Anda di halaman 1dari 63

Askep Prenatal

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Askep pada Periode Prenatal


1.

Definisi Periode Prenatal

Prenatal adalah sebelum kelahiran atau selama kehamilan (Maimunah,2005).


Prenatal Care adalah cara penting untuk memonitoring dan mendukung kesehatan
ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal, ibu hamil
sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia
merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan dan asuhan antenatal
(Prawirohardjo. S, 2006 :52).
Masa Pranatal adalah masa konsepsi atau masa pertumbuhan, masa pembuahan
sampai dengan masa pertumbuhan dan perkembangan individuyaitu pada saat
pembuatan telur pada ibu oleh spermazoa pada ayah, bila spermatozoa pada lakilaki memasuki ovum pada perempuan terjadilah konsepsi atau pembuahan,
terjadinya pembuahan semacam ini biasanya berlansung selama 280 hari,
perkembangan pokok pada masa ini ialah perkembangan fisiologis berupa
pembentukan struktur tubuh.
Periode Prenatal merupakan periode persiapan, baik persiapan secara fisik, yakni
pertumbuhan janin dan adaptasi maternal maupun psikologis yakni antisipasi
menjadi orang tua.
Periode prenatal merupakan periode mempersiapkan diri baik fisik maupun
psikologis untuk mencapai kehamilan yang sukses.
Periode ini merupakan masa belajar intensif bagi orang tua dan individu yang dekat
dengan mereka dan juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan
persatuan keluarga.
Kunjungan prenatal regular, yang secara ideal di mulai segera setelah ibu pertama
kali terlambat menstruasi, merupakan kesempatan untuk memastikan kesehatan
ibu hamil tersebutdan bayinya. Kunjungan prenatal direncanakan untuk mengikuti
pertumbuhan dan prkembangan janin dan untuk mengindentifikasi kelainan yang
dapat mengganggu proses persalinan normal.

2.

Masa Prenatal dibagi menjadi 3 yaitu :

a) Masa Zigot
sel yang terbentuk sebagai hasil bersatunya dua sel kelamin yang telah masak.
Zigot adalah proses perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada
rahim perempuan. Lama kelamaan, Zigot ini akan berkembang menjadi janin dan
embrio yang lalu akan dilahirkan menjadi bayi.
Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang
akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai "zigot" dalam ilmu biologi ini
akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi
"segumpal daging". Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan
bantuan mikroskop.
Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia
melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan
carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat
penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya.

b) Masa Embrio
Merupakan masa terbentuk jaringan dan sistem organ dari masing-masing
lapisan mudigah. Sebagai akibat pembentukan organ, ciri ciri utama bentuk tubuh
mulai jelas.
Pada kehamilan 8-10 minggu pembuluh darah janin mulai terbentuk.
Umumnya denyut jantung janin dapat direkam pada minggu ke 12. Pada minggu ke
16 sistem musculoskeletal sudah matang dan mulai minggu ke 28 janin bias
bernafas. Minggu ke 32 janin mulai dapat menyimpan zat besi, kalsium dan fosfor,
dimana pada minggu ke 38 badan janin akan mengisi selurung rongga uterus.
( Wiknjosastro, 2005 hal.56 )

c) Masa Janin
Masa janin berlangsung mulai dari awal bulan ketiga hingga lahir. Masa ini
ditandai dengan penyempurnaan organ yang sudah terbentuk pada masa embrio
serta pertumbuhan tubuh yang cepat.
Pada masa janin, pertumbuhan kepala relatif lebih lambat dibandingkan
dengan pertumbuhan bagian tubuh lainnya. Pada bulan ketiga, kepala kira-kira
setengah dari PPB (panjang puncak kepala-bokong). Mata yang awalnya
menghadap ke lateral menjadi terletak di permukaan ventral, dan telinga mendekati
letak definitifnya di samping kepala. Gelung-gelung usus yang menimbulkan

herniasi fisiologis pada minggu ke-6, telah masuk kembali ke dalam rongga perut
pada minggu ke 11. Pusat-pusat osifikasi primer terdapat di tulang-tulang panjang
dan tulang tengkorak pada minggu ke-12. Selain itu, alat kelamin luar telah
berkembang sehingga dapat dilihat melalui pemeriksaan USG. Pada bulan
keempat dan kelima, janin memanjang secara cepat dan PPB telah mencapai
setengah dari panjang total bayi baru lahir. Janin dibungkus oleh rambut halus yang
disebut lanugo. Pada bulan keenam, kulit janin nampak kemerahan dan keriput,
disebabkan oleh tidak adanya jaringan ikat di bawah kulit. Beberapa sistem sudah
dapat berfungsi, namun sistem pernapasan dan sistem saraf pusat belum
berdiferensiasi dengan baik, sehingga pada bayi yang lahir prematur sulit untuk
bertahan hidup. Selama paruh kedua kehidupan dalam rahim, berat badan banyak
bertambah khususnya selama dua bulan terakhir (mencapai setengah dari berat
badan cukup bulan). Selama dua bulan terakhir, janin memperoleh kontur yang
membulat karena adanya endapan lemak di bawah kulit. Menjelang akhir kehidupan
dalam rahim, kulit dibungkus oleh zat lemak keputih-putihan (verniks kaseosa) yang
terbentuk dari produk sekresi kelenjar sebum. Bulan kesembilan, kepala mendapat
ukuran lingkar terbesar dibandingkan dengan lingkar bagian tubuh yang lain. Pada
saat lahir (266 hari atau 38 minggu setelah pembuahan), berat janin sekitar 30003400 gram, PPB sekitar 36 cm, PPT (panjang puncak kepala-tumit) sekitar 50 cm,
dan lingkar kepala sekitar 34 cm. Ciri seks sudah jelas.

Umur

Panjang
fetus

Pembentukan organ

4 minggu

7,5-10 mm

Rudimental mata, telinga dan hidung

8 minggu

2,5 cm

Hidung, kuping, jari-jemari mulai di


bentuk. Kepala menekuk ke dada.

12
minggu

9 cm

Daun telinga lebih jelas, kelopak


mata melekat, leher mulai terbentuk,
alat kandungan luar terbentuk
namun belum berdiferensiasi.

16
minggu

16-18 cm

Genitalia eksterna terbentuk dan


dapat di kenal, kulit tipis dan warna

Kehamil
an

merah.

20
minggu

25 cm

Kulit lebih tebal, rambut mulai


tumbuh di kepala dan rambut halus
(lanugo) tumbuh di kulit.

24
minggu

30-32 cm

Kedua kelopak mata tumbuh alis dan


bulu mata serta kulit keriput. Kepala
besar. Bila lahir, dapat bernapas tapi
hanya beberapa jam saja.

28
minggu

35 cm

Kulit warna merah di tutupi verniks


kaseosa. Bila lahir, dapat bernapas,
menangis pelan dan lemah.

32
minggu

40-43 cm

Kulit merah dan keriput. Bila lahir,


kelihatan seperti orang tua dan kecil.

36
minggu

46 cm

Muka berseri tidak keriput. Bayi


premature.

40
minggu

50-55 cm

Bayi cukup bulan. Kulit licin, verniks


kaseosa banyak, rambut kepala
tumbuh baik, organ-organ baik.

Perkembangan Bentuk Janin

Gambar

Keterangan

JANIN PADA BULAN KE-3

JANIN PADA BULAN KE-4

Pada akhir bulan ketiga, panjang tubuh


janin mencapai kira-kira 3 inci (7,62
cm) dan berat badan kira-kira 1ons.
Lengan, hasta dan jari-jarinya, serta
kedua kaki dan jemarinya sudah ada,
sedangkan kuku mulai terbentuk.
Demikian pula bagian luar telinga
sudah ada pada fase ini. Pangkal gigi
pun mulai terbentuk pada tulang
rahang yang kecil, dan organ-organ sex
yang bagian dalam sudah mulai
tumbuh.
Pada fase ini, detak jantung janin
sudah dapat terdengar dengan
menggunakan alat khusus (dopller).
Kepala yang bersambung dengan
bagian tubuh lainnya menjadi
bertambah besar pada bulan keempat,
dan panjang janin akan segera
bertambah.
Pada akhir bulan keempat, panjang
tubuh janin akan mencapai kira-kira 7
inci 917,78 cm) dan berat badannya
mencapai 4 ons. Ia sudah memiliki
rambut, alis dan bulu mata, serta mulai
mengisap ibu jari tangannya.

JANIN PADA BULAN KE-5

JANIN PADA NULAN KE-6

Sepanjang bulan kelima, berat badan


janin berkisar pada 1/2 hingga 1 pon
(0,24 hingga 0,45 kg) dan panjang
tubuhnya antara 10 hingga 12 inci
(25,4 hingga 30,5 cm). Otot-ototnya
sudah mulai berfungsi, sehingga ia
senantiasa bergerak. Biasanya pada
bulan kelima ini gerakan janin jelas
dapat dirasakan oleh ibunya.
Panjang tubuh janin berkisar antara 11
hingga 14 inci (27 hingga 35,5 cm) dan
berat badannya antara 1,5 hingga 2
pon (0,67 hingga 0,9). Kulitnya
mengerut dan berwarna kemerahan,
serta dilapisi sejenis pelindung yang

disebut Vernix Caseosa

JANIN PADA BULAN KE-7

JANIN PADA BULAN KE-8

JANIN PADA BULAN KE-9

Selama bulan ini janian terus tumbuh


dan bergerak.Apabila pada bulan ini
janin lahir maka masih dapat hidup,
akaN tetapi harus dibantu dengan alatalat pembantu dan dampak lain dari
kelairan janin pada bulan ini adalah
keadaanya masih lemah dan bayi BBLR
(Berat badan bayi lahir rendah),
sehingga harus di hangatkan kedalam
incubator agar suhu badan bayi bias
mencapai suhu yang normal.
Pada bulan ini janian sudah menjadi
lebih panjang dan lebih gemuk
keadaannya. Panjang tubuhnya
mencapai 18 inci (45,7 sampai 5 pon
atau 2,27 kg). Apabila janin lahir pada
fase ini, peluang untuk hidup lebih
besar, karena pertumbuhanya relative
sempurna.
Sepanjang bulan ini janin akan terus
tumbuh dan pada akhir bulan ini berat
badan janin umumnya berkisar antara
7 hingga 7,5 pon (3,18 hingga 3,40 kg)
dan panjang tubuhnya sekitar 20 inci
50 cm. Kulitnya masih dilapisi cairan
pelindung (liquor Amnion). Posisi janin
berubah sebagai persiapan untuk lahir
dan mulai turun kebawah dengan
kepala berada pada bagian bawah dan
janin sudah siap untuk dilahirkan.

B. Adaptasi Fisiologis dan Psikologis trimester I-III


1.

Adaptasi Fisiologis

a) Trimester I
a. Vagina dan Vulva

Akibat pengaruh hormone estrogen, vagina dan vulva mengalami perubahan


pula. Sampai minggu ke 8 terjadi hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan
vulva tampat lebih merah, agak kebiruan (livider).Warna portio pun tampak lividae.
Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalihan
dengan memproduksi mukosa vagina yang tebal, jaringan ikat longgar, hipertrofi
otot polos dan pemanjangan vagina. Deskuamasi sel-sel vagina yang kaya glikogen
terjadi akibat stimulasi ostrogen. Sel-sel yang tinggal ini membentuk rabas vagina
yang kental dan berwarna keputihan yang disebut leukore. Selama masa hamil pH
sekresi vagina menjadi lebih asam. Keasaman berubah dari 4 menjadi 6,5.
Peningkatan pH ini membuat wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi vagina,
khusunya jamur.Diet yang mengandung gula dalam jumlah besar dapat membuat
lingkungan vagina lebih cocok untuk infeksi jamur.
b. Servik uteri
Sernik uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormone
estrogen.Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot, maka serviks
lebih banyak mengandung jaringan ikat.Jaringan ikat pada servik ini banyak
mengandung kolagen. Akibat kadar estrogen meningkat dengan adanya
hipervaskularisasi serta meningkatnmya suplai darah maka konsentrasi servik
menjadi lunak yang disebut dengan tanda goodell. Selama minggu-minggu awal
kehamilan, peningkatan aliran darah uterus dan limfe mengakibatkan edema dan
kongesti panggul. Akibanya Uterus, servik dan itmus melunak secara progresif dan
serviks menjadi kebiruan, perlunakan ithmus menyebabkan antefleksi uterus
berlebihan dselama tiga bulan pertama.
c. Uterus
Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama dibawah pengaruh estrogen
dan progesterone. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh adanya
peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah, heperplasia(produksi
serabut otot dan jaringan fibroelastis baru), dan hipertrofi (pembesaran serabut
otot) dan jaringan fibroelastis yang sudah ada) dan perkembangan desidua.
Hipertrofi otot polos uterus, dan serabut-serabut kalogen yang adapun menjadi
higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus dapat mengikuti
pertumbuhan janin.
Selain bertambah besar, uterus juga mengalami perubahan beratm, bentuk dan
posisi. Dinding-dinding otot menjadi kuat dan elastic, fundus pada serviks mudah
fleksi yang disebut tanda McDonal.Setelah minggu ke delelapan korpus uteri dan
serviks melunak dan membesar secara keseluruhan. Fundus menekan kandung
kemih, menyebabkan wanita sering mengalami berkemih.
Pada kehamilan 8 minggu uterus membesar sebesar telur bebek dan pada
kehamilan 12 minggu kira-kira sebesar telur angsa. Pada saat ini fundus uteri telah

dapat diraba dari luar di atas sympsys. Pada minggu pertama ithmus pada triwulan
pertama membuat ithmus menjadi panjang dan lebih lunak yang disebut tanda
hegar.Perlunakan ithmus uteri pada sambungan serviks dan korpus ini timbul pada
6 minggu pertama setelah haid terakhir.
d. Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditateum, korpus
luteumgravidatalis berdiameter kira-kira 3 cm, kemudian dia mengecil setelah
plasenta terbentuk. Korpus liteum ini mengeluarkan hormone estrogen dan
progesterone.
e. Mamae
Mamae akan membesar dan tegang akibat hormone somatomamotropin,
estrogen dan progesterone, akan tetapi belum mengeluarkan ASI. Estrogen
menimbulkan hipertrofi system saluran, sedangkan progesterone menambah sel-sel
asinus pada mamae.
Somatomamotropin mempengariuhi pertumbuhan sel-sel asinus pula dan
menimbulkan perubahan dalam sel-sel sehingga terjadi pembuatan kasein,
laktalbumun, dan laktoglobulin.Maka dengan demikian mamae di persiapkan untuk
laktasi.Disamping itu dibawah pengaruh progesterone dan somatomamotropin
terbentuk lemak disekitar disekitar alveolua-alveolus, sehingga mamae menjadi
lebih besar. Papila mamae akan membesar, lebih tegang dan tambah lebih hitam,
seperti seluruh areola mamae karena hiperpigmentasi. Hipertrofi kelenjar sabasea
(lemak) yang muncul di areola primer disebut tuberkel Montgomery.Glandula
Montgomery tampak lebih jelas menonjol di areola mamae.
Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli, dan rasa berat di payudara
mulai timbul sejak minggu keenam gestasi, perubahan payudara ini adalah tanda
mungkin hamil.Sensitivitas payudara bervariasi dari rasa geli ringan sampai rasa
geli tajam.
Peningkatan suplai darah membuat pembuluh darah dibawah kulit
berdilatasi.Pembuluh darah yang sebelumnya tidak terlihat, sekarang terlihat,
seringkali tampak sebagai jalinan jaringan biru di bawah permukaan kulit
berdilatasi. Pembuluh darah yang sebelumnya tidak terlihat , sekarang terlihat,
seringkali tampak sebagai jalinan jaringan biru dibawah permukaan kulit. Kongesti
vena di payudara lebih jelas terlihat, seringkali tampak sebagai jalinan jaringan biru
dibawah permukaan kulit.Kongesti vena di payudara lebih jelas terlihat pada
primigravida.Strie dapat terlihat di bagian luar payudara.
f.

