Anda di halaman 1dari 61

c c

cc
c c    c 
c c
 c cc
cc
c cccc c
ccc


No. Register : 065085

Tanggal MRS : 05 Februari 2010 , Jam 01.30 WITA

Tanggal Partus : 05 Februari 2010 , Jam 09.40 WITA

Tanggal Pengkajian : 05 Februari 2010 , Jam 07.45 WITA

Nama Pengkaji : Ririen Nur Rahma

cc

cc c  cc c c

 !!"# $ %

Nama : Ny´N´ / Tn´R´

Umur : 21 tahun / 26 tahun

Nikah/lamanya : 1 kali / ±1tahun

Suku : Makassar / Bugis


Agama : Islam / Islam

Pendidikan : SMA /SMA

Pekerjaan : Wiraswasta /Wiraswasta

Alamat : Limbung

c& cc'' # '' 

1. Keluhan utama : ibu merasakan sakit perut tembus kebelakang

disertai pelepasan lendir dan darah

2. Riwayat keluhan utama:

a. Mulai dirasakan sejak tanggal 04 Februari 2010 jam 16.30

WITA

b. Sifat His hilang timbul

c. Tidak ada keluhan lain

d. Lokasi keluhan mulai dari perut tembus kebelakang

e. Usaha klien mengatasi keluhan dengan cara mengelus-elus

perut dan mengurut-urut punggungnya

3. Riwayat kehamilan sekarang

a. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama dan tidak

pernah keguguran sebelumnya (GI P0 A0)

b. HPHT tanggal 01 Mei 2009

c. HTP tanggal 08 Februari 2010


d. Umur kehamilannya 9 bulan

e. Mulai merasakan gerakan janin sejak umur kehamilan 20

minggu dan dirasakan lebih banyak disebelah kiri perut ibu

f. Tidak pernah mengalami perdarahan dan nyeri perut hebat

selama hamil

g. Ibu memeriksakan kehamilannya sebanyak 6 x yang masing-

masing 2x tiap semester

h. Imunisasi TT lengkap selama kehamilan

1. TT 1 tanggal 17 Mei 2009

2. TT 2 tanggal 22 Juni 2009

& (c c cc cc

a. Ibu tidak pernah menderita penyakit kronis ( Misalnya DM,Jantung

dan Hipertensi )

b. Tidak ada riwayat ketergantungan obat,alcohol dan tidak merokok

c. Tidak pernah dioperasi dan dirawat dirumah sakit karena suatu

penyakit

d. Tidak ada riwayat alergi makanan dan obat-obatan

)& (c cc 

a. Menarche : 16 tahun

b. Siklus haid: 28-30 hari

c. Lamanya : 7-8 hari

d. Tidak pernah mengalami dismenorhea


e. Tidak pernah menjadi akseptor KB

& (c c''

Ibu tidak pernah mengalami penyakit tumor payudara,penyakit

menular seksual dan yang berhubungan dengan kelainan organ

reproduksi

& (c c


cc c c

1. Kebutuhan nutrisi

A. Kebiasaan

Makan 3x sehari dengan Nasi sayur dan lauk pauk

Minum 6-8 gelas sehari

B. Selama inpartu

Sesuai dengan kebutuhan

2. Kebutuhan eliminasi

A. Kebiasaan

BAB/BAK : 1x sehari / 3-4x sehari

Warna dan bau : kuning agak padat/bau amoniak

B. Selama Inpartu

BAB /BAK : 1x / 5-7 kali

3. Kebutuhan istirahat dan tidur

A. Kebiasaan

Tidur siang tidak pernah

Tidur Malam : 6-7 jam


B. Selama Inpartu

Tidak bisa tidur

4. Kebutuhan personal hygine

A. Kebiasaan

Mandi 2x sehari memakai sabun disertai sikat gigi

menggunakan pasta gigi

Keramas 3x seminggu dengan menggunakan shampoo

Mengganti pakaian setiap kali lembab

B. Selama Inpartu

Mandi 1x

& cc
' ' c

1. Ibu merencanakan akan bersalin di RSU HAJI MAKASSAR

2. Ibu cemas dengan proses persalinan

3. Suami dan keluarga menunggu proses persalinan

& cc
c

Ibu selalu berdo¶a dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yang

Maha Esa selama proses persalinan berlangsung

&
 cc 

1. Keadaan umum ibu baik

2. Tanda-tanda vital

TD : 110/70 mmHg

Nadi : 80x/menit
Suhu : 36,5ÛC

Pernapasan: 20x/menit

3. Rambut bersih dan tidak rontk

4. Tidak tampak odema pada wajah

5. Konjungtiva merah muda dan tidak ada ikterus

6. Tidak ada karies pada gigi

7. Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid,vena jugularis,dan kelenjar

limfe

8. Payudara simetris kiri dan kanan putting susu terbentuk,tampak

hyperpegmentasi pada aerola mammae dan ada kolostrum

9. Tonus otot perut tegang dan terdapat striae livide dan linea

nigra,tidak ada bekas operasi pada daerah abdomen serta tidak

nyeri saat di tekan

Leopold I : TFU 2jrbpx (31 cm),LP:81cm TBJ = 2691 gram

Leopold II:PUKA

Leopold III: Kepala

Leopold IV: Divergent (BDP)

Auskultasi DJJ 145x/menit dikuadran kanan perut ibu

His 4x10 menit dengan durasi 30-40 detik

10. Tungkai simetris kiri dan kanan reflex patella (+),tidak ada odema

dan varises
11. Tanggal 05 Februati 2010 jam 08.30 WITA dilakukan pemeriksaan

dalam oleh dokter ³A´

Dengan hasil :

A. Keadaan vagina : normal

B. Porsio : lunak dan tebal

C. Ketuban : jernih

D. Persentase : kepala bagian terdepan

E. Pembukaan : 4 cm

F. Penurunan Hodge III

G. Molage : 0

H. Penumbungan : tidak ada

I. Kesan panggul normal

J. Pelepasan : lendir dan darah

&
 ccc'c'

a. Hb : 14 gr/dl

b. Reduksi : (-)

c. Albumin : (-)

cc c  c' c#c cc

Diagnosa : GI P0 A0,Gestasi 39 Minggu 2 hari, Situs memenjang,

Punggung kiri,Persentase kepala,Intra uterin, Tunggal,

Hidup,BDP,Keadaan ibu dan janin baik,Inpartu Kala I Fase Aktif


1. GIP0A0

A. Data Subjektif

Ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama dan tidak pernah

keguguran sebelumnya

B. Data Objektif

Tampak striae livide,tonus otot tegang

C. Analisis dan Interpretasi Data

Ibu mengatakan hamil kedua, di dukung dengan tampaknya striae

albicans yang menandakan bahwa sudah ada peregangan

sebelumnya. Adanya striae albicans karena pembesaran rahim

menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut

elastic di bawah kulit.

