Anda di halaman 1dari 7

RESUME PENGANTAR ILMU HUKUM

DI SUSUN
O
L
E
H
NAMA

:BERNADUS SUKANDI

NIM

:160400062541

DOSEN

:MICHELL EKO HARDIAN,S.H.MH

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG
T.A 2016/2017

RESUME PENGANTAR ILMU HUKUM


A. HAKIKAT PENGANTAR ILMU HUKUM
Sebagai dasar dari pengetahuan hukum yang mengandung pengertian dasar yang menjadi
akar dari ilmu hukum itu sendiri . menurut J.B. Daliyo Ilmu hukum adalah ilmu
pengetahuan yang objeknya hukum. Dengan demikian maka ilmu hukum akan mempelajari
semua seluk beluk mengenai hukum, misalnya mengenai asal mula, wujud, asas-asas,
sistem, macam pembagian, sumber-sumber, perkembangan, fungsi dan kedudukan hukum di
dalam masyarakat. Ilmu hukum sebagai ilmu yang mempunyai objek hukum menelaah
hukum sebagai suatu gejala atau fenomena kehidupan manusia dimanapun didunia ini dari
masa kapanpun.Seorang yang berkeinginan mengetahui hukum secara mendalam sangat
perlu mempelajari hukum itu dari lahir, tumbuh dan berkembangnya dari masa ke masa
sehingga sejarah hukum besar perannya dalam hal tersebut.

B. SEJARAH
a. Pengantar ilmu hukum (PHI) merupakan terjemahan dari mata kuliah inleiding tot de
recht sweetenschap yang diberikan di Recht School (RHS) atau sekolah tinggi
hukum Batavia di jaman Hindia Belanda yang didirikan 1924 di Batavia (Jakarta
sek.) istilah itupun sama dengan yang terdapat dalam undang-undang perguruan
tinggi Negeri Belanda Hoger Onderwijswet 1920.
b. Di zaman kemerdekaan pertama kali menggunakan istilah pengantar ilmu hukum .
adalah perguruan tinggi Gajah Mada yang didirikan di Yogyakarta 13 maret 1946.
c. Salah satu bidang studi hukum, yang mempelajari perkembangan dan asal usul
system hukum dalam masyarakat tertentu dan memperbandingkan antar hukum yang
berbeda karena di batasi waktu yang berbeda pula.
d. Sejarah Hukum adalah bidang studi tentang bagaimana hukum berkembang dan apa
yang menyebabkan perubahannya. Sejarah hukum erat terkait dengan perkembangan
peradaban dan ditempatkan dalam konteks yang lebih luas dari sejarah sosial.
e. Di antara sejumlah ahli hukum dan pakar sejarah tentang proses hukum, sejarah
hukum dipandang sebagai catatan mengenai evolusi hukum dan penjelasan teknis
tentang bagaimana hukum-hukum ini berkembang dengan pandangan tentang
pemahaman yang lebih baik mengenai asal-usul dari berbagai konsep hukum.
f. Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian dari sejarah intelektual. Para
sejarawan abad ke-20 telah memandang sejarah hukum dalam cara yang lebih
kontekstual, lebih sejalan dengan pemikiran para sejarawan sosial. Mereka meninjau
lembaga-lembaga hukum sebagai sistem aturan, pelaku dan lambang yang kompleks,
dan melihat unsur-unsur ini berinteraksi dengan masyarakat untuk mengubah,
mengadaptasi, menolak atau memperkenalkan aspek-aspek tertentu dari masyarakat
sipil.
g. Para sejarawan hukum seperti itu cenderung menganalisis sejarah kasus dari
parameter penelitian ilmu sosial, dengan menggunakan metode-metode statistik,
menganalisis perbedaan kelas antara pihak-pihak yang mengadukan kasusnya,
mereka yang mengajukan permohonan, dan para pelaku lainnya dalam berbagai
proses hukum.

h. Dengan menganalisis hasil-hasil kasus, biaya transaksi, jumlah kasus-kasus yang


diselesaikan, mereka telah memulai analisis terhadap lembaga-lembaga hukum,
praktik-praktik, prosedur dan amaran-amarannya yang memberikan kita gambaran
yang lebih kompleks tentang hukum dan masyarakat daripada yang dapat dicapai oleh
studi tentang yurisprudensi, hukum dan aturan sipil.

