Anda di halaman 1dari 9

Review Jurnal Analisis Kelayakan Pembiayaan

Jurnal 1.
Judul
Jurnal
Volume &Halaman
Tahun
Penulis
Reviewer
Tanggal
Tujuan
Penelitian
Subjek
Penelitian

Metode
Penelitian
Variabel
Dependen

Evaluasi kelayakan pembiayaan murabahah pada PT BPRS


Karya Mugi Sentosa kantor cabang Mojokerto
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi
Vol. 2 No 10, Hal. 1-22
2013
Ranieta Ratnasari Fandawati dan Maswar Patuh Priyadi
Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
18 Oktober 2016

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pemberian


pembiayaan murabahah yang dilakukan oleh pihak PT BPRS Karya Mugi
Sentosa kantor cabang Mojokerto kepada debitur untuk menilai benar-benar
layak atau tidak pembiayaan tersebut diberikan.
Populasi yang akan diambil dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah yang
mengajukan pembiayaan di PT BPRS Karya Mugi Sentosa kantor cabang
Mojokerto. Sampel yang diambil dalam penelitian ini dimaksudkan untuk
memperoleh keterangan mengenai objek-objek penelitian dengan cara
mengamati sebagian dari seluruh populasi yang ada. Sampel yang akan diambil
dalam penelitian ini adalah 4 nasabah yang terdiri atas Bapak Supriharjo, Bu Siti
Fatmah, Bapak Asmuji Winoto, Bapak Sunaryono.
Teknik penggumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini
adalah metode survey. Ada beberapa cara dalam mengumpulkan data
menggunakan metode survey yaitu wawancara dan dokumentasi.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelayakan pembiayaan(Y)

Cara&Alat
Mengukur
Variabel
Dependen

Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable dependen yaitu:
Dari data tersebut kemudian dibuat suatu analisis pembiayaan dengan
menggunakan teknik analisis 5C yaitu character, capacity, capital, collateral,
dan condition sebagai alat penilaian kelayakan.

Variabel
Independen

Variabel independen dalam penelitian ini adalah receivable turn over


RTO(X1),inventory turn over ITO(X2),days in payable DP (X3), working capital
turn over WCTO (X4),kebutuhan modal kerja KMK (X5), tambahan modal kerja
TMK (X6), maksimum pembiayaan investasi MPI (X7).

Langkahlangkah

Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:


1. Proses investigasi merupakan kegiatan untuk mengenali calon nasabah
pembiayaan dengan melakukan wawancara baik itu dengan pihak calon
nasabah ataupun dengan pihak lain yang bersangkutan dengan calon
nasabah.
2. Analisa pembiayaan merupakan suatu langkah penting dalam proses
penilaian terhadap permohonan pengajuan pembiayaan untuk merealisasi
pembiayaan. Tujuan dari analisa pembiayaan ini adalah memperoleh
keyakinan tentang kemauan dan kemampuan calon nasabah,
mengantisipasi resiko pembiayaan yang mungkin terjadi, dan

memastikan aspek-aspek yuridis dari calon nasabah.


