Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN HUMAS (PUBLIC RELATIONS)

DI LEMBAGA PENDIDIKAN
TITA DEITIANA
STIE TRISAKTI
tita@stietrisakti.ac.id
Public Relations emphasizes in building and maintaining a relationship between an
organization and its public. It is applied also for a higher education institution or
university. Nowadays, public relations in higher education institution become an
integral part of the management team. It must contribute to achieve organizational
goals and demonstrate an organizational accountability identified by measurable
result. For that we need basic competencies developed by the public relations
profession as a technical communications role, facilitators, experts and decisive
problem solver.
PENDAHULUAN

Namun, akan ada banyak pihak yang mempertanyakan kinerja divisi-divisi ini jika perolehan
mahasiswa baru tidak mencapai kuota. Bagaimana sih promosinya?, itulah pertanyaan yang
sering muncul.
Begitu krisis semacam ini menyergap,
hal yang paling rasional untuk dilakukan adalah
memacu aktivitas marketing, promosi, admisi
atau kehumasan. Bahkan, beberapa perguruan
tinggi ramai-ramai membentuk divisi-divisi
semacam ini karena mereka baru menyadari
betapa pentingnya peran dari divisi-divisi ini.
Walaupun dari sisi konseptual divisi-divisi ini
berbeda, tetapi divisi-divisi ini biasanya paling
bertanggung jawab dalam mengomunikasikan
rekrutmen mahasiswa baru.
Berbagai kegiatan untuk menarik minat
calon mahasiswa dilakukan oleh divisi-divisi ini,
mulai dari membuat iklan atau advertorial di
media massa, melakukan presentasi di SMA/
SMK, mengikuti pameran pendidikan, membagikan brosur, atau menggelar open house,
campus tour atau lomba. Tidak sedikit perguruan
tinggi memakai strategi menarik minat dengan
menyediakan beasiswa, memberi discount

Humas (Hubungan Masyarakat)


Poleheranan
atau Public Relations sangat dibutuhkan
hampir semua bentuk organisasi atau
lembaga, bersifat komersial maupun tidak
komersial, dari perusahaan industri, organisasi
profesi, institusi pendidikan, organisasi sosial
budaya sampai pemerintahan. Secara Garis
besar Humas merupakan salah satu ujung
tombak dari suatu organisasi. Bagi sebuah
organisasi, Humas sangat diperlukan untuk
menjalin komunikasi dengan para stakeholders
ataupun untuk mengkomunikasikan visi, misi,
tujuan dan program organisasi kepada publik
(Ruslan 2005).
Di tengah sulitnya perguruan tinggi
dalam mencari calon mahasiswa baru, perhatian
utama saat ini tertuju pada divisi marketing,
promosi, admisi, atau Humas perguruan tinggi
tersebut. Divisi-divisi inilah yang biasa digunakan
oleh perguruan tinggi dalam rangka berburu
calon mahasiswa baru. Apresiasi tentu akan
tertuju pada divisi-divisi ini jika mereka meraih
sukses dalam rekrutmen mahasiswa baru.

