Anda di halaman 1dari 18

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pada dasarnya, perkembangan merujuk kepada perubahan sistematis
tentang fungsi-fungsi fisik dan praktis. Perubahan sistematik tentang fungsi-fungsi
fisik dan pisikis. Perubahan fisik meliputi perkembangan biologis dasar sebagai
hasil dari konsepsi, dan hasil dari interaksi proses biologis dan genetika dengan
lingkungan. Sementara perubahan psikis menyangkut keseluruhan karakteristik
psikologis individu, seperti perkembangan kognitif, emosi, sosial, dan moral.
Karakteristik perkembangan fisik pada masa kanak-kanak (0-5 tahun).
Perkembangan kemampuan fisik pada anak kecil ditandai dengan mulai
mampu melakukan bermacam macam gerakan dasar yang semakin baik, yaitu
gerakan-gerakan berjalan, berlari, melompat dan meloncat, berjingkrak,
melempar, menangkap, yang berhubungan dengan kekuatan yang lebih besar
sebagai akibat pertumbuhan jaringan otot lebih besar. Selain itu perkembangan
juga ditandai dengan pertumbuhan panjang kaki dan tangan secara proporsional.
Perkembagan fisik pada masa anak juga ditandai dengan koordinasi gerak dan
keseimbangan berkembang dengan baik.
Masa dewasa, yang merupakan masa tenang setelah mengalami berbagai
aspek gejolak perkembangan pada masa remaja. Selain itu, kebutuhan berinteraksi
dengan orang lain telah dirasakan sejak usia enam bulan, disaat itu mereka telah
mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya. Anak
mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku lainnya, seperti marah (tidak
senang mendengar suara keras) dan kasih sayang, dengan seiring berkembangnya
dalam segi fisik dan psikomotor. Oleh karena itu, masa dewasa merupakan masa
pematangan kemampuan dan karakteristik yang telah dicapai pada masa remaja.
Interaksi dengan orang lain, tidak hanya dialami anak di lingkungan
keluarga. Proses pembelajaran di sekolah mau atau tidak mau pasti di pengaruhi
oleh substansi-substansi seperti kurikulum pengajar atau guru, lingkungan belajar,
dan evaluasi. Sering kali kita lupa dengan substansi-substansi ini dalam
mendesain suatu pembelajaran.
Desain pembelajaran adalah tata cara yang di pakai untuk melaksanakan
proses pembelajaran. Dalam mendesain pembelajaran guru harus memperhatikan
substansi -substansi ini agar siswa mengalami proses belajar dan pada akhirnya
memperoleh hasil belajar yang menyenangkan.

Oleh kerena itu guru harus melihat, memperhatikan, mempertimbangkan,


dan memprioritaskan tetang ciri siswa atau peserta didik, tujuan yang akan di
capai, materi, pendekatan atau metode yang di gunakan, lingkungan belajar, dan
evaluasi.
Peserta didik adalah organisme yang unik dan berkembang sesuai dengan
tahap perkembangannya (Wina sanjaya, 2006:54). Perkembangan anak adalah
perkembangan seluruh aspek kepribadiannya akan tetapi tempo dan irama
perkembangan masing-masing anak tidak sama. Proses pembelajaran dapat di
pengaruhi oleh perkembangan dan pertumbuhan anak yang tidak sama itu, di
samping karakteristik yang melekat pada diri anak, seperti sikap, penampilan,
pemahaman, dan latar belakang.
Sebagai seorang guru, sangat perlu memahami pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik. Perkembangan pesta didik meliputi : perkembangan
fisik, perkembangan pisikomotorik , dan perkembangan intelektual.
Perkembangan fisik dan perkembangan psikomotorik mempunyai kontribusi yang
kuat terhadap perkembangan intelektual/kongnitif siswa.
Rancangan pembelajaran yang konduktif akan mampu meningkatkan
motivasi belajar peserta didik sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil
pembelajaran yang diinginkan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa pengertian dari pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik?
2. Bagaimana tahap-tahap pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik?
3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan
perkembangan motorik?
4. Masalah-masalah pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik?
5. Bagaimana meningkatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik?
6. Bagaimana peran guru dalam perkembangan motorik anak?