Ë  
      

2. Gestasi 39 Minggu 2 Hari

A. Data Subjektif

1. HPHT Tanggal 01 Mei 2009

2. Umur kehamilan 9 bulan

B. Data Objektif

1. Tanggal pengkajian 05 Februari 2010

2. Palpasi Leopold I TFU 2jrbpx pembesaran sesuai dengan umur

kehamilan

C. Analisis dan Interpretasi Data


Dari HPHT tanggal 01 Mei 2009 sampai pada tanggal pengkajian

05 Februari 2010 di dapatkan umur kehamilan 40 minggu 3s hari.

3. Situs Memanjang

A. Data Subjektif

1. Ibu merasa sesak karena perutnya semakin membesar

2. Pergerakan janinnya kuat sebelah kiri kuadran perut ibu

B. Data Objektif

Palpasi leopold I: teraba bokong di fundus

Palpasi Leopold III : Kepala

C. Analisis dan Interpretasi Data

Hasil pemeriksaan leopold I dibandingkan dengan hasil

pemeriksaan Leopold III untuk menentukan situs janin (ASKEB I

KEHAMILAN Hal 71)

4. Punggung Kanan

A. Data Subjektif

Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat disebelah kiri

B. Data Objektif

1. Palpasi leopod II teraba punggung disebelah kanan perut ibu

2. Auskultasi DJJ terdengar dengan frekuensi 145 x /menit pada

kuadran kanan perut ibu

C. Analisis dan Interpretasi Data


1. Leopold II bertujuan untuk menentukan dimana letak punggung

janin berada dan letak bagian-bagian terkecil dari

janin(obstetric padjajaran UNPAD hal 165)

2. Jika bunyi jantung janin terdengar disebelah kanan perut ibu

maka punggungnya terletak disebelah kanan begitupula

sebaliknya ( obstetric fisiologi UNPAD hal 170)

5. Intra uterin

A. Data Subjektif

Ibu tidak pernah nyeri perut hebat selama hamil

B. Data Objektif

Ibu tidak pernah nyeri perut hebat selama hamil

C. Analaisis dan Interpretasi Data

Nyeri perut yang hebat terjadi pada kehamilan Ektopik yang tidak

bisa berlanjut hingga aterm,dimana kehamilan ektopik ini cirri

khasnya adalah nyeri perut yang hebat (ASKEB I KEHAMILAN Hal

90-91)