Hasil
Penelitian

Kekuatan
Penelitian
Kelemahan
Penelitian

Hasil dari analisa data dan pembahasan hasil analisa data pada penelitian ini
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ke 4 nasabah dalam penelitian ini
dinyatakan layak untuk mendapatkan pembiayaan murabahah yang diberikan
oleh PT BPRS Karya Mugi Sentosa kantor cabang Mojokerto, hal tersebut
berdasarkan hasil aspek analisis kualitatifnya dengan menggunakan teknik
analisis 5C ke 4 nasabah layak untuk mendapatkan pembiayaan karena ke 4
nasabah memiliki character yang baik, berdasarkan aspek capacity ke 4 nasabah
memiliki kemampuan dalam menjalankan usahanya, jika dilihat dari aspek
modal atau capital ke 4 nasabah juga memiliki modal yang cukup, lalu jika
dinilai dari aspek agunan atau collateral yang diajukan oleh ke 4 nasabah sudah
dapat meng-cover pembiayaan yang diajukan, dinilai dari aspek condition ke 4
nasabah tidak memiliki ancaman kompetitor yang serius untuk usaha yang
dijalani. Berdasarkan hasil aspek analisis kuantitatifnya, ke 4 nasabah layak
mendapatkan pembiayaan, hal ini dilihat dari kondisi keuangan ke 4 nasabah
yang tiap bulan masih terdapat surplus walaupun telah dikurangi dengan biayabiaya kebutuhan nasabah, lalu berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan modal
kerja (KMK), tambahan modal kerja (TMK) dan maksimum pembiayaan
invenstasi (MPI) ke 4 nasabah memungkinkan untuk diberikan pembiayaan
sebesar yang diajukan.
Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa
wawancara dan dokumentasi cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian
sehingga dalam pengambilan data nya tidak dibutuhkan waktu yang lama.
Kelemahan penelitian ini adalah Keterbatasan dalam penelitian ini terdapat
dalam teknik analisis data yang digunakan. Teknik yang digunakan dalam
menganalisis kelayakan pemberian pembiayaan ini hanya pada penggunaan
teknik analisis 5C saja, maka diharapkan pada penelitian selanjutnya dengan
menggunakan judul yang sama dapat menambahkan teknik analisis pembiayaan
yang lain seperti teknik analisis 3P yaitu party, purpose, profitability dan 3R
yaitu returns, repayment, risk bearing ability agar data yang diperoleh dalam
penelitian selanjutnya dapat lebih valid.

Jurnal 2.

Judul

Jurnal
Volume &Halaman
Tahun
Penulis
Reviewer
Tanggal
Tujuan
Penelitian

Subjek
Penelitian
Metode
Penelitian
Variabel
Dependen

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


REALISASI PEMBIAYAAN MURABAHAH UNTUK USAHA
MIKRO AGRIBISNIS SEKTOR PERDAGANGAN
(STUDI KASUS: KBMT BIL BARKAH, BOGOR)
Hal. 121-139
2011
Febrina Mahliza dan Netti Tinaprilla
Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
18 Oktober 2016

Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi karakteristik nasabah


pembiayaan murabahah usaha mikro agribisnis sektor perdagangan di KBMT
Bil Barkah dan Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi
pembiayaan murabahah untuk usaha mikro agribisnis sektor perdagangan di
KBMT Bil Barkah.
Subjek yang digunakan sebanyak 40 orang dari total nasabah off-farm sektor
perdagangan yang berjumlah 85 orang

Data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan


regresi berganda.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah jumlah realisasi pembiayaan
murabahah (Y)

Cara&Alat
Mengukur
Variabel
independen
Variabel
Independen

Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable independent yaitu:

Hasil
Penelitian

Hasil dari analisa data dan pembahasan hasil analisa pada penelitian ini maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi
pembiayaan murabahah untuk usaha mikro agribisnis sektor perdagangan di
KBMT Bil Barkah pada tingkat kepercayaan 90 persen adalah lama pendidikan,
lama usaha, pendapatan bersih usaha per bulan, dan agunan. Keempat faktor
tersebut memiliki pengaruh positif terhadap jumlah realisasi pembiayaan
murabahah untuk usaha mikro agribisnis sektor perdagangan di KBMT Bil
Barkah. Hal ini berarti semakin lama pendidikan formal yang dilalui nasabah,
semakin lama usaha yang dijalankan nasabah, semakin besar pendapatan bersih
usaha per bulan nasabah, dan ada agunan yang diserahkan oleh nasabah, maka
semakin besar pula jumlah realisasi pembiayaan murabahah yang akan
diberikan oleh KBMT Bil Barkah.
Saran Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka beberapa saran yang
dapat dipertimbangkan sebagai berikut:

Saran

Pengujian terhadap pengaruh nyata masing-masing variabel bebas secara parsial


dilakukan dengan uji T.

