Anda di halaman 1dari 2

Hari ini hari minggu, hari minggu yang dingin dari pagi sampai malam hari

ini. Kata ibuku ini musim kemarau oleh sebab itu terasa dinggin, analogi yang aneh.
Jelas jelas musim kemarau tapi ibu bilang kalo musim kemarau itu dinggin. Aku
terdiam sambil berselimut menatap laptop yang menyala berisi materi materi ujian
yang sama sekali aku tidak mengerti. Harusnya aku belajar menghadapi ujian
kompetensi namun, entahlah belum ada semangat kalo kata adik perempuanku itu
alasan pembelaan diri untuk tidak belajar. Entahlah semakin keras aku memahami
materi ujian pikiranku semakin terbang entah kemana, mungkin ini yang dibilang
galau. Lucu yaa padahal usiaku sudah 24 tahun bulan depan, tapi masih galau kalau
kata anak jaman sekarag. Rasanya sudah sebulan berlalu dan ini masih seperti
mimpi. Ketika pacarku memutuskan ku untuk perempuan lain, perempuan yang
jauh lebih cantik. Rambutnya lurus dan kulitnya putih mulus tampak lembut juga,
hal hal tersebut selama lima tahun selalu jadi bahan pertengkaran antara aku dan
mantan pacarku, rambutku yang pendek yang dia tidak suka padahal aku suka
rambutku pendek dan poniku yang menutup dahiku, rasanya seperti lebih imut
walaupun katanya aku lebih mirip anak sekolah dasar. Tapi penyebab pertengkaran
kami bukan karena rambut menurutnya aku membosankan, sulit dimengerti ketika
dia mengatakannya hatiku hancur, begitu menyakitkan dan tampak bodoh. Aku
sempat muak namun aku teteap merindukanya, dia yang sedang bersama orang
lain sekarang mungkin tidak pernah memikirkanku. Menurut ibuku aku harus
mencari orang baru lelaki yang mengantikan posisinya, namun bicara tidak
semudah pelaksanaanya sesulit apapun aku semakin tidak biasa.
Kamarku tiba tiba mati lampu, yaa satu hal lagi yang membuatku muak,
gelap. Aku benci ketika gelap karena aku mulai memikirkan hal hal yang indah
bersamanya lagi, ayo ally kamu harus semangat itulah kata kata yang selalu aku
katakana dalam diriku untuk membuatku semangat, namun yaa seperti yang
diucapkanku tadi bicara tidak semudah pelaksanaanya. Apalagi aku termasuk anak
yang introvert sulit berbaur dan bergaul, aku piker kita pasangan yang serasi
karena kami sama sama tidak menyukai tempat yang ramai, banyak orag dan
bergaul dengan banyak orang. Sayangnya aku salah, aku hanya berharap dia
kembali kepadaku walaupun pikiranku berkata yang lain, tapi entahlah aku
binggung juga, terlalu rumit. Aku hanya lelah menanti, berharap, dan membuka hati
untuk orang lain. Mungkin aku akan minta dijodohkan oleh ibu. Tuhan tolong aku
kaa itu yang sering aku ucapkan setiap saat, karena menuruku hanya Tuhan yang
dapat memberiku jalan yang terbaik, dan menganka bebanku walaupun entah
kapan.
Hapeku memberikan notif, tanda bbm. Lagi lagi boni sahaba baiku
memberikan quetos lucu yang membuat ku tertawa. Boni sahabatku yang mungkin
paling mengerti diriku sekarang, kami pertama kali bertemu di universitas swata
ternama di Yogyakarta, namanya Bonita tapi aku memangilnya boni, waktu itu kami
sama sama anak SMA kelas 3 yang berasal dari luar pulau jawa, sengaja ke
Yogyakarta untuk mencari kuliah, kami sama sama tidak diterima di jurusan

kedokteran pada saat mendaftar di perguruaan swasta tersebuy, tapi ketika


mencoba ke Universitas negri dengan jurusan yang sama akhirnya kami sama sama
diterima, entahlah pada jamanya itu fakultas kedokteran benar benar hits. Aku tidak
terlalu tertarik sebenarnya karena keinginanku adalah menjadi penulis buku atau
menjadi pisikolog seperti ibuku, aku suka menulis dan menonon televise, mrngamati
tingkah orang orang, sebagai anak rumahan hal itu yang selalu aku lakukan selama
19 tahun lamanya. Namun ibuku melarang yaa menurutnya ini hanya sebuah hobi,
hobi yang bisa dilakukan sambil belajar dikedokteran. Intinya kedokteran harga
mati bagi ibuku, dan begitu juga orang tua boni.
Aku dan boni memang sahabat yang cukup dekat, menurutku dia yang paling
mengerti diriku diantara teman temanku yang lainnya. Walaupun kita memang
berbeda, hobi kita berbeda, dan dunianya pun berbeda. Kami selalu berdampingan
ketika di dalam kelas, praktikum bersama adalah saat saat yang menyenangkan.
Karena kami selalu bersama farel sering melarangku, farel adalah mantan pacarku
yang meninggalkanku untuk perempuan lain itu, menurutnya duniaku terlalu
berbeda dengan boni, boni yang suka bermain bersama orang asing, kami
menyebutnya bule bule kece, atau pakaian boni yang terlalu terbuka, sehingga aku
dan boni sedikit merengang hubunganya pada saat itu, kalo dipikir piker betapa
ruginya aku dan tentunya bodoh. Pernah disuatu malah ketika aku bertengkar
dengan farel, dia menamparku dan menurunkanku ditengah jalan dan hanya boni
yang dating untuk menjemputku. Lucu rasanya kalo inggat aku meninggalkan orang
yang mepedulikanku untuk orang yang tidak pernah menghargaiku.
Aly, how you felling aku membuka bbm sambil tersenyum fine balasku
dengan emot senyum. boong mandul balasnya, membuatku tertawa