Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Jaringan saraf merupakan salah satu jaringan dasar pembentuk tubuh manusia yang
mengatur seluruh aspek yang berkaitan dengan fungsi-fungsi tubuh yang diperlukan
untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Melalui jaringan saraf kita dapat melakukan berbagai aktivitas yang tak terhingga
banyaknya mulai dari yang paling sederhana seperti membuka mata hingga proses yang
sangat kompleks seperti proses penalaran, analisa dan sintesa maupun membuat
kesimpulan dan memutuskan suatu masalah. Kita dapat merasakan dan mengungkapkan
rasa cinta kasih, sedih, iba, benci, takut, cemas, dan berpikir secara abstrak tinggi serta
menyelesaikan berbagai masalah yang kita hadapi sehari-hari. Selain itu melalui sistim
saraf kita dapat mengetahui norma-norma atau nilai-nilai luhur seperti keadilan,
kejujuran, kesetiaan, ketekunan, kesusilaan dan lain-lain. Fungsi-fungsi tersebut termasuk
ke dalam fungsi paling luhur yang hanya ada pada manusia seutuhnya dan tidak terdapat
pada binatang. Daerah tempat fungsi-fungsi tersebut berada adalah korteks serebri. Selain
itu ada pula perasaan-perasaan yang sama seperti pada mamalia lainnya seperti rasa lapar,
haus, nafsu seksual, ngantuk, lelah, marah dan sebagainya. Fungsi-fungsi ini dikendalikan
oleh bagian otak yang letaknya lebih rendah daripada korteks serebri.
Dengan adanya sistem saraf pula kita dapat menggerakkan otot, merangsang
kelenjar untuk bersekresi, dan mempengaruhi kerja sistim endokrin sehingga
keseimbangan homeostasis badan kita dapat tercapai.
Tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf, sistem indera, dan sistem endokrin.
Pengaruh sistem saraf yakni dapat mengambil sikap terhadap adanya perubahan keadaan
lingkungan yang merangsangnya. Semua kegiatan tubuh manusia dikendalikan dan diatur
oleh sistem saraf. Sebagai alat pengendali dan pengatur kegiatan alat-alat tubuh, susunan
saraf mempunyai kemampuan menerima rangsang dan mengirimkan pesan-pesan
rangsang atau impuls saraf ke pusat susunan saraf, dan selanjutnya memberikan
tanggapan atau reaksi terhadap rangsang tersebut. Impuls saraf tersebut dibawa oleh
serabut-serabut saraf. (Kus Irianto. 2004)

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


1

1.2. Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari penyajian materi dari makalah ini adalah sebagai berikut
a. Apa pengertian dari sistem saraf ?
b. Apa fungsi sistem saraf ?
c. Jaringan apa saja pembentuk sistem saraf ?
d. Bagaimana pembagian sistem saraf berdasarkan anatominya?
e. Bagaimana pembagian sistem saraf berdasarkan fisiologinya?
f. Apa saja kelainan pada sistem saraf ?
1.3. Tujuan
Tujuan penyajian materi dari makalah ini adalah sebagai berikut
a. Untuk mengetahui pengertian dari dari sistem saraf.
b. Untuk mengetahui fungsi dari sistem saraf.
c. Untuk mengetahui jaringan pembentuk sistem saraf.
d. Untuk memahami pembagian sistem saraf berdasarkan anatominya.
e. Untuk memahami pembagian sistem saraf berdasarkan fisiologinya.
f. Mengenal dan mengetahui kelainan dari sistem saraf

BAB II
ISI
2.1 Pengertian Sistem Saraf

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


2

Sistem saraf adalah suatu jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling
berhubungan satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan dan
mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan lainnya. Sistem tubuh yang
pentng ini juga mengatur kebanyakan aktivitas system-system tubuh lainnya, karena
pengaturan saraf tersebut maka terjalin komunikasi antara berbagai system tubuh hingga
menyebabkan tubuh berfungsi sebagai unit yang harmonis. Dalam system inilah berasal
segala fenomena kesadaran, pikiran, ingatan, bahasa, sensasi dan gerakan. Jadi
kemampuan untuk dapat memahami, belajar dan memberi respon terhadap suatu
rangsangan merupakan hasil kerja integrasi dari system saraf yang puncaknya dalam
bentuk kepribadian dan tingkah laku individu.
Jaringan saraf terdiri Neuroglia dan Sel schwan (sel-sel penyokong) serta Neuron
(sel-sel saraf). Kedua jenis sel tersebut demikian erat berkaitan dan terintegrasi satu sama
lainnya sehingga bersama-sama berfungsi sebagai satu unit.
2.2 Fungsi Sistem Saraf
Sebagai alat pengatur dan pengendali alat-alat tubuh, maka sistem saraf
mempunyai 3 fungsi utama yaitu :
a. Sebagai Alat Komunikasi
Sebagai alat komunikasi antara tubuh dengan dunia luar, hal ini dilakukan
oleh alat indera, yang meliputi : mata, hidung, telinga, kulit dan lidah. Dengan adanya
alat-alat ini, maka kita akan dengan mudah mengetahui adanya perubahan yang
terjadi disekitar tubuh kita. Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls.
Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
b. Sebagai Alat Pengendali
Sebagai pengendali atau pengatur kerja alat-alat tubuh, sehingga dapat
bekerja serasi sesuai dengan fungsinya. Dengan pengaturan oleh saraf, semua organ
tubuh akan bekerja dengan kecepatan dan ritme kerja yang akurat. Penghantar
impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut
penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang
memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
c. Sebagai Pusat Pengendali Tanggapan
Saraf merupakan pusat pengendali atau reaksi tubuh terhadap perubahan atau
reaksi tubuh terhadap perubahan keadaan sekitar. Karena saraf sebagai pengendali
atau pengatur kerja seluruh alat tubuh, maka jaringan saraf terdapat pada seluruh alatSistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
3

alat tubuh kita. Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah
diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah
otot dan kelenjar
2.3 Jaringan Pembentuk Sistem Saraf
2.3.1. Neuron
Neuron adalah sebuah sebutan untuk sel saraf dan semua prosesusnya (Gambar
2.1). Neuron adalah sel yang dapat dirangsang, khususnya untuk menerima stimulus dan
hantaran impuls saraf. Bentuk dan ukuran neuron bervariasi, tetapi masing-masing
mempunyai sebuah badan sel yang dari permukaanna menonjol satu atau lebih prosesus
yang disebut neurit ( Gambar 2.2). Neurit yang berfungsi menerima informasi dan
menghantarkannya kea rah badan sel disebut dendrite. Sebuah neurit berbentuk tubular
panjang yang menghantarkan impuls keluar dari badan sel disebut akson. Dendrit dan
akson sering disebut sebagai serabut-serabut saraf (Snell, Richard S, 2010 : hal. 35).