6. Tunggal

A. Data Subjektif

Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat pada perut sebelah kiri

B. Data Objektif

1. Pada saat palpasi hanya teraba 2 bagian besar yaitu bokong

pada fundus dan kepala pada bagian terendah janin


2. Auskultasi DJJ terdengar dengan jelas hanya pada satu sisi

dengan frekuensi 145 x/menit

C. Analisis dan Interpretasi Data

1. Untuk kehamilan kembar akan teraba lebih dari 2 bagian besar

janin saat palpasi

2. Untuk kehamilan tunggal DJJ janin hanya terdengar pada satu

sisi perut ibu selama satu menit penuh

7. Hidup

A. Data Subjektif

Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat

B. Data Objektif

DJJ terdengar jelas dan teratur pada kuadran kanan bawah perut

ibu dengan frekuensi 145x/menit

C. Analisis dan Interpretasi Data

Bunyi jantung janin dapat didengar pada akhir bulan ke 5 dengan

menggunakan dopler ataupun lenec.dimana frekuensinya lebih

cepat dari bunyi jantung orang dewasa yaitu 120-160 x/menit

8. BDP

A. Data Subjektif

Ibu merasa sesak karena pembesaran perutnya

B. Data Objektif
Pada palpasi Leopold IV teraba bagian keras dan melenting yang

tidak bisa di goyangkan lagi

C. Analisis dan Interpretasi Data

Jikan pada Leopold IV bagian terendah janin sudah tidak dapat

digoyangkan lagi ini menunjukkan bagian terendah janin sudah

masuk kedalam rongga panggul

9. Keadaan ibu dan janin baik

A. Data Subjektif

1. Pergerakan janin kuat

2. Ibu tidak pernah menderita penyakit kronis

B. Data Objektif

TTV dalam batas normal

1. TD : 110/70 mmHg

2. N : 80x/menit

3. S: 36,5ÛC

4. P: 20x/menit

5. DJJ janin 145x/menit

C. Analisis dan Interpretasi Data

Keadaan umum ibu baik,tanda-tanda vital baik menunjukan

keadaan ibu baik,DJJ dalam batas normal menunjukan keadaan

janin tersebut juga baik

10. Inpartu kaa I Fase Aktif


A. Data Subjektif

Sakit perut tembus kebelakang disertai pelepasan lendir dan darah

B. Data Objektif

Hasil VT oleh dokter ³A´

1. Keadaan vagina : normal

2. Porsio : lunak dan tebal

3. Ketuban : jernih

4. Persentase : kepala bagian terdepan

5. Pembukaan : 4 cm

6. Penurunan Hodge III

7. Molage : 0

8. Penumbungan : tidak ada

9. Kesan panggul normal

10. Pelepasan : lendir dan darah

C. Analisis dan Interpretasi Data

Sakit perut tembus kebelakang disertai adanya pelepasan lendir

dan darah (bloody show) merupakan tanda inpartu dan fase aktif

dimulai dari pembukaan 4 cm

cc c  c' c#c cc


' c

Tidak ada data yang menunjang untuk terjadinya masalah potensial


cc* cc) #'c'c 

Tidak ada data yang menunjang untuk dilakukannya kolaborasi/tindakan

emergency

cc*)cc cc

& $+$ ,

A. Kala I berlangsung normal

B. Kondisi ibu dan janin baik

C. Ibu dapat beradaptasi dengan nyeri

& "" ,

A. Pembukaan lengkap paling lambat ±2 jam disertai penurunan

kepala 4/5

B. Kontraksi uterus 5x10 menit dengan durasi •40 detik

C. DJJ dalam batas normal yaitu 120-160/menit

D. Tidak ada molage

E. Tanda-tanda vital dalam batas normal:

Tekanan Darah,

Sistole : 100 ± 130 mmHg

Diastole : 70 ± 90 mmHg

Pernapasan : 16 ± 24x / menit

Nadi : 70 ± 90x / menit


Suhu : 36,5 - 37°C

& "-!,

A. Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih serta mencuci

kaki

Rasional : agar kepala janin cepat turun

B. Pantau His dan DJJ

Rasional : 1. kontraksi uterus membantu kemajuan persalinan

2.DJJ menjadi patokan keadaan janin

C. Lakukan VT tiap 4 jam dan 2 jam bila ada indikasi

Rasional : untuk mengetahui kemajuan persalinan

D. Observasi TTV tiap 4 jam

Rasional : untuk memantau keadaan ibu

E. Jelaskan pada ibu penyebab nyeri

Rasional : agar ibu mengerti dan beradaptasi dengan nyeri

sehingga dapat diajak bekerjasama

F. Ajarkan ibu tehnik relaksasi

Rasional : Suplai O2 ke jaringan dapat mengurangi rasa nyeri

G. Anjurkan keluarga memberikan intake dan minum saat nyeri

berkurang

Rasional : intake dan minum dapat membangkitkan metabolism

tubuh dan memberi tenaga pada ibu pada proses

persalinan
H. Anjurkan ibu miring kesalah satu sisi

Rasional : dapat meningkatkan oksigenasi pada janin karena tidur

miring dapat mencegah terjepitnya vena kava inverior

oleh uterus yang membesar sehingga kebutuhan

oksigen untuk janin dapat terpenuhi

I. Beri support dan motivasi pada ibu

Rasional : Agar ibu tetap bersemangat dan optimis dalam

menghadapi prose persalinannya

J. Informasikan pemantauan kala I pada ibu dan keluarga

Rasioanal : Agar ibu dan keluarga siap mengahadpi persalinan

K. Pantau persalinan dengan partograf

Rasional : untuk mengambil langkah selanjutnya bila terjadi

kegawatdaruratan

cc*
c 

A) Menganjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih serta

mencuci kaki

Hasil : ibu segera melaksanakannya

B) Memantau His dan DJJ

a. His setiap 30 menit

08.00 WITA,His 4x10 menit Durasi 40-50 detik

08.30 WITA His 4x10 menit Durasi 40-50 detik


09.00 WITA His 5x10 menit Durasi 40-45 detik

b. DJJ tiap 30 menit

08.00 WITA,130/menit

08.30 WITA 140/menit

09.00 WITA 140/menit

C) Lakukan pemantauan tiap 4 jam dan 2 jam bila ada indikasi

VT oleh dokter ³A´ pukul 08.30 WITA

1. Keadaan vagina : normal

2. Porsio : lunak dan tebal

3. Ketuban : jernih

4. Persentase : kepala bagian terdepan

5. Pembukaan : 4 cm

6. Penurunan Hodge III

7. Molage : 0

8. Penumbungan : tidak ada

9. Kesan panggul normal

10. Pelepasan : lendir dan darah

D) Observasi TTV tiap 4 jam

TD: 110/70 mmHg

N: 80x/menit

S: 36,5ÛC

P: 20x/menit
E) Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri

F) Mengajarkan ibu tehnik relaksasi

G) Menganjurkan keluarga memberikan intake dan minum saat nyeri

berkurang

H) Menganjurkan ibu miring kesalah satu sisi

I) Memberi support dan motivasi pada ibu

J) Menginformasikan pemantauan kala I pada ibu dan keluarga

K) Memantau kemajuan persalinan dengan partograf

cc**cc 

Tanggal 05 Februari 2010 Jam 09.00 WITA

1. Kala I berlangsung normal

2. Keadaan ibu dan janin baik

3. Kecemasan ibu mulai berkurang


cc

cc c  cc c c

A. Data Subjektif

1. Ibu mengatakan sakitnya semakin kuat

2. Ibu mengatakan ingin BAB

3. Ibu merasakan adanya tekanan pada anus

B. Data Objektif

1. Perineum menonjol

2. Vulva dan anus membuka

3. Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.00 WITA dengan hasil VT:

a. Keadaan vagina normal

b. Porsio melesap

c. Pembukaan 10 cm

d. Ketuban jernih

e. Persentase kepala ubun-ubun kecil dibawah simpisis

f. Penurunan hodge III

g. Molage 0

h. Penumbungan tidak ada

i. Kesan panggul normal

j. Pelepasan lendir dan darah

4. Kontraksi uterus 5x10 menit dengan Durasi 40-45 detik


5. DJJ terdengar jelas dan teratur dengan frekuensi 140x/menit

cc c c cc#c cccc

Perlangsungan kala II

Data Subjektif

1. Ibu mengatakan sakitnya semakin kuat

2. Ibu mengatakan ingin BAB

3. Ibu merasakan adanya tekanan pada anus

Data Objektif

1. Perineum menonjol

2. Vulva dan anus membuka

3. Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.00 WITA dengan hasil VT:

a. Keadaan vagina normal

b. Porsio melesap

c. Pembukaan 10 cm

d. Ketuban jernih

e. Persentase kepala ubun-ubun kecil dibawah simpisis

f. Penurunan hodge III

g. Molage 0

h. Penumbungan tidak ada


i. Kesan panggul normal

j. Pelepasan lendir dan darah

k. Kontraksi uterus 5x10 menit dengan Durasi 40-45 detik

l. DJJ terdengar jelas dan teratur dengan frekuensi

140x/menit

ccc 
c  c' c#c cc
' c

Antisipasi terjadinya rupture perineum

A. Data Subjektif

Ibu mengatakan nyeri pada perineu

B. Data Objektif

1. Penurunan 0/5

2. Pembukaan lengkap (10 cm)

3. Perineum menonjol

C. Analisis dan Interpretasi Data

Ruptur perineum terjadi karena adanya tekanan kepala pada jalan

lahir sehingga terjadi peregangan yang dapat menyebabkan robekan

jalan lahir

cc* cc) 