1.3 TUJUAN

1.
Untuk mengetahui pengertian dari pertumbuhan fisik dan perkembangan
motorik
2.
Untuk mengetahui tahap-tahap pertumbuhan fisik dan perkembangan
motorik
3.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan
perkembangan motorik
4.
Untuk mengetahui optimalisasi pertumbuhan fisik dan perkembangan
motorik
5. Untuk mengetahui peran-peran guru dalam perkembangan motorik anak

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian pertumbuhan fisik perkembangan motorik anak


1. Pengertian Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan fisik adalah perumbuhan struktur tubuh manusia yang terjadi
sejak masih dalam kandungan hingga ia dewasa. Proses perubahannya adalah
menjadi panjang (pertumbuhan vertikal) dan menjadi tebal atau lebar
(pertumbuhan horizontal) dalam suatu proporsi bentuk tubuh.
Pertumbuhan berarti pula sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik
(resam tubuh, keadaan jasmaniah) yang herediter / turun menurun
dalambentuk prosesaktif secara berkesinambungan.
Hasil Pertumbuhan dapat berwujud:
1) Badan bertambah besar;
2) Tubuh bertambah berat;
3) Tulangtulang lebih besar, panjang, berat, dankuat;
4) Perubahan system persyarafan;
5) Perubahan pada struktur jasmaniah lainnya.
Pertumbuhan jasmaniah ini dapat diteliti dengan mengukur:
1) Berat
2) Panjang dan
3) Ukuran lingkaran, misal : kepala, dada, pinggul, lengan, dan lain sebagainya.
Dalam pertumbuhannya, macam macam bagian tubuh itu mempuyai
perbedaan tempo kecepatan.
2. Pengertian Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik adalah perkembangan mengontrol gerakan-gerakan
tubuh melalui kegiatan-kegiatan yang terkoordinasikan antara susunan syaraf
pusat, syaraf, dan otot. Proses tersebut dimulai dengan gerakan-gerakan kasar
(gross movement) yang melibatkan bagian-bagian besar dari tubuh dalam
fungsi duduk, berjalan, lari, meloncat, dan lain-lain.

Kemudian, dilanjutkan dengan koordinasi halus (finer coordination) yang


melibatkan kelompok otot halus dalam fungsi meraih, memegang, melempar,
menulis, menggambar, mewarna, dan lain-lain yang kedua-duanya diperlukan
dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan anak tidak berlangsung secara
mekanis otomatis, sebab perkembangan tersebut sangat tergantung pada
beberapa faktor secara simultan, yaitu:
1) Faktor Herediter (Warisan sejak lahir, bawaan)
2) Faktor Lingkungan yang menguntungkan, atau yang merugikan;
3) Kematangan fungsi fungsi organis dan fugsi - fungsi psikis, dan;
4) Aktivitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, kemampuan seleksi,
bisa menolak atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri
sendiri.
Di dalam membicarakan perkembangan perkembangan motorik anak, akan
dibicarakan tentang ciri ciri motorik, yang pada umumnya melalu 4 tahap . Yaitu
:
1)
Gerakan gerakannya tidak disadari, tidak disengaja, dan tanpa arah.
Gerakan anak pada masa ini semata mata hanya oleh karena adanya dorongan
dari dalam. Misal : anak mengerak gerakan kaki dan tangannya, memasukkan
tangan ke mulut,mengedipkan mata, dan gerak gerak lain, yang tidak
disebabkan oleh adanya dorongan rangsangan dari luar.
2)
Gerakan gerakan anak itu tidak khas. Artinya gerakan yang timbul, yang
disebabkan oleh perangsang tidak sesuai dengan rangsangannya.
Misal : bila si anak diletakkan di tangannya sesuatu benda, maka benda itu
dipegangnya tidak sesuai dengan kegunaan benda tersebut, sehingga bagi orang
dewasatampak sebagai sesuatu gerakan yang bodoh;
3)
Gerakan gerakan anak itu dilakukan dengan masal. Artinya hampir seluruh
tubuh ikut bererak untuk mereaksi perangsang yang datang dari luar.
Misal : Bila kepadanya diberikan sebuah bola, maka bola itu diterima dengan
kedua tangan dan kedua kakinya sekaligus;
4)
Gerakan gerakan anak itu disertai gerakan gerakan lain, yang sebenarnya
tidak diprlukan.

