Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM PTK IV

DESTILASI

Muhammad Seto Asyrori

Teknik Kimia
Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Ion Exchange, PTK 4 - 0

2016
ION EXCHANGE
MAKSUD DAN TUJUAN
1. Praktikan diharapkan dapat memahami prinsip kerja alat ion exchange pada
proses pelunakan air dan demineralisasi air.
2. Praktikan dapat mengetahui aplikasi alat ion exchange pada dunia industri.
TEORI PERCOBAAN
Ion exchange adalah suatu proses untuk pemurnian air dimana ion-ion dalam
suatu larutan ditukar dengan suatu penukar ion (berupa resin), padatan, gel. Tipetipe penukar ionadalah resin penukar ion, zeolit, montmorillonite, tanah liat dan
humus. Penukar ion adalah salah satu penukar kation untuk anion bermuatan
positif dan penukar anion untuk ion bernuatan negatif. Ada juga ipenukar ion yang
disebut mix ber yang mempunyai anion dan kation dan dapat menggantikan resin.
Pertukaran ion adalah suatu proses reversibel dimana penukar ionnya dapat
diregenerasi melalui suatu pencucian dengan suatu kelebihan ion yang dapat
ditukar.
Kegunaan Ion exchange:
1. Pada industri pemurnian air untuk menghasilkan air lunak. Hal ini terpenuhi
dengan pertukaran ion antara Ca2+, dan Mg2+ terhadap Na+ dan H+.
2. Pada industri biokimia untuk memisahkan molekul seperti protein. Proses ini
diterapkan juga pada pelunak air.
3. Pada industri makanan, hydronetallurgi, finishing metal, bahan kimia dan
petrokimia, farmasi, gyla, pemanis buatan, air tanah, air minum, air industri,
nuklir dan lain-lain.
4. Untuk membuat air demin dan air lunak sebagai air umpan dan make up water
pada boiler.
Proses pertukaran ion
Proses Softening (pelunakan)

Ion Exchange, PTK 4 - 1

Proses pelunakan termasuk dalam proses pertukaran ion untuk menghilangkan


ion-ion terlarut yang tidak dapat dihilangkan melalui proses klarifikasi dan
flokulasi.
Dalam proses ini air di lewatkan ke suatu kolom yang berisi resin penukar ion.
Pada waktu kontak dengan resin tersebut beberapa ion dalam air akan ditukar
dengan ion lain yang terikat dalam resin.
Pada proses ini ion yang ditukar adalah ion positif (kation) khususnya yang
mempengaruhi kesadahan air yaitu ion Ca dan Mg yang akan ditukar dengan ion
Natrium (Na+).
Tujuan pelunakan air adalah untuk menurunkan atau menghilangkan
kesadahan

air.

Dengan

kandungan

air

sadah

yang

rendah

dapat

meminimalisasikan terbentuknya kerak jika digunakan sebagai air umpan boiler


dan air pendingin.
Tahapan deionizer:
Tahap kation exchange
Pada tahap ini kandungan garam mineral dikurangi. Kation dan garam-garam
mineral adalah Ca, Mg, Na, K. Mineral tersebut memiliki afinitas yang lebih
tinggi dari H2 sehingga pada proses kation exchange, kation-kation tersebut dapat
menggeser ion dalam persenyawaan resin. Reaksi yang terjadi adalah:
2 R-SO3 + Ca SO4

(R-So3)2Ca

Tahap Anion Exchange


Merupakan tahao lanjutan dari kation exchange. Prinsip kerjanya sama dengan
kation exchange hanya saja resin yang digunakan berbeda yaitu:
Weakly basic anion exchange, hanya dapat menghilangkan klor dan nitrat.
Reaksinya :
RNH3 + HCl

RNH3Cl + H2O

Strong basic anion exchange, dapat menhilangkan anion-anion kuat, asam


silika, sulfat dan karbonat.
Reaksi yang terjadi:

Ion Exchange, PTK 4 - 2

R4NaOH + HsiO3 R4NHSiO3 + H2O


Air yang dihasilkan dari proses diatas ditampung dalam tangki air murni (pure
water tank).
Reaksi yang terjadi selama proses pelunakan air adalah:
R- Na +

Ca++
Mg++

R-Ca

+ Na+

R-Mg

Dimana
R-Ca akan terikat pada resin,
kation Na+ akan terbawa oleh air.
Setelah gugus Na+ pada resin terpakai habis (tertukar seluruhnya) maka resin
harus diaktifkan kembali dengan cara regenerasi dengan menggunakan larutan
NaCl.
Reaksi yang terjadi selama regenerasi resin:
Na +

Ca++ + R- Na+

R-Ca
R-Mg

Mg++

Dimana:
R-Na merupakan resin yang siap dipakai kembali
Kation Ca++ dan kation Mg++ akan dibuang
Air yang dihasilkan dari proses pelunakan disebut soft water yang umumnya
dipakai sebagai air make-up dan air umpan boiler yang beroperasi pada tekanan
rendah.
Secara umum proses yang terjadi pada proses penukaran ion adalah:
1. Proses pertukaran ion
2. Back wash
Pencucian untuk menghilangkan pedatan yang terperangkap di pori-pori antar
resin, aliran mengalir dari bawah ke atas.
3. Regenerasi (pengaktifan kembali)

Ion Exchange, PTK 4 - 3

Proses regenerasi menggunakan regenerant seperti NaCl atau HCl sesuai


kebutuhan dimana aliran mengalir dari atas ke bawah.
4. Rinse (pengambilan regenerant)
Proses ini bertujuan untuk menghilangkan regenerant yang masih tersisa pada
kolom.

Proses Deionisasi
Jika pada proses pelunakan yang ditukar adalah ion-ion hardness yaitu Ca dan
Mg maka pada proses deionisasi (denineralisasi) semua kation termasuk ion
natrium ditukar dengan ion hidrogen (H+) dan semua anion ditukar dengan
hidroksil (OH-). Yang dapat ditukar anionnya yaitu terdiri dari; bikarbonat
(HCO3-), karbonat (CO32-), silikat (SiO32-), sulfat (SO42-) dan klorida (Cl-).
Dalam pelaksanaannya proses deionisasi dilaksanakan 2 tahap yaitu:
1. Pertukaran kation
R-H

Ca++

R-Ca

Mg++

R-Mg + H+

Na+

R-Na

Dimana
R-Ca, R-Mg dan R-Na akan terikat pada resin
Ion H+ akan terbawa air
2. Pertukaran Anion
R-OH + HCO3-

R HCO3
Terikat di resin

+ H2O
terbawa air

Sama seperti pada proses pelunakan setelah kapasitas penukar ion terpakai
habis maka perlu dilakukan regenerasi dengan regenerant yang sesuai. Larutan

Ion Exchange, PTK 4 - 4

asam klorida atau asam sulfat biasa digunakan untuk penukar kation dan penukar
anion.
Reaksi yang terjadi selama proses regenerasi:
1. Pertukaran Kation
Ca++

R-Ca
R-Mg

+ H+

R-H (dipakai lagi) + Mg++


Na+

R-Na
2. Pertukaran Anion
R-HCO3 +OH-

R-OH + HCO3-

Air yang dihasilkan dari proses ini disebut demin water dan banyak
digunakan sebagai air make-up atau air umpan boiler tekanan tinggiataupun
tekanan rendah dan sedang.
Resin ion excahnge dari resin:
Na+ + RH

H+ + Rna

Dimana R merupakan resin yang berasal dari grup tipe asam. Resin
mempunyai kapasitas pertukaran ion yang terbatas. Jumlah total tetap dari resin
asam per gramnya sama dengan jumlah konsentrasi dari R-H dan R-Na dengan
konstan.
Seperti terulis pada persamaan
RH + RNa = qm
Hal yang sama juga terdapat pad fase larutan di luar resin yaitu total
konsentrasi molar dari H2 dan sodium adalah konstan.
Seperti terlihat pada persamaan
H+ + Na+ = Co
Persamaan pada kesetimbangan adalah:
H+ RNa / Na+ RH = (Co-C)q* / c (qm- q+)
Dimana G dan q* mewakili konsentrasi kesetimbangan dari natrium.
Resin Penukar Ion

