Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN GIZI DIABETES MELITUS

KEPERAWATAN MEDIKAL

PROPOSAL

oleh
Linda Ayu Agustin
NIM 142310101097

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2016

MANAJEMEN GIZI DIABETES MELITUS


KEPERAWATAN MEDIKAL

PROPOSAL

disusun sebagai pemenuhan tugas Keperawatan Medikal


dengan dosen pengampu: Ns.John Hafan Sutawardana, M.Kep.

oleh
Linda Ayu Agustin
NIM 142310101097

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, karena telah melimpahkan


rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan
Proposal dengan judul Manajemen Nutrisi Diabetes Melitusdengan tepat
waktu. Dalam menyelesaikan Proposal ini, penulis banyak mendapatkan
bimbingan, bantuan dan saran dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada:
1

Ns.Lantin Sulistyorini,S.Kep.,M.Kes. selaku ketua program studi Ilmu


Keperawatan Universitas Jember,

Ns.John Hafan Sutawardana, M.Kep. selaku dosen pengampu mata kuliah


Keperawatan Maternitas yang selalu memberikan masukan dalam penulisan
SAP ini.

teman - teman yang selalu memberikan dukungan pada saat penulisan


makalah, dan

semua pihak yang memberikan bantuan dalam penyelesaian Proposal ini.


Penulis menyadari didalam penyusunan dan penulisan proposal ini banyak

kekurangannya dari segi teknik dan metode penulisan yang jauh dari
sempurna.Merupakan suatu penghargaan bagi penulis apabila ada saran dan kritik
yang membangun demi kesempurnaan karya ilmiah ini.Semoga makalah ini
bermanfaat bagi pembaca dan penulis.
Jember, Oktober 2016
Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL...................................................................................

KATA PENGANTAR.................................................................................

ii

DAFTAR ISI...............................................................................................

iii

BAB 1. PENDAHULUAN.........................................................................

Analisis Situasi....................................................................
Perumusan Masalah Mitra..................................................

1
1

BAB 2. TUJUAN DAN MANFAAT.........................................................

Tujuan....................................................................................
2.1.1 Tujuan Umum...............................................................
2.1.2 Tujuan Khusus.............................................................
Manfaat..................................................................................

3
3
3
3

BAB 3. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH..........................

3.1 Dasar Pemikiran...................................................................


3.2 Kerangka Penyelesaian Masalah.........................................

4
4

BAB 4. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN...............................

4.1 Rencana Realisasi Penyelesaian Masalah............................

4.2 Khalayak Sasaran..................................................................

4.3 Metode yang Digunakan.......................................................

4.4 Anggaran dan Sumber Dana..................................................

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Analisis Situasi
Menurut American Diabetes Association (ADA) 2010, Diabetes Melitus (DM)
merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang
terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diagnosis DM
biasanya diikuti dengan adanya gejala poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat
badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Diagonosis DM dapat dipastikan apabila
hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu 200 mg/dl dan hasil pemeriksaan kadar
glukosa darah puasa 126 mg/dl.
Data terbaru ditahun 2015 yang ditunjukkan oleh perkumpulan endokrinologi

