Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN

PRAKTIKUM TEKNOLOGI PERTENUNAN 2


DOBBY

Nama
NPM
Grup
Dosen
Asisten

: Khairul Erwin Epriliansyah


: 13010080
: 3T4
: Hendra, S.ST., M.Tech.
: Abdurrahman, S.ST.
Amat bin atma

POLITEKNIK STTT
BANDUNG
2015

I.

Maksud dan tujuan


1.1 Pengenalan dobby
Agar dapat mengetahui macam-macam mesin dobby
Agar dapat mengetahui mekanisme mesin dobby
2.1 Bongkar pasang dobby
Agar dapat mengetahui dengan jelas bentuk peralatan-peralatan yang
menyusun dobby sehingga dapat memahami mekanisme dobby.
Mengetahui bagian-bagian dari peralatan dobby.

Agar dapat melakukan penyetelan dobby.

3.1 Rencana tenun dobby 1 silinder

Agar dapat memasang paku dobby pada dobby 1 silinder untuk suatu

rencana pembuatan kain.


Mengetahui cara kerja peralatan dobby dan kartu dobby.

4.1 Kain rangkap


Membuat rencana tenun dan kain rangkap dengan menggunakan mesin

dobby 1 silinder.
Mengevaluasi hasil dari rencana tenun tersebut.

5.1 Rencana tenun dobby 2 silinder


Agar dapat memasang paku dobby pada dobby 2 silinder untuk suatu

II.

rencana pembuatan kain.


Mengetahui cara kerja peralatan dobby dan kartu dobby.

Teori dasar
2.1
Pengenalan dobby
Bagian mesin tenun ini disebut dobby. Dobby adalah peralatan yang dapat
memilih masing-masing gun tanpa menggunakan injakan, sebuah manual dobby
menggunakan batang yang mempunyai rantai yang telah dipasangakn paku. Paku
tersebut memilih yang akan digerakan.
Pada kedua kasus gun-gun diangkat atau diturunkan oleh kekuatan injakkan pada
pedal dobby atau system elektrik atau sumber tenaga yang lain. Ini adalah
perbedaan sangat mencolok antara dobby dengan mesin tenun biasa dengan
injakan, dimana gun-gun dipasang dengan menggunakan tali dengan jumlah
injakan yang terbatas untuk memilih dan menggerakan gun-gun.

Dobby mesin tenun memungkinkan berbagai macam jenis disain tenun


yang tidak dapat dibuat pada mesin tenun dengan injakan, akibat dari kelemahan
injakan. Area mesin tenun terbatas pada jumlah injakan yang dapat digunakan
pada kerangka mesin tenun, tetapi dobby hanya perlu menambah batang-batang
pada rantai dobby untuk memperluas kapasitas tenunnya. Area tenun untuk
delapan gun biasa membutuhkan sepuluh atau dua belas injakan tetapi peralatan
dobby yang dipasang pada mesin tenun yang sama menggunakan rantaian
batangnya berkisar dari dua belas sampai tujuh puluh buah. Rata-rata rantai
dobby dapat mempunyai kira-kira 50 batangan.
Dobby adalah peralatan pembentuk mulut lusi dimana corak anyaman yang
dihasilkan ditentukan oleh rencana kartu yang dibuat. Dobby merupakan salah
satu peralatan penggerak gun pada ATM, sama halnya dengan Cam atau
Eksentrik, namun kekurangan-kekurangan pada peralatan eksentrik dapat ditutupi
dengan menggunakan peralatan dobby ini, seperti ketidakpraktisan dan biaya
yang relatif lebih mahal apabila menggunakan eksentrik, walaupun dobby itu
sendiri masih memiliki kekurangan.
Dobby dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok dilihat dari segi-segi
berikut :

Pengangkatannya
Banyaknya silinder yang digunakan
Pengembalian gun
Penggerak pisau
Jenis kartu
Posisi/letak

A. Dilihat dari segi pengangkatannya


a) Dobby dengan pengangkataan tunggal (single lift)
Pada dobby dengan pengangkatan tunggal,

pisau

yang

menggerakan gun-gun harus berjalan bolak-balik (satu kali kekanan dan


sat kali ke kiri) untuk setiap peluncuran benang pakan, sehingga gerakan
dobby sama cepatnya dengan putaran poros engkol. Tiap-tiap gun hanya
dihubungkan dengan satu platina. Dobby dengan pengangkatan tunggal
dipergunakan untuk tenunan lebar dan tenunan berat.

b) Dobby dengan pengangkatan rangkap (double lift)


