Anda di halaman 1dari 14

Forum Engineering

April 2007

ANALISA DATA HASIL PENGUJIAN DGA


Harry Gumilang
PT PLN (PERSERO)
P3B Region Jakarta & Banten
Harry.g@pln-jawa-bali.co.id
Abstrak
Dalam keadaan beroperasi, trafo menghasilkan senyawa-senyawa gas sebagai hasil
dari proses penuaan dan dampak dari gangguan atau ketidaknormalan operasi trafo.
Sangatlah penting untuk mendeteksi dan mengenali senyawa-senyawa gas tersebut
sebagai dasar untuk mengetahui dampaknya terhadap operasi trafo. Pengujian DGA
(dissolved gas in Oil Analysis ) telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai
metoda untuk membantu memprediksi kondisi trafo dan menentukan tindakan yang
harus diambil terhadap trafo tersebut. Guna meningkatkan kemampuan dalam
mengenali gejala gejala ketidak normalan di dalam trafo dan penyeragaman prosedur
analisa minyak trafo di P3B yang mengarah pada peningkatan efisiensi pemeliharaan
trafo perlu adanya pembahasan dan pendalaman lebih lanjut mengenai analisa minyak
trafo.

I. Pendahuluan
Dalam teknik tegangan tinggi hal yang paling vital dalam sebuah peralatan adalah
sistem isolasi. Apabila sistem isolasi sebuah peralatan buruk maka akan berdampak
buruk juga pada operasi peralatan tersebut.
Didalam trafo, sistem isolasi utama dibentuk dari dua bagian penting, yaitu minyak
isolasi dan kertas selulosa.
Ada 4 fungsi utama minyak isolasi trafo. Minyak isolasi trafo sebagai media isolasi
baik antar belitan maupun antara belitan ke body/ground, sebagai media pendingin

Forum Engineering
April 2007

belitan trafo, sebagai media pemadam saat terjadi Acing dan minyak juga
melarutkan gas gas hasil dari proses pemburukan minyak dan isolasi kertas
Masalah paling kritis yang dapat ditemui seputar kondisi minyak trafo adalah apa
yang harus dikakukan bila trafo menghasilkan gas?. DGA adalah media deteksi
terbaik untuk melihat ketidaknormalan ini. Ini dapat mengarahkan kita untuk
mengetahui interpretasi dari komposisi gas-gas tersebut dan jenis gangguan apa
yang muncul. Namun informasi ini mengundang pertanyaan yang kritis lainnya
apakah hal tersebut merupakan hal yang serius? apa yang harus segera
dilakukan? apa konsekuensinya?
Tidak ada jawaban yang cepat dan akurat bila berhubungan dengan trafo. Trafo
sangatlah kompleks, sangat mahal dan berbeda antara satu dengan yang lain.
Dalam membuat keputusan mengenai minyak trafo harus berdasarkan pada
penilaian pengalaman yang berdasar pada data dan konsultasi dengan para ahli.
Kunci yang sangat penting bagi kelangsungan operasi trafo adalah pengujian DGA
dan interpretasi yang tepat. Setiap hasil uji DGA harus dibandingkan dengan data
sebelumnya jadi kecenderungan dapat dikenali dan peningkatan dapat ditentukan.
II. Mekanisme Pembentukan Gas
2.1 Dekomposisi Minyak
Minyak isolasi mineral dibentuk dari beberapa molekul hidrokarbon yang
mengandung gugus kimia CH3, CH2, dan CH yang dihubungkan oleh katan
molekul carbon. Pemutusan beberapa ikatan C-H dan C-C dapat terjadi sebagai
akibat gangguan elektrik dan thermal, dengan bentuk pecahan kecil yang tidak
stabil, dalam bentuk radikal atau ion seperti H*, CH3*, CH2*, CH* atau C*
(diantara bentuk lain yang lebih kompleks)yang terkombinasi kembali dengan cepat
melalui reaksi kompleks menjadi molekul gas seperti Hidrogen H-H methane CH3H ethane CH3-CH3 ethylene CH2=CH2 atau acetylene CH CH. Gas gas tersebut
terbentuk larut dalam minyak, atau terakumulasi sebagai gas bebas jika
pembentukannya dalam jumlah besar dan waktu yang cepat.

