Anda di halaman 1dari 15
Buku 3 Konsep PEDOMAN TEKNIS PERENCANAAN SISTEM UTILITAS RUMAH SUSUN SEDERHANA i ARTS ON Tl THE PROJECT ON THE DEVELOPMENT OF APPROPRIATE TECHNOLOGY FOR MULTI-STOREY RESIDENTIAL BUILDING AND ITS ENVIRONMENTAL INFRASTRUCTURES FOR LOW INCOME PEOPLE 1! DISUSUN ATAS KERJASAMA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN e J ICA JAPAN INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY [ Daftar tsi} DAFTAR ISI PRAKATA, 1 10. 1 12 13. 14. RUANG LINGKUP, ACUAN NORMATIF ISTILAH DAN DEFINIS| PERENCANAAN SISTEM PLAMBING PERENCANAAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA...... PERENCANAAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH. PERENCANAAN PENANGKAL PETIR PERENCANAAN LIFT PERENCANAAN KELISTRIKAN PERENCANAAN PROTEKS! KESAKARAN PERENCANAAN PENCAHAYAAN ... PERENCANAAN PENGHAWAAN PERENCANAAN SISTEM BAHAN BAKAR GAS. DAFTAR PUSTAKA USAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN, 10 10 " 14 14 14 16 {| PEDOWAN TEKS PERENCANAAN SISTEN UTILTAS RUMAH SUSUN SEDERHANA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN [ Prakata ] Pedoman Teknis Perencanaan Sistem Utilitas Rumah Susun Sederhana ini dipersiapkan oleh Pusat itbang Parmukiman bekerjasama dengan Japan intamational Cooperation Agency (JICA) dalam upaya memenuhi efisiensicdan meningkatkan hesilpembangunan bidang teknologi permukiman, khususnya pembangunan Rumah Susun Pedoman teknis ini disusun dari hasil-hasil penelitian di dalam negeri yang telah digunakan oleh masyarekat secara luas dan juga penerepan di Jepang, yang kemudian ditulis dengan format penulisan yang disesualkan dengan aturan dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengenai penulisan Standar Nasional Indonesia Pedoman 8 - 2000, dan PSN 03 - 2005. Pedoman teknis ini dapat digunakan sebagai acuan bagi perencana, pelaksana, dan pengawasan mutu dalam pembuatan rumah susun. Kami yakin bahwa pedoman toknis ini masih ada kelomahan dan kekurangannya, maka untuk Jedih menyempurnakan isinya, kami mengharapkan kepada pihak-pihak yang terkait dalam penyediaan Rusuna atau pengguna untuk memberikan masukan secara tertulis, disampaikan kepada Pusat Litbang Permukiman JI, Panyaungen Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Bandung, Mei 2007 Tim Penyusun ili | PEDOMAN TEKHIS PERENCANAAN SISTEM UTILITAS RUMAH SUSUN SEDERHANA 1. PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN, PEDOMAN TEKNIS PERENCANAAN UTILITAS RUMAH SUSUN SEDERHANA RUANG LINGKUP Rekomendasi teknis perencanaen utilitas lingkungan dan bangunan rumah susun sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah di bidang lingkungan yang mencakup perencanaan pongolahan air imbah rumah tangga, sumur resapan air hujan , dan pengelolaan sempeh, di bidang bangunan mencakup perencenaan sistem plambing , penangkal peti, Ift, kelistrikan, proteksi kebakaran, insialasi gas dapur (memesek), penghawaan, dan pencahayaan, ACUAN NORMATIF 'SNI 03-6481-2000, Sistem plambing 2000; RSNI T-01-2003, Tata cara perencenaan plambing; SNI 03 — 2398- 2002, Tata cara perencanaan tangki septik dengan sistem resapan; NI 03-2459-2002, Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan; SNI 03-2453-2002, Tata cara perencenaan sumur resapan air hujan untuk latan pekarangan; SNI 19-2454-2002, Tata cara toknik operasional pengelolaan sampah perkotaan; SNI 03-7015-2004 Sistem proteksi petir pada bangunan gedung; NI 03-6573-2001 Tata cara perancangan sistem transportasi vertikal dalam gedung (it), SNI 04.0225 -2000 Porsyaratan uum instalasilistrik (PUIL 2000); SNI 04-7018 -2004 Sistem pasokan daya listri darurat dan siaga.: SNI 03-1745-2000, Tata cara pemasangan pipa tegak dan slang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bengunan gedung ‘SNI 03-6464-2000, Tata cara penanggulangan keadaan darurat pada bangunan. SNI03-2996-2001, Tata cara porancangan