak mengelilingi inti
atom juga melakukan gerak gelombang. Gelombang tersebut tidak bergerak sesuai garis, tetapi
menyebar pada suatu daerah tertentu. Selanjutnya, pada tahun 1927, Werner Heisenberg
menyatakan bahwa kedudukan elektron tidak dapat diketahui dengan tepat. Oleh karena itu, ia
menganalisis kedudukan elektron (x) dengan momentum elektron (p) untuk mengetahui kedudukan
elektron.
Hasil analisis Heisenberg, yaitu selalu terdapat ketidakpastian dalam menentukan kedudukan
elektron yang dirumuskan sebagai hasil kali ketidakpastian kedudukan x dengan momentum p.
Satu hal yang perlu diingat adalah hasil kali keduanya harus sama atau lebih besar dari tetapan
Planck. Persamaan ini dikenal sebagai prinsip ketidakpastian Heisenberg yang dirumuskan sebagai
berikut.
x.p h
Keterangan :
x = ketidakpastian kedudukan
p = ketidakpastian momentum
h = tetapan Planck
Selain Werner Heisenberg, ada juga ilmuwan yang menunjukkan kelemahan teori atom Bohr. Pada
tahun 1927, Erwin Schrodinger menyempurnakan teori atom yang disampaikan oleh Bohr. Dari
penyelidikan terhadap gelombang atom hidrogen, Schrodinger menyatakan bahwa elektron dapat

dianggap sebagai gelombang materi dengan gerakan menyerupai gerakan gelombang. Teori ini lebih
dikenal dengan mekanika gelombang (mekanika kuantum).
Teori model atom Schrodinger memiliki persamaan dengan model atom Bohr berkaitan dengan
adanya tingkat energi dalam atom. Perbedaannya yaitu model atom Bohr memiliki lintasan elektron
yang pasti. Sedangkan pada model atom Schrodinger, lintasan elektronnya tidak pasti karena
menyerupai gelombang yang memenuhi ruang (tiga dimensi). Fungsi matematik untuk persamaan
gelombang dinyatakan sebagai fungsi gelombang [ dibaca psi (bahasa Yunani)] yang menunjukkan
bentuk dan energi gelombang elektron.
Berdasarkan teori yang disampaikan oleh Schrodinger, diketahui bahwa elektron menempati lintasan
yang tidak pasti sehingga elektron berada pada berbagai jarak dari inti atom dan berbagai arah dalam
ruang. Jadi, daerah pada inti atom dengan kemungkinan terbesar ditemukannya elektron dikenal
sebagai orbital.

Transformasi Laplace & Deret Fourier


Apa terdengar asing dengan nama di atas? Saya juga tidak kenal
dengan Laplace dan Fouriertapi sumbangan mereka pada matematika disktrit sangat
diakui. Laplace mengembangkan metodenyasendiri guna memecahkan suatu persamaan
diferensial, sedangkan Fourier menstransformasikan bentuk kurva agar
saling menyambung dengan memecahkannya melalui deret Fourier. Orang-orang hebat
yang sangat jenius.
Berikut salah satu pertanyaan yang ada pada UAS:
y + 16y = 8 cos 4t, y(0) = y(0) = 0
Penyelesaian menggunakan Transformasi Laplace:
(dibaca Laplace, saya kesulitan mencari simbol yang mendekati)
Turunan dalam bentuk Laplace
y = y
y = sy y(0)
y = s2y sy(0) y'(0)
Sehingga
y + 16y = 8 cos 4t
( y + 16y) = (8 cos 4t)
y + 16y = 8 (s/s2 + 42)
(s2y sy(0) y'(0) )+ 16y = 8 (s/s2 + 42)
y(s2 + 16) = 8 (s/s2 + 42)
y = 8 (s/s2 + 42) * 1/(s2 + 16)
y = 8 (s/s2 + 42) * 1/(s2 + 42)
y = 8s/( s2 + 42) 2
y = 8 cos 4t

GELOMBANG DE BROGLIE
Louis Victor duc De Broglie ( 1892 - 1987 ) adalah ahli fisika murni Perancis, Penemu sifat gelombang
electron, pengarang, guru besar, doctor, pemenang Hadiah Nobel, Anggota Lembaga Ilmu Pengetahuan
Perancis dan Inggris, bangsawan. Ia lahir di Dieppe, Perancis, pada tanggal 15 Agustus 1892 dan
meninggal di Paris, Perancis pada tanggal 19 Maret 1987. Ia keturunan orang bangsawan yang
berkedudukan tinggi di Perancis. Broglie sebenarnya nama kota kecil di Normandia. Kemudian nama ini
berubah jadi nama keluarga. Sejak abad ke- 17 dari keluarga ini muncul tokoh-tokoh militer, politik dan
diplomat terkenal.Dalam buku pelajaran fisika De Broglie dipakai sebagai nama ahli fisika yang
mengajukan hipotesis, bahwa electron bersifat gelombang. De Broglie hanya membuat hepotesis atau teori.
Ia tidak pernah dan tidak suka mengadakan eksperimen. Ia tidak pernah membuktikan, bahwa elektron
bersifat sebagai gelombang. Tapi karena kemudian ternyata bahwa teorinya benar, maka pada tahun 1929
ia mendapat Hadiah Nobel untuk fisika. Peristiwa itu membuktikan bahwa intuisi kadang-kadang berada di
atas akal sehat dan eksperimen. Bagaimana asal mulanya De Broglie menemukan hipotesis itu?. Mulamula De Broglie ingin jadi diplomat. Maka ia bersekolah dan kuliah di jurusan sejarah. Pada umur 17
tahun ia berhasil mendapat gelar di bidang sejarah. Tapi tiba-tiba ia mendengar tentang penemuan Max
Planck dan Albert Einstein. Max Planck menemukan foton. Einstein menemukan, bahwa massa sama
dengan energi. Sejak itu De Broglie sangat tertarik pada fisika. Maka pada umur 18 tahun ia masuk
Universitas Sorbonne jurusan fisika teori. Empat tahun kemudian pecah Perang Dunia I (1914 1918). De
Broglie diangkat jadi petugas radio di menara Eiffel. Di sini ia berhadapan langsung dengan gelombang
radio. Pikirannya penuh dengan pertanyaan tentang gelombang. Sesudah perang selesai, ia melanjutkan
kuliahnya.

