Anda di halaman 1dari 19

FINANCIAL MANAGEMENT

CHAPTER 13 RISK, COST OF CAPITAL, AND


VALUATION
CASE STUDY :
NIKE, INC. : COST OF CAPITAL

Anggota Kelompok :
AHMAD FAIZ KHUDLARI
041524353012
ASTRIA PRIMADHANI P
041524353029
DIANING KUMALARETNA
041524353004
JOURDAN SEPTIANSYAH E 041524353042

KELAS 46-B SORE


MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2016
BAB I
LATAR BELAKANG
CASE 14 NIKE INC.:COST OF CAPITAL

Latar Belakang
NorthPoint Large-Cap Fund merupakan sebuah perusahaan yang telah
banyak berinvestasi pada sebagian besar 500 perusahaan terbaik versi Fortune
dengan perhatian besar pada imbal hasil yang akan didapatkan. Pada
pertengahan tahun 2001, perusaahaan ini sedang mempertimbangkan sebuah
rencana untuk membeli saham Nike, Inc yang harga sahamnya sedang
mengalami penurunanan drastis dibandingkan awal tahun.
Sementara, performa keuangan terkini yang dimiliki Nike menunjukkan
penghasilan perusahaan yang nyaris tetap pada kisaran 9 M dolar, laba bersih
yang menurun dari hampir 800 juta dolar hingga 580 juta dolar, serta pangsa
pasar yang juga semakin menurun dari 48% pada tahun 1997 menjadi 42% pada
tahun 2000.
Manajemen Nike mengungkapkan strategi pemulihan perusahaanya
berupa rencana meningkatkan produk sepatu olahraga dengan segmen harga
menengah yakni segmen yang beberapa tahun terakhir belum mereka seriusi,
mendorong lini pakaian, serta mengurangi biaya dengan target pertumbuhan
pendapatan jangka panjang sebesar 8-10% dan target laba 15%.
Kimi Ford sebagai manajer portofolio dari NorthPoint Large-Cap Fund
benar-benar mempertimbangkan kelayakan rencana investasipada Nike ini.
Beberapa analist yang didatangkannya mempunyai rekomendasi yang berbedabeda atas fakta di atas di mana : Lehman Brothers merekomendasikan rencana
investasi ini, sementara UBS Warburg/CSFB tidak merekomendasikan. Sementara
prakiraan yang dilakukan Ford sendiri dengan menghitung arus kas terdiskonto
menghasilkan harga saham Nike dengan angka 42,09 dolar melebihi nilainya
dengan jika menggunakan discount rate 12 % dan kurang dari nilainya jika
menggunakan discount rate 11,17 %.
Oleh karena itu, Ford meminta asistennya Joanna Cohen, untuk
menghitung cost of capital Nike, yang akan dibawa pada rapat untuk
memutuskan investasi ini.

BAB II
RUMUSAN MASALAH
1. Mengapa perhitungan biaya modal (cost of capital) perusahaan Nike menjadi
penting? Apakah WACC ditetapkan oleh investor atau manajer?
2. Bagaimana hasil perhitungan dari WACC tersebut? Apakah terdapat
kesalahan Joanna Cohen dalam analisisnya?
3. Keputusan terbaik apakah yang harus diambil terkait rencana investasi di
perusahaan Nike?

BAB III
KAJIAN TEORITIS
COST OF CAPITAL
Definisi Cost Of Capital (Biaya Modal)
Biaya modal atau cost of capital (COC) sebenarnya merupakan batas
tingkat hasil minimum yang harus dicapai oleh suatu infestasi agar nilai
1