Media Bisnis

biaya studi, sampai menjadi sponsor berbagai


event yang digelar di SMA/SMK.
Persaingan antar perguruan tinggi
negeri (Perguruan Tinggi Negeri) dan perguruan
tinggi swasta semakin ketat, terutama berubahnya status sejumlah Perguruan Tinggi Negara
di republik ini menjadi badan hukum pendidikan
milik negera (BHPM), sehingga Perguruan
Tinggi Negara ini pun banyak membuka kelaskelas nonreguler, di luar SPMB (seleksi penerimaaan mahasiswa baru) sebagai program
reguler. Perubahan status PTN ini, pada kenyataannya telah menyedot mahasiswa PTS,
dalam beberapa tahun berselang ini, masuk ke
kelas nonreguler PTN. Akhirnya, sejumlah PTS
menjerit kekurangan mahasiswa, bahkan
sejumlah PTS terancam kolaps atau tutup
karenanya. Persaingan yang semakin ketat
antar perguruan tinggi, tentunya perlu dilakukan
pendekatan strategi lain, yaitu sudah mulai
harus mengedepankan aspek citra dan reputasi
perguruan tinggi melalui kegiatan atau upayaupaya public relations (Public Relations/Humas).
Ruang Lingkup Public Relations (Humas)
Dunia Humas saat ini sudah memasuki
era yang disebut era kompetisi, di mana pembentukan, pemeliharan dan peningkatan citra
(termasuk reputasi) menjadi sangat krusial
(penting). Pencitraan dan reputasi perguruan
tinggi (PT) sekarang ini bukan lokal lagi, tetapi
harus go national dan go international. Diibaratkan, PT saat ini jangan berenang di kolam,
sedikitnya harus di danau dan sungai besar,
kalau memungkinkan sudah harus mulai
berenang di samudra yang luas, yang banyak
ikannya untuk memperluas kiprah Perguruan
Tinggi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Humas adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi opini, sikap, dan perilaku publik, mengidentifikasi kebijakan-kebijakan dan prosedurprosedur suatu individu atau sebuah organisasi
dengan kepentingan publik, dan merencanakan
serta melaksanakan program aksi untuk memperoleh pengertian dan dukungan publik (Cutlip,
et al. 2005: 4).

September

Asosiasi-asosiasi Humas seluruh dunia


mengungkapkan definisi Humas di Mexico city
pada agustus 1978 dan sampai saat ini masih
tetap digunakan yakni:
Humas adalah suatu seni sekaligus
disiplin ilmu sosial yang menganalisis berbagai
kecenderungan, memprediksikan setiap kemungkinan konsekuensi dari setiap kegiatannya,
memberikan masukan dan saran-saran kepada
para pemimpin organisasi, dan mengimplementasikan program-program tindakan yang
terencana untuk melayani kebutuhan organisasi
dan atau kepentingan khalayaknya (Anggoro
2000, 2)
Rhenald Khasali, pakar manajemen
mengutip konsep Public Relations News yang
memberikan definisi Public Relations adalah:
Fungsi manajemen yang melakukan evaluasi
terhadap sikap-sikap publik, mengidentifikasikan kebijakan dan prosedur seseorang/sebuah
perusahaan terhadap publiknya, menyusun
rencana serta menjalankan program-program
komunikasi untuk memperoleh pemahaman
dan penerimaan publik (Khasali 1994, 7)
Cutlip, dkk. mengemukakan:
Hubungan masyarakat merupakan fungsi
manajemen yang membentuk dan memelihara
hubungan yang saling menguntungkan antara
organisasi dan masyarakat, yang menjadi
sandaran keberhasilan atau kegagalannya
(Cutlip, et al. 2005, 5).
Anggoro Linggar (2000) di dalam bukunya Public Relations dalam teori dan praktek
mengatakan:
Public Relations adalah usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara suatu
badan atau organisasi dengan masyarakat
melalui suatu proses komunikasi timbal balik
atau dua arah. Hubungan yang harmonis ini
timbul dari adanya mutual understanding, mutual
confidence, dan image yang baik.
Konsep-konsep di atas bila disimpulkan
menjelaskan Humas adalah: (1) Seni berkomunikasi atau aktivitas berkomunikasi, (2) Sebagai
disiplin ilmu sosial dengan perspektif komunikasi,
(3) Salah satu fungsi manajemen dalam organi-

