Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN LISTRIK

PERCOBAAN MOTOR SHUNT DAN MOTOR SERI


PERCOBAAN MOTOR BANTU DENGAN BERBAGAI VARIASI
JUMLAH LILITAN PENGUAT MAGNET SERI

Disusun:
ALWI WIDI PRADANA
NIM. 15507134032/B2

JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA


PROGRAM STUDI TEKNK ELEKTRONIKA D-3
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

TUJUAN
Mahasiswa dapat diharapkan:
1. Dapat mengidentifikasi peralatan yang digunakan untuk pengoperasian dan
pengujian mesin arus searah.
2. Dapat mengatsi trouble percobaan.
3. Dapat menghitung Daya masuk, daya keluar, dan efisiensi dari berbagai jenis
generator maupun motor arus searah
4. Dapat menggambarkan berbagai macam karakteristik pada masing-masing jenis
generator maupun arus motor searah

ALAT DAN BAHAN


1. Generator arus searah 1,2 KW. 1400rpm
2. Unit pengerak mula (berupa motor arus searah yang
Dilengkapi dengan Torsi meter,Speed meter, dan Rheostat
3. Tachometer atau tachogenerator
4. Ampere meter arus searah
5. Voltmeter arus searah atau Multimeter
6. Unit catu daya yang terdiri dari : catu daya tetap dan catu
daya yang dapat di atur
7. Saklar motor
8. Beban (resistor 5A) yang dapat diatur
9. Kabel penghubung

1 buah
1 unit
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
secukupnya

DASAR TEORI
Prinsip kerja pada motor berdasarkan hukum lorenz dan kaidah tangan
kiribila sebuah kawat penghantar yang dialiri arus listrik diletakan antara dua
kutub magnet, maka pada kawat penghantar itu akan tumbul suatu gaya interaksi
terhadap kawat tersebut
Jenis motor arus searah pada prinsipnya sama dengan jenis generator arus
searah. Karena pada dasarnya suatu mesin arus searah dapat dipakai sebagai
generator dan dapat pula dipakai sebagai motor.
Daya dan Efisiensi motor
Besarnya daya-daya pada motor dapat dicari dengan rumus:
Pin = V . I
Pa = Ea . Ia
Pout = Pa - Pint+ges =T.2..n /60
Pint+ges = Ea . Ia (saat beban kosong)
motor = Pout/Pin
Besarnya GGL induksi pada lilitan jankar data ditentukan dengan rumus:
Ea = P. .(Z/A).(n/60) = C1.n.
Besarnya torsi motor adalah T = P/(2n/60) Nm.
a. Motor Berpenguat terpisah

Disebut generator penguat terpisah karena sumber tegangan yang


digunakan untuk menyuplai lilitan penguat medan adalah terpisah dari
rangkaian kelistrikan generator. Sumber tegangan tersebut bisa dari baterai
atau sumber listrik arus searah lainnya.

b. Motor Berpenguat Sendiri


Motor berpenguat sendiri cirinya bila arus kemagnetan pada lilitan
penguat magnet menjadi satu dengan sumber tenaga listrik untuk lilitan
jangkar , maka motor penguat dibedakan :
c. Motor Shunt
Pada motor shunt lilitan penguat magnet dihubungkan sejajar
(paralel) dengan lilitan jangkar .
Karakteristik T = f(Ia) motor shunt, V = konstan

Karakteristik motor shunt karena suplai motor tetap dan nilai hambatan
shunt juga tetap, maka besarnya arus penguat magnet shunt juga tetap,
yang berarti jumlah garis gaya magnetnya tetap juga. Sehingga secara
matematis, Ta = f(Ia) adalah merupakan garis lurus.
Karakteristik n = f(Ia) motor shunt, V = konstan
Terdapat suatu persamaan : Ea = C1n atau n = Ea/(C1) Ea = V = Ia
Ra. Sehingga : n = (V IaRa)/(C1). Karena jumlah garis gaya magnet
shunt tetap maka n = (V IaRa)/C1
Jika ada kenaikan beban maka Arus jangkar Ia juga akan naik
sehingga nilai V IaRa semakin kecil dan akhirnya putaran motor
berkurang. Penurunan putaran ini tergantung oleh hambatan pada