Tidak ada data yang mendukung


cc*)cc cc

. "$ / 

A. $+$ , Kala II berlangsung normal

& "" 

1. Bayi lahir normal dan menangis spontan

2. Kontraksi uterus baik 4x 10 menit durasi 40-45 detik

3. Tanda-tanda vital dalam batas normal

Tekanan Darah,

Sistole : 100 130 mmHg

Diastole : 70 90 mmHg

Pernapasan : 16 24x / menit

Nadi : 70 90x / menit

Suhu : 36,5 - 37°C

)& "-!,

Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.30 WITA

1. Amati tanda gejala kala II(Dor ran-tek nus-perjol)

Rasional : agar dapat mengetahui kapan bisa memimpin

persalinan

2. Siapkan diri dan peralatan

Rasioanal : sebagai persiapan menolong persalinan

3. Pakai celemek
Rasional : Mencegah infeksi silang

4. Pestikan lengan/tangan tidak memakai perhiasan dan cuci tangan

dengan sabun dibawah air mengalir

Rasional : mencegah terjadinya infeksi silang

5. Pakai sarung tangan DTT

Rasional : mencegah infeksi silang

6. Isi spoit oxytosin 10 unit dengan satu tangan

Rasional : menyiapkan peralatan siap pakai

7. Bersihkan vulva dan perineum

Rasional : mencegah infeksi silang

8. Lakukan VT

Rasional : untuk mengetahui kemajuan persalinan

9. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan di

dalam larutan clorin 0,5% kemudian rendam secara terbalik

selama 10 menit

10. Periksa DJJ saat kontraksi uterus selesai

Rasional : untuk mengetahui keadaan janin

11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin

baik

Rasional : agar ibu tidak khawatir dan bersiap menghadapi proses

persalinan
12. Minta bantuan ibu /keluarga untuk membantu ibu menyiapkan

posis saat meneran

Rasional : posisi yang baik dapat membantu proses persalinan

13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan kuat

untuk meneran

Rasional : Memperlancar berlangsungnya persalinan

14. Pasang handuk bersih diatas perut ibu pada saat kepala janin

terlihat pada vulva dengan diameter 5-6 cm

Rasional : untuk mengeringkan tubuh bayi

15. Ambil kain bersih (DUK steril dan lipat 1/3 bagian dan letakkan

dibawah bokong ibu)

Sebagai alat untuk menyokong

16. Buka tutup partus

Rasional : agar siap pakai

17. Pakai sarung tangan DTT

Rasional : untuk mencegah infeksi silang

18. Pimpin persalinan sokong perineum dan tahan puncak kepala

RAsional : mencegah rupture perineum dan klitoris

19. Bersihkan mulut,hidung dan muka bayi dengan kasa steril

Rasional : untuk melancarkan jalan nafas

20. Periksa adanya lilitan tali pusat

Rasional: Agar tidak terjadi asfiksia pada bayi


21. Lahirkan bahu depan dan belakang

Rasional : mengulang posisi pada leher agar terjadi putaran paksi

luar

22. Lahirkan badan bayi dan sanggah

Rasional : akan membantu pengeluaran badan bayi agar tidak

jatuh

23. Lahirkan badan bayi dan telusuri punggung belakang dan tungkai

Rasional : mencegah agar bayi tidak jatuh

24. Nilai dan letakkan bayi di atas perut ibunya dengan posisi kepala

lebih rendah dari tubuhnya

Rasional : agar suhu bayi tetap normal

25. Keringkan dan bungkus badan bayi

Rasional : untuk mencegah hypotermi pada bayi

26. Jepit tai pusat

Rasional : untuk menentukan batas tali pusat yang akan dipotong

27. Potong tali pusat

Rasional : membantu proses srkulasi pernafasan pada bayi

28. Ganti pembungkus bayi dengan kain kering yang bersih

Rasional : mencegah hypotermi pada bayi

29. Berikan bayi pada ibu untuk disusui


Rasional : hisapan bayi dapat merangsang hypofisis anterior

mengeluarkan hormone oxytosin yang akan membantu uterus

berkontraksi dan dapat menjalin hubungan jasih saying dengan ibu

cc*
c 

1. Mengamati tanda gejala kala II(Dor ran-tek nus-perjol)

2. Menyiapkan diri dan peralatan

a. Bak Partus berisi:

1. Sepasang handscoen

2. 2 buah klem

3. ½ koher

4. Kasa steril

5. Gunting tali pusat

6. Kateter logam

7. Pengikat tali pusat

8. DUK steril

b. Spoid 3cc + 1 ampul oxytosin

c. Alat hecting

1. Nal fuder

2. Gunting

3. Kasa steril

4. Jarum dan benang


5. Com dan bethadin

d. Ember berisi larutan clhorin 0,5%

e. Ember berisi air DTT

f. Ember untuk pakaian kotor

g. 1 buah nierbekken

h. Pakaian ibu dan bayi

1. Baju ibu dan bayi

2. Gurita ibu

3. Popok

4. Pembalut

5. Sarung tangan

i. De lee

3. Memakai celemek

4. Pastikan lengan/tangan tidak memakai perhiasan dan cuci tangan

dengan sabun dibawah air mengalir

5. Memakai sarung tangan DTT

6. Mengisi spoit oxytosin 10 unit dengan satu tangan

7. Membersihkan vulva dan perineum

8. Melakukan VT Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.00 WITA oleh dokter

³A´:

A. Keadaan vagina : tidak ada kelainan

B. Portio : lunak
C. Pembukaan 10 cm (lengkap)

D. Ketuban jernih

E. Persentase kepala dengan UUK dibawah simpysis

F. Penurunan H III

G. Molage 0

H. Penumbungan Tidak ada

I. Kesan panggul normal

J. Pelepasan lendir dan darah

9. Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan di

dalam larutan clorin 0,5% kemudian rendam secara terbalik selama 10

menit

10. Memeriksa DJJ saat kontraksi uterus selesai

11. Memberitahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin

baik

12. Meminta bantuan ibu /keluarga untuk membantu ibu menyiapkan posis

saat meneran

13. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan kuat untuk

meneran

14. Memasang handuk bersih diatas perut ibu pada saat kepala janin

terlihat pada vulva dengan diameter 5-6 cm

15. Mengambil kain bersih (DUK steril dan lipat 1/3 bagian dan letakkan

dibawah bokong ibu)