2011

sasi, dan (4) Menggunakan fungsi manajemen


dalam menjalankan komunikasi organisasi
dengan publiknya secara timbal balik.
Sebagai fungsi manajemen, Public
Relations atau Humas memiliki peranan dan
fungsi yang berbeda dengan profesi lain. Public
Relations memiliki objective yang khas yakni
memperoleh kepercayaan dan dukungan publik
baik internal dan eksternal organisasi melalui
perencanaan program komunikasi yang strategis.
Suatu organisasi dalam pencapaian tujuannya,
membutuhkan dukungan dari seluruh karyawan,
manajer dan pimpinan serta masyarakat lainnya.
Untuk itu maka diperlukan komunikasi yang
persuasive, menyenangkan, dan saling menguntungkan antara kedua pihak (organisasi dan
publiknya). Dalam pencapaian tujuan tersebut,
praktisi PR perlu menguasai seni berkomunikasi atau tehnik-tehnik komunikasi yang efektif.
Peranan dan Fungsi Humas atau Public
Relation
Peranan Public Relations dalam organisasi menurut Cutlip dan kawan-kawan terdiri
dari 4 (empat) peranan besar yang bisa saja
dilaksanakan secara keseluruhan secara bergantian dalam satu organisasi, atau sebagian
saja. Empat peranan tersebut masing-masing,
(1) Teknisi Komunikasi (Communication
Technician); peranan Public Relations di sini
adalah melaksanakan teknis operasional seperti menulis dan menyunting majalah, menulis
siaran pers, karangan khas, artikel, membuat
dan mengembangkan situs web, serta produksi
berbagai pesan komunikasi. Untuk itu diperlukan keterampilan komunikasi dan jurnalistik, (2)
Penentu Ahli (expert prescriber); PR dalam
menjalankan peranan sebagai penentu ahli
adalah mendefinisikan masalah, membuat
perencanaan program dan bertanggungjawab
penuh atas pelaksanaan program komunikasi,
(3) Fasilitator Komunikasi (communication
facilitator); Fungsi PR di sini adalah sebagai
penghubung, penerjemah dan mediator antara
organisasi dan publik. Pengelolaan komunikasi
dilakukan secara dua arah. PR memfasilitasi

Tita Deitiana

perubahan dengan menyingkirkan rintangan


serta membuat saluran komunikasi terbuka dan
menyediakan informasi yang diperlukan kedua
pihak (organisasi dan publik), sehingga keduanya dapat membuat keputusan yang saling
menguntungkan. Praktisi PR berfungsi sebagai
nara sumber informasi dan kontak resmi antara
organisasi dengan publiknya, dan (4) Fasilitator
Pemecah Masalah (Problem solver facilitator);
PR dalam hal ini melakukan kerjasama dengan
manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dari
tim perencanaan strategis. Praktisi PR di sini
membantu manajemen memecahkan permasalahan dengan menerapkan proses manajemen
mulai menganalisa masalah, membuat perencanaan dan melaksanakan serta mengevaluasi.
Keterlibatan manajer lini lainnya, secara psikologis akan meningkatkan sense of belonging
terhadap permasalahan hubungan masyarakat
dan diselesaikan secara strategis serta komitmen yang kuat di setiap lininya. (Cutlip et al.
2005, 34 - 38).
Masing-masing peranan Public Relations
di atas, dapat diterapkan sesuai karakteristik
organisasi atau pun kasus-kasus yang terkait
dengan publik yang dihadapi oleh organisasi.
Apabila publik internal dan eksternal sangat
luas dan beragam serta memiliki permasalahan
yang sulit serta tidak dapat terdeteksi sebelumnya, maka dibutuhkan peranan expert prescriber
atau penentu ahli. Organisasi memberikan
kewenangan penuh kepada PR untuk menemukan permasalahan, menyelesaikan masalah
dan bertanggungjawab penuh terhadap hal-hal
tersebut. Sebaliknya makin rendah jumlah dan
rintangan publik terhadap suatu organisasi,
maka peranan PR cukuplah hanya sebagai
communication technician yakni lebih kepada
pe-laksanaan PR secara teknis.
Sementara Dr. Astrid S. Susanto dalam
bukunya Filsafat Komunikasi menyatakan
bahwa sebagai bagian fungsi manajemen yang
berencana dan berkesinambungan, Humas
tidak saja mempengaruhi khalayak agar mau
mendukung kebijakan yang dijalankan, tetapi