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


4

Gambar 2.1. Sebuah Neuron


Sumber : Buku Neuronanatomi Klinik, 2010

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


5

Gambar 2.2. Fotomikrograf preparat apusan medullaspinalis yang memperlihatkan


sebuah neuron dengan badan sel dan prosesus atau neuritnya
Sumber : Buku Neuronanatomi Klinik, 2010
Bangunan histologik sel saraf sangat khas terdiri atas badan sel (soma atau
perikarion) dan julurannya (prosesusnya) yang terdiri atas satu akson dan beberapa
dendrit.

Neuron merupakan sel yang paling tinggi differensiasinya dan tidak dapat

membelah lagi. Jumlah neuron di seluruh sistim saraf kita sangat besar diduga sekitar 14
milyar. Secara histologis terdiri atas badan sel saraf (perikarion) dan juluran saraf
(prosessus saraf) yang terdiri atas akson dan dendrit.

Struktur Neuron
1. Badan sel saraf
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
6

Perikarion dibentuk oleh inti dan sitoplasma yang melingkupinya. Di dalam inti
terdapat DNA yang merupakan pembawa sifat turunan, sedangkan dalam sitoplasma
terdapat berbagai organel dan badan inklusi. Bentuk dan besar perikarion sangat
beragam 4-135 mikrometer. Ada yang berbentuk piramid, lonjong, bulat dan
sebagainya. Meskipun beragam, tetapi semua badan sel saraf mempunyai ciri yang
khas, berupa struktur-struktur:
a. Membran sel
Komponen
protein

penyusun

dan

membran

karbohidrat.

sel

Ratio

terdiri

komposisi

dari

komponen

tiap-tiap

komponen

lipid,
tidaklah

sama pada setiap membran sel karena tergantung dari tipe selnya juga
spesiesnya. Umumnya, kandungan lipid pada membran sel berkisar 40%,
protein 40%, karbohidrat 1-10% dan air 20%.
Lipid

pada

membran

sel

memiliki

dua

lapisan

dimana

satu

lapisan terorientasi ke arah luar dan lapisan yang lain terorientasi ke arah
sitoplasma.

Protein

globuler.Protein-protein

pada

membran

sel

merupakan

tersebut

terdistribusi

secara

tidak

protein

merata

pada

membran sel. Sebagian protein membran terletak pada bagian perifer dan
sebagian yang lainnya tertanam pada setengah lapisan lipid atau tertanam
menembus

kedua

lapisan
bentuk

lipid.

biasanya

dalam

biasanya

terikat

pada

lipid

molekul

lipid

bersifat

Bagian

oligosakarida.
dan

karbohidrat

membran

Karbohidrat

sebagian

yang

pada

lainnya

sel

membran

terikat

pada

protein.
1) Lipid
Setiap

komponen

ekor

yang

komponen

kepala

yang

terdiri

dari

kelas

amfifatik.

bersifat
bersifat
utama

Lipid

hidrofobik

(tidak

hidrofilik (suka

yaitu

amfifatik

fosfolipid,

mengandung

suka

air).

air)

dan

Lipid membran

glikospingolipid,

dan

fosfogliserida

dan

sterol.
a) Fosfolipid
Terdapat

dua

sfingomielin.
banyak,

macam
Fosfogliserida

mempunyai

rangka

fosfolipid

yaitu

merupakan
gliserin,

unsur

mengikat

yang
dua

asam

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


7

paling
lemak

dengan ikatan ester pada C1 dan C2.


terfosforilasi

(serin,

sfingomielin

mempunyai

alkohol)

mengikat

merupakan

etanolamin,
asam

dalam

juga

kolin,

rangka

satu

unsur

Bisa

mengikat

inositol).

sfingosin

lemak

Sedangkan

(derivat

dengan

selubung

alkohol

ikatan

mielin.

amino

amida

Sfingomielin

yang
banyak

dijumpai pada jaringan otak dan saraf.


b) Glikospingolipid
Merupakan

lipid

(mengandung
dan

yang

ikatan

gangliosida

dimana

mengandung

heksosa

(mengandung

keduanya

secara

gula

tunggal,
ikatan

khusus

seperti

glukosa

gula

yang

penting

serebrosida

atau

galaktosa)

lebih

kompleks)

dalam

system

saraf

pusat.
c) Sterol
Sterol

yang

komponen
golgi,

lazim

utama

dalam

mitokondria

fosfolipid

dan

dijumpai

dan

adalah

membran
nucleus.

berperan

kolesterol.

plasma,

Letak

dalam

sedikit

kolesterol

Merupakan
pada

badan

tersisip

menentukan

diantara

tingkat

fluiditas

membran.
2) Protein membran sel
Membran

merupakan

protein,

dan

spesifik

membran.

integral

dan

transmembran
interior

suatu

karbohidrat.
Ada

mozaik

Protein
dua

periferal.

dengan

daerah

membran

yang

menentukan

protein

protein

hidrofobik

fluida
utama

Protein

sebagian
membran

integral

hidrofobik
tersebut.

terdiri

atas
besar

fungsi

yaitu

protein

adalah

membentang

Daerah

lipid,

protein
sepanjang

hidrofobik

protein

integral terdiri atas satu atau lebih rentangan asam amino nonpolar,
yang

biasanya

tergulung

menjadi

heliks-a.

Bagian

yang

hidrofilik

berada pada kedua sisi yang aqueous. Protein periferal tidak tertanam dalam
bilayer

lipid

melainkan

terikat

longgar

pada

permukaan

membran.
3) Karbohidrat

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


8

Karbohidrat membran memiliki fungsi untuk mengenali satu jenis sel


tetangga,

yang

Karbohidrat

menjadi

pada

Beberapa

dasar

membran

oligosakarida

(membentuk
dengan

protein

beragam

pada

sebagai

penanda

biasanya

secara

glikolipid)

dan

yang

terhadap

besar

membuat

oligosakarida

membedakan

sel

dengan

terikat

Molekul
yang

asing.

oligosakarida.

terikat

glikoprotein).

sel

sel

berbentuk

kovalen

sebagian

(membentuk
permukaan

penolakan

secara
dan

kovalen

lokasi

dapat

satu

lipid
yang

berfungsi

dengan

yang

filamen

dari

lainnya.
b.

