Anda di halaman 1dari 8

RESUME

PADUAN LOGAM
(Bahan dan Pemanfataannya)
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pilihan Pengetahuan Tentang Bahan
Semester VII Pada Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Islam Bandung Tahun Ajaran 2016/2017

Nama : Gita Ayu Puspita


NPM : 10070113071
Kelas : A

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1438 H / 2016 M

RESUME
PADUAN LOGAM
(Bahan dan Pemanfataannya)

Logam paduan adalah gabungan antara larutan atau senyawa, dua atau
lebih elemen, dan paling tidak salah satunya adalah logam, dan hasilnya memiliki
sifat metalik. Logam paduan biasanya didesain untuk memiliki sifat yang lebih
menguntungkan dibanding dengan komponennya, contohnya baja lebih kuat dari
besi, salah satu elemen utamanya. Berikut beberapa macam paduan logam :
A.

Baja (steel)
Baja adalah logam paduan antara besi (Fe) dan karbon (C), dimana besi

sebagai unsur dasar dan karbon sebagai unsur paduan utamanya. Kandungan
karbon dalam baja kurang dari 1,4% berat sesuai grade-nya. Dalam proses
pembuatan baja akan terdapat unsur-unsur lain selain karbon yang akan
tertinggal dalam baja seperti mangan (Mn), silikon (Si), Kromium (Cr), vanadium
(V), dan unsur lainnya.
Dalam hal aplikasi, baja sering digunakan sebagai bahan baku untuk alatalat perkakas, alat-alat pertanian, komponen-komponen otomotif, kebutuhan
rumah tangga, dan lain-lain. Menurut ASM handbook vol 1:139 (1993), baja
dapat diklasifikasikan berdasarkan komposisi kimianya seperti kadar karbon dan
paduan yang digunakan. Berikut merupakan klasifikasi baja berdasarkan
komposisi kimianya :

Baja Karbon (Carbon Steel)


Baja paduan rendah terdiri dari dari besi dan karbon. Karbon merupakan

unsur pengeras besi yang efektif dan murah. Oleh karena itu, pada umumnya
sebagian besar baja hanya mengandung karbon dengan sedikit unsur paduan
lainnya. Perbedaan persentase kandungan karbon dalam campuran logam baja
menjadi salah satu pengklasifikasian baja. Berdasarkan kandungan karbon, baja
paduan rendah dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
- Baja karbon rendah (Low Carbon Steel), baja yang mengandung karbon
kurang dari 0,25% C. Baja jenis ini dapat digunakan sebagai bahan baku
untuk pembuatan komponen bodi mobil, struktur bangunan, pipa gedung,
jembatan, kaleng, pagar, dan lain-lain.

Baja karbon menengah (Medium Carbon Steel), baja yang mengandung


karbon 0,25% C-0,6% C. Baja karbon menengah banyak digunakan untuk
poros, rel kereta api, roda gigi, pegas, baut, komponen mesin yang

membutuhkan kekuatan tinggi, dan lain-lain.


Baja karbon tinggi (High Carbon Steel), baja yang mengandung karbon
0,6% C-1,4% C. Salah satu aplikasi dari baja ini adalah dalam pembuatan
kawat baja dan kabel baja, digunakan dalam pembuatan pegas dan alatalat perkakas seperti palu, gergaji atau pahat potong, untuk keperluan
industri lain seperti pembuatan kikir, pisau, mata gergaji, cetakan, pisau,

B.

dan pegas.
Besi Cor (cast iron)
Besi cor merupakan paduan Besi-Karbon dengan kandungan C 3-4,5%.

Paduan ini memiliki sifat mampu cor yang sangat baik namun memiliki elongasi
yang relatif rendah. Oleh karenanya proses pengerjaan bahan ini tidak dapat
dilakukan melalui proses pembentukan, melainkan melalui proses pemotongan
(pemesinan) maupun pengecoran. Dari warna patahan, dapat dibedakan 3 jenis
besi cor yaitu Besi Cor Putih yang terdiri dari struktur ledeburit (coran keras),
struktur campuran antara perlit dengan ledeburit yang disebut Besi Cor Meliert
dan struktur perlit dan atau ferit serta ledeburit masih terdapat sejumlah unsur
karbon dalam bentuk koloni grafit yang disebut Besi Cor Kelabu. Jenis dari ketiga
besi cor tersebut sangat tergantung dari kandungan dan komposisi antara C dan
Si serta laju pendinginannya, dimana laju pendinginan yang tinggi akan
menghasilkan struktur besi cor putih sedangkan laju pendinginan yang lambat
akan menghasilkan pembekuan kelabu.
Cast iron dapat digunakan untuk pembuatan Cast Iron Centrifugal Pump
(Pompa yang biasa digunakan pada industri minyak bumi, sebagian besar
pompa yang digunakan dalam fasilitas gathering station, suatu unit pengumpul
fluida dari sumur produksi sebelum diolah/dipasarkan)
C.
Paduan Alumunium ( Allumunium Alloy)
Paduan aluminium dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu alumunium
wronglt alloy(lembaran) dan alumunium costing alloy (batang cor). Alumunium
(99,99%) memiliki berat jenis sebesar 2,7 g/cm3, densitas 2,685 kg/m3, dan titik
leburnya pada suhu 6600C, alumunium memiliki strength to weight ratio yang
lebih tinggi dari baja. Sifat tahan korosi alumunium diperoleh dari terbentuknya
lapisan oksida alumunium dari permukaan alumunium. Lapisan oksida ini

melekat kuat dan rapat pada permukaan, serta stabil (tidak bereaksi dengan
lingkungan sekitarnya) sehingga melindungi bagian dalam. Unsur- unsur paduan
dalam almunium antara lain:
o

Copper (Cu), menaikkan kekuatan dan kekerasan, namun menurunkan


elongasi (pertambahan panjang pangjangan saat ditarik). Kandungan Cu

o
o
o

dalam alumunium yang paling optimal adalah antara 4-6%.