Jenis dobby ini menggunakan dua pisau untuk menggerakan gungun, pisaunya satu kali berjalan bolak-balik (satu kali ke kiri satu kali ke
kanan) untuk tiap dua pakan yang diluncurkan. Tiap gun membutuhkan
dua platina, dan dua platina tersebut bekerjanya berganti-ganti sesuai
untuk tiap benang pakan ganjil dan yang genap, dobby akan bekerja lebih
tenang sehingga sesuai dipergunakan untuk mesin yang memiliki RPM
tinggi.
B. Dilihat dari segi banyaknya silinder yang digunakan
Jika dilihat dari banyaknya silinder yang digunakan, dobby dapat
dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu : dobby dengan 1 silinder dan
dobby 2 silinder.
a) Dobby 1 silinder
Sesuai dengan namanya, dobby 1 silinder adalah dobby yang
mempergunakan satu buah silinder. Pada dobby jenis ini, desain-desain
anyaman yang dibuat lebih terbatas dibandingkan dengan dobby 2 silinder
terutama jumlah helai pakan dalam satu repeatnya. Dobby jenis ini biasa
digunakan untuk pembuatan anyaman-anyaman sederhana.
b) Dobby 2 silinder
Lain halnya dengan dobby 1 silinder, dobby 2 silinder banyak digunakan
untuk pembuatan desain-desain anyaman yang memerlukan jumlah helai
pakan yang lebih banyak dalam satu repeatnya.
Jumlah kartu dapat dibagi menjadi dua tempat, yaitu ditempatkan pada
silinder 1 dan silinder 2, sehingga tidak meninggalkan jumlah kartu yang
panjang pada mesin. Pada dobby 2 silinder dilengkapi juga dengan silinder
tambahan yang berfungsi untuk mengatur silinder mana yang akan aktif
untuk membuat desain anyaman yang sesuai dengan rencana
C. Dilihat dari sistem pengembalian gun
Jika dilihat dari sistem pengembalian gun, dobby dapat dikelompokan menjadi
dua kelompok yaitu : dobby positif dan dobby negatif.
a) Dobby positif
Dobby positif adalah dobby yang dapat menggerakan gun untuk
naik dan mampu menurunkannya kembali tanpa memerlukan peralatan
lain.

b) Dobby negatif
Dobby negatif adalah suatu peralatan dobby yang hanya dapat
menggerakan gun pada satu arah saja, dan biasanya hanya
menggerakan gun untuk naik saja sementara untuk menurunkan gun
tersebut diperlukan peralatan lain yang berupa per.
D. Dilihat dari penggerak pisau
Jika dilihat dari penggerak pisaunya, dobby dapat dikelompokan menjadi dua
yaitu : dobby dengan penggerak stang T, dan dobby dengan penggerak cam.
a) Dobby stang T
Dobby dengan penggerakan stang T, adalah peralatan dobby yang
menggunakan sebuah stang yang berbentuk T untuk menggerakan pisau
atas dan pisau bawah secara bergantian arah, stang T digerakan oleh suatu
stang penghubung yang dapat bergerak naik turun karena dihubungkan
dengan poros pukulan.

b) Dobby cam
Dobby cam adalah suatu peralatan dobby yang menggunakan cam
yang dipasang dengan arah yang berlawanan untuk menggerakan pisau
atas dan pisau bawah, dimana putaran dari cam didapat dari poros
utama melalui rantai penghubung yang menggerakan roda gigi payung
yang seporos dengan cam.

E. Dilihat dari jenis kartu


Jika dilihat dari jenis kartu yang digunakan, dobby dapat dikelompokan
menjadi dua kelompok yaitu : dobby kayu dan dobby plastik

a) Dobby kayu
Dobby kayu adalah suatu peralatan dobby yang menggunakan kartu
yang terbuat dari kayu untuk pembacaan desain anyaman. Kayu-kayu
ini memiliki lubang-lubang sebanyak dua baris dan masing-masing
baris menunjukan jumlah helai pakan. Lubang pada dobby kayu yang
dipasang paku dobby dapat menggerakan gun naik sedangkan lubang
pada dobby kayu yang tidak dipasang paku dobby membuat gun diam
ditempatnya yang dapat menimbulkan efek pakan, melalui mekanisme
peralatan dobby.

b) Dobby plastik/kertas
Dobby plastik adalah suatu peralatan dobby yang menggunakan
plastik untuk pembacaan desain anyaman yang direncanakan, plastikplastik ini diberi lubang sesuai dengan rencana tenunnya, setiap lubang
menunjukan efek lusi yang akan terbentuk pada kain, karena melalui
mekanisme peralatan dobby dengan dobby plastik ini, jarum-jarum
vertikal sebagai jarum peraba akan jatuh pada lubang tersebut
kemudian gerakan lebih lanjut akan menurunkan hook yang nantinya
akan terbawa oleh pisau yang bergerak bolak-balik.
F. Dilihat dari segi letaknya

