Anda di halaman 1dari 2

PENJAHITAN PERINEUM

SOP

No dokumen
No Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

:
:
:
:

UPTD PUSKESMAS
KANDANGAN

Dr.Linda Tjahjono
NIP.196108051989012003

1. Pengertian

Menyatukan kembali jaringan


kehilangan darah yang tidak perlu

2. Tujuan

Sebagai acuan petugas dalam melakukan langkah-langkah


penjahitan perineum

3. Kebijakan

SK Kepala Puskesmas

4. Referensi

Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan


Dasar dan Rujukan Tahun 2013
5.1 Nald folder (Needle holder)
5.2 Suture Needle dari bentuk 2/3 circle
5.3 Pincet 1 buah
5.4 Benang
5.5 Kasa steril
5.6 Tampon
5.7 Spuit 5 ml 1 buah
5.8 Duk steril
5.9 Anestesi lokal lidokain 1%
5.10 Sarung tangan steril
5.11 Cairan desinfektan povidon iodin 10%
5.12 Kapas DDT
5.13 Lampu sorot
5.14 Neirbeken
6.1 Buat jahitan pertama kurang lebih 1 cm diatas ujung
laserasi di mukosa vagina. Setelah itu buat ikatan dan
potong pendek benang dari yang lebih pendek. Sisakan
benang kira-kira 1 cm.
6.2 Tutup mukosa vagina dengan jahitan jelujur, jahit ke
bawah ke arah cincin hymen
6.3 Tepat sebelum cincin himen, masukkan jarum ke dalam
mukosa vagina lalu ke belakang cincin himen sampai
jarum ada di bawah laserasi kemudian ditarik keluar
pada luka perineum
6.4 Gunakan teknik jelujur saat menjahit lapisan otot. Lihat
kedalam luka untuk mengetahui letak ototnya.
6.5 Setelah dijahit sampai ujung luka, putarlah jarum dan
mulailah menjahit kearah vagina dengan menggunakan
jahitan subkutikuler
6.6 Pindahkan jahitan dari bagian luka perineum kembali
ke vagina di belakang cincin hymen untuk diikat
dengan simpul mati dan dipotong benangnya
6.7 Masukkan jari ke dalam rectum
6.8 Periksa kembali

5. Alat dan Bahan

6. Langkah-langkah

tubuh

dan

mencegah

6.9 Cuci area genital dan kompres dengan kasa betadin

7. Diagram Alir

8. Hal-hal yang perlu


diperhatikan
9. Unit Terkait
10. Dokumen Terkait
11. Rekam Historis
Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai
diberlakukan