Anda di halaman 1dari 4

Definisi, Spesialit obat, Penggolongan, Khasiat, Mekanisme Kerja dan Efek

Samping Obat Batuk

Pengertian Batuk
Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran
pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di
tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.
Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran
pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat
batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk
mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.
Spesialit Obat
1. Dekstrometorfan
2. Difenhidramin
3. Gliseryl Guaikolat
4. Bromheksin
5. Ambroxol
6. Kodein
7. Noskapin
8. Prometazin
9. Asetilsistein
10. Ammonium Chlorida
Penggolongan dan Mekanisme Obat Batuk:
1. Antitusif
Antitusif yaitu obat bekerja pada susunan saraf pusat menekan pusat batuk dan menaikan
ambang rangsang batuk. Mekanisme kerjanya menekan batuk dengan mengurangi iritasi
lokal pada reseptor iritan perifer. Contoh antitusif antara lain Dekstrometorfan, Kodein,
Noskapin, Prometazin, Ammonium Chlorida dan Difenhidramin.
2. Ekspektoran
Obat yag dapat membantu mengeluarkan mukus dan bahan lain dari paru, bronchi, dan
trachea. Salah satu contoh ekspektoran adalah guaifenesin yag menaikan pembuangan mukus
dengan mengencerkannya dan juga melubrikasi. Untuk menunjang kerjanya harus disertai
banyak minum air. Mekanisme kerjanya berdasarkan stimulasi mukosa lambung dan
selanjutnya secara refleks merangsang sekresi kelenjar saluran nafas lewat N. Vagus,
sehingga menurunka viskositas dan mempermudah pengeluaran dahak. Contoh ekspektoran
antara lain: Gliseryl Guaikolat, Asetilsistein dan OBH.
3. Mukolitika
Mukolitika berdaya mengurangi kekentalan dahak dan mengeluarkannya melalui batuk. Zat
ini bekerja memutuskan jembatan disulfida. Distribusinya dalam tubuh baik dengan mencapai
kadar tinggi, antara lain di saluran pernapasan dan sekret bronchi, sedangkan ekskresinya
berlangsung melalui kemih. Contoh obat mukolitik antara lain: Bromheksin dan Ambroxol.
Khasiat, Mekanisme Kerja dan Efek Samping Obat Batuk

1.

Dekstrometorfan

a.

Khasiat
Meringankan gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersinbersin yang disertai batuk.
b. Mekanisme Kerja
Dextrometorphan merupakan antitusif non narkotik penekan batuk non opiate yang bekerja
secara sentral dengan jalan meningkatkan ambang rangsang refleks batuk. Dextromethorphan
disbsorpsi dengan baik melalui saluran cerna, dimetabolisme dalam hati dan diekskresi
melalui ginjal dalam bentuk tidak berubah ataupun bentuk demilated morfinon.
c. Efek Samping
Mengantuk, gangguan pencernaan, gangguan psikomotor, takikardia, aritmia, dan mulut
kering.
Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.
2. Difenhidramin
a. Khasiat
Mengatasi gejala alergi pernapasan dan alergi kulit, memberi efek mengantuk bagi orang
yang sulit tidur, mencegah mabuk perjalanan dan sebagai antitusif, anti mual dan anestesi
topikal.
b. Mekanisme Kerja
Difenhidramin ini memblokir aksi histamin, yaitu suatu zat dalam tubuh yang menyebabkan
gejala alergi. Difenhidramin menghambat pelepasan histamin (H1) dan asetilkolin
(menghilangkan ingus saat flu). Hal ini memberi efek seperti peningkatan kontraksi otot
polos vaskular, sehingga mengurangi kemerahan, hipertermia dan edema yang terjadi selama
reaksi peradangan. Difenhidramin menghalangi reseptor H1 pada perifer nociceptors sehingga
mengurangi sensitisasi dan akibatnya dapat mengurangi gatal yang berhubungan dengan
reaksi alergi.
c. Efek samping
pusing, mengantuk, mulut kering.
3. Gliseryl Guaikolat
a. Khasiat
Pengobatan simptomatik batuk yang produktif akibat alergi atau etiologi lainnya.
b. Mekanisme Kerja
Mencairkan mukus yang kental dan dengan mudah dikeluarkan melalui batuk.
c. Efek Samping
Menyebabkan mengantuk, pusing, mulut kering, penglihatan kabur, muntah, keresahan,
insomnia dan takikardia.
4. Bromheksin
a. Khasiat
Bekerja sebagai mukolitik untuk meredakan batuk berdahak
b. Mekanisme Kerja
Bromheksin bekerja dengan mengencerkan sekret pada saluran pernafasan dengan jalan
menghilangkan serat-serat mukoprotein dan mukopolisakarida yang terdapat pada
sputum/dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
c. Efek Samping
Mual, diare, gangguan pencemaan, perasaan penuh di perut, tetapi biasanya ringan. Pernah
dilaporkan efek samping: sakit kepala, vertigo, berkeringat banyakdan ruam kulit, juga
dapat terjadi kenaikan transaminase.
5. Ambroxol
a. Khasiat