Sistem Endokrin

Perubahan besar pada system endokrin yang penting terjadi untuk


mempertahankan kehamilan, pertumbuhan normal janin dan pemulihan paspartum

(nifas). Tes HCG positif dan kadar HCG meningkat cepat menjadi dua kali lipat setiap
48 jam sampai kehamilan 6 minggu. Perubahan-perubahan hormonal selama
kehamilan terutama akibat produksi estrogen dan progesterone plasenta dan juga
hormone-hormon yang dikeluarkan oleh janin.
g. Sistem Kekebalan
Peningkatan pH sekresi vagina wanita hamil membuat wanita tersebut lebih
rentan terhadap infeksi vagina. Sistem pertahanan tubuh ibu selama kehamilan
akan tetap utuh, kadar immunoglobulin dalam kehamilan tidak berubah. IgG
merupakan komponen utama dan immunoglobulin janin di dalam uterus dan
neonatal dini. IgG merupakan satu-satunya immunoglobulin yang dapat menembus
plasenta sehingga imunitas pasif akan diperoleh oleh bayi. Kekebalan ini dapat
melindungi bayi dari infeksi selanjutnya.
h. Perkemihan
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan sehngga sering
timbul kencing.Keadaan ini hilang dengan tuanya kehamilan bila uterus gravidus
keluar dari rongga panggul.Pada kehamilan normal, fungsi ginjal cukup banyak
berubah.Laju filtrasi glomerulus da aliran plasma ginjal menigkat pada masa
kehamilan.Ginjal wanita harus mengakomodasi tuntutan metabolism dan sirkulasi
tubuh ibu yang meningkat dan juga mensekresi produk sampah janin.Fungai ginjal
berubah karena adanya hormone kehamilan, peningkatan volume darah, postur
wanita, aktivitas fisik dan asupan makanan.Sejak minggu ke 10 gestasi pelvic ginjal
dan ureter berdilatasi.
Ginjal pada saat kehamilan sedikit bertambah besar, panjangnya bertambah
samapi 1,5 cm, volume meningkat 60 ml dari 10 ml pada wanita yang tidak hamil.
Ureter berdilatasi, perubahan fungsi ginjal selama kehamilan mungkin dipengaruhi
oleh hormone maternal dan plasenta termasuk ACTH, ADH HCS, dan hormone tiroid.
Filtrasi glomerulus meningkat 50% selama kehamilanpeningkatannya dari awal
kehamilan relative cukup tinggi sampai aterm dan akan kembali normal pada 20
minggu post partum. Glukosuria pada kehamilan tidak selamanya abnormal, hal ini
mungkin berhubungan dengan kostikosteroid. Bila sering terjadi harus diwaspadai
terjadi DM. Peningkatan glukosa ini juga mempermudah terjadinya infeksi pada
saluran perkemihan.Protein urine secara normal dieksresikan 200-300 mg/hari.Bila
melebihi 300 mg/hari, maka harus di waspadai terjadinya komplikasi.
i.

Pencernaan

Perubahan rasa tidak enak di ulu hati disebabkan karena perubahan posisi
lambung dan aliran balik asam lambung ke esophagus bagian bawah. Produksi
asam lambung menurun.Sering terjadi nausea dan muntah karena pengaruh HCG,
tonus otot-otot traktus digetivus sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga
berkurang. Makanan lebih lama di dalam lambung dan apa yang dicerna lebih lama

berada dalam usus-usus..Saliva dan pengeluaran air liur berlebihan daripada


biasa.Rasa mual baik yang sedang maupun berat dengan atau tanpa terjadinya
muntah setiap saat atau pada siang atau malam.Apabila terjadi pada pagi hari seris
di sebutmorning sicknes. Hipersalivasi sering terjadi sebagai kompensasi dari mual
muntah yang terjadi. Pada beberapa wanita ditemukan adanya ngidam makaana
yang mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita tersebut mengenai apa
yang bias mengatur mengurangi rasa mual dan muntah.
j.

Kardiovaskuler

Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan di pengaruhi oleh adanya sirkulasi ke


plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh darah pula, mamae dan alat
lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume plasma maternal
mulai meningka pada saat 10 minggu usia kehamilan dan terus menerus meningkat
sampai 30-34 minggu, sampai ia mencapai titik maksimum.
Perubahan rata-rata volume plasma maternal berkisar antara 20-100%.RBC
meningkat 18% tanpa tanpa sumplemen zat besi dan terjadi peningkatan yang
lebih besar yaitu sekitar 30% jika ibu meminum suplemen zat besi. Karena volume
plasenta meningkat rata-rata-rata 50%, sementara massa RBC meningkat hanya
18-30%, maka terjadi penurunan hematokrit selama kehamilan normal sehingga
disebut anemia fisiologis.
Tekanan darah akan turun selam 24 minggu pertama kehamilan akibat terjadi
penurunan dalam perifer vaskuler resistence yang disebabkan oleh pengaruh
perenggangan otot halus oleh progesterone. Tekanan sistolik akan turun sekitar 510 mmHg dan diastolic pada 10-15 mmHg. Selama kehamilan normal cardiac
output meningkat sekitar 30-50% dan mencapai level maksimalnya selama
trimester pertama atau kedua dan tetap tinggi selama persalinan.
k. Muskuloskeletal
Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada muskolateral. Akibat
peningkatan kadar hormone estrogen dan progesterone, terjadi relaksasi dari
jaringan ikat, kartilago dan ligament juga meningkatkan cairan synofial. Bersamaan
dua keadaan tersebut meningkatkan fleksibelitas dan mobilitas persendian.
Keseimbangan kadar kalsium selam kehamilan biasanya normal apabila asupan
nutrisinya khususnya produk susu terpenuhi. Tulang dan iga biasanya tidak berubah
pada kehamilan yang normal.
Karena pengaruh hormone estrogen dan progesterone, terjadi relaksasi dari
ligament dalam tubuh menyebabkan peningkatan mobilitas dari sambungan/otot
terutama otot-otot pada pelvic. Bersamaan dengan membesarnya ukuran uterus
menyebabkan periubahan yang drastic pada kurva tulang belakang yang biasanya
menjadi salah datu ciri pada seorang ibu hamil. Perubahan-perubahan tersebut

dapat meningkatkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pada bagian belakang yang
bertambah seiring dengan penambahan umur kehamilan.
l.

Integumen/ Kulit

Perubahan keseimbangan hormone dan perenggangan mekanis menyebabkan


timbulnya beberapa perubahan dalam sitem integument selama masa kehamilan.
Perubahan yang umum terjadi adalah peningkatan ketebalan kulit dan lemak sub
dermal, hiperpigmentasi, perubahan rambut dan kuku, percepatan aktivitas kelenjar
keringat dan kelenjar sebasea, peningkatan sirkulasi dan aktivitas vasomotor.
Jarimgan elastic kulit mudah pecah, meyebabkan striae gravidarum, atau tanda
tegangan.Respon alergi kulit meningkat.
m. Metabolisme
Pada wanita hamil basal metabolism rate (BMR) meninggi BMR meningkat
hingga 15-20% yang umumnya terjadi pada triwulan terakhir.Kalori yang
dibutuhkan untuk itu di peroleh terutama dan pembakaran hidratarang, khususnya
sesudah kehamilan 20 minggu ke atas.
n. Pernafasan
Adaptasi ventilasi dan structural selama masa hamil bertujuan menyediakan
kebutuhan ibu dan janin.Kebutuhan oksigen ibu meningkat sebagai respon terhadap
percepatan laju metabolism dan peningkatan kebutuhan oksigen jaringan uterus
dan payudara.Janin membutuhkan oksigen jaringan uterus dan payudara. Janin
membutuhkan oksigen dan suatu cara untuk membuang karbon dioksida.
Peningkatan kadar estrogen menyebabkan ligamentum pada kerangka iga
berelaksasi sehingga ekspansi rongga dada meningkat.
Wanita hamil lebih dalam, tetapi frekuensi nafasnya hanya sedikit
meningkat.Peningkatan volume tidal pernafasan yang berhubungan dengan
frekuensi nafas normal menyebabkan peningkatan volume nafas 1 menit sekital
26%.Peningkatan volume nafas disebut dengan hiperventilasi kehamilan, yang
menyebabkan konsesntrasi karbon di oksida di alveoli menurun.Beberapa wanita
mengeluh dispnea saat istirahat.
o. Sistem Persrafan
Hanya sedikit yang diketahui tentang perubahan fungsi system neurologi selama
masa hamil, selain perubahan neurohormonal, hipotalamik hipofisis. Perubahan
fisiologis spesifik akaibat kehamilan dapat terjadi timbulnya gejala neurologis dan
neuromuscular berikut: kompresi saraf panggul, lotosis dorsolumbal, edema yang
melibatkan saraf primer, akroestesia atau rasa baal dan gatal di tangtan, myeri
kepala akibat ketegangan, nyeri kepala ringan, rasa ingin pingsan dan
hipokalsemia.

b) Trimester II
a. Vulva dan Vagina
Karena hormone estrogen dan progesteron terus meningkat dan terjadi
hipervaskularisasi mengakibatkan pembuluh-pembuluh darah alat genetalia
membesar.Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat
genetika tersebut meningkat.
Peningkatan vaskularisasi vagina dan visera panggul lain menyebabkan
peningkatan sensitivitas yang menyolok. Peningkatan sensitivitas dapat
meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual, khususnya selama trimester kedua
kehamilan.Peningkatan kongesti ditambah relaksasi dinding pembuluh darah dan
uterus yang berat dapat menyebabkan timbulnya edema dan varises vulva.Edema
dan varises biasanya membaik selama periode pasca partum.
b. Serviks
Konsistensi serviks menjadi lunak dan kelenjar-kelenjar diserviks akan berfungsi
lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak.
c. Uterus
Pada kehamilan 16 minggu cavum uteri sama sekali diisi oleh ruang amnion
yang terisi janin dan isumus menjadi bagian korpus uteri. Bentuk uterus menjadi
bulat dan berangsur-angsur berbentuk lonjong seperti telur, ukurannya kira-kira
sebesar kepala bayi atau tinju tiorang dewasa.Pada saat ini uterus mulai memasuki
rongga peritoneum.
16 minggu fundus tundus uteri kira-kira terletak di antara 1/2 jarak pusat ke
Shimpisis
-

20 minggu fundus uteri kira-kira terletak di pinggir bawah pusat.

24 minggu fundus uteri berada tepat di pinggir atas pusat.

Umumnya seiring pembesaran, uterus berotasi ke kanan.Hal ini kemungkinan


diusebabkan adanya kolon rektosiqmoid di sebelah kiri.Hipertropi ekstensif
(pembesaran) ligamentum teres uteri mmepertahankan posisi uterus.Akhirnya
uterus yang membesar ini menyentuh dinding abdomen anterior dan mendesak
usus halus ke kedua sisi abdomen.Sehgera setelah bulan keempat kehamilan,
kontraksi uterus dapat dirasakan melalui dinding abdomen.Kontraksi ini disebut
tanda Braxton hicks.Salah satu tanda kemungkinan hamil.
Kontraksi Braxton bicks adalah kontraksi tidak teratur yang tidak menimbulkan
nyeri, yang timbul secara intermitten sepanjang setiap siklus menstruasi.Kontraksi

memfasilitasi aliran darah ke uterus sehingga meningkatkan pengangkutan oksigen


ke uterus.Selain bertambah besar, uterus juga mengalami perkembangan
desidua.Selain bertambah besar uterus juga mnengalami perubahan berat, bentuk
dan posisi.Dinding-dinding otot menjadi kuat dan elastic.Fundus pada serviks
mudah fleksi yang disebut tanda Mc Donald.Setelah minggu kedelapan korpus uteri
dan serviks melunak dan membesar secara keseluruhan. Fundus menekan kandung
kemih, menyebabkan wanita sering mengalami urinary frekuensi (sering berkemih).
d. Ovarium
Pada usia kehamilan 16 minggu, plasenta muali terbentuk dan menggantikan
fungsi korpus luteum graviditatum.
e. Payudara (Mammae)
Pada kehamilan 12 mingggu ke atas dari putting susu dapat keluar cairan
berwarna putih agak jernih disebut colostrum. Colostrums ini berasal dari asinus
yang mulai bersekresi.
Selama trimester kedua dan ketiga, pertumbuhan kelenjatr mammae membuat
ukuan payudara meningkat secara progresif.Kadar hormone luteal dalam plasenta
dalam masa hamil meningkatkan proliferasi duktus laktiterus dan jaringan lobulus
alveolar sehingga pada palpasi payudara teraba penyebaran nodul
kasar.Peningkatan jaringan glandular menggantikna jaringan ikat akibatnya jaringan
menjadi lebih lunak dan lebih jarang.Peregangan ligamentum cooper suspensorium
fibrosa berlebihan yang menopang payudara dapat dicegah dengan mengenakan
bra maternitas berukuran sesuai.
Walaupun perkembangan kelenjar mamae secara fungsional lengkap pada
pertengahan masa hamil, tetapi laktasi terlambat samapi kadar estrogen menurun,
yakni setelah janin dan plasenta lahir.
f.

Sistem Pencernaan

Biasanya terjadi konstipasi karena pengaruh hormone progesterone yang


meningkat.Selain itu perut kembung juga terjai karena adanya tekanan uterus yang
membesar dalam rongga perut yang mendesak organ-organ dalam perut khususnya
saluran pencernaan, usus besar, ke arah atas dan lateral.Wasir (hemoroid) cukup
sering pada kehamilan sebagian besar akibat konstipasi dan naiknya tekanan venavena di bawah uterus termasuk vena hemoroid.Panas perut (heart burn) terjadi
karena terjadinya aliran balik asam gastric ke dalam esophagus bagian bawah.
g. Sistem Respirasi .
Karena adanya penurunan tekanan CO2 seorang wanita hamil
seringmengeluhkan sesak napas sehingga meningkatkan usaha bernapas.

h. Sistem Kardiovaskuler
Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai jelas kelihatan terjadi proses hemodilusi
setelah 24 minggu tekanan darah sedikit demi sedikit naik kembali pada tekanan
darah sebelum aterm. Perubahan auskultasi mengiringi perubahan ukuran dan
posisi jantung. Peningkatan volume darah dan curah jantung juga menimbulkan
perubahan hasil auskultasi yang umum terjadi selama masa hamil. Bunyi splitting
S1 dan S2 lebih jelas terdengar.S3 lebih jelas terdengar setelah minggu ke 20
gestasi. Selain itu murmur ejeksi sistolik tingkat II dapat didengar di daerah
pulmonal. Antara minggu ke 14 dan ke 20, denyut meningkat perlahan, mencapai
10-15 kali/menit, kemudian menetap sampai aterm.Dapat timbul palpitasi.
i.

Sistem Traktus Urinarius

Kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang, karena
uterus sudah mulai keluar dari uterus.Pada trimester kedua, kandung kemih tertarik
ke atas dan keluar dari panggul sejati kearah abdomen. Uretra memanjang sampai
7,5 cm karena kandung kemih bergeser kearah atas. Kongesti panggul pada masa
hamil ditujn jukkan oleh hipemeria kandung kemih dan uretra.Peningkatan
vaskularisasi ini membuat mukosa kandung kemih menjadi mudah luka dan
berdarah.Tonus kandung kemih dapat menurun. Hal ini memungkinkan distensi
kandung kemih sampai 1500 ml. Pada saat yang sama, pembesarabn uterus
menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun kandung
kemih hanya berisi sedikit urine.
j.

Sistem Muskuluskletal

Selama trimester kedua mobilitas persendian akan berkurang terutama pada


daerah siku dan pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi cairan pada
jaringan konektif atau jaringan yang berhubungan di sekitarnya.
k. Sistem Integumen
Akibat peningkatan kadar hormone estrogen dan progesterone, kadar MSH pun
meningkat.
l.

