Anda di halaman 1dari 15

PRAKTIKUM KONSEP PEMROGRAMAN KOMPUTER

3.1 Tujuan
1. Memahami mengenai penggunaan dasar dari Bahasa C
2. Mampu menjalankan IDE (Integrated Development Enviroment) Bahasa
C untuk melihat hasil dari penulisan bahasa
3. Memahami cara penulisan bahasa pemrograman yang baik & benar
4. Mampu melakukan proses input & output pada program
3.2 Tinjauan Pustaka
3.2.1 Sejarah Bahasa Pemrograman C
Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang dikembangkan
oleh Martin Richards pada tahun 1967. Selanjutnya bahasa ini memberikan ide
kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut
bahasa B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah
bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone
Laboratories Inc. (sekarang adalah AT&T Bell Laboratories).
Bahasa C pertama kali digunakan di computer Digital Equipment
Corporation PDP-11 yang menggunakan system operasi UNIX. Hingga saat ini
penggunaan bahasa C telah merata di seluruh dunia. Hampir semua perguruan
tinggi di dunia menjadikan bahasa C sebagai salah satu mata kuliah wajib. Selain
itu, banyak bahasa pemrograman populer seperti PHP dan Java menggunakan
sintaks dasar yang mirip bahasa C.
3.2.2 Pengertian Bahasa Pemrograman C
Bahasa C adalah bahasa pemrograman yang dapat dikatakan berada di
antara bahasa beraras rendah dan beraras tinggi. Bahasa beraras rendah artinya
bahasa yang berorientasi pada mesin dan beraras tinggi berorientasi pada manusia.

Bahasa beraras rendah, misalnya bahasa assembler, bahasa ini ditulis dengan sandi
yang dimengerti oleh mesin saja, oelha karena itu hanya digunakan bagi yang
memprogram mikroprosesor. Bahasa beraras rendah merupakan bahasa yang
membutuhkan kecermatan yang teliti bagi pemrogram karena perintahnya harus
rinci, ditambah lagi masing-masing pabrik mempunyai sandi perintah sendiri.
Bahasa tinggi relatif mudah digunakan, karena ditulis dengan bahasa manusia
sehingga mudah dimengerti dan tidak tergantung mesinnya. Bahasa beraras tinggi
biasanya digunakan pada komputer.
3.2.3 Penulisan Program Bahasa C
Program Bahasa C tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi
bisa dimulai dari kolom manapun. Namun demikian, untuk mempermudah
pembacaan program dan untuk keperluan dokumentasi, sebaiknya penulisan
bahasa C diatur sedemikian rupa sehingga mudah dan enak dibaca. Berikut contoh
penulisan Program Bahasa C:
#include <at89c51.h>
main ()
{

Program dalam bahasa C selalu berbentuk fungsi seperti ditunjukkan dalam


main (). Program yang dijalankan berada di dalam tubuh program yang dimulai
dengan tanda kurung buka { dan diakhiri dengan tanda kurung tutup }. Semua
yang tertulis di dalam tubuh program ini disebut dengan blok. Tanda () digunakan
untuk mengapit argumen suatu fungsi. Argumen adalah suatu nilai yang akan
digunakan dalam fungsi tersebut. Dalam fungsi main

diatas tidak ada argumen, sehingga tak ada data dalam (). Dalam tubuh fungsi
antara tanda { dan tanda } ada sejumlah pernyataan yang merupakan perintah
yang harus dikerjakan oleh prosesor. Setiap pernyataan diakhiri dengan tanda titik
koma ;
Baris pertama #include <> bukanlah pernyataan, sehingga tak diakhiri
dengan tanda titik koma (;). Baris tersebut meminta kompiler untuk menyertakan
file yang namanya ada di antara tanda <> dalam proses kompilasi. File-file ini
(ber-ekstensi .h) berisi deklarasi fungsi ataupun variable. File ini disebut header.
File ini digunakan semacam perpustakaan bagi pernyataan yang ada di tubuh
program.
3.2.4 Tipe Data
Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data
mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya
saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya.
Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya
bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang
tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif.
Tabel 3.1 Bentuk Data
N
o
1
2
3
4
5