Forum Engineering
April 2007

2.2 Dekomposisi Isolasi Kertas


Saat terjadi dekomposisi minyak akibat panas, isolasi selulosa menghasilkan CO &
CO2 dan beberapa H2 dan CH4 dalam minyak. Tingkat seberapa besar senyawa
yang dibentuk tergantung suhu dan volume material pada suhu tersebut.
2.2.1. Proses over heating
Bila selulosa / kertas dipanaskan dengan over heating (paling rendah 140 0C) dalam
sistem tertutup sesuai dengan kondisi transformator, maka terjadi penguraian
selulosa menjadi gas karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2) dan H2O.
2.2.2. Proses pirolisis
Bila selulosa dipanaskan sampai terurai dengan proses pirolisis dan temperatur
diatas 250 0C dalam sistem tertutup, maka kan terbentuk lebih banyak karbon
monoksida (CO) dari pada karbon dioksida (CO2) dengan jumlah kira-kira CO lebih
besar empat kali dari CO2.
III. Interpretasi Analisa Gas
3.1. Gangguan Thermal
Pemburukan minyak isolasi pada suhu 150 C sampai 500 C menghasilkan rata rata
molekul gas ringan dalam jumlah bear seperti H2 Hidrogen dan CH4methane dan
sedikit molekul gas yang lebih berat ethylene C2H4 dan ethaneC2H6.
Ratio CO2/CO kadang kadang digunakan sebagai indicator dalam pemburukan
akibat panas pada kertas selulosa. Ratio ini normalnya lebih dari tujuh. Untuk rasio
CO2/CO nilai masing masing harus melebihi 5000 ppm untuk CO2 dan 500 ppm
untuk CO. saat jumlah CO meningkat maka rasio CO2/CO berkurang. Inidapat
mengindikasikan sebuah ketidaknormalan berupa penurunan isolasi selulosa
3.2. Gangguan Elektrik Low Intensity Discharges
low intensity discharges seperti partial discharges dan arcing level rendah pada
umumnya menghasilkan hidrogen

Forum Engineering
April 2007

3.3. Gangguan elektrik High intensity Arcing


Saat elektrik discharge mencapai kondisi Arcing atau bagian discharge
berkelanjutan suhu bias mencapai 700 C 1800 C kehadiran acetylene sangatlah
tegas.
IV. Diagnosa trafo menggunakan konsentrasi individual gas dan TDCG
(IEEE C57.104-1991)
Akan sangat sulit untuk menentukan apakah trafo berada pada kondisi normal atau
tidak bila tidak terdapat data DGA sebelumnya. Kriteria 4 level kondisi telah
dikembangkan untuk mengklasifikasikan kondisi trafo saat tidak terdapatnya data
DGA sebelumnya . pengklasifikasian menggunakan konsentrasi gas secara terpisah
juga jumlah total gas yang mudah terbakar.
Kondisi 1

TDCG pada level ini mengindikiasikan bahwa operasi trafo


memuaskan. Bila salah satu gas nilainya melebihi batasan level harus
diinvestigasi dengan cepat.

Kondisi 2

TDCG pada Kondisi ini menandakan.komposisi gas sudah melebihi


batas normal. Bila salah satu gas nilainya melebihi batasan level harus
diinvestigasi dengan cepat. Lakukan

tindakan

untuk

mendapatkan

trend. Gangguan mungkin hadir


Kondisi 3

TDCG pada level ini mengindikiasikan Pemburukan tingkat tinggi. Bila


salah satu gas nilainya melebihi batasan level harus diinvestigasi
dengan cepat. Lakukan tindakan untuk mendapatkan trend. Gangguan
kemungkinan besar hadir

Kondisi 4

TDCG pada level ini mengindikiasikan Pemburukan yang sangat


tinggi. Melnjutkan operasi trafo dapat mengarah pada kerusakan trafo.