3. Karakteristik Perkembangan Motorik anak Usia 8-12 tahun


Gallahue (1996:22) mengklasifikasi anak ke dalam dua kategori, yaitu early
childhood (3-8 tahun) dan later childhood (8-12 tahun) untuk melihat perbedaan
pertumbuhan dan perkembangannya. Tentang karakteristik perkembangan motorik
pada anak di masa later childhoodatau berumur 8-12 tahun, Gallahue (1996:22)
menyatakan bahwa Perceptual abilities become increasingly refined. The
sensorimotor apparaturs work in ever greater harmony, so that by the end of this
period, children can perform numerous sophisticated skills.
Kemampuan anak dalam perceptual pada masa ini sudah mulai meningkat dan
bekerja secara harmony untuk belajar gerak sehingga pada akhirnya dapat
menunjukan keterampilan geraknya.Mereka sudah mulai bisa menaunjukan
penampilan keterampilan gerak dasar yaitu lokomotor dan manipulative.
Gallahue (1996:279) menyatakan bahwa keterampilan gerak dasar lokomotor,
yaitu: Total body movement in wich the body is propelled in an upright posture
from one point to the onother in a roughly horizontal or vertical direction,
movement such walking, running, hopping, galloping, leaping, sliding and
jumping.Jadi keterampilan dasar lokomotor adalah gerakan tubuh yang terjadi
karena tubuh menggerakan posisi badan yang semula tegak menjadi bergerak ke
suatu tempat ke tempat lain dengan arah horizontal maupun vertical yang terdiri
dari berjalan, berlari, melonjat dan melompat.
Sedangkan keterampilan gerak dasar manipulative menurut Gallahue
(1996:279) menyatakan bahwa keterampilan gerak manipulative, yaitu:Gross
body movement in wich force is imparted to or received from object, suc as
throwing, cathing, kicking, dribbling and striking. Artinya, gerak dasar
manipulative adalah gerakan kasar dengan menggunakan tenaga untuk memberi
atau menerima suatu objek, seperti melempar, menangkap, menendang,
memantulkan dan memukul.

B. Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Motorik anak


Jika pada masa bayi dan kanak-kanak, dunia anak lebih banyak
dalam rumah bersama keluarganya, pada masa anak yang berusia 8-12 tahun,
dunianya lebih banyak di sekolah lingkungan sekitar.
Beberapa tahap perkembangan yang dituntut pada masa ini adalah:
1.

Belajar keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan.

2.
Pengembangan sikap yang menyeluruh terhadap diri sendiri sebagai
individu yang sedang berkembang.
3.

Belajar berkawan dengan teman sebaya.

4.

Belajar melakukan peranan sosial sebagai laki-laki atau wanita.

5.
Belajar menguasai keterampilan-keterampilan intelektual dasar, yaitu
membaca, menulis, dan berhitung.
6.
Pengembangan konsep-konsep diperlukan dalam kehidupan sehari-hari agar
dapat menyesuaikan diri dan berprilaku sesuai dengan tuntutan dari
lingkungannya.
7.

Pengembangan moral, nilai, dan hati nurani.

8.

Memiliki kemerdekaan pribadi.

9.

Pengembangan sikap terhadap lembaga dan kelompok sosial.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi


Perkembangan Motorik
1.