Tipe Data

Ukuran

Jangkauan

Forma

Ket.

t
Char
Int
Float
Double
Void

1 byte
2 byte
4 byte
8 byte
0 byte

-128 s/d 127


-32768 s/d 32767
-3.4E-38 s/d 3.4E+38
1.7E-308 s/d 1.7E+308
-

%c
%i,%d
%f
%lf
-

Karakter
Bil.Bulat
Bil.Pecahan
Pecahan presisi ganda
Tidak bertipe

3.2.5 Konstanta
Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses
program berlangsung. Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus

didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta dapat bernilai integer,


pecahan, karakter dan string.
Contoh konstanta : 50; 13; 3.14; 4.50005; A; Bahasa C.

3.2.6 Variabel
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili
suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang
nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan.
Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan
sebagai berikut :
1. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus
berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan
kecil dianggap berbeda.
2. Tidak boleh mengandung spasi.
3. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah
(underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan
antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb
4. Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
3.2.7 Deklarasi
Deklarasi adalah menyadiakan suatu tempat yang dapat digunakan untuk
menyimpan angka yang akan digunakan dalam suatu perhitungan. Dalam
pendeklarasian dalam bahasa C dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan
menggunakan variabel, konstanta dan fungsi.
3.2.8 Operator
Operator adalah sebuah objek yang ada pada operasi matematika yang dapat
digunakan untuk melakukan operasi. Operand atau operator dalam bahasa C
berbentuk simbol bukan berbentuk keyword atau kata yang biasa ada di bahasa

pemrograman lain. Simbol yang digunakan bukan karakter yang ada dalam abjad
tapi ada pada keyboard kita seperti =,<,>,* dan sebagainya.
3.2.9 Komentar
Komentar merupakan sebuah kalimat yang biasanya dicantumkan oleh
seorang programer sebagai sebuah catatan kecil yang mana komentar ini tidak
akan ikut di compile atau diproses. Untuk memberikan komentar atau penjelasan
dalam bahasa C digunakan pembatas /* dan */ atau menggunakan tanda // untuk
komentar yang hanya terdiri dari satu baris. Komentar program tidak akan ikut
diproses dalam program (akan diabaikan).
3.3 Pembahasan dan Analisa
3.3.1 Isi Modul
Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang dikembangkan
oleh Martin Richards pada tahun 1967. Selanjutnya bahasa ini memberikan ide
kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut
bahasa B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah
bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone
Laboratories Inc. (sekarang adalah AT&T Bell Laboratories). Penulisan Bahasa C
tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi bisa dimulai dari kolom
manapun. Tipe data pada bahasa C merupakan bagian yang pentig karena tipe data
mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh komputer. Beberapa
tipe data contohnya char untuk tipe data karakter, int untuk tipe data bilangan
bulat, dll. Dalam bahasa C juga ada konstanta yaitu nilai yang tidak dapat berubah
selama proses berlangsung dan variable yaitu suatu pengenal (identifier) yang
digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda
dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubahubah sesuai kebutuhan. Kita menggunakan deklaraasi untuk meyampaikannya.
Dalam bahasa C juga terdapat berbagai operator seperti operator penugasan,
aritmatika, logika, perbandingan, bitwise, dan unary. Ada pula fitur komentar yang

dapat membantu dalam proses dokumentasi dan memberika penjelasan mengenai


program. Dan yang terakhir ada input dan output untuk masukan dan keluaran.