a) Dobby kiri
b) Dobby kanan
G. Mekanisme dobby
a) Mekanisme dobby stang T
Pada dobby stang T menggunakan kartu kayu, juga disebut dobby
kanan. Pembacaan kartu dobbynya dari kiri ke kanan, terdapat 3
slinder, dimana 3 silinder tersebut berfungsi sebagai dudukan kartu.
Silinder ke 3 mempunyai kartu khusus yang hanya memiliki 1 paku,
berfungsi untuk mengatur silinder 1 dan 2. Ketika mesin beroperasi
yang digunakan adalah silinder 3 untuk mengaktifkan silinder 1 dan 2,
jika pada silinder terdapat 1 paku maka akan mengaktifkan satu paku
saja. Apabila tidak terpasang paku maka silinder 2 yang aktif.
Mekanisme pembentukan mulut lusinya yaitu lubang kartu
dipasang paku, paku akan mendorong platina, platina akan
menurunkan hook. Hook akan tertarik oleh pisau dab jack lever akan
terangkat dan mengangkat Kamran.
b) Mekanisme dobby cam
Dobby ini terletak disebelah kanan, sumber gerakannya berasal dari
poros utam yang menggerakan roda gigi paying dengan perantara
rantai. Gigi rantai berfungsi untuk memutarkan cam, dimana cam
tersebut berfungsi untuk menggerakkan lengan pisau. Fungsi pisau
untuk menggerakan hook atas dan bawah. Hook ini berfungsi untuk
menarik jack lever. Jack lever berfungsi untuk mengangkat Kamran
dengan perantara kabel, mekanismenya Kamran ditarik ke bawah oleh
rantai-rantai atau per yang disebut dobby negative. Kemudian hook
atas dan hook bawah dihubungkan ke jarum-jarum horizontal. Jarum
horizontal diatur gerakannya oleh jarum vertical.

Mekanisme pembentukan efek lusi yaitu efek lusi terjadi karena


hook atas dan hook bawah dihubungkan dengan jarum-jarum vertical
atas dan vertical bawah bawah yang berhubungan langsung dengan
jarum horizontal. Sedangkan jarum vertical kecil dihubungkan dengan
kartu dobby. Dimana jarum vertical ini masuk ke lubang kartu dan
jarum horizontal akan turun ditekan oleh kursi atas dan kursi bawah.
Jarum horizontal ini berfungsi untuk menurunkan jarum vertical
sehingga jarum tersebut turun dari kursinya. Apabila jarum turun dari
kursi, maka hook akan turun. Kemudian langsung ditarik oleh pisau.
Saat pisau bergerak maju mundur untuk mengangkat Kamran maka
akan terjadi efek lusi.
2.2

Bongkar pasang dobby


Seperti diketahui bahwa gerakan-gerakan naik turun gun pada ATM dilakukan
dengan perantaraan eksentrik (cam) dan ini secara teoritis hanya dapat digunakan
sampai 12 gun. Tetapi dalam praktiknya hanya dijumpai untuk pembuatan kain
dengan corak anyaman sederhana (anyaman dasar) sebab jika digunakan untuk
jumlah gun yang lebih banyak dengan perantaraan eksentrik akan mengalami
kesukaran. Oleh karena itu, bila penggunaan gun yang lebih dari 4 buah atau
untuk membuat kain dengan corak anyaman yang lebih bervariasi (anyaman
turunan atau anyaman campuran) sebaiknya menggunakan peralatan dobby.
Pada mesin tenun yang mempunyai peralatan dobby, gerakan gun
tergantung pada kartu atau magnet-magnet yang hubungannya secara langsung
maupun tidak langsung dengan platina-platina atau hook dan gerakan gun-gun
tersebut harus memenuhi pola anyaman yang sudah ditentukan.
Peralatan dobby ini terdiri dari kaitan atau platina (hook) yang digerakkan oleh
pisau yang bergerak bolak-balik ke kanan atau ke kiri. Pisau ini digerakkan oleh
sebuah stang pengangkat atau dapat juga dengan menggunakan cam penggerak
pisau. Platina yang dapat terkait oleh pisau itu disebabkan karena adanya lubanglubang kartu untuk peralatan dobby yang bekerja secara mekanik, sedangkan
untuk peralatan dobby yang bekerja secara elektronik platina (hook) yang terkait
oleh pisau disebabkan oleh adanya magnet-magnet (magnet bar).