Media Bisnis

juga untuk menjernihkan pendapat yang tidak


menguntungkan badan yang diwakilinya. Karena
bagaimana pun di dalam menjalankan tugasnya,
Humas memerlukan dukungan dari masyarakat
(Susanto 1994, 24)
Fungsi pokok Public Relations antara
lain adalah fungsi manajemen sebagai peneliti
dan penilai selera dan sikap masyarakat,
menyelaraskan kebijakan organisasi dengan
kepentingan umum, serta merumuskan dan
melaksanakan suatu program kerja untuk mendapat dukungan dan kepercayaan masyarakat.
Melihat fungsi Public Relations (Humas)
sebagaimana disebutkan di atas maka ada 4
(empat) persyaratan dasar yang harus dipenuhi
saat Humas menjalankan tugasnya. Persyaratan
tersebut adalah: (1) Kemampuan mengamati
dan menganalisis persoalan, (2) Kemampuan
menarik perhatian, (3) Kemampuan mempengaruhi pendapat, dan (4) Kemampuan menjalin
hubungan dan suasana saling percaya.
Permasalahan Humas dalam Lembaga Pendidikan
Institusi pendidikan memiliki bermacammacam publik, baik pemerintah, alumni, masyarakat sekitar, media massa, mahasiswa, calon
mahasiswa, orang tua mahasiswa, pengguna
lulusan, dan lain sebagainya. Publik ini perlu
terus disapa, diajak komunikasi, dan didengar
responnya.
Selain itu Humas bertanggung jawab
membangun citra positif institusi sekaligus
bertanggung jawab atas fakta-fakta sehingga
citra yang dibangun tidak berdasarkan atas
fondasi khayal. Jika terjadi sesuatu yang bertentangan dengan citra yang dibangun, nilainilai yang dihidupi institusi, atau respon negatif
masyarakat, Humas bertanggung jawab memberikan masukan kepada top management,
untuk itu saat ini tidak bisa ditawar-tawar lagi
bahwa peran dan fungsi Humas perlu diberdayakan.
Selain itu, perlu perhatian khusus terhadap
posisi ini agar senantiasa dekat dengan top
management.

September

Pertanyaan kritisnya adalah sejauh


mana Humas ini nanti akan mampu mengatasi
krisis ini? , (1) Bagaimana kemampuan Humas
di dalam mengemas dan mengomunikasikan
reputasi institusi itu sedemikian rupa sehingga
dapat membangkitkan respon publik?, (2)
Bagaimana pengelolaan komunikasi internal
institusi dalam mengolah reputasi yang akan
dikomunikasikan ke publik?, (3) Bagaimana
kinerja civitas academika dan unit-unitnya di
dalam perguruan tinggi itu?.
Strategi Yang harus dijalankan oleh Public
Relations (Humas) di Lembaga Pendidikan
Public Relations atau Humas itu merupakan fungsi strategi dalam manajemen yang
melakukan komunikasi untuk menimbulkan
pemahaman dan penerimaan publik.
Karakteristik Public Relations atau Humas
secara tersurat, yakni: (1) Public Relations atau
Humas adalah kegiatan komunikasi dalam
suatu organisasi yang berlangsung dua arah
secara timbal balik, (2) Public Relations atau
Humas merupakan penunjang tercapainya
tujuan yang ditetapkan oleh manajemen suatu
organisasi, (3) Publik yang menjadi sasaran
Public Relations atau Humas adalah publik
internal dan eksternal, dan (4) Operasionalisasi
Public Relations atau Humas adalah membina
hubungan yang harmonis antara organisasi
dan publiknya dan mencegah terjadinya rintangan psikologi, baik yang timbul dari pihak
organisasi maupun dari pihak publik.
Prinsip komunikasi dua arah dan timbal
balik merupakan proses penyampaian suatu
pesan seseorang atau kelompok (komunikator)
untuk memberi tahu atau mengubah sikap opini
dan perilaku kepada perseorangan atau kelompok (komunikan), baik berhadapan langsung
maupun tidak langsung, melalui media massa
sebagai alat atau saluran penyampaian pesan
untuk mencapai tujuan atau target dalam proses komunikasi dua arah yang hendak dicapai.
Tugas dan fungsi utama public relations
officer (PRO) atau pejabat Humas, tidak terlepas dari bidang penyebaran pesan, informasi,

