Anda di halaman 1dari 6

TINJAUAN PUSTAKA

Sterilisasi

adalah

suatu

proses

menghancurkan

semua

bentuk

kehidupan

mikrooganisme termasuk spora pada permukaan benda mati. Adanya pertumbuhan mikro
menyatakan bahwa pertumbuhan bakteri masih berlangsung dan tak sempurnanya proses
sterilisasi. Jika proses sterilisasi berlangsung sempurna, maka spora bakteri yang merupakan
bentuk paling resikan dari kehidupan mikroba tak akan terlihat lagi. Sterilisasi merupakan
metode praktis yang dirancang untuk membersihkan dari mikroorganisme atau sengaja untuk
menghambatnya.
Cara sterilisasi yang digunakan tergantung pada jenis dan sifat bahan yang disterilkan.
Metode sterilisasi dibagi menjadi dua, yaitu mentode fisik dan metode kimia. Metode
sterilisasi kimia dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan kimia, sedangkan metode
sterilisasi fisik dapat dilakukan dengan cara panas dan dingin. Sterilisasi panas meliputi panas
kering dan panas basah, sedangkan sterilisasi dingin meliputi radiasi, dan filtrasi (Pratiwi,
2008). Adapun metode sterilisasi tersebut yaitu :
1. Sterilisasi panas kering
Sterilisasi panas kering adalah metode yang paling efektif untuk alat-alat gelas yang
tidak memiliki skala/ukuran misalnya: petri, tabung gelas, botol pipet, kemudian alatalat bedah, dan bahan yang karena karakteristik fisikanya tidak dapat disterilisasi
dengan uap destilasi dalam udara panas-oven, seperti minyak lemak, paraffin,
petrolatum cair, gliserin, propilen glikol, serbuk steril seperti talk, kaolin dan ZnO, dan
beberapa obat yang lain (The Art of Compounding : 404).
Sterilisasi ini dilakukan dengan oven pensteril. Prinsipnya adalah protein mikroba
pertama-tama akan mengalami dehidrasi sampai kering. Selanjutnya teroksidasi oleh
oksigen dari udara sehingga menyebabkan mikrobanya mati. Suhu yang digunakan
yaitu 160-180o C selama 1,5-3 jam.
2. Sterilisasi pnas basah
Digunakan untuk sterilisasi alat gelas, larutan yang dimaksudkan untuk diinjeksikan
ke dalam tubuh, alat berskala, bahan karet. Sterilisasi ini dilakukan dengan autoklaf.
Waktu yang dibutuhkan untuk sterilisasi larutan suhu 121 oC adalah 15 menit dan
menggunakan tekanan 15 lb/in2. Uap jenuh pada suhu 121oC mampu membunuh
secara cepat semua bentuk vegetatif mikroorganisme dalam 1 atau 2 menit. Uap jenuh
ini dapat menghancurkan spora bakteri yang tahan pemanasan.
Keefektifan sterilisasi uap bertekanan tergantung pada 4 sifat dari uap jenuh kering
yaitu :
Suhu

Panas tersembunyi yang berlimpah


Kemapuan untuk membentuk kondensasi air
Kontraksi volume yang timbul selama kondensasi
(The Art of Compounding : 407)

