Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTEK KERJA

LAPANGAN PLTA SUTAMI /

BAB III
SISTEM AIR PENDINGIN PADA PLTA SUTAMI

3.1 Pengertian Sistem Pendingin


Sistem pendingin adalah suatu sistem yang menyankut tentang
pendinginan suatu perlatan. Sistem pendingin dmaksudkan untuk mengurangi
panas berlebih dari suatu peralatan agar peralatan tersebut tiak cepat rusak.
Dalam sistem pendingin ada beberapa media yang digunakan untuk
pendinginan yaitu :
a. Air
Air berfungsi sebagai media pertukaran panas dengan oli. Sistem pendinginan
air bersirkulasi ini berfungsi untuk menjaga suhu oli sesuai dengan temperatur
kerjanya. Sistem pendingin air (water cooling system) merupakan sistem
pendingin dengan tingkat kegagalan sangat rendah.
b. Minyak
Minyak mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan juga
berfungsi pula sebagai isolasi (memiliki daya tegangan tembus tinggi) sehingga
berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. Selain sebagai media pendingin
minyak juga digunakan sebagai pelumasan.
c. Udara
Udara juga merupakan media pendingin, udara yang dimaksudkan disini
adalah penguapan air. Akibat penuapan air, terjadi penyerapan kalor dari udara
yang dihembuskan, sedemikian sehingga diperoleh udara keluaran yang lebih
dingin.
Sistem pendingin pada PLTA Sutami menggunakan media air sebagai media
pendingin atau yang biasa disebut dengan Cooling Water System dengan sirkulasi
air, yang menggunakan gravity head. Air digunakan sebagai media pendingin
karena air lebih cepat mendinginkan minyak daripada udara, hal itu karena air
memiliki suhu yang lebih dingin daripada udara. Namun kelemahan bila
menggunakan air yaitu apabila terjadi kebocoran pada pipa pendingin maka air
tersebut akan bercampur dengan minyak sehingga akan terjadi gangguan pada

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

35

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

peralatan-peralatan yang mengalami kebocoran. Peralatan yang digunakan adalah


head cooling water tank (terletak dibelakang gedung central), reducing valve yang
terdiri dari sebuah tangki untuk tiga unit pembangkit, dengan dua buah main
strainer untuk masing-masing unit, pipa saluran dan valve.
3.2 Jenis Sistem Air Pendingin
Berdasarkan siklusnya, terdapat 2 macam system air pendingin yaitu :
a. Sistem Siklus terbuka
Air pendingin dipasok secara kontinyu dari sumber tak terbatas seperti sungai,
danau, atau laut yang dialirkan untuk akhirnya dibuang kembali keasalnya. Letak
saluran masuk dan saluran pembuangan air pendingin harus dibuat terpisah sejauh
mungkin. Pemisah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resirkulasi air dari sisi
pembuangan mengalir ke sisi masuk.
b. Sistem Siklus Tertutup
Air pendingin utama siklus tertutup menggunakan media air pendingin yang
sama secara berulang-ulang. Sebagai contoh yang ada di PLTU, akibat proses
penyerapan panas di kondensor, temperatur air pendingin keluar kondensor akan
naik. Karena air akan disirkulasikan kembali ke kondensor, maka air pendingin
harus didinginkan terlebih dahulu dimenara pendingin. Didalam menara
pendingin, air pendingin didinginkan oleh udara sehingga temperaturnya kembali
turun dan siap disirkulasikan kembali ke dalam kondensor.
Jadi di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sutami menggunakan siklus
terbukakarena air yang dipasok dari bendungan setelah digunakanlangsung
dibuang ke tailrace. Serta dengan penggunaan siklus terbuka disini sangat efisien
dari pada menggunkan siklus tertutup, hal tersebut karena jika menggunkan siklus
tertutup masih memerlukan alat penunjang lain yang biayanya akan semakin
membengkak.
Alat penukar panas
Alat penukar panas atau heat exchanger adalah alat yang dapat
memindahakan panas dari satu sistem ke sistem yang lain tanpa terjadi
perpindahan massa. Alat penukar panas dirangcang sebisa mungkin agar
perpindahan panas antar fluida dapat berlangsung secara efisien. Alat penukar
panas merupakan suatu alat yang menghasilkan perpindahan panas dari suatu
TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

36

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

fluida yang temperaturnya tinggi ke fluida yang temperaturnya lebih rendah.


Proses perpindahan panas tersebut dapat dilakukan secara langsung dan tidak
langsung.