Pertumbuhan

Fisik

dan

Aliran Nativisme

Aliran ini berpendapat bahwa pertumbuhan dan perkembangan individu


lebih ditentukan oleh faktor keturunan, bawaan atau faktor internal.
2.

Aliran empirisme

Aliran ini menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan individu


lebih dipenagruhi oleh lingkungan atau pengalaman atau eksternal.
3.

Aliran konvergensi

Aliaran ini menjelaskan bahwa pertumbuhan dan perkembangan individu


dipengaruhi oleh pembawaan maupun lingkungan.

Masalah- masalah Perkembangan Fisik Motorik yang Sering dialami


Anak
1. Masalah dalam Perkembangan Fisik Anak
a. Malnutrisi (Kurang gizi)
Pendapat popular menyatakan bahwa masalah kurang gizi biasa ditemui
pada anak- anak di dunia ketiga/ Negara miskin. Pendapat ini tidak sesungguhnya
tepat, karena di Negara yang telah majupun masih juga ditemui masalah anak
yang kekurangan gizi. Semua ini ternyata lebih kepada pola pengaturan makanan
yang sehat dan seimbang. Anak yang mengalami malnutrisi akan tampak pada
penampilan fisiknya.

Dibutuhkan kombinasi antara pengaturan pola makan dan asupan makanan


serta kepedulian orang tua untuk melihat adanya tanda- tanda kekurangan gizi
pada anak. Di Indonesia pemerintah telah menggalang program gerakan 4 sehat 5
sempurna, serta program pemberian makanan tambahan bagi anak di puskesmas.
Posyandu serta sekolah- sekolah.
b. Obesitas (Kelebihan Berat Badan)
Ada banyak faktor yang dapat memicu obesitas, salah satunya adalah
faktor keturunan. Dari penelitian Sukard (Kail, 2001) ditemukan bahwa berat
badan anak yang diadopsi lebih terkait pada orang tua biologisnya disbanding
orang tua angkatnya. Jika anak malas bergerak maka lemak akan tertimbun dan
membuat tubuh menjadi gemuk.
Seiring dengan perkembangan IPTEK anak zaman sekarang cenderung
malas bergerak, olah raga juga bukan menjadi kebiasaan hidup mereka. Anak
yang mengalami obesitas umumnya memiliki rasa percaya diri yang rendah. Dari
faktor kesehatan, obesitas juga memicu berbagai penyakit, seperti darah tinggi dan
diabetes. Cara terbaik yang bias dilakukan ialah dengan mengatur pola makan dan
rajin olah raga.
2. Masalah dalam Perkembangan Motorik Anak
a. Masalah/ Kesulitan dalam motorik kasar
- Ketidak mampuan mengatur keseimbangan
Anak- anak yang mengalami kesulitan dalam mengatur keseimbangan
tubuhnya biasanya juga memiliki kesulitan dalam mengontrol gerakan anggota
tubuh sehingga terkesan gerakannya ragu- ragu dan tampak canggung. Diketahui
kurang lebih 80% dari jumlah anak yang memiliki gangguan perkembangan juga
mengalami kesulitan pada pengaturan keseimbangan tubuh .
Masalah pengaturan keseimbangan tubuh ini berhubungan dengan sistem
vestibular atau sistem yang mengatur keseimbangan di dalam tubuh. Jika tidak
segera ditangani, kesulitan ini akan dibawa terus oleh anak sampai saat mereka
sekolah dan akan mengakibatkan masalah lain, yaitu dalam hal membaca dan
menulis.
- Reaksi kurang cepat dan koordinasi kurang baik
Salah satu perkembangan motorik pada anak yang perlu diperhatikan
adalah kemampuan bereaksi yang semakin cepat, koordinasi mata-tangan yang
semakin baik, dan ketangkasan serta kesadaran terhadap tubuh secara
keseluruhan. Namun, ada anak yang lambat dalam bereaksi. Koordinasi
gerakannya juga tampak kacau sehingga sering kali disebut ceroboh dan
menjadi bahan ejekan temannya.

