Anda di halaman 1dari 8

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya makalah ini. Karena hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya
saya dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas Teknik Sampling
dan Phlebotomy dengan judul Pengambilan Darah Arteri.
Pendidikan merupakan sarana terpenting dalam kehidupan manusia. Salah
satunya yaitu Mata Kuliah ini, khususnya yang akan di bahas dalam makalah ini
yaitu mengenai pengambilan darah arteri.
Dalam makalah ini akan saya suguhkan hasil kerja saya. Dengan adanya
tugas seperti ini semoga kita semua mendapat hikmahnya dan lebih memahami
materi mata kuliah ini khususnya mengenai pengambilan darah arteri. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi saya pada khususnya dan bagi semua
kalangan pada umumnya.
Serta akhir kata kami ucapkan semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu
membalas budi baik kita semua, semoga makalah ini dapat menambah
pengetahuan pembaca dan dapat berguna bagi siapapun yang membacanya.
Saya menyadari bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang memiliki
kesempurnaan, begitu juga dengan makalah ini.

Bandung, Oktober 2014

Teknik Sampling dan Phlebotomy

Daftar Isi
Kata Pengantar.................................................................................................... 1
Daftar Isi............................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 3
1.1 Latar belakang.......................................................................................... 3
1.2 Rumusan masalah...................................................................................... 3
1.3 Tujuan..................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................... 4
2.1 Pengambilan darah arteri............................................................................ 4
2.2 Lokasi Pengambilan Darah Arteri.................................................................5
2.3 Faktor Penting dalam pengambilan darah arteri..............................................5
2.4 Pengambilan darah arteri............................................................................ 6
Daftar Pustaka..................................................................................................... 8

Teknik Sampling dan Phlebotomy

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Untuk melakukan suatu pemeriksaan kita wajib mengambil sampel terlebih dahulu,
salah satunya adalah sampel darah. Dalam kegiatan pengumpulan sampel darah dikenal
istilah phlebotomy yang berarti proses mengeluarkan darah. Dalam praktek laboratorium
klinik, ada 3 macam cara memperoleh darah, yaitu : melalui tusukan vena (venipuncture),
tusukan kulit (skinpuncture) dan tusukan arteri atau nadi. Venipuncture adalah cara yang
paling umum dilakukan, oleh karena itu istilah phlebotomy sering dikaitkan dengan
venipuncture. Namun untuk beberapa pemeriksaan dibutuhkan juga sampel dari tusukan
arteri atau nadi.
Pengambilan darah arteri umumnya menggunakan arteri radialis di daerah
pergelangan tangan. Jika tidak memungkinkan dapat dipilih arteri brachialis di daerah
lengan atau arteri femoralis di lipat paha. Pengambilan darah harus dilakukan dengan
hati-hati dan oleh tenaga terlatih.
Pengambilan darah arteri adalah prosedur yang dilakukan dengan cara mengambil
darah arteri yang bertujuan untuk melakukan analisa terhadap gas darah (status asam
basa) dan keadekuatan ventilasi serta oksigenasi seseorang. Sampel darah arteri yang
diambil berasal dari arteri perifer, seperti : arteri radialis, arteri brachialis atau sepanjang
jalur arteri perifer. Pemeriksaan pH darah arteri digunakan untuk mengukur konsentrasi
ion hidrogen. Penurunan terhadap nilai pH akan menunjukkan bahwa seseorang
mengalami asidosis, sedangkan peningkatan terhadap nilai pH akan menunjukkan
kondisi alkalosis (Potter & Perry, 2005).
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Apa itu teknik pengambilan darah arteri?
1.2.2. Dimana lokasi pengambilan darah arteri?
1.2.3. Faktor apa saja yang mempengaruhi pengambilan darah arteri?
1.2.4. Bagaimana cara pengambilan darah arteri?
1.3. Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui teknik pengambilan darah arteri.
1.3.2 Untuk mengetahui lokasi pengambilan darah arteri.
1.3.3 Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan darah
arteri.
1.3.4 Untuk mengetahui cara pengambilan darah arteri.

