Anda di halaman 1dari 19

Akses masuk ke toilet melalui selasar

yang kemudian dibagi menjadi 2


sirkulasi ke area toilet wanita dan lakilaki.

Di dalam Kebun Binatang


Surabaya ini terdapat
beberapa toilet yang tersebar
di area yang dapat dijangkau
oleh pengunjung. Toilet yang
akan dibahas terletak dekat
dengan musholla dan
cafetaria, sehingga
memudahkan akses
pengunjung

Elemen softscape
Elemen hardscape yang terdapat
pada toilet KBS ini yaitu tempat duduk
dan lantai keramik sebagai akses
jalan pengunjung

Elemen softscape terdapat di


sekeliling toilet, pepohonan
yang ditanam di sekeliling
toilet memberikan efek positif
yang difungsikan sebagai
penghijauan

Sirkulasi pengunjung wanita


Sirkulasi pengunjung laki-laki

Arsitektural
Pada bentuk bangunannya
terlihat tidak ada yang menarik.
Bentuknya terlalu monoton
dengan bentuk persegi panjang

Struktur

Bentuk atap
menggunakan atap
perisai yang memakai
material genteng.

Utilitas
Sistem pencahayaan
menggunakan cahaya
buatan (lampu) di area dalam
kamar mandi, sedangkan
untuk area koridor
menggunakan cahaya alami .

Sistem penghawaan pada


toilet menggunakan
penghawaan alami, dengan
menerapkan dinding yang
tingginya 1.5 m
Terdapat beberapa tempat
sampah, baik di dalam area
toilet maupun di luar area
toilet

Tidak terdapat aksen-aksen


yang menarik. Hanya
menonjolkan warna dinding.
Sehingga dari jarak yang jauh
dapat terlihat jelas

Sistem strukturnya
menggunakan
struktur beton
Tandon air berada di dekat toilet, air ini
disalurkan ke toilet melalui pipa belakang,
namun penampatan tandon dan selang air
tidak tertata dengan baik.

Kamar mandi asrama


menggunakan dinding bata,
diplester dan dicat polos
warna kuning, bagian bawah
dinding diberi lapisan keramik
dengan ukuran 20x20 cm
berwarna biru muda polos.

Plafon toilet dibiarkan


terbuka terlihat
rangka atap kayu
yang dicat coklat dan
atap dari asbes.

Toilet KBS ini berukuran 1 x 1.5 meter. Dan


memiliki ketinggian 2.2 m Fasilitas di
dalamnya ada WC jongkok dan bak mandi.
Lebar koridor toilet 1 m, sebaiknya
ukuran koridor diperbesar dan dilengkapi
dengan wastafel di

Lantai kamar mandi menggunakan


keramik tegel berukuran 20x20 cm
yang berwarna abu-abu.

Selasar toilet
tinggi dinding
hanya 1.5 m.
Hal ini
diterapkan agar
pencahayaan
dalam koridor
dapat maksimal.

Pola Ruang
Pola organisasi ruang yang
diterapkan pada toilet ini
yaitu organisasi ruang
linier yang ciri utamanya
adalah terdiri dari
sederetan ruang, terdiri
dari ruang-ruang yang
berulang, serupa dalam
ukuran, bentuk dan fungsi.

Saran
Pemanfaatan ruang luar
agar menyatu dengan toilet
diterapkan dengan
penggunaan material kaca
sebagai dinding, agar
ruang luar dari toilet yang
didesain dengan taman
dan kolam dapat terlihat
dari dalam. Sehingga toilet
terkesan sejuk

Toilet sebaiknya dilengkapi


dengan fasilitas wastafel dan
urinoir (untuk toilet laki-laki).
Ukuran disesuaikan dengan
standar toilet.

Arsitektural
Pada bentuk bangunannya terlihat
tidak ada yang menarik. Bentuknya
terlalu monoton dengan bentuk
bangunan terlihat seperti bentuk
trapesium.

Struktur

Bentuk atap menggunakan atap


perisai yang memakai material
genteng.

Utilitas

Sistem pencahayaan
pada toko souvenir ini
menggunakan cahaya
alami, karena terdapat
bukaan besar dari
jendela. Sehingga lampu
yang disediakan tidak
digunakan.

Sistem penghawaannya
juga menggunakan
penghawaan alami,
namun tidak terdapat
ventilasi di dalam toko
souvenir.
Tidak terdapat aksen-aksen yang
menarik. Bangunan toko souvenir
ini lebih menonjolkan warna,
penggunaan warna yang mencolok

Sistem strukturnya
menggunakan struktur beton

Toko souvenir ini


menggunakan dinding bata,
diplester dan dicat polos
warna putih

Plafond toko souvenir ini


juga berwarna putih
polos. Di plafondnya
terdapat beberapa kabel
yang tidak terpakai yang
mengganggu estetika

Aktivitas dalam ruang


Pengunjung masuk

Pengunjung melihat rak display


(mengambil barang)

Lantai toko souvenir ini


menggunakan keramik berukuran
30x30 cm yang berwarna putih.
Terdapat keramik kecil berwarna
hitam sebagai ornamen agar tidak
terlalu polos. Karena semua elemen
pokok interior menggunakan warna
putih.