3.3 Bagian dan Fungsi Sistem Pendingin pada PLTA


Fungsi dari sistem pendingin pada PLTA Sutami adalah untuk menjaga
agar mesin tidak beroprasi pada temperatur yang sangat tinggi (over heating)
maka sangat diperlukan sistem pendingin yang efektif. Jika mesin dioperasikan
pada temperatur tinggi maka efisiensi mesin akan menurun. Pada dasarnya sistem
pendingin pada PLTA Sutami menggunakan air yang diambil dari water supply
dan dipompa oleh sebuah pompa sentrifugal.
Adapun peralatan yang digunakan pada sistem pendingin adalah sebagai
berikut :
3.3.1

Main Strainer
Main strainer merupakan tempat air pendingin mengalami penyaringan

secara maksimal. Main strainer berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran dari


air yang diambil dari

cooling tank. Strainer merupakan alat bantu unit

pembangkit yang terdiri dari 2 unit yakni unit A dan B, dan beroperasivsecara
bergantian. Diantara keduanya salah satu main strainer berfungsi sebagai primary,
sedangkan lainnya bersifat stanby (siap beroprasi sewaktu-waktu apabila main
strainer primary terjadi kendala). Tipe dari main strainer ini adalah Poros vertical
dan manual roatry Gunanya untuk menyaring air pendingin dari Cooling Tank
yang akan dialirkan menuju ke Heat Exchanger (Radiator, Cooler Governoor
Sump Tank, Cooler Lubrication Sump Tank, Cooler Trush dan Lower Bearing)
dan Shaft Shield.

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

37

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

Gambar 3.1 Main Strainer


Spesifikasi Main Strainer
-

Type

: WFH-VR10K-200

Test press.

: 21 kg/cm2

Series no.

: 3600664

Manufactured

: 1975-2

Pabrik

: Toshiba

3.3.2

Head Reducing Valve


Reducing valve adalah peralatan atau katup yang mereduzer tekanan air

dari pipa pesat dari 9 bar diturunkan menjadi 6 bar menuju tendon (cooling tank)
untuk dipakai sebagai air pendingin unit generator. Apabila salah satu reducing
valve operasi (misalnya no. A) air tidak cukup untuk pemakaian (level air cooling
tank menurun dan terjadi alarm) maka dapat diatasi dengan menambah
pengoprasian reducing yang satunya no. B apabila air cooling tank tidak cukup,
reducing valve operasi dua unit (no. A dan B) dapat diatasi dengan membuka
valve by pass cooling tank.

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

38

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

Gambar 3.2 Reducing Valve


Spesifikasi reducing valve terdiri dari A dan B
Reducing Valve A
-

Inlet Pressure ( P1 )

: 9.35 - 6.05 Kg/Cm2.

Outlet Pressure ( P2 )

: 4.2 Kg/Cm2.

Normal Flow ( Q )

: 15.600 Liter/Menit.

Diffrential Pressure ( P ) : 5.15 - 1.85 Kg/Cm2.

Valve Size

Maximum Valve Stroke : 50 mm

Pabrik

: 10 B 250

: KANTO VALVE CO,LTD

Reducing Valve B
-

Valve Size

: 10 inch

Inlate Pressure ( P1 )

: 10 Kg/Cm2.

Model

: MK - 1

Pabrik

: VALTEX, USA

3.3.3

Cooling Water Tank


Setelah mengalami penurunan tekanan air pendingin disalurkan menuju

cooling water tank untuk ditampung dan kemudian mensuplay air pendingin ke
Radiator, Oil Cooler Lubrication Sumptank, dan mensuplay air untuk Fire hydrant
dan toilet.

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

39

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

Gambar 3.3 Cooling Water Tank


-

Lebar

:5

Panjang

: 12

Tinggi

: 3

3.3.4

Drain Pump
Drain Pump merupakan alat bantu unit pembangkit yang terdiri dari 2 unit

yakni unit A dan B. Dimana masing-masing dapat dioperasikan secara local


maupun auto. Gunanya untuk menguras air yang ada di Sump Pit yang kemudian
dialirkan ke Tail Race. 1 drain pump bekerja pada saat mencapai level air 172.500
m dan 2 drain pump bekerja pada level 172.600 m serta melebihi 172.700 m akan
membunyikan alarm. Drain pump tidak bekerja saat level dibawah 169.700 m.

Gambar 3.4 Drain Pump


Spesifikasi Drain Pump
- Type
: VF W M
- Bore
: 150 mm
- Capacity
: 2 m3 / min
TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

40

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

Series No.
Manufactured
Build
Power
Head
Revolution
Bearing Type

3.3.5

Sump Pit

: 43973-2
:Dengo Dengyosha Machine Works, Ltd
: 1971
: 22 KW
: 22 m
: 1450 Rpm
: 7312 B

Sump pit adalah bagian tempat sisa air pendingin dibuang. Pada drainage
pit terdapat drainage pump yang berfunsi untuk memompa air dalam sump pit
yang berasal dari Oil Cooler Governoor Sump tank, Oil Cooler Lubricating Tank
dan kebocoran air, kemudian dipompa (dibuang) ke tail Race.