perusahan dapat meningkat. COC adalah yang menghubungankan keputusan


investasi jangka panjang dan kekayaan pemilik perusahan. COC digunakan untuk
memutuskan apakah investasi yang diajukan akan menaikkan atau menurunkan
harga saham perusahaan. COC adalah return yang harus diterima dari investas
suatu proyek agar dapat menjaga nilai pasar saham. COC adalah biaya yang
harus dikeluarkan untuk mendapat modal. Contoh sederhana jika anda
meminjang uang di bank tentu ada bunganya. Bunga itu adalah Cost of Capital.
Aspek-Aspek Biaya Modal
biaya modal memiliki tiga aspek penting yaitu :
1. Bukan biaya yang sesungguhnya
Biaya kapital sebenarnya merupakan tingkat minimum hasil-hasil yang
harus dicapai proyek infestasi dari suatu perusahaan.
2. Menunjukan tingkat minimum dari keuntungan
Apabila keuntungan yang diperoleh tidak lebih besar atau sama dengan
modal itu sendiri maka nalai perusahaan akan turun, yang dapat dilihat di
bursa saham. Oleh kerena itu biaya kapital ini merupakan minimum hasil
yang harus dicapai agar nilai perusahaan tetap stabil atau untuk
meningkatkan nilai perusahaan dengan rencana investasi yang dapat
menghasilkan return melebihi tingkat minimum.
3. Tiga komponen biaya modal
a. Tingkat hasil dalam keadaan tanpa resiko
b. Premi resiko usaha
c. Premi resiko finansial
Pembagian Jenis Modal
Biaya modal merupakan konsep penting dalam analisis investasi karena
dapat menunjukkan tingkat minimum laba investasi yang harus diproleh dari
investasi tersebut. Jika investasi itu tidak dapat menghasilkan laba investasi
sekurang-kurangnya sebesar biaya yang ditanggung maka investasi itu tidak
perlu dilakukan. Lebih mudahnya, biaya modal merupakan rata-rata biaya dana
yang akan dihimpun untuk melakukan suatu investasi. Dapat pula diartikan
bahwa biaya modal suatu perusahaan adalah bagian (suku rate) yang harus
dikeluarkan perusahaan untuk memberi kepuasan pada para investornya pada
tingkat risiko tertentu.
Biaya modal yang tepat untuk semua keputusan adalah rata-rata
tertimbang dari seluruh komponen modal (Weighted Cost of Capital atau WACC).
Namun tidak semua komponen modal diperhitungkan dalam menentukan WACC.
Hutang dagang (accounts payable) tidak dperhitungkan dalam perhitungan
WACC. Hutang wesel (notes payable) ata hutang jangka pendek yang berbunga
(Short-term Interest-bearing debt) dimasukkan dalam perhitungan WACC hanya
jika hutang tersebut merupakan bagian dari pembelanjaan tetap perusahaan
bukan merupakan pembelanjaan sementara.
Pada umumnya hutang jangka panjang dari modal sendiri merupakan unsur
untuk menghitung WACC. Dengan demikian kita harus menghitung: 1) Biaya
Hutang (cost of debt), 2) Biaya laba ditahan (cost of retained earning), 3) Biaya
saham Biasa Baru (cost of new common stock), dan 4) Biaya Saham Preferen
(cost of preferred stock). Biaya modal harus dihitung berdasarkan suatu basis
setelah pajak (after tax basis) karena arus kas setelah pajak adalah yang paling
relefan untuk keputusan investasi.

13.1 Cost of Common Stock


Sebagai informasi mengenai market rates of return digunakan untuk
memperkirakan biaya utang, informasi pasar juga digunakan untuk
2

memperkirakan biaya ekuitas. Ada beberapa cara untuk melakukan ini, dan
pendekatan yang paling tepat akan tergantung pada informasi apa yang tersedia
dan serealiable apa analis percaya akan pendekatan itu. Perusahaan dapat
memperoleh ekuitas umum dengan dua cara yaitu:
1. menerbitkan saham baru, dan
2. laba ditahan.
Common stock adalah rate of return yang dapat diharapkan untuk
diperoleh pemegang saham biaya ekuitas biasa, yang dimunculkan oleh laba
ditahan. Return yg diminta investor = ks

Ks=kRF+(kM +krf ) bi
kRF=r r bebas risiko

kM =rr harapan sekarang atas pasar atau ratarata


bi=koefisien beta
Estimasi biaya ekuitas, dapat dilakukan dengan 3 metode yaitu:
1. The Capital Asset Pricing Model (CAPM)

rs=rRF +(rM r F) b
rRF+(RPM )b
2. Pendekatan obligasi-penghasilan-ditambah-risikoplus-risk-premium approach)

premium (bond-yield-

OwnBondYieldPlusRisk Premium:rs =rd+ RP .

3. metode arus kas diskontoan (discounted cas flow/DCF)

rs=D 1/P 0+ g

ks=rr yg diharapk a n
D1=dividen

Po=harga shm sekarang


g=tingkat pertumbuhan harapan
Pendekatan CAPM
Langkah 1: estimasi tingkat bebas risiko (=kRF)
Diambil dari keuntungan atas obligasi treasuri US
Langkah 2: Estimasi koefisien beta saham (=bi)
Gunakan sbg indeks risiko shm, i berarti beta persh th i
Langkah 3: Estimasi rr harapan sekarang atas pasar atau rata-rata saham
(kM)
Langkah 4: Estimasi rr yg diminta atas saham
Substitusi nilai tersebut ke dalam persamaan CAPM

rs=kRF +(kM+ krf ) bi


Contoh:
Dengan pendekatan CAPM, NCC mengestimasi biaya modal pada: tingkat
bebas risiko 8%, rr rata-rata 14%, koefisien beta saham 1.1. Berapa biaya
saham biasa/ ekuitas (ks)?
= 8% + (14% - 8%) (1.1)
3