Sistem Endokrin

Adanya peningkatan hormone estrogen dan progesteron serta terhambatnya


pembentukan FSH dan LH.
m. Kenaikan Berat Badan
Kenaikan berat badan 0,4-0,5 kilogram/minggu selama sisa kehamilan.

c) Trimester III

a. Uterus
Uterus pada trimester III itrmus lebih nyata menjadi bagian korpus uteri dan
berkembang menjadi segmen bawah rahim (SBR).Pada kehamilan tua karena
kontraksi otot-otot bagian atas uterus, SBR menjadi lebih lebar dan tipis, tampak
batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang
lebih tipis.Batas itu di kenal sebagai lingkaran retraksi fisipologis dinding uterus,
diatas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada dinding SBR.
1. 28 minggu fundus uteri terletak kitra-kira tiga jari diatas pusat atau 1/3 jarak
antara pusat ke proses ocifoideus (25 cm).
2. 32 minggu fundus uteri terletak kira-kira antara jarak pusat dan proses
ocifoideus.
3. 30 minggu fundus uteri kira-kira 1 jari di bawah proses ocifoideus (30 cm).
4. 40 minggu fundus uterus terletak kira-kira 3 jari di bawah proses ocifoideus (30
cm).
Setelah minggu ke-28 kontraksi brakton bicks semakin jelas, terutama pada
wanita yang langsing. Umumya akanmenghilang bila wanita tersebut melakukan
latihan fisik atau berjalan. Pada minggu-minggu terakhir kehamilan kontraksi
semakin kuat sehingga sulit diberikan dan kontraksi untuk memulai persalinan.
b. Sistem Uraktus Uranius
Pada terakhir kehamilan kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul keluhan
sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing akan mulai tertekan
kembali. Selain itu juga terjadi hemodilusi menyebabkan metabolism air menjadi
lancer.
Pada kehamilan tahap lanjut, pelvis ginjal kanan dan ureter lebih berdilatasi
daripada pelvis kiri akibat pergeseran uterus yang berat ke kanan akibat terdapat
kolon rektosigmoid di sebelah kiri.
Perubahan-perubhan ini membuat pelvis dan ureter mampu menampung
urin dalam volume yang lebih besar dan juga memperlambat laju aliran urin.
c. Sistem Respirasi
Pada 32 minggu ke atas karena usus-usus tertekan uterus yang membesar kea
rah diafragma, sehingga diafragma kurang leluasa bergerak mengakibatkan
kebanyakan wanita hamil mengalami derajat kesulitan bernafas.
d. Kenaikan Berat Badan

Terjadi kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg, penambahan berat badan mulai dari
awal kehamilan sampai akhir kehamilan adalah 11-12 kg.
e. Sirkulasi Darah
Hemodilusi penambahan volume darah sekitar 25% dengan puncak kehamilan
32 minggu, sedangkan hematokrit mencapai level terendah pada minggu 30-32,
karena setelah 34 minggu masa RBC terusd meningkat tetapi volume plasma tidak.
Peningkatan RBC menyebabkan penyaluran oksigen pada wanita dengan hamil
lanjut mengeluh sesak napas dan pendek napas.Hal ini ditemukan pada kehamilan
meningkat untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Aliran darah ,meningkat dengan cepat seiring dengan pembesaran uterus.
Walaupun alieran darah uterus terus meningkat 20 kali lipat, ukuran konseptus
meningkat lebih cepat.Akibat lebih banyak oksigen diambil dari darah uterus
selama masa kehamilan lanjut. Pada kehamilan cukup bulan yang normal,
seperenam volume darah total ibu berada didalam dsistem perdarahan uterus.
Kecepatan rata-rata aliran darah uterus ialah 500 ml/menit.Dan konsumsi rata-rata
oksigen yterus gravid ialah 25ml/menit.Tekanan arteri maternal, kontraksi uterus
dam posisi maternal mempengaruhi aliran darah.Estrogen juga berperan dalam
mengatur aliran darah uterus.
Dengan menggunakan alat ultrasound atau stetoskop janin, member pelayanan
kebidanan dapat mendengar : (1) uterine souffle atau murmur suatu bunyi aliran
darah ibu bergegas menuju plasenta, yang sinkron dengan nadi ibu, (2) Souffle
funic yang sinkron dengan frekuensi jantung janin dan di sebabkan oleh darah janin
yang mengalir melalui tali pusat dan (3) frekuensu bunyi jantung janin (DJJ). Semua
bunyi ini adalah tanda pasti kehamilan.
f.

Sistem Muskuloskeletal

Sendi pelvis pada saat kehamilan sedikit dapat bergerak. Perubahan tubuh
secara bertahap dan peningkatan berat wanita hamil menyebabkan postur dan cara
berjalan wanita berubah secara menyolok. Peningkatan disgtemsi abdomen yang
membuat panggul miring kedepan, penurunan tonus otot perut dan peningkatan
beban berat badan pada akhir kehamilan membutuhkan penyesuaian ulang
(realignment) vulvatura spinalis.
Pusat gravitasi wanita bergerak kedepan .kurva lumbo sakrun normal harus
semakin melengkung dan didaerah serviks dorsal harus berbentuk kurvatura, fleksi
anterior kepala berlebihan untuk mempertahankan keseimbangan payudara yang
besar dan posisi bahu yang bungkuk saat berdiri akan semakin membuat kurva
punggung dan lumbal menonjol berdiri akan semakin membuat kurva punggung
dan lumbal menonjol. Pergerakan menjadi lebih sulit.Struktur ligament dan otot
tulang belakang bagian tengah dan bawah mendapat tekanan berat.

Wanita muda yang cukup berotot dapat mentoleransi perubahan ini tanpa
keluhan.Akan tetapi wanita yang tua dapat mengalami gangguan punggung atau
nyeri punggung yang cukup berat selama dan segera setelah kehamilan.
Otot dinding perut meregang dan akhirnya kehilangan sedikit tonus otot.Selama
trimester ketiga rectum abdomen dapat memisah, menyebabkan isi perut menonjol
digaris tengah tubuh.Umbilicus menjadi lebih datar atau menonjol.Setelah
melahirkan tonus otot secara bertahap kembali, tetapi pemisahan otot (diastasis
recti abdominis) menetap.
Hormone pregesteron dan hormone relaxing menyebabkan relaksasi jaringan
ikat dan otot-otot, hal ini terjadi maksimal pada satu minggu terakhir kehamilan,
proses relaksasi ini memberikan kesempatan pada panggul untuk meningkatkan
kapasitasnya sebagai persiapan proses persalinan, tulang pubik melunak
menyerupai tulang sendi, sambungan sendi sacrocoagusmengendur membuat
tulang coccigis bergeser ke arah belakang sendi panggul yang tidak stabil pada ibu
hamil hal ini menyebabkan sakit pinggang. Postur tubuh wanita secara bertahap
mengalami perubahan karena janin membesar dalam abdomen sehingga untuk
mengkompensasi penambahan berat ini, bahu lebih tertarik ke belakang dan tulang
lebih melengkung, sendi tulang belakang lebih lentur dan dapat menyebabkan nyeri
punggung pada bebrapa wanita.
Lordosis progresif merupakan gambaran yang karakteristik pada kehamilan
normal.Untuk mengkompensasi posisi anterior uterus yang semakin menbesar,
lordosis menggeser pusat gravitasi ke belakang pada tungkai bawah.Mobilitas sendi
sakroiliaka, sakrokoksigeal dan sendi pubis bertambah besar dan menyebabkan
rasa tidak nyaman di bagian bawah punggung, khususnya pada akhir kehamilan.
Selama trimester akhir rasa pegal, mai rasa dan lemah dialami oleh anggota badan
atas yang disebabkan lordosis yang besar dengan fleksi anterior leher dan
merosotnya lingkar bahu yang akan menimbulkan traksi pada nervus ulnaris dan
medianus (Crips dan de Francesco,1964). Ligament raundron Mengalami hipertropi
dan mendapatkan tekana dari uterus yang mengakibatkan rasa nyeri pada ligament
tersebut.

2.

Adaptasi Psikologis

a.

Adaptasi Ibu

Bagi pasangan yang kehamilannya tidak dikehendaki, akan muncul


kegelisahan dan kecewa serta berusaha menghilangkan buah kehamilannya dengan
cara apapun. Pada keadaan seperti ini peranan bidan atau tenaga kesehatan sangat
diperlukan dalam memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi serta konseling.
Hal ini dikarenakan sebab kehamilan bukanlah proses biologi semata, tetapi lebih
dari sebagai karunia Tuhan Ynag Maha Esa. Tindakan apapun yang dilakukan

dengan tujuan menghilangkan kehamialn adalah pembunuhan. Negara Indonesia


yang berdasarkan Pancasila tidak membenarka tindakan aborsi dan ini didukung
Undang-Undang No.23 Tahun 1992 eruama tercantum dalam pasal 15. Selain itu
secara agama melakukan aborsi itu adalah termasuk dosa besar.
Kadang-kadang akibat pergaulan remaja yang bebas dapat menjurus ke seks
bebas, yang dapat menyebabkan kehamilan yang tidak dikehendaki. Remaja yang
kehamilannya diingkari situasi cemas dan stress akan menghantui dirinya, takut
mengatakan kepada orang tuanya, dan biasanya akan menarik diri dari pergaulan
akibat rasa malu telah melakukan perbuatan yang dilarang agama.
Periode syok dan menyangkal kehamilan kemudian kebingungan dan
preoccupation dengan berbagai masalah yang diperkirakan penyebabnya, terdiri
dari 3 faktor yaitu:
1)

Persepsi terhadap kejadian

2)

Dukungan situasional

3)

Mekanisme koping

Proses psikologis ini sering terlihat berhubungan dengan perubahan biologic


yang mengambil peran dalam tiap tahapan kehamilan. Untuk lebih memahami
perubahan dan adaptasi psikologis ibu hamil akan dibahas ebih rinci pada setiap
trimester dalam uraian beriku ini :

a.

Trimester I

Trimester pertama sering dikatakan sebagai masa penentuan untuk


membukukan bahwa wanita dalam keadaan hamil. pada saat inilah tugas psikologis
pertama sebagai calon ibu untuk dapat menerima kenyataan akan kehamilannya.
Selain itu akibat dari dampak terjadinya peningkatan hormone estrogen dan
progesterone pada tubuh ibu hamil akan mempengaruhi perubahan pada fisik
sehingga banyak pada ibu hamil yang merasakan kekecewaan, penolakan,
kecemasan dan kesedihan.
Dia akan merenungkan keadaan dirinya. Dari munculnya kebingungan
tentang kehamilannya dengan pengalaman buruk yang pernah dialaminya sebelum
kehamilan, efek kehamilan yang akan terjadi pada hidupnya (terutama jika ia
wanita karir), tanggung jawab baru atau tambahan yang akan dipikul,
kecemasannya tentang kemampuan dirinya untuk menjadi seorang ibu, keuangan
dan rumah, penerimaan kehamilannya oleh orang lain. Saat itu, beberapa
ketidaknyamanan trimester pertama berupa mual, lelahh, perubahan selera,

emosional, mungkin mencerminkan konflik dan depresi yang dalam dan dapat
terjadi pada saat ia teringat tenang kehamilannya.
Kekhawatiran orang tua terhadap kesehatan anak berbeda-beda selama
masa hamil (Gaffney, 1998).kekhawatiran pertama timbul pada trimester pertama
dan berkaitan dengan kemungkinan terjadinya keguguran. Banyak wanita yang
sengaja tidak mau memberitahukan kehamilannya kepada orang lain sampai
periode ini berlalu.
Kebingungan yang dialami ibu hamil ini secara normal akan berakhir spontan
pada saat dia menerima kehamilannya. Penerimaan ini biasanya terjadi pada akhir
trimester pertama dan didukung oleh perasaannya yang cukup aman untuk
mengungkapkan perasaannya terhadap konflik yang dialamo selama ini.Terimeser
pertama juga sering merupakan masa kekhawatiran dan penantian kehamilan
menjadi aman.Terutama pada wanita yang pernah mengalami keguguran
sebelumnya dan tenaga professional dalam bidang pelayanan kesehatan wanita
yang khawatir terhadap keguguran dan teratogen.Wanita ini dengan tidak sabar
menunggu berakhirnya trimester pertama sampai mereka dapat tenang dan
percaya denga kehamilannya.
Pada trimester pertama seorang ibu akan selalu mencari tanda-tanda untuk
lebih menyakinkan bahwa dirinya memang hamil. Setipa perubahan yang terjadi
pada tubuhnya akan selalu diperhatikan dengan seksama.karena perutnya masih
kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang dapat diberitahukannya
kepada orang lain atau mungkin dirahasiakannya.
Bertambahnya berat badan adalah bagian yang significan pada wanita pada
trimester pertama. Ini menjadi uji nyata yang dilakukan wanita yang seperti terlihat
pada tubuhnya jelas bahwa ia hamil. Bagi kebanyakan wanita, bertambahnya berat
badan dijadikan bukti awal berkembangnya bayi meskipun sebenarnya bukanlah
kejadian secara fisik.Wanita yang terlihat bertambah berat badannya berperan pada
perlindungan dan pertumbuhan abdomennya, yang berarti hamil baginya.Dan
sebaliknya, bagi wanita hamil dan ingin menyembunyikannya (seperti remaja yang
belum menikah) bisa mencegah mereka untuk menunjukan dan mencoba untuk
mengatasi masalahnya.
Hasrat untuk melakukan hubungan seks, pada trimester pertama berbedabeda.Walalupun beberapa wanita mengalami gairah seks yang lebih tinggi,
kebanyakan mereka mengalami penurunan libido selama periode ini. Ekspresi
seksual selama masa hamil bersifat individual. Beberapa pasangan menyatakan
puas dengan hubungan seksual mereka, sedang yang lain mengatakan sebaliknya.
Perasaan yang berbeda-beda ini dipengaruhi oleh factor-faktor fisik, emosi, dan
interaksi termasuk takhayul tentang seks selama masa hamil, masalah disfungsi
seksual, dan perubahan fisik pada wanita.

Keadaan ini menciptakan kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka


dan jujur dengan suami. Banyak wanita merasa buuh untuk dicintai dan merasakan
kuat untuk mencintai namun tanpa berhubungan seks.Libido sangat dipengaruhi
kelelahan, rasa mual, pembesaran payudara, keprihatinan, kekhawatiran. Semua ini
merupakan bagian normal dari proses kehamilan pada trimester pertama.

b. Trimester II
Trimester kedua sering disebut sebagai periode pancaran kesehatan, saat ibu
merasa sehat.Ini disebabkan selama trimester ini umumnya wanita sudah merasa
baik dan terbebas dari ketidaknyamanan kehamilan. Tubuh ibu sudah terbiasa
dengan kadar hormone yang lebih tinggi dan rasa tiidak nyaman karena hamil
sudah berkurang. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai
beban.Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energy
dan piokirannya secara lebih konstruktif.Pada trimester ini pula ibu dapat
merasakan gerakan bayinya, dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai
seseorang diluar dari dirinya sendiri.Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa
kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakan pada trimester pertama
dan merasakan meningkatnya libido.
Trimester kedua dibagi menjadi dua fase yaitu prequickening dan
postquickening. Akhir dari trimester pertama dan selama prequickening dalam
trimester kedua, wanita tersebut akan terus melengkapi dan mengevaluasi segala
aspek yang menghubungkan dengan ibunya sendiri. Semua masalah pribadi
dengan ibunya yang telah atau sedang terjadi dianalisis.Kemampuan untuk dapat
mempertahankan hubungan ibu dan anak diuji. Dengan pengujian ini
mendatangkan pengertian dan criteria penerimaan oleh ibunya yang ia hargai dan
hormati.
Hubungan social wanita akan meningkat dengan wanita hamil lainnya atau
yang baru menjadi ibu, ketertarikan dan aktivitasnya terfokus pada kehamilan,
kelahiran dan persiapan untuk peran yang baru. Hubungna social yang rumit ini
membutuhkan sejumlah pekerjaan yang rumit, yang pada gilirannya akan bertindak
sebagai katalis bagi peran barunya.
Quickening mungkin menyerang wanita untuk memikirkan bayinya sebgai individu
yang merupakan bagian dari dirinya.Kesadaran yang baru ini memulai perubahan
dalam memusatkan dirinya ke bayi. Pada saat ini, jenis kelamin bayi tidak begitu
penting. Perhatian ditujukan pada kesehatan bayi dan kehadiran didalam keluarga.
Ketika janin menjadi semakin jelas, yang terlihat dengan adanya gerakan dan
denyut jantung, kecemasan orang tua yang terutama ialah kemungkinan cacat
pada anaknya. Orang tua mungkin akan membicarakan rasa cemasnya ini secara
terbuka dan berusaha memperoleh kepastian bahwa anaknya dalam keadaan

sempurna. Pada tahap lanjut kehamilan, rasa takut bahwa anaknya dapat
meninggal semakin melemah.

c.

Trimester III

Trimester ketiga sering disebut sebagai periode penantian.Pada periode ini


wanita menanti kehadiran bayinya sebagai bagian dari dirinya, dia menjadi tidak
sabar untuk segera melihat bayinya. Ada perasaan tidak menyenangkan ketika
bayinya tidak lahir tepat pada waktunya, fakta yang menempatkan wanita tersebut
gelisah dan hanya bisa melihat dan menunggu tanda-tanda dan gejalanya.
Trimester tiga adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan
sebagai orang tua, seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi. Saat ini
orang-orang disekelilingnya akan membuat rencana pada bayinya. Wanita tersebut
akan berusaha melindungi bayinya, dengan menghindari kekrumunan atau
seseorang atau apapun yang dianggap membahayakan. Dia akan membayangkan
bahwa bahaya terdapat didunia luar. Memilih nama adalah aktivitas yang dilakukan
dalam mempersiapkan kehadiran bayi. Dia mungkin akan mencari buku ynag berisi
nama-nama atau mengikuti penyuluhan-penyuluhan kesehatan yang berkaitan
dalam rangka mempersiapkan kelahiran dan kesiapan menjadi orang tua. Membuat
atau membeli pakaian bayi.Mengatur ruangan.Banyak hal yang diberukan untuk
merawat bayinya.
Sejumlah ketakutan terlihat selama trimester ketiga. Wanita mungkin
khawatir terhadap hidupnya dan bayinya, dia tidak akan tahu kapan dia melahirkan.
Mimpinya mencerminkan perhatian dan kekhawatirannya.Dia lebih sering bermimpi
tentang bayinya, anak-anak, persalinan, kehilangan bayinya, atau terjebak disuatu
tempat kecil dan tidak bisa keluar. Ibu mulai merasa takut akan rasa sakit dan
bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan. Rasa tidak nyaman timbul
kembali karena perubahan body image yaitu merasa dirinya aneh dan jelek.Ibu
memerlukan dukungan dari suami, keluarga dan bidan.
Wanita juga mengalami proses berduka seperti kehilangan perhatian dan hak
istimewa yang dimiliki selama kehamilan, terpisahnya bayi dari bagian tubuhnya,
dan merassa kehilangan kandungan dan menjadi kosong. Perasaan mudah terluka
juga terjadi pada masa ini.Wanita tersebut mungkin merasa canggung, jelek, tidak
rapi, dia membutuhkan perhatian yang lebih besar dari pasangannya.Pada
pertengahantrimester II, hasrat seksual tidak setinggi pada trimester kedua karena
abdomen menjadi sebuah penghalang.

b. Psikologis Suami
Ayah seringkali kelihatan standar sebagai pengamat istriyang hamil. Ia
diperlukan untuk konsepsi, membayar biaya, dan menyiapkan penuntun
perkembangan anak sekarang pandangantersebut telah berubah dan seorang ayah
sekarang diharapkan berperan penuh dalam perawatan,terlibat sebagai Ayah, dan
pemberi nafkah, sebagai respon terhadap tekanan masyarakat . pengaruh
feminisme dan tekanan ekonomi menyebabkan lebih banyak wanita bekerja diluar
rumah dan berbagai peran sebagaiorang tua.sering turjadi perasaan menolak
karena banyak factor, misalnya, apakah kehamilan itu direncanakan, bagaimana
hubungan laki - laki tersebut dengan istri \ pasangannya,pengalaman ke hamilan
sebelumnya, umur,dan kesetabilan ekonomi.

