Anda di halaman 1dari 10

1. Dok, saya usia 24 tahun.

Mengalami gejala gatal mulai november

2014. Awalnya gatal biasa bentol bentol di sekitar telapak dan


punggung tangan tapi mengandung air. Sudah berobat ke dokter
umum di puskesmas dan diberi obat juga salep. Ketika obat habis, saya
beli sendiri obatnya karena sudah tahu nama obat obatnya berupa
CTM, dexametasone, hydrocortisone oral dan salep. Sekitar satu bulan
tak kunjung sembuh, saya berhenti mengkonsumsi obat dan ternyata
gatal semakin menjadi. Karena tak betah dengan rasa gatal hingga
membuat kulit lecet setelah digaruk, saya kembali berobat ke praktek
dokter umum dan diberi obat lain lagi berupa CTM, antalgin,
dipenhidramine dan salep racikan. Setelah obat habis, gatal semakin
menyebar ke seluruh tubuh. Dulu yang kalau makan telur maupun
daging tak masalah. Dalam artian, gatalnya biasa. Sekarang kalu
makan daging, udang dan telur, biarpun konsumsi obat gatalnya bukan
main. Sekarang yang saya lakukan terapi puasa, mandi air garam dan
konsumsi bratawali. Dan tidak mengkonsumsi makanan alergen. Tapi
masih sering sewaktu waktu gatal dari ringan sampai parah. Saya
harus gimana dok?
Jawaban :

Selamat malam, saya memahami apa yang sedang ibu rasakan.


Banyak sekali penyakit yang mempunyai keluhan utamanya adalah
gatal sehingga disebut sebagai The Great Imitator.

Keluhan ini

sering menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien. Secara fisiologis,


gatal merupakan reaksi peradangan yang ditimbulkan oleh tubuh jika
ada pencetus yang datang dari dalam maupun luar tubuh. Berikut akan
saya paparkan beberapa faktor yang menyebabkan gatal.
Faktor yang berasal dari luar tubuh antara lain :

1. Infeksi
Infeksi bisa menyebabkan reaksi peradangan pada tubuh yang
bermanifestasi menjadi rasa gatal. Ada beberapa penyebab infeksi,
antara lain infeksi jamur, infeksi bakteri, infeksi parasit dan infeksi
virus.
Gatal yang disebabkan oleh jamur biasanya disertai lesi/ luka
yang khas, seperti warna yang berbeda dengan warna kulit sekitarnya,
bisa lebih terang ataupun lebih gelap. Selain itu, bentuknya seperti
lingkaran sirkuler yang di sertai bintil-bintil kecil yang mengelilingi luka
tetapi tidak ada luka di bagian tengahnya. Lesi tersebut juga bisa
dikelilingi luka lain yang lebih kecil (satelit). Tempat luka lebih sering
pada daerah lipatan-lipatan tubuh dan gatal yang disebabkan jamur
biasanya lebih terasa pada saat berkeringat. Untuk memastikannya
biasanya dilakukan pemeriksaan kerokan kulit. Pengobatan dapat
diberikan anti jamur secara topikal atau secara diminum.
Gatal karena bakteri bisa terjadi di berbagai area tubuh.
Faktor resikonya antara lain kebersihan yang buruk, terpapar bakteri
dari luka lain dan imunitas yang rendah. Gatal disertai luka dan bisa
disertai nanah. Pemberian antibiotik digunakan sebagai pengobatan
dan perlu konsultasi ke dokter untuk memastikan penyakit.
Gatal karena infeksi virus biasanya disertai dengan gejala
demam, dan lukanya biasanya diseluruh tubuh. Bentuk luka bisa
berupa bintil berisi cairan yang tersebar merata. Gejala lain bisa
berupa mata belekan, batuk pilek dll tergantung jenis virusnya. Karena
sifatnya yang self-limiting disease, hampir semua sembuh sempurna
tetapi

ada

juga

yang

menimbulkan

gejala

sisa.

Pengobatan

menggunakan antivirus yang diminum dan ada yang topikal. Anti virus
yang sering dipakai antara lain asiklovir dengan dosis tertentu.