= 14.6% NCC lebih berisiko (dibanding rata-rata)


jika beta saham 1, maka biaya ekuitas
= 8% + (6%) (1.0) = 14%
Pendekatan DCF (discounted cash flow)

rs=D 1/P 0+ g

Contoh:
Saham NCC dijual harga $32, dividen diharapkan $2.4, pertumbuhan
diharapkan 7% memiliki obligasi yg memberikan hasil 8%, Berapa biaya
shm biasa/ rr harapan dan yg diminta (ks)?

ks=$ 2.4 /$ 32+7 =14.2

Estimasi input CAPM dan DCF


Ada kesulitan estimasi input CAPM dan DCF :
Estimasi input untuk CAPM
1. Estimasi tingkat bebas risiko
2. Estimasi Premium risiko pasar (risk premium)
3. Estimasi Beta
Estimasi input untuk DCF
1. Tingkat pertumbuhan historis
2. Model pertumbuhan retensi (retention growth)
3. Ramalan para analis

13.2 Cost of Preferred Stock


Karakteristik saham preferen memungkinkan kita untuk menggunakan
perpetuity model, saham preferen digunakan untuk memperkirakan biaya
ekuitas disukai. Sama seperti dengan saham biasa, kita dapat menemukan biaya
ekuitas disukai dengan menata ulang persamaan harga untuk saham preferen.
CAPM juga dapat digunakan untuk memperkirakan biaya ekuitas disukai, seperti
dapat digunakan untuk memperkirakan biaya ekuitas umum. Mengapa investor
juga berminat pada saham preferen? karena:
a. Perusahaan tak dapat membayar dividen saham biasa
b. perusahaan kesulitan mendapatkan dana di pasar modal
c. pemegang saham preferen dapat mengendalikan perusahaan
Component cost of preferred stock (kps)

kps =

D ps
Pps

Dps = dividen saham preferen


Pn
= harga neto saat terbit, harga yg diterima perusahaan setelah dikurangi
biaya perubahan harga (flotation)
Contoh:
NCC memiliki shm preferen, dengan dividen $10 per lembar, dijual di
bursa $100 per lembar, jika NCC menerbitkan shm preferen baru akan
menyebabkan biaya
underwriting/floatation 2.5%, harga neto $97.5.
Berapa biaya shm preferen (kps)?
= $10 / $97.5
= 10.3%
Biaya perubahan (Flotation costs) unt shm
preferen cukup berarti
(significant), maka diperhitungkan (are reflected). Gunakan harga neto
(net price.)

Dividen Prefern tak dpt dikurangkan sbg biaya (not deductible), tidak ada
penyesuaian pajak. Hanya sebesar r ps.
Digunakan biaya modal nominal (Nominal r ps)

13.3 Cost of Debt


Analis sering tidak dapat secara langsung mengamati tingkat
pengembalian bahwa investor memerlukan untuk jenis tertentu dari pembiayaan
dan bukannya harus bergantung pada security prices mereka dapat mengamati
di pasar uang untuk memperkirakan tingkat diperlukan. Masuk akal untuk
mengandalkan security prices hanya jika Anda yakin bahwa pasar keuangan
yang cukup efisien dalam menggabungkan informasi baru ke dalam harga ini.
Jika pasar tidak efisien, perkiraan expected return yang didasarkan pada market
security prices tidak akan diandalkan. Tahap pertama estimasi biaya utang (cd)
yaitu untuk menentukan rr kreditor (debtholders) = kd atau rd manajer
keuangan harus tahu jenis dan jumlah utang pada saat planning. Jenis utang
tergantung pada aset khusus yang didanai dan kondisi pasar modal

Cost of debt (cd ) setelah pajak=kd (1 T )


kd=rr yg diminta kreditor
secara teoritis kd tetap (straightforward), secara praktis tidak tetap,
karena perusahaan menggunakan:
utang tarif tetap dan berubah,
utang tetap dan konversibel,
utang dengan dan tanpa pencadangan dana
setiap bentuk utang memiliki biaya yg berbeda.
Contoh:
NCC memperoleh pinjaman dg tingkat bunga 11%, pajak 40%, berapa
biaya utang setelah pajak.
= 11%(1 0.4)
= 6.6%