Sumber stress
Seorang ayah mengalami stres dalam transisi menjadiorang tua. Penyebab antara
lain :
1.

masalah keuangan.

2.

kondisi yang tidak di inginkan selama hamil.

3.

cemas bayinya tidaksehat atau normal.

4.

khawatir tentang nyeri saat istri melahirkan.

5.

peran selama bersalin.

Sumber stress yang lainnya, adalah


1.

Perubahan hubungan dengan istri/pasangan.

2.

Hilangnya respons seksual

3.

Perubahan hubungan dengan keluarga atau teman laki-lakinya.

4.

Kemampuan sebagai orang tua.

Peran ayah berkembang sejalan dengan peran ibu. Secara umum, ayah
yang stress menyukai anak-anak, senang berperan sebagai ayah dan senang
mengasuh anak, percaya diri dan mampu menjadi ayah, membagi pengalaman
tentang kehamilan dan melahirkan dengan pasangannya (Jordan, 1990).

Perkembangan pengalaman ayah sesuai fase-fase dalam kehamilan istrinya :

1. Trisemester pertama
1. Setelah mengetahui istrinya hamil, ia akan memberitahukan teman dan
relasinya tentang kabar gembira tersebut.
2. Sering bingung terhadapa perkembangan perasaan istrinya, termasuk
perubahan tubuh. Ia memperhatikan kebutuhan istrinya yang mudah lelah dan
menurunnya keinginan untuk berhubungan seksual.
3. Saat ini anaknya adalah bayi yang potensial. Ayah sering membayangkan
berinteraksi dengan anaknya yang dibayangkan berumur 5 atau 6 tahun, walaupun
kehamilan belum kelihatan (Jordan,1990).
4. Berbeda tergantung dari : usia, jumlah anak, interest terhadap anak,stabilitas
ekonomi
5. Menerima atau menolak keadaan istrinya yang bisa disebabkan karena adanya
gangguan komunikasi
6. Toleransi terhadap kebutuhan seksual. Dorongan seksual dapat meningkat atau
menurun
7. Ayah dapat menjadi stress, untuk mengatasinya membuat kegiatan baru diluar
rumah.

2. Trisemester kedua
1. Peran ayah pada saat ini masih samar-samar, tetapi perannya meningkat
dengan melihat dan merasakan gerakan janin.
2. Ayah menjadi lebih nyaman dengan peran baru melihat anaknya pada saat di
USG adalah pengalaman yang penting dalam menerima kenyataan istrinya hamil.
3. Seorang ayah ingin meniru atau membuang perilaku sebagai ayah sesuai
keinginanya. Konflik tentang cara menjadi ayah dapat juga timbul pada pasangan.
Selain berperan dalam mencari nafkah, suami juga di tuntut istrinya untuk terlibat
aktif dalam mempersiapkan perawatan anaknya. Hal itu akan meningkatkan stress.
Untuk itu, perlu persetujuan bersama tentang pembagian peran (Diemer, 1997).
Disatu sisi, ibu ingin dominan, di sisi lain ayah ingin lebih banyak menghabiskan
nwaktunya untuk bekerja, melakukan hobinya atau bersama teman-temannya.
4. Merasa senang dengan pergerakkan janin

5. Melibatkan diri dengan masalah kehamilan istrinya


6. Memberikan perhatian yang dibutuhkan oleh istrinya.
7. Bila merasa gagal dalam memberikan perhatian ini ayah menghabiskan waktu
diluar rumah
8. Bila berhasil, perhatian yang diberikan lebih besar lagi

3. Trisemester ketiga
Jika pasangan mampu berkomunikasi dengan baik, trisemester ketiga ini adalah
waktu yang khusus dengan gambaran yang jelas tentang peran mereka, dan
mempersiapkan bersama kondisi kedepan.
1.

Bersama-sama terlibat dalam kelas pendidikan kesehatan tentang melahirkan.

2.

Persiapan yang nyata untuk kelahiran bayi

3.

Peran menjadi jelas

4.

Timbul rasa takut

5.

Timbul pertanyaan, menjadi orang tua seperti apa?

6.

Dapatkah dia membantu istrinya melahirkan?

7.

Apakah mereka akan mempunyai bayi?

c.

Psikologis Saudara Kandung

Saudara kandung (sibling) perlu dipersiapkan akan kedatangan adiknya karena


dapat menimbulkan perasaan bersaing (sibling rivalry). Sibling rivalry timbul
karena anak-anak takut perhatian orang tuannya berubah.
Pencegahan kondisi ini dapat dilakukan dengan cara :
1.

Anak anaknya yang lain diberitahu sejak awal kehamilan.

2. Kepada anak toddler diberikan kesempatan untuk merasakan gerakan bayi


dalam rahim dan dijelaskan bahwa rahim ibu adalah tempat khusus tumbuhnya
bayi.
3. Anak dapat membantu mengatur baju bayi dilaci atau menyiapkan tempat tidur
dan kamar bayi.

4.

Bantu anak menyesuaikan diri terhadap perubahan ini.

5. Kenalkan anak dengan bayi sehingga anak tidak membayangkan adiknya akan
cukup besar untuk diajak bermain.
6. Mengajak anak ketempat pemeriksaan kehamilan dan memberikan kesempatan
untuk mendengar denyut jantung janin.

Jika saudara kandung sudah sekolah, kehailan akan merupakan


urusan keluarga. Penjelasan tentang kehamilan didasarkan pada tingkat
pemahaman anak. anak dapat diberikan buku-buku dirumah, merasakan gerakan
janin dan mendengarkan bunyi jantung janin. Biarkan ia hadir ketiak ibu melahirkan.
Persiapan sibling dalam menerima bayi baru dapat dilakukan oleh orang tua dengan
memberikan cukup perhatian agar ia tidak berprilaku regresif atau agresif.

d.

Psikologis Kakek Nenek

Dengan adanya kehamilan, hubungan suami istri dengan kedua orang


tuannya menjadi lebih dekat. Kakek/nenek merasa kadang-kadang tidak pasti
seberapa dekat mereka terlibat dalam membantu memberikan nasihat atau hadiah.
Bagi kakek/nenek yang masih muda, dapat terlibat dengan membantu bekerja atau
kegiatan lain.
Kakek/nenek juga mengalami perubahan peran dalam kehidupannya,
seperti pensiun, perubahan kondisi keuangan, menopause, kematian teman dan
lain-lain yang dapat menimbulkan konflik dalam perubahan struktur keluarga.
Kakek/nenek juga ingin merasakan dan mengontrol situasi baru mereka sendiri
selain pasangan yang hamil tersebut. Pasangan yang masih muda sebaiknya
mendengarkan pendapat yang ingin disampaikan oleh orang tuanya. Biasanya
pasangan muda merasaka bahwa mereka menerima nasihat yang berlebihan, yang
kadang kadang mereka anggap sebagai kritik atau asuhan mereka terhadap bayi
baru lahir. Sebaiknya pasangan muda mendiskusikan masalah mereka dan
menyusun perencanaan.
Peran kakek/nenek ketika bayi dibawa pulang perlu diperjelaskan untuk
member situasi yang nyaman dirumah. Kadang kadang diperlukan pendidikan
bagi kakek/nenek, agar dapat member nasihat atau dukungan kepada orang tua
baru.

C. Tujuan Perawatan Pada Masa Prenatal


1) Tujuan

Tujuan Asuhan Kehamilan antara lain:


o Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu dan tumbuh
kembang janin.
o Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental serta social ibu dan
bayi.
o Menentukan secara dini adanya masalah atau gangguan dan kemungkinana
komplikasi yang terjadi selam kehamilan.
o Mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan selamat baik ibu maupun bayi
dengan trauma dengan seminimal mungkin.
o Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan permberian asi ekslusif berjalan normal.
o Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam
pemeliharaan bayi agar dapat tumbuh dan kembang secara normal.

Penting bagi bidan untuk secara kritis mengevaluasi dampak fisik, psikologis, dan
sosiologi kehamilan terhadap ibu dan keluarganya. Perawat dapat melakukan halhal dibawah ini, antara lain :
o Mengembangkan hubungan kemitraan dengan ibu.
o Melakukan pendekatan yang holistik dalam memberikan asuhan kepada ibu yang
dapat memenuhi kebutuhan individualnya.
o Meningkatkan kesadaran terhadap masalah kesehatan masyarakat bagi .ibu dan
keluarganya.
o Bertukar informasi dengan ibu dan keluarganya dan membuat mereka mampu
menentukan pilihan berdasarkan informasi tentang kehamilan dan kelahiran.
o Menjadi advokat bagi ibu dan keluarganya selama kehamilan , mendukung hakhak ibu untuk memilih asuhan yang sesuai berdasarkan informasi tentang
kehamilan dan kelahiran.
o Mengetahui kesulitan kehamilan dan merujuk ibu dengan tepat dalam tim
multidisiplin.
o Memfasilitasi ibu dan keluarga dalam mempersiapkan kelahiran dan membuat
rencana persalinan.
o Memfasilitasi ibu untuk membuat pilihan berdasarkan informasi tentang metode
pemberian makan untuk bayi dan memberikan saran yang tepat dan sensitif untuk
mendukung keputusannya.

o Memberikan penyuluhan tentang peran menjadi orang tua dalam suatu program
terencana atau secara perorangan.
o Bekerjasama dengan organisasi lain.

2) Tanda dan Gejala Kehamilan


1) Tanda persumtif kehamilan :
- Terhentinya menstruasi
Baru setelah 10 hari atau lebih dari awitan menstruasi, berhentinya menstruasi
dapat menjadi indicator kehamilan yang handal.
- Perubahan payudara
Perubahan anatomis pada payudara ini menjadi indikator kehamilan terutama bagi
primipara.
- Perubahan pada mukosa vagina
Tanda Chadwick yaitu mukosa vagina tampak gelap kebiruan atau merah keunguan
dan mengalami kongesti.
- Perubahan pada mucus serviks
Karena pengaruh hormon progesteron, sel sel leher rahim mengeluarkan lendir
yang tebal dan makin pekat selama kehamilan. Lendir yang tebal membentuk
sumbatan leher rahim disebut operculum yang memberikan perlindungan terhadap
meningkatnya infeksi.
- Meningkatnya pigmentasi kulit dan munculnya striae pada abdomen.
Striae pada wanita yang baru pertama kali hamil berwarna keunguan, disebut striae
Livide. Striae pada wanita yang sudah pernah hamil berwarna putih, disebut striae
albikan. Garis pertengahan perut jadi jelas berpigmen, berwarna hitam kecoklatan,
disebut linea nigra.
2) Bukti kemungkinan kehamilan :
-

Pembesaran abdomen

Pada usia kehamilan 12 minggu, uterus biasanya teraba di dinding abdomen


tepat diatas simfisis; kemudian uterus membesar secara bertahap sampai akhir
kehamilan.
-

Perubahan ukuran, bentuk dan kosistensi uterus

Tanda Hegar : isthmus/segmen bawah uterus menjadi lebih lembut pada


perabaan. Karena pembesaran uterus, isthmus makin melunak, meregang dan
makin tertarik ke atas menjadi segmen bawah rahim (SBR). Tanda Piskacek :
pertumbuhan rahim yang lebih cepat di daerah implantasi, sehingga bentuk rahim
tidak sama.
-

Perubahan pada serviks


Pada minggu ke-6 sampai ke-8, serviks biasanya sudah cukup lunak seprti bibir.

Kontraksi Braxton Hicks

Selama kehamilan, uterus mengalami kontraksi yang biasanya dapat diraba


tetapi tidak nyeri dengan interval yang ireguler sejak kehamilan. Dan meningkat
frekuensinya pada akhir akhir kehamian.
-

Ballottement

Sekitar pertengahan kehamilan, volume janin lebih kecil dari volume cairan
amnion.
-

Kontur fisik janin

Pada paruh kedua kehamilan, kontur tubuh janin dapat dipalpasi melalui dinding
abdomen ibu.
-

Deteksi Gonadotropin Korionik (kadar hCG)

Produksinya dimulai sejak hari implantasi (hari ke-8 hingga ke-9 setelah ovulasi,
sudah dapat dideteksi pada urin dan plasma ibu) kemudian meningkat mencapai
puncaknya pada sekitar hari ke-60 sampai 70.
3) Tanda positif kehamilan
-

Kerja jantung janin

Denyut jantung janin, dengan stetoskop pada usia kehamilan 17 19 minggu,


dengan Doppler pada usia kehamilan 10 minggu, dengan ekokardiografi dapat
mendeteksi sejak 48 hari setelah HPHT terakhir.
-

Persepsi gerakan janin

Gerakan janin terdeteksi oleh pemeriksa setelah usia kehamilan sekitar 20 minggu.
-

Deteksi kehamilan secara ultrasonografik

Setelah 6 minggu, denyut jantung sudah terdeteksi. Kantung gestasi mulai dapat
dilihat sejak usia kehamilan 4 5 minggu sejak menstruasi terakshir. Dan pada
minggu ke-8 , usia gestasi dapat diperkirakan secara cukup akurat.

(Cunningham, 2005)

3) Jadwal Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan


1. Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya
terlambat satu bulan.
2. Setiap wanita hamil menghadapi risiko komplikasi yang bisa mengancam
jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali
kunjungan selama periode antenatal :
3.

Satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu).

4.

Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28).

5. Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah
minggu ke 36).

4) Cara Menentukan Taksiran Persalinan


Rumus Hukum Naegele
Siklus mens 28 hari: tanggal (+7),bulan (-3),tahun (+1)
Siklus mens 35 hari : tanggal (+14),bulan (-3),tahun (+1)
Untuk bulan Januari Maret :

Tanggal (+7), bulan +9 : siklus mens 28hari


Tanggal (+14), bulan +9 : siklus mens 35 hari

5) Cara Menentukan Usia Kehamilan


a. Dihitung dari tanggal haid terakhir.
b. Ditambahkan 4,5 bulan dari waktu ibu merasa janin hidup feeling life
(quickening).
c. Menurut Spieggelberg : dengan jalan mengukur tinggi fundus uteri dari simfisis,
maka diperoleh Tabel sebagai berikut :
Umur Kehamilan

TFU

22-28 minggu

24-25 cm diatas simfisis

28 minggu

26,7 cm diatas simfisis

30 minggu

29,5-30 cm diatas simfisis

32 minggu

29,5-30 cm diatas simfisis

34 minggu

31 cm diatas simfisis

36 minggu

32 cm diatas simfisis

38 minggu

33 cm diatas simfisis

40 minggu

37,7 cm diatas simfisis

d. Tinggi fundus dalam cm atau menggunakan jari jari tangan sesuai dengan usia
kehamilan (dengan cara Leopold) :
Usia Kehamilan

Tinggi Fundus Uteri

12 mgg

3 jari diatas simphisis

16 mgg

pusat ke simphisis

20 mgg

3 jari dibawah pusat

24 mgg

Sepusat

28 mgg

3 jari diatas pusat

32 mgg

Setengah pusat ke px

36 mgg

3 jari dibawah px

40 mgg

Setengah pusat ke px

e. Tinggi fundus dalam cm atau menggunakan jari jari tangan sesuai dengan usia
kehamilan (dengan cara Mc. Donald) :
Posisi uterus diketengahkan, letakkan ujung meteran pada simfisis, kemudian diukur
sampai fundus uteri maka akan terlihat hasil dalam cm. Menurut standar kebidanan
2006, TFU dengan cm dihitung mulai umur kehamilan 24 minggu.
UK

TFU

Keterangan

8 mgg

Blm teraba

Sebesar telur bebek

12 mgg

Di atas simfisis

Sebesar telur angsa

16 mgg

pusat simfisis

Sebesar kepala bayi

20 mgg

Di pinggir bawah pusat

--

24 mgg

24 minggu tepat di atas

--

pinggir pusat
28 mgg

3 jr ats pusat / 1/3 pusat


Px

--

32 mgg

pusat Px

--

36 mgg

1 jr di bwh Px

Kepala masih berada


di atas pintu panggul.