16. Membuka tutup partus

17. Memakai sarung tangan DTT

18. Memimpin persalinan sokong perineum dan tahan puncak kepala

19. Membersihkan mulut,hidung dan muka bayi dengan kasa steril

20. Memeriksa adanya lilitan tali pusat

21. Melahirkan bahu depan dan belakang

22. Melahirkan badan bayi dan sanggah

23. Melahirkan badan bayi dan telusuri punggung belakang dan tungkai

24. Menilai dan letakkan bayi di atas perut ibunya dengan posisi kepala

lebih rendah dari tubuhnya

25. Mengeringkan dan bungkus badan bayi

26. Menjepit tai pusat

27. Memotong tali pusat

28. Mengganti pembungkus bayi dengan kain kering yang bersih

29. Memberikan bayi pada ibu untuk disusui

LANGKAH VII EVALUASI

Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.00 WITA

1. Kala II berlangsung ± 20 menit dengan tidak ada penyulit


2. Bayi lahir spontan tanggal 05 Februari 2010 Jam 09.40 WITA dengan

jenis kelamin perempuan ,BB 3500 gram PB 51 cm,LK 32 cm,LD 33

cm,LP 30 cm,LL 10 cm A/S 7/9

3. Kontraksi uterus baik,teraba bulat dank eras

4. TFU setinggi pusat


cc

cc c  cc c c

Data Subjektif

1. Ibu merasa senang dengan kelahiran bayinya

2. Ada nyeri perut bagian bawah

Data Objektif

1. Tanggal 05 Februari 2010 Jam 09.40 WITA bayi lahir spontan dengan

jenis kelamin

2. jenis kelamin perempuan ,BB 3500 gram PB 51 cm,LK 32 cm,LD 33

cm,LP 30 cm,LL 10 cm A/S 7/9

3. TFU setinggi pusat

4. Perdarahan ±125 cc

5. Plasenta belum terlepas

cc c c cc c' c#c cccc

Perlangsungan Kala III

A. Data Subjektif

Ibu mengatakan nyeri perut

B. Data Objektif

1. TFU setinggi pusat


2. Kontraksi uterus baik

3. Tali pusat bertambah panjang

4. Adanya semburan darah

C. Analisis dan Interpretasi Data

Kontraksi uterus baik ditandai dengan uterus teraba bundar dank eras

disertai dengan pelepasan darah dan pada saat peregangan tali pusat

(PTT) tali pusat bertambah panjang yang menandakan pelepasan

plasenta dari dinding uterus

ccc 
c  c' c#c cc
' c

Tidak ada data yang mendukung terjadinya masalah potensial

cc* cc) 

