Anda di halaman 1dari 12

Kewenangan Klinis (Clinical Privilege)

NO
1
a.
b.
c.
d.
e.
2
3

1
a.
b.
2

a.
b.
3
4
5
6
7
a.
b.
c.
8
9
a.
b.
10
a.
b.
c.
11
12
a.
b.
c.
13
14
15
a.
b.
17
13

14
a.
b.
c.
d.
15
16
a.
b.
c.
d.
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

35
36
37
38

Kewenangan Klinis (Clinical Privilege)

JENIS PELAYANAN
Mampu menyiapkan rencana kegiatan
Mampu menyiapkan dan menyusun pereangkat lunak dalam rangka menjamin
tercapainya pekerjaan kefarmasian yang optimal, terpadu dan berkesinambungan.
Mampu membuat kerangka acuan
Mampu menelaah atau mengkaji data-data
Mampu membuat rencana kegiatan
Mampu menyajikan rancangan kegiatan
Mampu mengklasifikasi perbekalan farmasi sesuai dengan skala prioritasnya
Mampu menentukan/menetapkan jenis perbekalan farmasi

Mampu menerapkan praktik kefarmasian secara legal dan profesional sesuai kode etik
Mampu memberikan informasi yang tepat, jelas dan tidak bias terkait keamanan obat
dan alat kesehatan yang digunakan pasien
Ketepatan penjelasan obat yang akan dibeli pasien secara mandiri
Mampu mengelola informasi yang ada dalam diri untuk dikomunikasikan

Melakukan komunikasi informasi yang relevan


Verifikasi bahwa informasi yang diberikan telah diterima dan dipahami
Melakukan komunikasi dengan pasien sesuai kondisi pasien
Melakukan komunikasi dengan tenaga kesehatan sesuai dengan area kompetensinya
Mampu menunjukkan bentuk komunikasi tertulis dalam Rekam Medis (Medical Record)
atau Rekam Kefarmasian (Medication Record)
Mempersiapkan sarana dan prasarana dan kelengkapan baik fisik maupun individu yang
akan terlibat dalam konseling
Melaksanakan konseling farmasi
Melakukan identifikasi masalah kepatuhan obat pasien
Menjelaskan dan diskusi masalah kepatuhan obat
Melakukan evaluasi pemahaman materi konseling oleh pasien
Membuat dokumentasi permasalahan penggunaan obat dan kegiatan yang dilakukan
Mampu melakukan penelusuran riwayat pengobatan pasien (patient medication history)
Menelusuri riwayat pengobatan pasien dari Rekam Medis ( Medical Record) atau Rekam
Kefarmasian (Medication Record) atau rekam pengobatan (Patient Medication Record)
Menelusuri riwayat pengobatan pasien berdasarkan informasi dari pasien atau tenaga
kesehatan yang terlibat
Mampu melakukan Tinjauan penggunaan obat pasien
Mengetahui farmakologi obat yang dipilih (mekanisme kerja, dosis, indikasi, kontra
indikasi, efek samping, interaksi obat)
Mempertimbangkan kesesuaian pilihan obat dengan kondisi penyakit pasien
Menerapkan pedoman terapi atau Evidence Based Medicine (EBM) dalam evaluasi
penggunaan obat pasien
Analisis Drug Terapeutic Problems (DTPs) faktual maupun potensial pada proses
pengobatan yang sedang berlangsung
Mampu memberikan dukungan kemadirian pasien dalam penggunaan obat
Pemberian motivasi supaya pasien patuh terhadap pengobatan untuk menunjang
keberhasilan terapi
Pemberian penjelasan obat kepada pasien
Penggalian permasalahan yang ada pada pasien terkait penggunaan obat dan pemberian
solusinya
Membantu pemahaman pasien mengenai terapi obat
Menjaga dokumen pengobatan pasien akurat dan terkini konsisten dengan standar
profesional dan kesepakatan lokal
Mampu Monitoring Efek Samping Obat (MESO)
Pemberian informasi baik kepada tenaga kesehatan lain, pasien dan keluarga pasien
terkait pentingnya pelaporan kejadian tidak diharapkan seputar penggunaan obat
Pengumpulan data terkait kemungkinan terjadinya efek samping obat (meliputi: obat,
penyakit dan pasien) melalui rekam medis, wawancara dll
Menerima dan melakukan klarifikasi laporan efek samping obat dari pasien maupun
tenaga kesehatan lain
Melakukan dokumentasi MESO yang dilaporkan beserta penyelesaian masalah
Melakukan dokumentasi dan pelaporan efek samping obat atau alergi