Gambar 3.5 Sump Pit


Spesifikasi
-

Panjang

: 7.5 m

Lebar

: 3.5 m

Tinggi

: 4.5 m

Volume

: 92 m3

Pompa

: 2 set

Level switc : 33WH 1, 33WH 2, 33WH 3, 33WH 4,


33W-5

3.3.6

Float Switch (Level Tinggi Air)

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

41

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

Gambar 3.6 Float Switch


-

Type

: 7.5 m

Rating Voltage: 110/220 V

Rating Amp

: 3/2 A

Max. Float travel

:4M

Series no.

: 3600420FB4213C

Pabrik

: Toshiba

3.4 Bagian-bagian Peralatan yang Perlu didinginkan


a. Ruang generator
Ruang generator berfungsi sebagai tempat rotor yang berputar dan stator. Inlet
air memiliki batasan normal suhu antara 650 -750C sedangkan pada outlet air
batasan normal suhunya sebesar 500 -600C.
b. Oil Generator Thurst Bearing
Generator Thurst Bearing berfungsi untuk menahan beban aksial dari
generator dan turbin. Memiliki baas normal suhu antara 600 -650C.
c. Oil Generator Guide Bearing
Generator Guide Bearing berfungsi untuk menahan gerak radial dari generator
dan turbin. Memiliki batas normal suhu antara 600 -650C.
d. Oil Turbin Guide Bearing
Turbin Guide Bearing berfungsi untuk menahan beban radial dan getaran
yang diakibatkan oleh putaran runner. Memiliki batas normal suhu antara 600
-650C.
e. Sistem miyak bertekanan (Sump Tank)
Sistem minyak bertekanan berfungsi untuk menggerakan suatu alat secara
hidrolik, misalnya servo motor, guide vane, inlet valve, dan by pass.
TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

42

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

3.5 Sistem Kerja Air Pendingin


1. Air pendingin diambil dari penstock sebelum inlet valve melalui pipa dengan
diameter 20 mm, disalurkan menuju cooling water tank melewati reducing
valve dan floating valve. Dengan bantuan reducing valve, tekanan air yang
awalnya sebesar 9 bar diturunkan menjadi 6 bar. Reducing vaalve berfungsi
untuk menurunkan tekanan air dari penstock, dan floating valve berfungsi
sebagai pengatur outlet pipa pemasukan yang terletak di cooling water tank.
2. Air yang tekanannya turun naik menuju cooling water tank kemudian air turun
lagi dan didistribusikan ketiga set main strainer, masing-masing set terdiri dari
dua buah main strainer untuk sistem pendingin satu unit pembangkit. Main
strainer bekerja saling bergantian dan berfungsi untuk menyaring air pendingin
sebelum didistribusikan ke masing-masing peralatan yang memerlukan proses
pendinginan.
3. Dari pipa outlet main strainer, air disalurkan ke radiator dan sump tank serta
lubrication. Setelah sirkulasi selesai air langsung dibuang ke tailrace.
3.6 Sistem Pendingin pada Generator
Yang pertama adalah cara kerja dari main strainer yang merupakan salah
satu dari peralatan sistem pendingin. Air tersebut diambil dari pipa penstock,
kemudian ditampung di cooling tank disalurkan hingga sampai di main strainer.
Sebelum digunakan sebagai media pendingin air tersebut harus disaring terlebih
dahulu di main strainer untuk untuk memisahkan kotoran-kotoran yang terbawa
oleh air dari pipa penstock. Setelah air tersebut disaring dan tidak ada kotoran
yang terbawa maka air tersebut disalurkan ke beberapa bagian-bagian yang perlu
didinginkan dan dikontrol dengan valve agar aliran air dapat mengalir ketempattempat yang akan didinginkan.
Aliran yang pertama mengalir ke radiator pada ruang generator. Pada
ruang generator diperlukan pendinginan karena pada ruang generator terdapat
udara panas yang diakibatkan oleh putaran rotor. Didalam ruang generator
terdapat water cooler yang gunanya untuk mendinginkan temperatur udara yang
berada dalam ruang generator. Udara didalam ruang generator itu bergerak akibat
fan yang terdapat pada rotor. Karena rotor berputar maka akan menggerakan udara