3 jr bwh Px

Fundus uteri turun


kembali, karena kepala
janin masuk ke rongga
panggul.

40 mgg

6) Standar Asuhan pemeriksaan kehamilan


1. (Timbang) berat badan.
Pertambahan berat badan selama hamil :
o Pertambahan berat total selama kehamilan pada primigravida sehat yang makan
tanpa batasan adalah sekitar 12,5 kg. Dengan distribusi pertambahan berat badan
sebagai berikut :
- Payudara

: 0,5 kg

- Fat/lemak

: 3,5 kg

- Plasenta

: 0,6 kg

- Fetus

: 3,4 kg

- Cairan ketuban (amniotic fluid) : 0,6 kg)


- Pembesaran uterus

: 0,9 kg

- Penambahan darah

: 1,5 kg

- Cairan ekstraseluler

: 1,5 kg

Total

: 12,5 kg , (Cunningham, 2005)

o Kenaikan berat badan selama kehamilan normalnya berkisar antara 12-15 kg,
sedangkan memasuki trisemester 2 janin tumbuh pesat dengan pertumbuhan
kurang lebih 10 gr per hari (minggu ke 16 sekitar 90 gr, minggu ke 20 sekitar 256
gr, minggu ke 24 sekitar 680 gr, minggu ke 27 sekitar 900 gr).

Bila berat badan naik lebih dari semestinya anjurkan untuk mengurangi makanan
yang mengandung karbohidrat. Lemak jangan dikurangi, terlebih lebih sayur
mayur dan buah-buahan. (Wiknjosastro, 2005)
Kenaikan BB selama hamil :
-

10 mgg = 650 gr

20 mg = 4000 gr

30 mg = 8500 gr

40 mg = 12.500 gr

Trimester I = tambahan BB 0,5 Kg/mg


Trimester II tambahan BB 0,5 Kg/mg (3-8 Kg)
Trimester III tambahan BB 0,5 Kg/mg (8-15 Kg)

Rumus Berat Badan Ideal Ibu Hamil

BBIH = BBI + (UH x 0.35)

Dimana penjelasannya adalah


BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari.
BBI = ( TB 110) jika TB diatas 160 cm
- (TB 105 ) jika TB dibawah 160 cm.
- (TB 100) jika TB dibawah 150 cm
- Berat badan ideal ini merupakan pengembangan dari (TB-100) oleh Broca untuk
orang Eropa dan disesuaikan oleh Katsura untuk orang Indonesia.
UH adalah Umur kehamilan dalam minggu,
- Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko penambahan berat badan dapat
dengan dini diketahui.
0.35 adalah Tambahan berat badan kg per minggunya 350-400 gram diambil
nilai terendah 350 gram atau 0.35 kg

- Dasarnya diambil nilai terendah adalah penambahan berat badan lebih


ditekankan pada kualitas (mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya).

Rumus BBI ini pengembangan dari Broca untuk orang eropa dan disesuaikan oleh
Katsura untuk orang Indonesia (kalau gak percaya coba bandingkan dengan rumus
BMI atau IMT).
o UH = adalah umur kehamilan dalam minggu (kenapa diambil per minggu agar
kontrol faktor resiko penambahan berat badan secara dini dapat diketahui.
o 0.35 = adalah tambahan berat badan kg per minggunya. Rata-rata penambahan
berat badan khan sekitar 350 400 gr atau sekitar 0.35 0.4 kg. Kenapa diambil
nilai yang terendah karena pertambahan berat badan ditekankan pada kualitas
(mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya).

Terus sekarang berapa berat Badan Ideal Ibu Hamil Tadi jawabnya adalah:
BBI ibu tadi adalah : 162-110 = 52 Kg. (TB dikurangi 110 karena tinggi badan lebih
160 cm)
Jadi BBI hamil nya adalah
= 52 kg + (30 x 0.35)
= 52 + 10.5
= 62.5 kg (inilah berat badan idealnya)
Jadi berat badan Idealnya 62.5 kg atau ada penambahan berat badan sebesar 9.5
kg dari sebelum hamil.

2. Ukur (tekanan) darah.


Mengukur tekanan darah dengan posisi ibu hamil duduk atau berbaring, posisi tetap
sama pada pemeriksaan pertama maupun berikutnya. Letakkan tensimeter di
permukaan yang dasar setinggi jantungnya. Gunakan ukuran manset yang sesuai.
Tekanan darah di atas 140/90 mmHg atau peningkatan distol 15 mmHg/lebih
sebelum kehamilan 20 minggu atau paling sedikit pada pengukuran dua kali
berturut-turut pada selisih waktu 1 jam berarti ada kenaikan nyata dan ibu perlu
dirujuk (SPK, 2002).

1. Trimester pertama: Tekanan darah cenderung naik. Penyebabnya, terjadi proses


penyempurnaan pembuluh darah janin serta plasenta, sehingga memerlukan
peningkatan darah. Batas kenaikan tak boleh lebih dari 120/80 mmHg.
2. Trimester kedua: Tekanan darah cenderung turun. Penyebabnya, terjadi
penyempurnaan fungsi organ tubuh janin, sehingga memberi kesempatan pada
sel/jaringan untuk menyerap oksigen dan nutrisi lebih lama. Batas penurunan tidak
boleh kurang dari 90/60 mmHg.
3. Trimester ketiga: Tekanan darah cenderung naik. Penyebabnya, efek hormon
kehamilan yang bersifat menahan cairan dan mengganggu aliran darah balik ke
jantung, sehingga tekanan darah perlu ditingkatkan agar kebutuhan darah
terpenuhi.
Toleransi batas kenaikan sama dengan trimester pertama.
Wajib panatau cek darah dan tekanan darah. Melihat komplikasi yang bisa terjadi
pada ibu hamil maupun janin, maka setiap ibu hamil disarankan:
Teratur periksa hamil. Setiap kunjungan, dokter akan mengecek tekanan darah
Anda.
-

Jaga pola hidup sehat, agar tekanan darah normal. Caranya:

Terapkan pola makan sehat dan seimbang, kurangi garam, perbanyak buahbuahan dan sayuran, serta hindari alkohol.

Stop merokok dan jadi perokok pasif.

Cukup istirahat.

Teratur olah tubuh.

sumber: www.ayahbunda.co.id

3. Ukur (tinggi) fundus uteri.


Pertumbuhan janin dimulai dari tingginya fundus uteri. Semakin tua umur
kehamilan, maka semakin tinggi fundus uteri; namun pada umur kehamilan 9 bulan
fundus uteri akan turun kembali karena kepala janin telah turun/masuk panggul.
Pada kehamilan 12 minggu fundus uteri biasanya sedikit di atas tulang pubis. Pada
kehamilan 24 minggu fundus uteri teraba bulat. Secara kasar dapat dipakai
pegangan bahwa setiap bulannya fundus naik 2 jari, tetapi perhitungan tersebut
sering kurang tepat karena ukuran jari pemeriksaan sangat bervariasi (Pedoman
Pelayanan Kebidanan Dasar, 1998).

Tinggi fundus uteri ditentukan dalam cm yaitu jarak antara symphisis dan puncak
tinggi fundus uteri menunjukkan umur kehamilan. Tinggi fundus uteri menunjukkan
umur kehamilan. Tinggi fundus uteri mulai dapat diukur dengan pita pengukur yang
terbuat dari kain (centimeter : cm) pada umur kehamilan 12 minggu (Depkes,
1992).
Contoh Umur Kehamilan

Tinggi Fundus

12 Minggu

12 cm

16 Minggu

16 cm

20 Minggu

20 cm

24 Minggu

24 cm

28 Minggu

28 cm

32 Minggu

32 cm

36 Minggu

36 cm

Jika hasilnya berbeda dengan perkiraan umur kehamilan (dalam minggu) lebih dari
3 cm, atau pertumbuhan janin lambat/tidak ada, ibu perlu dirujuk (SPK, 2002).

4. Pemberian imunisasi (tetanus toksoid) TT lengkap.


Imunisasi TT diberikan 2x yaitu pada kunjungan pertama dan kemudian interval 4
mg, tanpa pandang usia kehamilan. Bila pernah menerima TT 2x pada kehamilan
terdahulu, maka hanya diberi TT 1x imunisasi TT bertujuan melindungi bayi dan ibu
terhadap penyakit tetanus (Syahlan, 1996).
Vaksin TT diberikan sedini mungkin dengan dosis pemberian 0,5 cc I.M (intra
muskulair) di lengan atas/paha/bokong. Khusus untuk calon pengantin diberikan
imunisasi TT 2x dengan interval 4 minggu. Usahakan TT 1 dan TT2 diberikan sebelum
menikah (Depkes, 1992).
Antig Interval (Selama
en
waktu Minimal)

Lama
Perlindungan

Perlindung
an (%)

TT1

3 tahun*

80

5 tahun

95

10 tahun

99

TT2
TT3
TT4

Pada kunjungan
antenatal pertama
4 minggu setelah TT1
6 minggu setelah TT2

TT5

1 tahun setelah TT3


1 tahun setelah TT4

25 tahun/seumur
hidup

99

**Keterangan:artinya apabila dalam waktu 3 tahun WUS tersebut melahirkan, maka


bayi yang dilahirkan akan terlindung daari TN (tetanus neonatorum)
5. Pemberian tablet zat besi, minimum 90 tablet selama kehamilan.
WHO menganjurkan pemberian ferro sulfat 320 mg (setara dengan 60 mg zat besi)
2 kali sehari bagi semua ibu hamil. Jika Hb 9 gr% atau kurang dari pada salah satu
kunjungan tingkatkan tablet zat besi menjadi 3 kali 1 tablet/hari sampai akhir masa
kehamilannya.
Kebijakan program KIA di Indonesia saat ini menetapkan:
o Pemberian tablet Fe (320 mg Fe sulfat dan 0,5 mg asam folat) untuk semua ibu
hamil sebanyak 1 kali 1 tablet selama 90 hari. Jumlah tersebut mencukupi
kebutuhan tambahan zat besi selama kehamilan, yaitu 100 mg.
o Bila ditemukan anemia pada ibu hamil, diberikan tablet zat besi 2-3 kali 1
tablet/hari selama 2-3 bulan; dan dilakukan:
-

Pemantauan Hb (bila masih anemia)

Pemeriksa sampel tinja untuk melihat kemungkinan adanya cacing tambang


dan parasit lainnya.
-

Periksa darah tepi terhadap parasit malaria (di daerah endemik)

(Depkes RI, 1999). Pada setiap kali kunjungan mintalah ibu untuk meminum
tablet zat besi yang cukup, hindari meminum teh/kopi 1 jam sebelum/sesudah
makan karena dapat mengganggu penyerapan zat besi. Tablet zat besi lebih dapat
diserap jika disertai dengan mengkonsumsi vitamin C yang cukup. Jika vitamin C
dikonsumsi ibu dalam makanannya tidak tercukupi berikan tablet vitamin C 250 mg
per hari (Depkes RI, 1999).

6. Tengok/pemeriksaan fisik dari head to toe


Pemeriksaan fisik
1. Kepala dan Leher
a. Rambut

Inspeksi : Tampak bersihan/tidak, Warna rambut (hitam dengan distribusi


merata)/tidak, tampak lesi/tidak, tampak distribusi merata/tidak, tampak keadaan
rontok/tidak, tampak ada ketombe/tidak.
Palpasi : Teraba benjolan/tidak, teraba nyeri tekan/tidak.
b. Muka :
Inspeksi : tampak muka terlihat pucat/tidak, tampak Choasma gravidarum/tidak.
Palpasi: teraba edema/tidak.
c. Mata
Inspeksi : tampak konjungtiva pucat/tidak, tampak sclera ikterus/tidak.
d. Hidung
Inspeksi : tampak secret/tidak, tampak polip/tidak
e. Mulut dan Gigi
Inspeksi : Melihat kebersihan gigi dan mulut, tampak ada mukosa mulut dan
lidah/tidak, tampak gigi berlubang atau yang tanggal/tidak.
f.

Leher

Inspeksi : tampak pembesaran kelenjar thyroid/tidak, tampak pembesaran kelenjar


getah bening/tidak, tampak bendungan vena jugularis/tidak.
Palpasi :teraba pembesaran kelenjar thyroid/tidak, teraba pembesaran kelebjar
getah bening/tidak, teraba bendungan vena jugularis/tidak.

2.

Dada

a) Payudara
Inspeksi : Adanya putting susu menonjol/tidak, bentuk simetris kanan-kiri/tidak,
ada luka/tidak,
Palpasi : Ada benjolan/tidak, ada pengeluaran kolostrum/tidak, ada dimpling/tidak,
retraksi/tidak, nyeri tekan/tidak.
b) Jantung
Inspeksi : tampak simetris/tidak
Palpasi : terba denyut apeks/tidak,

Perkusi : terdapat pembesaran jantung/tidak,


Auskultasi : mendengar bising jantung, terdengar irama derap,
c) Paru-paru
Inspeksi : tampak sesak napas/tidak, tampak pengembangan paru simetris/tidak,
Palpasi : teraba kesimetrisan/tidak,
Perkusi : mengetuk terdapat suara redup sampai pekak/tidak,
Auskultasi : terdengar bunyi napas tamabahan (suara vesikuler, ronkhi basah,
wheezing, stridor)/tidak.

3. Punggung
Inspeksi : tampak ada kelainan pada spina/tidak, tampak bentuk bujur sangkar
michelis
Palpasi : teraba nyeri tekan/tidak

4. Abdomen
Inspeksi : tampak bentuk perut simetris/tidak, tampak ada luka bekas
operasi/tidak, Linea tampak/tidak, striae tampak/tidak, apakah busung/datar,
Palpasi : Kontraksi uterus baik/tidak, kandung kemih terisi/kosong, berapa tinggi
fundus uteri, teraba nyeri tekan/tidak,
Leopold I : untuk menentukan tinggi fundus uteri, menentukan usia
kehamilan, menentukan bagian janin yang ada pada fundus uteri.
Leopold II : untuk menetukan bagian yang ada di samping uterus, menetukan
letak.
-

Leopold III : menentukan bagian janin yang berada di uterus bagian bawah.

Leopold IV : menetukan seberapa jauh bagian terendah bagian janin masuk


ke dalam.
Perkusi abdomen : massa padat atau cair akan menimbulkan suara pekak
Auskultasi : terdengar suara bising/tidak,perut di 4 kuadran, dengar peristaltik
usus. Normal : 5-35 kali.

5. Genetalia
Inspeksi : Pengeluaran tampak kotor/bersih, warna urine tampak kecoklatan/tidak,
jumlahnya berapa cc, tampak luka jahitan/tidak, tampak ada tanda-tanda
infeksi/tidak, tampak keadaan perineum masih basah/tidak, tampak oedema/tidak,
tampak ada varises/tidak, tampak hemorrhoid/tidak,
Palpasi : teraba pembesaran kelenjar skene & bartholin/tidak ada,

6. Eksteritas atas dan bawah


a. Ekstermitas atas
Inspeksi : Tampak simetris/tidak, tampak ada edema/tidak, tampak kulit
pucat/tidak.
Palpasi : teraba kuku pucat/tidak.
b. Ekstremita Bawah
Inspeksi : tampak kesimetrisan kiri dan kanan atau tidak, tampak kulit kelihatan
pucat/tidak, tampak kemerahan/tidak, tampak edema/tidak.
Palpasi : teraba pucat pada kuku jari/tidak, terba edema/tidak, teraba varises/tidak
Perkusi : Refleks patella positif/negatif

7.

Tes terhadap penyakit menular seksual

Pelayanan kebidanan berkaitan erat dengan penyakit melalui hubungan seksual.


Penyakit ini tidak hanya berpengaruh terhadap ibu akan tetapi juga terhadap bayi
yang dikandung atau dilahirkan. Beberapa contoh penyakit melalui hubungan
seksual:
-

Infeksi monilial penyebabnya adalah jamur candida albicans

Infeksi trichomnial disebabkan oleh trichomonas vaginalis

Sifilis disebabkan oleh infeksi treponema pallidum

Gonorrea penyebabnya adalah neisseria gonorea

Herpes genitalis disebabkan oleh virus simleks

Hepatitis disebabkan oleh virus hepatitis

HIV/AIDS, HIV adalah penyebab AIDS

Penyakit hubungan seksual perlu diperiksa/ditangani karena dapat menyebabkan:


-

Abortus

Cacat bawaan

IUGR-BBLR

IUFD (bayi mati dalam kandungan)

Jika pemeriksaan penyakit hubungan seksual dilakukan sejak dini pada ibu hamil
kemungkinan masih dapat diobati untuk mencegah terjadinya komplikasi terhadap
ibu dan bayi yang dikandungnya.