Sitoplasma

Sitoplasma

dipenuhi

organel,

inklusi

dan

unsur

sitoskelet yang tersusun dari lebih kurang konsentris mengelilingi inti di


pusat. Pada jaringan saraf yang dipulas dengan pewarna aniline basa dan
diamati dengan mikroskop cahaya, yang paling mencolok dari komponen
ini adalah gumpalan materi sangat kromofil, yang dulu disebut badan
Nissl

(Gbr.

11-7).

Pada

neuron

hidup

badan

Nissl

terlihat

dengan

mikroskop kontras fase. Pada mikrograf elektron badan Nissl ternyata terdiri atas
sisterna

dari

parallel

teratur

reticulum
(Gbr.

11-8

endoplsma
dan

11-9).

kasar
Seperti

dalam
sel

lain

deretan
yang

aktif

menghasilkan protein, ribosom tersusun dalam bentuk baris, ikal dan


pilinan pada permukaan luar sisterna dan poliribosom terdapat terdapat
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
9

bebas dalam sitoplasma. RE kasar terdapat dalam dendrit, namun disitu


berbentuk
pendek,

tubul
kecuali

bercabang
pada

dan

percabangan

saling
yang

beranastomosis
mungkin

dan

terdapat

sisterna
kelompok

kecil sisterna parallel. RE biasanya tidak terdapat di daerah perikarion


tempat akson muncul, yaitu hilok akson (Gbr. 11-7). RE juga tidak
terdapat dalam akson yang hanya mengandung reticulum licin.

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


10

Bentuk,
dalam

ukuran
jenis

dan

neuron

penyebaran

berbeda,

badan

masing-masing

Nissl

sangat

memiliki

pola

bervariasi
tersendiri.

Neuron kecil selau memiliki banyak badan Nissl sangat kecil, namun di
antara neuron yang lebih besar tidak terdapat korelasi antara ukuran sel
dan ukuran badan Nissl. Beberapa sel saraf besar (neuron motoris dan sel
Betz raksasa dari korteks serebri) memiliki badan Nissl besar, sedangkan
dalam neuron besar lain (sel Purkinje korteks serebri) badan Nissl relatif
kecil. Meskipun sel ganglion dari akar dorsal dapat berukuran besar,
mereka secara khas mengandung badan Nissl sangat kecil yang tersebar
rata. Jalinan retikulum endoplasma licin terdapat di dalam perikarion dan
meluas ke dalam akson dan dendrite. RE licin sering membentuk sisterna
gepeng,

lebar

dan

bertingkap

tepat

di

bawah

dan

paralel

dengan

plasmalema badan sel. Retikulum licin berhubungan dengan retikulum


dengan retikulum kasar dan dapat menempati sebagian besar ruang antar
badan Nissl Aparatus golgi mencolok pada setiap neuron. Bila diimpregnasi
dengan osmium atau metode perak bagi mikroskop cahaya, ia tampak
sebagai

jalinan

longgar

benang-benang

bergelombang

yukstanukleus.

Pada mikrograf elektron apparatus golgi akan tampak sebagai tumpukan


sisterna gepeng, sering dengan ujung melebar dan dikelilingi banyak
vesikel kecil (Gbr. 11-8). Tumpukan membrane Golgi ini sesuai dengan
diktiosom sitologi klasik. Tubuli yang menghubungi tumpukan sisterna

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


11

itu

umumnya

tidak

tampak

dalam

sediaan

tipis,

namun

meraka

direkonstruksi dalam sediaan seri. Pada permukaan konkaf masingmasing


tumpukan,

sisterna

dengan

tubul

jalinan

Golgi-trans.

paling

dalam

bercabang-cabang
Cadangan

itu

dan
energi

bertingkap

dan

berhubungan

beranastomosis,

yang

membentuk

neuron

dan

memerlukan

rendah

banyak glukosa dan oksigen karena itu mitokondria neuron tersebar luas
dalam sel. Mitokondria berbentuk batang atau filament dan berdekatan
dengan badan Nissl, berdiameter 0,1 sampai 0,8 m. Mitokondria juga
terdapat dalam dendrit (Gbr. 11-10 dan 11-11), tersebar sepanjang akson
terutama

dalam

melintang

terminal

namun

dapat

akson.

Kristanya

berjalan

paralel

tidak

terhadap

selalu

terorientasi

sumbu

panjangnya,

sehingga pada potongan melintang membran itu tampak sebagai cincin


konsentris gelap dan terang. Ciri lain adalah jarangnya granul padatelektron yang
biasanya

ditemukan

Mikrosinematografi

dari

dalam
neuron

dalam

matriks
biakan

mitokondria.

menunjukkan

bahwa

mitokondria selalu bergerak, dengan kecepatan bervariasi di sitoplasma


dan di antara perikarion dan cabang-cabangnya. Gerakan itu ternyata
sepanjang
Kebanyakan

mikrotubul
neuron

dalam

jalur

mengandung

terbuka

relatif

di

antara

organel

sedikit

inklusi

selain

lain.
granul

pigmen. Granul melanin coklat tua atau hitam kasar ditemukan dalam
neuron dari substansi nigra dari otak tengah, dalam lokus sureleus dari
pons superior, dalam nucleus motoris dorsalis dari nervus vagus dalam
medula

oblongata,

dan

dalam

medulla

spinalis

dan

ganglia

simpatis.

Granul lipofuscin coklat emas tersebar lebih luas, berbentuk tak teratur
dan diduga merupakan kumpulan produkakhir aktivitas enzim lisosom.
Peningkatan berangsur jumlah lipofuscin terjadi dengan peningkatan usia
dan bahkan dapat mendesak inti dan organel ke satu sisi perikarion.
Deposit pigmen pengandung-besi ditemukan dalam neuron dari substansi
nugra,

globus

bertambah
merupakan

pallidus

dengan

dan

umur.

cadangan

beberapa

Sedikit

energi

tetes

normal

pusat
lipid
atau

lain.

Jumlahnya

juga

dalam

sitoplasma

dapat

merupakan

produk

dari

metabolism abnormal. Glikogen, sumber energy umum bagi sel di luar


susunan saraf, tidak terdapat dalam jumlah yang secara histokimia dapat
diperlihatkan dalam sitoplasma neuron. Sel neurosekresi mengandung granul
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
12

sekresi kecil bermembran yang mensekresi katekolamin mengandung vesikel


berpusat-padat berdiameter 80 sampai 120 nm. Sel neurosekresi dari hipotalamus
mengandung granul berdiameter 10-30 nm yang mengandung hormone
vasopressin dan oksitosin dan peptide carriernya, neurofisin. Granul ini ditransfor
sepanjang akson ke neurohipofisis tempat hormonnya dibebaskan dan berdifusi ke
dalam aliran darah.
c. Nukleus
Nukleus

adalah

merupakan

organ

terbesar

sel,

dengan

ukuran

diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong,
dengan

nukleolus

neuron sangat
tersebar

mencolok

besar

berupa

dan

relatif

sedikit

yang aktif mensintesis,

eukromatin,

menyediakan

heterokromatin.