Hal yang menyebabkan masalah tersebut ada 2 yaitu karena anak kurang
diberi kesempatan untuk berlatih dan ada kemungkinan anak mempunyai masalah
dalam syaraf motoriknya. Untuk alas an yang terakhir ini orang tua perlu
mengkonsultasikannya dengan dokter.
b. Masalah/ Kesulitan dalam Motorik halus
-

Belum bisa menggambar bentuk bermakna

Kegiatan menggambar merupakan hal yang menyenangkan bagi sebagian


besar anak. Namun yang perlu diwaspadai adalah jika anak belum dapat
menggambar beberapa bentuk yang tergabung dengan baik menjadi satu bentuk
yang lebih bermakna. Maka kemampuan anak dalam mempersepsi apa yang ada
di sekitarnya perlu dipertanyakan.
-

Belum bisa mewarnai dengan rapi

Salah satu cara untuk melatih motorik halus anak ialah dengan member
gambar menarik untuk diwarnai. Biasanya anak akan menyukai kegiatan ini dan
bereksperimen dengan menggunakan berbagai macam warna yang
disediakan.bagi beberapa anak pekerjaan mewarnai memang bukan pekerjaan
yang menyenangkan. Apalagi jika hasilnya dibandingkan dengan temannya yang
lebih bagus. Hal yag perlu diperhatikan yaitu jika anak enggan untuk mewarnai,
cobalah melatih kesabarannya dalam menyelesaikan satu pekerjaan hingga tuntas,
sebelum beralih kepekerjaan lain.

Meningkatkan Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik


Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada
rentangan usia dini. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi
merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu,
pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan
berkembang secara optimal.
Penguasaan tugas tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi
tanggung jawab orang tua seperti seperti pada tahun tahun prasekolah.
Sekarang, penguasaan ini juga menjadi tanggung jawab guru guru dan sebagian
kecil juga menjadi tanggung jawab kelompok teman teman.
Misal : pengembangan berbagai ketrampilan dasar dasar seperti membaca,
menulis, berhitung, dan pengembangan sikap sikap terhadap kelompok sosial
dan lembaga lembaga Upaya upaya yang dapat dilakukan untuk
mengoptimalkan perkembangan pada masa anak anak :

1)
Faktor kesehatan dan gizi. Ini merupakan faktor penting agar pertumbuhan
fisik anak dapat berkembang secara ideal. Semakin baik kesehatan dan gizi, anak

cenderung semakin besar dari usia ke usia dibandingkan dengan anak yang
kesehatan dan gizinya buruk;
2)
Kestabilan emosional. Ketegangan emosional juga dapat mempengaruhi
pertumbuhan fisik. Anak yang tenang tumbuh lebih cepat dari pada anak yang
mengalami gangguan emosional.
3)

Menstimulasi kecerdasan anak;

4)

Mengembangkan Kreativitas.

Adapun banyak faktor yang mempengaruhi penguasaan keterampilan


motorik pada anak. Selain faktor kematangan alat- alat tubuh, hal yang tidak kalah
penting adalah faktor latihan dan pengalaman. Anak- anak usia prasekolah
terkadang masih membutuhkan dukungan dan dorongan untuk mengembangkan
rasa percaya diri dan kemampuan melakukan kegiatan fisik. Berikut ini beberapa
hal yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan keterampilan motorik
anak :
1. Dunia anak adalah dunia bermain. Beri kesempatan kepada anak untuk bermain
yang dapat melatih penguasaan keterampilan motorik kasar dan motorik halusnya.
Suasana berlatih harus menyenangkan. Usahakan agar pengalaman bergerak ini
juga memasukkan unsure eksplorasi dan aktivitas pemecahan masalah sehingga
anak termotivasi untuk kreatif.
2. Sediakan peralatan dan lingkungan yang memungkinkan anak melatih
keterampilan motoriknya.
3. Perkenalkan dan latihlah anak dengan sebanyak mungkin jenis keterampilan
motorik. Semakin banyak jenis ketrampilan yang diberikan akan semakin baik
bagi perkembangan motoriknya,
4. Tidak membeda-bedakan perlakuan antara anak laki- laki dengan perempuan,
karena sesungguhnya pada usia ini kemampuan dan ketertarikan anak terhadap
aktivitas motorik adalah sama.
5. Jangan menekankan pada kekuatan dan kecepatan, tetapi perhatikan gerakan
dan postur tubuh yang benar dalam melakukan aktivitas motorik tersebut.
6. Bersabar dalam menghadapi anak, karean berkembangnya suatu keterampilan
motorik juga tergantung waktu dan keinginan anak untuk menguasai.
7. Pada dasarnya setiap anak adalah unik. Oleh karena itu janganlah
membandingkan kemampuan motorik anak dengan anak lain yang seusia
dengannya.
Selain itu ada juga stimulasi yang bisa diberikan unruk mengoptimalkan
perkembangan motorik anak , antara lain:

1. Dasar-dasar keterampilan untuk menulis (huruf arab dan latin) dan


menggambar.
2. Keterampilan berolah raga (seperti senam) atau menggunakan alat-alat olah
raga.
3. Gerakan-gerakan permainan, seperti meloncat, memanjat dan berlari.
4. Baris-berbaris secara sederhana untuk menanamkan kebiasaan kedisiplinan dan
ketertiban.
5. Gerakan-gerakan ibadah shalat

Berbagai Pandangan Mengenai Perkembangan Fisik - Motorik Anak


Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang komples dan
sangat mengagumkan. Perkembangan fisik manusia terjadi mengikuti prinsip
Chepalocaudal , yaitu bahwa kepala dan bagian atas tubuh berkembang lebih
dahulu, sehingga bagian atas tampak lebih besar daripada bawah. Penelitian
terbaru tentang aspek perkembangan fisik seseorang menunjukkan bahwa saat ini
baik orang dewasa maupun anak- anak memiliki tinggi dan berat badan yang lebih
besar dibandingkan dengan orang- orang pada generasi sebelumnya .
Kuhlen dan Thomshon. 1956 (Yusuf, 2002) mengemukakan bahwa
perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu :
1. Sistem syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi.
2. Otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan
motorik.
3. Kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru,
seperti
pada remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu
kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis.
4. Struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proposi.
Usia emas dalam perkembangan motorik adalah middle childhood atau
masa anak-anak, seperti yang diungkapkan Petterson (1996).
During middle childhood, the body and brain undergo important growth
changes, leading to better motor coordinator, greater strength and more skilfull
problem-solving. Health and nutrition play an important part in these biological
developments.
Pada usia ini, kesehatan fisik anak mulai stabil. Anak tidak mengalami
sakit seperti uasia sebelumnya. Hal ini menyebabkan perkembangan fisik jadi
lebih maksimal dari pada usia sebelumnya.

The period of middle childhood, from age six to age twelve is, also
remarkably free from desease. The average child suffers fewer bouts of illness
than during the years before school entry, and the risk of death for a contemporary
Australian or New Zealand child is lower than at any earlier or later period during
the life span. (Petterson, 1996)
Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik
anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui
kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord.
Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah
gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh
anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya
kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.
Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot
halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan
untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari
tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya.
Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan
optimal.
Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak lah yang
mengontrol setiap gerakan yang dilakukan anak. Semakin matangnya
perkembangan sistem syaraf otak yang mengatur otot memungkinkan
berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak . Perkembangan
motorik anak dibagi menjadi dua:
1. Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, mmelompat, naik
turun tangga.
2. Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis,
menggambar, memotong, melempar dan menagkap bola serta memainkan bendabenda atau alat-alat mainan.
Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting
dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Beberapa pengaruh
perkembangan motorik terhadap konstelasi perkembangan individu dipaparkan
oleh Hurlock (1996) sebagai berikut:

1. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh


perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan
memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat
mainan.

2. Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya
pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, ke kondisi yang independent.
Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri
untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri.
3. Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan
lingkungan sekolah. Pada usia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah
Dasar, anak sudah dapat dilatih menulis, menggambar, melukis, dan barisberbaris.
4. Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat
bermain atau bergaul dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal
akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia
akan terkucilkankan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan)
5. Perkembangan keterampilan motorik sangat penting bagi perkembangan selfconcept atau kepribadian anak.
Perkembangan motorik berbeda dari setiap individu, ada orang yang
perkembangan motoriknya sangat baik, seperti para atlit, ada juga yang tidak
seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik.
Gender pun memiliki pengaruh dalam hal ini, sesuai dengan pendapat
Sherman (1973) yang menyatakan bahwa anak perempuan pada usia middle
childhood kelenturan fisiknya 5% - 10% lebih baik dari pada anak laki-laki, tapi
kemampuan fisik atletis seperti lari, melompat dan melempar lebih tinggi pada
anak laku-laki dari pada perempuan.
Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara
genetis atau kematangan fisik anak, Motor development comes about through the
unfolding of a genetic plan or maturation (Gesell, 1934 dalam Santrock, 2007).
Anak usia 5 bulan tentu saja tidak akan bisa langsung berjalan. Dengan kata lain,
ada tahapan-tahapan umum tertentu yang berproses sesuai dengan kematangan
fisik anak.
Teori yang menjelaskan secara detail tentang sistematika motorik anak
adalah Dynamic System Theory yang dikembangkan Thelen & whiteneyerr. Teori
tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak
harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk
melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak.
Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika
anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam
otaknnya bahwa dia ingin memainkannya.

Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu


bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil
mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.
Selain berkaitan erat dengan fisik dan intelektual anak, kemampuan
motorik pun berhubungan dengan aspek psikologis anak. Kemampuan fisik
berkaitan erat dengan self-image anak. Anak yang memiliki kemampuan fisik
yang lebih baik di bidang olah raga akan menyebabkan dia dihargai temantemannya . Hal tersebut juga seiring dengan hasil penelitian yang dilakukan
Ellerman, 1980 (Peterson, 1996) bahwa kemampuan motorik yang baik
berhubungan erat dengan self-esteem.

Peranan guru dalam perkembangan motorik anak


Guru sangat mempengaruhi perkembangan anak dalam proses identifikasi.
Guru yang berhasil adalah guru yang mengenal anak melalui pribadi anak itu
sendiri, lingkungan dan keluarga. Dalam menyampaikan pembelajaran, guru
wajib:
1.

Memahami pribadi anak,

a.

Penampilan fisik, apakah ada cacat tubuh?

b.

Motorik lemah/kuat

c.
Emosionalitas : mudah tersinggung, menangis, marah, tertutup, agresif,
terbuka.
d.

Cara berbicara.

Mulai bergaul dengan anak, guru akan dapat mengetahui pribadi, sifatsifat, ciri-ciri, kemampuan dan kesusahan.Semakin banyak bergaul, semakin
mengerti tentang pribadi anak.
2.

Mengenal lingkungan keluarga anak

Guru perlu mengetahui latar belakang kehidupan anak. Rumah dan


keluarga adalah lingkungan hidup pertama, anak memperoleh pengalamanpengalaman pertama yang mempengaruhi jalan hidupnya. Lingkungan hidup
pertama yaitu keluarga yang memberi tantangan pada anak supaya dapat
menyesuaikan terhadap lingkungan hidupnya.

3.