C. PENGERTIAN ILMU HUKUM ( ADA DUA PENDAPAT) YAITU:


1. PENDAPAT PERTAMA: Tidak mungkin definisi ilmu hukum yang memuaskan,
karena hukum itu abstrak, banyak seginya dan luas sekali cakrawalanya (pendapat
Imanuel Kant, Lemaire, Gustav Radbruch, Walter Burckhardt).
2. PENDAPAT KEDUA: Walaupun tidak memuaskan definisi hukum tetap harus di
berikan karena bagi pemula yang mempelajari hukum tetap ada manfaatnya paling
tidak sebagai pegangan sementara (pendapat aristoteles, Hugo de Groot/ Grotius,
Thomas Hobbes, van volen hoven, Bellefroid, Hans Kelsen dan Utrecht).

D. CIRI-CIRI HUKUM YAITU:


a.
b.
c.
d.

Ada unsur perintah, larangan, dan kebolehan


Ada sanksi yang tegas
Adanya perintah dan larangan
Perintah dan larangan harus ditaati

E. FUNGSI HUKUM YAITU:


1. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat. Hukum sebagai
petunjuk bertingkah laku untuk itu masyarakat harus menyadari adanya perintah dan
larangan dalam hukum sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat
dapat direalisir.
2. Hukum sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir batin. Hukum yg
bersifat mengikat, memaksa dan dipaksakan oleh alat negara yang berwenang
membuat orang takut untuk melakukan pelanggaran karena ada ancaman hukumanya
(penjara, dll) dan dapat diterapkan kepada siapa saja. Dengan demikian keadilan akan
tercapai.
3. Hukum berfungsi sebagai alat penggerak pembangunan karena ia mempunyai daya
mengikat dan memaksa dapat dimamfaatkan sebagai alat otoritas untuk mengarahkan
masyarakat ke arah yg maju.
4. Hukum berfungsi sebagai alat kritik. Fungsi ini berarti bahwa hukum tidak hanya
mengawasi masyarakat semata-mata tetapi berperan juga untuk mengawasi pejabat
pemerintah, para penegak hukum, maupun aparatur pengawasan sendiri. Dengan
demikian semuanya harus bertingkah laku menurut ketentuan yg berlaku dan
masyarakt pun akan merasakan keadilan.

5. Hukum berfungsi sebagai sarana untuk menyelesaikan pertingkaian. Contoh kasus


tanah.

F. UNSUR UNSUR HUKUM YAITU:


- Peraturan di adakan badan resmi
- Peraturan bersifat memaksa
- Sanksi tegas bagi pelanggarnya

G. RELEVANSI KAIDAH HUKUM DAN KAIDAH LAINNYA


Kaidah = norma , aturan, nilai sikap, nilai perilaku
a. Macam-macam norma
Norma sosial, terdiri dari :
1. Norma Agama
2. Norma kesusilaan
3. Norma Kesopanan
4. Norma Hukum
1. Norma /kaidah agama
a. Merupakan ajaran-ajaran agama yang dijalankan oleh pemeluknya.
b. Berlakunya norma agama di masyarakat tergantuk pada keyakinan orang yang
menjalankannya.
c. Kuat lemahnya pelaksanaan norma agama di suatu masyarakat dapat dipengaruhi pula
oleh pengaruh pemegang kewenangan.
d. Misalnya di hukum Islam ada ajaran habblumminallah dan hablumminannas
e. Dilaksanakannya ajaran itu tergantung keimanan pemeluknya. Mengikatnya bila ada
keyakinan.
2. Norma kesusilaan
Norma budi dan norma etik atau adat kebiasaan
a. Norma ini lahir secara fitrah pada manusia sebagai makhluk yang bermoral.
b. Rasa kemanusiaan yang mendasari adanya norma ini.
c. Contohnya, kita tidak akan membiarkan apabila ada tetangga yang jatuh dari loteng.
d. Kebiasaan adalah pola tindak yang berulang mengenai peritiwa yang sama berkenaan
dengan hal yang bersamaan pula.
e. Baru mengikat bila orang tersebut merasa bahwa kebiasaan itu patut untuk ditaati/
dipatuhi.
3. Norma kesopanan
a. Disebut juga norma fatsoen .
b. Norma kesopanan ini sering tidak mengikat karena criteria kesopanan antar daerah
adalah berbeda.
c. Hal ini tergantung pada lingkungannya.