Gatal karena parasit sering terjadi pada lingkungan yang


padat, kotor, pencahayaan kurang dan sirkulasi udara yang kurang.
Parasit yang sering menjadi penyebab misalnya Scabies. Parasit ini
sering

dijumpai

pada

orang-orang

yang

tinggal

beramai-ramai

misalnya pesantren. Gejala spesifik antara lain luka berbentuk bintilbintil disela-sela jari tangan dan kaki, badan atau selangkangan, gatal
lebih terasa pada malam hari dan biasanya ada orang lain yang
menderita sakit yang sama. Ada beberapa parasit lain yang memilikki
gejala gatal juga, misalnya infeksi cacing. Infeksi cacing biasanya
terjadi pada orang-orang dengan riwayat kontak dengan tanah yang
kotor. Penggunaan obat sesuai dengan penyebab, oleh karena itu, jika
gatal menetap segera konsultasi ke dokter setempat.
2. Alergi/ iritasi
Alergi

terjadi

pada

pasien

yang

memilikki

riwayat

alergi

sebelumnya. Gejala timbul bila terkena alergen. Alergen bisa berupa


apapun, termasuk obat, sarung tangan, gigitan serangga dan lain-lain.
Pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian anti alergi seperti CTM,
deksametason,

atau

hidrokortison.

Tetapi,

obat

tersebut

hanya

menghilangkan gejala alerginya, sedangkan alergi akan tetap timbul


jika terpapar alergen lagi. Prinsip utama dalam penatalaksanaan alergi
adalah menghindari kontak dengan alergen tersebut. Tetapi, metode
desensitisasi

bisa

dilakukan

untuk

mengurangi

gejala

yang

ditimbulkan. Metode ini dilakukan dengan memberikan provokasi zat/


bahan alergen terhadap penderita mulai dari dosis kecil hingga dosis
yang lebih besar dengan tujuan mengurangi reaksi alergi jika terpapar
zat yang sama.
Iritasi karena zat/ bahan tertentu juga bisa menyebabkan gatal.
Bahan atau semua iritan tidak bisa diprediksi, lebih sering terhadap
bahan atau cairan kimia. Daerah yang gatal sesuai dengan kontak

dengan iritan tersebut. Obat yang digunakan sama seperti alergi,


seperti

CTM

dan

salep

kortikosteroid

lainnya.

Disarankan

menggunakan alat pelindung diri agar keluhan tidak berulang.


3. Kulit kering
Bila

sering

tinggal/

bekerja

di

tempat

yang

dingin

atau

kelembapan udara rendah bisa menjadi pencetus rasa gatal. Tapi tidak
disertai luka-luka atau lesi ditempat tertentu.

Faktor dari dalam antara lain :


a. Riwayat penyakit metabolik sebelumnya seperti diabetes melitus
b. Gangguan otonom syaraf
Penyakit ini lebih dikenal dengan liken simpleks kronis. Luka
yang tidak sembuh-sembuh dan lebih sering di punggung kaki atau
tangan. Gejala sering timbul jika ada stres psikis. Obat yang digunakan
bisa berupa salap kortikosteroid atau anti histamin seperti CTM untuk
mengurangi rasa gatal.
c. Kehamilan
Banyak sekali faktor yang bisa menjadi penyebab keluhan gatal
dan luka di kulit seperti itu. Diperlukan riwayat gejala dan pemeriksaan
fisik untuk lebih memastikan. Jika tidak ada perubahan setelah
menggunakan obat-obatan tertentu, disarankan untuk periksa ke
dokter. Berikan riwayat penyakit sejelas-jelasnya mulai dari sejak

kapan, lokasi gejala, awal gejala, penjalaran dan progresivitasnya, atau


riwayat minum obat atau makanan tertentu.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa


gatal, antara lain :
a. menggunakan salep hidrokortison dan anti histamin. Jika ada
infeksi sekunder sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih
dahulu karena ada beberapa indikasi dan kontra indikasi tiap
penggunaan obat. Misalnya penggunaan salep kortikosteroid
(hidrokortison) tidak boleh digunakan pada infeksi jamur
karena akan mengurangi imunitas sehingga infeksi jamur
makin meluas.
b.

mengonsumsi

obat

anti

histamin

seperti

CTM

(Chlorpheniramin Maleat). Obat ini sering digunakan dan


dikenal luas. Tapi ada efek samping menyebabkan rasa kantuk.
Untuk menghindari efek samping dari CTM, bisa digunakan
obat anti histamin golongan lain seperti cetirizine diminum
sekali sehari.
c. berjemur di sinar matahari pagi. Pancaran sinar matahari akan
menghangatkan tubuh kita sehingga rasa dingin pada kulit
hilang dan reaksi gatal juga akan menghilang.
Jika keluhan tidak ada perbaikan disarankan untuk berobat ke
dokter untuk mengetahui penyakit yang sedang diderita. Semoga
artikel ini bisa memberikan penjelasan kepada ibu, terima kasih untuk
menggunakan alodokter untuk konsultasi anda.