Mengenal dunia disekitar anak/lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada diluar kita. Pengaruh


lingkungan terhadap anak dapat dibagi menjadi dua :
a. Pengaruh lingkungan yang disengaja : pendidikan, pengajaran.
b. Pengaruh lingkungan yang tidak disengaja : ini diterima oleh setiap orang
dari lingkungan yang hidup iklim dan kebiasaan-kebiasaan.
Guru harus mengetahui bahwa salahsatu factor yang mempengaruhi
perkembangan anak adalah lingkungan. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru
dalam mengembangkan motorik anak :
- Menentukan kegiatan bermain yang sesuai tujuan yang hendak dicapai.
- Menyediakan alat permainan yang aman dan sesuai tahapan usia.
- Memantau kegiatan bermain anak agar terjalin kerja sama antar anak.
- Keselarasan antara materi permainan dengan tema sesuai standar kompetensi
anak usia dini.
- Mengetahui bahwa perkembangan motorik anak selaras dengan perkembangan
otot-otot syaraf lain.
- Mengadakan kegiatan yang bervariasi, kreatif, dan inovatif.

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
1)

Hasil Pertumbuhan dapat berwujud :


a.
b.
c.
d.
e.

Badan bertambah besar;


Tubuh bertambah berat;
Tulangtulang lebih besar, panjang, berat, dankuat;
Perubahan system persyarafan,
Perubahan pada struktur jasmaniah lainnya.

2)
Perkembangan anak tidak berlangsung secara mekanis otomatis, sebab
perkembangan
tersebut
sangat
tergantung
pada
beberapa
faktor
secarasimultan, yaitu:
a.
b.
c.
d.
3)

Faktor Herediter (Warisan sejak lahir, bawaan)


Faktor Lingkungan yang menguntungkan, atau yang merugikan;
Kematangan fungsi fungsi organis dan fugsi - fungsi psikis, dan
Aktivitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan
Beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak:

a. Kesehatan,yang kurang baik dapat menghambat anak menikmati yang


ia lakukan;
b. Lingkungan, yang tidak mendukung;
c. Bimbingan yang kurang tepat
d. Keputusan yang kurang tepat dan tidakterncana;
e. Tidak diberikan kebebasan pada anak untuk mengekspresikan dirinya;
f. Harapanharapan yang realistis
4)
Guru mempunyai peran sentral untuk mengimplementasikan kurikulum
yang tersedia. Ada dua peran utama yang harus dikuasai guru,Pertama sebagai
pengembang kemampuan akademik siswa tentang nilai-nilai sebagai basis
pembentukan karakter, Kedua sebagai pengembang kemampuan afektif agar siswa
mampu menyerap nilai-nilai sehingga menjadi sifat,sikap,dan perilaku.
Secara umum bentuk kerjasama orangtua dengan guru dikelompokkan
menjadi dua,yaitu formal dan informal. Sedangkan bentuk perluasannya adalah
sebagai berikut :
1. Guru mengadakan dialog dan pertemuan dengan orangtua.
2. Guru dapat melibatkan orangtua dalam pengambilan keputusan yang
berkenaan dengan usaha mendukung perkembangan anak.
3. Guru dapat melakukan kunjungan ke rumah anak didik.

Faktor pendukung : 1. Orangtua peduli akan pendidikan anak.


2. Sekolah bersifat terbuka menerima masukan orangtua.
Faktor penghambat: 1. Orangtua sibuk bekerja.
2. Guru kurang dapat mengomunikasikan perkembangan
anak.

3.2 SARAN
Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyampaikan beberapa saran :
1.
Agar tenaga pendidik menyadari dan melaksanakan tugas dan peranannya
sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
2.
Agar diantara tenaga pendidik dan orangtua anak didik terjalin komunikasi
sehat dan efektif.
3.
Lembaga Pendidikan memberikan peluang dan anjuran kepada orangtua
untuk menyampaikan saran maupun kritikan yang membangun.
4.
Agar tenaga pendidik menjadi pengayom anak didik secara keseluruhan
tanpa perbedaan.

DAFTAR PUSTAKA

Fatimah, Enung. 2006. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta


didik). CV Pustaka Setia. Bandung
Hartinah, Sitti. 2008. Pengembangan Peserta didik. PT Refika Aditama. Bandung
Kusmaedi, Nurlan dan Husdarta. 2010. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta
didik (Olahraga dan Kesehatan). CV Alfabeta. Bandung