Tidak ada data yang menunjang

cc** #)cc cc

Perlangsungan Kala III

$+$ ,

1. Kala III berlangsung normal

2. Perdarahan tidak lebih dari 500 cc


"" ,

1. Kala III berlangsung tidak lebih dari 30 menit

2. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap

3. Tidak terjadi perdarahan yang banyak

4. Kontraksi uterus teraba bulat dank eras

"-!,

Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.40 WITA

30. Periksa fundus uteri

Rasioanal : untuk memastikan kehamilan tunggal atau kembar

31. Beritahu ibu bahwa ia akan disuntik

Rasional : mencegah gugatan bila terjadi sesuatu

32. Suntik oksitosin 10 unit

Rasional : membantu kontraksi uterus

33. Pindahkan klem pada tali pusat pada jarak 5-10 cm

Rasional : Memudahkan proses PTT

34. Letakkan tangan diatas sympisis,menahan bagian bawah uterus,tangan

kanan memegang tali pusat menggunakan klem dengan jarak 5-10 cm

dari vulva

Rasional : mempercepat pengeluaran plasenta


35. Saat uterus kontraksi ,regangkan tali pusat denga tangan kanan

sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati secara dorso

cranial

Rasional : Mempercepat pengeluaran Plasenta

36. Lahirkan plasenta dengan menarik kearah bawah dan keatas

Rasional : Agar plasenta terlepas sesuai dengan bentuk vagina

37. Melahirkan plasenta dan memutar searah jarum jam

Rasional : mencegah ruptur

38. Lakukan masase fundus

Rasional : merangsang kontraksi uterus

39. Periksa apakah selaput ketuban dan plasenta sudah lengkap atau

belum

Rasional : jika ada yang tertinggal dapat menyebabkan perdarahan

40. Periksa adanya robekan jalan lahir

Rasional : Robekan jalan lahir akan menyebabkan perdarahan

41. Simpan plasenta kedalam kantong plastic

Rasional : Mencegah infeksi silang

42. Bersihkan tangan dengan larutan 0,5%

Rasional : Dekontaminasi sarung tangan dari lendir dan darah

43. Ikat tali pusat bayi 2cm dari umbilicus dengan simpul mati

Rasional : mencegah perdarahan tali pusat

44. Ikat balik tali pusat


Rasional : memperkuat ikatan tali pusat

45. Lepaskan klem pada tali pusat dan masukkan dalam wadah berisi

larutan clorin 0,5%

Raional : menghindari trauma pada daerah perut dan infeksi silang

46. Membungkus tali pusat dengan kasa steril

Rasional : menghindari infeksi silang

47. Bungkus bayi dan berikan pada ibunya

Raional : menghindari bayi hyptermi

cc*
c 

Tanggal 05 Februari 2010 Jam 09.40 WITA

31. Memeriksa fundus uteri

32. Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik

33. Menyuntik oksitosin 10 unit

34. Memindahkan klem pada tali pusat pada jarak 5-10 cm

35. Meletakkan tangan diatas sympisis,menahan bagian bawah

uterus,tangan kanan memegang tali pusat menggunakan klem dengan

jarak 5-10 cm dari vulva

36. Saat uterus kontraksi ,regangkan tali pusat denga tangan kanan

sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati secara dorso

cranial
37. Melahirkan plasenta dengan menarik kearah bawah dan keatas

38. Melahirkan plasenta dan memutar searah jarum ajm

39. Melakukan masase fundus

40. Memeriksa apakah selaput ketuban dan plasenta sudah lengkap atau

belum

Hasil : Plasenta lahir lengkap

41. Memeriksa adanya robekan jalan lahir

Hasil : ada robekan

42. Menyimpan plasenta kedalam kantong plastik

43. Membersihkan tangan dengan larutan 0,5%

44. Mengikat tali pusat bayi 2cm dari umbilicus dengan simpul mati

45. Mengikat balik tali pusat

46. Melepaskan klem pada tali pusat dan masukkan dalam wadah berisi

larutan clorin 0,5%

47. Membungkus tali pusat dengan kasa steril

48. Membungkus bayi dan berikan pada ibunya


cc**cc 

Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.45 WITA

1. Kala III berlangsung ± 5 menit

2. Plasenta lahir lengkap jam 09.45 WITA

3. TFU setinggi pusat

4. Kontraksi uterus baik (teraba bulat dan keras)

5. Perdarahan ±100 cc
cc*

cc c  cc c c

A. DATA SUBJEKTIF

Ibu mengatakan lelah setelah persalinan

B. DATA OBJEKTIF

1. Plasenta lahir lengkap

2. TFU setinggi pusat

3. Perdarahan ±125 cc

4. TTV:

TD 110/80 mmHg

N 80x/menit

S 36ÛC

P 20x/menit

cc c c cc# c' ccc

Perlangsungan kala IV

A) Data Subjektif

Ibu mengatakan lelah setelah persalinan

B) Data Objektif
1. Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.45 WITA lahir bayi JK