Pada tahun 1923 A.H. Compton menemukan bahwa cahaya memiliki sifat kembar sebagai gelombang dan
sebagai partikel. Penemuan ini menyebabkan De Broglie berpikir sebagai berikut, Kalau cahaya bersifat
gelombang dan partikel, maka partikelpun dapat bersifat gelombang! Hipotesis ini dibuktikan
kebenarannya oleh Clinton Davisson dan Lester Germer pada tahun 1927. Keduanya ahli fisika Amerika
Serikat. De Broglie menyatakan bahwa partikel-partikel seperti electron, proton dan netron mempunyai
sifet dualisme, yakni gelombang dan partikel. Ide tersebut dinyatakn sebagai berikut:Suatu partikel yang
bergerak dengan momentum p dikendalikan oleh suatu gelombang yang panjang gelombangnya
memenuhi hubungan:
=hp
Gelombang yang mengendalikan gerakan dari partikel-partikel [ p=h] disebut gelombang De
Broglie.Dalam kehidupan sehari-hari postulat De Broglie tidak banyak perannya karena menyangkut
ukuran-ukuran yang sangat kecil.
Contoh:
1.Seorang dengan berat badan 60kg mengendarai sepeda motor dengan kecepatan 60km/jam, berat sepeda
motor 100 kg. berapakan panjang gelombang De Broglie!Jawab:Momentum linier total P = ( m0 = ms) 60
kg .Km/jam
= (60 + 100) 60kg.Km/jam
= 2,67 x 103 kg m/s
Panjang gelombang de Broglie-nya:
= hp = 6,63 x10-34 2,67 x 103 = 2,5 x 10-37

2.Suatu electron melampaui beda potensial 10kV antara katoda dan anoda dalam tabung sinar-X.
berapakah panjang gelombang tepat sebelum mengenai anoda tersebut!
Jawab:
Ek = 21mo V2 = eV
V = (2eVmo)1/2 = (2 x 1,6 x 10-19 x 1049,1 x 10-3)1/2
= 5,9 x 107 m/s
Momentum linear P = mo V
P = (9,1 x 10-31) x (5,9 x 107)
= 5,4 x 10-23 kg m/s
Panjang gelombang de Broglie dari elektron:
= hp = 6,63 x 10-345,4 x 10-23
= 1,23 x 10-11 m
= 0,12
Dari kedua contoh diatas, pada contoh pertama nilai = 2,5 x 10-37m tidak bermakna dalam kenyataan
sehari tetapi pada contoh kedua = 0,12 cukup bermakna untuk electron itu. Oleh karena itu sifat
gelombangnya tidak dapat diabaikan.

Fungsi gelombang
Andaikan suatu partikel mempunyai momentum linear p, maka gelombang yang dihubungkan dengan
momentum linear itu akan mempunyai gelombang =h/p ini berarti gelombangnya harus berupa suatu
gelombang datar yang mempunyai bentuk;
(x,t) = Ae x p [1 (kx - t)]
A adalah amplitude
k = 2
P = h
Maka P = k2h = k
Dimana = h2
Kecepatan Gelombang de Broglie
Bila kita memberi lambaing kecepatan gelombang De broglie w, kita boleh menetapkan rumus :
w = /
panjang gelombang merupakan panjang gelombang De broglie = h/m, untuk mendapatkan frekuensinya
kita menyamakan persamaan kuantum E = h dengan rumus realitifistik untuk energi total E = mc 2 untuk
mendapatkan;
h = mc2
= mc2 /h
Sehinga persamaan De broglie menjadi :
w = = mc2/h x h/mv = c2/v

Keterangan :
= fungsi gelombang
P= momentum
= panjang gelombang
A = amplitudo

h = tetapan Planck
Kecepatan fase dan kecepatan group
Y1= A cos (wt kx)
Y2= A cos [(w + dw)t - (k + dk)x]
Dengan mengingat :
cos+cos=2cos12+cos12-
Kita dapatkan y = y1 + y2s
y = 2A cos (wt kx) cos (dw2 t - dk2 x)
Persamaan tersebutmenyatakan gelombang yang berfrekuensi sudut dan bilangan gelombang k yang
termodulasi dengan frekuensi sudut d dan bilangan gelombang dk efek modulasi ini menimbulkan
menghasilkan group gelombang yang berbaris seperti pada gambar, kecepatan fasa w besarnya :
w= /k
sedanglkan kecepatan group gelombangnya:
u= w /dk
Jika kecepatan fasa wsama untuk setiap panjang gelombang maka kecepatan group dan kecepatan fasanya
sama.
Frekuensi sudut dan bilangan gelombang dari gelombang De broglie yang berpautan dengan sebuah benda
dengan massa diam m0 yang bergerak dengan kecepatan v ialah:
w = 2 = 2mc2/ h
=2m0 c2h1-v 2c2
dan
k = 2/ = 2mv/h = 2m0 vh1-v 2c2
keduanya dan k merupakan fungsi dari kecepatan v, kecepatan fasa seperti yang kita dapatkan:
w =/k = c2/v
kecepatan group u dari gelombang de Broglie yang berkaitan dengan benda itu ialah:
u= dw/dk = dw/dvdk/dv
sekarang
dw/dv = 2m0 vh(1-v2/c2)32
dan
dk/dv = 2m0 h(1-v2/c2)32
maka kecepatan grupnya menjadi:
u=v
Melalui hipotesa De broglie, kita juga dapat menentukan kebolehjadian menemukan partikel pada suatu
titik. Dengan hubungan ketidakpastian :
x.p 2
x.k = 2 ; k = 2 =2ph dan k = 2hp
Maka:
x.p. 2h = 2x.p = h
Persamaan ini merupakan salahsatu bentuk prinsip ketidkpastian Heisenberg untuk menyatakan
kebolehjadian menemukan partikel di suatu titik pada gelombang. Ss

Daftar Pustaka

Beiser Arthur. 1982. Konsep Fisika Moderen. Erlangga. Jakarta.