2011

dan komunikasi mengenai kegiatan organisasi


atau lembaga yang diwakilinya untuk disampaikan kepada komunikan (publik) sebagai
sasaran atau targetnya.
Di pihak lain, dengan teknik dan strategi Humas tertentu, pejabat Humas dapat
merekayasa opini publik sehubungan dengan
keinginan-keinginan dan tujuan utama dalam
menciptakan citra dan reputasi positif.
Public Relations atau Humas adalah
fungsi yang melekat dan tidak terlepas dari
manajemen suatu organisasi. Tujuannya adalah membentuk goodwill (itikad baik), tolerance
(toleransi), mutual simbiosis (saling kerja sama),
mutual confidence (saling memercayai), mutual
understanding (saling pengertian), mutual
appreciation (saling menghargai), serta untuk
memperoleh opini publik yang menguntungkan,
citra dan reputasi positif berdasarkan prinsipprinsip hubungan harmonis, baik hubungan ke
dalam maupun ke luar (Zulkarnaen 2008).
Pekerjaan Public Relations atau Humas di
Lembaga Pendidikan
Program pengembangan Humas harus
proaktif dan mampu mengantisipasi perubahanperubahan yang terjadi dengan cepat, baik di
bidang teknologi, informasi, ekonomi, hukum
maupun politik internasional dan nasional.
Tujuan sentral Humas yang hendak dicapai
secara strategis, tidak hanya berfungsi sebagai
peta yang menunjukkan arah, melainkan juga
menunjukkan bagaimana operasional konsep
dan strategi komunikasinya. Strategi dalam
komunikasi Humas merupakan perpaduan
antara communication planning (perencanaan
komunikasi) dan management communication
(komunikasi manajemen). Tujuan sentral Public
Relations adalah mengacu kepada kepentingan
pencapaian sasaran (target) atau tujuan untuk
menciptakan suatu citra dan reputasi postitif
suatu lembaga. Pembentukan, pemeliharaan
dan peningkatan citra dan reputasi positif harus
didukung kebijakan dan komitmen pimpinan
puncak. Kemampuan berkomunikasi, baik