Ion Exchange, PTK 4 - 5

Resin penukar ion adalah suatu matriks yang tidak dapat larut , yang memiliki
diameter 1-2 mm. Resin tersebut pada umumnya berwarna putih atau kekuningkuningan terbuat dari suatu substrat polimer organik. Ada beberapa jenis resin
penukar ion yang berbeda.
Resin ini digunakan secara ekstensif untuk pelunakan air selama proses
pemurnian air. Pada perkembangan selanjutnya sebagai bahan alternaatif yang
lebih fleksibel pengganti resin menggunakan zeolit alami atau turuan.
Kebanyakan resin penukar ion terbuat dari polisytrene yang memiliki ikatan
cross linker pada umumnya dicapai dengan menambahkan suatu proporsi kecil
divinyl benzene ke dalam styrene. N0n-crosslinker polimer juga digunakan hanya
saja jarang dipakai karena kecenderungan polimer tersebut untuk mengubah
dimensi pada ikatan ion. Bagaimanapun banyak sedikitnya ikatan crosslinked
tergantung kapasitas resin dan untuk memperpanjang waktunya dapat dicapai
kesetimbangan ion dalam larutan dan dalam resin.
ALAT DAN BAHAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Alat
Alat ion exhange
Beaker glass
Buret
Pipet
Erlenmeyer
Timbangan digital

1.
2.
3.
4.

Bahan
CaCl2 0,05 N
NaCl 10%
Asam oksalat 0,05 N
NaOH 0,05 N

PROSEDUR PERCOBAAN
Pembilasan Resin Kation
1.
Sistem dibilas dengan menggunakan aquadest untuk membersihkan residu
atau kotoran pada saat terakhir digunakan.
2.

Aquadest sebanyak 5 liter dimasukkan ke dalam reservoir untuk diukur


konduktivitasnya. Valve dipastikan dalam keadaan tertutup rapat.

3.

Resin kation dibilas dengan aliran menurun dengan membuka katup V2


dan V10.
Ion Exchange, PTK 4 - 6

4.

Letakkan selektor tube kedalam reservoir air deionisasi den mulai


dinyalakan pompa dengan lajua alir 70%.

5.

Katup by-pass dibuka penuh dengan tujuan memindahkan residu dari


operasi sebelumnya.

6.

Setelah itu diatur agar alirannya lebih kecil.

7.

Diatur katup kontrol sehingga laju alir antara 35-40 cm3/ menit.

8.

Diamati dan diukur kondektivitasny.

9.

Kemudian air yang sudah terdeionisasi dibilas dengan membuka katup v4


dan v8.

10.

Katup ditutup setelah semua residu telah hilang.

Pengukuran Analat
1.

Disiapkan larutan CaCl2 0,05 M dan diukur kondektivitasnya.

2.

Kemudian pompa dinyalakan dengan 70% aliran.

3.

Katup bay-pass dibuka penuh, setalah kotoran hilang diatur sampai aliran
mengecil dan berhenti.

4.

Katup kontrol diatur sehingga laju alir 35-40 cm3/menit.

5.

Setelah

itu

ukur

konduktivitasnya

dan

amat

perubahan

nilai

konduktivitasnya setiap 5 detik.


6.

Pengukuran dihentikan jika nilai konduktivitasnya naik.

7.

Pompa dimatikan dan ditentukan

total waktu yang diperlukan untuk

mencapai titik break through dari grafik konduktivitas terhadap waktu.


8.

Dihitung jumlah sample yang melewati kolom sebelum titk breqakthrough.


Regenerasi Kation

1.

Regenerasi dilakukan denan NaCl 10% dengan arah aliran menurun.

2.

Laju alir regeneran diatur pada 60 cm3/menit dengan waktu kontak 40


menit.