13.4 Konsep Biaya Dari Laba Ditahan


Bagian laba bersih dibagikan kepada pemegang saham disebut dividen
dan sisanya dari keuntungan disebut laba ditahan. Dengan kata lain, jumlah laba
yang tidak dibagikan yang tersedia untuk investasi disebut laba ditahan. Laba
ditahan dianggap sebagai sumber internal pendanaan jangka panjang dan itu
adalah bagian dari ekuitas pemegang saham.
Umumnya, laba ditahan dianggap sebagai bebas biaya sumber
pembiayaan. Hal ini karena tidak dividen atau bunga dibayarkan pada laba
ditahan. Namun, pernyataan ini tidak benar. Pemegang saham perusahaan yang
mempertahankan keuntungan lebih mengharapkan pendapatan lebih di masa
depan dari para pemegang saham perusahaan yang membayar lebih dividen
dan mempertahankan keuntungan kurang. Oleh karena itu, ada biaya
kesempatan dari laba ditahan. Dengan kata lain, laba ditahan bukan sumber
bebas biaya pembiayaan. Biaya laba ditahan harus setidaknya sama dengan
tingkat pemegang saham pengembalian re-investasi dividen yang dibayarkan
oleh perusahaan.
Penentuan Biaya Dari Laba Ditahan
Dengan tidak adanya informasi yang berkaitan dengan penambahan biaya
re-investasi dan beban tambahan dari pajak pribadi, biaya laba ditahan dianggap
5

sama dengan biaya ekuitas. Namun, biaya laba ditahan berbeda dengan biaya
ekuitas ketika ada biaya flotasi yang harus dibayar oleh pemegang saham pada
re-investasi dan tarif pajak pribadi pemegang saham ada.
laba ditahan ketika tidak ada biaya flotasi dan tarif pajak pribadi yang
berlaku bagi pemegang saham:

Biaya laba ditahan(kr )=biayaekuitas (ke)=(D 1/ NP)+ g


dimana,
D1 = diharapkan dividen per saham
NP = harga jual saat ini atau net melanjutkan
Biaya laba ditahan ketika ada biaya flotasi dan tarif pajak pribadi yang
berlaku bagi pemegang saham:

Biaya laba ditahan(kr )=biayaekuitas (ke) x 1fp (1tp)


dimana,
fp = biaya flotasi pada re-investasi (dalam fraksi) oleh pemegang saham
tp = tarif pajak pribadi Pemegang Saham.

13.5 Biaya Modal.


Biaya modal (coc) merupakan biaya yang harus dikeluarkan atau dibayar
oleh perusahaan untuk mendapatkan modal yang diguna-kan untuk investasi
perusahaan.
Modal :
1. Hutang
Obligasi.
2. Saham Preferen.
3. Saham Biasa.
4. Laba ditahan.
Konsep biaya modal penting dalam pembelanjaan perusahaan, karena dapat
dipakai untuk menentukan besarnya biaya yang secara riil harus ditanggung
oleh perusahan untuk memperoleh modal dari berbagai sumber.
Konsep perhitungan biaya modal dapat dilakukan dengan menggunakan
konsep rata-rata tertimbang (wacc) dari keseluruhan modal yang digunakan
didalam perusahaan.
WACC sifatnya explicit, sama dengan discount rate yang dapat
menjadikan PV dari modal neto yang diterima perusahaan sama dengan PV dari
semua biaya yang harus dibayarkan karena penggunaan modal tersebut.
Biaya yang harus dibayar :
1. Pembayaran Bunga.
2. Pembayaran dividen.
3. Pembayaran angsuran pokok pinjaman atau principal.
Biaya modal dapat diukur dengan rate of return minimum dari investasi baru
yang dikeluarkan perusahaan, dengan asumsi bahwa tingkat risiko dari investasi
baru sama dengan risiko dari aktiva yang dimiliki saat ini.
BIAYA MODAL SECARA INDIVIDUAL.
Biaya Modal dari Hutang Perniagaan.

Biaya modal ini bersifat explicit, karena perusahaan gagal mem-bayar pada
tepat waktu, sehingga kehilangan kesempatan untuk mendapatkan discount.
Cash Discount
Cod =

x 100%
Average Payable

Cod After Tax=(Cod before tax)(1t) .


Biaya Modal dari Hutang Wesel.
Dalam hutang wesel bunga dibayar dimuka, dengan memotong jumlah yang
akan diterima.
Interest Payment
Cod =

x 100%
Nominal Wesel Interest Payment

Cod After Tax=(Cod before tax)(1tax).


Biaya Modal dari Hutang Jangka Pendek.
Hutang jangka pendek dikeluarkan oleh bank, disebut kredit bank, jangka waktu
pinjaman paling lama satu tahun. Biasanya bank me-motong bunganya didepan,
plus premi asuransi, sehingga jumlah yang diterima dibawah nilai nominal
hutangnya.
Interest Payment + Premi Asuransi
Cod =

x 100%
Nilai Nominal Hutang (IP + PA)

Cod Aft e r Tax=(Cod before tax)(1tax).