Tita Deitiana

melalui lisan maupun tulisan adalah salah satu


penyampaian pesan, ide, dan gagasan program
kerja, dan sekaligus membentuk opini atau
menguasai pendapat umum sesuai dengan
yang diinginkan komunikator.
Tujuh puluh persen dari kegiatan seorang Humas berhubungan dengan tulis menulis
selain tugas-tugas lainnya. Di antaranya adalah: (Zulkarnaen 2008) (1) Merancang pesan
tematik agar pesan yang disampaikan oleh
organisasi memiliki keseragaman/ keterkaitan
pesan. Contoh: Bank Niaga saat menggelar
tema Cinta, (2) Melakukan segmentasi media,
dimana seorang Humas harus mampu memformulasikan keseimbangan saling dukung antara
media cetak dan elektronik, (3) Komunikasi
interaktif. Contohnya beberapa organisasi dalam
merancang logonya melakukan pelibatan konsumen dimana dilakukan kompetisi merancang
logo, contoh lain adalah rubrik konsultasi atau
jasa layanan konsumen melalui telpon, (4)
Menjaga reputasi perusahaan dan citra produk
melalui pemanfaatan kekuatan pesan dan atau
kombinasinya. Contoh: kegiatan sponsor dari
Mayora, (5) Iklan multiguna (memanfaatkan
momentum psikologis). Contoh: bukan basabasi, (6) Penjualan simpatik. Contoh: Aqua
menyisihkan hasil penjualan untuk pipa mengalirkan air yang di kawasan timur Indonesia, (7)
Melakukan iklan layanan pada masyarakat, (8)
Pemasaran dari mulut kemulut. Contoh: Taksi
Bluebird dalam memasarkan reputasi yang baik
jarang menggunakan iklan media massa, (8)
Ajang pemasaran khusus dimana aktivitas
dirancang untuk melibatkan khalayak. Contoh:
Ajang Jakarta Fair, dan (9) Memanfaatkan komunikasi yang akrab untuk pelanggan. Contoh:
Layanan purna jual, dsb.
Produk-produk tertulis Humas di Lembaga
Pendidikan
Diantaranya adalah: (1) Siaran pers
yaitu informasi mengandung nilai berita dan
disampaikan oleh publik melalui media massa,
(2) Latar belakang (Backgrounder), (3) Media

Media Bisnis

internal, (4) Laporan tahunan, (5) Advetorial, (6)


Profil perusahaan, (7) Lembaran berita (Newsletter), (8) Prospektus, (9) Penulisan komentar
pembaca, (10) Penulisan naskah pidato, (11)
Iklan layanan masyarakat.
Public Relations (Humas) sebagai alat Manajemen Strategis.
Dalam paradigma baru, public relation
harus tampil sebagai alat manajemen strategis
dengan 2 (dua) tugas utama yakni (Zulkarnaen
2008): (1) Membuka ruang (agar kondusif)
untuk meningkatkan investasi dan perluasan
usaha, dan (2) Membuka pasar (agar kondusif)
untuk peningkatan dan perluasan penjualan
produk/jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
Untuk itu digunakan berbagai strategi dan
metode komunikasi, baik yang bersifat frontal
(kreatif dan intervensi) maupun yang bersifat
gerilya (persuasif dan edukatif).
Peran dan fungsi Humas di atas akan
dapat terwujud jika public relation officer memiliki kekuasaan dalam 2 (dua) hal penting,
yaitu: (1) Mempunyai akses langsung kepada
top management, dan (2) Mempunyai status
serta tingkatan yang sama dengan kepala
departemen yang lainnya.
Oleh karenanya status dan posisi
Humas minimal sejajar dengan departemen
atau bagian lain yang ada, bahkan secara ideal
posisi Humas letaknya pada leher institusi yang
mempunyai akses langsung dan menjadi adviser top manager. Untuk itulah kini saatnya
perguruan tinggi dapat merubah orientasi pemikirannya tentang peran dan fungsi Humas
sesuai dengan perkembangan, visi-misi dan
tingkat kompetitif perguruan tinggi.
Peranan Public Relations (Humas) dalam
lembaga Non profit (Perguruan Tinggi)
Peranan Public Relations dalam lembaga non profit yakni membangun image positif dan
reputasi bagi publiknya, sehingga organisasi
memperoleh kepercayaan dan dukungan penuh dari masyarakat dalam pencapaian tujuan
organisasi (Jetkins 1998).