Tabel dibawah adalah daftar konsentrasi gas untuk individual gas dan TDCGuntuk
kondisi 1 sampai dengan 4. table ini digunakan untuk membuat penilaian tentang
4

Forum Engineering
April 2007

kondisi gas pada trafo baru atau baru diperbaiki atau trafo yangtidak memiliki data
DGA sebelumnya. Nilai nilai yang terdapat pada table ini adalah consensus
berdasarkan

pengalaman

dari

banyak

perusahaan.

Disarankan

untuk

membandingkan konsentrasi individual gas maupun TDCG pada trafo lain yang
sejenis berdasarkan penilaian ahli.

Status

H2

CH4

C2H2

C2H4

Kondisi 1

100

120

35

50

Kondisi 2

101-700

121-400

36-50

51-100

Kondisi 3

701-1800 401-1000 51-80 101-200

Kondisi 4

>1800

>1000

>80

>200

C2H6

CO

CO2

TDCG

65

350

2500

720

66-100 351-570

2500-4000

721-1920

101-150 571-1400 4001-10000

1921-4630

>150

>1400

>10000

>4630

V. Menentukan Prosedur Operasi dan Periode pengujian berdassarkan TDCG


dan peningkatannya dalam minyak (IEEE C57.104-1991)
dengan metoda ini ada dua parameter yang harus dilihat dalam menentukan tindak
lanjut pada trafo yang diuji dan periode pengambilan sample minyak..

Tingkat TDCG

Tingkat kenaikan TDCG/ hari

Tabel dibawah menunjukan periode pengambilan sample minyak dan prosedur


operasi pada tiap kondisi dan nilai TDCG. Nilai peningkatan pembentukan gas
menandakan masalah oleh karena itu pendeknya jarak pengambilan sample sangat
direkomendasikan.

Forum Engineering
April 2007

Tingkat
TDCG
(ppm)

Kondisi
4

Kondisi
3

Kondisi
2

Kondisi
1

Peningkat
an
TDCG
(ppm/day)

Periode pengambilan Sample dan


Langkah yang ditempuh dalam Kenaikan
tingkat TDCG
Periode ambil
Sample minyak

> 30

Harian

10 30

Harian

> 4630

1921 4630

721 1920

720

< 10

Mingguan

> 30
10 30

Mingguan
Mingguan

< 10

Bulanan

> 30
10 30

Bulanan
Bulanan

< 10

Empat Bulanan

> 30

Bulanan

10 30
< 10

Empat Bulanan
Tahunan

Langkah yang
dilakukan
Keluar Dari Operasi
Saran Dari Pabrik
Perhatian Sangat
Khusus
Analisa Untuk
Individual gas
Plan Outage
Saran Dari Pabrik
Perhatian sangat
Khusus
Analisa Untuk
Individual gas
Plan Outage
Saran Dari Pabrik
Perhatian Khusus
Analisa Untuk
Individual gas
Tetapkan besarnya
Pembebanan
Perhatian Khusus
Analisa Untuk
Individual gas
Tetapkan besarnya
Pembebanan
Operasi Normal

VI. Evaluasi Jenis Gangguan Yang Mungkin Muncul


6.1. Evaluasi tipe gangguan yang mungkin muncul dengan metoda gas kunci (key
gases)
Gas gas yang dilihat pada metoda ini adalah gas gas yang terbentuk dari proses
penurunan kualitas minyak & kertas selulosa yaitu H2, CH4, C2H2, C2H4, C2H6,
CO. kecuali CO dan CO2 semua gas tersebut terbentuk dari pemburukan minyak itu
sendiri sedangkan CO dan CO2 terbentuk dari pemburukan isolasi kertas.

