Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KASUS

FIBROADENOMA MAMMAE SINISTRA

Disusun untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik


di Bagian Ilmu Bedah
Rumah Sakit Umum PKU Delanggu

Diajukan Kepada :
Pembimbing :dr. Wicaksono Probowoso
Disusun Oleh :
Durotul Farida

H2A012036

Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu Bedah


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SEMARANG
Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu

BAB 1
PENDAHULUAN
Sel tumor adalah sel yang mengalami transformasi dan tumbuh secara autonom
lepas dari kendali pertumbuhan sel normal sehingga sel ini berbeda dari sel
normal dalam bentuk dan strukturnya. Perbedaan sifat sel tumor bergantung pada
besarnya penyimpangan dalam bentuk dan fungsinya, autonominya dalam
pertumbuhan, dan kemampuannya mengadakan infiltrasi dan mengakibatkan
metastasis.(1)
Sel tumor berbentuk polimorfi dengan warna yang berbeda-beda (polikromasi)
karena tingginya kadar asam nukleat dalam inti dan tidak meratanya distribusi
kromatin inti. Inti sel relatif besar dengan rasio inti/sitoplasma yang lebih rendah.
Insidensi mitosis lebih tinggi dan terdapat mitosis abnormal. Susunan sel tidak
teratur (anaplastik). Sel tumor bersifat tumbuh terus tanpa batas sehingga makin
lama makin besar dan mendesak jaringan sekitarnya. Pada neoplasma ganas,
selnya tumbuh sambil menyusup dan merembes ke jaringan sekitar. (1)
Fibroadenoma mammae atau sering disingkat dengan FAM adalah benjolan
tidak normal atau sering disebut tumor jinak pada mammae atau payudara akibat
pertumbuhan sel yang terjadi secara terus menerus berasal dari jaringan fibrosa
(mesenkim) dan jaringan glanduler (epitel) dengan karakter tidak nyeri, dapat
digerakkan, berbatas jelas, soliter dan berkonsistensi padat kenyal.(2)
Penelitian saat ini belum dapat mengungkap secara pasti apa penyebab
sesungguhnya dari fibroadenoma mammae, namun diketahui bahwa pengaruh
hormonal sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dari fibroadenoma mammae,
hal ini diketahui karena ukuran fibroadenoma dapat berubah pada siklus
menstruasi atau pada saat kehamilan. Perlu diingat bahwa tumor ini adalah tumor
jinak, dan fibroadenoma ini sangat jarang atau bahkan sama sekali tidak dapat
menjadi kanker atau tumor ganas. Fibroadenoma mammae biasanya terjadi pada
wanita usia muda, yaitupada usia sekitar remaja atau sekitar 20 tahun.

Berdasarkan laporan dari NSWBreats Cancer Institute, fibroadenoma umumnya


terjadi pada wanita dengan usia 21-25 tahun, kurang dari 5% terjadi pada usia di
atas 50, sedangkan prevalensinya lebih dari 9% populasi wanita terkena
fibroadenoma. Sedangkan laporan dari Western Breast Services Alliance,
fibroadenoma terjadi pada wanita dengan umur antara 15 dan 25 tahun, dan lebih
dari satu dari enam (15%) wanita mengalami fibroadenoma dalam hidupnya.
Namun, kejadian fibroadenoma dapat terjadi pula wanita dengan usia yang lebih
tua atau bahkan setelah menopause, tentunya dengan jumlah kejadian yang lebih
kecil dibanding pada usia muda.(2,3)
Fibroadenoma pada sebagian besar penderita tidak menunjukkan gejala dan
terdeteksi setelah dilakukan pemeriksaan fisik. Pertumbuhan fibroadenoma
relatif lambat dan hanya menunjukkan sedikit perubahan ukurandan tekstur dalam
beberapa bulan. Fibroadenoma memilikigejala berupa benjolan dengan
permukaan yang licin danmerah. Biasanya fibroadenoma tidak nyeri, tetapi
kadangdirasakan nyeri bila ditekan.(2)
Fibroadenoma merupakan hasil biopsi yang paling sering ditemukan di
Jamaica, yaitu sekitar 39,4% dari seluruh biopsi yang dilakukan, yang diikuti oleh
penyakit fibrokistik, sekitar 19, 3 %.(3)

BAB II
ANALISA KASUS
A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. T

Alamat

: Gondangsari, Juwiring, Klaten

Jenis kelamin

: Perempuan

Usia

: 27 tahun

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Buruh pabrik garmen

Pendidikan

: SMA

No RM

: 190XXX

B. ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan di Bangsal Kelas 1 RSU PKU Muhammadiyah
Delanggu pada tanggal 15 Oktober 2016 pukul 07.30 WIB secara
autoanamnesis.
1. Keluhan Utama
Benjolan pada payudara
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Kurang lebih 1 tahun yang lalu pasien merasakan terdapat benjolan
pada payudara sebelah kiri samping atas. Keluhan muncul secara tiba tiba
tanpa di dahului aktivitas tertentu Benjolan mula-mula kecil sebesar biji
kacang ijo, semakin hari semakin membesar sampai kurang lebih 2 bulan
yang lalu pasien merasa benjolan bertambah besar sebesar biji kelereng,
keluhan dirasakan semakin membesar saat pasien merasa capek. Tidak
ada faktor yang memperingan keluhan. Pasien belom pernah melakukan
pengobatan sebelumnya. Nyeri disangkal, keluar cairan dari puting susu
disangkal. Riwayat datang bulan pertama kali sekitar umur 12 tahun.
Riwatar datang bulan dirasakan teratur setiap bulannya. Riwayat
melahirkan dengan normal dan menyusui sampai 2 tahun tanpa keluhan.