d. Daya mengikatnya berdasarkan ukuran suatu masyarakat itu.


e. Mengikat tidaknya norma itu dalam masyarakat terletak pada keyakinan apakah
norma itu dapat ditegakkan apabila ada yang melanggarnya..
f. Kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk atau etika ini
merupakan sumber dari kesadaran berkaidah (normbewustein).
g. Kemampuan membedakan hal baik atau buruk ini disebut moral.
h. Moral pribadi atau perorangan bersifat otonom, sedangkan moral positif terjadi
apabila criteria itu sudah menjadi keyakinan umum.
4. Norma hukum
a. adalah norma yang dibuat oleh pemegang kekuasaan yang berwenang.
b. Sifatnya memaksa dan melindungi.
c. Sifat memaksa tampak pada sanksi yang diterapkan apabila terjadi pelanggaran dan
berlaku untuk umum.
d. Sanksi norma hukum bersifat tegas, diatur dalam peraturan perundang-undangan.

H. Hubungan antara norma hukum Dan norma sosial


a.
b.
c.
d.

Norma sosial tidak diatur oleh undang-undang.


Pengaturan norma hukum harus terperinci berdasarkan asas legalitas.
Norma hukum mengikat karena ada sanksi yang tegas dari penguasa.
Norma social mengikat karena dipatuhi oleh anggota masyarakat. Berlakunya apabila
masyarakat menerima kaidah social itu sebagai sesuatu yang harus ditaati.
e. Hubungan antara norma social dan norma hukum adalah saling mengisi, saling
memperkuat

I. TEORI DAN KONSEP HUKUM


Teori hukum :
1. Teori terpadu: Four In One = hukum sebagai alat mengayomi mengatur, mengendalikan
dan mengubah masyarakat.
2. Teori Etis = isi hukum semata-mata harus di tentukan oleh kesadaran etis kita (rasa etika)
mngenai apa adil dan apa yang tidak adil. aristoteles menganut teori ini dalam bukunya
rhetorica & rica necomachea berpendapat Tujuan hukum itu semata-mata untuk
mewujudkan keadilan. Menurut dia keadilan terbagi 2 jenis yaitu:
a. Keadilan Distributive: keadilan yang memberikan kepada setiap orang bagian sesuai
jasanya, atas dasar prinsip kesebandingan (bukan sama rata)
b.

Keadilan Komutatif: memberikan kepada setiap orang sama banyaknya tanpa


mengingat jasanya.

3. Teori Utilitas = hukum bertujuan mewujudkan apa yng berfaedah, Kebahagian terbesar
untuk jumlah terbanyak. The greatest happiness for the greatest number, hukum bisa
dikatakan berhasil guna apabila sebanyak mungkin dapat mewujudkan keadilan (Jeremy
Betham dalam bukunya the principles of morals and legislation, 1780M).

hukum dengan kekuasaan saling melengkapi, ucapan Prof. Muhtar Khusumahatmadja yang
sangat popular. Hukum tanpa kekuasaan adalah angan-angan, kekuasaan tanpa hukum
adalah kesewenang-wenangan.
Kelemahan teori ETIS & UTILITAS: terlalu berat sebelah, terlalu mengagungkan keadilan
dengan mengabaikan kepastian hukum.
Dengan terabaikannya kepastian hukum akan terganggu ketertiban, padahal dengan
terwujudnya ketertiban maka akan terwujud pula keadilan Kelemahan teori ini memunculkan
teori pengayoman (pendapat menteri kehakiman suhardjo).
Teori ini berpendapat bahwa : tujuan hukum adalah mengayomi kepentingan manusia secara
aktif (mendapatkan kondisi kemasyarakatan yang manusiawi dalam proses yang berlangsung
secara wajar) dan pasip (mengupayakan pencegahan tindakan sewenang-wenang dan
penyalah gunaan hak).
Pengayoman meliputi :
a. Mewujudkan ketertiban dan keteratuaran
b. Mewujudkan kedamaian sejati
c. Mewujudkan keadialan
d. Mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial

J.