sistem poncahayaan alami pada bangunan gedung ‘SNI03-6575-2001,, Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedng, ‘SN 03-6572-2001, Tata cara perancangen sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung. ISTILAH DAN DEFINISI 3.4. Airlimbah rumah tangga buangan dari proses/aktivitas rumah tangga dari Kamar manci, cuci, Kekus dan dapur 3.2. bidang tadah caerah permukaan yang menampung limpasan eir hujan, dapat berupa atap ataupun permukaan tanah yang lerkedapkan; 3.3, media kontak media tempat berkembang biak mikro organisme, dapat berupa media lokal seperti tempurung kelapa, potongan bambu, botol plastik atau bahan pabrikasi 3.4, sistem plambing jaringan pemberian air minum, penyalur air buangan dan pengaliran air hujan termasuk sambungan, alat dan perlengkapan didalam persil dan gedung yeng mempunyai ketentuan sebagai berikut; 1 |_ PEDOMAN TEHNIS PERENCANAAN UTILTAS RUMAH SUSUN SEDERHANA APRN INTERNATIONAL COOPERATIONAGENCY 35, 3.6, Ste 3.8. tangki biofilter tangki biofilter pengolanan air imbah rumah tangga dengan menggunakan media kontaktor, tangki septik suatu ruangan kedap air atau beberapa kompartamen ruangan yang berfungsi menampung dan mengelah air limbah rumah tangga dengan kecepatan alir yang lambat, sehingga memberi kesempatan untuk terjadi pengendapan terhadap suspensi benda- benda pedat dan kesempetan untuk penguraian bahan-bahan organik oleh jasad anaerobik membentuk bahan-bahan larut air dan gas. sumur resapan air hujan prasarana untuk menampung dan meresapkan air hujan ke dalam tanah utilites. prasarana dan sarana penunjeng didalam gedung maupun pers! 4, PERENCANAAN SISTEM PLAMBING Perencanaan Sistem Plambing direncanakan sesuai SNI03-6481-2000, Sistem Plambing 2000 dan RSNI 1-01-2003 , Tata cara perencanaan plambing. Perencanaan sistem plambing ini dimulai dari sistem penyediaan air minum berupa sumber air, kebutuhan air minum dan sistem nya , sistem piambing air minum, ai imban dan ven , air hujan berupa kriteria perencanean jaringan, pemilhan alat plambing, penentuaan jenis dan kepasitas, 44 2 | euKua Perencanaan sistem plambing air minum 4.4.4. Sumber air minum Secara teknis sumber air miunm, dapat dipiiih yang sangat tergantung kandisi daerah yaitu: 1). Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). dapat menyambung kalau dilokas) tersabut sudah ada jaringan distribusi air minum; 2). air tanah dalam dari segi kuantitas air tanah relatif cukup banyak , tapi dari segi kuclitas air tergantung sekali terhadap kondssi tenahnya disamping juga daerah aliran, permasalahan air tanah umumnya mengandung kadar esi, mangen cukup tingi haus, hal tersebut harus dilakukan suatu pengolahan yang sederhana; 3). airpermukaan juga harus dilakuka pemeriksaan kuslitas air baku agar dapat menentukan pengolahan apa yang dapat diterapkan, 4.4.2. Kebutuhan air minum Kebutuhan air minum seheri diperkirakan dengan menggunakan nila’ pemakaian air per hari per orang yang sesuai dengan penogunaan gecung yang direncanakan, Nilai tersebut tercantum pada Tabel 1 di SNI 03-6481-2000, Sistem Plambing 2000, untuk itu diambil untuk rumah tinggal atau rumah susun pemakaian air menggunakan pancuran 50 L/r/hr, bila menggunakan bak 100 Liorthr,, 4.1.3. Sistem penyediaan air minum Sistem penyediaan ai minum dapat dikelompokan sebagai berikut a). sistem sambungan langsung: Dalam sistem ini pipa distribusidalam gedung disambung langsung dengan pipa utama air minum, sistem ini terutama diterapkan untuk perumahan dan bangunan gedung yang kecil dan rendah; PUSAT PENELITIAN DAN PENGENBANGAN PERMUKIMAN, b). sistem dengan tangki air atas : Dalam sistem ini air ditampung lebih dahulu dalam tangki air bawah, kemudian dipompakan ke tangki air atas ©). _ sistem dengan tangki tekan : Dalam sistem ini, air yang ditampung dalam tangki air bawah dipompakan dalam suatu bejana tertutup, kemudian dialitkan