Zink atau Seng (Zn), menaikkan nilai tensile.
Mangan (Mn), menaikkan kekuatan dalam temperature tinggi.
Magnesium (Mg), menaikkan kekuatan alumunium dan menurunkan nilai

ductility-nya. Ketahanan korosi dan weldability juga baik.


Silikon (Si), menyebabkan paduan alumunium tersebut bisa diperlakukan

panas untuk menaikkan kekerasannya.


Lithium (Li), ditambahkan untuk memperbaiki sifat tahan oksidasinya.
Macam-macam logam paduan yaitu:

1) Paduan tuang
2) Paduan tempa Dalam logam paduan dikenal perbedaan antara paduan
logam berat dan paduan logam ringan.
Diantara paduan logam berat yang kita kenal antara lain sebagai berikut.

Kuningan atau loyang yaitu paduan antara tembaga dengan seng dan

sedikit tambahan timbal.


Perunggu yaitu campuran antara tembaga, timah, sedikit seng dan timbal.
Paduan nikel untuk logam-logam tahan karat, misalnya monel, metal dan

sebagainya.
Paduan seng untuk alat-alat ukur dan bagian-bagian mesin.
Wolfram/tungsten (W), untuk paduan baja, kawat pijar, dan bahan

campuran elektoda las TIG/WIG.


Molibdenum (Mo), paduan baja, pipa-pipa, dan alat rontgen.
Tantalum (Ta), untuk alat-alat kedokteran dan paduan lainnya.
Kromium (Cr), paduan baja tahan karat, pelapis logam dan

tahan karat.
Mangan (Mn), paduan baja.
Vanadium (V), paduan baja tahan karat.
Kobalt (Co), paduan baja perkakas potong.
Kadmium (Cd), paduan logam-logam bantalan, pelapis baja tahan karat,

tahan uap racun dan sebagainya.


Bismut (Bi), paduan bahan yang digunakan dalam sekering-Sekering.

pelindung

Sedangkan untuk paduan logam ringan kita kenal antara lain sebagai
berikut:

Aluminium dan paduannya yang banyak digunakan untuk paduan logam


ringan, misalnya duralumin yang biasa digunakan untuk badan pesawat
terbang, kendaraan bermotor, kapal pesiar, alat-alat rumah tangga dan

sebagainya.
Paduan magnesium digunakan hanya bila dalam konstruksi mesin yang
factor berat menjadi pertimbangan utama. Sebab magnesium mempunyai

daya gabung yang tinggi terhadap oksigen dan mudah terbakar.


Paduan titanium banyak digunakan untuk paduan aluminium sebagai
logam ringan yang banyak dipakai pada konstruksi pesawat terbang.

D.

Paduan Magnesium
Diantar logam alkali tanah, magnesium paling banyak diproduksi.

pembuatan magnesium dilakukan melalui elektrolisis lelehan garam kloridanya.


Kegunaan utama magnesium adalah untuk membuat logam campur. Paduan
magnesium dengan almunium yang disebut magnalium, merupakan logam yang
kuat tetapi ringan, resisten terhadap asam maupun basa, serta tahap korosi.
Paduan itu digunakan untuk membuat komponen pesawat terbang, rudal, bak
truk, serta sebagai peralatan lainnya.
E.

Paduan Alumunium
Bauksit mengandung aluminium sebagai aluminium oksida (Al2O).

pengolahan aluminium dari bauksit berlangsung dalam 2 tahap, tahap pertama


adalah pemurnian bauksit sehingga diperoleh aluminium oksida murni (alumina).
Tahap kedua adalah peleburan (reduksi) alumina. Pengolahan aluminium oksida
dari bauksit di dasarkan pada sifat amfoter dari oksida aluminium itu. Pengotor
utama dalam bauksit biasanya terdiri atas SiO2,Fe2O3, dan TiO2. Apabila
bauksit dilarut kan dalam laurtan natrium hidroksida, maka aluminium oksida
akan larut sedangkan pengotornya tidak. Aluminium memiliki banyak kegunaan.
o

Sector industry otomotif; untuk membuat bak truk dan komponen

o
o

kendaraan bermotor lainya, untuk membuat bahan pesawat terbang.


Sector pembangunan perumahan: untuk kusen pintu dan jendela.
Sector industry makanan; aluminium foil dan kaleng aluminium untuk
kemasan berbagai jenis produk makanan/minuman.

F.

Paduan Tembaga
Pengolahan

tembaga

melalui

beberapa

tahap,

yaitu

flotasi,

pemanggangan, peleburan, pengubahan, dan elektrolisis. Pada umumnya bijih


hanya mengandung 0.5 % Cu. Melalui pengapungan dapat diperoleh bijih pekat

yang mengandung 20 sampai 40% Cu. Bijih pekat itu kemudian dipanggang
untuk mengubah besi sulfide menjadi besi oksida, sedangkan tembaga tetap
berupa sulfide.

Referensi
Amanto, Hari, dan Daryanto. 1999. Ilmu Bahan Cetakan Kedua. PT. Bumi
Aksara. Jakarta.
Amstead, dkk. 1993. Teknologi Mekanik Jilid II. Erlangga. Jakarta.
Anonim.1993. ASM Handbook Volume 1: Properties and Selection: Irons, Steels,
and High-Performance Alloys. ASM International.
Kurniawan, Dhadhang W., dan Sulaiman, Teuku N.S., 2012, Teknologi Sediaan
Farmasi, Laboratorium Farmasetika UNSOED, Purwokerto.