perempuan dengan BB 3500 gram,PB 51 cm,LK 32 cm,LP 30

cm,A/S 7/9

2. Plasenta lahir lengkap

3. TFU setinggi pusat

4. Perdarahan ±125 cc

5. TTV:

TD 110/80 mmHg

N 80x/menit

S 36ÛC

P 20x/menit

C) Analisis Dan Interpretasi Data

& Kala IV adalah pengawasan selama 2 jam setelah bayi lahir dan

plasenta lahir serta untuk mengamati keadaan ibu terutama

perdarahan post partum

ccc 
c  c' c#c cc
' c

Tidak ada data yang menunjang

cc* cc) #'c'c 

Tidak ada indikasi

cc** #)cc cc


Perlangsungan kala IV

Masalah : kelelahan post partum

$+$ ,

1. Kala IV berlangsung normal

2. Kelehan teratasi

"" ,

1. Tidak terjadi perdarahan post partum

2. Keadaan ibu dan janin baik

3. Kontraksi uterus baik (teraba keras dan bundar)

"-!,

Tanggal 05 Februari 2010 Jam 09.55 WITA

49. Observasi kontraksi uterus tiap 15 menit pada jam pertama dan 30

menit pada jam kedua

Rasional : kontraksi uterus yang baik menandakan perlangsungan kala

IV berjalan normal

50. Ajarkan ibu dan keluarga cara melakukan massase uterus

Rasional : agar ibu dapat mengetahui kontraksi yang baik dan dapat

melakukannya sendiri

51. Evaluasi jumlah perdarahan


Rasional : mencegah perdarahan post partum

52. Periksa TTV ibu setiap 15 menit pada jam pertama dan 30 menit pada

jam kedua

Rasional : untuk memastikan keadaan ibu baik

53. Bersihkan ibu dari lendir dan darah serta air ketuban

Rasional : member rasa nyaman pada ibu dan mencegah infeksi

54. Pastikan ibu merasa nyaman dan beri minum

Rasional : agar kelelahan ibu dapat teratasi

55. Rendam alat dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit

Rasional : sebagai dekontaminasi

56. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi dalam tempat sampah

Rasional : mencegah terjadinya infeksi silang

57. Dekontaminasi tempat tidur dengan larutan clorin 0,5%

Mencegah infeksi silang

58. Bersihkan sarung tangan dan rendam dalam larutan clorin 0,5% secara

terbalik

Rasional :Mencegah infeksi silang

59. Lengkapi partograf

Rasional : sebagai dokumentasi

cc*
c 

Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.55-11.00 WITA


48. Mengobservasi kontraksi uterus tiap 15 menit pada jam pertama dan 30

menit pada jam kedua

09.55 WITA Kontraksi uterus

baik

10.10 WITA Kontraksi uterus

baik

10.25 WITA Kontraksi uterus

baik

10.40 WITA Kontraksi uterus

baik

11.10 WITA Kontraksi uterus

baik

11.20 WITA Kontraksi uterus

baik

49. Mengajarkan ibu dan keluarga cara melakukan massase uterus

Hasil : ibu mengerti dan melaksanakannya

50. Mengevaluasi jumlah perdarahan

09.55 WITA 50cc

10.10 WITA 30 cc

10.25 WITA 20 cc
10.40 WITA 10 cc

11.10 WITA 8cc

11.20 WITA 7 cc

51. Memeriksa TTV ibu setiap 15 menit pada jam pertama dan 30 menit

pada jam kedua

09.55 WITA 110/80 mmHg 80x/menit

10.10 WITA 110/80 mmHg 80x/menit

10.25 WITA 110/80 mmHg 80x/menit

10.40 WITA 110/80 mmHg 80x/menit

11.10 WITA 110/80 mmHg 82x/menit

11.20 WITA 120/80 mmHg 82x/menit

52. Membersihkan ibu dari lendir dan darah serta air ketuban

53. Memastikan ibu merasa nyaman dan beri minum

Hasil : ibu merasa nyaman dan ingin makan serta minum

54. Merendam alat dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit

55. Membuang bahan-bahan yang terkontaminasi dalam tempat sampah

56. Mendekontaminasi tempat tidur dengan larutan clorin 0,5%

57. Membersihkan sarung tangan dan rendam dalam larutan clorin 0,5%

secara terbalik
58. Melengkapi partograf

cc**cc 

Tanggal 05 Februari 2010 jam 12.10 WITA

1. Keadaan umum ibu baik dan ekspresi wajahnya ceria

2. Kontraksi uterus baik (teraba keras dan bundar)

3. Luka jahitan baik,tidak ada tanda infeksi

4. Perdarahan ±125 cc

5. Tanda-tanda vital

TD: 120/80 mmHg

N : 82 x/menit

P: 20x/menit

S 36ÛC

 'c cc c cc
c c   
 c c c
 c 
cc
cc  ccc c
ccc

No. Register : 065085

Tanggal MRS : 05 Februari 2010 , Jam 01.30 WITA

Tanggal Partus : 05 Februari 2010 , Jam 09.40 WITA

Tanggal Pengkajian : 05 Februari 2010 , Jam 07.45 WITA

Nama Pengkaji : Ririen Nur Rahma

cc

 !!"# $ %

Nama : Ny´N´ / Tn´R´

Umur : 21 tahun / 26 tahun

Nikah/lamanya : 1 kali / ±1tahun

Suku : Makassar / Bugis

Agama : Islam / Islam


Pendidikan : SMA /SMA

Pekerjaan : Wiraswasta /Wiraswasta

Alamat : Limbung

c& cc 0 1

1. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama dan tidak pernah

keguguran sebelumnya

2. HPHT tanggal 01 Mei 2009

3. Umur kehamilan 9 bulan

4. Memeriksakan kehamilannya sebanyak 6 x di puskesmas

5. Mengeluh sakit perut tembus ke belakang disertai pelepasan lendir

dan darah sejak tanggal 05 Mei 2010 jam 01.30 WITA

& cc'0'1

1. GI P0 A0

2. HPHT 12 Februari 2010

3. Keadaan umum ibu baik

4. Tanda-tanda vital

TD : 110/70 mmHg

Nadi : 80x/menit

Suhu : 36,5ÛC

Pernapasan: 20x/menit

5. Rambut bersih dan tidak rontk


6. Tidak tampak odema pada wajah

7. Konjungtiva merah muda dan tidak ada ikterus

8. Tidak ada karies pada gigi

9. Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid,vena jugularis,dan kelenjar

limfe

10. Payudara simetris kiri dan kanan putting susu terbentuk,tampak

hyperpegmentasi pada aerola mammae dan ada kolostrum

11. Tonus otot perut tegang dan terdapat striae livide dan linea

nigra,tidak ada bekas operasi pada daerah abdomen serta tidak

nyeri saat di tekan

Leopold I : TFU 2jrbpx (31 cm),LP:81cm TBJ = 2691 gram

Leopold II:PUKA

Leopold III: Kepala

Leopold IV: Divergent (BDP)

Auskultasi DJJ 145x/menit dikuadran kanan perut ibu

His 4x10 menit dengan durasi 30-40 detik

12. Tungkai simetris kiri dan kanan reflex patella (+),tidak ada odema

dan varises

13. Tanggal 05 Februati 2010 jam 08.30 WITA dilakukan pemeriksaan

dalam oleh dokter ³A´

Dengan hasil :

A. Keadaan vagina : normal


B. Porsio : lunak dan tebal

C. Ketuban : jernih

D. Persentase : kepala bagian terdepan

E. Pembukaan : 4 cm

F. Penurunan Hodge III

G. Molage : 0

H. Penumbungan : tidak ada

I. Kesan panggul normal

J. Pelepasan : lendir dan darah

)& c  0c1

GI P0 A0,Gestasi 39 Minggu 2 hari, Situs memenjang, Punggung

kiri,Persentase kepala,Intra uterin, Tunggal, Hidup,BDP,Keadaan ibu

dan janin baik,Inpartu Kala I Fase Aktif

&
c0
1

1. Menganjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih serta mencuci

kaki

Hasil : ibu segera melaksanakannya

2. Memantau His dan DJJ

a. His setiap 30 menit

08.00 WITA,His 4x10 menit Durasi 40-50 detik

08.30 WITA His 4x10 menit Durasi 40-50 detik

09.0 ITA His 5x10 menit Durasi 40-45 detik


b. DJJ tiap 30 menit

08.00 WITA,130/menit

08.30 WITA 140/menit

09.0 ITA 140/menit

c. Lakukan pemantauan tiap 4 jam dan 2 jam bila ada indikasi

VT oleh dokter ³A´ pukul 08.30 WITA

1. Keadaan vagina : normal

2. Porsio : lunak dan tebal

3. Ketuban : jernih

4. Persentase : kepala bagian terdepan

5. Pembukaan : 4 cm

6. Penurunan Hodge III

7. Molage : 0

8. Penumbungan : tidak ada

9. Kesan panggul normal

10. Pelepasan : lendir dan darah

3. Observasi TTV tiap 4 jam

TD: 110/70 mmHg

N: 80x/menit

S: 36,5ÛC

P: 20x/menit

4. Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri


5. Mengajarkan ibu tehnik relaksasi

6. Menganjurkan keluarga memberikan intake dan minum saat nyeri

berkurang

7. Menganjurkan ibu miring kesalah satu sisi

8. Memberi support dan motivasi pada ibu

9. Menginformasikan pemantauan kala I pada ibu dan keluarga

10. Memantau kemajuan persalinan dengan partograf


cc

c& cc 0 1

1. Ibu mengatakan sakitnya semakin kuat

2. Ibu mengatakan ingin BAB

3. Ibu merasakan adanya tekanan pada anus

& cc'0'1

1. Perineum menonjol

2. Vulva dan anus membuka

3. Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.00 WITA dengan hasil VT:

a. Keadaan vagina normal

b. Porsio melesap

c. Pembukaan 10 cm

d. Ketuban jernih

e. Persentase kepala ubun-ubun kecil dibawah simpisis

f. Penurunan hodge III

g. Molage 0

h. Penumbungan tidak ada

i. Kesan panggul normal

j. Pelepasan lendir dan darah

4. Kontraksi uterus 5x10 menit dengan Durasi 40-45 detik

5. DJJ terdengar jelas dan teratur dengan frekuensi 140x/menit


)& c  0c1

Perlangsungan Kala II

&
c0
1

1. Mengamati tanda gejala kala II(Dor ran-tek nus-perjol)

2. Menyiapkan diri dan peralatan

a. Bak Partus berisi:

1. Sepasang handscoen

2. 2 buah klem

3. ½ koher

4. Kasa steril

5. Gunting tali pusat

6. Kateter logam

7. Pengikat tali pusat

8. DUK steril

b. Spoid 3cc + 1 ampul oxytosin

c. Alat hecting

1. Nal fuder

2. Gunting

3. Kasa steril

4. Jarum dan benang

5. Com dan bethadin

6. Ember berisi larutan clhorin 0,5%


7. Ember berisi air DTT

8. Ember untuk pakaian kotor

9. 1 buah nierbekken

10. Pakaian ibu dan bayi

a. Baju ibu dan bayi

b. Gurita ibu

c. Popok

d. Pembalut

e. Sarung tangan

f. De lee

3. Memakai celemek

4. Pastikan lengan/tangan tidak memakai perhiasan dan cuci

tangan dengan sabun dibawah air mengalir

5. Memakai sarung tangan DTT

6. Mengisi spoit oxytosin 10 unit dengan satu tangan

7. Membersihkan vulva dan perineum

8. Melakukan VT Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.00 WITA oleh

dokter ³A´:

a. Keadaan vagina : tidak ada kelainan

b. Portio : lunak

c. Pembukaan 10 cm (lengkap)

d. Ketuban jernih
e. Persentase kepala dengan UUK dibawah simpysis

f. Penurunan H III

g. Molage 0

h. Penumbungan Tidak ada

i. Kesan panggul normal

j. Pelepasan lendir dan darah

9. Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan

tangan di dalam larutan clorin 0,5% kemudian rendam secara

terbalik selama 10 menit

10. Memeriksa DJJ saat kontraksi uterus selesai

11. Memberitahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan

keadaan janin baik

12. Meminta bantuan ibu /keluarga untuk membantu ibu menyiapkan

posis saat meneran

13. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan

kuat untuk meneran

14. Memasang handuk bersih diatas perut ibu pada saat kepala

janin terlihat pada vulva dengan diameter 5-6 cm

15. Mengambil kain bersih (DUK steril dan lipat 1/3 bagian dan

letakkan dibawah bokong ibu)

16. Membuka tutup partus

17. Memakai sarung tangan DTT


18. Memimpin persalinan sokong perineum dan tahan puncak

kepala

19. Membersihkan mulut,hidung dan muka bayi dengan kasa steril

20. Memeriksa adanya lilitan tali pusat

21. Melahirkan bahu depan dan belakang

22. Melahirkan badan bayi dan sanggah

23. Melahirkan badan bayi dan telusuri punggung belakang dan

tungkai

24. Menilai dan letakkan bayi di atas perut ibunya dengan posisi

kepala lebih rendah dari tubuhnya

25. Mengeringkan dan bungkus badan bayi

26. Menjepit tai pusat

27. Memotong tali pusat

28. Mengganti pembungkus bayi dengan kain kering yang bersih

29. Memberikan bayi pada ibu untuk disusui


cc

c& cc 0 1

1. Ibu merasa senang dengan kelahiran bayinya

2. Ada nyeri perut bagian bawah

& cc'0'1

1. Tanggal 05 Februari 2010 Jam 09.40 WITA bayi lahir spontan

dengan jenis kelamin perempuan ,BB 3500 gram PB 51 cm,LK 32

cm,LD 33 cm,LP 30 cm,LL 10 cm A/S 7/9

2. TFU setinggi pusat

3. Perdarahan ±125 cc

4. Plasenta belum terlepas

)& c  0c1

Perlangsungan Kala III

&
c0
1

Tanggal 05 Februari 2010 Jam 09.40 WITA

31. Memeriksa fundus uteri

32. Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik

33. Menyuntik oksitosin 10 unit

34. Memindahkan klem pada tali pusat pada jarak 5-10 cm


35. Meletakkan tangan diatas sympisis,menahan bagian bawah

uterus,tangan kanan memegang tali pusat menggunakan klem

dengan jarak 5-10 cm dari vulva

36. Saat uterus kontraksi ,regangkan tali pusat denga tangan kanan

sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati secara

dorso cranial

37. Melahirkan plasenta dengan menarik kearah bawah dan keatas

38. Melahirkan plasenta dan memutar searah jarum ajm

39. Melakukan masase fundus

40. Memeriksa apakah selaput ketuban dan plasenta sudah lengkap

atau belum

Hasil : Plasenta lahir lengkap

41. Memeriksa adanya robekan jalan lahir

Hasil : ada robekan

42. Menyimpan plasenta kedalam kantong plastik

43. Membersihkan tangan dengan larutan 0,5%

44. Mengikat tali pusat bayi 2cm dari umbilicus dengan simpul mati

45. Mengikat balik tali pusat

46. Melepaskan klem pada tali pusat dan masukkan dalam wadah

berisi larutan clorin 0,5%


47. Membungkus tali pusat dengan kasa steril

48. Membungkus bayi dan berikan pada ibunya


cc*

c& cc 0 1

Ibu mengatakan lelah setelah persalinan

& cc'0'1

1. Plasenta lahir lengkap

2. TFU setinggi pusat

3. Perdarahan ±125 cc

4. TTV:

TD 110/80 mmHg

N 80x/menit

S 36ÛC

P 20x/menit

)& c  

Perlangsungan Kala IV

&
c0
1

 Tanggal 05 Februari 2010 jam 09.55-11.00 WITA

49. Mengobservasi kontraksi uterus tiap 15 menit pada jam pertama

dan 30 menit pada jam kedua

09.55 WITA Kontraksi uterus

baik
10.10 WITA Kontraksi uterus

baik

10.25 WITA Kontraksi uterus

baik

10.40 WITA Kontraksi uterus

baik

11.10 WITA Kontraksi uterus

baik

11.20 WITA Kontraksi uterus

baik

50. Mengajarkan ibu dan keluarga cara melakukan massase uterus

Hasil : ibu mengerti dan melaksanakannya

51. Mengevaluasi jumlah perdarahan

09.55 WITA 50cc

10.10 WITA 30 cc

10.25 WITA 20 cc

10.40 WITA 10 cc

11.10 WITA 8cc

11.20 WITA 7 cc
52. Memeriksa TTV ibu setiap 15 menit pada jam pertama dan 30

menit pada jam kedua

09.55 WITA 110/80 mmHg 80x/menit

10.10 WITA 110/80 mmHg 80x/menit

10.25 WITA 110/80 mmHg 80x/menit

10.40 WITA 110/80 mmHg 80x/menit

11.10 WITA 110/80 mmHg 82x/menit

11.20 WITA 120/80 mmHg 82x/menit

53. Membersihkan ibu dari lendir dan darah serta air ketuban

54. Memastikan ibu merasa nyaman dan beri minum

Hasil : ibu merasa nyaman dan ingin makan serta minum

55. Merendam alat dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit

56. Membuang bahan-bahan yang terkontaminasi dalam tempat

sampah

57. Mendekontaminasi tempat tidur dengan larutan clorin 0,5%

58. Membersihkan sarung tangan dan rendam dalam larutan clorin

0,5% secara terbalik