Variabel independen dalam penelitian ini adalah (X1), jenis kelamin (D1), jumlah
tanggungan keluarga (X2), lama pendidikan (X3), lama usaha (X4), pendapatan bersih
usaha per bulan (X5).

1. Pihak KBMT Bil Barkah sebaiknya memperhatikan karakteristik calon


nasabah khususnya faktor lama pendidikan, lama usaha, pendapatan
bersih usaha per bulan, dan agunan dalam merealisasikan pembiayaan
murabahah. Hal ini demi mendapatkan nasabah yang memiliki
kualifikasi yang baik, tepat sasaran yaitu bagi pengusaha mikro yang
membutuhkan bantuan pembiayaan, serta mencapai target pembiayaan
yang telah ditentukan.
2. Pihak KBMT Bil Barkah harus lebih detail dalam memperoleh dan memonitor
data yang terkait dengan lama pendidikan, lama usaha, pendapatan bersih usaha
per bulan, dan agunan karena faktor-faktor tersebut yang dapat meningkatkan
jumlah realisasi pembiayaan murabahah yang akan diberikan kepada nasabah.
3. Pihak KBMT Bil Barkah diharapkan melakukan pembinaan usaha terhadap
nasabah agar nasabah dapat menjadikan usahanya semakin profitable. Hal ini
terkait dengan faktor pendapatan bersih usaha per bulan yang dapat
mempengaruhi realisasi pembiayaan murabahah.

Jurnal 3.
Judul
Jurnal
Volume &Halaman
Tahun
Penulis
Reviewer
Tanggal

PROSEDUR ANALISIS KELAYAKAN PEMBIAYAAN MIKRO


STUDI KASUS BRI SYRIAH CABANG PRABUMULIH
Ekonomi dan Perbankan syariah
Vol 3, No 1. Hal 38-54

2015
Selvy safitri dan Arisson hendry
Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
18 Oktober 2016

Tujuan
Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana deskripsi prosedur analisa


kelayakan pembiayaan mikro pada BRI syariah cabang Prabumulih.

Subjek
Penelitian
Metode
Penelitian

Subjek yang digunakan sebanyak 40 orang dari total nasabah off-farm sektor
perdagangan yang berjumlah 85 orang

Penelitian ini bersifat deskriptif dan kualitatif yang menggunkan field research
(penelitian lapangan) dengan cara pengamatan langsung ke kantor PT BRI
syariah cabang prabumulih,untuk memperoleh data primer dengan teknik
magang kerja sekaligus wawancara pihak terkait mengenai alur analisa
kelayakan pembiayaan mikro di unit mikro syariah PT BRI syariah. Data
sekunder adalah pelengkap data primer berupa dokumentasi,catatan,arsip serta
hasil kajian pustaka dari buku-buku yang relevan.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelayakan pembiayaan(Y)

Variabel
Dependen Ev
Cara&Alat
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable independent yaitu:
Pengujian terhadap pengaruh nyata masing-masing variabel bebas secara parsial
Mengukur
dilakukan dengan uji T.
Variabel
independen
Variabel
Variabel independen dalam penelitian ini adalah , prospek nasabah (X1), aplikasi
permohonan pembiayaan (X2), document checklist (X3), BI chechking (X4), screening
Independen
(X5),survey CN (X6),Menaksir jaminan(X7), memorandum usulan pembiayaan (X8).

Hasil
Penelitian

Proses analisa kelayakan pembiayaan yang diajukan calon nasabah memiliki


prosedur yang mengedepankan prinsip kemudahan,kecepatan,kehati-hatian dan
aman sengan lima tahapan pembiayaan, yaitu: permohonan pembiayaan,
pengumpulan berkas, analisa kelayakan, keputusan pembiayaan dan pencairan
pembiayaan. Analisa kelayakan pembiayaan mikro pada BRI sayriah cabang
prabumulih dilakukan dengan menganalisia enam aspek yang dikenal denganS,
yaitu character, capacity,capital, collateral,condition of economy dan syariah.
Namun implementasinya lebih ditekankan pada aspek character,capacity dan
collateral. Kemudian didukung pula oleh aspek condition of economy,capital
dan syariah.
Selain keenam aspek diatas BRI syariah cabang prabumulih juga memberikan
kemudahan bagi calon nasbah pembiayaan juga selalu berusaha untuk
mengefektifkan waktu untuk menganalisa kelayakan pembiayaan calon nasabah,
biasanya waktu yang dibutuhkan paling cepat tiga hari dan paling lama satu
minggu.