3. Sterilisasi dengan penyaring (filtrasi)


Cara kerja dari sterilisasi ini berbeda dari metode lainnya karena sterilisasi ini
menghilangkan mikroorganisme melalui penyaringan dan tidak menghancurkan
mikroorganisme tersebut. Metode ini tidak dapat membunuh mikroba, mikroba hanya
akan tertahan oleh pori-pori filter dan terpisah dari filtratnya. Filter biasanya terbuat
dari asbes, porselen. Filtrat bebas dari bakteri tetapi tidak bebas dari virus karena virus
tidak akan tersaring dengan metode ini.
Kegunaan:
Untuk sterilisasi media yang tidak tahan terhadap pemanasan, misalnya Urea
Broth ataupun untuk sterilisasi vaksin, serum, enzim, vitamin.
Meminimalkan kuman udara masuk untuk ruangan kerja secara aseptis
4. Sterilisasi Radiasi
Sterilisasi radiasi dapat dilakukan baik dengan radiasi elektromagnetik dan radiasi
partikel. Jenis radiasi termasuk bagian dari spektrum elektromagnetik, misalnya :
sinar ultraviolet, sinar gamma (untuk peralatan kesehatan yang hanya 1x pakai), sinar
x (untuk peralatan medis) dan juga sinar katoda elektro kecepatan tinggi (untuk
peralatan medis).
Prinsipnya adalah radiasi menembus dinding sel dengan langsung mengenai DNA dari
inti sel sehingga mikroba mengalami mutasi. Digunakan untuk sterilisasi bahan atau
produk yang peka terhadap panas (termolabil). Ada dua macam radiasi yang
digunakan yakni gelombang elektromagnetik (sinar x, sinar ) dan arus partikel kecil
(sinar dan ).
5. Sterilisasi Kimia
Dalam pensterilan digunakan bahan kimia dalam bentuk gas atau uap, seperti etilen
oksida, formaldehid, propilen oksida, klorin oksida, beta propiolakton, metilbromida,
kloropikrin. Digunakan untuk sterilisasi bahan yang termolabil seperti bahan biologi,
makanan, plastik, antibiotik. Aksi antimikrobialnya adalah gas etilen oksida mengadisi
gugus SH, -OH, -COOH,-NH2 dari protein dan membentuk ikatan alkilasi sehingga
protein mengalami kerusakan dan mikroba mati.
Gas Etilen Oksida : Efektif membunuh semua jenis mikroba, virus, fungi,

kelemahannya mudah terbakar dan hanya untuk suhu kurang dari 60OC.
Gas Ozon : Membunuh pathogen, salah satunya prion (penginfeksi protein)
Gas Klorin : Membunuh spora bakteri

Formaldehid : Sterilisasi vaksin


H2O2 : Membunuh patogen.

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
No Media
1
Media LB Cair 20 mL

Hasil Pengamatan
Setelah sterilisasi dan diikubasi selama
24 jam larutan tidak terkontaminasi,
warna media jernih.

Komposisi :
Tryptone
: 0,2005 g
NaCl
: 0,2013 g
Ekstrak Yeast : 0,1023
Media LB Padat 10 mL

Setelah disterilisasi dan diikubasi selama


24 jam, media LB padat mengeras dan
warna kuning keruh.

Komposisi :
Tryptone
: 0,2023 g
NaCl
: 0,2106 g
Ekstrak Yeast : 0,1008 g
Bacto Agar : 0,3010 g
B. Pembahasan

Medium merupakan yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di


atas atau di dalamnya, medium tersebut harus memenuhi syarat-syarat antara lain adalah
harus mengndungsemua zat hara

yag mudag digunakan oleh mikroba, harus

mempunyai tekanan osmosis, tegangan permukaan dan pH yang sesua kebutuhan


mikroba yang akan ditumbuhkan, tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat
pertumbuhan mikroba, harus berada dalam kedaan steril sebelum digunakan agar
mikroba yang ditumbuhkan dapat tumbuh dengan baik (Hadioetomo, 1993).
Pada praktikum ini dilakukan pembuatan media LB cair dan padat. Medai LB
cair dibuat sebanyak 20 mL sedangkan media LB padat dibuat sebanyak 10 ml.
Kemudian media dipanaskan diatas hot plate, setelah dipanaskan beberapa menit larutan
berubah warna dari keruh menjadi kuning tua, hal ini menunjukkan larutan telah
homogen. Setelah itu dilakukan sterilisasi, dalam praktikum ini dilakukan sterilisasi
panah basah menggunakan autoklaf. Sterilisasi ini bertujuan untuk menhindari
kontaminasi, yaitu masuknya mikrorganisme yang tidak diinginkan.
Pada media LB cair setelah dilakukan sterilisasi dan diinkubasi, larutan jernih
dan tidak terjadi kontaminasi. Sedangkan media LB padat setelah dilakukan sterilisasi
dan diinkubasi, larutan menjadi keras. Media LB padat menjadi keras bisa disebabkan
karena media kekurangan kadar air dan pada proses pembuatannya bahan yang
digunakan terkontaminasi atau alat yang digunakan kurang steril.

DAFTAR PUSTAKA
Agalloco, James. 2008. Validation of Pharmaceutical Processes (electronic version). USA :
Informa Healthcare Inc
.
Glenn L. Jenkins et.all. 1957. Scovilles : The Art of Compounding. New York : MC-Graw
Hill Book Companies.
Suriawiria,U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Jakarta : Papar sinar Sinanti