Untuk penyakit saluran pernapasan aktif dan kronis yang disertai dengan sekresi bronkial
yang abnormal, terutama dalam keadaan bronkitis kronik, bronkitis asmatik, asma bronkial
yang memburuk.
b. Mekanisme Kerja
Memperlancar pengeluaran sekret yang kental dari kelenjar mukosa dalam saluran
pernapasan sehingga melegakan pernapasan.
Mengurangi batuk dan volume dahak sehingga sekresi lendir akan menjadi normal kembali.
c. Efek Samping
Gasintrostinal yang ringan dann reaksi alergi.
6. Kodein
a. Khasiat
Meredakan nyeri hebat, antitusif, diare
b. Mekanisme Kerja
Kodein merangsang reseptor susunan saraf pusat (SSP) yang dapat menyebabkan depresi
pernafasan, vasodilatasi perifer, inhibisi gerak perilistatik usus, stimulasi kremoreseptor dan
penekanan reflek batuk. Kontraindikasi
c. Efek samping
Euforia, gatal-gatal, muntah, mual, mengantuk, miosis, penahanan urine, depresi pernafasan
dan jantung, depresi mental, lemah, gugup, insomnia, hipotensi, hipersensitif.
Penggunaan jangka panjang mengakibatkan toleransi ketergantungan.
Pada dosis besar menyebabkan kerusakan hati.
7. Noskapin
a. Khasiat
Meredakan batuk tetapi tidak sekuat kodein dan tidak mengakibatkan depresi pernapasan atau
obstipasi, sedangkan efek sedatifnya dapat diabaikan. Risiko adiksinya ringan sekali.
b. Mekanisme Kerja
pembebas histamine yang kuat dengan efek bronchokonstriksi dan hipotensi (selewat) pada
dosis besar.
c. Efek samping
Jarang terjad dan berupa nyeri kepala, reaksi kulit, dan perasaan suf.
8. Prometazin
a. Khasiat
Sebagai antihistamin berdaya meredakan rangsangan batuk akibat sifat sedatif dan
kolinergiknya yang kuat. Obat ini terutama digunakan pada batuk malam yang menggelitik
pada anak-anak.
b. Mekanisme Kerja
Daya kerjanya menekan SSP
c. Efek Samping
Efek samping antikolinergiknya dapat menyebabkan gangguan buang air kecil dan
akomodasi pada manula.
9. Asetilsistein
a. Khasiat
Derivat dari asam amino alamiah sistein ini bekhasiat mencairkan dahak yang liat dengan
jalan memutuskan jembatan disulfida, sehingga rantai panjang antara mukoproteinmukoprotein panjang terbuka dan lebih mudah dikeluarkan melalui batuk.
b. Mekanisme Kerja
Asetilsistein memecah ikatan disulfida pada dahak.
c. Efek samping
Bronkospasme, gangguan saluran cerna.

10. Ammonium Chlorida


a.

Khasiat
Pengobatan untuk gejala batuk berdahak atau batu kering.
b. Mekanisme Kerja
Ammonium Chloride bekerja sebagai ekspektoran yang mengurangi kepekatan lendir.
c. Efek samping.
Terjadi pada dosis tinggi berupa acidosis dan gangguan lambung, seperti mual dan muntah
karena sifatnya yang merangsang mukosa.