ALIRAN-ALIRAN / MAZHAB-MAZHAB/ PARADIGMA DALAM


HUKUM
MAZHAB SEJARAH HUKUM : Cral Von Savigny: hukum adalah hukum kebiasaan, yang
berbentuk tidak tertulis, tidak dibuat orang tetapi timbul dari masyarakat, tumbuh dan
berkembang bersama-sama masyarakat, serta di pertahan kan berlakunya oleh masyarakat yang
bersangkutan.
a. MAZHAB LEGISME : Hans Kelsen hukum adalah hukum undang-undang,
bentuknya tertulis dibuat oleh Negara / pemerintah dan dipertahankan berlakunya oleh
Negara/ pemerintah.
b. MAZHAB MODERN : Van Apeldoorn, hukum adalah baik hukum kebiasaan maupun
hukum undang-undang dan peraturan tertulis, baik yang timbul dari masyarakat,
maupun yang dibuat oleh Negara/ pemerintah.

K. DEFINISI HUKUM
1. Prof. Meyers: Semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditujukan
kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat yang menjadi pedoman bagi penguasa
Negara dalam melakuakn tugasnya.
2. Leon dubuit: Aturan tingkah laku masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat
tertentu diindahkan masyarakat oleh masyarakat sebagai jaminan diri kepentingan
bersama dan jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama.

3. Imanuel kant keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang-orang
dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang lain menurut asas
kemerdekaan.
4. Utrecht: Himpunan peraturanperaturan yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan
oleh karena itu harus ditaati oleh masyarakat.

L. TUJUAN HUKUM DAN MENURUT PARA AHLI :


Tujuan Pengantar Imu Hukum adalah menjelaskan tentang keadaan, inti dan maksud
tujuan dari bagian-bagian penting dari hukum, serta pertalian antara berbagai bagian tersebut
dengan ilmu pengetahuan hukum.Adapun kegunaannya adalah untuk dapat memahami
bagian-bagian atau jenis-jenis ilmu hukum lainnya
Kedudukan Pengantar Ilmu Hukum merupakan dasar bagi pelajaran lanjutan tentang ilmu
pengetahuan dari berbagai bidang hukum.Sedangkan kedudukan dalam kurikulum fakultas
hukum adalah sebagai mata kuliah keahlian dan keilmuan.Oleh karena itu pengantar ilmu
hukum berfungsi memberikan pengertian-pengertian dasar baik secara garis besar maupun
secara mendalam mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan hukum.Selain itu juga
pengantar ilmu hukum juga berfungsi pedagogis yakni menumbuhkan sikap adil dan
membangkitkan minat untuk denagan penuh kesungguhan mempelajari hukum.
Adapun tujuan hukum menurut para Ahli yaitu:
1. Apeldoorn: Untuk mengatur pergaulan hidup secara damai. Terdapat keseimbangan
kepentingan anggota masyarakat di jamin oleh hukum
- Terciptanya masyarakat yang adil dan damai.
- Keadilan menurut aristoteles : Keadilan distributive dan komutatif.
2. Prof. Soebakti: Mengabdi kepada masyarakat yaitu mendatangkan kemakmuran dan
kebahagiaan rakyat.
3. Jeremy Bentham: Menjamin adanya kebahagiaan yang maxsimal kepada seorang yang
sebanyakbanyaknya, sehingga kepastian merupakan tujuan utama hukum.
4. Van kan: Menjaga setiap kepentingan manusia agar tidak diganggu.
5. Roscoe pound: Merekayasa masyarakat