Anda di halaman 1dari 11

PEMANAS MULA DAN TURBO CHARGER

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Motor Diesel
Yang dibina oleh Bapak Paryono

Oleh
Andri Wicaksono

140513601480

Jefry Pancoro Berry Arya Jaya S.

140513601190

Taufik Amrulloh

140513602731

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDY S1 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
OKTOBER 2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada waktu start kerugian tekanan kompresi diatas torak sangat besar. Saat start
dingin keadaan tersebut tidak menguntungkan karena temperature pembakaran tidak
tercapai. Hal ini disebabkan torak, blok motor dan bagian motor lainnya yang masih
dingin menyerap panas hasil kompresi yang belum sempurna itu agar tempratur
pembakaran bias tercapaimaka diperlukan panas tambahan, yaitu dengan menggunakan
pemanas mula glow plug.
Begitu pun juga pada proses tenaga dari motor diesel. Proses pembakaran dalam
mesin diesel memerlukan dua unsur penting yaitu bahan bakar dan oksigen (udara). Pada
putaran rendah, kebutuhan oksigen untuk proses pembakaran masih bisa tercukupi
dengan hanya mengandalkan kevakuman akibat langkah isap piston di dalam silinder.
Namun saat mesin berputar cepat hal itu sulit terjadi. Pasalnya, cepatnya putaran mesin
ikut meningkatkan kecepatan gerak katup-katup sehingga komponen penyekat tersebut
lebih cepat menutup saluran intake dalam rangka menyiapkan langkah kompresi
meskipun udara yang diisap oleh mesin belum seluruhnya berhasil masuk. Akibatnya,
mesin tidak pernah bisa mencapai proses pembakaran yang sempurna. Otomatis, mesin
pun tidak bisa mengeluarkan kemampuannya secara utuh. Maka dari itu pentingnya turbo
charger dalam system ini, Fungsi dari turbo adalah menambah pasokan udara yang
dibutuhkan mesin, agar proses pembakaran terjadi dengan sempurna.
Dalam kinerja turbocharge sendiri ini jika bekerja dalam kondisi maksimum
maka akan berdampak menjadi sangat panas karena dari putaran turbin tersebut, alhasil
turbocharger akan overheating. Intercooler berfungsi menurunkan suhu udara yang
dihembuskan oleh turbocharger menuju saluran intake mesin. Udara yang lebih dingin
membuat kandungan molekul oksigen menjadi lebih rapat dan padat sehingga tenaga dan
efisiensi bahan bakar meningkat secara beriringan.

Makalah ini akan menjelaskan sebab dan fungsi serta cara kerja dari ketiga komponen
tersebut. Dan keterkaitan komponen tersebut dalam kinerja pada motor diesel pada
umumnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa fungsi dari busi pemanas ?
2. Apa tipe busi pemanas dan konstruksi dari busi pemanas ?
3. Apa keuntungan tiap macam busi pemanas ?
4. Apa fungsi dari turbocharger ?
5. Bagaimana cara kerja turbocharger ?
6. Apa fungsi intercooler ?
1.3 Tujuan
1. Agar dapat mengetahui fungsi busi pemanas
2. Agar dapat mengetahui tipe busi pemanas serta konstruksinya
3. Agar dapat mengetahui keuntungan tiap busi pemanas
4. Agar dapat mengetahui fungsi turbocharger
5. Agar mengetahui cara kerja turbocharger
6. Agar dapat mengetahui fungsi intercooler

BAB II
PEMBAHASAN
A. Fungsi Busi Pemanas
2

Busi pemanas mula hanya digunakan pada motor berbahan bakar solar (diesel) 4 tak.
Busi pemanas mula ini berfungsi untuk memanaskan/ menaikkan suhu didalam ruang
bakar disaat mesin masih dalam keadaan dingin. Busi pemanas ini sering juga disebut
sebagai busi pijar, busi pemanas mula ini lebih sering dipasang pada mesin diesel tipe
indirect. Motor diesel bertipe indirect memiliki pertambahan volume yaitu sengan
ditambahnya kamar muka/pusar dikepala silinder.