Dalam

kromatin sebagian besar


banyak

genom

untuk

transkripsi. Karenanya disebabkan kurangnya materi yang dapat dipulas,


inti tampak pucat bila dipulas dengan pewarna basa dan sering disebut
sebagai vesikuler. Tetapi deskripsi ini tidak berlaku bagi neuron lebih
kecil yang jauh lebih banyak itu, yang memiliki kromatin lebih padat.
Pada beberapa neuron bentuk inti mungkin tidak teratur dengan lipatan
dalam dari selaput intinya.
2. Dendrit
Neuron biasanya memiliki banyak dendrite langsung dari badan sel dan
cabang-cabang ini merupakan bagian terbesar permukaan penerima sinyal
dari neuron lain. Saat baru muncul dari perikarion, dendrite relative tebal
namun berangsur meruncing ke ujungnya. Dendrit kebanyakan neuron hanya
pendek dan berdekatan dengan soma. Dendrit tidak mengandung selubung
mielin (selubung lemak) maupun neurolema (selubung yang menyelubungi
selubung mielin). Dendrit bercabang-cabang, secara khas dengan sudut
tegak, menjadi cabang primer, sekunder, tersier dan seterusnya, dengan pola
yang bervariasi dari sederhana sampai sangat rumit (Gbr. 11-10 dan 11-12).
Jumlah dan panjang dendrit tidak ada hubungannya dengan ukuran soma,
namun pola percabangan khas untuk setiap jenis neuron. Dendrit tampak
berduri karena banyaknya juluran halus, spina, dari permukaannya (Gbr. 11-11).
Duri

tersebut

berkurang

setelah

deaferensiasi

neuron

atau

nutrisi

dihentikan dan menampakkan perubahan struktur pada orang berusia lanjut


Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
13

dan orang dengan kelainan tertentu. Struktur halus pangkal dendrit serupa dengan
perikarion. Mereka mungkin mengandung perluasan aparat golgi, badan Nissl
kecil, mitokondria, reticulum endoplasma licin, mikrotubul dan neurofilamen (Gbr.
11-12). Semakin menjauhi soma, semakin banyak mikrotubul memanjang dan
organel umumnya teratur parallel terhadapnya. Semakin jauh dari badan sel,
semakin berkurang jumlah neurofilamennya dan tersisa satu filament atau berkas
halus, dengan hubungan-silang halus antara filament dan di antaranya dan
mikrotubul. Neuron motoris spinal dan sel Betz dikecualikan karena memiliki
sangat banyak neurofilamen dendritik. Tubuli reticulum endoplasma dan ribosom
bebas menghilang, sementara mitikondria semakin banyak dan terkumpul dalam
cabang-cabang lebih halus dari dendrite.

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


14

3. Akson
Akson berasal dari tonjolan mirip kerucut dari badan sel yang disebut
hilok akson (Gbr. 11-13). Kadang-kadang timbul dari dasar dendrit utama.
Akson

umumnya

lebih

halus

dan

jauh

lebih

panjang

dari

dendrit.

Aksoplasma tidak mengandung badan Nissl namun mengandung profilprofil


tubuler pendek dari reticulum endoplasma licin, mitokondria panjang dan sangat
langsing, mikrotubul dan neurofilamen.

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


15

4. Sitoskelet Neuron
Pada sediaan untuk mikroskop cahaya dengan metoda impregnasi perak,
tampak jaringan neuro fibril berdiameter sampai 2 m dalam perikarion,
menyusup diantara organel dan meluas ke dalam dendrite dan akson (Gbr.
11-7). Dengan mikroskop elektron, tampak tiga jenis struktur filament dalam
neuron;

mikrotubul,

berdiameter

20-28

nm

(Gbr.

11-12

dan

11-14);

neurofilamen, berdiameter 10 nm (Gbr. 11-12 dan 11-14); dan mikrofilamen,


berdiameter 3-5 nm. Neurofilamen tersusun dari filament-filamen halus,
berdimensi molekul, yang saling berpilin berupa heliks membentuk heterodimer.

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


16

Empat dari dimer membentuk satu protofibril. Dua protofibril, pada gilirannya,
saling bergelung membentuk sebuah neurofilamen. Subunit tersusun sedemikian
rupa sehingga potongan melintang neurofilamen tampak sebagai tubul halus
dengan dinding tebal dan pusat terang berdiameter sekitar 2-3 nm. Mikrofilamen
neuron terdiri atas dua untaian aktin-G berpolimerisasi tersusun berupa heliks, dan
mereka tidak berbeda bermakna dari filament aktin sel lain. Kebanyakan aktin
berhubungan dengan membrane plasma dan terikat padanya oleh sebuah protein
penambat disebut fodrin. Aktin dalam dendrite kortikal terutama banyak dalam
duri dendritik. Mikrofilamen identik dengan yang ada pada sel lain, namun
terdapat sedikit perbedaan dalam protein terkait-mikrotubul (MAP-1, MAP-2,
MAP- 3) yang mengatur stabilnya mikrotubul dan membantu perakitannya. MAP2 banyak dalam perikarion dan dendrite namun tidak ada dalam akson. MAP-3
hanya terdapat dalam akson.
2.3.2 Klasifikasi Neuron
Berdasarkan Fungsi dan Arah transmisi Impulsnya, neuron diklasifikasi
menjadi :

Neuron sensorik (aferen) menghantarkan impuls listrik dari reseptor pada kulit,

organ indera atau suatu organ internal ke SSP (Sistem Saraf Pusat).
Neuron motorik menyampaikan impuls dari SSP (Sistem Saraf Pusat) ke efektor.
Neuron konektor ditemukan seluruhnya dalam SSP (Sistem Saraf Pusat) Neuron
ini menghubungkan neuron sensorik dan motorik atau menyampaikan informasi
ke interneuron lain.

Berdasarkan bentuknya, neuron dapat diklasifikasikan menjadi :


Neuron unipolar hanya mempunyai satu serabut yang dibagi menjadi satu cabang
sentral yang berfungsi sebagai satu akson dan satu cabang perifer yang berguna
sebagai satu dendrite. Jenis neuron ini merupakan neuron-neuron sensorik saraf

perifer (misalnya sel-sel ganglion cerebrospinalis).