rangkaian jangkar Ra. Untuk memperkecil kerugian daya, Ra dibuat


sekecil mungkin sehingga penurunan putaran akibat kenaikan beban juga
kecil. Pada motor shunt, karena tegangan suplainya konstan, maka putaran
saat beban kosong dengan saat beban nominal relatif konstan.
Karakteristik n = f(Ta) motor shunt, V = konstan. Terdapat
persamaan : Ta = C2Ia. Karena Ta sebanding dengan Ia, maka karakteristik
n = f(Ta) sama dengan karakteristik n = f(Ia).
d. Motor Seri
Pada motor seri lilitan penguat magnet dihubungkan seri dengan
lilitan jangkar.
Karakteristik Ta = f(Ia) motor seri, V = konstan. Pada motor seri

arus pada saat start tidak diposisi nol.Terdapat persamaan : Ia = Is = I.


Jika terjadi kenaikan beban, maka arus motor I, arus jangkar Ia, dan arus
penguat seri Is naik sehingga jumlah garis gaya magnet juga naik.
Sebelum kutub magnet mengalami kejenuhan, jumlah garis gaya magnet
seri sebanding dengan besar arus motor. Berdasarkan persamaan : Ta =
C2Ia, sebelum kutub mengalami kejenuhan persamaan tersebut dapat
ditulis Ta = C2 Ia. Secara matematis, sebelum kutub mengalami
kejenuhan, Ta = f(Ia) merupakan garis lengkung (fungsi kuadrat). Setelah
kutub magnet mengalami kejenuhan, Ta = f(Ia) merupakan garis lurus.
Karakteristik n= f(Ia) motor seri, V = konstan. Terdapat persamaan :
n = (V-IaRa)/(c). Mengacu persamaan tersebut, jika motor seri
dioperasikan tanpa beban, maka arus motor dan arus penguat seri kecil
sekali, berarti garis gaya magnet seri juga kecil. Jika hal ini terjadi, maka
akan berakibat putaran motor sangat tinggi. Untuk itu khusus motor seri
tidak diijinkan beroperasi pada tanpa beban. Jika terjadi kenaikan arus
motor, arus jangkar dan arus penguat seri juga naik. Sebelum terjadi
kejenuhan pada inti kutub magnet, putaran motor akan turun dengan
cepat sekali (penurunannya fungsi kuadrat) .

e. Motor Kompon
Motor kompon adalah kombinasi dari motor shunt dan motor seri ,
oleh sebab itu pada motr kompon mempunyai dua buah belitan penguat.
Dengan demikian motor kompnon ini dapat sifat-sifat motor shunt dan
motor seri . Disebut motor kompon karena dalam satu inti magnet terdapat
dua macam lilitan penguat magnet, yaitu lilitan penguat shunt dan seri.

Ditinjau dari cara menjambung masing-masing lilitan penguat


magnet, dikenal motor kompon panjang dan motor kompon pendek. Dari
masing-masing jenis sambungan tersebut, jika ditinjau dari arah garis gaya
magnet yang dihasilkan oleh masing-masing lilitan penguat, dikenal motor
kompon bantu dan motor kompon lawan.
Disebut motor kompon bantu jika sh dan s saling memperkuat,
dan disebut motor kompon lawan jika sh dan s saling memperlemah.
Motor Kompon Panjang, baik kompon bantu maupun kompon lawan
adalah jika lilitan penguat magnet seri berada dalam rangkaian jangkar.
Sedangkan motor kompon pendek. baik kompon bantu maupun kompon
lawan adalah jika lilitan penguat magnet seri berada dalam rangkaian
tegangan suplai.
Karakteristik Ta=f(Ia)
motor kompon bantu = garis gaya magnet shunt akan diperkuat garis
gaya magnet seri. Berdasarkan persamaan Ta = C 2Ia, Ea = C1 1 , dan Ea
= V Ia.Ra, maka jumlah putaran motor akan turun , lebih kecil dari motor
shunt dan torsi motor akan naik berada diatas karakteristik Ta = f(Ia) pada
motor shunt.
motor kompon lawan = gais gaya magnet shunt diperlemah garis gaya
magnet seri. Berdasarkan persamaan Ta = C 2Ia, Ea = C1 n, dan Ea =
V IaRa, maka jumlah putaran motor akan naik, lebih besar dari motor shunt

dan torsi motor akan turun berada dibawah karakteristik Ta = f(Ia) pada motor
shunt.