Saran

Penelitian selanjutnya,dianjurkan untuk menganlisa perbandingan antara prosedur


kelayakan pembiayaan mikro yang dilakukan BRI syariah dan bank syariah lainnya
termasuk didalamnya analisa peoses pendampingan dan monitoring bank syariah
terhadap nasbah pembiayaan mikro.

Jurnal 4.
Judul
Jurnal
Volume &Halaman
Tahun
Penulis
Reviewer
Tanggal
Tujuan
Penelitian

I.
II.

Subjek
Penelitian
Metode
Penelitian

Analisis Kelayakan Pembiayaan Pengembangan Usaha Mebel Kayu


Pada Bank Syariah (Studi Kasus : PT. X di Bekasi)
Jurnal MPI
Vol. 4 No. 1. Hal 58-74
2009
Eva Latifah, Ani Suryani dan Hartrisari Hardjomidjojo
Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
18 Oktober 2016
Mengetahui aspek-aspek manajemen, teknis dan produksi, keuangan dan
pemasaran perusahaan dalam pelaksanaan penyusunan kelayakan
pembiayaan, serta mengidentifikasi analisis risiko usahanya.
Menganalisis kelayakan pemberian pembiayaan pada PT.X dari sudut
manajemen, pemasaran, produksi, keuangan dan resiko yang dikaitkan
dengan kebijakan perbankan syariah.

Data yang digunakan dalam kajian ini adalah data primer dan sekunder yang
bersifat kuantitatif dan kualitatif terhadap studi kelayakan pembiayaan
pengembangan usaha mebel kayu di PT.X. Pengumpulan data dilakukan
dengan cara: (1) Studi kepustakaan (eksplorasi), terutama perkembangan mebel
kayu di Indonesia, perkembangan industri furniture dan pemasarannya; (2)

Pengamatan langsung dengan cara mempelajari berbagai dokumen, proses


produksi, keuangan dan pemasaran; (3) Membuat daftar pertanyaan (kuesioner)
dan wawancara dengan manajemen perusahaan yang terdiri dari pemilik
perusahaan, bagian produksi, bagian keuangan dan bagian pemasaran PT.X.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelayakan pembiayaan(Y)

Variabel
Dependen Ev
Cara&Alat
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable independent yaitu:
Pengujian terhadap pengaruh nyata masing-masing variabel bebas secara parsial
Mengukur
dilakukan dengan uji T.
Variabel
independen
Variabel
Variabel independen dalam penelitian ini adalah , aspek manajemen poduksi (X1),
aspek teknis dan poduksi (X2), aspek pemasaran (X3), analisis swot (X4), analisis
Independen
resiko(X5),aspek keuangan (X6).