Neuron bipolar mempunya dua serabut, satu dendrite dan satu akson. Jenis ini
banyak dijumpai pada epithel olfaktorius dalam retina mata dan dalam telinga

dalam.
Neuron multipolar mempunyai banyak dendrite dan satu akson. Jenis neuron ini
merupakan yang paling sering dijumpai pada sistem saraf sentral (sel saraf
motoris pada cornu anterior dan lateralis medulla spinalis, sel-sel ganglion
otonom).

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


17

Gambar 2.2 Klasifikasi Neuron berdasarkan bentuknya

Gambar 2.3 Klasifikasi Neuron berdasarkan fungsinya


2.3.2. Neuroglia
Neuroglia (berasal dari nerve glue) mengandung berbagai macam se yang
secara keseluruhan menyokong, melindungi, dan sumber nutrisi sel saraf pada otak
dan medulla spinalis, sedangkan sel Schwann merupakan pelindung dan penyokong
neuron-neuron diluar sistem saraf pusat. Neuroglia jumlahnya lebih banyak dari selSistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
18

sel neuron dengan perbandingan sekitar sepuluh banding satu. Ada empat sel
neuroglia yang berhasil diindentifikasi yaitu :
a) Astrosit adalah sel berbentuk bintang yang memiliki sejumlah prosesus panjang,
sebagian besar melekat pada dinding kapilar darah melalui pedikel atau kaki
vascular. Berfungsi sebagai sel pemberi makan bagi neuron yang halus. Badan
sel astroglia berbentuk bintang dengan banyak tonjolan dan kebanyakan berakhir
pada pembuluh darah sebagai kaki perivaskular. Bagian ini juga membentuk
dinding perintang antara aliran kapiler darah dengan neuron, sekaligus
mengadakan pertukaran zat diantara keduanya. Dengan kata lain, membantu
neuron mempertahankan potensial bioelektris yang sesuai untuk konduksi impuls
dan transmisi sinaptik. Dengan cara ini pula sel-sel saraf terlindungi dari
substansi yang berbahaya yang mungkin saja terlarut dalam darah, tetapi
fungsinya sebagai sawar darah otak tersebut masih memerlukan pemastian lebih
lanjut, karena diduga celah endothel kapiler darahlah yang lebih berperan sebagai
sawar darah otak.
b) Oligodendrosit menyerupai astrosit, tetapi badan selnya kecil dan jumlah
prosesusnya lebih sedikit dan lebih pendek. Merupakan sel glia yang bertanggung
jawab menghasilkan myelin dalam susunan saraf pusat. Sel ini mempunyai
lapisan dengan subtansi lemak mengelilingi penonjolan atau sepanjang sel saraf
sehingga terbentuk selubung myelin.
c) Mikroglia ditemukan dekat neuron dan pembuluh darah, dan dipercaya memiliki
peran fagositik. Sel jenis ini ditemukan di seluruh sistem saraf pusat dan
dianggap berperan penting dalam proses melawan infeksi.
d) Sel ependimal membentuk membran spitelial yang melapisi rongga serebral dan
ronggal medulla spinalis. Merupakan neuroglia yang membatasi system ventrikel
sistem saraf pusat. Sel-sel inilah yang merupakan epithel dari Plexus Coroideus
ventrikel otak.
2.4 Anatomi Sistem Saraf
2.4.1. Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat merupakan pusat dari seluruh kendali dan regulasi pada
tubuh, baik gerakan sadar atau gerakan otonom. Dua organ utama yang menjadi
penggerak sistem saraf pusat adalah otak dan sumsum tulang belakang.
Otak manusia merupakan organ vital yang harus dilindungi oleh tulang
tengkorak. Sementara itu, sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
19

tulang belakang. Otak dan sumsum tulang belakang sama-sama dilindungi oleh
suatu membran yang melindungi keduanya. Membran pelindung tersebut
dinamakan meninges. Meninges dari dalam keluar terdiri atas tiga bagian, yaitu
piameter, arachnoid, dan durameter. Cairan ini berfungsi melindungi otak atau
sumsum tulang belakang dari goncangan dan benturan.
Selaput ini terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
a) Piamater. Merupakan selaput paling dalam yang menyelimuti sistem saraf
pusat. Lapisan ini banyak sekali mengandung pembuluh darah.
b) Arakhnoid. Lapisan ini berupa selaput tipis yang berada di antara piamater dan
duramater.
c) Duramater. Lapisan paling luar yang terhubung dengan tengkorak. Daerah di
antara piamater dan arakhnoid diisi oleh cairan yang disebut cairan serebrospinal.
Dengan adanya lapisan ini, otak akan lebih tahan terhadap goncangan dan
benturan dengan kranium. Kadangkala seseorang mengalami infeksi pada lapisan
meninges, baik pada cairannya ataupun lapisannya yang disebut meningitis.

Gambar 2.9 Lapisan Otak

Cairan Cerebrospinalis
1. Fungsi
CCS memberikan dukungan mekanik pada otak dan bekerja seperti jaket
pelindung dari air. Cairan ini mengontrol eksitabilitas otak dengan mengatur
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
20

komposisi ion, membawa keluar metabolit-metabolit (otak tidak mempunyai


pumbuluh limfe), dan memberikan beberapa perlindungan terhadap perubahanperubahan tekanan (volume venosus volume cairan cerebrospinal).
2. Komposisi Cairan Cerebrospinalis

3. Sirkulasi CCS
CCS dihasilkan oleh pleksus choroideus dan mengalir dari ventriculus
lateralis ke dalam ventriculus tertius, dan dari sini melalui aquaductus sylvii
masuk ke ventriculus quartus. Di sana cairan ini memasuki spatium liquor
cerebrospinalis externum melalui foramen lateralis dan medialis dari ventriculus
quartus. Cairan meninggalkan system ventricular melalui apertura garis tengah
dan lateral dari ventrikel keempat dan memasuki rongga subarachnoid. Dari sini
cairan mungkin mengalir di atas konveksitas otak ke dalam rongga subarachnoid
spinal. Sejumlah kecil direabsorpsi (melalui difusi) ke dalam pembuluh-pembuluh
kecil di piamater atau dinding ventricular, dan sisanya berjalan melalui jonjot
arachnoid ke dalam vena (dari sinus atau vena-vena) di berbagai daerah
kebanyakan di atas konveksitas superior. Tekanan cairan cerebrospinal minimum
harus ada untuk mempertahankan reabsorpsi. Karena itu, terdapat suatu sirkulasi
cairan cerebrospinal yang terus menerus di dalam dan sekitar otak dengan
produksi dan reabsorpsi dalam keadaan yang seimbang.
2.4.1.1 Otak
Otak merupakan organ yang telah terspesialisasi sangat kompleks. Berat
total otak dewasa adalah sekitar 2% dari total berat badannya atau sekitar 1,4
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
21