RANGKAIAN
1. Motor Shunt.

2. Motor Seri.

3. Motor Kompon Bantu Lilitan Penuh.

4. Motor Kompon Bantu Lilitan Setengah.

DATA
1. Motor seri Tabel 7 Data Karakteristik Ta = f(La) dan n = f(Ta) motor shunt , V = 220
Volt konstan.
IL (A)
1
1,5
2
2,5
3
3,5
4

Data Pengamatan
T (Nm)
n (rpm)
0,7
1390
1,3
1350
2
1280
2,8
1200
3,4
1190
4,2
1150
4,9
1140

P in
220
330
440
550
660
770
880

Data Perhitungan
P out
101,9333
183,8571
268,1905
352,0000
423,8667
506,0000
585,2000

Ng
0,4633
0,5571
0,6095
0,6400
0,6422
0,6571
0,6650

2. Tabel 8 Data Karakteristik Ta = f(Ia) dan n = f(Ta) motor seri , V = 220 volt Konstan.

IL (A)
1,2
1.5
2
2.5

Data Pengamatan
T (Nm)
n (rpm)
0,2
3000
0,7
2250
1,2
2100
1,8
1700

P in
264
330
440
550

Data Perhitungan
P out
62,8571
165,0000
264,0000
320,5714

Ng
0,2857
0,5000
0,6000
0,5829

3
3.5
4

2,8
3,4
4,4

1550
1380
1300

660
770
880

454,6667
491,5429
599,2381

0,6889
0,6384
0,6810

3. Tabel 9 . Data Karakteristik Ta = f(Ia) dan n = f(Ta) motor kompon bantu lilitan seri
penuh , V = 220 V Konstan
4.

Ta
Data Pengamatan
Data Perhitungan
bel
IL (A)
T (Nm)
n (rpm)
P in
P out
Ng
10.
1,25
0,2
1300
220
27,2381
0,1238
1,5
0,6
1320
330
82,9714
0,2514
2
1,3
1250
440
170,2381
0,3869
2,5
2,4
1140
550
286,6286
0,5211
3
3,2
1100
660
368,7619
0,5587
3,5
4
1050
770
440,0000
0,5714
4
5
1000
880
523,8095
0,5952
Data Karakteristik Ta = f(Ia) dan n =f(Ta) motor kompon bantu , V = 220 volt Konstan
lilitan seri tidak penuh
Data Pengamatan
IL (A)
T (Nm)
n (rpm)
1,3
0,2
1400
1,5
0,6
1380
2
1,2
1325
2,5
2,2
1250
3
2,8
1200
3,5
4
1150
4
4,6
1100

P in
220
330
440
550
660
770
880

Data Perhitungan
P out
29,3333
86,7429
166,5714
288,0952
352,0000
481,9048
530,0952

ng
0,1333
0,2629
0,3786
0,5238
0,5333
0,6259
0,6024

ANALISA DATA
Pertanyaan
1. Hitung daya keluaran (watt) dan daya masukan (watt) setiap perubahan beban
motor baik pada motor shunt , seri maupun motor kompon?
2. Gambarkan karakteristik T =f(Ia) , n= f(I) , dan n =f(T) baik motor shunt seri ,
kompon dengan lilitan seri penuh , dan kompon dengan lilitan seri tidak penuh
masing-masing dalam satu salib sumbu?
3. Mengapa dalam mengoperasikan motor arus searah tidak diijinkan disambung
langsung dengan tegangan suplai secara penuh ?
Jika langsung digunakan langsung dalam kondisi penuh , akan mengakibatkan
motor akan rusak ?
4. Mengapa motor seri tidak diijinkan beroperasi pada beban kosong ?
1. Mencari daya keluaran
22
2 n
7
Pout=T
dan Pin=V IL
60
Untuk motor shunt