ke dalam sistem distribusi 4.4.3. Jaringan pipa air minum Jaringan pipa harus direncanakan sebagai berikut a). _bagian pipa yang mendatar pada sistem pengaliran ke atas, dan ke bawah dipasang dengan kemiringan sekitar 1/300 ; b). _laju aliran air pada setiap bagian pipa harus ditentukan berdasarkan Unit Beban Alat plambing (UBAP) pada SNI 03-6481-2000 Sistem Plambing 2000 untuk masing-masing air dingin dan air panas; ©). _ukuran pipa untuk setiap bagian dari jaringan tersebut ditentukan berdasarkan kehilangan tekanan yang dijinkan atau menggunakan ekivalen tekanan pipa. 4.1.4, Peralatan sistem penyediaan air minum 4.1.44. Tangki air bawah, Tangki it bawah harus direncanakan dengen ketentuan sebagai berikut a) tangki air tidak merupakan bagian struktural dari bangunen tersebut, dan bila diletakken diluar bangunan harus kedap dan tahen terhadep beban yang mempengaruhinya b). _ tangki yang dipasang pada lantai terbawah yang berjarak dengan bak penampung air kotor atau air buangan herus tidak kurang dari S meter, ¢). _ tuang bebas disekelling tangki untuk pemeriksaan dan perawatan, disebelah atas, dinding, dan di baweh dasar tangki harus minimal 60, cm; d). _ lubang perawatan berdiamoter minimal 60 cm, dengan tutup lubang harus berada 10 cm lebih tinggi deri permukaan plat tutup tangki, ‘mempunyai kemiringan yang cukup 2). ipa keluer dari tangki dipasang minimal 20 om diatas dasar tangki; ). _konstruksitancki dan penempatan lubang pengisian dan pengeluaran air harus dapat mencegah timbulnya bagian air yang terlalu lama fiam dalam tangki 44.42, Tang air atas ‘Tangki air atas direncanakanpada ketinggian yang cukup untuk memberkan tekanan stetik pada alat plambing tertinggi divangunan tersebut, sesuai dengan persyaratan minimum 4.1.43. Tangki tekan Tangki tekan harus direncanakan dengan tekanan yang cukup untuk. memenuhi persyaratan minimum pada alat plambing terjauh dan tertingg! 42. Perencanaan sistem plambing air limbah , dan ven 4.24. Sistem pembuangan dan pengaliran Sistem pembuangan yaitu 3 | PeDOMAN TENS PERENCANAAN UTIITAS RUMAH SUSUN SEDERHANA JAPAN INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY 4 | BuKU3 422. a), d), sistem campuran, adalah pembuangan dimana air kotor dan air bekas dikumpulkan dan dialirkan ke dalam satu saluran; sistem terpisah, adalah pembuangan dimana air kotor dan air bekas masing- masing dikumpulkan dan dialirkan secara terpisah. Sistem pengaliren yaitu a), b) sistem gravitasi, adalah airbuangan yang dialirkan secera gravitesi, dengan mengatur lotak dan kemiringan pips-pipa pembuangan; sistem bertekanan, adalah air buangan yang dikumpulkan dalam bak penampung dan kemudian dipompakan keluar, dengan menggunakan pompa yang bekerja otomatik Jaringan pipa air buangan 42241 4222. 422.3. Penentuan Jenis dan Alat Plambing Penentuan jenis dan jumlah alat plambing harus mengacu pada Rekomendas! teknis Nasional Indonesia No, 03-6481-2000, Sistem Plambing — 2000, Ketentuan Umum Pipa Pembuangan Pipa pembuangan dengan ketentuan berikut ini a). _ukuran minimum pipa cabang mendatar, harus mempunyai ukuran ‘minimal sama dengan diemeter terbesar dari peranokep alat plambing yang dilayaninya, Diameter parangkap dan pipa pengering alat lambing yang tercantum dalam Tabe! 8; di SNI03-6481-2000, Sistem Plambing 2000; b). _ukuran minimum pipa tegak, haus mempunyai ukuran minimal sama dengen diameter terbesar cabang mendatar yang disambungkan ke pipa tegak tersebut ; ©). pengecilan ukuran pipa tidak boleh dalam arah air buangan, Pengecualian hanya pada kloset, dimana pada lobang keluarnya dengan diameter 100 mm dipasang pengecilan pipa 100x75 mm. Cabang mendatar yang molayani satu kloset harus mempunyai diameter minimal 75 mm, untuk dua kloset atau lebih minimal 100 mm, 4). __pipa di bawah tanah, adalah pipa pembuangan yang ditanam di daiam tanah atau di bawah lentai bawah