Anda di halaman 1dari 4

Skenario 2

Ibu Jumirah, 60 tahun dengan nyeri dada yang menjalar ke lengan kirinya selama 10 menit
mendatangi UGD rumah sakit. Dia mengatakan bahwa dia telah mengalami gejala ini selama
3 tahun dan kadang-kadang minum tablet sublingual nitrogliserin milik suaminya untuk
mengatasinya. Nyeri sering timbul meskipun aktivitas minimal. Dari pemeriksaan EKG tidak
ditemukan adanya kenaikan segmen ST . Dia juga menderita bacterial conjunctivitis. Dokter
UGD mendiagonosis unstable angina dan meresepkan antiangina (Nitrat: Isosorbid dinitrat,
isosorbid mononitrat, nitroglycerin ATAU Tromboxane Inhibitor: aspirin) dan antibacteri
(chloramphenicol atau oxytetracycline atau cyprofloxacine).

Pertanyaan:
1. Bila anda sebagai dokter, obat mana yang anda pilih/resepkan dari obat-obat dalam
klas terapi itu? Jelaskan jawaban anda!
2. Sebutkan macam bentuk sediaan obat tersebut yang ada di pasaran (generik dan
merek dagang) dan tentukan bentuk sediaan obat yang cocok/tepat bagi pasien
tersebut!
3. Tentukan jadwal dosis untuk obat yang anda pilih (dosis, frekuensi, cara pemberian,
waktu pemberian, dan lama pengobatan)!
4. Tulis semua jenis preskripsi yang memungkinkan untuk pasien tersebut (magistralis,
offisinalis, spesialitis) dan tentukan jenis mana yang paling tepat bagi pasien itu!
5. Berikan informasi berkaitan dengan obat yang anda berikan (efek, efek samping ,
instruksi, peringatan)!
Jawaban
1. Pemilihan obat
A. Kloramfenikol
Kami memilih antibiotik kloramfenikol karena ibu jumirah didiagnosis oleh
dokter terkena konjungtivitis bakterial dan bakteri yang paling banyak
menyebabkan konjungtivitis adalah S. aureus, Streptococcus sp, H. Influenza.
Spektrum antibakteri kloramfenikol meliputi D. Pneumoniae, S. Pyogenes, S.
Viridans, Neisseria, Haemophilus, Bacillus spp, Listeria, Bartonella, Brucella, P.
Multocida, C. Diphtheriae, Chlamydia, Mycoplasma, Rickettsia, Treponema dan
kebanyakan kuman anaerob. Beberapa strain S. Aureus umunya sensitif terhadap
kloramfenikol. Berdasarkan teori diatas maka kami memilih obat antibiotik
kloramfenikol (Setiabudy, 2011).
a. Farmakodinamik
Kloramfenikol bekerja dengan menghambat sintesis protein kuman.
Obat ini terikat pada ribosom subunit 50s dan menghambat enzim peptidil
transferase sehingga ikatan peptida tidak terbentuk pada proses sintesis protein
kuman (Setiabudy, 2011).
Kloramfenikol adalah antibiotik bakteriostasis berspektrum luas yang
aktif terhadap bakteri gram-negatif dan bakteri gram positif, baik aerob