3.3.2

Analisa dan Pengujian Tugas Praktikum

3.3.2.1 Program Menampilkan Nama & Nim


Rancangan Pseudocode
Mulai
Input nama dan nim
Output nama dan nim
Selesai
Flowchart

Start

Output Nama, Nim

End

Kode program dalam bahasa C


//Program menampilkan nama dan NIM
#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
void main()
{
char nama[30], nim[30];
printf("Masukkan nama

: "); //untuk menampilkan data berupa

karakter
gets(nama);
printf("\nmasukkan nim

: ");

data berupa karakter


scanf("%s", &nim);
printf("\n");
printf("Nama : %s", nama);
printf("\n");
printf("\nnim : %s", nim);
return (0);
}

//untuk menampilkan

Tampilan program

3.3.2.2 Program Luas dan Volume


Program Menghitung Luas dan Volume Kubus, Kerucut, dan Limas
Segiempat
Rancangan pseudocode
Mulai
Pilihan 1kubus, 2limas segiempat, 3kerucut
Input (pilihan)
Switch (pilihan)
Case 1: input sisi(a)
Luas=6*sisi*sisi
Volume=sisi*sisi*sisi
Output(luas) (volume)
Break

Case 2: input panjang alas(a) lebar alas(b) tinggi limas(c) tinggi


selubung(t)
Luas=((a*b)+(a*t)+(b*t))
Volume=1/3*a*b*c
Output(luas) (volume)
Break
Case 3: input jari-jari kerucut(a) garis pelukis kerucut(b) tinggi
kerucut(c)
Luas=(phi*a*a)+(phi*a*b)
Volume=1/3*phi*a*a*c
Output(luas) (volume)
Break
Default: output(maaf, inputan salah, masukkan angka 1-3)
Flowchart
Flowchart kubus

Start

float : x, luas, volume

input: sisi (x)

luas= 6*x * x
volume= x * x*x

output
luas
volume

End

Flowchart limas segiempat


Start

float: x,y,z luas, volume

input: panjang (x)


lebar (y)
tinggi (z)

luas=((x+y)*z+(x*y)
volume= (luas*z)* 1/3

output
luas
volume

End

Flowchart kerucut

Start

phi = 3.14
X, y ,z, luas, volume

input : jari jari (x)


sisi miring (y)
tinggi (z)

luas=phi*x*x+phi*x*y
volume= 1/3*x*x*z

output
luas
volume

End

Kode program dalam bahasa C


#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
int main()
{
int pil;
printf("Pilihlah Luas

yang ingin di hitung \n");

printf("1. Menghitung Luas Kubus \n");


printf("2. Menghitung Luas Limas Segi Empat \n");
printf("3. Menghitung Luas Kerucut \n");
scanf("%d", &pil);
switch (pil)
{
case 1 :
{
printf("Anda memilih menghitung Luas Kubus
\n");
float luasK, s;
printf("\n Masukkan nilai sisi : ");
scanf("%f", &s); /*s = sisi kubus */
luasK = 6*s*s;
printf("\n luas = %2.f\n", luasK);
}
break;
case 2 :
{
printf ("Anda memilih menghitung Luas Limas Segi Empat
\n");
float luasE, p, l ;

printf("\n Masukkan nilai panjang : ");


scanf("%f", &p); /* p = panjang */
printf("\n Masukkan nilai lebar : ");
scanf("%f", &l); /* l = lebar */
luasE = p*l ;
printf("\n luas = %2.f\n", luasE);
}
break;
case 3 :
{
printf

("Anda

memmilih

menghitung

Luas

kerucut \n");
float luasT, r, se ;
float phi = 3.14;
printf("\n Masukkan nilai jari-jari : ");
scanf("%f", &r); /* r = jari-jari */
printf("\n Masukkan nilai sisi : ");
scanf("%f", &se); /* s = sisi */
luasT = phi*r*r + phi*r*se ;
printf("\n luas = %2.f\n", luasT);
}
break;
}
return 0;

Tampilan program

3.4 Lampiran Form Laporan Sementara