Hasil
Penelitian

a. Berdasarkan analisis deskriptif, risiko-risiko yang diperkirakan akan


mempengaruhi manajemen dan bisnis industri mebel kayu adalah Risiko
pengadaan bahan baku, Fluktuasi harga bahan baku, Risiko kebijakan
negara tujuan ekspor, Risiko nilai tukar valas dan Regulasi pemerintah.
b. Berdasarkan analisa kelayakan yang dilakukan maka pemberian
pembiayaan masih layak untuk diberikan dengan pertimbangan : (1)
Aspek Pemasaran : Perusahaan telah memiliki pasar yang tetap dan
jaringan distribusi yang kuat; (2) Aspek Teknik dan Produksi :
Perusahaan menguasai proses produksi dari produk yang dihasilkan dan
selalu menciptakan produk yang inovatif; (3) Aspek Manajemen :
Perusahaan memiliki tenaga kerja yang handal dan berpengalaman dalam
bidangnya; (4) Aspek Keuangan : didasarkan pada perhitungan modal
investasi yang diperlukan adalah Rp. 9.868.105,- dengan kelayakan
keuangan PBP (3,1 tahun), BEP (Rp. 23.622.376,-), NPV (Rp.
11.095.000.000,-), B/C ratio (3,90) dan IRR (45,25%), sehingga
memiliki kemampuan dalam pembayaran kewajibannya. Sedangkan dari
analisa sensitivitas diketahui bahwa perusahaan sangat sensitif terhadap
perubahan harga bahan baku yang diikuti dengan kenaikan harga jual
produk sampai 10% dan terhadap perubahan kurs tidak terlalu
berpengaruh, karena penjualan ekspor.

Saran

a. Perusahan perlu menjaga keberadaan bahan baku sehubungan dengan adanya


issue yang menyangkut illegal logging.
b. Perlu adanya antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan harga bahan baku.
c. Perlu memperluas jaringan pemasaran untuk keberlangsungan usaha.

Jurnal 5.
Judul
Jurnal
Volume &Halaman
Tahun
Penulis
Reviewer
Tanggal
Tujuan
Penelitian

Subjek
Penelitian
Metode
Penelitian

ANALISIS PEMBERIAN KREDIT MIKRO PADA BANK


SYARIAH MANDIRI CABANG MANADO
EMBA
Vol.1 No.4, Hal. 875-885
2013
Saduldyn Pato
Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
18 Oktober 2016

a. Tata cara pemberian kredit pada Bank Syariah Mandiri Cabang Manado.
b. cara pencegahan kredit macet pada Bank Syariah Mandiri Cabang Manado

Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu dengan memaparkan pembahasan


mengenai pelaksanaan pemberian kredit dan cara mencegah kredit macet pada
Bank Syariah Mandiri Cabang Manado.
Tempat penelitian ini pada Bank Syariah Mandiri. Bank Syariah Mandiri (BSM)
adalah sebuah bank turunan dari bank mandiri yang khusus ditujukan untuk
dunia perbankan yang berbasis syariah islam atau perbankan yang sesuai dengan
peraturan islam. Bank Syariah Mandiri didirikan karena melihat ketertarikan
para nasabah-nasabah khususnya nasabah di Indonesia akan suatu bank yang
berbasis syariah maka dari itu Bank Mandiri sebagai salah satu bank yang
banyak dipilih masyarakat Indonesia sebagai tempat untuk menabung dan
menginvestasi uang mereka berinisiatif mendirikan sebuah bank syariah untuk
memenuhi ketertarikan dan kebutuhan para nasabahnya. Waktu penelitian ini
adalah pada bulan Desember 2012 sampai bulan Febuari 2013. Penelitian
dimulai dengan memasukan surat permohonan untuk melakukan penelitian pada
Bank Syariah Mandiri Cabang Manado. Setelah diterima untuk melakukan
penelitian, penulis meminta data berupa syarat serta tahapan prosedur pemberian
pembiayaan. Selanjutnya dilakukan wawancara pada karayawan Bank. Untuk
melengkapi data penulis juga mengambil data dari internet pada situs resmi
Bank Syariah Mandiri. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam
penelitian ini, maka metode pengumpulan data yang gunakan adalah : Observasi
yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas pegawai di
Bank Syariah Mandiri Cabang Manado.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelayakan pemberian kredit mikro(Y)

Variabel
Dependen Ev
Cara&Alat
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable independent yaitu:
Pengujian terhadap pengaruh nyata masing-masing variabel bebas secara parsial
Mengukur
dilakukan dengan uji T.
Variabel
independen
Variabel
Variabel independen dalam penelitian ini adalah , aspek hukum(X1), aspek pasar dan
pemasaran (X2), aspek keuangan (X3), aspek operasi/teknis (X4), aspek
Independen

manajemen(X5),aspek ekonomi (X6), aspek AMDAL (X7).