kilogram dan mempunyai sekitar 12 miliar neuron. Pengolahan informasi di otak


dilakukan pada bagian-bagian khusus sesuai dengan area penerjemahan neuron
sensorik. Permukaan otak tidak rata, tetapi berlekuk-lekuk sebagai pengembangan
neuron yang berada di dalamnya. Semakin berkembang otak seseorang, semakin
banyak lekukannya. Lekukan yang berarah ke dalam (lembah) disebut sulkus dan
lekukan yang berarah ke atas (gunungan) dinamakan girus.
Otak mendapatkan impuls dari sumsum tulang belakang dan 12 pasang
saraf kranial. Setiap saraf tersebut akan bermuara di bagian otak yang khusus.
Otak manusia dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu otak depan, otak tengah,
dan otak belakang. Para ahli mempercayai bahwa dalam perkembangannya, otak
vertebrata terbagi menjadi tiga bagian yang mempunyai fungsi khas. Otak
belakang berfungsi dalam menjaga tingkah laku, otak tengah berfungsi dalam
penglihatan, dan otak depan berfungsi dalam penciuman (Campbell, et al, 2006:
578)

Gambar 2.10 Otak


a) Otak depan
Otak depan terdiri atas otak besar (cerebrum), talamus, dan hipotalamus.

Otak besar
Merupakan bagian terbesar dari otak, yaitu mencakup 85% dari volume
seluruh bagian otak. Bagian tertentu merupakan bagian paling penting dalam
penerjemahan informasi yang Anda terima dari mata, hidung, telinga, dan

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


22

bagian tubuh lainnya. Bagian otak besar terdiri atas dua belahan (hemisfer),
yaitu belahan otak kiri dan otak kanan. Setiap belahan tersebut akan mengatur
kerja organ tubuh yang berbeda.besar terdiri atas dua belahan, yaitu hemisfer
otak kiri dan hemisfer otak kanan. Otak kanan sangat berpengaruh terhadap
kerja organ tubuh bagian kiri, serta bekerja lebih aktif untuk pengerjaan
masalah yang berkaitan dengan seni atau kreativitas. Bagian otak kiri
mempengaruhi kerja organ tubuh bagian kanan serta bekerja aktif pada saat
Anda berpikir logika dan penguasaan bahasa atau komunikasi. Di antara
bagian kiri dan kanan hemisfer otak, terdapat jembatan jaringan saraf
penghubung yang disebut dengan corpus callosum.

Gambar 2.11 Belahan pada Otak Besar


Talamus
Mengandung badan sel neuron yang melanjutkan informasi menuju otak besar.
Talamus memilih data menjadi beberapa kategori, misalnya semua sinyal
sentuhan dari tangan. Talamus juga dapat menekan suatu sinyal dan
memperbesar sinyal lainnya. Setelah itu talamus menghantarkan informasi

menuju bagian otak yang sesuai untuk diterjemahkan dan ditanggapi.


Hipotalamus

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


23

Mengontrol kelenjar hipofisis dan mengekspresikan berbagai macam hormon.


Hipotalamus juga dapat mengontrol suhu tubuh, tekanan darah, rasa lapar, rasa
haus, dan hasrat seksual. Hipotalamus juga dapat disebut sebagai pusat
kecanduan karena dapat dipengaruhi oleh obatobatan yang menimbulkan
kecanduan, seperti amphetamin dan kokain. Pada bagian lain hipotalamus,
terdapat kumpulan sel neuron yang berfungsi sebagai jam biologis. Jam
biologis ini menjaga ritme tubuh harian, seperti siklus tidur dan bangun tidur.
Di bagian permukaan otak besar terdapat bagian yang disebut telensefalon
serta diensefalon. Pada bagian diensefalon, terdapat banyak sumber kelenjar
yang menyekresikan hormon, seperti hipotalamus dan kelenjar pituitari
(hipofisis). Bagian telensefalon merupakan bagian luar yang mudah kita amati
dari model torso

Gambar 2.12 Pembagian Fungsi pada Otak Besar


Beberapa bagian dari hemisfer mempunyai tugas yang berbeda terhadap informasi
yang masuk. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut.
a. Temporal, berperan dalam mengolah informasi suara.
b. Oksipital, berhubungan dengan pengolahan impuls cahaya dari penglihatan.
c. Parietal, merupakan pusat pengaturan impuls dari kulit serta berhubungan
dengan pengenalan posisi tubuh.
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
24

d. Frontal, merupakan bagian yang penting dalam proses ingatan dan perencanaan
kegiatan manusia.
b) Otak tengah
Otak tengah merupakan bagian terkecil otak yang berfungsi dalam
sinkronisasi pergerakan kecil, pusat relaksasi dan motorik, serta pusat pengaturan
refleks pupil pada mata. Otak tengah terletak di permukaan bawah otak besar
(cerebrum). Pada otak tengah terdapat lobus opticus yang berfungsi sebagai
pengatur gerak bola mata. Pada bagian otak tengah, banyak diproduksi
neurotransmitter yang mengontrol pergerakan lembut. Jika terjadi kerusakan pada
bagian ini, orang akan mengalami penyakit parkinson. Sebagai pusat relaksasi,
bagian otak tengah banyak menghasilkan neurotransmitter dopamin.
c) Otak belakang
Otak belakang tersusun atas otak kecil (cerebellum), medula oblongata,
dan pons varoli. Otak kecil berperan dalam keseimbangan tubuh dan koordinasi
gerakan otot. Otak kecil akan mengintegrasikan impuls saraf yang diterima dari
sistem gerak sehingga berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh pada
saat beraktivitas. Kerja otak kecil berhubungan dengan sistem keseimbangan
lainnya, seperti proprioreseptor dan saluran keseimbangan di telinga yang
menjaga keseimbangan posisi tubuh. Informasi dari otot bagian kiri dan bagian
kanan tubuh yang diolah di bagian otak besar akan diterima oleh otak kecil
melalui jaringan saraf yang disebut pons varoli. Di bagian otak kecil terdapat
saluran yang menghubungkan antara otak dengan sumsum tulang belakang yang
dinamakan medula oblongata. Medula oblongata berperan pula dalam mengatur
pernapasan, denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak
menelan, dan batuk. Batas antara medula oblongata dan sumsum tulang belakang
tidak jelas. Oleh karena itu, medula oblongata sering disebut sebagai sumsum
lanjutan.