2. Dokter saya ingin bertanya seputar kesehatan vagina, Vagina saya sering
gatal dan kalau di tahan gatalnya semakin menjadi2, terpaksa saya garuk
biasa sampai berdarah dan di atas bagian vagina saya ada benjolan
memerah dan kalau di sentuh terasa sakit, kejadian in bru terjadi pada hr
selasa kemarin bgmna cra mengatasinya Dokter dan vagina yang gatal
saya sudah saya obati pakai sampo
Jawaban :
Selamat malam, keluhan pada daerah kewanitaan bermacam-macam
dan bisa disebabkan banyak faktor. Keluhan benjolan sendiri harus
dipastikan seperti apa benjolannya, lokasi, ukuran dan progresivitasnya.
Untuk keluhan gatal pada daerah kewanitaan disertai benjolan memerah
ada beberapa penyebab, antara lain :
-

folikulitis. Penyakit ini merupakan peradangan pada folikel rambut

oleh bakteri.
- kista bartholini. Kista ini terbentuk karena tersumbatnya saluran
kelenjar

didaerah kewanitaan. Biasanya disertai nyeri dan benjolan

memerah.
- pedikulosis/ kutu. Infeksi parasit seperti kutu pasti terasa gatal dan
jika digaruk secara berlebihan bisa menyebabkan luka/ erosi di
permukaan kulit.
- penyakit menular seksual. Penyakit ini biasanya didahului riwayat
berhubungan intim multipartner atau kurang higienis.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan,
antara lain :
- Tidak menggunakan celana ketat
- Menjaga daerah kewanitaan tetap kering dan bersih

- Tidak menggunakan obat pembersih organ kewanitaan atau


ramuan pembersih lainnya
Bila tidak ada perubahan setelah pengobatan/ gejala makin terasa,
disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Terima kasih

3. Saya mau tanya dok, saya punya anak umur 2bln dari prtma umur 1bln
sampe skrg anak saya batuk trs, udah sya bawa berobat tapi gak sembuh2
dok. Obat yg cocok bwt anak saya apa ya dok, tolong info nya yaa.
Makasih
Jawaban :
Selamat malam, saya memahami apa yang bapak/ ibu rasakan jika
anak sedang sakit. Tetapi, ada beberapa penyakit yang sebenarnya tidak
perlu kita khawatirkan secara berlebih tergantung jenis penyakit. Tubuh
kita didesain dengan mekanisme pertahanan tubuh jika ada ancaman dari
luar, salah satu mekanisme tersebut adalah batuk. Pada saat batuk, tubuh
berusaha mengeluarkan zat/ bahan iritan pada saluran nafas sehinnga
tidak mengendap di saluran nafas kita. Orang tua dituntut untuk mampu
mengenali gejala dan karakteristik batuk pada anak. Ada beberapa
penyebab batuk, tetapi sebagian besar karena infeksi. Selain itu juga bisa
disebabkan oleh alergi, atau iritasi.
Infeksi pernafasan secara garis besar ada 2 macam :
a. infeksi saluran nafas atas, seperti common cold (batuk pilek biasa),
tonsilofaringitis, atau faringitis akut.
b. infeksi saluran nafas bawah misalnya bronkiolitis, TBC, pneumonia