Hasil
Penelitian

Dalam Penyaluran Pembiayaan kepada masyarakat , skim pembiayaan yang


banyak disalurkan adalah dalam bentuk Murabahah dan PDB (Pembiayaan Dana
Berputar). Murabahah adalah akad penyediaan barang berdasarkan sistem jual
beli, dimana antara Bank sebagai penjual yang menyediakan kebutuhan nasabah
dan menjual kepada nasabah dengan harga perolehan ditambah keuntungan
(margin) yang disepakati, pembayaran dapat dilakukan sekaligus saat jatuh
tempo atau cicilan dalam jangka waktu yang disepakati Pembayaran dapat
dilakukan sekaligus saat jatuh tempo atau cicilan dalam jangka waktu yang
disepakati. Ketentuan harga jual ditetapkan di awal perjanjiian dan tidak boleh
berubah selama waktu perjanjian. Apabila nasabah memberikan uang muka
(down payment) pada saat yang sama. maka uang muka nasabah tersebut sudah
dianggap sebagai pengurang harga beli barang secara otomatis pula akan
mengurangi jumlah kewajiban yang harus dibayar. Akad jual beli juga dibuat
antara bank dengan nasabah tetap berpedoman kepada harga jual beli awal yang
telah disepakati bersama dan tertuang dalam perjanjian pembiayaan nasabah.
Analisa penelitian sesuai dengan prosedur yang dilakukan pada Bank Syariah
Mandiri Cabang Manado, secara keseluruhan proses pemberian kredit sesuai
dengan teori yang ada. Apabila ada berkas yang tidak memenuhi syarat maka
proses selanjutnya dalam pengajuan permohonan pembiayaan tidak dapat
dilaksanakan. Apabila nasabah mempunyai pinjamana dari bank lain dengan
menggunakan BI Checking bank bisa lebih mudah untuk mengetahui bagaimana
cara kredit nasabah di bank lain, nasabah mempunyai peminjaman kredit dari
bank lain dan tidak dapat melunasi sesuai dengan waktu yang ditetapkan yang
mengakibatkan kredit bermasalah, dengan menggunakan BI Checking pihak
bank bisa mengetahui adanya kerdit yang bermasalah dari nasabah. Proses
peninjauan pengawasan pengembalian kredit yang dilaksanakan pihak bank bisa
mempermudah untuk mengetahui akan adanya kredit yang bermasalah, seperti
adanya penyalahgunaan dana oleh nasabah.

Kesimpulan
dan Saran

Kesimpulan: Hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa: pihak
Bank Mandiri Syariah telah melaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Menganalisis dalam rangka meminimalisir dan mengantisipasi terjadinya kredit macet
yang kemungkinan akan dialami oleh calon debitor.
Saran: Penulis memberikan saran agar kiranya bisa bermanfaat bagi bank Syariah
Mandiri Cabang Manado dalam proses pembiayaan mikro yaitu :
Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pembiayaan kepada nasabah agar
dilakukan secara aktif dan berkesinambungan, agar pembiayaan yang
disalurkan terkendali dan meminimalisir terjadinya kredit yang bermasalah
(kredit macet).
Tingkatkan pengawasan terhadap operasionalisasi dan kinerja karyawan dalam
menjalankan tugasnya terutama dalam proses pemberian kredit, sehingga bank
bisa lebih dipercaya oleh nasabah.
Lakukan analisis mendalam terhadap laporan keuangan setiap calon debitur,
sehingga dapat diketahui prospek usaha dan kemampuan keuangan calon
debitur agar dapat memenuhi segala kewajibannya pada pihak kreditur (bank).
Berikan pelayanan yang prima dan memuaskan terhadap nasabah yang akan

mengajukan permohonan kredit. Sehingga akan memunculkan kesan yang baik


terhadap nasabah.