Forum Engineering
April 2007

Forum Engineering
April 2007

1. Thermal Oil
Hasil pemburukan termasuk ethylene dan methane, ditambah dengan kecilnya
kehadiran hydrogen dan methane. Gas Kunci : Ethylene
2. Thermal Celullose
Jumlah besar dari senyawa CO dan CO2 dibentuk dari panas berlebih pada kertas
sellulose. Gas kunci : Carbon monoksida

3. Electrical Korona
Elektrik discharge low- energy menghasilkn hydrogen dan methane, dengan jumlah
kecil ethane dan ethylene. Gas kunci: Hidrogen
4. Electrical Arcing
Jumlah yang banyak dari hydrogen dan acetylene dengan jumlah sedikit methane
dan ethylene terjadi saat arcing. Gas kunci : acetylene
6.2. Evaluasi tipe gangguan yang mungkin muncul dengan metoda ratio Doernenburg

Forum Engineering
April 2007

Dasar dari metoda ini adalah Chart pembentukan Senyawa gas di minyak terhadap
suhu. Pada Suhu tertentu akibat gangguan maka akan terbentuk senyawa gas
hidrokarbon dengan pola komposisi seperti pada chart. Dengan mengetahui rasio
gas maka dapat ditentukan dia berada pada titik suhu mana dan gangguan apa yang
terjadi dengan mengakibatkan terjadinya suhu sebesar demikian.

NO FAULT
N

H2 CH4
Y
C2H2 C2H4
>2L1

GAS
INPUT

C2H6
CO
>L1

RATIO
TEST OK?

NOT
APPLICABLE
RESAMPLE

R1
<0,1

R2
>0,75

PD RIV
CORONA

FAULT
NOT APPLICABLE
RESAMPLE

R3
>0,3

R4
>0,4
N

R1
0,1-1

R3
<3

R4
< 0,4

DISCHARGE
ARCING

N
N

R1
>1

R2
<0,75

R3
<0,3

FAULT
NOT APPLICABLE
RESAMPLE

R4
>0,4

THERMAL
FAULT

Flowchart diatas menggambarkan langkah langkah aplikasi dari rasio doernenburg.


Adapun gambarannya sebagai berikut :
Langkah 1 Dapatkan data yang akurat dan valid untuk diolah
Langkah 2 Jika setidaknya satu dari konsentrasi gas H2 CH4 C2H2 C2H4 C2H6
nilainya melebihi dua kali nilai batas L1 dan salah satu dari ketiga
lainnya melebihi batas L1 maka dinyatakan terlah terjadi gangguan,
lanjutkan ke langkah 3 untuk memeriksa kevalidan data
Langkah 3 Jika stidaknya salah satu gas pada setiap ratio 1,2,3,atau

nilainya

melebihi batas L1maka prosedur ratio valid. Sebaliknya rasio tidak


signifikan, perlu di resample
9

Forum Engineering
April 2007

Langkah 4 Setiap perbandingan diolah berdasarkan TAbel


Langkah 5 Bila diketahui jenis gangguan berdasarkan table, berarti diagnosa valid

Ket gas

Concentration L1

Hyrogen H2
Methane CH4
Carbon monoksida CO
Acetylene C2H2
Ethylene C2H4
Ethane C2H6

