Anda di halaman 1dari 2

Panelis adalah sekelompok orang yang bertugas menilai sifat atau kualitas bahan

berdasarkan kesan subyektif. Panelis dikelompokkan ke dalam enam kelompok, yaitu :


panelis pencicipan perorangan, panelis pencicipan terbatas, panelis terlatih, panelis agak
terlatih dan, panelis konsumen (Suradi, 2007). Kemampuan seorang panelis tidak bisa
muncul begitu saja tetapi perlu ada upaya untuk memunculkannya, dalam arti bahwa
seseorang mungkin telah memiliki bakat terpendam, maka perlu dilatih. Anggota panel
harus memenuhi persyaratan diantaranya adalah
1. memiliki kepekaan indrawi yang baik
2. bersedia dan memiliki waktu yang cukup untuk berlatih
3. berpengetahuan luas tentang komoditas atau produk yang diuji
4. memiliki keterkaitan pada bidang penguji
5. serta memiliki kemampuan dan ketrampilan dasar yang cukup dalam hal prinsip
analisis, sistem dan prosedur, kriteria spesifik bahan (produk) persiapan, faktor
psikologis kepekaan indrawi, komponen bahan dan pengaruhnya pada atribut sensori
bahan, hasil analisis faktornya, serta dokumen dan pelaporan atas pelaksanaan tugas
(Setyaningsih dkk, 2010).
Uji segitiga merupakan jenis tes perbedaan yang tujuannya untuk menentukan
apakah ada perbedaan sensori antara dua produk. Sebagai contoh, seorang peneliti
mungkin ingin melihat apakah mengubah satu bahan dalam resep untuk membuat
makanan tertentu produk akan mempengaruhi rasa dari produk akhir. Tiga sampel kode
yang disampaikan kepada masing-masing panelis, dan masing-masing panelis diminta
untuk memilih mana sampel mereka merasa berbeda dari dua lainnya. Ada juga sensorik
tes yang panelis harus dilatih untuk mendeteksi ambang batas rasa (seperti sebagai
penentuan konsentrasi suatu citarasa yang dapat teridentifi kasi oleh panelis ketika
diperkenalkan ke dalam produk makanan) atau memiliki panelis terlatih menggambarkan
karakteristik tertentu yang peneliti tertarik untuk mempelajari (Meilgaard et al., 1999).
Dalam uji segitiga terdapat faktor-faktor yang mempngaruhi diantaranya adalah
panelis, sampel, penyaji, ruang penyajian, ruang tunggu, dan ruang pengujian. Ruang
penyajian harus memilik alat-alar yang lengkap dan bersih. Ruang tunggu harus nyaman
sehingga panelis yang menunggu giliran pengujian dapat menunggu dengan suasana yang
nyaman. Ruang pengujian harus bersih, cahayanya bagus, dan sirkulasi udara baik. Selain
itu, faktor lain yang mempengaruhi adalah menggunakan panelis agak terlatih, sampel
disiapkan dengan baik terkait dengan ukuran sampel harus sama, kode sampel, dan lainlain.

Uji Pembedaan selain uji segitiga yaitu


1. Uji perbandingan pasangan (paired comparison test), uji ini dilakukan untuk menilai
ada atau tidaknya perbedaan antara dua produk. Dapat menggunakan contoh baku
ataupun tidak, jumlah contoh pada setiap penyajian terdiri dari dua contoh atau satu
contoh uji dengan satu contoh baku.
2. Uji duo trio, uji ini mirip dengan uji uji segitiga. Uji ini digunakan untuk
mengetahui apakah ada perbedaan di antara dua contoh. Kepada panelis disajikan 3
buah contoh dengan satu contoh adalah contoh baku dan dua lainnya adalah contoh
yang akan diuji.
3. Uji pembanding ganda (dual standard) merupakan uji pembedaan yang
menggunakan dua contoh baku. Uji ini menyerupai uji duo trio yang menggunakan
sattu contoh baku. Seperti halnya pada uji yang menggunakan contoh baku, panelis
diminta benar-benar mengetahui dan mengenal dua contoh baku tersebut.
4. Uji perbandingan jamak (multiple comparison test), uji ini digunakan untu
mengetahui apakah perbedaan diantara satu atau lebih contoh dengan contoh baku
(kontrol) dan untuk memperkirakan besarnya perbedaan yang ada. Pada umumnya,
satu contoh dijadikan sebagai kontrol atau baku dan contoh yang lain dievaluasi
seberapa berbeda masing-masing contoh dengan kontrol (Setyaningsih dkk, 2010).