3.

Kemudian resin dibilas dengan air deionisasi dengan laju alir 35-40
cm3/menit sampai nilai konduktivitasnya mendekati nilai konduktivitas dari air
drionisasi.

Ion Exchange, PTK 4 - 7

4.

Tangki regenerant dibilas dengan air deionisasi.

DATA PERCOBAAN
Pembuatan Larutan :

CaCl2 0,05 M, dalam 4000 ml


w = 0,05 M 111 4000 = 22.2 gram
1000

NaOH 0,05 M, dalam 100 ml


w = 0,05 N 40 100 = 0,20 gram
1000

Konsentrasi Asam Oksalat


Gram Asam Oksalat = 0.29 gram,
N = 0.29 gram 1000 = 0.046 N
63 100

NaCl 1% dalam 4 liter air


NaCl 40 gram dilarutkan dalam 4 liter air.

Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat :


VNaOH . NNaOH = VOksalat . NOksalat
NNaOH = 10 ml 0.0460N = 0.0410 N
11 ml

Konsentrasi CaCl2 Sebelum Percobaan


V CaCl2 = 100 ml
V NaOH = 0.9
N NaOH = 0.0410
V CaCl2 . N CaCl2 =VNaOH . NNaOH
NCaCl2 = 0.9 ml 0.0410 = 3.69 10-4 N
100 ml

Konsentrasi CaCl2 Sebelum Percobaan

Ion Exchange, PTK 4 - 8

V CaCl2 = 100 ml
V NaOH = 0.3
N NaOH = 0.0410
V CaCl2 . N CaCl2 =VNaOH . NNaOH
NCaCl2 = 0.3 ml 0.0410 = 1.23 10-4 N
100 ml

Menghitung KPK
N CaCl2
N CaCl2 after 4000 BE CaCl2 100
before

400
4
4
3.69 10 1.23 10 4000 55.5 100

KPK =

400

= 1.353%

Tabel Konduktivitas Sample Terhadap Waktu


Waktu
Konduktivitas
Waktu
(detik)
(s)
(detik)
0
489
330
30
488
360
60
4488
390
90
446
420
120
447
450
150
447
480
180
447
510
210
447
540
240
447
570
270
447
600
300
447

Konduktivitas
(s)
448
460
467
468
469
471
468
468
468
468

Ion Exchange, PTK 4 - 9

PEMBAHASAN
Sebelum dilakukan proses ion exchange dilakukan terlebih dahulu proses
pembilasan resin kation dengan menggunakan air deionisasi. Pada proses kation
exchange ion Ca2= diikat oleh resin dan air melepaskan ion H+ nya. Pada proses
regenerasi resin kation dilakukan ion Cl- dan NaCl mengikat ion Ca2+.
KESIMPULAN
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui aplikasi dari proses demineralisasi
air yaitu proses penghilangan kandungan ion-ion baik itu positif maupun ion
negatif pada air.
Berdasarkan percobaan, KPK resin yang digunakan adalah 1.353 %.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimus, 2003. Penuntun Praktikum Operasi Teknik Kimia, Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Warren L. Mc Cabe,Julian C. Smith, dan Peter Harriot. E. Jasjfi, 1993. Operasi
Teknik Kimia; jilid 2 ,edisi keempat. Erlangga, Jakarta.

TUGAS
.1 Analisa kesalahan min 3

Ion Exchange, PTK 4 - 10

Alat turbidimeter belum dikalibrasi

Resin yang belum di regenerasi

Salah dalam pembacaan volume titrasi

.2 Buat grafik

.3 Aplikasi di industri
Dalam industri, Ion exchange digunakan dalam pembuatan air demin, selain
dengan sistem Ro, juga untuk melunakkan air yang akan digunakan sebagai
umpan boiler, karena kandungan ion Ca dan Mg dalam air dapat
menyebabkan scale pada boiler dan mengakibatkan heat transfer boiler tidak
maksimal.

Ion Exchange, PTK 4 - 11