maupun anaerob. Kebanyakan bakteri gram positif dihambat pada kadar


sebesar 1-10 mcg/mL, dan banyak bakteri gram-negatif dihambat pada kadar
sebesar 0,2-5 mcg/mL (Chambers, 2011).
b. Farmakokinetik
Setelah pemberian oral, kloramfenikol diserap dengan cepat. Kadar
puncak dalam darah tercapai dalam 2 jam. Untuk anak biasanya diberikan
ester kloramfenikol palmitat atau stearat yang rasanya tidak pahit. Untuk
pemberian secara parenteral digunakan kloramfenikol suksinat yang akan
dihidrolisis dalam jaringan dan membebaskan kloramfenikol (Setiabudy,
2011).
Masa paruh eliminasinya pada orang dewasa kurang lebih 3 jam, pada
bayi berumur kurang dari 2 minggu sekitar 24 jam. Kira-kira 50%
kloramfenikol dalam darah terikat dengan albumin. Obat ini didistribusikan
secara baik ke berbagai jaringan tubuh, termasuk jaringan otak, cairan
serebrospinal dan mata (Setiabudy, 2011).
Di dalam hati kloramfenikol mengalami konjugasi dengan asam
glukuronat oleh enzim glukoronil transferase. Oleh karena itu waktu paruh
kloramfenikol memanjang pada pasien gangguan faal hati. Sebagian kecil
kloramfenikol mengalami reduksi menjadi senyawa aril-amin yang tidak aktif
lagi. Dalam waktu 24 jam, 80-90% kloramfenikol yang diberikan oral telah
diekskresi melalui urin, hanya 5-10% dalam bentuk aktif. Sisanya terdapat
dalam bentuk glukoronat atau hidrolisat lain yang tidak aktif. Bentuk aktif
kloramfenikol diekskresi terutama melalui fitrat glomerulus sedangkan
metabolitnya dengan sekresi tubulus (Setiabudy, 2011).
B. Isosorbit dinitrat
Farmakokinetik
Amilnitrit, ester asam nitrit dengan alkohol, merupakan cairan yang mudah
menguap dan biasa diberikan melalui inhalasi, nitrat organik dengan berat molekul
rendah (misalnya nitrogliserin) berbentuk seperti minyak, relatif mudah menguap.
Sedangkan ester nitrat lainnya yang berat molekulnya tingg (misalnya eritritil
tetranitrat, penta eritritol tetranitrat dan isosorbid dinitrat) berbenyuk padat.
Golongan nitrat mudah larut, sedangkan metabolitnya lebih mudah larut dalam air.
Nitrat dan nitrit organik serta senyawa lain yang dapat berubah dalam tubuh
menjadi nitrogen oksida secara koektif disebut nitro vasodilator. Nitrat organik
diabsorbsi dengan baik lewat kulit, mukosasublingual dan oral. Metabolisme obatobat ini dilakukan oleh nitrat reduktase di dalam hati, yang mengubah nitrat
organik larut lemak menjadi metabolitnya yang larut air yang tidak aktif atau
mempunyai efek vasodilatasi lemah. Efek lintas pertama dalam hati ini
menyebabkan bioavailabilitas nitrat organik oral yang sangat kecil (nitrat gliserin
dan isosorbid dinitrat < 20% ). Oleh karena itu, untuk meningkatkan kadar obat
dalam darah secara cepat, serangan akut angina diatasi dengan preparat
sublingual. Contoh nitrat organik sublingual yang banyak di pasar adalah
nitroglisrin dan isosorbid dinitrat. Bila diinginkan masa kerja yang lebih panjang,
maka digunakan nitrat organik oral, misalnya eritritil tetranitrat, pentaeritritol
tetranitrat, dan isosorbid dinitrat dan isosorbit mononitrat.