Teknik Sampling dan Phlebotomy

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengambilan darah arteri


Pengambilan darah arteri adalah suatu tindakan untuk mengambil darah arteri yaitu
pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku. Sedangkan
analisa gas darah adalah prosedur untuk menilai tekanan parsial oksigen, karbondioksida dan
pH (konsentrasi ion hydrogen) di darah arteri. Mengambil sampel darah arteri membutuhkan
suntikan perkutan pada arteri brachialis, radial atau femoralis. Juga bisa didapatkan dari
arterial line.
Pengambilan darah arteri dilakukan untuk pemeriksaan analisa gas darah yang
digunakan untuk mendiagnosa dan mengevaluasi penyakit pernafasan serta kondisi yang
mempengaruhi seberapa efektif paru-paru mengirimkan oksigen ke darah dan mengeleminasi
karbondioksida dari darah.
Tekanan parsial oksigen (PO2) n : 75-100 mmHg, biasanya menurun sesuai pertambahan usia
Tekanan parsial karbondioksida (PCO2) normal : 35-45 mmHg
pH normal
: 7,35-7,45
Saturasi oksigen (SaO2)
: 94-100%
Kandungan oksigen (O2CT)
: 15-23 volume%
Konsentrasi Bikarbonat (HCO3-)
: 22-26 millimols per liter (mEq/liter)

Perubahan pH disebabkan oleh:

1. Fungsi pernafasan abnormal.


2. Fungsi ginjal abnormal.
3. Jumlah asam atau basa yang berlebihan.
Perubahan dalam pH, PaCO2, dan bikarbonat standar
pada gangguan asam-basa
pH
PaCO2
Bikarbonat standar
Asidosis Respiratory
Rendah Tinggi
Normal-tinggi
Alkalosis Respiratory
Tinggi
Rendah
Normal-tinggi
Asidosis Metabolik
Rendah Normal-rendah Rendah
Alakalosis Metabolik
Tinggi
Normal
Tinggi

2.2 Lokasi Pengambilan Darah Arteri


Mengidentifikasi arteri untuk pengambilan sampel. Arteri yang paling sering unutk
pengambilan sampel termasuk arteri radialis, arteri brachialis, dan arteri femoralis. Dari
Teknik Sampling dan Phlebotomy

ketiganya, arteri radial adalah area sampling yang paling disukai karena tiga faktor utama: a)
mudah untuk mengakses, b) arteri radial adalah arteri dangkal dan karena itu lebih mudah
untuk diraba, stabil, dan mudak ditusuk, dan c) memiliki jaminan aliran darah. Jika kerusakan
pada arteri radial terjadi atau menjadi terhambat, arteri ulnaris akan memasok darah ke
jaringan biasanya dipasok oleh arteri radial. Untuk menilai arteri radial untuk sampling, harus
melakukan tes Allen dimodifikasi untuk menjamin patensi arteri ulnaris.
Adapun cara melakukan tes Allen adalah sebagai berikut a) Melenyapkan denyut
radial dan ulnar secara bersamaan dengan menekan di kedua pembuluh darah di pergelangan
tangan. b) Minta pasien untuk mengepalkan tangan dan melepaskannya sampai kulit terlihat
pucat. c) Lepaskan tekanan arteri ulnaris sementara mengompresi arteri radial. Perhatikan
kembalinya warna kulit dalam waktu 15 detik
Jika tes Allen adalah negatif untuk kedua tangan dan arteri radial tidak dapat diakses,
maka arteri brakialis dapat digunakan. Potensi untuk mendapatkan sampel vena lebih besar
bila menggunakan arteri brakialis karena ada pembuluh darah besar terletak di dekat arteri
brakialis. Selain itu, saraf medial terletak sejajar dengan arteri brakialis dan akan
menyebabkan rasa sakit pasien jika Anda secara tidak sengaja mengenainya dengan jarum.
Arteri femoralis adalah area sampling arteri yang paling tidak disukai karena
merupakan arteri relatif dalam; terletak berdekatan dengan saraf femoralis dan vena, dan
tidak memiliki jaminan aliran darah. Tusukan dari arteri femoralis biasanya digunakan untuk
situasi muncul atau untuk pasien hipotensi parah yang memiliki perfusi perifer yang buruk.
2.3 Faktor Penting dalam pengambilan darah arteri
Beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan prosedur
pengambilan spesimen darah arteri adalah sebagai berikut :
o Identifikasi pasien terhadap kondisi-kondisi khusus.
o Beberapa pemeriksaan mengharuskan pasien untuk berpuasa beberapa saat sebelum
dilakukan pengambilan spesimen darah (diskusikan sebelumnya dengan laboran).
o Penggunaan obat-obatan yang dapat meningkatkan pH darah: sodium bikarbonat
o Kegagalan untuk mengeluarkan semua udara dari spuit akan menyebabkan nilai
PaCO2 yang rendah dan nilai PaO2 meningkat.
o Penggunaan obat-obatan yang dapat meningkatkan PaCO2 : aldosterone, ethacrynic
acid, hydrocortisone, metolazone, prednisone, sodium bicarbonate, thiazides.
o Penggunaan obat-obatan yang dapat menurunkan PaCO2 : acetazolamide,
dimercaprol, methicillin sodium, nitrofurantoin, tetracycline, triamterene.
o Penggunaan obat-obatan yang dapat meningkatkan HCO3 : alkaline salts, diuretics.
o Penggunaan obat-obatan yang dapat menurunkan HCO3: acid salts.

