Anda di halaman 1dari 4

I.

PROGRAM MALARIA
1. MASALAH:
a. Pengamatan epidemiologi (PE) dimana kendala alamat penderita sulit
ditemukan karena alamat yang di dapatkan tidak lengkap.
b. Untuk pasien yang positif malaria setelah selesai meminum obatnya,
pasien tidak berkunjung kembali ke puskesmas untuk diperiksa kembali
darah.
c. Disaat pembagian kelambu banyak masyarakat yang tidak mau
mengambil kelambunya dengan alasan panas dan berbagi alasan lainnya.
2. RENCANA TINDAK LANJUT
a. Lebih meningkatkan kerjasama dengan pihak terkait yaitu rumah sakit.
Agar data yang diperlukan lebih jelas dan akurat.
b. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memeriksa
kembali darah pasien yang setelah minum obat agar dapat diketahui tidak
atau masih adanya plasmodium di tubuh.
c. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan
kelambu.

II. PROGRAM DIARE


1. MASALAH
Tidak ada air minum untuk demo oralit kepada setiap penderita diare.
2. RENCANA TINDAK LANJUT
a. Lebih tingkatkan penyuluhan dalam gedung dan diluar gedung.
b. Permintaan dana untuk demo oralit kepada setiap penderita diare,
c. Melakukan pengamatan epidemiologi (PE) di kelurahan penderita
terbanyak.

III. PROGRAM ISPA


1. MASALAH
Masih kurangnya kunjungan penderita dengan kasus pneumonia di
puskesmas.
2. RENCANA TINDAK LANJUT
a. Melakukan pengamatan epidemiologi (PE).

b. Melakukan care seeking


c. Lebih tingkatkan promosi tentang pneumonia.
d. Pengambilan data di dokter praktek, rumah sakit.
IV. PROGRAM TB
1. MASALAH
a. Penemuan penderita baru BTA+ masih kurang.
b. Masih ada penderita TB paru BTA+ tidak konfersi.
c. Masih ada penderita TB yang putus obat.
2. RENCANA TINDAK LANJUT
a. Melakukan survey PMO
b. Motivasi pasien agar teratur minum obat dan rujuk pasien untuk
melakukan pemeriksaan TB MDR di RSUD
c. Kerjasama dengan lintas sector dan lintas program untuk melakukan
penjaringan dan pelacakan di 8 kelurahan.
d. Laporan ke wanor TB dinas kesehatan dan pemberian OAT ke II.
V. PROGRAM SURVEILANDS
I.
CAMPAK
1. MASALAH
a. Masih ada penderita campak yang belum di pengamatan
epidemiologi karena alamat tidak jelas.
b. Masih ada penderita campak yang belum diambil serum darah.
c. Tidak ada dana
2. RENCANA TINDAK LANJUT
a. Lebih tingkatkan lagi kerjasama dengan rumah sakit.
b. Adanya kerjasama dengan petugas analis untuk pengambilan
serum darah.
c. Membutuhkan dana
II.

VI.

DBD
1. MASALAH
Masih ada penderita DBD yang tidak dilakukan larvasida dan foging.
2. RENCANA TINDAK LANJUT
a. Permintaan ke dinas kesehatan bubuk abate.
b. Permintaan foging ke dinas kesehatan.
IMUNISASI
1. MASALAH

a. Sasaran bayi di kelurahan tanah raja dan muhajirin kurang (target


lebih tinggi dari sasaran).
b. Pencatatan dan pelaporan di bidan kelurahan masih kurang baik,
sehingga pentabio 4 dan campak 2 banyak yang di imunisasi tapi
pelaporannya tidak ada.
2. RENCANA TINDAK LANJUT
a. Di akhir tahun sasaran memakai sasaran rill.
b. Tahun 2017 akan membuat buku registrasi masing-masing yang
dipegang oleh bidan kelurahan.

VII.

HEPATITIS
1. MASALAH
Belum ditemukan penderita hepatitis di puskesmas.
2. RENCANA TINDAK LANJUT
a. Sosialisasi untuk masyarakat umum.
b. Prioritas pasien ibu hamil untuk pemeriksaan hepatitis.
VIII. IMS DAN HIV & AIDS
1. MASALAH
Kurangnya kunjungan penderita ke puskesmas.
2. RENCANA TINDAK LANJUT
Lebih tingkatkan penyuluhan tentang IMS dan HIV & AIDS
IX.
KESEHATAN LINGKUNGAN
1. MASALAH
a. Dokter poli tidak perna merujuk pasien dengan diagnose
penyakit berbasis lingkungan ke klinik sanitasi.
b. Masih ada masyarakat yang tidak mau rumahnya di
inspeksi sanitasi (kunjungan rumah).
c. Masih ada rumah makan, salon pangkas rambut yang tidak
mau diperiksa.
d. Di blanko laporan baru, ada isian untuk pemeriksaan rumah
sakit dan tempat ibadah dibutuhkan surat dari puskesmas.
e. Terbatasnya abate.

2. RENCANA TINDAK LANJUT


Kerjasama dengan semua kru P2PL (Lintas Program).

X. P2 KUSTA
1. MASALAH
Jumlah penderita kusta berjumlah 3 penderita sampai dengan triwulan III
sementra belum ada masalah.
2. RENCANA TINDAK LANJUT
Kegiatan RVS tetap dilakukan tujuannya penemuan dini penderita kusta.
Supaya segera ditangani untuk pemutusan mata rantai penularan.
RENCANA TINDAK LANJUT P2PL secara keseluruhan yaitu:
Pada saat melaksanakan kegiatan lintas program harus breafing terlebih dahulu setiap
tanggal satu sampai tiga bulan berjalan.