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


25

Gambar 2.13 Otak kecil, pons varoli, dan medula oblongata


Pons varoli dan medula oblongata, selain berperan sebagai pengatur sistem
sirkulasi, kecepatan detak jantung, dan pencernaan, juga berperan dalam
pengaturan pernapasan. Bahkan, jika otak besar dan otak kecil seseorang rusak, ia
masih dapat hidup karena detak jantung dan pernapasannya yang masih normal.
Hal tersebut dikarenakan fungsi medula oblongata yang masih baik. Peristiwa ini
umum terjadi pada seseorang yang mengalami koma yang berkepanjangan.
Bersama otak tengah, pons varoli dan medula oblongata membentuk unit
fungsional yang disebut batang otak (brainstem).
2.4.1.1 Medulla Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)
Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) merupakan perpanjangan dari sistem
saraf pusat. Seperti halnya dengan sistem saraf pusat yang dilindungi oleh
tengkorak kepala yang keras, sumsum tulang belakang juga dilindungi oleh ruasruas tulang belakang. Sumsum tulang belakang memanjang dari pangkal leher,
hingga ke selangkangan. Bila sumsum tulang belakang ini mengalami cidera
ditempat tertentu, maka akan mempengaruhi sistem saraf disekitarnya, bahkan
bisa menyebabkan kelumpuhan di area bagian bawah tubuh, seperti anggota gerak
bawah (kaki).
Secara anatomis, sumsum tulang belakang merupakan kumpulan sistem
saraf yang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Sumsum tulang belakang
atau biasa disebut medulla spinalis ini, merupakan kumpulan sistem saraf dari dan
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
26

ke otak. Secara rinci, ruas-ruas tulang belakang yang melindungi sumsum tulang
belakang ini adalah sebagai berikut:
Sumsum tulang belakang terdiri dari 31 pasang saraf spinalis yang terdiri
dari 7 pasang dari segmen servikal, 12 pasang dari segmen thorakal, 5 pasang
dari segmen lumbalis, 5 pasang dari segmen sacralis dan 1 pasang dari segmen
koxigeus

Gambar 2.14 Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)

Vertebra Servikalis (ruas tulang leher) yang berjumlah 7 buah dan membentuk
daerah tengkuk.

Vertebra Torakalis (ruas tulang punggung) yang berjumlah 12 buah dan


membentuk bagian belakang torax atau dada.

Vertebra Lumbalis (ruas tulang pinggang) yang berjumlah 5 buah dan


membentuk daerah lumbal atau pinggang.

Vertebra Sakralis (ruas tulang kelangkang) yang berjumlah 5 buah dan


membentuk os sakrum (tulang kelangkang).

Vertebra koksigeus (ruas tulang tungging) yang berjumlah 4 buah dan


membentuk tulang koksigeus (tulang tungging)

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


27

2.4.2. Sistem Saraf Tepi

Susunan saraf tepi terdiri atas serabut saraf otak dan serabut saraf sumsum
tulang belakang (spinal). Serabut saraf sumsum dari otak, keluar dari otak
sedangkan serabut saraf sumsum tulang belakang keluar dari sela-sela ruas tulang
belakang. Tiap pasang serabut saraf otak akan menuju ke alat tubuh atau otot,
misalnya ke hidung, mata, telinga, dan sebagainya. Sistem saraf tepi terdiri atas
serabut saraf sensorik dan motorik yang membawa impuls saraf menuju ke dan
dari sistem saraf pusat. Sistem saraf tepi dibagi menjadi dua, berdasarkan cara
kerjanya, yaitu sebagai berikut.
1) Sistem Saraf Sadar
Sistem saraf sadar bekerja atas dasar kesadaran dan kemauan kita. Ketika
Anda makan, menulis, berbicara, maka saraf inilah yang mengkoordinirnya. Saraf
ini mene-ruskan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, dan meneruskan
impuls dari sistem saraf pusat ke semua otot kerangka tubuh. Sistem saraf sadar
terdiri atas 12 pasang saraf kranial, yang keluar dari otak dan 31 pasang saraf
spinal yang keluar dari sumsum tulang belakang 31 pasang saraf spinal terlihat
pada Gambar 8.8. Saraf-saraf spinal tersebut terdiri atas gabungan saraf sensorik
dan motorik. Dua belas pasang saraf kranial tersebut, antara lain sebagai berikut.
a) Saraf olfaktori, saraf optik, dan saraf auditori. Saraf-saraf ini merupakansaraf
sensori.
b) Saraf okulomotori, troklear, abdusen, spinal, hipoglosal. Kelima saraf tersebut
merupakan saraf motorik.
c) Saraf trigeminal, fasial, glossofaringeal, dan vagus. Keempat saraf tersebut
merupakan saraf gabungan dari saraf sensorik dan motorik. Agar lebih memahami
tentang jenis-jenis saraf kranial.
2) Sistem Saraf Tak Sadar (Otonom)
Sistem saraf ini bekerja tanpa disadari, secara otomatis, dan tidak di bawah
kehendak saraf pusat. Contoh gerakan tersebut misalnya denyut jantung,
perubahan pupil mata, gerak alat pencernaan, pengeluaran keringat, dan lain-lain.
Kerja saraf otonom ternyata sedikit banyak dipengaruhi oleh hipotalamus di otak.
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
28

Coba Anda ingat kembali fungsi hipotalamus yang sudah dijelaskan di depan.
Apabila hipotalamus dirangsang, maka akan berpengaruh terhadap gerak otonom
seperti contoh yang telah diambil, antara lain mempercepat denyut jantung,
melebarkan pupil mata, dan menghambat kerja saluran pencernaan.Sistem saraf
otonom ini dibedakan menjadi dua.

Saraf Simpatik
Saraf ini terletak di depan ruas tulang belakang. Fungsi saraf ini terutama

untuk memacu kerja organ tubuh, walaupun ada beberapa yang malah
menghambat kerja organ tubuh. Fungsi memacu, antara lain mempercepat detak
jantung, memperbesar pupil mata, memperbesar bronkus. Adapun fungsi yang
menghambat, antara lain memperlambat kerja alat pencernaan, menghambat
ereksi, dan menghambat kontraksi kantung seni.