Mampu melakukan Evaluasi Penggunaan Obat


Menyusun berbagai indikator dan kriteria evaluasi serta penetapan standar pembanding
Menganalisa/evaluasi data yang telah diperoleh terhadap efektifitas penggunaan obat
Menganalisis data yang telah diperoleh terhadap efek yang tidak diinginkan
Mendokumentasikan kegiatan evaluasi penggunaan obat yang telah dilakukan sesuai
kenyataan
Melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait
pengobatan mandiri
Mampu melakukan penilaian resep
Memeriksa keabsahan resep
Melakukan klarifikasi permintaan obat
Memastikan ketersediaan obat
Melakukan identifikasi ketersediaan obat
Mampu menjelaskan cara pengadaan yang berpengaruh terhadap ketersediaan obat
sesuai peraturan perundangan yang berlaku
Mampu menjelaskan kepada dokter maupun pasien mengenai keterlambatan pelayanan
karena ketersediaan secara profesional
Evaluasi obat yang diresepkan
Mampu menjelaskan kegunaan obat dalam terapi, atau segera mencari informasi terkait
obat
Mampu menjelaskan alasan obat yang diresepkan untuk pasien
Mampu menjelsakan data umum pasien (umur, kondisi sakit, berat badan, alergi,
hamil/menyusui), aspek formulasi (penggunaan pengawet, stabilitas, sterilitas) dan aspek
obat (bioavailabilitas, farmakokinetik, toksisitas) yang berpengaruh terhadap efektifitas
dan keamanan terapi obat
Menerapkan SPO penyiapan dan penyerahan obat
Mampu membuat keputusan profesional urutan prioritas resep yang harus disiapkan dan
diserahkan terlebih dahulu dengan memperhatikan kebutuhan klinik yang mendesak,
terkait keselamatan pasien dan persyaratan legalitas
Mampu melakukan dokumentasi proses dispensing, pengemasan obat dan profil
pengobatan pasien dengan menggunakan komputer atau manual
Mampu menjelaskan proses dispensing sesuai dengan prosedur yang berlaku
Mampu menjelaskan proses dispensing yang benar dengan menunjukkan bukti tertulis
telah menjalankan pemeriksaan secara berurutan dan akurat
Mampu melakukan seleksi obat, bentuk sediaan dan menghitung jumlah yang
dibutuhkan secara akurat
Mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi stabilitas produk pada saat dikemas
ulang (repacking)
Mampu menempatkan label/etiket pada bagian yang tidak menutupi informasi penting
seperti waktu kadaluarsa, persyaratan penyimpanan atau informasi dosis
Menjamin obat yang disiapkan dan diserahkan diberi etiket/label sesuai resep dan
rejimennya
Bertanggung jawab dalam memastikan bahwa obat diserahkan kepada pasien yang tepat
Membuat dokumentasi dispensing
Menjelaskan indikasi penggunaan obat, kemanfaatan dan hal-hal yang harus diwaspadai
pada sat penggunaan obat

Mampu menjelaskan indikasi terapi, efek farmakologi dan hal-hal yang harus diwaspadai
Mampu menggunakan sumber informasi tertulis yang tepat sebagai sarana informasi
obat (misal leaflet)
Mampu menjelaskan dan memberikan contoh teknik penggunaan obat yang sering
digunakan seperti inhaler, tetes mata, tetes hidung, tetes telinga dan lain-lain
Mampu memberikan contoh cara penggunaan obat dengan alat bantu

Diminta
(Kewenangan
klinis yang dapat
dilakukan)

Direkomendasikan
(Kewenangan klinis
disetujui untuk dilakukan)