Gambar. Busi Pemanas Diesel


B. Tipe busi pemanas
Busi pemanas pada diesel terdiri 2 tipe yaitu busi panas tipe batang, dan busi panas tipe
kawat.
a. Busi panas tipe batang
Jenis Batang yaitu busi pemanas mula yang ujung pemanasnya berbentuk batang dan
menggunakan rangkaian paralel sehingga apabila salah satu busi pemanas mula
terjadi gangguan maka yang lain masih berfungsi dengan baik.

Gambar Konstruksi Busi Pemanas Tipe Batang


Pada motor diesel injeksi tidak langsung (kamar depan dan kamar pusar digunakan
busi pjar batang.

Gambar. Kamar Depan dengan Busi Batang


Tanpa pemanas mula motor dapat distart pada temperature 50 derajat celcius
Temperature yang tinggi ini disebabkan bidang permukaan kamar yang luas
b. Busi panas tipe kawat
Jenis kawat yaitu busi pemanas mula yang ujung pemanasnya berbentuk lilitan kawat,
untuk jenis busi pemanas mula ini rangkaian nya masih dipasang secara seri

Gambar. Konstruksi Busi Panas Tipe Kawat


Pada motor diesel injeksi langsung (direct injection) menggunakan busi pemanas tipe
kawat.
c. Rangkaian kelistrikan busi pemanas
Komponen :
1. Ampermeter
2. Kunci kontak
3. Relay busi pijar
4. Busi control
5. Busi pijar
6. Motor stater
Cara kerja :
Kunci kontak posisi glow, arus penendali mengalir ke batterai kunci kontak
terminal 8 terminal G massa
Kumparan (8-E) menarik kontak, arus utama mengalir dari baterai terminal B
terminal G busi control busi pijar massa
Kunci kontak posisi start, arus pengendali mengalir dari :
4

Baterai kunci kontak terminal ST terminal E massa


Kumparan menarik kontak, arus utama mengalir dari baterai terminal B terminal S
busi pijar - massa
Kumparan menarik kontak, arus utama langsung mengalir dari baterai ke terminal B
terminal S busi pijar massa
Baterai kunci kontak terminal 50 kumparan solenoid massa
Solenoid terhubung motor stater mendapat arus utama dari baterai

Gambar. Rangkaian Busi Pemanas


C. Keuntungan tiap busi pemanas
Ada beberapa keuntungan dan kerugian pada tipe busi pemanas
Tipe batang
Keuntungan :
1. Lebih cepat panas
Hal ini dikarenakan luas permukaan pada busi tipe batang ini lebih luas cepat panas
ketika mesin dihidupkan.
2. Satu unit rusak lain dapat berfungsi
Busi pemanas tipe ini dirangkai secara pararel, maka dari itu bila satu unit busi rusak
namun yang lain masih dapat berfungsi.
Kerugian
1. Harga mahal
Karena bahan yang digunakan berkualitas, maka dari itu mahal
Tipe kawat
Keuntungan :
5

1. Sederhana
Karena konstruksinya tak banyak memakan tempat.
2. Murah
Bahan yang digunakan cukup murah
Kerugian
1. Efisiensi panas lama
Karena luas permukaan pada kawat pemanas kecil
2. Satu rusak maka tak berfungsi
Hal ini disebabkan karena rangkaian busi tipe ini menggunkan rangkaian seri, maka dari
itu bila salah satu busi rusak maka yang lain juga tak berfungsi

D. Fungsi turbocharger
Turbocharger adalah sebuah kompresor sentrifugal yang mendapat daya dari turbin yang
sumber tenaganya berasal dari asap gas buang kendaraan. Biasanya digunakan di mesin
pembakaran dalam untuk meningkatkan keluaran tenaga dan efisiensi mesin dengan
meningkatkan tekanan udara yang memasuki mesin.