Muljono. 2003. Fisika Modern. ANDI. Yogyakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Louis-Victor_Pierre_Raymond_de_Broglie""
http://en.wikipedia.org/wiki/Matter_wave"

Louis de Broglie : Perintis Kuantum Terakhir


Hans J. Wospakrik (Fisika ITB)
Pengantar
Berpulangnya Duc Prinz Louis de Broglie, fisikawan teori Perancis, bulan Maret lalu pada usia 94
tahun, mengakhiri kehadiran perintis teori kuantum yang hidup di tengah kita. Mereka adalah
pendobrak ilmu dengan gagasan-gagasan revolusioner pada awal abad ini yang memberi wajah
baru bagi fisika, guna memahami alam atom yang mini. Ini, pada gilirannya, membuka jalan ke
berbagai temuan teknologi menakjubkan, seperti transistor dan laser, yang tidak diduga
sebelumnya. Untuk mengenang perintis kuantum terakhir ini, tulisan berikut mencoba memberi
gambaran sekilas tentang karya dan biografinya.
Adalah Max Planck (1858-1947), ilmuwan fisika teori Jerman, yang mencetuskan gagasan awal
tentang teori kuantum. Ini lahir dari upayanya untuk menjelaskan teka-teki fisika yang berkaitan
dengan pancaran tenaga (energi) gelombang elektromagnet oleh benda (hitam) panas.
Pemecahannya ia temukan pada 1901 dengan anggapan bahwa "tenaga gelombang elektromagnet
dipancarkan dan diserap bahan dalam bentuk catu-catu tenaga (diskrit) yang sebanding dengan
frekuensi gelombang elektromagnet".
Catu tenaga ini disebutnya kuanta (latin: sekian banyak: kuantum, bentuk tunggalnya). Dengan
demikian, tahun 1901 dicatat sebagai awal bergilirnya bola teori kuantum. Namun, para fisikawan
seangkatannya memandang gagasan Planck ini tidak mempunyai makna fisika yang jauh melainkan
sekadar sebagai suatu kiat matematika belaka.
Empat tahun kemudian, pemuda Albert Einstein (1879-1955) mencatat dirinya sebagai orang
pertama yang menerapkan gagasan Planck lebih jauh dalam fisika. Salah satunya, berkaitan
dengan "efek fotolistrik", yaitu teka-teki terbebaskannya elektron-elektron dari permukaan logam bila
disinari cahaya (gelombang elektromagnet).
Penjelasannya, karena elektron-elektron itu ditumbuk dan ditendang keluar oleh kuanta-kuanta
cahaya yang berperilaku sebagai partikel (zarah). Kuanta cahaya ini disebut Einstein, foton. Dengan
demikian, cahaya (gelombang elektromagnet) yang mulanya dipandang sebagai gelombang, kini
diperlakukan pula sebagai partikel oleh Einstein.
Bahwa foton menumbuk elektron, seperti halnya tumbukan dua bola bilyard, kemudian dibuktikan
dengan percobaan oleh Arthur H. Compton (1892-1962) dari Amerika Serikat pada 1923, yang
mengabadikan namanya dengan peristiwa itu.
Gelombang partikel
Gagasan foton Einstein kemudian diterapkan Louis de Broglie pada 1922, sebelum Compton
membuktikannya, untuk menurunkan Hukum Wien (1896). Ini menyatakan bahwa "bagian tenaga
elektromagnet yang paling banyak dipancarkan benda (hitam) panas adalah yang frekuensinya
sekitar 100 milyar kali suhu mutlak (273 + suhu Celsius) benda itu". Pekerjaan ini ternyata memberi
dampak yang berkesan bagi de Broglie.
Pada musim panas 1923, de Broglie menyatakan, "secara tiba-tiba muncul gagasan untuk

memperluas perilaku rangkap (dual) cahaya mencangkup pula alam partikel". Ia kemudian
memberanikan diri dengan mengemukakan bahwa "partikel, seperti elektron juga berperilaku
sebagai gelombang". Gagasannya ini ia tuangkan dalam tiga makalah ringkas yang diterbitkan pada
1924; salah satunya dalam jurnal vak fisika Perancis, Comptes Rendus.

