Anda di halaman 1dari 5

Klindamisin

1) Definisi
Klindamisin adalah obat antibiotik golongan linkosamid. Klindamisin diperkenalkan pada
tahun 1966. Klindamisin digunakan sangat eksklusif karena kemanjuran dan keungguluan
farmakokinetiknya. (Yagiela, 2011)
2) Farmakodinamik
Reseptor lincosamides identik dengan macrolides, chloramphenicol dan streptogramins23S subunit bakteri ribosom dari 50S, hasilnya bakteriostatik menghambat sintesis
protein mikroba. Clindamysin memiliki aktifitas yang signifikan melawan bakteri gram
positive dan gram negatif anaerobic dan fakultatif/aerobic mikroorganisme, termasuk
bacteroides, prevotella, poryphyromonas, veillonella, peptostreptococcus, microaerophilic
streptococci, actinomyces, eubacterium, clastridium, dan propionibacterium. Bakteri
Gram-positif secara keseluruhan mudah terkena clindamycin yaitu S. Pneumoniae; VGS;
corynebacterium; grup A,B,C, dan G streptococci; dan streptococcus bovis, dengan variabel
mudah terkena staphylococci. Mikroorganisme dengan resisten intrinsik terhadap lincosamide
termasuk Enterococcus, H. influenzae, N. meningitidis, M. pneumoniae, dan MRSA, adanya
peningkatan resistensi pada S. pneumoniae dam S. pyogenes dan nilai resistensi 12% sampai
20% pada Prevotella, Porphyromonas, Fusobacterium, dan Peptostreptococcus dalam
lingkungan rumah sakit. (Yagiela, 2011)
3) Farmakokinetik
Clindamycin diserap dengan sangat baik melalui oral dengan 90% bioavailability tidak
berkurang karena makanan. Waktu puncak adalah 45-60 menit, dengan waktu paruh 2,4-3
jam. Jika ada gangguan ginjal maka waktu paruh meningkat menjadi 6 jam, dibarengi
dengan peningkatan serum dua kali lebih banyak. Obat dapat berpenetrasi dengan baik
pada tulang, tetapi tidak pada cairan cerebrospinal; metabolisme pada hati (>90%); dan
terpusat di empedu, dimana hal ini dapat mengubah koloni flora selama 2 minggu
setelah tidak dilanjutkan penggunaannya. Dengan cara yang sama dengan macrolides,
clindamycin lebih banyak terpusat pada sel polymorphonuclear, alveolar macrophages,
dan abses jaringan. (Yagiela, 2011)
4) Indikasi

Clindamycin adalah pilihan pertama untuk obat pencegah endocarditis untuk orang
yang alergi penisilin. Kadang-kadang digunakan untuk penatalaksanaan infeksi gigi
yang telah melibatkan tulang pada pasien alergi penisilin. (Meechan, 2011)
Clindamisin digunakan untuk beberapa perawatan infeksi oleh streptococci, staphylococci,
pneumococci, atau bakteri anaerob seperti Bacteroides. Penggunaan clindamisin diindikasi
dengan perawatan infeksi tulang refraktori. Clindamycin juga berguna dalam perawatan
konsisi tertentu yang melibatkan bakteri anaerob, seperti infeksi genital tract wanita, dan
luka tembak yang mengenai abdominal. Clindamycin juga dapat dikombinasikan dengan
pneumocystis carinii dan toxoplasmosis. (Yagiela, 2011)
5) Kontra indikasi
Kontraindiksi clindamycin adalah pasien alergi dengan obat ini dan kombinasinya
dengan curare seperti obat block neuromuscular. Semua antibiotik sebaiknya tidak digunakan
jika memungkinkan selama 2 bulan setelah penggunaan antibiotik colitis. Hipertensi dan preexisting diarrhoea. (Yagiela, 2011)
6) Efek samping
Efek samping minor yang terkait dengan klindamisin adalah mual dan muntah, sakit
perut, esophangitis, glossitis, stomatitis, alergi, metallic taste, ruam makulopapular, dan
diare.

Sedangkan

untuk

efek

samping

mayor

dapat

terjadi facial

oedema,

gastrointestinal effects termasuk produksi pseudomembranous colitis, hypersensitivitas


syndrome,

mengubah

fungsi

hati

termasuk

jaundice, neuromuscular

blockade,

haematological efek mengurangi sel darah putih dan platelet, thrombophebitis setelah
pemberian intravena. (Yagiella, 2011)
7) Sediaan
1. 75 mg, 150 mg, 300 mg kapsul

Gambar: Sediaan Klindamisin Kapsul


Sumber:http://1.bp.blogspot.com
2. Suspensi mengandung 75 mg/5 mL

Gambar: Sediaan Klindamisin Suspensi


Sumber: https://healthy.kaiserpermanente.org/static/drugency/images/GSO00160.JPG
3. 2 mL dan 4mL vials mengandung 150 mg/mL dengan injeksi (Meechan, 2002)

Gambar: Sediaan Klindamisin Vials untuk Injeksi


Sumber: http://4.bp.blogspot.com

8) Dosis
1. Untuk penatalaksanaan infeksi, 150-300 mg diminum 4 kali sehari (anak 3-6mg/kg 4 kali
sehari). Pemberian intravena atau injeksi intramuscular yang dalam 0,6-2,7 kg setiap hari 2-4
dosis (satu dosis lebih 600 mg dengan pemberian hanya intravena) (anak 15-40 mg/kg daily
over 3-4 dosis).
2.

Pencegahan endocarditis 600 mg diminum 1 hari sebelum tindakan bedah ketika

perawatan dengan pemberian anastesi lokal. Dibawah pengaruh anestesi menyeluruh


pemberian intravena 300 mg setelah 10 menit dilanjutkan 150 mgdiminum 6 jam
kemudian. Anak dibawah 5 tahun : 25% dosis dewasa, anak 5-10 tahun : 50% dosis dewasa
(Meechan, 2002)
9) Interaksi
Gagal ginjal dapat disebabkan jika penggunaan obat ini dikombinasikan dengan antibiotik
aminoglycoside seperti gentamycin. Clindamycin mempertinggi blockade neuromuscular
yang diciptakan oleh pancuronium, suxamethonium, dan pipecuronium. Clindamycin
mengurangi respon terhadap terapi vitamin K dan pada pasien dengan pemberian Vitamin K
harus dengan antibiotik lain. (Yagiela, 2011)
10) Kegunaan di Kedokteran Gigi

Meskipun amoxicillin dan penicilin V adalah obat pilihan utama untuk infeksi akut
orofacial, kebangkitan clindamycin tepat sebagai oral microbial resistance terhadap lactams yang terus meningkat. Hal ini diantisipasi dengan oral micobial resistance terhadap
clindamycin akan dapat meningkat dengan proporsional berbarengan dengan MLS
resisten di bagi dengan macrolides dan streptogrammins. (Yagiela, 2011)

Sumber:
Meechan, J. G. and R.A. Seymour. 2001. Drug dictionary for dentistry. England:
Oxford University Press.

Yagiela JA, Dowd FJ, Neidle EA, eds. 2011. Pharmacology and Therapeutics for
Dentistry. 6 th ed.