Biaya Hutang dari Obligasi.
Dapat dihitung dengan dua cara, yaitu denga rumus pendek atau Short Cut
Formula, dan dengan Metode Accurate (menggunakan table Present Value).
Short Cut Formula : (before tax)
C +

FP
N

YTM =
P+F

dimana :
C = Annual Int. Payment.
x 100%
F = Value of Bond.
P = Market Price of Bond.
N = Period.

2
Metode Accurate.
Metode ini diselesaikan dengan trial and error, menggunakan tabel PV kemudian
diinterpolasi.
Interpolasi :
Selisih

Selisih PV of Int.

Selisih PV of Interest dengan


7

Bunga& NV of Bond
Bunga I
Bunga II
Bond

PV of Market Value of Bond

PV of Int. & VB I
PV of Int. & VB II

PV of Interest & VB I
PV of Nominal Value of

YTM = Bunga I + (

)(A)%

YTM After Tax=(YTM before tax)( 1t) .


Biaya Penggunaan Modal dari Saham Preferen.
Biaya modal saham preferen adalah sebesar tingkat keuntungan yang
diisyaratkan atau diharapkan oleh pemegang saham preferen.
Dp
Biaya Saham Preferen (kp) =
Pn

x 100%

Biaya modal saham preferen sudah diperhitungkanatas dasar se-sudah pajak.


Biaya Modal dari Laba Ditahan (RE).
Biaya modal dari laba ditahan adalah sebesar tingkat pendapatan
investasi (ror) dalam saham yang diharapkan akan diterima. Ini berarti sama
dengan biaya modal dari saham biasa.
Biaya modal dari laba ditahan dapat dihitung dengan menggunakan 3
model pendekatan :
1. Model Pendiskontoan Aliran Kas.
Model ini dihitung dengan mengestimasikan biaya modal de-ngan
mendiskontokan aliran kas, yaitu dari dividen yang diha-rapkan akan diterima
pemegang saham.
~
Po =

Dt
t=1 (1+ke)t

dimana :
Po = Harga pasar saham saat ini.
Dt = Dividend diterima untuk periode t
ke = Expected return bagi investor.

Besarnya ke ditentukan oleh besarnya dividend yang diharapkan akan


diterima selama periode t. Saham dimiliki untuk jangka waktu tidak terbatas, dan
dividend tidak mengalami pertumbuh-an, maka biaya modalnya menjadi :
D
ke =

x 100%
Po

Namun yang lebih realistis sesuai dengan harapan investor dividend mengalami
pertumbuhan, sebesar g. Sehingga biaya modalnya menjadi :
~

Do(1+g)t
8

Po =

dimana Do merupakan dividend yg diterima pada t = 0.

t=1 (1+ke)t

Diasumsikan bahwa ke > g, maka persamaan tersebut dapat diubah menjadi :


D1
Po =

x 100%

dimana;

D1 = Do(1+g).

ke g
maka, biaya modal sendiri dapat ditulis :
D1
ke =

+g
Po

Model ini juga dapat digunakan untuk dividend yang meng-alami


pertumbuhan beberapa tahap.
Do(1+g1)t

m
Po =
t=1
m
=
t=1

(1+ke)t

Dm
+

(1+ke)m

Do(1+g1)t
(1+ke)t

1
(
(1+ke)m

m+1

) (

)
ke g2

dimana :
Po = Harga pasar saham.
g1 = Tingkat pertumbuhan dividend tahap pertama.
g2 = Tingkat Pertumbuhan dividend tahap kedua.
m = Periode waktu pertumbuhan.
2. Model Penentuan Harga Aktiva (CAPM).
Biaya modal dihitung dengan memperhatikan premium risiko pasar dan beta
saham.
ke = Rf + i(Rm Rf)
dimana :
Rf = Tingkat keuntungan bebas risiko.
Rm = Tingkat keuntungan pasar.

= Beta saham perusahaan.


Persamaan tersebut sebenarnya diperoleh dari persamaan Garis Pasar Sekuritas
(GPS), sebagai berikut :
Ri = Rf + i (Rm Rf)
dimana :
Ri = Tingkat keuntungan yang diharapkan pemilik saham biasa.
R i = ke
9

GPS
ke2
ke1

Rf

Risiko, .