batuk

merupakan

mekanisme

yang

normal

tetapi

tetap

perlu

diobservasi. Apabila terjadi tanda-tanda gawat darurat, harus dibawa ke


fasilitas kesehatan terdekat atau ke RS. Tanda-tanda bahaya antara lain :
- demam diatas 38 derajat celcius terus menerus dan lebih dari 3 hari
- pasien terlihat lesu, atau lemas
- nafas cepat dan terlihat sesak disertai usaha ekstra untuk bernafas.
Usaha ekstra bisa dilihat dari otot leher atau dada saat mengambil
nafas
- bibir menjadi biru, atau ujung-ujung jari tangan dan kaki menjadi
dingin
Jenis Batuk
Pada dewasa maupun anak-anak, batuk bisa dikategorikan menjadi
batuk kering atau batuk berdahak. Batuk kering bila tidak disertai dahak, dan
biasanya terasa nyeri di tenggorokan. Sedangkan batuk berdahak, terdengar
suara grok-grok dan lendir bisa berwarna hijau, kekuningan, maupun
bercak hitam.
1. batuk disertai berat badan tidak naik-naik
Pada anak kecil dengan keluhan batuk disertai stagnansi berat badan
harus dicari penyebabnya. Apalagi jika batuk sudah 3 minggu, disertai
demam minimal 2 minggu, benjolan di leher atau lipat tubuh bisa dicurigai
infeksi TBC. Anak-anak mudah tertular TBC dan gejalanya tidak khas.
Pemeriksaan diagnosis bisa dilakukan tes mantoux, atau pemeriksaan dahak.
Pencegahan dengan imunisasi BCG pada 0-2 bulan.
2. batuk disertai mengi
Jika batuk disertai bunyi ngik-ngik dan sesak nafas bisa disebabkan
oleh asma. Diagnosis asma ditegakkan pada anak >2 tahun, pada anak <2
tahun, penyebab terbesar karena bronkiolitis karena infeksi virus. Pasien
dengan riwayat asma, biasanya terdapat riwayat alergi sendiri maupun di
keluarganya.

3. batuk menggonggong
Batuk seperti ini biasanya disebabkan oleh croup, yaitu suatu
peradangan pada larings dan trakea yang dicetuskan oleh alergi, perubahan
suhu di malam hari, atau yang paling sering adalah infeksi pernapasan atas
akibat virus. Pada anak kecil, saluran napas yang kecil akan semakin
menyempit ketika mengalami peradangan. Pita suara pun akan
membengkak
sehingga
anak
mengalami
kesulitan
bernapas.
Anak usia kurang dari 3 tahun paling sering menderita croup. Croup dapat
muncul mendadak di tengah malam, sehingga orang tua pun khawatir.
Walaupun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah, apabila anak
dicurigai mengalami croup, hubungilah dokter untuk mendiskusikan
kondisinya.
4. batuk rejan whooping
Pada batuk ini terdengar suara ingin muntah diakhir batuk.
Karakteristik batuknya terus menerus, sehingga pada saat mau mengambil
nafas terdengar suara whoop. Penyebab penyakit ini adalah pertussis yang
menyebar melalui droplet/ percikan liur batuk dari penderita di udara.
Apalagi jika anak tersebut ada riwayat tidak mendapat imunisasi DPT. Batuk
ini bahaya pada anak-anak sehingga harus segera dibawa ke dokter.
5. batuk disertai demam
Jika demam diatas 38 derajat celcius selama 3 hari, dan disertai tandatanda bahaya seperti diatas disebabkan oleh pneumonia. Pneumonia
disebabkan oleh infeksi bakteri dan bisa mengancam nyawa pada anakanak. Oleh karena itu, disarankan untuk berobat ke dokter.

Penanganan dirumah
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi
batuk pada anak kita, antara lain :
- banyak istirahat, apalagi jika disebabkan common cold
- banyak minum air putih, diusahakan yang hangat atau suhu normal. Air
putih bisa digunakan sebagai pengencer dahak alami dan mempercepat
proses penyembuhan

- jika memang riwayat asma, gunakan obat sesuai resep dokter untuk
menghilangkan gejala. Selain itu, hindari alergen tetap menjadi prinsip
- jika batuk menggonggong, diusahakan dibawa ke daerah yang hangat, atau
ada uap hangat. Bisa dilakukan dengan mengisi bak mandi dengan air
hangat, dan kita duduk didekat/ dalam ruangan tersebut
- hindari ruangan yang kering (ber-AC)
Jika keluhan tidak menghilang, disarankan untuk berobat ke dokter.
Semoga informasi ini bisa membantu permasalahan bapak/ ibu. Terima kasih
telah mempercayakan alodokter sebagai tempat konsultasi kesehatan.