Penyajiannya secara terinci dan lebih luas kemudian menjadi bahan tesis doktoralnya yang ia
pertahankan pada November 1924 di Sorbonne, Paris. Tesis ini berangkat dari dua persamaan yang
telah dirumuskan Einstein untuk foton, E=hf dan p=h/. Dalam kedua persamaan ini, perilaku yang
"berkaitan" dengan partikel (energi E dan momentum p) muncul di ruas kiri, sedangkan ruas kanan
dengan gelombang (frekuensi f dan panjang gelombang , baca: lambda). Besaran h adalah tetapan
alam yang ditemukan Planck, tetapan Planck.
Secara tegas, de Broglie mengatakan bahwa hubungan di atas juga berlaku untuk partikel. Ini
merupakan maklumat teori yang melahirkan gelombang partikel atau de Broglie. Untuk partikel,
seperti elektron, momentum p adalah hasilkali massa (sebanding dengan berat) dan lajunya.
Karena itu, panjang gelombang de Broglie berbanding terbalik dengan massa dan laju partikel.
Sebagai contoh, elektron dengan laju 100 cm per detik, panjang gelombangnya sekitar 0,7 mm.
Tantangan
Tesis ini kemudian diterbitkan pada awal 1925 dalam jurnal vak fisika Perancis, Annales de
Physique. Namun, luput dari perhatian para fisikawan. Bahkan, para penguji de Broglie hanya
terkesan dengan penalaran matematikanya tetapi tidak mempercayai segi fisikanya.
Promotornya, Paul Langevin (1872-1946), kemudian mengirimkan satu kopi kepada Einstein di
Berlin, yang ternyata memberi rekasi mendukung. Ia memandangnya lebih daripada permainan
matematika dengan menekankan bahwa gelombang partikel haruslah nyata. Berita ini kemudian ia
teruskan kepada Max Born (1882-1970), fisikawan teori Jerman, di Gottingen.
Born kemudian menanyakan kemungkinan eksperimentalnya kepada James Franck (1882-1964),
rekan sekerjanya, yang memberi tanggapan mendukung dengan menunjuk pada teka-teki hasil
percobaan Clinton J. Davisson (1881-1958) dan asistennya Charles H. Kunsman dari Amerika
Serikat pada 1922 dan 1923. Keduanya mengamati bahwa permukaan logam yang ditembaki
dengan berkas elektron selain memancarkan kembali elektron-elektron dengan tenaga yang sangat
rendah, ternyata ada pula yang memiliki tenaga sama dengan elektron semula.
Teka-teki ini kemudian terjelaskan oleh Walter Elsaser, mahasiswa Born, pada tahun 1925 dalam
sebuah makalah ringkas dengan menggunakan gagasan gelombang de Broglie. Namun sayang,
para fisikawan eksperimen tidak terkesan dengan tafsir ulang ini terhadap data percobaan mereka apalagi oleh seorang mahasiswa berusia 21 tahun yang sama sekali belum dikenal.
Dukungan dan hadiah Nobel
Pada tahun 1926 barulah nampak suatu terang! Erwin Schrodinger (1887-1961), fisikawan teori
Austria, merumuskan suatu persamaan matematika yang mengendalikan kelakuan rambatan
gelombang partikel dalam berbagai sistem fisika. Ini sama halnya dengan persamaan gerak Newton
dalam mekanika Newton (klasik) yang mengendalikan kelakuan gerak partikel.
Karya Schrodinger ini melahirkan mekanika baru yang dikenal sebagai mekanika gelombang atau
lazimnya disebut mekanika kuantum. Penerapannya pada struktur atom berhasil menjelaskan
berbagai data pengamatan dengan begitu mengesankan, tanpa dipaksa, sehingga menyentakkan

para fisikawan untuk menerima gagasan de Broglie.


Dukungan berikutnya datang dari Amerika Serikat, oleh Clinton J. Davisson dan Lester H. Germer
(1896 - ?.), yang menerbitkan hasil percobaan mereka pada 1927, bahwa elektron memang
memperlihatkan perilaku gelombang. Bukti yang sama tetapi dengan metode percobaan yang
berbeda juga dilaporkan oleh George P. Thomson (1892-1975) dari Inggris pada waktu itu.
Dukungan bukti-bukti percobaan ini kemudian mengukuhkan penerimaan gelombang partikel yang
diikuti dengan dianugerahkannya hadiah Nobel Fisika (tunggal) 1929 bagi Louis de Broglie. Suatu
penghargaan keilmuan bergengsi yang patut bagi karya ilmiahnya yang begitu revolusioner.
Duc Prinz Louis de Broglie
Louis Victor Pierre Raymon de Broglie lahir pada 15 Agustus 1892 di Dieppe, Perancis. Keturunan
de Broglie, yang berasal dari Piedmont, Italia barat laut cukup dikenal dalam sejarah Perancis
karena mereka telah melayani raja-raja Perancis baik dalam perang dan jabatan diplomatik selama
beratus tahun.
Pada 1740, Raja Louis XI mengangkat salah satu anggota keluarga de Broglie, Francois Marie
(1671-1745) sebagai Duc (seperti Duke di Inggris), suatu gelar keturunan yang hanya disandang
oleh anggota keluarga tertua. Putra Duc pertama ini ternyata membantu Austria dalam Perang Tujuh
Tahun (1756-1763). Karena itu, Kaisar Perancis I dari Austria menganugerahkan gelar Prinz yang
berhak disandang seluruh anggota keluarga de Broglie.
Dengan meninggalnya saudara tertua Louis, Maurice, juga fisikawan (eksperimen), pada 1960,
maka Louis serempak menjadi Duc Perancis (ke-7) dan Prinz Austria.
Louis mulanya belajar pada Lycee Janson de Sailly di Paris dan memperoleh gelar dalam sejarah
pada 1909. Ia menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan alam karena katanya, "terpengaruh oleh
filsafat dan buku-buku Henry Poincare (1854-1912)", matematikawan besar Perancis.
Pada 1910, Louis memasuki Universitas Paris untuk menyalurkan minatnya dalam ilmu
pengetahuan. Tahun 1913 ia peroleh licence dalam ilmu pengetahuan dari Faculte des Sciences.
Studinya kemudian terputus karena berkecamuknya Perang Dunia I. Barulah pada usia 32, Louis
meraih gelar doktornya dalam fisika teori dengan tesis tentang gelombang partikel di atas. Ia
kemudian memulai karier mengajarnya di Universitas Paris dan Institut Henry Poincare pada 1928.
Atom untuk perdamaian
Pada 1945, Louis dan kakaknya Maurice diangkat sebagai anggota dewan Komisi Tinggi Tenaga
Atom Perancis. Mereka menaruh perhatian besar pada pengembangan tenaga atom untuk tujuan
damai dan mempererat pertalian antara ilmu dan industri.
Hingga akhir hidupnya, Louis de Broglie menjabat sebagai sekretaris tetap pada Akademi Ilmu
Pengetahuan Perancis. Dalam jabatannya ini ia tetap mendesak badan tersebut
mempertimbangkan secara mendalam berbagai akibat berbahaya dari ledakan bom hidrogen