2.3

Rencana tenun dobby 1 silinder


Peralatan dobby adalah peralatan mesin tenun yang dapat dipasangkan
untuk mendapatkan hasil tenunan yang bercorak anyaman. Kemampuan dobby
untuk menghasilkan bermacam-macam corak tergantung dari jumlah platina dan
silinder yang terpasang pada dobby tersebut.
Untuk pemasangan paku dobby pada papan dobby, terlebih dahulu harus
diketahui sistim pengangkatan dobby. Maksudnya adalah untuk mengetahui jenis
papan dobby yang akan digunakan yaitu papan yang mempunyai satu baris lubang
untuk sistim pengangkatan tunggal dan papan yang mempunyai dua baris lubang
untuk pengangkatan rangkap.

kartu dobby
kartu dobby
kartu dobby
satu baris lubang
dua baris lubang
Selain dari itu harus diketahui apakah dobby itu dobby kiri atau dobby kanan.
Juga perlu diketahui lubang pada baris mana untuk pakan pertama seandainya
papan dobby tersebut mempunyai dua baris lubang paku.
Dari mekanisme dobby diketahui bahwa fungsi paku dobby yaitu untuk
menaikkan gun.
2.4

Kain rangkap
Kain rangkap yang disebut juga kain berlapis atau tenunan rangkap,
adalah kain yang terdiri dari dua lapis atau lebih yang ditenun sama-sama. Jenis
kain rangkap yang sederhana tersusun dari dua benang lusi dan dua sisi seri
benang pakan. Satu seri benang lusi dan satu seri benang pakan membentuk kain
sebelah muka atau atas, sedang atau seri benang lusi dan pakan lainnya
membentuk kain atas diperlukan benang-benang lusi dan pakan atas, sedang
untuk kain bawah diperlukan benang-benang lusi dan pakan bawah.
Untuk jelasnya terjadi kain rangkap tersebut dapat dilihat pada gambar
berikut :

Gambar 288A, menggambarkan kedudukan benang-benang lusi ketika satu helai


benang pakan dan atas di luncurkan. Semua lusi bawah tetap berada dibawah
pakan dan sebagian lusi atas naik diatas pakan agar terjadi anyaman atas.
Gambar 288B, menunjukan kedudukan benang-benang lusi ketika satu helai
benang pakan bawah diluncurkan. Semua lusi atas naik diatas pakan agar terjadi
anyaman bawah.
Dengan cara demikian maka lusi-lusi atas dan pakan-pakan atas akan
menganyam dan terbentuk 2 lapis kain atas dan bawah seperti terlihat pada
gambar 288C.
Dari struktur tersebut kita perhatikan dapat diperoleh ketentuan sebagai
berikut :
Lusi atas selalu diatas pakan bawah dan lusi bawah selalu dibawah pakan
atas. Atau pakan atas selalu diatas lusi bawah dan pakan bawah lusi atas.

Gambar 289A menunjukan suatu contoh terjadinya ikatan pada suatu


tempat anyaman, dimana lusi atas menganyam dibawah pakan bawah. Struktur
yang lain dari kain rangkap adalah pertukaran muka kain pada tempat-tempat
tertentu; yaittu karena adanya pertukaran pada tempat-tempat tersebut, lusi dan

pakan atas menjadi lusi dan pakan bawah dan sebaliknya seperti contoh dibawah
ini :

A. SUSUNAN BENANG ATAS DAN BAWAH


Paling umum kain rangkap bersusunan lusi 1 a 1 dan pakan 1 a 1 seperti terlihat
pada gambar.

B. PEMILIHAN BENANG ATAS DAN BAWAH


Apabila benang-benang disusun dengan perbandingan-perbandingan yang sama, maka
anyaman bawah biasanya sama dengan anyaman atas atau kira-kira sama jumlah
silingannya, misalnya anyaman keper 2/2 cocok sebagai anyaman bawah dari keper 3/2,2/2,
atau .
C. PERNYATAAN DAN PENGIKATAN KAIN RANGKAP
Kain dapat dibedakan atas kain rangakap yang tidak terikat dan kain rangkap yang terikat.
Untuk kain rangkap yang tidak terikat penyatuannya hanya pada sisi kain.
Ada beberapa cara pengikatan yang dapat dilakukan yaitu :
a) Pengikatan dengan lusi bawah (pengikatan dengan pakan atas)
b) Pengikatan dengan pakan bawah (pengikatan dengan lusi atas)
c) Pengikatan dengan lusi bawah dan pakan bawah (kombinasi 1 dan 2)
d) Pengikatan dengan lusi atau pakan tambahan
e) Pengikatan dengan cara pertukaran susunan benang
D. CARA MENGGAMBAR ANYAMAN RANGKAP

Untuk menggambar anyaman rangkap pada dasarnya sama dengan menggambar anyaman
biasa yaitu pada seri lusi dan pakan atas digambarkan anyaman atas sedang pada seri lusi
dan pakan bawah digambarkan anyaman atas sedang pada seri lusi dan pakan digambarkan
anyaman bawah.