8. Temu wicara dalam persiapan rujukan.


Memberikan konsultasi atau melakukan kerjasama penanganan
tindakan yang harus dilakukan oleh bidan atau dokter dalam temu wicara, antara
lain :
o Merujuk ke dokter untuk konsultasi, menolong ibu menentukan pilihan yang
tepat.
o Melampirkan kartu kesehatan ibu beserta surat rujukan.
o Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat hasil rujukan.
o Meneruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan.
o Memberikan asuhan Antenatal (selama masa kehamilan).
o Perencanaan dini jika tidak aman melahirkan dirumah
o Menyepakati diantara pengambil keputusan dalam keluarga tentang rencana
proses kelahiran.
o Persiapan dan biaya persalinan

7) Masalah yang terjadi pada Masa Kehamilan

Beberapa Kendala/Masalah Kesehatan Yang Sering Dihadapi Para Ibu Hamil Pada
Masa Kehamilan :
a)

Morning Sickness

Jika sering mengalami morning sickness lebih dari tiga bulan masa
kehamilan/menyebabkan berat badan secara drastic. Segera hubungi dokter.
Cobalah untuk membiasakan makan secara teratur dalam porsi ringan, hindari
makanan yang mengandung minyak dan lemak.
b)

Cepat merasa lelah

Jika sedang hamil, biasanya perasaan lelah dan capek sering terjadi, kadang
disebabkan oleh anemia. Perbanyaklah istirahat dan lakukan tidur siang. Jika kondisi
kelelahan semakin memburuk segera hubungi dokter. Orang yang hamil di trimester
pertama seringkali merasa lelah secara tiba-tiba, mungkin diakibatkan oleh
meningkatnya kadar hormon progesteron secara cepat. Tapi perempuan hamil akan
merasa lebih energik setelah mencapai trimester kedua.
c)

Pusing

Pusing menjadi keluhan yang sering selama kehamilan trimester kedua ini hal ini
dapat terjadi ketika pembesaran dari rahim anda menekan pembuluh darah besar
sehingga menyebabkan tekanan darah menurun. Atasi denga melakukan
perpindahan posisi pelahan lahan atau bertahap untuk menghindari perubahan
tekanan darah yang mendadak.
d)

Perasaan yang sering berubah-ubah (mood)

Biasanya pada masa kehamilan, hormone sering berubah-ubah. Jangan


terlalu keras padadiri sendiri. Jika anda merasakan atau mempunyai masalah,
bicarakan dengan dokter atau dengan orang terdekat anda tentang kegalauan
anda.
e)

Stretch Mark

Adalah tanda garut-garut putih yang muncul pada permukaan kulit, berbentuk garis
berliku seperti anak sungai. Biasanya streatch mark muncul pada dinding perut,
lengan atas, pinggul, paha, bokong dan payudara. Garutan muncul biasanya pada
usia kehamilan empat atau lima bulan dimana warnanya kemerah-merahan dan
masih bisa disembuhkan. Stretch mark muncul karena pengaruh hormone
kehamilan dan akibat melarnya pertumbuhan kulit mengakomodasi pertumbuhan
janin. Atau dengan kata lain stretch mark terbentuk ketika terjadi peregangan kulit
secara cepat yang merusak jaringan yang terdapat didalamnya sehingga kulit
mengalami peregangan berlebihan atau over stretched. Faktor munculnya tretch
mark antara lain kehamilan, perubahan berat badan secara mendadak.

f)

Sakit Punggung

Perubahan tubuh selama kehamilan bisa mengakibatkan pegal pada punggung.


Apalagi janin berkembang semakin besar sehingga punggung mudah tertarik atau
merenggang. Untuk mencegahnya lakukan olahraga hamil secara teratur, gunakan
sepatu tanpa hak, tidur di kasur yang rata dan agak keras, jangan tidur melengkung
dan berbaringlah dengan punggung lurus.
g)

Nyeri Perut

Nyeri perut bagian bawah sering terjadi pada kehamilan trimester kedua. Ketika
rahim membesar, ligament lingkar menjadi semakin tegang dan menyebabkan rasa
nyeri sepanjang ligament. Agar nyeri ini bisa reda, pengobatan yang baik adalah
dengan beristrirahat yang cukup.
h)

Gatal

Selama hamil kerap terjadi gatal-gatal terutama di daerah sekitar perut, pusar, dan
payudara. Rasa gatal bisa muncul kapan saja mulai trisemester pertama hingga
trisemester terakhir kehamilan. Rasa gatal-gatal muncul karena berbagai sebab
antara lain, kulit meregang yang menyesuaikan bentuk selama kehamilan yang
membuat kulit menjadi lebih kering, iritasi yang muncul pada lipatan tubuh karena
pergesekan kulit akibat kenaikan berat badan ibu, perubahan kadar hormone
estrogen dan progestin sehingga terjadi penumpukan bilirubin dan asam empedu
ringan pada ibu. Gatal-gatal bisa muncul pada ibu yang mempunyai bakat alergi.
i)

Selulit

Selulit merupakan penumpukan sel lemak pada jaringan kulit yang berlebihan
sehingga permukaan kulit tampak tidak merata. Saat hamil sebagian besar wanita
mempunyai masalah selulit karena selama kehamilan terjadi peningkatan kadar
hormone estrogen dan progesterone secara drastic sehingga menghasilkan lebih
banyak lemak yang disimpan utnuk melindungi janin. Selulit biasanya muncul pada
bagian tubuh yang kurang aktivitas seperti paha, bokong, perut, pinggul, betis, dan
lengan. Sesulit akan muncul seiring betambahnya usia, saat kehamilan
elastisitasnya.
j)

Kram / Kejang Otot

Kram adalah suatu kedaan dimana terjadi kejang otot mendadak terutama pada
otot betis dan akan hilang setelah beberapa saat. Kram atau kejang otot seperti ini
sering dirasakan pada wanita yang sedang hamil. Hal ini dimungkinkan karena
beberapa faktor yaitu kurang vitamin dan mineral karena para ibu hamil
memerlukan vitamin dan mineral lebih banyak dari biasanya. Asupan vitamin dan
mineral akan sangat membantu untuk mencegah terjadinya kram pada wanita
hamil.

k)

Sakit Pinggang

Keluhan ini sering dialami pada wanita hamil ketika kehamilan mulai membesar.
Seiring dengan bertambahnya berat badan bayi akan menekan otot perut dan otot
punggung. Pada wanita hamil, keluhan ini sering dirasakan dengan otot punggung
dan perut yang lemah, sering membungkuk atau pada mereka yang memakai
dengan tumit yang tinggi.
l)

Rasa Mual dan Muntah-Muntah

Tidak semua wanita hamil merasakan mual dan muntah, biasanya apabila ada
wanita hamil yang mengalami mual atau muntah tidak melebihi dari 3 bulan. Tapi
tidak jarang juga ada yang mengalami hal tersebut sampai usia kandungan 9 bulan,
bahkan sampai ada yang perlu dirawat di Rumah Sakit karena muntah yang hebat.
Ada juga wanita hamil yang maunya mengurung diri di rumah atau kamar karena
dia tidak mau terkena sinar matahari.
m)

Rasa Tidak Enak di Ulu Hati

Seiring dengan bertambah besarnya bayi yang ada dalam kandungan, bayi akan
mendesak lambung sehingga sering kali menyebabkan aliran balik asam lambung
yang mengakibatkan rasa tidak enak/rasa seperti terbakar pada dada bagian bawah
dan perut bagian atas. Perasan ini muncul bila anda membungkuk terlalu cepat dan
bersendawa setelah selesai makan.
n)

Konstipasi / Sulit Buang Air Besar (Susah BAB)

Disamping karena bayi dalam kandungan yang menekan usus besar bagian bawah,
wanita hamil kurang aktif, kurang minum atau kurang mengkonsumsi makanan
berserat bisa menyebabkan susah buang air besar (BAB). Adanya wasir juga bisa
menyebabkan hal tersebut. Perbanyaklah minum-minuman air putih, makan
makanan yang mengandung serat seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan sereal.
Jangan mengkonsumsi pencahar tanpa anjuran dokter telebih dahulu.
o)

Sesak Nafas

Pada usia kandungan 8 sampai 9 bulan, biasanya terjadi sesak napas ringan. Hal ini
terjadi karena bayi menekan paru-paru sang ibu. Sesak nafas ini akan hilang
dengan sendirinya beberapa minggu menjelang kelahiran dimana kepala bayi mulai
masuk kedalam rongga panggul. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan cara ketika
sedang mengerjakan sesuatu, lakukanlah dengan perlahan-lahan dan berbaring
dengan menggunakan bantal yang agak tinggi. Apabila sesak napas yang anda
rasakan semakin mengganggu dan membuat anda menjadi sulit tidur, segeralah
periksakan ke dokter kandungan kesayangan anda.
p)

Bengkak di Kaki dan Pergelangan Kaki

Hal seperti ini sudah biasa terjadi pada wanita hamil, sedikit pembengkakan pada
kaki dan pergelangan kaki disebabkan karena penimbunan air. Istirahatlah selama 1
2 hari dengan kaki diangkat atau ditinggikan dengan cara diganjal menggunakan
bantal atau yang lainnya maka bengkak akan hilang dengan sendirinya. Apabila
bengkak tidak kunjung susut atau bahkan semakin berat, segera konsultasikan ke
dokter karena dikuatirkan ada gangguan yang lebih serius.
q)

Infeksi Saluran Kencing

Menjaga kebersihan pada saat kehamilan sangatlah penting, karena bisa berakibat
yang tidak baik untuk anda dan bayi dalam kandungan anda. Salah satunya adalah
infeksi saluran kandung kemih, segera temui dokter anda apabila timbul keluhan
sering kencing, rasa sakit dan panas pada waktu kencing atau urin keruh atau
bercampur darah. Apabila hal ini tidak diobati dengan baik maka dapat
menyebabkan infeksi pada ginjal dengan gejala-gejala demam, menggigil, sakit
pinggang, (di daerah ginjal) sering kencing disertai rasa sakit.
r)

Hemorroid

Hemorrhoid atau wasir adalah sakit yang dirasakan didaerah anus, tertama saat
mengenjan. Untuk meredakannya jangan mengejan terlalu kuat saat buang air
besar. Hindari sembelit pada pencernaan anda. Setelah buang air besar basuh
dengan air dan bersihkan hingga bersih. Bilaslah dengan sabun beberapa kali dalam
sehari jika perlu.
s)

Keputihan

Pada dasarnya keputihan pada wanita hamil merupakan hal yang normal, namun
sebaiknya anda berkonsultasi kepadadokter jika keputihan semakin parah dan
berlebihan. Berkembang biaknya jamur yang biasanya ada pada alat kelamin
wanita akan jauh lebih cepat karena adanya perubahan hormonal pada masa
kehamilan. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada liang senggama atau vagina
sehingga akan menghasilkan cairan putih, gatal dan perasaan panas disekitar liang
senggama atau vagina.
t)

Varises

Hindari memakai pakaian yang ketat di bagian kaki dan paha. Istirahatkan kaki
anda sesering mungkin . gerak-gerakkan kaki anda jika anda harus ada pada posisi
berdiri dalam jangka waktu lama. Varises sering terjadi pada mereka wanita hamil
yang kurang aktif, selain itu juga bisa dikarenakan faktor keturunan atau mereka
yang sering susah buang air besar. Tekanan dari janin membuat bertambahnya
tekanan pembuluh darah balik pada daerah tubuh bagian bawah. Konsultasilah
dengan dokter anda untuk mengetahui cara yangaman untuk meredakan dan
mencegah varises.

D. Kebutuhan Ibu hamil trimester I-III


a) Kebutuhan Nutrisi
Pada saat hamil ibu harus makan makanan yang mengandung nilai gizi bermutu
tinggi meskipun tidak berarti makanannya yang mahal harganya.Gizi pada waktu
hamil harus di tingkatkan 300 kalori perhari, ibu hamil seharusnya mengkonsumsi
makanan yang mengandung protein, zat besi dan minum cukup cairan (menu
seimbang).
oKalori
Di Indonesia kebutuhan kalori untuk orang tidak hamil adalah 2000 Kkal, sedang
untuk orang hamil dan menyusui masing-masing adalah 2300 dan 2800 Kkal. Kalori
dipergunakan untuk produksi energy. Bila kurang energi akan diambil dari
pembakaran protein yang mestinya dipakai untukpertumbuhan. Asupan makanan
ibu hamil pada triwulan 1 sering mengalami penurunan karena menurunnya nafsu
makan dan sering timbul mual dan muntah.Meskipun ibu hamil sering mengalami
keadaan tersebut tetapi asupan makanan harus tetap diberikan seperti biasa.Pada
triwulan kedua nafsu makan biasanya sudah mulai meningkat, kebutuhan zat tenag
banyak dibanding kebutuhan saat hamil muda.Demikian juga zat pembangun dan
zat pengatur seperti lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan berwarna.Pada trimester
ketiga, janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat
pesat.Perkembangan janin yang pesat ini terjadi pada 20 minggu terakhir
kehamila.Umumnya nafsu makan sangat baik dan ibu sangat merasa lapar.
oProtein
Protein sangat dibutuhkan untuk perkembangan buah kehamilan yaitu untuk
pertumbuhan janin, uterus, plasenta, selain itu untuk ibu penting untuk
pertumbuhan payudara dan kenaikan sirkulasi ibu (protein plasma, hemoglobin,dll).
Bila wanita tidak hamil, konsumsi protein yang ideal adalah 0,9 gram/kg BB/hari
tetapi selamaamilan dibutuhkan tambahan protein hingga 30 gram/hari. Protein
yang di anjurkan adalah protein hewan seperti daging, susu, telur, keju dan ikan
karena mereka mengandung komposisi asam amino yang lengkap. Susu dan produk
susu disamping sebagai sumber protein adalah juga kaya dengan kalsium.
oMineral
Pada prinsipnya semua mineral dapat terpenuhi dengan makan makanan seharihari yaitu sayur-sayuran, buah-buahan dan susu. Hanya besi yang tidak bisa
terpenuhi dengan makan sehari-hari. Kebutuhan akan besi pada pertengahan kedua
kehamilan kira-kira 17mg/hari. Untuk memenuhi kebutuhan ini di butuhkan
suplemen besi 30 mg sebagai ferosus, ferofumarat atau feruglukonat perhari pada
kehamilan kembar atau pada wanita yang sedikit anemik, dibutuhkan 60100mg/hari. Kebutuhan kalsium umumnya terpenuhi dengan minum susu. Satu liter

susu sapi mengandung kira-kira 0,9 gram kalsium. Bila ibu hamil tidak dapat minum
susu, suplemen kalsium dapat diberikan denan dosis 1 gram per hari. Pada
umumnya dokter selalu memberi suplemen mineral dan vitamin prenatal untuk
mencegah kemungkinan terjadinya defisiensi.
oVitamin
Vitamin sebenarnya telah terpenuhi dengan makan sayur dan buah-buahan, tetapi
dapat pula diberikan ekstra vitamin. Pemberian asam folat terbukti mencegah
kecacatan pada bayi.
Vit A
:1200 mg untuk pertumbuhan janin,kulit jadi halus,tulang dan gigi jadi kuat
terhadap terhadaap infeksi.
BI (tiamin) 1.4 mg : Bekerjanya saraf dan jantung secara normal.
B2 (riboflavin) 1,5 mg : untuk pertumbuhan, vitalitas,nafsu makan.
Niacin (15 mg) ;membantu pencernaan yang normal,pertumbuhan
Vit C (20 mg ) : untuk pembentukan tulang dan persendian janin
Vit D ( 10 mg ) : membantu kekuatan tulang dan gigi
oKalsium
Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah 1,5 gram per hari. Kalsium di butuhkan untuk
pertumbuhan janin, terutama bagi pengembangan otot dan rangka. Sumber
kalsium yang mudah di peroleh adalah susu, keju, yogurt, dan kalsium karbonat.
Defisiensi kalsium dapat menyebabkan riketsia pada bayi atau osteomalasia pada
ibu.
oZat Besi
Metabolisme yang tinggi pada ibu hamil memerlukan kecukupan oksigenasi jaringan
yang di peroleh dari pengikatan dan pengantaran oksigen melalui hemoglobin di
dalam sel sel darah merah. Untuk menjaga konsentrasi hemoglobin yang normal,
di perlukan asupan zat besi bagi ibu hamil dengan jumlah 30mg/hari terutama
seteelah trisemester kedua. Bila tidak di temukan anemia pemberian besi per
minggu cukup adekuat. Zat besi yang di berikan dapat berupa ferrous gluconate,
ferrous fumarate, atau ferreous sulphate. Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat
menyebabkan anemia defisiensi zat besi.
o Asam Folat
Selain zat besi, sel sel darah merah juga memerlukan asam folat bagi pematangan
sel. Jumlah asam folat yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah 400 mikrogran per

hari. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik pada ibu
hamil.

b) Perawatan Putting
Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi belum lahir sehingga
dapat segera berfungsi dengan baik pada saat di perlukan. Pengurutan payudara
untuk mengeluarkan sekresi dan membuka duktus dan sinus ;laktiferus, sebaiknya
di lakkukan secara berhati-hati dan benar karena, pengurutan yang salah dapat
menimbulkan kontraksi pada rahim sehingga terjadi kondisi seperti pada uji
kesejahteraan janin menggunakan uterotonika. Basuhan lembut setiap hari pada
areola dan puting susu akan dapat mengurangi letak dan lecet pada area tersebut.
Untuk sekresi yang mngering pada puting susu, lakukan pembersihan dengan
menggunakan campuran gliserin dan alkohol. Karena payudara menegang, sensitif
dan menjadi lebih berat, maka sebaiknya gunakan penopanng payudara yang
sesuai (brassiere).