September

Karakteristik lembaga non profit adalah: (1) Terorganisasi dalam lembaga yang
sederhana, (2) Bersifat pribadi, (3) Tidak mencari keuntungan, (4) Bekerja dan melakukan
pengawasan sendiri, dan (5) Bersifat amal dan
didukung oleh tenaga kerja sukarela.
Tujuan Public Relations atau Humas lembaga
non profit adalah: (1) Membantu dalam pencapaian misi organisasi, (2) Mengembangkan
saluran komunikasi dengan organisasi lainnya,
(3) Menciptakan dan memelihara iklim yang
menyenangkan bagi penyantun dana, (4)
Mendukung pengembangan dan memelihara
kebijakan organisasi sesuai dengan harapan
dan keinginan masyarakat, dan (5) Menginformasikan dan memotivasi pihak-pihak yang
menjadi kunci keberhasilan organisasi untuk
tetap berdedikasi dan memberikan sumbangan
pemikiran dan dana bagi kelancaran misi, visi
dan tujuan organisasi. Pihak-pihak tersebut
adalah karyawan, sukarelawan serta orangorang kepercayaan lainnya.
Dalam perkembangan terakhir, lembaga-lembaga non profit menghadapi tantangan
baru untuk memperkuat sumber-sumber pembiayaan dari dalam organisasi itu sendiri. Hal ini
untuk lebih memastikan atau memperoleh sumber dana yang lebih pasti ketimbang sumber
dana dari luar organisasi. Misalnya saja, rumah
sakit-rumah sakit yang memadukan antara
Public Relations atau Humas dengan marketing,
sehingga mereka dapat memperoleh keuntungan dari beroperasinya organisasi, kendati
keuntungan tersebut kembali ke pasien dalam
bentuk fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Lembaga-lembaga pendidikan yang juga mengarah ke profit dan mengembalikan keuntungannya untuk penigkatan kualitas proses belajar
mengajar. Beberapa lembaga pendidikan di
Indonesia juga menggabungkannya antara unit
non profit dengan unit-unit yang khusus mencari laba, misalnya melalui penelitian, trainingtraining ke perusahaan dan lainnya.

2011

PENUTUP
Perguruan tinggi yang memiliki reputasi
kuat adalah menjadi perguruan tinggi idaman
bagi lulusan SMA yang unggul, menjadi idaman
dosen yang berkualitas, mampu mendatangkan
kerja sama/bantuan/dari lembaga, perusahaan
di bidang tri dharma, dan menjadi perguruan
tinggi target rekrutmen perusahaan.
Perguruan tinggi perlu menyediakan informasi
yang memiliki news value atau nilai berita. Jika
perguruan tinggi mengirim press release jangan
sekedar informasi tentang wisuda atau sertijab,
tetapi informasi yang bermutu misalnya penelitian dan inovasi.

Tita Deitiana

Humas perguruan tinggi perlu mengerti


kinerja wartawan dalam membangun hubungan.
Media relation dapat dilakukan oleh Humas
antara lain dengan cara press release, press
conference, press tour, pelatihan media, atau
iklan/advertorial.
Peran Humas dalam perguruan tinggi
di era kompetisi bukan suatu yang bisa ditawartawar lagi atau ditunda, tetapi sudah masuk
kepada skala prioritas utama dari berbagai
program perguruan tinggi sebagai lembaga
pendidikan, sehingga pembentukan, pemeliharaan citra dan reputasi positif menjadi prioritas
pula.

REFERENSI
Anggoro, Linggar. 2000. Teori dan Profesi KeHumasan serta Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Cutlip, Center dan Bromm. 2000. Effective Public Relations. New Jersey: Prentice Hall.
Jefkins, Frank. 1998. Public Relations. Jakarta: Erlangga.
Johnston dan Zawawi. 2000. PR Theory and Practice., Australia: Allen dan Unwin.
Khasali, Renald. 1998. Manajemen Public Relations. Jakarta: Radjawali.
Nasution, Zulkarnaen. 2008. Manajemen Humas di Lembaga Pendidikan, Konsep, Fenomena dan Aplikasinya,
UMM Press, cetakan 1, Februari.
Ruslan, Rosady. 2005. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi: Konsepsi dan Aplikasi. Jakarta: PT
Raja Grafindo Persada.
Shiramesh, Krishnamurti. 2004. PR In Asia An Anthology. Singapura: Asia Pte, Ltd.
Susanto, Astrid. 1994. Filsafat Komunikasi. Jakarta: Erlangga.
Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Pekerjaan_Humas.