(termonuklir).
Perhatiannya yang begitu besar terhadap ilmu pengetahuan dan perdamaian membuat ia patut
dikenang oleh setiap pecinta ilmu dan perdamaian!
Sumber : Kompas (8 Juli 1987)

TEORI ATOM MEKANIKA KLASIK DAN


MEKANIKA KUANTUM
SEPTEMBER 2, 2014 BUNGAPRAMESWARI LEAVE A COMMENT

MAKALAH STRUKTUR ATOM


MEKANIKA KLASIK DAN MEKANIKA KUANTUM TEORI ATOM
Oleh :
Bunga Prameswari
121810301047

JURUSAN KIMIA
UNIVERSITAS JEMBER
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Perkembangan teori atom merupakan suatu perubahan yang
terjadi akibat dari pemikiran atau pendapat para ahli yang
berbeda disesuaikan dengan perubahan
zamannya.perkembangan teori atom terdiri dari beberapa macam
yaitu teori atom john dalton,teori atom j.j thomson,teori atom
rutherford,teori atom bohr teori atom modern (mekanika
gelombang).semua teori tersebut memiliki kelebihan dan
kekurangan yang harus diketahui agar dapat mengidentifikasinya
satu persatu dan tidak keliru dalam mendeskripsikanya.
1.2 Rumusan masalah

a. Hal apa saja yang berkaitan dengan perkembangan teori atom?


b. Apakah kelemahan yang terdapat pada macam-macam
perkembangan teori atom?
c. Apakah kelebihan yang terdapat pada macam-macam
perkembangan teori atom?

BAB II
PEMBAHASAN

1. Teori Atom John Dalton


Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan tentang atom.
Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum
kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap
(hukum prouts). Lavoisier mennyatakan bahwa Massa total zatzat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat
hasil reaksi. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa
Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu
tetap. Dari kedua hukum tersebut Dalton berpendapat bahwa :
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak
dapat dibagi lagi

2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu


unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur
yang berbeda
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan
perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau
penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat
diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola
pejal seperti pada tolak peluru. Seperti gambar berikut ini:
Kelebihan :
Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model
atom
Kelemahan :
Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat
menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat
menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang
bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan
arus listrik.
(http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/VikaSusanti/dalt
on.html)
2. Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh
William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang
sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan
partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan
diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson
menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun
atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya
disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena
elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang
bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron
tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki
kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori
atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang
menyatakan bahwa Atom merupakan bola pejal yang bermuatan
positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron

Model atom ini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah
dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang
tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada
model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang
pejal. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:

Kelebihan :
Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam
atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu
unsur.
Kelemahan :
Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan
positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
(http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/VikaSusanti/Tho
mson.html)
3. Teori Atom Rutherford
Ernest Rutherford(1911), seorang ahli Fisika Inggris. Penelitian
penembakan sinar alpha pada plat tipis emas membuat
Rutherford dapat mengusulkan teori dan model atom untuk
memperbaiki teori dan model atom Thomson.
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners
Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan
sinar alfa () terhadap lempeng tipis emas. Percobaan tersebut
sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson. Dari
pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa
ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka
sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut
kurang dari 1), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta
bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut
90 bahkan lebih.

Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh kesimpulan


bahwa atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua
partikel alfa diteruskan. Jika lempeng emas tersebut dianggap
sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka didalam atom emas
terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti
atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan
dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan
diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000
lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan
tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal
dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom
terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif,
dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford
menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang
berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak
menolak.
Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:

Kelebihan model/teori atom Ernest Rutherford:

Dapat menerangkan efek penghamburan sinar alfa pada


lempeng tipis emas.
Kelemahan model/teori atom Ernest Rutherford:

Bertentangan dengan teori elektrodinamika


klasik Maxwell (elektron yang terus bergerak akan memancarkan
energi yang pada akhirnya akan habis dan jatuh ke inti).
(http://irvanfanorama.blogspot.com/2013/01/teori-model-atom.html)
4. Teori Atom Bohr
Pada tahun 1913, Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford
melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini
berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati

daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen


melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori
kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai
berikut:
1. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu
elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak
stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar
disekeliling inti.
2. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap
sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan
maupun diserap.
3. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan
stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat,
besarnya sesuai dengan persamaan planck, E = hv.
4. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat
tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya
momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2 atau nh/2, dengan n
adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada
lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi.
Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling
dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi
tingkat energinya.

Kelebihan model/teori atom Niels Bohr:

Dapat menjelaskan spektrum atom hidrogen

Menjawab kesulitan teori atom Rutherford


Kelemahan model/atom atom Niels Bohr:

Tidak dapat menjelaskan atom berelektron banyak.

Tidak dapat menerangkan efek Zeeman bila atom


ditempatkan pada medan magnet.
(http://regiunea-cernauti.blogspot.com/2012/12/teori-perkembanganatom)
5. Teori Atom Modern
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin
Schrodinger (1926). Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari

Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika


kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu Tidak
mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu
benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat
ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak
tertentu dari inti atom.
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk
mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi
orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger
memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi
gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan
ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.
Persamaan Schrodinger
x,y dan z : Posisi dalam tiga dimensi
Y
: Fungsi gelombang
m
: Massa

: h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14


E
: Energi total
V
: Energi potensial
Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom
modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat
ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini

Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron.


Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan
tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit.
Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit
terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital.
Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.
Ciri khas model atom mekanika gelombang
Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya
(orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti
penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga
dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan

keadaan tertentu dalam suatu atom)


Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan
kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam
bilangan kuantum tersebut)
Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya
sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar
ditemukannya elektron.