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

43

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

yang berada dalam ruang generator. Udara yang panas akan dialirkan melewati air
cooler, air cooler akan berkurang temperaturnya.
Kemudian untuk aliran yang kedua memasuki generator thurst bearing. Di
generator thurst bearing terdapat alat pendingin yaitu oil cooler thurst bearing
generator, fungsi air pendingin disana adalah untuk mendinginkan atau
menurunkan temperatur minyak yang berada di thurst bearing. Cara kerjanya
adalah air pendingin mengalir ke oil cooler thurst bearing generator, di dalamnya
ada lubang-lubang yang saling bersebelahan di sisi lubang satu ada air yang
masuk dan di sisi lubang yang sebelahnya ada minyak, jadi lubang antara
masuknya minyak dan air saling bersebelahan sehingga temperatur minyak bisa
turun. Air dan minyak hanya mengalir di dalam celah oil cooler thurst bearing
generator kemudian sisa dari air pendingin tersebut dibuang melalui drainage pit.
Fungsi pendinginan di PLTA Sutami hanya untuk mendinginkan atau menurunkan
temperatur minyak.
Untuk bagian pendingin yang terakhir di Generator adalah pada guide
bearing yang berfungsi menahan beban radial dari generator dan turbin. Pada
guide bearing generator terdapat minyak yang berfungsi sebagai pelumas. Minyak
tersebut temperaturnya akan tinggi karena menahan beban radial pada turbin dan
generator. Proses aliran air untuk pendingin adalah air yang telah disaring pada
main strainer lalu air tersebut dialirkan ke pipa yang menuju di guide bearing.
Kemudian air tersebut dialirkan ke guide bearing generator. Pipa di guide bearing
juga terdapat dua aliran dalam satu pipa, karena adanya air yang mengalir dalam
satu pipa yang dipisahkan oleh sekat maka temperatur minyak turun. Proses
tersebut terjadi berulang-ulang selama unit beroprasi. Sistem pendingin pada
sump tank operasinya sama dengan sistem pendingin guide bearing generator.
Pendinginan sump tank ada di dalam sump tank itu sendiri.
3.7 Sistem Pendinginan pada Bearing
Sistem pendinginan pada turbin francis hanya di turbin guide bearing yang
berfungsi untuk menahan beban radial yang diakibatkan dari putaran runner. Pada
turbin guide bearing upper terdapat minyak yang digunakan sebagai pelumas.
Akibat dari turbin guide bearing dan upper yang menahan beban radial minyak
yang berada di guide akan mengalami kenaikan temperatur sehingga perlu
TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

44

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

pendingin untuk menurunkan temperatur minyak. Sistem kerjanya sama dengan


thurst bearing didalam pipa terbagi menjadi dua, ada aliran minyak dan air yang
masuk dalam pipa yang terpisah oleh sekat didalam pipa. Prosesnya terjadi secara
berulang-ulang selama unit beroperasi.
3.8 Pembuangan Air Pendingin
Pembuangan air pendingin dari Generator air cooler dibuang ke draft tube
yang sebelumnya melalui flow relay untuk mengetahui aliran air yang mengalir
dalam Generator air cooler itu. Pembuangan air pendingin dari turbin guide
bearing oil cooler generator guide dan thurst bearing oil cooler dibuang ke
drainage pit yang sebelumnya juga melewati flow relay. Pembuangan air dari
Sump Tank oil cooler juga dibuang ke drainage pit yang sebelumnya melalui
thermostat.

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

45

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

3.9 Skema Sistem Air Pendingin

Gambar 3.7 Skema Sistem Air Pendingin


TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

46

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

3.10 Pendingin Ruang Generator


Berikut merupakan sekema pendingin ruang generator pada PLTA
SUTAMI.
PENSTOCK

R.V

DRAFT
TUBE

RADIATO
R
NO.1

RADIATO
R
NO.2

RADIATO
R
NO.3

O.T

RADIATO
R
NO.4

RADIATO
R
NO.5

RADIATO
R
NO.6

IN

M.S.
S

20 WC

Gambar 3.8 Pendingin Ruang Generator


3.11 Pendinginan Lower Guide dan Upper Bearing Generator
Berikut merupakan sekema Pendinginan Lower Guide dan Upper Bearing
Generator pada PLTA SUTAMI.

Gambar 3.9 Pendinginan Lower Guide dan Upper Bearing Generator


TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

47

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

3.12 Pendingin Oil Sump Tank


Berikut merupakan sekema Pendingin Oil Sump Tank pada PLTA SUTAMI.

Gambar 3.10 Pendingin Oil Sump Tank


3.13 Pendingin pada Ruang Radiator
Berikut merupakan sekema Pendingin pada Ruang Radiator pada PLTA
SUTAMI.

Gambar 3.11 Pendingin pada Ruang Radiator

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

48

LAPORAN PRAKTEK KERJA


LAPANGAN PLTA SUTAMI /

3.14 Pendingin pada Thurst Bearing Generator


Berikut merupakan sekema Pendingin pada Thurst Bearing Generator pada
PLTA SUTAMI.

Gambar 3.12 Pendingin pada Thurst Bearing Generator

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG / 2015

49