E. KAIN RANGKAP DENGAN BENANG PENGISI


1. Kain rangkap dengan pakan pengisi
Contoh kontruksi kain rangkap untuk pakan pengisi terlihat pada gambar :

2. Kain rangkap lusi pengisi


Pembuatan kain rangkap lusi pengisi lebih ekonomis dibandingkan pakan pengisi.
Hanya saja karena tegangan yang lebih besar pada proses pertenunan dari pada
tegangan-tegangan benang pakan, maka pemakaian benang pengisi harus yang
bermutu baik. Contoh gambarnya dibawah ini :

2.5

Rencana tenun dobby 2 silinder


Pada mesin tenun yang menggunakan peralatan dobby, gerakan gun-gun
tergantung pada kartu yang menghubungkan secara langsung atau tidak langsung
dengan platina-platina dan gerakan gun-gun tersebut harus memenuhi anyaman
yang sedah ditentukan. Macam kartu yang digunakan adalah kartu dengan penpen, kartu ini dibuat dari kayu dan dibuat satu rangkaian dengan ring-ring kecil
dan pada kartu tersebut dipasang pen-pen atau lebih dikenal dengan paku dobby,
dan dapat bekerja secara langsung pada platina atau dengan perantaraan kait
pembantu dan jarum.
Untuk membuat anyaman 2 macam anyaman atau lebih dengan
menggunakan dobbby 2 silinder, umpamanya tenunan handuk dengan garus-garis
melintang dengan cara penghematan kartu-kartu dobby tersebut dibagi dalam
kelompok-kelompok kartu tersebut bekerja secara bergantian ditentukan dalam
dua silinder masing-masing satu kelompok. Dobby tersebut mempunyai dua
prisma kartu, Prisma kesatu untuk anyaman pertama dan prisma dua untuk
anyaman yang kedua. Dua prisma tersebut dipasang pada dobby dan cara kerjanya
bergantian menurut rencana anyaman dengan perantaraan pelatina pembantu, ono
adalah dengan perantaraan sebuah kisi-kisi.

Untuk merubah-ubah dari prisma pertama ke prisma kedua digunakan


prisma kartu pengganti anyaman. Prisma ini mempunyai kartu-kartu dari kayu
dan berputarnya pada saat-saat tertentu bila diperlukan untuk mengganti
anyamannya.
III.

Alat dan bahan


3.1 Pengenalan dobby
Toyoda Automatic Loom
Kaneko Shokki
Suzuki Loom MFG
Toyota Ruti
RRC loom
Yamada Dobby
3.2 Bongkar pasang dobby
ATM yang dilengkapi dengan peralatan Dobby.
Dobby kiri Yamada 2 silinder.
Kunci pas
Tang
Palu
3.3 Rencana tenun 1 silinder
Toyoda Automatic Loom
Kartu dobby

Paku dobby

1 silinder

Kunci dobby

Tang

3.4 Kain rangkap


Toyoda Automatic Loom
Kartu dobby

Paku dobby

Kunci dobby

Tang

3.5 Rencana tenun 2 silinder


Mesin tenun dua silinder

IV.

Kartu dobby

Kunci dobby

Paku dobby

Tang

Langkah kerja
4.1
Pengenalan dobby
Mempelajari macam-macam dobby dengan mengetahui :
1. Merk mesin tenun
2. Merk dobby yang dipasang pada alat tenun
3. Penggolongan dobby (dobby kiri / kanan, dobby atas / bawah, dobby negatif /
positif)
4. Kapasitas gun
5. Kartu yang dipkai
6. Jumlah silinder
7. Sumbar gerakan
8. Pengantar gerakan
9. Pengangkatan gerakan
4.2

Bongkar pasang dobby


A. Susunan Pembongkaran Dobby :
1. Melepaskan rol penarik silinder
2. Melepaskan silinder tambahan
3. Melepaskan silinder 1
4. Melepaskan silinder 2
5. Melepaskan engkol pada stang T
6. Melepaskan engkol pada pisau
7. Melepaskan pisau atas dan bawah
8. Melepaskan rumah hook atas
9. Melepaskan rumah hook bawah
10. Melepaskan platina bawah
11. Melepaskan vertikal jack pada jak leaver
12. Melepaskan pada penghalang platina
13. Cabut ass jack dan Melepaskan jack leaver.
B. Susunan Pemasangan Dobby
1. Susun jack leaver, tahan menggunakan ass jack
2. Sisipkan platina pada penghalang platina
3. Pasang vertikal jack pada jak leaver

4. Pemasangan platina bawah


5. Pemasangan rumah hook bawah
6. Pemasangan rumah hook atas
7. Pemasangan pisau atas dan bawah
8. Pemasangan engkol pada pisau
9. Pemasangan engkol pada stang T
10. Pemasangan silinder 2
11. Pemasangan silinder 1
12. Pemasangan silinder tambahan
13. Pemasangan rol penarik silinder
4.3