Lantai pada selasar


menggunakan keramik
berwarna hijau
berukuran 30 x 30 cm,
dan dipasang dengan
sudut 45

Pengunjung membayar di kasir

Plafond pada selasar


toko souvenir
berwarna putih polos

Pada bagian depan


terdapat 3 jendela mati
dengan ukuran cukup
besar yaitu 90 cm. Bukaan
jendela tersebut dapat
memaksimalkan cahaya
masuk ke dalam bangunan

Arsitektural

Pada bentuk bangunannya terlihat


tidak ada yang menarik. Bentuknya
terlalu monoton dengan bentukan
bangunan persegi.

Tidak terdapat aksen-aksen yang


menarik.

Struktur

Bentuk atap menggunakan atap


perisai yang memakai material
genteng.

Sistem strukturnya
menggunakan struktur beton

ANALISA TATA LAHAN


Site ini bernama willebroek administrative building yaitu kantor administrasi yang berada di Belgium. Luas dari bangunanini adalah 4850m, yang
mana sudah cukup untuk kantor administrasi dengan 3 lantai.
Akses masuk menuju ke gedung ini adalah
melalui main entrancenya , sirkulasi ini
diperuntukkan bagi orang dan juga main
entrance ini juga bisa digunakan sebagai drop
off karyawan/klien yang akan masuk ke
bangunan ini

Sirkulasi Kendaraan, Orang dan Barang

Penataan massa bangunan

Bangunan berada di titik pusat kota


tetapi penataan massa bangunan ini
kurang strategis karena berada di
tengah perumahan yang padat.
Penataan massa bangunan dengan
tata ruang luarnya cukup optimal
dilihat dari batas belakang dari site
yang merupakan taman, selain itu
taman di belakang site juga
berfungsi sebagai penghijauan

Sirkulasi orang berada di satu


titik yaitu di pintu utama(1)
menuju ke site. Jalan untuk
menuju sitepun kecil karena
hanya one way. Dan untuk
sirkulasi kendaraan dan
barang bisa lewat side
entrance yang berfungsi untuk
parkiran.

Elemen softscape dan hardscape

Penataan vegetasi di
site ini sangat sedikit
hanya
menggunakan
rumput dengan tinggi 615cm yang terdapat di
belakang site.
Perkerasan di bagian
belakang
berupa
keramik unglazed(matte)
yang juga berfungsi
sebagai pemisah antara
taman
dengan
pedestrian.

Signage di bagian main


entrance
ini
berfungsi
sebagai nama kantor ini
sendiri
dan
sebagai
penerangan pada malam hari
Di belakang signage terdapat
sebuah pot beton yang
berfungsi sebagai tanaman.
Pemisah antara jalan dengan
pedestrian
adalah
menggunakan beton berpola
keramik.

Penataan vegetasi di site ini sangat minim sekali karena


letak site yang berada di iklim yang dingin jadi tidak
memerlukan banyak vegetasi, pohon yang digunakan pun
hanya pohon hias di ruang luar dengan rumput rumput yang
kecil untuk bagian bawahnya.

Untuk tempat duduk yang


berada
diluar
ini
menggunakan beton yang
berfungsi sebagai tempat
bersantai. Pada bagian ini
terlihat adanya pembatas
antara taman dengan
bangunan
yaitu
menggunakan beton yang
ditata layaknya keramik.

ANALISA BENTUK
Arsitektural

Struktur

Bentuk bangunan
terlihat sangat
sederhana seperti
box besar ebrada
dibawh sedangkan
box yang kecil di
letakkan diatas dan
seterusnya.
Tetapi warna dari
bangunan ini
memperlihatkan
kesan modern tetapi
ada nuansa klasik
didalamnya.

Bentuk dari bangunan ini


menggunakan model minimalis yaitu
berbentuk kotak kotak, tidak banyak
ornamen, memiiki banyak bukaan
berupa jendela warna cenderung ke
warna dasar.
Finishing berupa cat dari bangunan
ini berwarna cokelat muda dengan
perpaduan cokelat yang bermotif
kotak kotak. Tujuan penggunaan
motif kotak kotak ini karena
bangunan di sekitar banyak yang
berbentuk kotak kotak.
Kaca dari bangunan ini tidak
terlalu gelap dan tebal karena
site yang berada di iklim dingin
dan juga tidak terdapat
overstek pada atas kaca
karena sinar matahari tidak
terlalu kuat.