(http://regiunea-cernauti.blogspot.com/2012/12/teori-perkembanganatom)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hal yang berkaitan dengan perkembangan teori atom diantaranya
teori atom yang dikemukakan oleh John dalton, j.j thomson,
rutherford, atom bohr, dan teori atom modern(mekanika
gelombang). Kelemahan yang terdapat pada masing-masing teori
atom yaitu teori dalton tidak menerangkan hubungan antara
larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.teori atom thomson
tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif
dalam bola atom tersebut .teori atom rutherford tidak dapat
menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh kedalam inti
atom.teori atom bohr tidak dapat menjelaskan spektrum warna
dari atom berelektron banyak dan pada teori atom
modern(mekanika gelombang)sehingga lintasanya(orbitnya) tidak
stasioner.
Kelebihan yang dimiliki oleh beberapa model teori atom:
-John dalton adalah dapat menerangkan hukum kekekalan
massa(hukum lavoisier) dan menerangkan hukum perbandingan
tetap(hukum proust).
-Thomson adalah menerangkan adanya partikel yang lebih kecil
dari atom yang disebut partikel sub atomik dan dapat
menerangkan sifat listrik atom.
-Rutherford adalah fenomena penghamburan sinar alfa oleh
lempeng tipis emas dan mengemukakan keberadaan inti atom.
-Bohr adalah mengaplikasikan teori kuantum untuk menjawab
kesulitan dalam model atom rutherford.
DAFTAR PUSTAKA

http://irvanfanorama.blogspot.com/2013/01/teori-model-atom.html
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/VikaSusanti/dalton.
html
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/VikaSusanti/Thoms
on.html
http://regiunea-cernauti.blogspot.com/2012/12/teori-perkembangan-atom

PERKEMBANGAN TEORI ATOM


1.

Teori atom Dalton


John Dalton (17661844), seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris dengan
didukung dari hasil eksperimeneksperimennya mengembangkan konsep atom
dariDemokritus yang kemudian mengemukaan teori tentang atom. Secara garis
besar teori atom Dalton dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Atom merupakan bagian terkecil dari suatu zat yang tidak bisa dibagi lagi.
2. Atom-atom penyusun zat tertentu memiliki sifat yang sama.
3. Atom unsur tertentu tidak bisa berubah menjadi atom unsur lain.
4. Dua atom atau lebih dapat bersenyawa (bereaksi) membentuk molekul.
5. Dalam reaksi kimia perbandingan antara atom-atom penyusunnya mempunyai
perbandingan yang tertentu dan sederhana.
6. Dalam reaksi kimia pada dasarnya terjadi penyusunan kembali atom-atom
penyusun zat.

2.

Teori atom Thomson


Pada tahun 1897, JJ.Thomson mengemukakan suatu model atom, yaitu:
atom merupakan bola padat dengan diameter 10 -10 m mempunyai muatan
positif yang terbagi merata keseluruh isi atom. Muatan ini dinetralkan oleh
electron-elektron yang tersebar diantara muatan atom itu.
Thomson menyatakan nilai perbandingan antara muatan dengan massa electron
(e/m), yaitu:
e/m = 1,7588.1011C.Kg-1
pernyataan nilai perbandingan e/m diteruskan oleh R.A.Milikan dengan suatu
percobaan untuk mengukur muatan dan massa electron, diperoleh hasil, yaitu:

a. Muatan electron, e = 1,602192.10-19C


b. Massa electron, m = 9,109.10-31kg
3.

Teori atom Rutherford


1. Pada atom muatan positif dan sebagian besar massa atom terpusat pada
suatu titik, yaitu di tengah-tengah atom yang kemudian disebut inti atom.
2. Sebagian besar ruangan dalam atom merupakan ruang kosong, yang
ditunjukkan oleh banyaknya partikel alpa yang diteruskan dalam percobaan
Rutherford.
3. Di luar inti pada jarak relatif jauh, elektron bergerak mengelilingi inti dalam
lintasan-lintasan seperti planet-planet mengitari matahari dalam sistim tata
surya.
Gaya tarik menarik antar inti dan electron sama besar dengan gaya sentripetal
yang bekerja pada electron, dapat dituliskan secara matematis:
F = k.e2/r2 = m.v2/r
Sehingga besar energy kinetic, energy potensial, dan energy total electron
adalah:
Dimana Ek = mv2

Maka
Ek = k.e2/2.r
Ep = - k.e2/r
Et = Ek + Ep
= k.e2/2.r - k.e2/r
= - k.e2/2.r
tanda negatif menandakan, untuk mengeluarkan electron
memerlukan energy. Et bertambah maka r makin besar juga.

dari

lintaran

Dimana
k = konstanta dielektrik = 9.109 Nm2/C2
e = muatan electron = 1,6.10-19 C
r = jari-jari lintasan electron (m)
Meskipun model atom Rutherford lebih baik dari model atom Thomson, tetapi
model atom Rutherford memiliki kelemahan-kelemahan yaitu sebagai berikut.
a. Model atom Rutherford tidak bisa menjelaskan tentang kestabilan atom.
Berdasarkan hukum Coulomb antara elektron dan inti mengalami gaya Coulomb
yang berfungsi sebagai gaya sentripetal sehingga mengalami percepatan.
Menurut teori Maxwell percepatan muatan listrik akan memancarkan gelombang
elektromagnetik, sehingga energi elektron total elektron (E) akan semakin
berkurang dan jari-jari orbitnya akan semakin mengecil sehingga lintasan
elektron berbentuk spiral yang menunjukkan ketidakstabilan inti atom.
b. Model atom Rutherford tidak mampu menjelaskan terjadinya spektrum garis
yang merupakan ciri dari atom gas yang berpijar, yang seharusnya menurut teori
atom Rutherford karena elektron memiliki gerakan spiral maka spektrum yang
dihasilkan merupakan spektrum yang kontinu tetapi kenyataannya spektrum
diskontinu.
4.