(perkeni) menyatakan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia telah mencapai 9,1
juta orang. Kali ini Indonesia disebut-sebut telah bergeser naik dari peringkat 7 menjadi
peringkat ke 5 teratas di negara negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di
dunia. Hal iini tentu sangat memprihatinkan karena indinesia masih berada di urutan ke
10 pada tahun 2011 lalu. Organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan jumlah
penderita diabetes di Indonesia akan terus melonjak, dari semula 8,4 juta di tahun 2000
menjadi sekitar 21,3 juta ditahun 2030.
Menurut (Riskesdas, 2007) berdasarkan pemeriksaan gula darah pada usia >15 tahun
diperkotaan 5,7%. Prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk usia >= 15 tahun
sebesar 18,8 % dan sebanyak 17 propinsi memiliki prevalensi diatas nasional. Sedangkan
prevalensi TGT ( Toleransi Glukosa Terganggu) pada penduduk usia > 15 tahun
diperkotaan adalah 10,2% dan sebanyak 13 provinsi mempuyai prevalensi diatas nasional.
Prevalensi kurang makan buah dan sayur sebesar 93,6% dan prevalensi kurang aktifitas
fisik pada penduduk > 10tahun sebesar 23,7% dan prevalensi minum berakohol dalam
satu bulan sekitar 4,6%.
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) ini terjadi akibat terjadinya gangguan mekanisme
kerja hormon insulin, sehingga gula darah yang ada di dalam tubuh tidak dapat
dinetralisir. Gizi jugadapat menunjukkan peranannya dalam terjadinya Diabetes Mellitus
dalam dua arah yang berlawanan. Gizi lebih yang merupakan petunjuk umum
peningkatan taraf kesejahteraan perorangan, memperbesar kemungkinan manifestasi DM,
terutama pada mereka yang memangdilahrikan dengan bakat tersebut. Pada keadaan yang
demikian gejala DM dapat di atasi denganpengaturan kembali keseimbangan
metabolisme zat gizi dalam tubuh dengan masukan zat gizimelalui makanan.

Sebaiknya, gizi buruk pada masa pertumbuhan atau intake bahan makanan yang
mengandung racun seperti Cyanida, dapat menimbulkan gangguan pada proses
pertumbuhan dan perkembangan jaringan kelenjar pankreas. Tingginya angka prevalensi
gizi kurang pada anak-anak serta adanya kemungkinan konsumsi bahan makanan beracun
dinegara berkembang memperbesar perkiraan bahwa tropical diabetes akan dijumpai
lebih banyak dalam masyarakat negara berkembang.
Pada penatalaksanaan diabetes mellitus, langkah pertama yang harus dilakukan adalah
penatalaksanaan tanpa obat berupa pengaturan diet dan olah raga. Apabila dalam langkah
pertama ini tujuan penatalaksanaan belum tercapai, dapat dikombinasi dengan langkah
farmakologis berupa terapi insulin atau terapi obat hipoglikemik oral, atau kombinasi
keduanya (Ditjen Bina Farmasi dan Alkes, 2005).
Tingginya suatu masalah kesehatan sangat

erat kaitannya dengan perilaku

kesehatan dan perubahan perilaku erat kaitannya dengan pengetahuan seseorang.


Notoatmodjo, (2003) menjelaskan bahwa pengetahuan merupakan salah satu

faktor

predisposisi atau faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan perilaku seseorang.


Masalah-masalah kesehatan yang terjadi dalam masyarakat dapat ditangani dengan
menerapkan manajemen masalah kesehatan tersebut. Salah satu contohnya dengan
memperhatikan pengaturan diet atau manajemen keseimbangan gizi. Manajemen gizi
merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mengontrol status gizi seseorang agar
tidak terjadi masalah pada orang tersebut. Manajemen gizi pada pasien diabetes sangat
perlu diterapkan untuk menjaga status gizi pasien dengan diabetes melitus tetap
seimbang dan optimal. Untuk itu sebagai salah satu bagian dari calon tenaga kesehatan
kita diharapkan mampu melakukan manajemen gizi agar angka kejadian diabetes melitus
dapat diturunkan, salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan memberikan
pendidikan dan pelayanan tentang penyakit diabetes melitus pada keluarga.
1.2 Perumusan Masalah Mitra
Berdasarkan analisis situasi yang telah dipaparkan dapat dirumuskan beberapa masalah
antara lain:
1. Berdasarkan data yang didapatkan dari desa Pace, Kecamatan Silo, pada desa tersebut
sudah terdapat layanan kesehatan seperti Posyandu khusus Lansia. Namun, belum ada
pemeriksaan gula darah rutin dan belum adanya pendidikan kesehatan yang terjadwal
sebagai upaya promotif dan preventif untuk menanggulangi masalah diabetes melitus.