Rencana tenun dobby 1 silinder


1. Membuat gambar rencana tenun menggunakan dobby 1 silinder
2. Desain anyaman
3. Cucukan yang digunakan cucukan lurus.
4. Memasang paku pada silinder
5. Menjalankan mesin tenun dengan dobby.
6. Mengevaluasi kain, cocok atau tidak dengan rencana anyaman yang
direncanakan

4.4

Kain rangkap
1. Membuat rencana tenun untuk kain rangkap sesuai dengan cucukan yang ada
pada mesin tenun.
2. Mempraktekan rencana kartu dobby pada kartu kayu dengan cara memasang
kartu dobby dengan menggunakan kunci dobby.
3. Memasang kartu kayu pada silinder dobby.
4. Memeriksa pergerakan kartu kayu pada silinder dobby terpasang dengan cara
memutar (satu/dua putaran) kartu secara manual.
5. Menjalankan mesin tenun, kemudian kain tersebut dievaluasi apakah sudah
sesuai dengan rencana anyaman kain rangkap yang diinginkan.
6. Mencatat jalannya proses dan kesalahan kesalahan yang terjadi

4.5

Rencana tenun 2 silinder


1. Mesin tenun dua silinder
2. Kartu dobby

3. Kunci dobby
4.

Paku dobby

5. Tang
V.

Data percobaan
5.1
Pengenalan dobby
1. Dobby stang T

a) Mekanisme dobby stang T

Pada dobby stang T menggunakan kartu kayu, juga disebut dobby


kanan. Pembacaan kartu dobbynya dari kiri ke kanan, terdapat 3
slinder, dimana 3 silinder tersebut berfungsi sebagai dudukan kartu.
Silinder ke 3 mempunyai kartu khusus yang hanya memiliki 1 paku,
berfungsi untuk mengatur silinder 1 dan 2. Ketika mesin beroperasi
yang digunakan adalah silinder 3 untuk mengaktifkan silinder 1 dan 2,
jika pada silinder terdapat 1 paku maka akan mengaktifkan satu paku
saja. Apabila tidak terpasang paku maka silinder 2 yang aktif.
Mekanisme pembentukan mulut lusinya yaitu lubang kartu
dipasang paku, paku akan mendorong platina, platina akan
menurunkan hook. Hook akan tertarik oleh pisau dab jack lever akan
terangkat dan mengangkat Kamran.
2. Dobby cam

a)

Mekanisme dobby cam


Dobby ini terletak disebelah kanan, sumber gerakannya berasal dari
poros utam yang menggerakan roda gigi paying dengan perantara
rantai. Gigi rantai berfungsi untuk memutarkan cam, dimana cam
tersebut berfungsi untuk menggerakkan lengan pisau. Fungsi pisau
untuk menggerakan hook atas dan bawah. Hook ini berfungsi untuk
menarik jack lever. Jack lever berfungsi untuk mengangkat Kamran
dengan perantara kabel, mekanismenya Kamran ditarik ke bawah oleh
rantai-rantai atau per yang disebut dobby negative. Kemudian hook
atas dan hook bawah dihubungkan ke jarum-jarum horizontal. Jarum
horizontal diatur gerakannya oleh jarum vertical.
Mekanisme pembentukan efek lusi yaitu efek lusi terjadi karena
hook atas dan hook bawah dihubungkan dengan jarum-jarum vertical
atas dan vertical bawah bawah yang berhubungan langsung dengan
jarum horizontal. Sedangkan jarum vertical kecil dihubungkan dengan
kartu dobby. Dimana jarum vertical ini masuk ke lubang kartu dan
jarum horizontal akan turun ditekan oleh kursi atas dan kursi bawah.
Jarum horizontal ini berfungsi untuk menurunkan jarum vertical
sehingga jarum tersebut turun dari kursinya. Apabila jarum turun dari
kursi, maka hook akan turun. Kemudian langsung ditarik oleh pisau.
Saat pisau bergerak maju mundur untuk mengangkat Kamran maka
akan terjadi efek lusi.

5.2

Bongkar pasang dobby


1. Rangka berfungsi untuk menopang semua komponen

2. Pal berfungsi untuk memutar silinder

3. Silinder 1 dan 2 berfungsi sebagai tempat menyimpan kartu

4. Stang T merupakan input gerakan dari peralatan dobby dan membantu dalam
menggerakan pisau atau lift

5.

Pisau atas dan pisau bawah


Dobby
dengan sistem pengangkatan ganda (double lift). Pada dobby ini pisau yang
menggerakan gun harus bergerak bolak-balik, satu kali ke kanan satu kali ke
kiri atau ke atas ke bawah untuk setiap peluncuran 2 helai benang pakan.
Dobby dengan pengangkatan ganda untuk setiap gun dihubungkan dengan dua
buah hook. Dobby dengan sistem pengangkatan ganda digunakan untuk mesin
tenun dengan kecepatan cepat.