Teori atom Bohr


Pada tahun 1913, Niels Bohr menyusun model atom hydrogen berdasarkan
model atom Rutherford dan teori kuantum
Model atom bohr berdasarkan 2 postulat, yaitu sebagai berikut
a. Elektron mengelilingi inti mempunyai lintasan tertentu yang disebut lintasan
stasioner, dan tidak memancarkan/ menyerap energy. Lintasan ini mempunyai
momentum anguler.
m.v.r = n.h/2
dengan
n = bilangan kuantum utama (n =1,2,3,4,.)
h = tetapan plank = 6,62.10-34Js
m = massa electron = 9.10-31 kg
v = kecepatan gerak electron (m/s)
r = jari-jari lintasan electron (m)
b. Dalam tiap lintasan electron memiliki tingkat energy tertentu. Electron akan
menyerap energy foton yang besarnya hf bila transisi terjadi dari lintasan dalam
keluar. Sebaliknya bila transisi terjadi dari lintasan luar kedalam, electron akan
memancarkan energy foton.
Bila electron berpindah (transisi) dari luar kedalam, maka electron memancarkan
energy foton sebesar:

Eluar E

dalam

= hf

Dari postulat pertama bohr di dapat jari-jari lintasan electron yaitu:

rn = n2.r1
r1 = 5,3.10-11 m = 0,53 Ao
n = 1,2,3,
rn = jari-jari lintasan electron pada orbit ke-n

dari postulat kedua bohr didapat besarnya energy electron pada masing-masing
lintasannya, yaitu:
En = E1/n2

Dengan E1 = energy tingkat dasar = -13,6 eV

SPEKTRUM ATOM HIDROGEN


Bila electron berpindah (transisi) dari lintasan nB ke nA, maka electron
memancarkan energy foton sebesar:
EB E

= hf

Dimana f = c/ dan E1 = -13,6 eV dan persamaan En = E1/n2


Maka

1/ = R ( 1/nA2 - 1/nB2 )

Dengan
R = tetapan Rydberg = 13,6eV/h.c = 1,097.10 7 m-1
nA = lintasan yang dituju
nB = lintasan luar

untuk
nA = 1, dan nB =2,3,4,. deret lyman (ultraviolet)
nA = 2, dan nB = 3,4,5,. deret balmer (sinar tampak)

nA = 3, dan nB = 4,5,6,. deret Paschen (sinar infra merah pertama)


nA = 4, dan nB = 5,6,7,. deret bracket (sinar infra merah kedua)
nA = 5, dan nB = 6,7,8,. deret Pfund (sinar infra merah ketiga)
a.

Untuk mencapai panjang gelombang maksimum (frekuensi minimum), maka


nB = nA +1
b. Untuk mencapai panjang gelombang minimum (frekuensi maksimum), maka
nB =
c. Untuk mencapai panjang gelombang pada tinkat n = 1,2,3, maka n B = nA+n

Kelemahan model atom Bohr yaitu :


1. Lintasan orbit elektron sebenarnya sangat rumit, tidak hanya berbentuk
lingkaran atau elips saja.
2. Model atom Bohr hanya dapat menjelaskan dengan baik untuk atom hidrogen,
akan tetapi tidak dapat menjelaskan dengan baik untuk atom-atom berelektron
banyak
(atom kompleks).
3. Model atom Bohr tidak dapat menjelaskan tentang terjadinya efek Zeeman,
yaitu terpecahnya spectrum cahaya jika dilewatkan pada medan magnet yang
kuat.
4. Model atom Bohr tidak dapat menjelaskan terjadinya ikatan kimia dengan
baik.

Contoh soal
1.

Tentukan panjang gelombang terpendek deret Balmer atom hidrogen jika


konstanta RydbergR = 1,097 107 m-1!
nA = 2
nB =
maka
1/ = R ( 1/nA2 - 1/nB2 )
1/ = 1,097.107 ( 1/22 - 1/2 )
= 3,65.10-8m

Teori Atom Mekanika Kuantum


Teori atom mengalami perkembangan mulai dari teori atom John Dalton, Joseph John
Thomson, Ernest Rutherford, dan Niels Henrik David Bohr. Perkembangan teori atom
menunjukkan adanya perubahan konsep susunan atom dan reaksi kimia antaratom.
Kelemahan model atom yang dikemukakan Rutherford disempurnakan olehNiels Henrik David
Bohr. Bohr mengemukakan gagasannya tentang penggunaan tingkat energi elektron pada
struktur atom. Model ini kemudian dikenal dengan model atom Rutherford-Bohr. Tingkat energy
elektron digunakan untuk menerangkan terjadinya spektrum atom yang dihasilkan oleh atom
yang mengeluarkan energi berupa radiasi cahaya.

Gambar : Spektrum emisi natrium dan hidrogen dalam daerah yang dapat dilihat dengan
spektrum yang lengkap
Penjelasan mengenai radiasi cahaya juga telah dikemukakan oleh Max Planck pada tahun 1900.
Ia mengemukakan teori kuantum yang menyatakan bahwa atom dapat memancarkan atau
menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu (kuanta). Jumlah energi yang dipancarkan atau
diserap dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Adapun besarnya kuantum
dinyatakan dalam persamaan berikut:

Keterangan:
E = energi radiasi (Joule = J)
h = konstanta Planck (6,63 x 10-34 J.s)
c = cepat rambat cahaya di ruang hampa (3 x 108 ms-1)
l = panjang gelombang (m)

Dengan Teori Kuantum, kita dapat mengetahui besarnya radiasi yang dipancarkan maupun yang
diserap. Selain itu, Teori Kuantum juga bisa digunakan untuk menjelaskan terjadinya spektrum
atom. Perhatikan spektrum atom hidrogen berikut.

