Anda di halaman 1dari 2

Nama : Perdana Bagus Ramadhan

NIM : F1315070
Kelas : B / S1 Transfer Program STAR BPKP
Ringkasan Materi Kuliah
Akuntansi Keuangan Daerah
Audit Atas Belanja dan Beban
A. Tujuan Audit

Tujuan pemeriksaan siklus belanja daerah adalah mengungkapkan ada atau


tidaknya salah saji material dalam Pos Belanja Operasi, Belanja Modal, dan Belanja
Tak Terduga.
Tujuan pemeriksaan siklus beban daerah adalah mengungkapkan ada atau tidaknya
salah saji material dalam Pos Beban Operasi, Beban Transfer, Defisit Non
Operasional, dan Beban Luar Biasa.
Tujuan pemeriksaan atas belanja dan beban daerah adalah untuk mengetahui,
menguji, dan menilai apakah:
1. Belanja dan beban daerah yang seharusnya menjadi kewajiban daerah yang
bersangkutan telah dilakukan tepat waktu, dan dalam jumlah yang menjadi
kewajibannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Pengelolaan anggaran belanja dan beban daerah telah ditatausahakan atau
dicatat secara tertib, dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
3. Sistem pengendalian menajemen pengelolaan anggaran belanjadan beban
daerah telah cukup memadai.

B. Metodologi Audit

Pemeriksaan dilakukan dengan cara:


1. uji petik atas dokumen-dokumen yang berkaitan dengan belanja daerah
2. melakukan konfirmasi dengan pejabat satuan kerja dan pelaksana yang terkait
3. observasi lapangan.

C. Proses Audit

Proses pemeriksaan atas siklus belanja mencakup pemeriksaan atas:


1. Belanja Operasi, meliputi: belanja pegawai, belanja barang, belanja bunga,
belanja subsidi, belanja hibah, dan belanja bantuan sosial.
2. Belanja Modal, meliputi: belanja tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja
gedung dan bangunan, belanja jalan, irigasi, dan jaringan, belanja asset tetap
lainnya, belanja lainnya.
3. Belanja Tak Terduga.
Proses pemeriksaan atas siklus beban mencakup pemeriksaan atas:
1. Beban Operasi, meliputi: beban pegawai, beban barang dan jasa, beban bunga,
beban subsidi, beban hibah, beban bantuan sosial, beban penyusutan dan
amortisasi, beban penyisihan piutang, dan beban lain-lain.
2. Beban Transfer, meliputi: beban transfer bagi hasil pajak daerah, beban transfer
bagi hasil pendapatan lainnya, beban transfer bantuan keuangan ke pemerintah
daerah lainnya, beban transfer bantuan keuangan ke desa, beban transfer
bantuan keuangan lainnya, beban transfer dana otonomi khusus.
3. Defisit Non Operasional.
4. Beban Luar Biasa.
1

D. Materialitas dan Risiko Audit

Transaksi-transaksi dalam siklus belanja dan beban sangat berpengaruh terhadap


laporan keuangan. Kesalahan dalam membedakan antara belanja dan beban akan
menimbulkan salah saji dalam laporan keuangan.
Risiko bawaan dari sikus bawaan dapat disebabkan oleh tingkat volume transaksi.
Tingginya volume transaksi akan memperbesar kemungkinan terjadinya salah saji.
Semakin tinggi volume transaksi maka semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya
kesalahan dalam pencatatan transaksi tersebut.

Bervariasinya acuan dasar penetapan materialitas, perlu dipertimbangkan untuk


memilih dasar yang paling sesuai dengan karakteristik pemeriksaan LKPD.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, dalam pemeriksaan LKPD pemeriksa dapat


menggunakan total realisasi belanja sebagai dasar penetapan materialitas dengan
pertimbangan:
1. secara karakteristik berdasarkan sifat, besar dan tugas pokok entitas yang
diperiksa (pemerintah daerah) realisasi belanja merupakan nilai yang cukup
tinggi disajikan dalam laporan keuangan;
2. penggunaan dana/pengalokasian belanja lebih diperhatikan oleh pengguna
laporan keuangan (pemerintah daerah, DPRD, masyarakat); dan
3. nilai realisasi belanja merupakan nilai yang relatif andal.