Sistem Saraf Parasimpatik


Saraf ini memiliki fungsi kerja yang berlawanan jika dibandingkan dengan

saraf simpatik. Saraf parasimpatik memiliki fungsi, antara lain menghambat detak
jantung, memperkecil pupil mata, memperkecil bronkus, mempercepat kerja alat
pencernaan, merangsang ereksi, dan mepercepat kontraksi kantung seni. Karena
cara kerja kedua saraf itu berlawanan, makamengakibatkan keadaan yang normal.

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


29

Gambar 2.15 Saraf Parasimpatik dan Simpatik


2.5 Fisiologi Sistem Saraf
2.5.1. Divisi Sensorik

Bentuknya berbeda dari neuron aferen dan interneuron, di ujung perifernya


terdapat reseptor sensorik yang menghasilkan potensial aksi sebagai respon
terhadap rangsangan spesifik.
Sel saraf ini menghantarkan impuls(pesan) dari reseptor ke sistem saraf
pusat,dendritnya berhubungan dengan reseptor(penerima rangsangan ) dan ujung
aksonnya berhubungan dengan sel saraf asosiasi,
Klasifikasi reseptor sensoris menurut jenis stimulusnya yaitu :

Mekanoreseptor mendeteksi stimulus mekanis seperti nyeri,suara,raba

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


30

Termoreseptor mendeteksi perubahan temperatur seperti panas dan dingin

Nosiseptor mendeteksi kerusakan jaringan baik fisik maupun mekanik seperi


nyeri

Elektromaknetik reseptor mendeteksi cahaya yang masuk ke mata seperti


warna,cahaya

Khemoreseptor mendeteksi pengecapan,penciuman,kadar O2 dan CO2


2.5.2. Divisi Saraf Motorik

Sel saraf ini mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot/skelet yang
hasilnya berupa tanggapan terhadap rangsangan. Badan sel saraf berada di sistem
saraf pusat dan dendritnya berhubungan dengan akson sel saraf asosiasi dan
aksonnya berhubungan dengan efektor(bagian motoris yang menghantarkan sinyal
ke otot/skelet).
Aktivitas sistem motoris tergantung dari aktivitas neuron motoris pada medula
spinalis. Input yang masuk ke neuron motorik menyebabkan 3 kegiatan dasar
motorik yaitu :
1. Aktivitas volunter( di bawah kemauan)
2. Penyesuaian posisi untuk suatu gerakan tubuh yang stabil
3. Koordinasi kerja dari berbagai otot untuk membuat gerakan yang tepat dan
mulus.
2.6 Kelainan pada Sistem Saraf

a. Stroke
Stroke adalah

kematian

sel-sel

otak

disertai

fungsinya

karena

terganggunya aliran darah di otak. Penyakit ini seringkali disebabkan oleh


tekanan darah tinggi yangmenyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak.
Selain itu, atheroskeosis juga dapat menyebabkan penyumabatan
pembuluh darah di otak. Gejala penyakit ini bervariasi bergantung pada
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
31

hebatnya stoke dan daerah otak yang terkena, misalnya pusing-pusing,


sulit bicara, tidak melihat, pingsan, lumpuh sebelah, bahkan kematian
b. Tumor Otak
Penyakit ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan liar dari sel-sel saraf,
maupun

jaringan

penyokongnya.

Adanya

pertumbuhan

tersebut

mengakibatkan berbagai gangguan, mulai dari pusing-pusing, kesulitan


berjalan, kehilangan memori/ingatan, sampai kematian.
c. Ayan (Epilepsi)
Penyakit ini ditandai dengan timbulnya kejang-kejang yang tidak
terkendali. Penderita epilepsy tidak diperkenankan berada di dekat lokasi
yang berbahaya, seperti tepian sungai, sumur, dan telaga. Bila berada di
lokasi tersebut dan mengalami kekambuhan, dikawatirkan akan tenggelam
karena tidak mampu mengendalikan gerakan tubuhnya. Belum ada sebab
yang jelas mengapa penyakit ini bis timbul, namun melihat gejala kejang
tersebut, diduga ada gangguan pada otak daerah motorik yang mengatur
gerakan tubuh.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
a. Sistem saraf adalah sistem yang mengatur dan mengendalikan semua kegiatan
aktivitas tubuh kita seperti berjalan, menggerakkan tangan, mengunyah makanan
dan lainnya.
b. Fungsi sistem adalah sebagai reseptor, penghantar impuls dan sebagai efektor
Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016
32

c. Jaringan saraf (Nervous = dapat terangsang) adalah salah satu dari 4 jaringan
dasar dalam tubuh kita yang disusun oleh sel saraf (neuron) dan sel penyokong
saraf (sel neuroglia) yang berfungsi untuk komunikasi.
d. Secara anatomis jaringan saraf dibagi menjadi 2 yaitu Susunan Saraf Pusat (SSP)
yaitu jaringan saraf yang dilindungi oleh tulang tengkorak dan vertebra. Susunan
saraf pusat ini terdiri atas otak (brain) dan medulla spinalis (spinal cord).Kedua
adalah Susunan Saraf Tepi (SST) yaitu seluruh jaringan saraf diluar SSP (selain
otak dan medulla spinalis), ganglia dan reseptor. Susunan saraf tepi terdiri atas
31 pasang saraf spinal dan 12 saraf kranial serta sistim saraf autonom. Sistim
saraf autonom terbagi lagi atas 2 kelompok yaitu sistim saraf simpatis yang
berjalan bersama saraf spinal segmen torakal-lumbal dan yang kedua adalah
sistim saraf parasimpatis yang berjalan bersama saraf kranial dan segmen sakral
e.

saraf spinal
Secara fungsional susunan saraf dapat dibagi menjadi 2 yaitu: Komponen
sensoris yaitu komponen saraf yang mengirim rangsang atau impuls saraf menuju
ke susunan SSP. Susunan saraf pusat menerima semua rangsangan saraf yang
berasal dari luar tubuh (eksteroseptif) dan dari dalam tubuh (interoseptif) dan
bertindak sebagai pusat integras. Komponen sensoris ini dibagi menjadi 2
kelompok yaitu: Somato-sensoris yaitu menerima rangsang atau impuls dari luar
tubuh (eksteroseptif). Viseral-sensoris yaitu menerima rangsang atau impuls dari
dalam tubuh (interoseptif). Kedua adalah komponen motoris yaitu komponen
saraf yang meneruskan rangsang atau impuls saraf dari susunan saraf pusat ke

f.

berbagai jaringan atau organ tubuh


Kelainan pada sistem saraf diantaranya strok, tumor otak, epilepsi, dll.

Sistem Persarafan/Anatomi dan Fisiologi/Fisika-FST UINAM/2016


33