2. Untuk itu pemberian penyuluhan kesehatan tentang manajemen gizi pada penyakit
diabetes melitus dan pemeriksaan kadar gula darah pada Tn.Amze sangat tepat dalam
rangka upaya penatalaksanaan manajemen penyakit diabetes melitus.
3. Penyuluhan kesehatan selain mudah dilakukan dengan biaya yang cukup murah
diharapkan mampu menyadarkan Tn.Amze dan keluarga akan pentingnya menjaga
kesehatan tubuhnya dan pentingnya manajemen nutrisi penyakit diabetes melitus
sehingga terhindar dari komplikasi yang dapat ditimbulkannya.

BAB 2. TUJUAN DAN MANFAAT


2.1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum

Setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang


manajemen gizi pada penyakit diabetes melitus dapat meningkatkan motivasi dari
petani tersebut untuk melakukan tindakan pengaturan diet.
2.1.2

Tujuan Khusus
a. Meningkatnya pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus.
b. Meningkatkan pengetahuan tentang manajemen gizi penyakit diabetes melitus
c. Mendeteksi nilai gula darah petani tersebut.
2.2 Manfaat
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat membantu program pemerintah
guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagaimana yang telah diamanahkan
dalam UU RI No. 36 Tentang Kesehatan.

BAB III. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH

3.1 Dasar Pemikiran


Jenis kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya para intelektual di institusi
pendidikan Universitas Jember dalam melihat fenomena yang terjadi di masyarakat, salah satu
permasalahannya adalah tingginya laporan kunjungan masyarakat yang mengalami penyakit
diabetes melitus yang dapat berakibat pada kurang produktifnya serta terganggunya kualitas
sumber daya manusia, serta sebagai bentuk pelaksanaan dari salah satu Tri Dharma Perguruan
Tinggi. Metode dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan dengan melalui penyuluhan dan
pelayanan pada masyarakat. Kegiatan penyuluhan ini juga memberikan kesempatan kepada

warga untuk bertanya terkait materi yang telah disampaikan. Tanya jawab dilakukan secara
terbuka dalam bentuk diskusi interaktif dengan keluarga mengenai materi yang telah
disampaikan.

3.2 Kerangka Penyelesaian Masalah


Upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah:
1. Mengadakan penyuluhan tentang penyakit diabetes melitus dan manajemen gizinya.
2. Mengadakan tanya jawab/ diskusi secara terbuka setelah selesai memberikan materi sebagai
bentuk evaluasi antara pemberi materi dengan keluarga yang mendapatkan penyuluhan
tentang penyakit diabetes melitus.
3. Mengadakan pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah.

BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Rencana Realisasi Penyelesaian Masalah


Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di rumah keluarga Tn.Amze desa Pace Kecamatan
Silo Kabupaten Jember pada tanggal 29 Oktober 2016. Pemberi penyuluhan dari pihak
mahasiswa PSIK Universitas Jember yang berjumlah 1 (satu) orang tiap keluarga. Linda
Ayu Agustin NIM 142310101097 memberikan materi tentang manajemen gizi pada
penyakit diabetes melitus dan melakukan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah
pada petani tersebut.

4.2 Khalayak Sasaran


Tn.Amze sebagai petani yang mengalami diabetes melitus dan keluarga.
4.3 Metode Yang Digunakan
Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah sebagai berikut :
1. Diskusi/tanya-jawab
2. Pemeriksaan Kesehatan (test kadar gula darah dan test tekanan darah)
4.4 Anggaran dan Sumber Dana
Anggaran yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kegiatan penyuluhan ini sebesar Rp.
15.000 (lima belas ribu rupiah) dengan sumber dana yang berasal dari dana mandiri.
(Terlampir)

DAFTAR PUSTAKA

American Diabetes Association. 2010. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus.


Diabetes Care American Diabetes Association, Position, Statement, Implication Of The
Diabetes Control and Complication Trial. Diabetes Spectrum 1993 : 4 (3) : 225 27
(Online) http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/ articles.com (Diakses 20 Oktober 2016).
PERKENI. 2015. Data prevalensi penderita Diabetes di Indonesia. http://sehat.link/dataprevalensi-penderita-diabetes-di-indonesia.info (Diakses 20 Oktober 2016).