Perawatan payudara selama hamil memiliki banyak manfaat, antara lain:

Menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan puting susu.

Melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga memudahkan bayi untuk


menyusu.

Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.

Dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan


upaya untuk mengatasinya.

Mempersiapkan mental (psikis) ibu untuk menyusui.

Bila seorang ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara dengan baik dan
hanya melakukan perawatan menjelang melahirkan atau setelah melahirkan maka
sering dijumpai kasus-kasus yang akan merugikan ibu dan bayi. Kasus-kasus yang
sering terjadi antara lain:

ASI tidak keluar. Inilah yang sering terjadi. Baru keluar setelah hari kedua atau
lebih.

Puting susu tidak menonjol sehingga bayi sulit menghisap.

Produksi ASI sedikit sehingga tidak cukup dikonsumsi bayi.

Infeksi pada payudara, payudara bengkak atau bernanah.

Muncul benjolan di payudara, dll.

Adapun perawatan yang dilakukan yaitu :


o Pemijatan
Alat:
1. Waskom
2. Handuk
3. Kapas
Bahan:
1. Air bersih
2. Air hangat / Air dingin
3. Minyak Kelapa
Langkah-langakah
1. Bersihkan payudara dengan memakai air bersih
2. Message memakai minyak
3. Pemijatan dilakukan dengan memakai kedua tangan, sekeliling payudara diurut
memutar searah jarum jam.
4. Pemijatan payudara dilakukan dengan berbalik arah jarum jam
5. Lakukan pengurutan dari bawah menuju putting
6. Setelah di massage ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ruas jari,
dengan tujuan agar sirkulasi darah bekerja baik
7. Putting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak ini
berfungsi untuk melenturkan dan melembabkan putting agarsaat menyusui kelak
tidak gampang lecet.
8. Bersihkan payudara dan putting dengan menggunakan air hangat dan air dingin
secara bergantian. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah.
9. Keringkan dengan menggunakan handuk.

o Senam Teratur
Sebaiknya payudara juga dirawat dengan melakukan senam, yang berfungsi untuk
memperkuat otot pektoralis di dada, sehingga memadatkan payudara dan
merangsang produksi ASI agar lebih baik.Senamnya ini bisa dilakukan sebelum atau
sesudah mandi. Ada dua macam senam yang bisa dilakukan para, yaitu:
Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku,
sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap).
Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan,
sehingga terasa tarikannya pada otot-otot didasar payudara.Selanjutnya lemaskan
kembali.Hal ini di lakukan berulang-ulang hingga 30 kali.
Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan
sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas.
Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula.Hal
ini dilakukan hingga 20 kali putaran.
-

Memakai Bra Yang Pas

Untuk mengatasi rasa tidak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang
pas dan bisa memegang.Jangan pakai yang terlalu ketat atau longgar, tapi harus
benar-benar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang
perkembangan payudara. Jika terlalu sempit akan menghambat perkembangan
kelenjar payudara, sedangkan kalau terlalu longgar akan tampak jatuh dan terasa
sakit pada saat pakai.Jika payudara sangat besar, ada baiknya untuk memilih yang
memakai penyangga kawat. Karena bra yang tidak menopang dengan baik pada
payudara besar cenderung akan turun dan membentuk lipatan di bagian bawah
payudara. Sementara jika ibu tidak menjaga kebersihan dan kekeringan dibawah
lipatan tersebut, maka jamur biasanya akan tumbuh.Jangan lupa, tubuh ibu hamil
cenderung berkeringat.Untuk itu, pilihlah bra dari bahan katun atau campuran
katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat.Tali pengikatnya
agar dipilih yang lebar sehingga dapat menyangga payudara dengan baik.Bila
jamur sudah terlanjur muncul atau ada, segera bawa ke dokter. Sebab, jika jamur
naik hingga ke seluruh payudara maka akan menjadi masalah pada saat menyusui
nanti.

c) Senam Hamil dan Gambar Gerakan Senam Hamil


Ibu hamil perlu menjaga kesehatan tubuhnya dengan cara berjalan-jalan dipagi hari,
renang, olahraga ringan dan senam hamil.

- Berjalan-jalan dipagi hari


- Yang banyak dianjurkan adalah berjalan-jalan diwaktu pagi hari untuk ketenangan
dan mendapat udara yang segar. Jalan-jalan saat hamil terutama dipagi hari
mempunyai arti penting untuk dapat menghirup udara pagi yang bersih dan segar,
menguatkan otot dasar panggul, dapat mempercepat turunnnya kepala bayi ke
dalam posisi optimal dan normal, dan mempersiapkan mental menghadapi
persalinan. Berjalan juga dapat dengan cukup lembut sehingga walaupun anda
belum pernah mengerjakannya anda dapat memulainya pada waktu hamil.

Agar latihan fisik pada ibu hamil tidak menimbulkan masalah sebaiknya :
- Konsultasilah dengan tenaga kesehatan mengenai latihan fisik yang anda ingin,
teruskan sepanjang masa hamil.
- Cari bantuan untuk menentukan latihan fisik ruti, yang sesuai dengan
kemampuan terutama jika anda tidak melakukan latihan secara teratur
sebelumnya.
- Hindari aktivitas dan latihan beresiko dan membutuhkan kekuatan seperti
berselancar, mendaki gunung, berlari dll. Aktivitas yang membutuhkan
keseimbangan dan koordinasi prima bisa membahayakan. Hindari aktivitas yang
membutuhkan menhan nafas (valsava manuver). Gerakan melompat juga
sebaiknya dihindari.
- Berlatih sacara teratur, sekurang-kurangnya tiga kali seminggu selama anda
sehat, untuk meningkatkan tonus otot dan meningkatkan atau mempertahankan
stamina anda. Latihan yang sporadic tidak baik untuk anda.
- Batasi waktu aktivitas dan kurangi tingkat latihan. Latihan selama 10 sampai 15
menit, istirahat dua sampai tiga menit kemudian latihan lagi selama 10 sampai 15
menit, latihan berat untuk waktu yang lama dapat menimbulkan stress fisiologis.
- Hitung denyut nadi setiap 10 sampai 15 menit sewaktu melakukan latihan fisik.
Apabila denyut nadi melampaui 40 kali/menit, kurangi latihan sampai denyut nadi
mencapai 90. Anda harus tetap mampu bercakap-cakap dengan mudah selama
latihan. Bila tidak mampu kurangi latihan.
- Hindari lingkungan yang terlalu panas dan berendam dalam air panas dan sauna.
Sebaiknya anda tidak melakukan latihan lebih dari 35 menit, terutama dalam
kondisi udara panas dan lembab. Seiring peningkatan suhu rubuh anda, panas akan
ditransmisi ke janin. Peningkatan suhu janin dalam waktu yang lama atau berulang
dapat menimbulkan defek kelahiran terutama selama tiga bulan pertama. Suhu
tubuh anda tidak boleh melampaui 38C.

- Latihan pemanasan dan peregangan menyapkan sendi-sendi untuk latihan yang


lebih berat dan mengurangi kemungkinan cedera pada sendi. Setelah bualn ke
empat, jangan lagi melakukan latihan fisik yang mengharuskan anda berdiri
terlentang.
- Periode pendinginan setelah melakukan aktivitas ringan yang melibatkan tungkai
bawah dapat membuat pernafasan, denyut jantung dan tingkat metabolisme
kembali normal dan menghindari akumulasi darah di otot-otot yang banyak bekerja
dalam latihan tersebut.
- Istirahat selama 10 menit setelah melakukan latihan, berbaring dan miring kiri.
Peningkatan ukuran rahim akan menekan vena besar disisi kanan perut, yang
membawa darah kembali kejantung. Hal ini memperbaiki aliran darah ke plasenta
dan janin. Saat bangun dari posisi berbaring lakukan secara bertahap agar tidak
merasa pusing atau pingsan (hipotensi ortostatik).
- Minum dua atau tga gelas air setelah melakukan latihan fisik untuk mengganti
cairan tubuh yang hilang lewat pernafasan. Selagi melakukan latihan fisik, minum
air kapan saa jika anda merasa perlu.

d) Perawatan Kebersihan
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi di anjurkan sedikitnya dua kali
sehari karena ibu hamil cenderung untuk mengeluarkan banyak keringat, menjaga
kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak, bawah buah dada, genetalia) denga
cara di berikan dengan air dan dikeringkan. Kebersihan gigi dan mulut, perlu
mendapat perhatian karena sering kali mudah terjadi gigi berlubang, terutama pada
ibu yang kekurangan kalsium. Rasa mual selama masa hamil dapat mengakibatkan
perburukan hygiene mulut dan dapat menimbulkan karies gigi.
Pada dasarnya pakaian apa saja yang bisa dipakai, baju hendaknya
yang longgar dan mudah dipakai serta bahan yang mudah menyerap keringat. Ada
dua hal yang harus diperhatikan dan dihindari yaitu :1) sabuk dan stoking yang
terlalu ketat, Karena akan mengganggu aliran balik, (2) sepatu dengan hak tinggi,
akan menambah lordosis sehingga sakit pinggang akan bertambah.
Payudara perlu ditopang dengan BH yang memadai untuk
mengurangi rasa tidak enak karena pembesaran dan kecenderungan menjadi
pendulans. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk merawat alat kelamin, yaitu :
a) Setiap setelah buang air besar atau kecil, usahakan untuk selalu mencuci bagian
luar alat kelamin dengan air dan sabun.

b) Cara membersihkannya yaitu siram air dari depan ke belakang, bukan


sebaliknya. Cara itu berguna untuk mencegah masuknya kuman-kuman yang
asalnya dari dubur atau anus ke vagina. Setelah itu keringkan dengan tisu, karena
keadaan lembab dapat mendatangkan kuman, bakteri, jamur, dan lain-lain yang
bisa menimbulkan penyakit kelamin. Hal yang perlu diperhatikan yaitu:
Jika tidak tersedia air atau tisu, maka dapat menggunakan tisu basah khusus
untuk daerah kewanitaan. Tapi, penggunaan tisu yang terlalu sering juga dapat
membunuh flora normal (bakteri baik) daerah kewanitaan yang sebenarnya
berguna untuk menjaga kesehatan daerah kewanitaan.
Selain penggunaan tisu basah, sabun khusus daerah kewanitaan yang beredar
di pasaran sebaiknya juga jangan terlalu sering digunakan. Tetap usahakan mencuci
dengan air bersih saja. Akan tetapi, jika ingin menggunakan sabun, gunakan sabun
yang tidak ada kandungan parfum dan mempunyai pH (derajat keasaman) sesuai
dengan daerah kewanitaan, yaitu sabun lunak (dengan pH 3,5), seperti sabun bayi.
Setelah memakai sabun, lalu basuh dengan air sampai bersih karena sisa sabun
yang tertinggal dapat menimbulkan penyakit.Setelah dibasuh, keringkan namun
jangan digosok.Penggunaan sabunpun sebaiknya hanya di bagian luar saja.Bagi
wanita yang sudah bersuami, setelah berhubungan bisa menggunakan pembersih
vagina untuk mengembalikan keasaman vagina, karena sifat sperma laki-laki adalah
basa.
c) Perhatikan Kebersihan Pakaian Dalam
Dalam satu hari, harus mengganti pakaian dalam sebanyak dua sampai tiga kali.
Pemilihan bahan celana dalam sebaiknya yang menyerap keringat, seperti katun.
Jika menginginkan yang berbahan satin, boleh saja. Akan tetapi gunakan sesekali
saja karena tidak menyerap keringat dan mempermudah kuman, bakteri, dan jamur
menempel dialat kelamin.Hal yang perlu diingat adalah jangan saling bertukar
pakaian dalam dengan orang lain. Meskipun orang lain itu keluarga sendiri tetap
saja setiap orang mempunyai keadaan kelamin yang berbeda.
d) Rambut Yang Tumbuh Dialat Kelamin Harus Rajin Dicukur
Pada prinsipnya, tidak boleh membersihkan bulu daerah kemaluan dengan cara
mencabut. Karena dengan mencabut bulu kemaluan dapat menimbulkan lubang
pada bekas cabutan tersebut dan menjadi jalan masuk bagi kuman, bakteri, dan
jamur.Yang dapat mengakibatkan timbulnya iritasi dan penyakit kulit. Hanya
merapikan saja dengan cara memendekkan. Misalnya dipendekkan cm dengan
menggunakan gunting atau dicukur, tapi menggunakan busa sabun terlebih dahulu
dan menggunakan alat cukur khusus yang lembut yang sebelumnya sudah dicuci
dengan sabun dan disiram air panas. Setelah digunakan, alat cukur dicuci kembali
dan disimpan di tempat yang bersih dan kering, jangan di tempat yang lembab.
Yang paling penting adalahjangan menggunakan alat cukur secara bergantian,
walaupun dengan suami atau istri atau saudara kandung sendiri.

Jika tidak rajin dan rutin mencukurnya, maka rambut-rambut itu bisa menjadi
sarang kutu dan jamur. Mencukurnyapun tidak boleh sampai habis karena rambutrambut itu mempunyai fungsi untuk kesehatan alat kelamin, yaitu berguna untuk
merangsang pertumbuhan bakteri baik yang akan membantu melawan bakteri
jahat dan menghalangi masuknya benda asing yang kecil ke dalam vagina. Rambut
tersebut juga berfungsi sebagai bantalan ketika berhubungan seksual dan
melindungi alat kelamin dari gesekan. Selain itu, untuk menjaga alat kelamin tetap
hangat.
Jika ingin menggunakan toilet umum, sebelumnya siramterdahulu (flushing)
toilet yang akan dipakai. Hal ini penting karena banyak penderita penyakit kelamin,
setelah ditelusuri ternyata mereka pernah menggunakan toilet yang sebelumnya
digunakan oleh penderita penyakit kelamin.Hindari menggunakan air yang ada
dibak atau ember. Menurut penelitian, air yang tergenang ditoilet umum
mengandung 70% jamur candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada
vagina). Sedangkan air yang mengalir dari keran ditoilet umum mengandung
kurang lebih 10-20% jamur candida albicans. Oleh karena itu, gunakan tisu basah
atau air yang langsung mengalir melalui keran.
e) Hindari memakai celana dalam dan celana jeans yang terlalu ketat di wilayah
selangkangan karena hal ini menyebabkan kulit susah bernafas dan akhirnya
menyebabkan daerah tersebut menjadi berkeringat, lembab, mudah terkena jamur,
dan teriritasi. Selain itu, dapat membuat peredaran darah tidak lancar serta
membuat penis dan testis kepanasan. Panas berlebihan oleh suhu, keringat, dan
pakaian yang terlalu ketat, dapat menurunkan kualitas sperma.
f) Pada wanita yang sedang mengalami menstruasi (haid), jangan malas untuk
mengganti pembalut. Pada keadaan menstruasi, kuman-kuman mudah masuk,
maka gantilah pembalut apabila di permukaan pembalut telah ada gumpalan darah,
karena merupakan tempat untuk perkembangan bakteri dan jamur.Usahakan tetap
mengganti pembalut setiap 4 jam sekali atau 2-3 kali sehari atau jika sudah tidak
merasa nyaman. Dan cucilah vagina terlebih dahulu setiap kali akan mengganti
pembalut.
g) Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan setiap hari, pantyliner sebaiknya hanya
digunakan pada saat keputihan dan lebih baik membawa celana dalam ganti
daripada memakai pantyliner setiap hari.
h) Jangan menggunakan bedak pada daerah vagina, termasuk pada bayi, terutama
bayi perempuan.Menurut penelitian, pemakaian bedak pada daerah tersebut
berdampak buruk karena bedak dapat masuk ke dalam vagina yang dapat
mengakibatkan berbagai macam penyakit, seperti tumor (granuloma).
Jika tetap ingin menggunakan bedak, usapkan terlebih dahulu ke telapak tangan,
baru ke daerah lipatan paha dan pantat bayi.
i)

Jangan pernah menyemprotkan minyak wangi ke dalam vagina.