3. Model Bond Yield Premium Risk.


Model ini biasanya digunakan oleh para analis yang tidak mem-percayai CAPM.
Model ini lebih subyektif, hanya menambah-kan premi risiko mereka sendiri
sebesar 3 sampai dengan 5 poin persentase.
ke = Hasil Obligasi + Premi Risiko.
Semakin berisiko obligasi, maka biaya modalnya akan menjadi lebih tinggi pula.
Biaya Modal dari Emisi saham Baru.
Biaya modal dari emisi saham baru lebih tinggi dari biaya modal dari laba
ditahan, karena saham baru dibebani biaya emisi (flotati-on cost).
Ror yang diharapkan dari Saham Biasa
ke =
1 Persentase Biaya Emisi.
Catatan : Persentase biaya emisi dihitung dari harga jual sebelum
dikurangi biaya emisi.
D1
Atau : ke =

x 100%
Pnet

dimana :
D1 = Divident yang diharapkan.
Pnet = Harga pasar saham dikurangi biaya emisi saham.
Jika diharapkan dividend akan mengalami pertumbuhan selamanya sebesar g,
maka besarnya biaya modal :

10

D1
ke =

+g
Pnet
BIAYA MODAL SECARA KESELURUHAN.
Tingak biaya modal yang harus dihitung perusahaan adalah tingkat biaya modal
secara keseluruhan. Perhitungannya menggunakan konsep Weighted Average
Cost of Capital ( WACC).
Komponen
Persentase
Modal

Biaya Masing-Masing
Komponen

Bond Payable
Preferred Stock
Common Stock

Jumlah
Modal

10%
15
21

$ 100,000
100,000
300,000
$500,000

20%
20
60

100%

Tambahan Modal.
Tambahan modal akan dapat mengakibatkan kenaikan marginal cost of
capital (MCC), sehingga WACC-nya naik, apabila tambah-an modal tersebut
begitu besarnya sehingga perusahaan harus melakukan emisi saham baru. Agar
supaya tambahan modal tidak menaikan WACC, maka tambahan modal harus
memperhatikan besarnya laba ditahan pada periode tersebut.
Besarnya tambahan modal yang diperlukan supaya tidak mening-katkan
WACC dapat dihitung dengan rumus sbb :
Laba Ditahan
Tambahan Modal =
Persentase Saham Biasa
Misalkan, diketahui :
Komponen
Jumlah Modal
Persentase
Modal

Biaya masingkomponen

Obligasi
Saham Preferen
Saham Biasa

Rp

Total

Rp 1.000.000.000

Dalam operasinya
150.000.000,00.

Rp 200.000.000
Rp
50.000.000
750.000.000
12

perusahaan

memperoleh

dari total
4,8%
10

20%
5
75
100%

laba

ditahan

sebesar

Rp

Besarnya tambahan modal maksimum yang diperlukan untuk mempertahankan


WACC-nya adalah :
Rp 150.000.000
Tambahan Modal =
200.000.000,00.

Rp
0,75

11

Jika tambahan modal lebih besar dari Rp 200 juta, maka WACC-nya akan naik,
karena perusahaan harus menerbitkan saham baru. Dimana penerbitan saham
baru ini akan dibebani biaya emisi atau flotation cost, sehingga wacc-nya naik.
Biaya Saham Lama
Biaya Saham Baru =
1 Biaya Emisi

13.6 WACC
Bagian 13.1 dan 13.2 menunjukkan bagaimana memilih tingkat diskonto
ketika sebuah proyek adalah semua ekuitas dibiayai. Pada bagian ini kita
membahas penyesuaian ketika proyek dibiayai dengan kedua utang dan ekuitas.
Misalkan suatu perusahaan menggunakan kedua hutang dan ekuitas untuk
membiayai investasi. Jika perusahaan membayar R B untuk pembiayaan utang
dan RS untuk ekuitas, apa keseluruhan atau rata-rata biaya modal? Biaya ekuitas
adalah RS, seperti yang dibahas di bagian sebelumnya. Biaya utang adalah
tingkat pinjaman perusahaan, RB, yang kita sering dapat mengamati dengan
melihat

jatuh

tempo

pada

utang

perusahaan.

Jika

suatu

perusahaan

menggunakan kedua utang dan ekuitas, biaya modal rata-rata tertimbang dari
masing-masing.
Ini berhasil menjadi

Bobot dalam rumus yang, masing-masing, proporsi dari total nilai diwakili oleh
keadilan,

an proporsi nilai total diwakili oleh utang,

Ini adalah wajar. Jika perusahaan telah mengeluarkan tanpa utang, dan
karena itu sebuah perusahaan semua-ekuitas, biaya rata-rata modal akan sama
biaya ekuitas, RS. Pada ekstrem yang lain, jika perusahaan telah mengeluarkan
begitu banyak utang yang ekuitasnya itu berharga, itu akan menjadi sebuah
perusahaan semua-utang, dan biaya rata-rata modal akan biaya utang, R B.