Untuk n = 1390
T = 0,7
V = 220 Volt
IL = 1
Pout = T(222/7n)/60
= 0,7(222/71390)/60
= 0,7(145.6190)
= 101.9333 Watt
Pin
= VIL
= 2201
= 220 Watt
Untuk Motor Seri
Untuk n = 3000
T = 0,2
V = 220 Volt
IL = 1,2
Pout = T(222/7n)/60
= 0,2(222/73000)/60
= 0,2(314,2857)
= 62,8571 Watt
Pin
= VIL
= 2201,2
= 264 Watt
Untuk motor kompon
Untuk n = 1250
T = 1,3
V = 220 Volt
IL = 2
Pout = T(222/7n)/60
= 1,3(222/71250)/60
= 1,3(130,9523)
= 170,2379 Watt
Pin
= VIL
= 2202
= 440 Watt
2. Terlampir di grafik
3. Dalam mengoperasikan motor arus searah tidak diijinkan disambung langsung
dengan tegangan suplai secara penuh, karena pada saat start besar putaran n = 0,
sehinga besar GGL lawan (Ea) = 0. Bila motor disambung langsung dengan
tegangan suplai secara penuh, maka arus Ia (motor saat start) sangat besar sekali.
Jika lilitan jangkar tidak kuat, dikhawatirkan akan merusak lilitan jangkar dan
bisa saja terbakar.
4. Motor seri tidak diijinkan beroperasi pada beban kosong, karena jika

motor seri beroperasi pada beban kosong, IL sangat kecil. Karena


IL=Is=Ia, maka kerugian tegangan IaRa juga kecil. Dengan berdasarkan
persamaan n=(V-IaRa)/C1 maka putaran motor akan tinggi sekali.

GRAFIK

KESIMPULAN

Pada Motor Shunt arus semakin besar maka beban torsi semakin besar. Jika
IL semakin besar dengan I(arus) semakin besar maka Rsh dan Ish tetap maka Ia
semakin besar, dan ketika Ia semakin besar maka memperbesar rugi jangkar,
sehingga (V-Ia.Ra) semakin kecil. Karena fluk magnet pada shunt tetap akan
menghasilkan putaran yang dihasilkan turun. Sedangkan untuk torsinya

sebanding dengan arus Ia (toris besar = Ia besar)


Pada Motor Seri semakin besar arus beban torsi maka yang dihasilkan akan
semakin besar(IL). Dan motor akan menarik arus (I) sangat besar. Jika I
semakin besari maka Is dan Ia juga semakin besar. Jika Ia besar maka rugi
jangkar juga besar, sehingga (V-Ia.Ra) semakin kecil. Dan Is semakin besar
akan menambah fluk magnet. Dan jika fluk magnet seri besar dan

rugi

tembaga/jangkar besari maka putaran dihasilkan motor akan turun ,sedangkan


Torsi=Ia dan pad motor seri akan menghasikan torsi yang besar

Pada Motor Kompon Bantu garis gaya magnet shunt akan diperkuat dengan
garis gaya magnet seri. Semakin besar IL maka motor meminta/menarik arus (I)
yang besar. Dengan I yang besar dan Ish tetap maka Ia akan bertambah.
(persamaan Ta=C2 Ia, Ea=C1 n dan Ea=V-Ia.Ra) maka (n) putaran motor
akan turun bila Ia naik. Dan besar jika torsi naik jika Ia naik (Ta=c2Ia). Untuk
penurunan putaran tergantung pada penguat magnet seri semakin besar garis
magnet yang dihasikan penguat seri maka fluks total semakin banyak
(persamaan (V Ia.Ra)/C1) semakin besar fluk total maka putaran akan
semakin menurun.