Anda di halaman 1dari 2

HASIL DAN PEMBAHASAN PENETAPAN KADAR DNA

1. Hasil
Sampel

A260

A280

B1
B2
B3

0,616
0,359
0,376

0,354
0,199
0,202

Kadar DNA

Kemurnian DNA

(g/l)
6.160
3.590
3.760

(A260/A280)
1,740
1,804
1,861

Perhitungan :
Sampel B1
Kadar DNA
= A260 nm faktor pengenceran 50 g/l
= 0,616 200 50 g/l
= 6.160 g/l
A 260 0,616
=
=
Kemurnian DNA = A 280 0,354
1,740
Sampel B2
Kadar DNA

= A260 nm faktor pengenceran 50 g/l


= 0,359 200 50 g/l
= 3.590 g/l
A 260 0,359
=
=
Kemurnian DNA = A 280 0,199
1,804
Sampel B3
Kadar DNA

= A260 nm faktor pengenceran 50 g/l


= 0,376 200 50 g/l
= 3.760 g/l
A 260 0,376
=
=
Kemurnian DNA = A 280 0,202
1,861
2. Pembahasan
Percobaan ini bertujuan untuk melakukan penetapan kadar DNA dari
hasil isolasi. Hasil isolasi yang telah didapatkan kemudian dianalisis dengan
menggunakan spektrofotometri UV. Spektrofotometri merupakan metode analisis
yang didasarkan pada besarnya absorbsi suatu zat terhadap radiasi sinar
elektromagnetik. DNA dapat dianalisis dengan spektrofotometri UV karena
memiliki ikatan rangkap terkonjugasi. DNA dan RNA menyerap sinar UV pada
panjang gelombang 260 nm karena adanya basa purin dan pirimidin. Kontaminan
dari proses isolasi seperti protein dan fenol akan menyerap sinar UV pada panjang
gelombang 280 nm sehingga kemurnian DNA/RNA dapat ditentukan dengan

menghitung nilai absorbansi 260 nm dibagi dengan nilai absorbansi 280 nm. DNA
ynag murni memiliki nilai antara 1,8 sampai 2,0.
Pada percobaan yang telah dilakukan, pada sampel B1 didapatkan kadar
DNA = 6.160 g/l dengan kemurnian DNA = 1,740, nilai ini kurang dari 1,8
yang berarti masih banyak terdapat pengotor seperti protein dan fenol. Pada
sampel B2 didapatkan kadar DNA = 3.590 g/l dengan kemurnian DNA = 1,804,
sedangkan pada sampel B3 didapatkan kadar DNA = 3.760 g/l

dengan

kemurnian DNA = 1,861. Pada sampel B2 dan B3 memiliki kemurnian DNA yang
tinggi karena nilai yang didapatkan memenuhi rentang 1,8 sampai 2,0.