6. Guide platina

7. Guide hook bawah berfungsi sebagai tempat kedudukan hook bawah

8. Guide hook atas berfungsi untuk kedudukan hook atas

9. Hook

10. Platina berfungsi sebagai penghubung gerakan dari paku yang terdapat pada
kartu dobby ke tuas

11. Vertical jack

12. Jack lever berfungsi sebagai penghubung ke kamran

5.3

Rencana tenun 1 silinder

.
.

Susunan kartu dobby

X
.

X
X

X
X

X
X

.
X

X
X

X
.

X
X

.
.

X
X

.
X

X
.

X
X

X
X

.
X

X
-

5.4

X .

Kain yang dihasilkan

Kain rangkap
- Anyaman lusi atas dan lusi bawah

A
-

Rencana tenun

X
X

.
X

.
X

.
.

Gambar kartu

.
.

.
X

.
X

X
.

.
.

.
X

.
X

.
.

.
X

Susunan kartu dobby

.
.

.
X

X
X

5.5

Kain yang dihasilkan

Rencana tenun 2 silinder


- Perhitungan
Tetal pakan :
16 hl
hl pakan
x 2 cm=32
A : cm
cm
B :

16 hl
hl pakan
x 2 cm=32
cm
cm

total pakan
2 cm
A 2 putaran=
16

32
=2 paku
16

total pakan
2 cm
B 2 putaran=
16

32
=2 pa ku
16

Anyaman untuk 2 silinder

Anyaman pada silinder 1

Anyaman pada silinder 2

Silinder 3

Susunan kain
A = 2 cm
B = 2 cm
A = 2 cm
B = 2 cm
A = 2 cm
B = 2 cm
A = 2 cm
B = 2 cm

Susunan kartu dobby pada silinder 1

.
X

.
X

X
X

X .
X

X
.

X
X

.
.

X
X

X
.

X .

Sususnan kartu dobby pada silinder 2

X
.

X
X

.
X

X
-

X
.

.
.

X
.

.
.

X
.

X
.

X
.

.
X

VI.

X
.

.
.

X
.

X
X

X
.

.
X

.
X

Diskusi
6.1
Pengenalan dobby
Pada praktikum kali praktikan harus mengetahui macam-macam mesin dobby
serta mekanisme mesin-mesin tersebut. Mekanisme dari dobby stang T dan dobby
cam itu berbeda pada sumber gerakannya serta jenis kartu yang dipakai.
Pada dobby stang T sumber gerakannya dari poros pukulan yang
menggerakan stang T, yang kemudian menggerakan peralatan-peralatan
selanjutnya, sehingga Kamran yang terpasang pada jack lever dengan penghubung
kabel tersebut bisa naik turun. Jenis kartu yang di pakai adalah kartu kayu.
Pada dobby cam sumber gerakannya dari poros utama yang menggerakan
roda gigi paying di teruskan dengan peralatan selanjutnya dengan sedemikian
rupa, Kamran tersebut bisa naik turun. Jenis kartu yang dipakai adalah kartu
plastic.
6.2

Bongkar pasang dobby


Pada praktikum kali ini praktikan melakukan bongkar pasang dobby, ini bertujuan
agar praktikan tahu bagian-bagian dari mesin dobby serta mekanisme prosesnya.
Beberapa yang harus diperhatilan pada praktikum kali ini adalah :
a. Mesin dobby yang dibongkar merupakan dobby yang menggunakan jack lever
sebagai pengangkat gun bersumber pada Stang T. Program anyaman
menggunakan kartu dobby kayu dengan 2 silinder.
b. Pembongkaran mesin harus dilakukan secara sistematis sehingga komponen
komponen mesin dapat dilepaskan tanpa kendala.
c. Jangan lupa mencatat nama setiap komponen yang dilepaskan dan dipasang
kembali.
d. Pisau atau lift yang digunakan atas dan bawah.
e. Terdapat 3 silinder yang dekat dengan belakang silinder tambahan, lalu
silinder 1 dan silinder 2.
f. Antara pisau atas dan bawah dihubungkan denga vertikal jack deng memiliki
lekuk hook yang berbeda.
g. Rumah hook bawah memiliki ukuran yang lebih besar dari rumah hook atas.

6.3

Rencana tenun 1 silinder

Pada praktikum kali ini praktikan merencanakn proses pertenunan dengan


menggunakan 1 silinder. Pertama kita menentukan anyaman apa yang akan kita
buat, lalu membuat rencana tenunnya untuk membuat kartu dobbynya. Pada
pembuatan kartu dobby praktikan memasang paku-paku pada kartu kayu sesuai
dengan rencana tenunnya. Tetapi pada saat melakukan pengujian dari kartu-kartu
yang dibuat untuk diaplikasikan ke pembuatan kain, terjadi beberapa kesalahan
yaitu :
-

Tidak mengangkatnya kamran yang disebabkan penempatan

paku yang tidak sesuai dengan anyaman


Pada saat proses, tropong keluar dari mulut lusi dikarenakan
ketidaksesuain pengangkatan kamran yang disebabkan kesalahan
pembuatan kartu.