Struktur dari bangunan ini menggunakan pondasi plat


setempat.
Bangunan ini terdiri dari 4 lantai yaitu basement yang
diperkuat dengan dinding beton, lantai 1, lantai 2,
lamtai 3 dan roof top.

Roof top bangunan


ini menggunakan
beton sebagai plat
decknya dan
keramik sebagai
penutup.

Bangunan ini
menggunakan
dinding beton
dengan finishing cat.
Dinding pembatas
juga menggunakan
beton dengan
finishing keramik
unglazed/matte.

ANALISA BENTUK
ME dan Utilitas

Untuk meminimalisir penggunaan sistem


pencahayaan alami bangunan ini mengantisipasinya
dengan membuat bukaan berupa jendela sebanyak
banyaknya agar sinar matahari bisa masuk ke dalam
ruangan dengan optimal.

Pada siang hari pencahayaan di dala ruangan sangat


bagus yang berasal dari pencahayaan alami dari
jendela. Dan jika malam hari akan menggunakan
lampu TL di masing masing meja kerja untuk
mendapatkan pencahayaan yang optimal pula.

Agar sistem mechanical dan electrical berupa kabel


dan sambungannya tidak terliat dan tertata rapi maka
di buat ruang di plafond yang khusus untuk
meletakkan sistem ME.

Dibagian tangga juga terdapat penerangan yaitu


menggunakan lampu tanam pada dinding untuk
penerangan sekaligus untuk estetika.

ANALISA RUANG
Program Ruang

Balkon di tiap tiap lantai digunakan


sebagai green roof agar lingkungan
sekitar tetap bersih dan bangunan
menjadi lebih nyaman dengan adanya
unsur penghijauan di dalam bangunan.

Pada bagian basement berfungsi


sebagai tempat parkir(1) dan ruang
kontrol untuk ME(2).

Di ground floor terdapat main


entrance(1) yang langsung
menghubungkan dengan
recepcionist(2), lalu di sebelah kanan
adalah tempat kerja para karyawan(3).
Penataan ruang yang saling terhubung
membuat aktivitas didalamnya menjadi
nyaman dan optimal.

Di lantai 3 ini terdapat cafetaria.


Cafetaria diletakkan di lantai paling atas
supaya para karyawan melepas lelah
mereka dengan beristirahat dan makan
sambil melihat pemandangan yang
bagus dari lantai 3.

ANALISA RUANG
Interior

Dinding di bangunan ini menggunakan


beton dengan finishing berupa matrerial
yang memiliki motid seperti kayu.

Untuk lantai dari ruang ini


menggunakan bahan dasar
marmer yang sudah diberi
lapisan supaya mengkilat.

Di sini juga terdapat dinding


partisi yang terbuat dari
multiplex dengan finishing
kayu.

Untuk bagian lantai pada


receptionist menggunakan
keramik matte yang memiliki
tampilan yang sama seperti
dindingnya.

Plafond dari kantor ini menggunakan beton


bertulang yang juga berfungsi sebagai plat
deck untuk lantai selanjutnya.
Terdapat juga sebuah kotak yang berada di
plafond yang memiliki fungsi sebagai tempat
ME dan ventilasi udara.

Pintu masuk dari toilet melalui


koridor yang di desain dengan
konsep safari, penerapan
elemen dinding dan lantai
yang diberi gambar
pepohonan dan hewanhewan.

Di dalam toilet kita dibuat seakanakan berada di halaman luar dengan


kandang burung sebagai objekya,
ketika kita mencuci tangan di wastafel
akan disuguhi dengan pemandangan
burung-burung. Karena dinding dibuat
dari material kaca, jadi pengunjung
dapat melihat aktivitas di depan
wastafel

Toilet Batu Secret Zoo


menerapkan konsep safari
pada toiletnya, terlihat
adanya gambar-gambar
kebun dan hewan di
dindingnya.

Di dalam toilet juga


terdapat vegetasi
dalam media pot
untuk menunjang
konsep yang
diinginkan. Tempat
sampah pun dibuat
sesuai tema
dengan
menggunakan motif
safari.

Positif
Aspek positif yang terdapat di toilet ini
yaitu konsep yang disesuaikan
dengan kebun binatang, konsep
tersebut diterapkan pada dinding,
lantai dan elemen-elemen penunjang
lainnya. Pemanfaatan kandang
burung sebagai point of view di dalam
ruang sangat baik.

Di dalam toilet kita juga


disuguhi dengan pemandangan
dinding yang dibuat seakanakan kita berada di alam luar
(padang pasir) dengan latar
gambar padang pasir beserta,
pohon kaktus dan ular