harus mempunyai ukuran minimal 50 mm; ©). _ interval cabang adalah jerak pada pipa tegak antara dua tik di mana cabang mendatar disambungken pade pipa tegak tersebut, jarak ini minimal 2,5 m. Ponentuan nilai unit boban alat plambing Penentuan alat plambing sebagi berikut ini a). nilai unit beban alat plambing (UABP) untuk berbagal jenis alat plambing dapat dilihat pada Tabel 9 buku SN! 03-6461-2000 Sistem Plambing 2000; b). aliran air buangan menerus (tetap) atau terputus-putus (periodik), seperti yang keluar dari pompa, ejector, mesin pendingin dan sebagainya, maka untuk setiap laju aiiran 3 Limenit diberikan Unit alat plambing, oF 43. PUSAT PENELITIAN DAN PENGENBANGAN PERMUKMAN. 4.2.24, Penentuan ukuran pipa pembuangan Penentuan ukuran pipa pembuangan berikut int : a). _ukuran pipa pembuangan ditentukan berdasarkan jumlah beban unit lat plambing meksimum yang dijinken untuk setiap diameter pipa, b) —_ukuran pipa offset ditentukan sasuai dengan SN| 03-8481-2000 Sistom Plambing 2000 423. Sistem ven Ukuran pipa ven dideserkan pada unit beban alat plambing dari pada pembuangan yang dilayaninya, dan panjang ukuran pipa ven tersebut.bagian pipa ven mendatar, tidak termasuk bagian “pipa ven di bawah lantai’, tidak boleh lebih dari 20% dari seluruh panjang ukurannya, Perencanaan sistem pembuangan air hujan 43.1. Ketentuan Umum Gocung harus mempunyai perlengkapan drainase untuk menyalurkan air hujan dari atap dan halaman atau pekarargan dengan pergeresan di delam persil ke saluran alr hujen koa atau saluran pernbuangan campuran kota. Pada daereh yang tidak terdapat saluran tersebut, Setiap persil berhak menyalurkan air hujen ke saluran air hujan kota 43.2. Sistem pembuangan air hujan Rusunawa mempunyai periengkapan drainase untuk menyalurkan air hujan dari alap ke sumur resapan air hujan dan halaman atau pekarangan dengan pengerasan di dalam persil ke saluran air hujan kota atau saluran pembuangan ‘campuran kota, 433. Drainase atap Drainase atap dengan ketentuan sebagai berikut aj. _drainase atap harus kedap air, bj). _seringen harus dipasang pada lubang talang tegak. Saringan harus menonjol sekurang-kurangnya 10 cm diatas permukaan atap atau ‘alang datar diukur dari lubang masuk talang tegak. Jumiah luas lubang saringan tidak boleh lebih kecil dari 1,5 kaliluas penampang talang tegak. Saringan pada geladak tempat menjemur, parkir atau tempat sejenis itu dapat digunakan jenis, saringan yang dipasang rata dengan permukean gelacak, untuk jonis saringan itu jumlah luas lubangnya idak boleh kurang dari 2 kali luas. penampang talang tegak. PERENCANAAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA 5A. 5.2, ‘Sumbor air limbah rumah tangga ‘Sumber air limbah rumah tangga dari kamar mandi, tempat cuci, dapur dan toilet/kakus. Air imbah rumah tangga jika dilihat dari sumbemya ada dua macam: 2). _ airlimbah rumah tangga yang bersumber dar’ toilet/kakus (black water) b). air imbah rumah tangga non kekus/mandi dan cuci (grey water) Pengolahan air limbah rumah tangga Pengolahan air limbah rumah tangga (ALRT) di rumah susun dapat dipilih dengan alternatif antara lain 5 | PeoomaN TEKS FERENCANAANUTLITAS RUMAH SUSUN SEDERHANA {JAPAN INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY 53. 5A, 55, 8 | euxua a]. __tangki septix dengan bidang resapan, untuk sistem ini sangat tergantung dengan kondis' tanah dan luas tanah yang diperluken; bj. tangs! septk upfiow fier diperagunekan apabila daya resap tanah Kurang bak atau apabila air tanahnya ting, ©). _ tangki biokontaktor; dd). tengatiran langsung ke rioo! kota. Perencanaan tangki septik dengan bidang resapan Perencanaan tangki septik dengan bidang resapan, dapat mengikuti SNI 03-2398- 2002, = Tata cara perencanaan tangki septik dengan sistem resapan Untuk membuat tangki seplik yang baik sehingga tidak mencemari air dan tanah di sekitarnya, maka beberapa