12

Tentu saja, bunga dikurangkan dari pajak di tingkat perusahaan, titik untuk
diperlakukan secara lebih rinci dalam bab berikutnya. Biaya setelah pajak dari
utang adalah :
Biaya hutang (setelah pajak perusahaan ) = RB (1 tC)
di mana tC adalah tarif pajak korporasi.
Perakitan hasil ini, kita mendapatkan rata-rata biaya modal (setelah pajak) bagi
perusahaan:

Karena biaya modal rata-rata adalah bobot biaya ekuitas dan biaya hutang,
biasanya disebut sebagai tertimbang biaya modal rata-rata, R WACC, dan dari
sekarang kita akan menggunakan istilah ini.
Marginal Cost of Capital (MCC).
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan tambahan ru-piah modal
baru; biaya rata-rata tertimbang dari rupiah terakhir modal baru yang diperoleh.
Skedul biaya modal marginalnya sbb :
WACC (%)

WACC = MCC
15

Jutaan
Rupiah Modal Baru

MCC tetap, karena setiap rupiah tambahan modal baru mempunyai biaya
sebesar 15%.

WACC (%)
13

MCC
11,46
10,46

500

Jutaan
Rupiah Modal Baru

Skedul Biaya Modal Marginal


Jika tambahan modal lebih besar dari Rp 200 juta, misalkan Rp 500 juta berarti
perusahaan harus menerbitkan saham baru, sehing-ga WACC-nya naik menjadi
11,46%.
Komposisi Tambahan Modal :
Jika Rp 200 juta.
Obligasi
Saham Preferen
Laba Ditahan

Jika Rp 500 juta.


Rp 40 juta.
Rp 10 juta.
Rp 150 juta.

Obligasi
Rp 100 juta.
Saham Preferen
Rp 25 juta.
Saham Biasa
Rp 375 juta.

Biaya Modal dari Depresiasi.


Biaya modal dari depresiasi sama dengan biaya modal rata-rata sebelum
menggunakan modal yang berasal dari emisi saham baru.

Skedul Oportunitas Investasi (IOS).


Merupakan sebuah grafik dari oportunitas investasi perusahaan yang diberi
peringkat berdasarkan tingkat pengembalian proyek tersebut.
Return (%)
A = 13%
13
B = 12,5%
C = 12%
14

12
MCC
10

IOS
D = 10,2%

50

100

Anggaran Modal Optimal


Sebesar Rp 180 juta.
Proyek
A
B
C
D

Modal (Rp)
50.000.000
50.000.000
80.000.000
80.000.000

150

200 Jutaan
Tambahan Modal

Baru.

Return (%)
13,00
12,50
12,00
10,20

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA


MODAL.
1. Faktor yang Tidak Dapat Dikendalikan Perusahaan.
Tingkat Suku Bunga.
Jika suku bunga dalam perkonomian meningkat, maka biaya utang juga
akan meningkat karena perusahaan harus membayar pemegang obligasi dengan
suku bunga yang lebih tinggi untuk memperoleh modal utang.
Tarif Pajak.
Tarif Pajak digunakan dalam perhitungan biaya utang yang digunakan
dalam WACC, dan terdapat cara-cara lainnya yang kurang nyata dimana
kebijakan pajak mempengaruhi biaya modal.
2. Faktor yang Dapat Dikendalikan Peusahaan.
Kebijakan Struktur Modal.
Perhitungan WACC didasarkan pada tarif bunga setiap kompo-nen modal
dengan komposisi struktur modalnya. Sehingga jika struktur modalnya berubah,
maka biaya modalnya akan ber-ubah.
Kebijakan Dividend.
Penurunan ratio pembayaran dividend mungkin dapat menye-babkan
biaya modal sendiri meningkat, sehingga MACC-nya naik.
Kebijakan Investasi.
Akibat dari kebijakan investasi akan membawa dampak yang
Besar kecilnya risiko inilah yang akan mempengaruhi biaya modal.

berisiko.

BAB IV
15

PEMBAHASAN KASUS
1. Single or multiple Cost of Capital?
Menurut kelompok kami memang sebaiknya Cost of Capital dari Nike, Inc
dihitung satu kali saja (Single Cost Of Capital) karena meskipun Nike
memiliki segmen bisnis yang banyak namun Nike menjualnya dalam satu
lini marketing dan distribusi , sehingga faktor resikonya diharapkan sama.
2. Methodology for Calculating the Cost of Capital
Perhitungan WACC menurut kami seharusnya tidak hanya menggunakan
book value dari Debt dan Equity. Perhitungan Value of Debt
memperhatikan future value dari long term debt berdasarkan coupon rate.
Value of Equity juga dihitung menggunakan harga pasarnya yakni yang
tercermin dari total saham yang beredar. Cost of Debt dihitung dengan
memperhitungkan Yield of Maturity (YTM) dengan bunga dari kupon
sebesar 6,75% yang dibayar setiap 6 bulan. Sedangkan Cost of Equity
dihitung dengan pendekatan CAPM dimana pendekatan secara geometris
lebih dipilih karena tidak ter bias kan oleh periode pengukuran.
Value Of Debt :
Debt dihitung dengan menjumlahkan seluruh Debt baik short term debt
maupun long term debt serta memperhitungkan future value dari long
term debt tersebut.
From 15 July 2000 until 15 January 2001 = 6.75% coupon paid.
From 15 January 2001 until 31 May 2001 (4.5 months).