Pada Gambar di
atas dapat dilihat bahwa percikan listrik masuk ke dalam tabung gelas yang mengandung gas
hidrogen. Sinar yang keluar dari atom H (setelah melalui celah) masuk ke dalam prisma,
sehingga sinar tersebut terbagi menjadi beberapa sinar yang membentuk garis spektrum. Ketika
sinar itu ditangkap oleh layar, empat garis yang panjang gelombangnya tertera pada layar adalah
bagian yang dapat dilihat dari spektrum gas hidrogen.

Salah satu alasan atom hidrogen digunakan sebagai model


atom Bohr adalah karena hidrogen mempunyai struktur atom yang paling sederhana (satu
proton dan satu elektron) dan menghasilkan spektrum paling sederhana. Model atom hidrogen
ini disebut solar system (sistem tata surya), di mana electron dalam atom mengelilingi inti pada
suatu orbit dengan bentuk, ukuran, dan energi yang tetap. Semakin besar ukuran suatu orbit,
semakin besar pula energi elektronnya. Keadaan ini dipengaruhi oleh adanya gaya tarik-menarik
antara proton dan elektron. Dengan menggunakan model atom hidrogen, Bohr menemukan
persamaan energi elektron sebagai berikut.

Keterangan:
A = 2,18 x 10 J
-18

N = bilangan bulat yang menunjukkan orbit elektron (1, 2, 3, , 8)


{Tanda negatif menunjukkan orbit mempunyai energi paling rendah (harga n = 1) dan paling
tinggi (harga n = 8)}.
Pada atom hidrogen, elektron berada pada orbit energi terendah (n = 1). Jika atom bereaksi,
elektron akan bergerak menuju orbit dengan energy yang lebih tinggi (n = 2, 3, atau 4). Pada saat
atom berada pada orbit dengan energi yang lebih tinggi, atom mempunyai sifat tidak stabil yang
menyebabkan
elektron jatuh ke orbit yang memiliki energi lebih rendah. Perpindahan tersebut menjadikan
electron mengubah energinya dalam jumlah tertentu. Besar energi tersebut sama dengan
perbedaan energi antarkedua orbit yang dilepaskan dalam bentuk foton dengan frekuensi
tertentu.

Gambar : Perpindahan elektron dari satu tingkat energi ke tingkat energi lainnya
menyebabkan energi elektron berubah dalam jumlah tertentu.
Meskipun teori atom Niels Bohr mampu menerangkan spektrum gas hidrogen dan spektrum
atom berelektron tunggal (seperti He + dan Li2+), tetapi tidak mampu menerangkan spektrum
atom berelektron lebih dari satu. Oleh karena itu, dibutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai
gerak partikel (atom). Pada tahun 1924, ahli fisika dari Perancis bernama Louis de
Broglie mengemukakan bahwa partikel juga bersifat sebagai gelombang. Dengan demikian,
partikel mempunyai panjang gelombang yang dinyatakan dengan persamaan berikut.

Keterangan:
l = panjang gelombang (m)
h = tetapan Planck (6,63 10-34 J.s)
p = momentum (m2s-1)
m = massa partikel (kg)
v = kecepatan partikel (ms-1)
Berdasarkan persamaan de Broglie, diketahui bahwa teori atom Bohr memiliki kelemahan.
Kelemahan itu ada pada pernyataan Bohr yang menyebutkan bahwa elektron bergerak
mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu berbentuk lingkaran. Padahal, elektron yang
bergerak mengelilingi inti atom juga melakukan gerak gelombang. Gelombang tersebut tidak
bergerak sesuai garis, tetapi menyebar pada suatu daerah tertentu.
Selanjutnya, pada tahun 1927, Werner H

eisenberg menyatakan bahwa kedudukan elektron

tidak dapat diketahui dengan tepat. Oleh karena itu, ia menganalisis kedudukan elektron (x)
dengan momentum electron (p) untuk mengetahui kedudukan elektron.
Hasil analisis Heisenberg, yaitu selalu terdapat ketidakpastian dalam menentukan kedudukan
elektron yang dirumuskan sebagai hasil kali ketidakpastian kedudukan x dengan momentum p.
Satu hal yang perlu diingat adalah hasil kali keduanya harus sama atau lebih besar dari tetapan
Planck. Persamaan ini dikenal sebagai prinsip ketidakpastian Heisenberg yang dirumuskan
sebagai berikut:
Keterangan:
x = ketidakpastian kedudukan
p = ketidakpastian momentum
h = tetapan Planck
Selain Werner Heisenberg, ada juga ilmuwan yang menunjukkan kelemahan teori atom Bohr.
Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger menyempurnakan teori atom yang disampaikan oleh Bohr.
Dari penyelidikan terhadap gelombang atom hidrogen, Schrodinger menyatakan bahwa elektron
dapat dianggap sebagai gelombang materi dengan gerakan menyerupai gerakan gelombang.
Teori ini lebih dikenal dengan mekanika gelombang (mekanika kuantum).
Teori model atom Schrodinger memiliki persamaan dengan model atom Bohr berkaitan dengan
adanya tingkat energi dalam atom. Perbedaannya yaitu model atom Bohr memiliki lintasan
elektron yang pasti. Sedangkan pada model atom Schrodinger, lintasan elektronnya tidak pasti
karena menyerupai gelombang yang memenuhi ruang (tiga dimensi). Fungsi matematik untuk
persamaan gelombang dinyatakan sebagai fungsi gelombang [ dibaca psi (bahasa Yunani)] yang
menunjukkan bentuk dan ener gi gelombang elektron.

Berdasarkan teori yang disampaikan oleh Schrodinger, diketahui bahwa elektron menempati
lintasan yang tidak pasti sehingga electron berada pada berbagai jarak dari inti atom dan
berbagai arah dalam ruang. Jadi, daerah pada inti atom dengan kemungkinan terbesar
ditemukannya elektron dikenal sebagai orbital