VII.

6.4

Kain rangkap
Pada praktikum kali ini praktikan membuat kain rangkap. Diawali dengan
menentukan anyaman yang akan dibuat, kemudian membuat rencana tenun untuk
membuat kartu kayu dobbynya. Kain rangkap yang dibuat pada praktikum ini
adalah kain rangkap tanpa ikatan maksudnya yaitu kain rangkap yang membentuk
melingkar karena meskipun disebut tidak berikatan akan tetapi pada kedua
pinggirnya masih memiliki ikatan, sehingga bentuknya seperti tabung atau
selongsong. Anyaman ini biasa digunakan untuk pembuatan kaos lampu, siang,
pompa kebakaran, sarung bantal dan kantong uang.

6.5

Rencana tenun 2 silinder


Pada praktikum ini praktikan melakukan percobaan dengan 2 silinder. Perbedaan
dengan menggunakan dengan 1 silinder adalah apabila menggunakan 2 silinder
dalam 1 lembar kain dapat menggunakan beberapa anyaman. Ini dikarenakan ada
2 silinder. Jadi dalam tiap silinder memakai anyaman yang berbeda, pada saat
prosesnya diatur dengan silinder 3. Silinder 3 ini berfungsi untuk mengaktifkan
dan menonaktifkan silinder 1 atau 2.

Kesimpulan
7.1
Pengenalan mesin
a) Kesimpulannya praktikan dapat mengetahui bagian-bagian mesin
dobby, macam-macam mesin dobby
b) Mesin Dobby merupakan komponen tambahan dari ATM yang
berfungsi

dalam

pembukaan

pembentukan anyaman.

mulut

lusi

dan

program

c) Terdapat 5 mesin yang telah diamati dan memiliki spesifikasi


atau kebutuhan Dobby yang berbeda.
d) Rata rata mesin yang diamati dibuat oleh yamada Dobby
dengan sistem pengangkatan double lift.
e) ATM Toyota Ruti yang memiliki spesifikasi mesin yang
berbeda dari ATM lain dengan menggunakan kartu plastik,
kapasitas gun yang lebih banyak 18 gun, sumber gerakan
dari poros utaman dan pengantar gerakan menggunakan
cam.

7.2

Bongkar pasang dobby


a) Kesimpulannya praktikan dapat mengetahui bagian-bagian mesin dobby,
macam-macam mesin dobby
b) Pembongkaran dobby dilakukan secara sistematis.
c) Tahap pertama adalah membongkar bagian terluar dari keseluruhan dobby.
d) Tahap Kedua, Ketiga dan seterusnya berurutan samapai pada bagian rangka
yang terakhir.
e) Proses pemasangan dan penyetelan dilakukan secara bertahap pula namun
sistematikanya kebalikan dari proses pembongkaran, yaitu dari bagian
terdalam (rangka) sampai bagian akhir (Pal Pemutar Silinder).

7.3

Rencana tenun 1 silinder


Dengan menggunakan 1 silinder maka hanya bisa menggunakan 1 anyaman. Pada
mesin tenun yang menggunakan peralatan dobby, gerakan Heldframe tergantung
pada kartu ( Corak Kartu ).

7.4

Kain rangkap
a) Kain rangkap terbentuk dari pemisahan lusi atas dan bawah sehingga
dapat membentuk kain atas dan kain bawah dimana jenis anyaman kain
atas bisa sama dengan kain bawah ataupun anyaman kain atas bisa
berbeda dengan kain bawah.
b) Rencana tenun pada saat produksi menggunakan anyaman lusi atas keper
1/3 dan anyaman lusi bawah 2/2.

7.5

Rencana tenun 2 silinder

Untuk membuat dua jenis anyaman digunakan dobby 2 silinder dengan silinder
istimewa (3) sebagai pengatur silinder I dan silinder II.

Silinder 1 dengan

anyaman keper 2/2 sebanyak 12 repeat dan silinder 2 dengan anyaman keper 1/3
sebanyak 4 repeat. Kain yang dihasilkan menjadi lebih bervariatif.

DAFTAR PUSTAKA

Teknologi Persiapan Pertenunan , Institut Teknologi Tekstil, Bandung, 1974


Mardiani, S. Teks, Teknologi Persiapan Pertenunan, Sekolah Tinggi Teknologi

Tekstil Bandung 1998.


Jurnal Teknologi Persiapan Pertenunan.
Soeparli, Liek dkk, Teknologi Pertenunan, Institut Teknologi Tekstil, 1973.