3. Riwayat penyakit dahulu :


Riwayat HT (-), riwayat DM (-), riwayat sakit jantung (-), riwayat
sakit ginjal (-). Riwayat batuk dalam jangka waktu yang lama (-), Riwayat
konsumsi obat-obatan atau jamu (-).
4. Riwayat penyakit keluarga :
Pasien mengaku ibu psien mengalahi hal yang sama tetapi tidak
dioperasi.
5. Riwayat alergi :
Pasein mengaku tidak memiliki alergi terhadap obat-obatan
tertentu ataupun makanan.
6. Riwayat pribadi dan sosial :
Pasien sudah menikah dan sudah mempunyai anak berusia 6 tahun,
pasien sehari-hari bekerja sebagai butuh di pabrik garmen dan suami
bekerja serabutan, kesan ekonomi cukup dan pengobatan menggunakan
BPJS.
C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Pemeriksaan Fisik General
a. Tanda vital
Keadaan umum

: baik

Kesadaran

: compos mentis

TD

: 110/90 mmHg

Nadi

: 86 x/menit

Respirasi

: 22x/menit

Suhu aksila

: 36,3C

2. Pemeriksaan fisik umum


a. Kepala Leher
Kepala : Normochepali, deformitas (-), tampak makula hiperpigmentasi
pada kedua pipi, batas tegas, tidak tertutup skuama tipis
Mata

: Konjungtiva palpebra anemis (-/-), sklera ikterus (-/-), pupil


isokor, refleks pupil (+/+)

THT

: Rhonirea (-), polip (-), othorea (-)

Leher

: Massa (-), pembesaran KGB (-)

b. Thoraks
- Paru
Inspeksi : bentuk simetris, ukuran normal, pergerakan dinding dada
simetris, pelebaran sela iga (-), retraksi sela iga (-), penggunaan
otot bantu nafas (-)
Palpasi : pergerakan dan fremitus raba simetris
Perkusi : sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)
-

Jantung
Inspeksi : tak tampak iktus kordis
Palpasi : iktus kordis teraba
Perkusi :- batas kanan jantung : SIC II linea parasternal dekstra
- batas kiri jantung : SIC V linea midklavikula sinistra
Auskultasi : S1S2 reguler, tunggal, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi : kulit tampak normal, distensi (-), luka operasi (-)
Auskultasi : bising usus (+) normal
Perkusi : timpani pada semua lapang abdomen
Palpasi : nyeri tekan (-), hepar & lien tidak teraba

Extremitas
Ekstremitas atas: akral hangat (+/+), edema (-/-), pembesaran
KGB (-/-)
Ekstremitas bawah:

hangat (+/+), edema (-/-)

c. Pemeriksaan fisik lokal


Pemeriksaan/regio

Mammae dekstra

Mammae sinistra

Inspeksi

Warna kulit mammae sama seperti warna kulit sekitar,


penebalan kulit mamae tidak ada, kedua payudara tampak
simetris, tak tampak adanya massa, cekungan atau dimpling
mamae tidak ada, retraksi atau cekungan papilla mammae tidak
ada, arah papilla mammae menunjuk, pengeluaran discharge
secara spontan tidak ada.

Palpasi

Tidak teraba massa.


Papilla

mamae

Teraba
elastis,

pengeluaran discharge tidak


ada.
Pembesaran KGB aksila (-)

kuadran

sebuah

massa

superolateral,

pada
bentuk

bulat lonjong, ukuran 2x3 cm,


permukaannya licin, konsistensi
lunak kenyal, mobile, berbatas
jelas, nyeri tekan (-), ukuran 2 x
3 cm
Papilla

mamae

elastis,

pengeluaran discharge tidak ada.

Pembesaran KGB aksila (-)

D. DIAGNOSIS BANDING
-

Fibroadenoma mammae sinistra

- Fibrokistik Canges
E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
F. DIAGNOSIS
Fibroadenoma mammae sinistra
G. PENATALAKSANAAN
Eksisi
H. PROGNOSIS
Dubia ad bonam
I. RESUME
Nn. T, usia 27 tahun, mengeluh terdapat benjolan pada payudara kiri bagian
samping atas dan bagian tengah atas yang dirasakan 2 bulan yang lalu. Benjolan
dirasakan tidak cepat membesar, nyeri (+) hilang timbul terutama pada saat pasien
sedang haid.
Dari pemeriksaan fisik, didapatkan adanya 2 buah massa pada payudara kiri. Massa
pertama terletak pada kuadran superolateral, dengan bentuk bulat lonjong, ukuran
1x2 cm, permukaan licin, konsistensi lunak kenyal, mobile, berbatas jelas, nyeri
tekan (-).
Massa kedua terletak pada kuadran superomedial, bentuk bulat, ukuran 0,5x1 cm,
permukaan licin, konsistensi lunak kenyal, mobile, berbatas tegas, nyeri tekan (-).
Papilla mamae normal, Pembesaran KGB aksila tidak ada.