100
120
350
35
500
65

6.3. Evaluasi tipe gangguan yang mungkin muncul dengan metoda ratio Rogers
Adalah salah satu metoda tambahan yang dapat digunakan untuk menafsirkan apa
yang terjadi berdasarkan komposisi gas terlarut di minyak isolasi. Metoda rasio
Roger adalah membandingkan jumlah dari berbagai gas berbeda dengan membagi
satu gas dengan yang lainnya, hal ini membentuk sebuah rasio perbandingan antara
satu gas dengan yang lain.
Pada chart pembentukan gas dapat dilihat pada keadaan suhu tertentu suatu gas akan
terbentuk lebih besar dari gas lainnya. Roger menggunakan hubungan ini dengan
melihat bahwa pada suhu tertentu maka akan terdapat komposisi dari gas yang dapat
dibuat rasionya.
Seperti analisa Key gases di atas metoda ini bukanlah hal pasti hanya alat bantu
untuk menganalisa masalah pada trafo.
Metoda rasio roger menggunakan 3 rasio gas. Hal yang sebelumnya dikembangkan
oleh Doernenburg yang menggunakan 5 rasio.
Aturan Penggunaan Rasio Roger : Jangan membuat keputusan hanya berdasarkan
rasio bila satu atau dua gas yang digunakan dalam rasio nilainya lebih kecil dari
sepuluh kali nilai yang dapat dibaca Gas chromatograph. Aturan ini untuk
meyakinkan bahwa instrument yang tingkat akurasinya kurang hanya berdampak
kecil pada rasio.

10

Forum Engineering
April 2007

Bila satu atau dua gas yang digunakan dalam rasio nilainya lebih kecil dari sepuluh
kali nilai batas bukan berarti tidak dapat menggunakan rasio roger, hanya saja
hasilnya tidak sepasti data yang sesuai aturan.

GAS
INPUT

R2
< 0,1

R1
0,1-1

CASE 0
NO FAULT

CASE 3
LOW TEMPERATURE
THERMAL
OVERLOADING

CASE 4
THERMAL
<700 C

R5
>3

CASE 5
THERMAL
>700 C

R5
<1
N

R5
1-3
N

R1
>1

R5
1-3
N

R2
< 0,1

R1
< 0,1

R2
<1

R1
0,1-1

R5
>3

CASE 1
PD
INFLUENCE VOLTAGE
(RIV)

R2
1-3

CASE 2
HIGH ENERGY
ARCING

11

Forum Engineering
April 2007

6.4. Evaluasi tipe gangguan yang mungkin muncul dengan metoda Segitiga Duval

Sama halnya dengan metoda Doernenburg dan Roger, metoda ini menggunakan
perbandingan yang memanfaatkan gas hidrokarbon. Namun pada metoda ini hanya
tiga senyawa gas yang di bandingkan. Gas-gas methane, ethylene dan acetylene
dibandingkan terhadap jumlah akumulasi dari ketiga gas gas tersebut.
Metoda Duval ini dilengkapi dengan grafik tiga koordinat yang berbentuk segitiga
sama sisi, dimana nilai dari setiap koordinat adalah persentase tiap gas terhadap
total ketiga gas. Berapa pun koordinatnya pasti akan menunjuk ke salah satu jenis
gangguan. Terdapat tujuh gangguan yang menjadi interpretasi dari komposisi ketiga
gas tersebut.
Segitiga Duval tidak bisa meginterpretasi semua data. Syarat menggunakan metoda
ini adalah setidaknya satu dari ketiga gas hidrokarbon harus berada pada kondisi 3
(Metoda IEEE) dan Peningkatan gasnya berada pada status G2

12

Forum Engineering
April 2007

13

Forum Engineering
April 2007

VIII. Daftar Pustaka


1. IEEE Standars C57.104-1991 Guide for interpretation of Gases Generate in
Oil Immersed Transformer
2. IEC 60599 Second Edition 1999 03, Mineral Oil Impregnated Electrical
Equipment in service Guide to interpretation of Dissolved and free Gases
Analysis
3. Myers, S.D, Kelly, J.J. and Parrish, R.H, A Gulde to Transformer
Maintenance, Transformer Maintenance Institut of S.D. Myers, Inc. Akron,
Ohio, 1981.
4. Transformer Maintenance, Facilities instruction, Standard and Techniques
Volume 3-30, United States Department Of the Interior Bureau Of
Reclamation, June2003
5. Transformer Diagnostic, Facilities instruction, Standard and Techniques
Volume 3-31, United States Department Of the Interior Bureau Of
Reclamation, June2003
6. V.V. Sokolov, Scientific and Engineering Center ZTZ- Service Company,
Transformer is Gassing-What to do?, USA.

14