hal perlu diperhatiken antara lain: a). dinding tangki septik hendaknya dibuat dari behan yang rapat air; bj). untuk membuang air keluaran (effluent) dari tangki septik perlu dibuatkan daerah peresapan; ), _ tangki septk ini direncanakan untuk membuang Kotoran rumah tanga dengan jumlah air limban antara 70 — 90 % dari volume penggunaan ait bersin: d},_waktu tinggal air limbah ci dalam tangki diperkirekan minimal selama 24 jem: fe}. besarnye ruang lumpur diperkirakan untuk menampung lumpur yang dihesikan dari proses pengolahan dengan banyaknya lumpur sebesar 20 - 45 liter/orang/ tahun, sedangkan waktu pengambilan lumpur diperhitungkan minimal selama 2 - 4 tahun; 1), lantai dasar tangki septik harus dibuat miring ke arah ruang lumpur, g._pipa air masuk ke delam tangki septik hendaknya selalu lebih tinggi lebih kurang 2,5 om dati piga air keluar, hj. tangki septik hendaknya dilengkapi dengan lubang pemeriksaan dan lubang penghawaen untuk membuang gas hasil penguraian; i), untuk menjamin terpakainya bidang peresapan, maka diperlukan pipa udara dan polepas tekanan agar pengaliran ke bidang resapan dapat mengalir secara terus- Porencanaan tangki septik dengan upflow fi r ‘Untuk perencanaan ‘angki septik sesual dengan SNI 03-2398-2002, -Tata cara perencanaan tanoki seplik dengan sistem resapan, sedangkan untuk filter dapat dengan spesifikasi berikut ini a). Media saringan terdiri dari batu krikil berdiameter antara ( 2, lapisan media sekurang-kurangnya 75 cm 3,0.) om dan tinggi bd). Kriteria perencanean — Waktu detensi b - 12 jam = Pembebanan hidraulik : 4- 3m? m? / he = Pembebanen organic : 0,2 - 0,4 BOD J m’/ hr Perencanaa tangki bikontaktor/'biofiter Perencanaan tangkibiokoniaktor sesuai dengan Pd T-04.2008 C, Tala Cara Perencanaan dan Pemasangan Pengolahan Air Limbah Rumah Tanga dengan Tangki Biofiter PUSAT PENELITIAN DAN PENGENBANGAN PERMUKIMAN, Sistem Tangki Biokontaktor merupakan pengembangan dati sistem Tangki septik yang terdiri dari dua atau lebih kompartemen yang dilengkapi dengan media kontak guna mempercepat proses perkembang biakan bakteri. Persyaratan teknis tem tangki biokontaktor sebagai berikut: a). _ tangki harus dibuat dari bahan yang kedep air, b). Media kentakharus dipih dari bahan yang tahan air imbah(yang telah diujicobakan berupa tempurung kelapa, potongan bambu dan bekas betel yakul}; ©). pengaiiran air imbah melalui pipa inlet dan out let harus kontunye d). media kotak ditempatkan pada ruangan/kompartemen khusus setelah pengendapan ©). waktu kantak (Detention time) yang dipertukan 12 - 36 jam; )._ perlu dilakukan pembibitan dari lumpur tinja/sampah yang sudah matang, PERENCANAAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN 6A. 62, 63, Persyaratan Umum Persyaratan umum sebagai berikut, a). sumur resepan air hujan diteripatkan pada lahan yang relat datar, ), air yang masuk ke dalam sumur resapan adalah air hujan yang tidak tercemar; ©). penempatan sumur resapan air hujan harus mempertimbangkan keamsnan bangunan sekitanya; d). _harus memperhatikan peraturan daerah setampat; ). _hal-hal yang tidek memenuhi ketentuan ini harus disetujul instensi yang berwenang, Persyaratan teknis, Persyaratan teknis berupa : bentuk dan ukuran, bahan dan konstruksi, tipe konstruksi, kedalaman air tanah, permeabilitas tanah, jarak terhadap bangunan, perhitungann den, penentuan sumur resapan air hujan (SRAM) dapai mengacu ke SN! 03-2459-2002, ‘Spesifikas! sumur resapan ar hujan untuk fanan pekarangan, SNI 03-2453-2002, Taia cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk fahan pekarangan. Langkah-langkah perencanaan sumur resapan air hujan Langkah-langkah dalam pembuatan sumur reszpan air hujan adalah sebagai berikut 7 | PeDOMAN TEHNIS PERENCANAAN UTLITAS RUMAH SUSUN SEDERHANA LIAPAN INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY A Kedalaman se Sm tidak eee tie poe aN A