Gambar. Turbocharger
E. Cara Kerja turbocharger
Gas buang dari mesin mengalir menuju ke pembuangan (muffler) dialihkan menuju
sebuah turbin dengan tujuan untuk memutar sudu / baling - baling turbin yang di
hubungkan dengan shaft / poros kompresor. Kompresor berfungsi menghisap udara dari
luar dan meningkatkan tekanan udara kemudian di alirkan menuju intake manifold
sehingga udara dalam ruang pembakaran menjadi bertekanan tinggi sehingga kadar udara
yang masuki dalam ruang silinder menjadi lebih besar dan daya meningkat.
Seringkali mesin bekerja melebihi kapasitas sehingga kemungkinan terjadi kelebihan
kompresi udara oleh karena itu turbocharger di lengkapi dengan pengatur level udara
6

yang masuk. Jadi pada intinya Turbocharger adalah sebuah instrumen untuk memaksa
udara masuk lebih banyak kedalam ruang bakar sehingga daya yang dihasilkan menjadi
lebih besar,

Gambar. Cara Kerja Turbocharger


Fungsi waste gate valve
Sebuah mesin kendaraan bermotor selalu bekerja pada rentang rpm putaran mesin yang
bervariasi. Berbagai variasi rpm tersebut tentu saja menghasilkan jumlah gas buang yang
bervariasi pula. Semakin tinggi putaran mesin, akan semakin banyak kuantitas gas buang
dan temperatur gas buang pun juga semakin tinggi. Jika semua gas buang mesin masuk
ke turbin turbocharger, dapat kita bayangkan putaran turbocharger pasti menjadi tidak
terkontrol. Pada kondisi ini jika mesin kendaraan terlalu lama pada putaran tinggi, maka
hal ini dapat menyebabkan overheating pada turbin dan kompresor bahkan hingga
mencapai titik lebur komponen-komponen turbocharger. Bahkan pada keadaan ekstrim,
kondisi ini dapat langsung merusak piston motor bakar dengan meninggalkan lubang
meleleh pada piston tersebut.
F. Fungsi Intercooler
Intercooler pada mesin diesel adalah sebuah alat pendingin udara yang berguna untuk
mendinginkan udara yang berasal dari perangkat turbo di dalam mesin mobil tersebut.
Udara yang disuplai turbo ke mesin merupakan udara yang berasal dari gas buang dan
memiliki suhu yang sangat panas. Oleh karena itu, fungsi intercooler pada mesin diesel
merupakan salah satu hal yang cukup penting. Selain mendinginkan udara, intercooler
juga berfungsi untuk memadatkan udara pada mesin sehingga mesin memiliki tenaga
yang lebih besar. Intercooler biasanya terletak pada bagian depan atau bagian yang

mudah terkena angina atau udara agar mendukung fungsi pendinginka bekerja secara
maksimal.

Gambar. Intercooler

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Busi pemanas mula ini berfungsi untuk memanaskan/ menaikkan suhu didalam ruang
bakar disaat mesin masih dalam keadaan dingin. Turbocharger adalah sebuah kompresor
sentrifugal yang mendapat daya dari turbin yang sumber tenaganya berasal dari asap gas buang
8

kendaraan. Kedua komponen ini sangat penting karena komponen pendukung seperti busi dan
turbo berperan ketika suatu kinerja mesin ini dalam suatu keadaan masalah, seperti susahnya
awal penyalaan mesin, dan kebutuhan tenaga untuk mesin diesel. Sekaligus juga perlunya
perawatan untuk kedua komponen ini. Agar kinerja mesin bekerja dengan baik.

DAFTAR RUJUKAN
http://www.wartasaranamedia.com/prinsip-keja-busi-pijar-pada-diesel.html
https://otomotifmobil.com/2015/05/penyebab-mesin-diesel-susah-hidup-di-pagi-hari.html
http://danmogot.com/blog/artikel-1274-fungsi-dan-cara-kerja
turbocharger.html#.WBKBmBKYtF0

10