Anda di halaman 1dari 5

Melodi Musik (Damai BersamaMu)

Narator
: Di sebuah Desa di Pulau Samosir, tinggallah sebuah keluarga
yaitu Bapak Marudut Panjaitan dan Istrinya Tukiyem Harahap (Asli orang Jawa).
Mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Jamila. Namun saat ini
Jamila sedang mengalami gangguan jiwa akibat ditinggal pergi oleh Pacarnya Jamil.
Selain itu Pak Marudut memiliki kebiasaan sering mabuk di Lapo Tuak Pak Tungkir.
Yaa, mungkin teman-teman berpikir sejenak, malang sekali keluarga ini. Sayangnya,
tidak seburuk yang kita fikir, ternyata masih ada kasih yang tulus yang diberikan
seorang sosok Tukiyem yang lemah lembut dan Takut akan Tuhan ini.
Pagi ini aku terbangun dari mimpi indah yang
tersayang dan suamiku tercinta. Aku harus terbangun
kehidupanku yang sangat buruk semenjak anakku
semuanya lagi dari awal. Tapi aku percaya, Tuhan Yesus

kuimpikan bersama anakku


lagi dan melihat kenyataan
gila. Aku harus memulai
menuntunku selalu.

Musik (Selamat Pagi Bapa)


Narator
Tukiyem

: Slide ditampilkan dan Narator bernyanyi.


: Mengambil posisi saat teduh.

Tukiyem
: Membangunkan suaminya (Jamila : terbangun dan langsung melihat
album foto)
Marudut

: Terbangun dan langsung memanggil Tukiyem untuk membuat kopi.

Tukiyem

: Ini Pak kopinya.

Marudut
: Kopi apa ini, tak enak. (Mencampakkan gelas). Dibereng ina-ina ni
jolmaan ro ijur, hape inata hu ro mommon. (Jamila : berteriak histeris)
Tukiyem

: Melihat anaknya dan membujuk anaknya sambil menangis.

Marudut
Jamila)

: duduk diteras sambil minum tuak dan bernyanyi Jamila. (Musik :

Ooo, da Jamila, da jamila da bintang film india


Boru ni Kalibat, Parumaen ni Pandita
Godang do halak sega dibahen ho da Jamila
Dirimpu anak boru hape naung ina-ina
Oh Jamila
Tukiyem
: Menghampiri suaminya sambil menangis. Sudahlah pak, tak usah
bernyanyi-nyanyi dulu, skrg bapak berfikir bagaimana nasib anak kita ini?

Marudut

: sudah, sudah tenanglah kau mak. Ku bawa pun dia berobat.

Marudut

: Jamila, ayok ikut bapak makan KFC aja ya nak.

Sesampainya di dukun. (Lisda terkejut, dan menangis) Sound Track Ada Mbah
Dukun
Marudut

: Horas opung.

Dukun

: Horas

Marudut
: Begini, anak saya ini aneh kali sudah 1 bulan ini opung macam jadi
gila dia karna lihat foto ini.
Dukun
tidak?

: ohh, itu mah gampang, (Berselfie bertiga) Tapi kalian punya hepeng

Marudut

: Gampanglah itu opung, brapa mau mu opung?

Dukun

: 5 juta (menempelkan tangannya ke muka Marudut)

Marudut

: nanti kutransfer aja ke atm opung.

Dukun
pulang)

: memberikan obat untuk diminum Jamila. (Marudut dan anaknya

Setibanya dirumah.
Tukiyem

: dari mana kalian pak?

Marudut

: adalah.

Lisda
: Memeluk tukiyem, maaak. (Tukiyem terkejut badan lisda sangat
panas sekali)
Tukiyem

: darimana kalian rupanya tadi nak??

Jamila

: dukun.

Tukiyem

: ayok nak, ke dokter kita, ayoklah boru.

Setiba di Praktek dokter.


Dokter

: Ada apa buk?

Tukiyem
: menceritakan semuanya (sambil menangis) Marudut menyusul dan
mengintip dari balik pintu (lama-kelamaan marudut ikut menagis menyesali
kesalahannya.

Dokter
obatnya ya buk.

: tenang ibu, kita serahkan semuanya kepada Tuhan Yesus. Ini

3 bulan kemudian.
Diteras rumah.
Tukiyem
: sudah lama ya pak, kita nggak duduk berdua disini kayak kita
pacaran dulu (sambil menatap bintang)
Marudut

: ahh, mamak bisa aja.

Tukiyem
: ada loh pak, kenalan mama anak muda, Pdt lagi, baik, ganteng,
ramah, dan pintar.
Marudut

: untuk siapa rupanya itu? Untukmu? Nggak cukup aku rupanya mak?

Tukiye
: Cuma bapaknya dihatiku. Untuk si Jamila pak, biar kita kasih
bimbingan konseling ke Pdt itu.
Marudut

: boleh ma, ajaklah si Jamila.

Setiba di gereja.
Marudut

: Shalom amang.

Pendeta

: Shalom juga amang dan inang. Ada apa ya?

Tukiyem
: Begini amang, maksud kedatangan kami adalah untuk minta bantuan
amang buat membimbing anak kami supaya lebih dekat lagi dengan Tuhan karna
dia baru sembuh dari depresi beratnya karna ditinggal kekasihnya, sekarang sudah
membaik sih amang.
Pendeta

: oh boleh, bisa dipanggil anaknya?

Tukiyem

: Jamila, sini nak.

Jamila

: membalikan badan.

Pendeta

: Jamila???

Jamila

: Jami??

Pendeta
: Maafkan aku selama ini, aku tahu aku salah besar kepadamu, dan
sekarang aku menyadari bahwa hidupku tak berarti tanpa Tuhan Yesus dan juga
dirimu.
Jamila
: aku pun begitu, ternyata kau tak seburuk yang kuduga selama ini.
Kau sudah menjadi hamba Tuhan yang baik

Pendeta
hidupku?

: aku sangat menyanyangi mu. Maukah kau menjadi pendamping

Jamila

: tersenyum dan menganggukan kepala.


THE END

Bernyanyi SATUKANLAH HATI KAMI


Satukanlah hati kami
'tuk memuji dan menyembah
o Yesus, Tuhan dan Rajaku
Eratkanlah tali kasih
di antara kami semua
o Yesus, Tuhan dan Rajaku
Bergandengan tangan dalam satu kasih
bergandengan tangan dalam satu iman
saling mengasihi di antara kami
keluarga kerajaan Allah
Bernyanyi Tillo Tillo
Hami Kedokteran
Boru na Bagak-Bagak
Baoa na ganteng-ganteng
Pistar-pistar do sudena
Say Haleluya ooo Haleluya ooo Puji Tuhan Amen (2x)
Kita semua disini
Kumpul di HKDI
Bersatu di KMK

Tuk memuji nama TUHAN


Say Haleluya ooo Haleluya ooo Puji Tuhan Amen (2x)