Anda di halaman 1dari 3

QUA LAB (HbA1c)

Tujuan : Untuk mengetahui indikator kadar glukosa darah rata-rata beberapa bulan
sebelumnya.
Cara Kerja :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Alat di-ON kan 10 menit


Reagen dikeluarkan dari lemari es minimal 45 menit sebelum digunakan
Scan BARCODE hingga muncul INSERT NEW CATRIDGE.
Masukkan catridge baru, tidak boleh dipegang, lalu foil di buka.
Masukkan alat (tidak perlu ditiup) Insert Reagent
Gotri pada Catridge ditusuk dengan stik sampai masuk ke reagen dan tunggu hingga

da perintah Rehidrating reagent


7. Setelah itu muncul perintah Insert Sample lalu sampel dimasukkan
8. Stik dimasukkan ke catridge (Setelah Insert Sampel)
9. Stik dipatahkan, chumber ditutup, dan tunggu 3-4 menit
Interpretasi Hasil:
Nilai Normal : 4 - 6,5%
HbA1c

a. Pengertian HbA1c

HbA1c adalah zat yang terbentuk dari reaksi kimia antara glukosa dan hemoglobin
(bagian dari sel darah merah). HbA1c yang terbentuk dalam tubuh akan disimpan dalam sel
darah merah dan akan terurai secara bertahap bersama dengan berakhirnya masa hidup sel
darah merah (rata-rata umur sel darah merah adalah 120 hari).
HbA1c menggambarkan konsentrasi glukosa darah rata-rata selama periode 1-3 bulan.
Jumlah HbA1c yang terbentuk sesuai dengan konsentrasi glukosa darah. Pemeriksaan HbA1c
digunakan untuk kontrol glukosa jangka panjang pada penyandang diabetes. Pemeriksaan
HbA1c dianjurkan untuk dilakukan setiap 3 bulan sekali atau 4 kali dalam setahun.
b.

Perbedaan Pemeriksaan HbA1c & Glukosa Darah


Pemeriksaan glukosa darah puasa dan 2 jam setelah makan hanya dapat mencerminkan

konsentrasi glukosa darah pada saat diukur saja dan sangat dipengaruhi oleh makanan,
olahraga dan obat yang baru dikonsumsi. Jadi, tidak dapat menggambarkan bagaimana
pengendalian konsentrasi glukosa dalam jangka panjang.
c.

Biokimiawi dan Metabolisme


Hemoglobin pada manusia terdiri dari HbA 1, HbA2, HbF (Fetus). Hemoglobin A (HbA)

terdiri atas 91 sampai 95% dari jumlah hemoglobin total. Molekul glukosa berikatan dengan
HbA1 yang merupakan bagian dari hemoglobin A. Proses pengikatan ini disebut glikosilasi
atau hemoglobin terglikosilasi atau hemoglobin A. Dalam proses ini ada ikatan antara
hemoglobin dan glukosa. Pada penyandang DM, glikosilasi hemogloin meningkat secara
proporsional dengan kadar rata-rata glukosa darah selama 120 hari terakhir, maka hasil
hemoglobin A1c akan menunukkan nilai normal.
Hasil pemeriksaan hemoglobin A1c merupakan pemeriksaan tunggal yang sangat akurat
untuk menilai status glikemik jangka panjang dan berguna pada semua tipe penyandang DM.
Pemeriksaan ini bermanfaat bagi pasien yang membutuhkan kendali glikemik.

Pemeriksaan HbA1c dianjurkan untuk dilakukan secara rutin pada pasien DM


pemeriksaan pertama untuk mengetahui keadaan glikemik pada tahap awal penanganan,
pemeriksaan selanjutnya merupakan pemantauan terhadap keberhasilan pengendalian.
d. Metode Pemeriksaan
Sampel menggunakan darah vena dengan antikoagulan (EDTA, Heparin, Oksalat).
Pengambilan sampel untuk pemeriksaan HbA1c pada penderita DM biasa dilakukan
bersamaan dengan pengambilan sampel pemeriksaan glukosa. Metode pemeriksaan yang
digunakan:
1. HPLC (High Performance Liquid Chromatography)
2. Imunoturbidimetri
Ada beberapa kondisi dimana pemeriksaan kadar HbA1c akan sangat terganggu dan tidak
akurat, misalnya:
a. Spesimen Ikterik (Kadar Bilirubin >5.0 mg/dl)
Warna kekuningan pada serum akibat penimbunan bilirubin dalam tubuh yang
menandakan gangguan fungsi hepar.
b. Spesimen Hemolisis
Pada destruksi eritrosit, membran sel pecah sehingga Hb keluar dari sel, hemolisis
menunjukkan destruksi eritrosit yang terlalu cepat, baik kelainan intriksik maupun
proses ektrinsik terhadap eritrosit dan serum berwarna merah atau kemerahan.
c. Penurunan Sel Darah Merah (Anemia, Talasemia, kehilangan darah jangka panjang)
akan menurunkan kadar HbA1c palsu.