Farmakodinamik
Secara in vivo nitrat organik merupakan pro drug yaitu menjadi aktif setelah
dimetabolis. me dan mengeluarkan nitrogen monoksida. Biotransformasi nitrat
organik yang beralngsung intraseluler ini agaknya dipengaruhi oleh adanya
reduktase ekstrasel dan reduced tiol (glutation) intrasel. NO akan membentuk
kompleks nitrosoheme guanilat siklase dan menstimulasi enzim ini sehingga kadar
cGMP meningkat. Selanjutnya cGMP akan menyebabkan defosforilasi miosin
sehingga terjadi relaksasi otot polo. Efek vasodilatasi pertama ini bersifat non
endothelium-dependent. Mekanisme kedua nitrat organik adalah bersifat
endothelium-dependent,dimana akibat pemberian obat ini akan dilepaskan
prostasiklin (PGI2) dari endothelium yang bersifat vasodilator. Pada keadaan
dimana endothelium mengalami kerusakan seperti aterosklerosis dan iskemia,
efek ini hilang
Atas dasar kedua hal ini maka nitrat organik dapat menimbulkan vasodilatasi dan
mempunyai efek antiagregasi trombosit. Nitrat organik menurunkan kebutuhandan
meningkatkan suplai oksigen dengan cara mempengaruhi tonus vaskuler.
Nitrat organik menimbulkan vasodilatsi semua sistem vaskuler. Pada dosis rendah
nitrat organik menimbulkan ven dilatasi sehingga terjadi penggumpalan darah
pada vena perifer dan dalam splanichus. Venous pooling ini menyebabkan
berkurangnya alir balik darah kedalam jantung, sehingga tekanan penyisiian
ventrikel kiri dan kanan ( preload) menurun. Dengan cara ini, maka kebutuhan
oksigen miokard akan menurun
2. Merek dagang dan bentuk sediaan obat yang sesuai untuk pasien
a. Kloramfenikol
Merek dagang
a. Alchlor
Kloramfenikol 250 mg; 125 mg/5 ml. In : antibiotika. Kn ; Dus 240 kap;
botol 60 ml sirup.
b. Bufacetin
Kloramfenikol 250/kaps; Ds : Dws 4xsehari 1-3 kaps km : Dus 10x10 kaps
c. Chloramex
Kloramfenikol 500 mg; 250 mg; kloramfenikol palmitat 125 mg/5 ml; 1
g/vial. Km Dus 100 kap; 500 kap 250 mg; botol 60 ml sirup; 10 vial 11 g
inj.
d. Armacort
Kloramfenikol 2%, hidrokortison asetat 2,5%. Km : tube 5 g krim, 10 g
krim
e. Albucetine
Na-sulfasetamida 10%, kloramfenikol 1%. Km : tube 3,5 g tts mata 15 ml;
5ml.
f. Cendopenicol salep mata
Kloramfenikol 1%. Km : botol tts mata 5 ml %, 0.5 %, 1 %, 15 ml 1%,
tube 3,5 g salep mata.

Bentuk sediaan obat yang untuk pasien tersebut adalah kloramfenikol tetes
mata atau salep mata, karena pengobatan antibiotik untuk konjungtivitis
adalah antibiotik topikal
b. Isosorbid dinitrat
Nama dagang
a) Isosorbit dinitrat
Berisi isosorbit nitrat 5mg. KM: dus 10x10 tab sub lingual 5 mg.
b) Sosorbide dinitrat landson
Berisi isosorbit dinitrat 5 mg/tab. Sublingual. KM: 10x10 tab. Sublingual.
c) Isodril
Berisi isosorbid dinitrat 5mg;10 mg. KM: botol 60 tab sublingual 10 mg.
d) Cedocard
Isosorbit dinitrat tablet 5 mg; 10mg; 20 mg
e) Cedocard retard
Isosorbit 20 mg
f) Isomack spray
Buccal spray 13,9 mg/ml
g) Vascardin
Berisi isosorbit dinitrat 5 mg; 10 mg / tablet
Bentuk sediaan yang dipilih untuk pasien adalah tablet sublingual. Karena,
dibutuhkan kerja obat yang cepat. Selain itu, bentuk sediaan yang tersedia
untuk obat ini hanya berbentuk tablet sublingual.

3. Tentukan dosis regimen untuk obat yang dipilih


A. Kloramfenikol
Dosis
: 0,5%
Frekuensi
: 3 kali sehari 2 tetes
Cara Pemberian : tetes mata
Waktu pemberian : Setiap 6 jam dalam sehari
Lama pengobatan : 5 hari
B. Isosorbit dinitrat
Dosis untuk
Frekuensi
Cara pemberian
Waktu pemberian
beraktivitas.
Lama pengobatan

4. Penulisan resep

: 2,5-5 mg durasi kerjanya dalam 10-60 menit.


: 3 kali sehari
: parenteral (sublingual)
: saat nyeri datang. Untuk profilaksi, diberikan sebelum
: 3 hari