j)
Ubah gaya hidup dengan berhenti merokok, rajin berolahraga,kurangi konsumsi
lemak, mengidealkan berat badan, berhenti mengkonsumsi alcohol, serta setia
pada pasangan.
k) Lakukan Pemeriksaan Rutin
Bila terjadi perubahan warna, gatal-gatal dan kadang disertai bau yang kurang
sedap pada alat kelamin, segera berkonsultasi ke dokter obstetri-ginekologi atau
dokter kulit dan kelamin.

e) Hubungan Seksual
Selama kehamilan berjalan normal, koitus diperbolehkan sampai akhir kehamilan,
meskipun beberapa ahli berpendapat sebaiknya tidak lagi berhubungan seks
selama 14 hari menjelang kelahiran. Koitus tidak dibenarkan bila :
o Terdapat perdarahan pervaginam.
o Terdapat riwayat abortus berulang.
o Abortus/portus prematurus imminens.
o Ketuban pecah.
o Serviks telah membuka.
Pada saat orgasme dapat dibuktikan adanya fetal bradykardia karena
kontraksi uterus dan para peneliti berpendapat wanita yang melakukan hubungan
seks dengan akut menunjukkan insidensi fetal distress yang lebih tinggi.Pria yang
menikmati curulingus (stimulasi oral genitalia wanita) bisa kehilangan gairahnya
ketika mendapati bahwa secret vagina bertambah dan mengeluarkan bau berlebih
selama masa hamil.Pasangan yang melakukan kunikulus harus berhati-hati untuk
tidak meniupkan udara kedalam vagina.Pernah dilaporkan suatu kasus kematian
kerena emboli udara, gara-gara meniup udara pada vagina selagi malakukan
kunilingus (Bernhardt, dkk, 1988). Apabila serviks sedikit terbuka ( karena sudah
mendekati aterm), ada kemungkinan udara akan terdesak diantara ketuban dan
dinding rahim. Udara kemungkinan bisa memasuki danau plasenta, dengan
demikian ada kemungkinan udara memasuki jaringan vaskuler maternal.
Gambar yang menunjukkan berbagai variasi posisi senggama sering
membantu. Posisi wanita diatas, sisi dengan sisi dan memasukkan dari bawah
adalah posisi alternative yang dapat menggantikan posisi pria diatas. Posisi wanita
diatas membuatnya dapat mengatur sudut dan kedalaman penetrasi penis serta
melindungi perut dan payudaranya. Posisi sisi dengan sisi adalah posisi pilihan
utama pada trimester ketiga karena posisi ini mengurangi energy dan tekanan pada
perut yang hamil. Wanita multipara melaporkan nyeri tekan pada payudara pada

trimester pertama. Posisi koitus yang menghindari tekanan langsung pada payudara
sangat dianjurkan pada keadaan ini.Ibu hamil ini juga harus diberitahu bahwa
keadaan ini normal dan bersifat sementara. The National Family Planning and
Reproductive Health Assosiation, Washington, DC menyatakan bahwa untuk
beberapa wanita, pemakaian kondom harus dilanjutkan sepanjang masa hamil.
Tujuannnya adalah mencegah penularan penyakit menular seksual.

f)

Eliminasi

Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar.
Dengan kehamilan terjadi perubahan hormonal, sehingga daerah kelamin menjadi
lebih basah. Situasi basah ini menyebabkan jamur (trikomonas) tumbuh sehingga
wanita hamil mengeluh gatal dan mengeluarkan keputihan. Rasa gatal sangat
mengganggu, sehingga sering digaruk dan menyebabkan saat berkemih terdapat
residu (sisa) yang memudahkan infeksi kandung kemih untuk melancarkan dan
mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum dan menjaga kebersihan
sekitar alat kelamin. Wanita perlu mempelajari cara membersihkan alat kelamin
yaitu dengan gerakan dari depan ke belakang setiap kali selesai berkemih atau
buang air besar dan harus menggunakan tisu atau lap atau handuk yang bersih
setiap kali melakukannya. Membersihkan dan mengelap dari belakang ke depan
akan membawa bakteri dari daerah rectum ke muara uretra dan meningkatkan
risiko infeksi. Sebaiknya gunakan tisu yang lembut dan menyerap air, lebih disukai
yang berwarna putih, dan tidak diberi wewangian, karena tisu yang kasar diberi
wewangian atau bergambar dapat menimbulkan iritasi.Wanita harus sering
mengganti pelapis atau pelindung celana dalam.
Dianjurkan minum 8-12 gelas cairan setiap hari.Mereka harus cukup
minum agar produksi air kemihnya cukup dan jangan sengaja mengurangi minum
untuk menjarangkan berkemih. Apabila perasaan ingin berkemih muncul jangan
diabaikan, menahan berkemih akan membuat bakteri didalam kandung kemih
berlipat ganda. Ibu hamil harus berkemih dulu jika ia akan memasuki keadaan
dimana ia tidak akan dapat berkemih untuk waktu yang lama (misalnya, naik
kendaraan jarak jauh). Ia harus selalu berkemih sebelum berangkaty tidur dimalam
hari. Bakteri bisa masuk sewaktu melakukan hubungan seksual.Oleh karena itu, ibu
hamil dianjurkan untuk berkemih sebelum dan sesudah melakukan hubungan
seksual dan minum banyak air untuk meningkatkan produksi kandung kemihnya.
Akibat pengaruh progesteron, otot-otot tractus digestivus tonusnya
menurun, akibatnya motilitas saluran pencernaan berkurang dan menyebabkan
obstipasi.Untuk mengatasi hal itu, ibu hamil dianjurkan minum lebih 8 gelas.Wanita
sebaiknya diet yang mengandung serat, latihan/senam hamil, dan tidak dianjurkan
memberikan obat-obat perangsang dengan laxan.

g) Imunisasi
Imunisasi yang rutin diberikan kepada ibu hamil di Indonesia saat ini
adalah imunisasi tetanus toxoid; bermanfaat mencegah terjadinya infeksi kuman
tetanus pada bayi yang baru lahir (neonatus).
Jika seorang ibu hamil tidak diberikan imunisasi tetanus dan kemudian
bakteri atau spora tetanus masuk ke dalam tubuhnya, maka nyawanya juga akan
terancam.
Bakteri atau spora tetanus tumbuh dalam luka yang kotor. Mereka dapat
berkembang biak jika tali pusat dipotong dengan pisau yang tidak tajam atau jika
benda apapun yang tidak bersih menyentuh ujung tali pusat. Setiap alat yang
menyentuh tali pusat harus dibersihkan terlebih dahulu, kemudia direbus atau
dipanaskan di atas api dan kemudian didinginkan. Selama minggu pertama setelah
proses kelahiran, kebersihan tali pusat harus tetap dijaga.
Imunisasi lainnya yaitu hepatitis namun belum menjadi program di
Indonesia. Sedangkan imunisasi yang terlarang dilakukan pada ibu hamil adalah
imunisasi terhadap rubella, campak, gondong (parotitis), dan cacar air (Imunisasi
untuk Ibu hamil)

h) Obat-obatan
Pemberian obat pada ibu hamil harus diperkirakan efek obat terhadap ibu
dan tidak boleh melupakan pengaruh atau efek samping obat pada janin.
Keberadaan obat pada ibu hamil dapat di tinau dari tiga kompartemen, yaitu
kompartemen ibu, kompartemen plasenta, dan kompartemen fetal.
Pada ibu hamil tumbuh unit fetoplasenta dalam uterus.Hormone plasenta
mempengaruhi fungsi traktus digestivus dan motilitas usus.Demikian pula filtrasi
glomerulus meningkat.Resorbsi inhalasi alveoli paru juga terpengaruh.Resorbsi obat
pada usus ibu hamil lebih lama, eliminasi obat lewat ginjal lebih cepat, dan resorbsi
obat inhalasi pada alveoli paru bertambah.
Pada awal trimester II da III akan terjadi hidraemia, volume darah
meningkat sehingga kadar obat relative turun. Kadar albumin relative menurun
sehingga pengikat obat bebas berkurang.Maka, obat bebas dalam darah ibu
meningkat.
Pada unit fetoplasental terjadi pula filtrasi obat.Plasenta sebagai unit
semipermiabel dapat mengurangi atau mengubah obat pada sawar plasenta.
Demikian pula obat yang masuk sirkulasi vetal, kadar atau dosis obat dapat
berpengaruh baik ataupun jelek pada organ-organ vital janin. Hal ini dapat
meningkatkan kelainan organ atau pertumbuhan janin intrauterine. Jenis obat, dosis

yang tinggi, dan lama paparannya akan berpengaruh teratogenik pada ja nin,
terutama pada trimester I. untuk itu perlu diperkirakan mengenai farmakokinetik
obat pada ibu hamil dan pengaruh nya terhadap kesejahteraan janin dan efek
negatifnya.

Obat yang terbukti kuat menimbulkan efek teratogenik


No

Obat

Efek Teratogenik

1.

Aminopterin,
metotreksat

Malformasi system saraf


pusat dan anggota gerak.

2.

Angiotensinconvertingenzyme (ACE)
inhibitors

Gagal ginjal
berkepanjangan pada bayi,
penurunan osifikasi
tempurung kepala,
disgenesis tubulus renalis.

3.

Obat-obat
antikolinergik

Ileus mekonium neonates

4.

Obat-obat anti
tiroid
(propiltiourasil dan
metimazol)

Gondok pada janin dan bayi


hipotiroidismus, dan aplasia
kutis (metimazol)

5.

Karbamazepin

Defek neural tube.

6.

Siklofosfamid

Malformasi sitem saraf


pusat.

7.

Danazol dan obat


androgenic lainnya

Maskulinisasi pada janin


perempuan.

8.

Dietilstilbestrol

Ca vagina dan defek system


urogenital pada janin.

9.

Obat hipoglikemik

Hipoglikemia neonatal.

10.

Litium

Ebsteins anomaly.

11.

Misoprostol

Moebius sekuens.

12.

Antiinflamasi
nonsteroaid
(NSAIDs)

Konstriksi duktus arteriosus,


enterokolitis nekrotikans.

13.

Parametadion

Defek wajah dan system

saraf pusat (SSP).


14.

Fenitoin

Sistem saraf pusat (SSP).

15.

Obat-obat
psikoaktif
(Barbiturat, opoid,
dan
benzodiazepin)

Gangguan pertumbuhan
dan deficit SSp. Neonatal
Withdrawel Syndrome jika
obat diminum pada akhir
periode kehamilan.

16.

Retinoid sistemik
(isotretinoin and
atretinat)

Defek SSP, kardiovaskular


dan kraniofasial.

17.

Tetrasiklin

Anomali pada gigi dan


tulang.

18.

Talidomid

Fokomedia dan defek organ


internal.

19.

Trimetadion

Defek pada wajah dan SSP.

20.

Asam valproat
(valproic acid)

Defek neural tube.

21.

Warfarin

Defek skeletal dan SSP,


Dandy-Walker Sindrom.

Kategori obat berdasarka periode kehamilan dan kemampuan menembus placenta


Kategori
Menemb Penggunaan Selama
(US FDA)
Obat
us
Kehamilan
Obat
(Trimester)
Placenta
I

II

III

Asetaminofe
n

Ya

Obat pilihan untuk


nyeri

Aspirin

Ya

Tidak
diorekomendasikan
kecuali atas indikasi
spesifik (*)

Ibuprofen

Ya

Digunakan secara hatihati dan dihindari pada


trimester III (#)

Ketoprofen

Ya

Digunakan secara hatihati dan dihindari pada


trimester III (#)

Naproksen

Ya

Digunakan secara hatihati dan dihindari pada


trimester III (#)

Keterangan :
(*) Berkaitan dengan peningkatan kematian perinatal, perdarahan neonates,
penurunan berat badan lahir, perpanjangan masa kehamilan dan persalinan dan
kemungkinan teratogenik.
(#)Berkaitan dengan kejadian oligohidramnion, penutupan duktus arteriosus secara
premature, hipertensi pulmoner pada janin, nefrotoksisitas pada janin dan
perdarahan periventrikular.

i)

Aktivitas dan Istirahat

Ibu hamil boleh melakuakn kegiatan/aktivitas fisik biasa selama tidak


terlalu melelahkan.Ibu hamil dapat melakukan pekerjaan seperti menyapu,
mengepel, masak dan mengajar. Semua kerjaan tersebut harus sesuai dengan
kemempuan wanita tersebut dan mempunyai cukup waktu untuk istirahat.
Secara anatomi, ligament sendi putar dapat meningkatkan pelebaran/ pembesaran
rahim pada ruang abdomen.Nyeri pada ligamen ini terjadi kerena pelebaran dan
tekanan pada ligament karena adanaya pembesaran rahim. Nyeri pada ligament ini

merupakan suatu ketidaknyamanan pada ibu hamil. Sikap tubuh yang perlu
diperhatikan pada ibu hamil:
a.

Duduk

Tempatkan tangan dilutut dan tarik tubuh keposisi tegak.Atur dagu ibu dan tarik
bagian atas kepala seperti ketika ibu berdiri.
b.

Berdiri

Sikap berdiri yang benar sangat membantu sewaktu hamil da saat berat janin
semakin bertambah, jangan berdiri untuk jangka waktu yang lama.Berdiri dengan
menegakkan bahu dan mengangkat pantat.Tegak lurus dari telinga sampai ke tumit
kaki.
c.

Berjalan

Ibu hamil penting untuk tidak memekai sepatu berhak tinggi atau tanpa hak.Hindari
juga sepatu bertumit runcing karena mudah menghilangkan keseimbangan.Bila
memiliki anak balita, usahakan supaya tinggi pegangan keretanya sesuai untuk ibu
d.

Tidur

Ibu boleh tidur tengkurap, kalau sudah terbiasa, namun tekuklah sebelah kaki dan
pakailah guling, supaya ada ruang bagi bayi anda. Posisi miring juga
menyenangkan, namun jangan lupa memakai guling untuk menopanng berat rahim
anda. Sebaiknya setelah usia kehamilan 6 bulan, hindari tidur terlentang, karena
tekanan rahim pada pembuluh darah utama dapat menyebabkan pingsan. Tidur
dengan kedua tangkai kaki lebih tinggi dari badan dapat mengurangi rasa lelah.
e.

Bangun dan Berbaring

Untuk bangun dari tempat tidur, geser dulu tubuh ibu kertepi tempat tidur,
kemudian tekuk lutut.Angkat tubuh ibu perlahan dengan kedua tangan, putar tubuh
lalu perlahan turunkan kaki ibu.Diamlah dulu dalam posisi duduk beberapa saat
sebelum berdiri.Lakukan setiap kali ibu bangun dari berbaring.
f.

Membungkuk dan Mengangkat

Terlebih dahulu menekuk lutut dan gunakan otot kaki untuk tegak kembali.Hindari
membungkuk yang dapat membuat punggung tegang, termasuk untuk mengambil
sesuatu yang ringan sekalipun.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Asuhan keperawatan prenatal merupakan upaya preventif program


pelayanan kesehatan obstetrik untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal
melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama kehamilan.
Ada enam alasan penting untuk mendapatkan asuhan prenatal , yaitu :
1.

Membangun rasa saling percaya antara klien daan petugas kesehatan.

2. Mengupayakan terwujudnya kondisi terbaik bagi ibu dan bayi yang di


kandungnya.
3.

Memperoleh informasi dassar tentang kesehatan ibu dan kehamilannya.

4.

Mengidentifikasi dan menata laksana kehamilan resiko tinggi.

5. Memberikan pendidikan kesehatan yang di perlukan dalam menjaga kualitas


kehamilan dan merawat bayi.
6. Menghindarkan gangguan kesehatan selama kehamilan yang akan
membahayakan keselamatan ibu hamil dan dan bayi yang di kandungnya.

Saran

Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi semua orang yang
membacanya. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu dalam
proses pembelajaran khususnya dalam mata kuliah Keperawatan Reproduksi.
Selain itu diperlukan lebih banyak referensi dan penyusunan makalah yang lebih
baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA
.
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga.
Cetakan Ke III. Jakarta.
Kusmianti, Yuni Heni Puji Wahyuningsih Sujiayanti. 2009. Perawatan Ibu Hamil
(Asuhan Pada Ibu Hamil). Yogyakarta, Penerbit : Fitramaya.
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI. Yogyakarta: Fitramaya.
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2.
Jakarta: EGC
Mansjoer, Arif M. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jakarta: Media
Aescluapis.
Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta: Dian Rakyat.
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC.
Prawirohardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Penerbit : Pt Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardo.
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba
Medika.
scribd.com/doc/48399043/MENENTUKAN-USIA-KEHAMILAN unduh 25 maret 2011,
01:30 PM.
Winkjosastro H. Saifuddin AB. Rachimhadhi T. 1994. Ilmu Kandungan. Jakarta.
Yayasan Binda Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Winkjosastro H. Saifuddin AB. Rachimhadhi T. 1994. Ilmu Bedah Kebinan. Jakarta.
Yayasan Binda Pustaka Sarwono Prawirohardjo.