6.75 x 4.5 months/6 months=5.06

Market Value of Debt (Vd) Calculation:


Vd = Current LT + Notes Payable + LT Debt** (discounted)
= $5.40 + $855.30 + $413.84
= $1,274.54
**$435.9 (435.9 X 5.06%) = $413.833
Value Of Equity :
Market Value of Equity (Ve) Calculation:
Ve = Stock Price X Number of Shares Outstanding
= $42.09 X 271.5
= $11,427.44
Jadi, pembebanan (Weights) antara Debt dan Equity Dihitung Sebagai
berikut :

W d=$ 1,274.53/($ 1,274.53+ $ 11,427.44)=10.03


W e=$ 11,427.44 /($ 1,274.53+ 11,427.44)=89.97

3. Cost of Debt
Cost of Debt dihitung dengan memperhatikan Coupon pada current yield
yang dibayar semi annual sebagai berikut :
16

PV =95,6 ; FV =100 ; Coupon Rate=6,75 ;


Tax Rate=35 +

3,5 +2,5
=38
2

Sehingga,

Cost Of Debt= 6,75 x

100
=7,06
95,6

4. Cost of Equity
Nilai bunga U.S Treasury yang digunakan untuk memproyeksikan Risk Free
Rate digunakan yang 10-Tahun karena financial statement yang digunakan
menggunakan periode 10 tahun, index portofolio dari pasar saham juga
memiliki periode 10 tahunan.Beta yang digunakan adalah beta rata-rata,
dan Risk premium menggunakan metode geometrik.

RiskFree Rate=5,39

Beta=0,80
Risk Premium=5,9

Cost of Equity=5,39 + ( 0,8 x 5,9 )=10,11

5. WACC

WACC= x

E
D
+ Rd x ( 1Tax ) x
E+ D
E+ D

WACC=( 10,11 x 89,97 ) + ( 7,06 x ( 138 ) x 10,03 )


WACC=9,09 +0,44
WACC=9,53

Dengan menggunakan WACC 9,53%, dapat dilihat bahwa present value


dari saham adalah $55,37/share dengan asumsi pertumbuhan sebesar 3%
per tahun. Dimana nilai ini lebih besar 1,31 kali lipat nilai aslinya
$42,09/share.

17

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Mengapa perhitungan biaya modal (cost of capital) perusahaan Nike
menjadi penting? Apakah WACC ditetapkan oleh investor atau manajer?
WACC menentukan discount rate untuk menentukan present value
dari nilai saham perusahaan, serta ditetapkan oleh manajer
perusahaan.
2. Bagaimana hasil perhitungan dari WACC tersebut? Apakah terdapat
kesalahan Joanna Cohen dalam analisisnya?
Saran untuk perhitungan cohen, perhitungan WACC menurut kami
seharusnya tidak hanya menggunakan book value dari Debt dan
Equity. Perhitungan Value of Debt memperhatikan future value dari
long term debt berdasarkan coupon rate. Value of Equity juga
dihitung menggunakan harga pasarnya yakni yang tercermin dari
total saham yang beredar. Cost of Debt dihitung dengan
memperhitungkan Yield of Maturity (YTM) dengan bunga dari kupon
sebesar 6,75% yang dibayar setiap 6 bulan. Sedangkan Cost of
Equity dihitung dengan pendekatan CAPM dimana pendekatan
secara geometris lebih dipilih karena tidak ter bias kan oleh periode
pengukuran.
3. Keputusan terbaik apakah yang harus diambil terkait rencana investasi di
perusahaan Nike?
Perhitungan WACC yang telah dilakukan menunjukkan nilai
WACC=9,53% undervalued daripada discount rate yang diberikan
pada Exhibit 2 sebesar 11,17%.
Dengan menggunakan WACC 9,53%, dapat dilihat bahwa present
value dari saham adalah $55,37/share dengan asumsi pertumbuhan
sebesar 3% per tahun. Dimana nilai ini lebih besar 1,31 kali lipat
nilai aslinya $42,09/share.
Disarankan bagi NorthPoint Large-Cap Fund untuk membeli saham
Nike,Inc karena sahamnya berpotensi akan tumbuh dan
menguntungkan bagi perusahaan.

18