Anda di halaman 1dari 5

Ringkasan Bahan Ajar PPKn

Kompetensi Dasar :
Memahami sejarah dan semangat komitmen para pendiri Negara dalam merumuskan dan
menetapkan Pancasila sebagai dasar Negara
Indikator :
1. Menjelaskan pentingnya dasar Negara
2. Mendeskripsikan proses perumusan Pancasila sebagai dasar Negara
3. Mendeskripsikan proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara

PETA KONSEP

Pancasila sebagai Dasar Negara

Hakekat Dasar Negara

Perumusan Pancasila

Pengesahan Pancasila

Panitia Sembilan
Tujuan
didirikan BPUPKI
Pengertian Dasar
Negara
Rumusan Piagam Jakarta
TugasNrgara
BPUPKI
Pentingnya Dasar
Tujuan dibentuk PPKI
Struktur Keanggotaan BPUPKI
Struktur
keanggotaan
PPKI
Tokoh-tokoh yang mengusulkan rumusan dasar
negara
dalam sidang
BPUPKI
Penetapan Pancasila sebagai dasar Negara dalam sidang PPKI
Isi usulan dasar Negara oleh tokoh pendiri Negara

A. Hakekat Dasar Negara


1. Pengertian dasar Negara
Dasar Negara adalah adalah fundamen yang kokoh dan kuat bagi suatu negara
serta bersumber dari pandangan hidup (cerminan dari peradaban, kebudayaan,

keluhuran budi dan kepribadian yang tumbuh dalam sejarah perkembangan


Indonesia) yang diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
2. Pentingnya dasar Negara
Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar untuk mengatur

semua penyelenggaraan yang terbentuk dalam sebuah negara.


Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki pedoman
dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, maka akibatnya negara
tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, sehingga memudahkan

munculnya kekacauan.
Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara mencakup norma
bernegara, cita-cita negara, dan tujuan negara.

B. Perumusan Pancasila
1. Maksud dan tujuan BPUPKI
Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dengan tujuan
agar Indonesia membantu Jepang menghadapi sekutu. Untuk meyakinkan bangsa
Indonesia tentang janji tersebut maka dibentuklah BPUPKI.
2. Tugas BPUPKI
Membahas dan merumuskan rancangan dasar Negara Indonesia
3. Struktur Keanggotaan BPUPKI
BPUPKI beranggotakan 62 orang yang terdiri atas tokoh-tokoh bangsa Indonesia
dan 7 orang anggota perwakilan dari Jepang. Ketua BPUPKI adalah dr. K.R.T.
Radjiman Wedyodiningrat, dengan dua wakil ketua, yaitu: Ichibangase Yosio
(Jepang) dan R.P Soeroso.
4. Tokoh-tokoh yang mengusulkan rumusan dasar negara dalam sidang BPUPKI
Mr. Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Sukarno.
5. Isi usulan dasar Negara oleh tokoh pendiri Negara
a. Mr. Muhammad Yamin mengusulkan lima asas dan dasar bagi Negara
Indonesia merdeka yang akan didirikan, yaitu:
Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan sosial
b. Menurut Mr. Soepomo, dasar Negara Indonesia merdeka adalah sebagai
berikut:
Persatuan

Kekeluargaan
Keseimbangan Lahir dan Batin
Musyawarah
Keadilan Rakyat
c. Dasar negara Indonesia merdeka menurut Ir. Soekarno adalah sebagai
berikut:
Kebangsaan Indonesia
Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
Mufakat atau Demokrasi
Kesejahteraan Sosial
Ketuhanan yang Berkebudayaan
C. Pengesahan Pancasila
1. Panitia Sembilan
Sebelum melanjutkan sidang ke dua yang direncanakan tanggal 10 Juli
1945, BPUPKI memiliki masa reses (istirahat). Pada masa itu belum ada
kesepakatan untuk perumusan dasar Negara sehingga dibentuklah panitia kecil
untuk menampung dan merumuskan hasil sidang BPUPKI pertama supaya
menjadi rumusan yang lebih baik. Panitia ini beranggotakan Sembilan orang,
sehingga dikenal sebagai Panitia Sembilan, dengan susunan sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Ir. Soekarno (Ketua)


Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua)
Mr. Achmad Soebardjo (Anggota)
Mr. Muhammad Yamin (Anggota)
K.H Wahid Hasyim (Anggota)
K.H Abdul Kahar Muzakir (Anggota)
Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)
H. Agus Salim (Anggota)
Mr. A. A. Maramis (Anggota)

2. Rumusan Piagam Jakarta


Pada tanggal 22 Juni 1945 malam, panitia Sembilan langsung mengadakan
rapat di kediaman Sukarno di jalam Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Rapat
berlangsung a lot karena terjadi perbedaan konsepsi antara golongan nasionalis
dan islam tentang rumusan dasar Negara. Panitia Sembilan menghasilkan
rumusan dasar Negara yang tercantum dalam Piagam Jakarta. Adapun rumusan
dasar Negara tersebut adalah sebagai berikut:

a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemelukpemeluknya.


b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
3. Tujuan dibentuk PPKI
Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI di bubarkan karena telah
menyelesaikan tugasnya degan baik yaitu menyusun dasar Negara dan rancangan
undang-undang dasar bagi Negara Indonesia merdeka. Selanjutnya dibentuk
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan Ir. Sukarno sebagai
ketuanya.
Tugas pertama PPKI adalah meresmikan Pembukaan dan Batang tubuh
UUD 1945. Tugas kedua adalah melanjutkan hasil kerja BPUPKI,
mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak pemerintah pendudukan militer
Jepang kepada bangsa Indonesia, dan mempersiapkan segala sesuatu yang
berhubungan dengan masalah ketatanegaraan bagi Negara baru, yaitu Indonesia.
4. Struktur keanggotaan PPKI
Semula PPKI beranggotakan 21 Orang (12 orang dari Jawa, 3 orang dari
Sumatera, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa
Tenggara, 1 orang dari Maluku, dan 1 orang dari golongan Tionghoa). Kemudian
bertambah 6 orang lagi. Adapun Ketua PPKI adalah Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta
sebagai Wakil ketua dan Mr Achmad Soebardjo sebagai penasihat.
5. Penetapan Pancasila sebagai dasar Negara dalam sidang PPKI
Pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan
kemerdekaannya ke seluruh dunia. Keesokan harinya, tanggal 18 Agustus 1945
PPKI melaksanakan sidang. Keputusan sidang PPKI adalah sebagai berikut.
a. Menetapkan Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil
presiden Republik Indonesia.
b. Mengesahkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
c. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat.

Dalam Sidang PPKI tersebut, beberapa anggota PPKI yang berasal dari
Indonesia Timur mengusulkan untuk menghilangkan tujuh kata dalam Piagam
Jakarta, yaitu ... dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya .... Dengan jiwa kebangsaan, pendiri Negara menyepakati
perubahan Piagam Jakarta. Dengan demikian, sila pertama Pancasila menjadi
Ketuhanan Yang Maha Esa.