Teknik Sampling dan Phlebotomy

o Saturasi oksigen dipengaruhi oteh tekanan parsial oksigen dalam darah, suhu tubuh,
pH darah, dan struktur hemoglobin.
2.4 Pengambilan darah arteri
2.4.1 Peralatan
1. AGD kit:
Spuit spesifik untuk mengambil darah yang akan digunakan

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
2.4.2

untuk analisa gas darah.


Jarum 20 G 1
Jarum 22 G 1
1 ml ampul carian heparin (1:1000)
Sarung tangan
Spuit 5 ml dan 10 ml
Kapas alkohol
4x4 gauze pads
Penutup karet untuk spuit
Tas plastik atau wadah berisi es
Label

Prosedur pengambilan darah arteri


1. Cek identitas pasien. Beritahu pasien bahwa anda akan melakukan
pengambilan sampel AGD dan jelaskan tujuan serta prosedurnya.
Beritahukan bahwa spesimen akan diambil dari arteri, jaga privasi
klien, dan atur posisi klien dalam posisi supinasi atau semi fowler.
2. Siapkan peralatan. Beri label syringe dengan nama pasien, nomor
ruangan, nama dokter, tanggal dan waktu pengambilan, inisial
3.

pelaksana AGD. Beri heparin pada spuit.


Lakukan cuci tangan dan gunakan sarung tangan untuk

4.

meminimalkan penyebaran mikroorganisme.


Membersihkan kulit di area tusukan dengan kapas alcohol. Tangan
klien harus ditekuk sedikit atau letakkan handuk kecil yang
digulung di bawah pergelangan tangan. Hal ini membawa arteri
radial lebih dekat ke permukaan. Ekstensi berlebihan pada
pergelangan tangan harus dihindari karena dapat menutup jalan
denyut nadi. Palpasi denyutan dengan telunjuk dan jari tengah.
Setelah menemukan sensasi denyutan terkuat, sedikit fiksasi arteri
dengan telunjuk dan jari tengah. Hal ini akan mencegah arteri

5.

berubah posisi ketika dilakukan tusukan.


Suntikan harus dengan sudut 45 atau kurang di tangan
berlawanan, seperti memegang pensil atau sebuah anak panah.
Penempatan paralel dekat jarum tersebut akan meminimalkan

Teknik Sampling dan Phlebotomy

trauma arteri dan memungkinkan serat otot polos untuk menutup


lubang tusukan setelah jarum ditarik.
6. memfiksasi arteri dan dengan sudut jarum mengarah ke atas,
masukkan jarum ke tepat di bawah permukaan kulit. Sekarang
dorong jarum perlahan-lahan sampai terlihat denyut berkedip darah
di pusat jarum. Berhenti dan pertahankan posisi ini sampai
terkumpul 2-4 cc darah dalam alat suntik.
7. Jika jarum masuk terlalu jauh, tarik perlahan-lahan sampai
mengalir darah ke jarum suntik. Seharusnya tidak perlu ada aspirasi
darah ke jarum suntik sebab tekanan arteri akan mengisi otomatis
alat suntik. Hanya dalam jika digunakan jarum gauge kecil
(misalnya 25 gauge), atau pasien hipotensi, sebaiknya dilakukan
8.

aspirasi jarum suntik.


Setelah mendapatkan jumlah darah yang diinginkan, tarik jarum
dan terapkan tekanan ke area tusukan dengan ukuran 4 4. Setelah
tekanan diterapkan selama 2 menit, periksa area untuk perdarahan,
aliran, atau rembesan darah. Jika ada, terapkan tekanan sampai
pendarahan terhenti. Waktu kompresi lama akan diperlukan untuk
pasien pada terapi antikoagulan atau yang memiliki gangguan

perdarahan.
9. Lepaskan jarum dari alat suntik. Jarum tidak boleh disumbat,
bengkok, atau sengaja dirusak karena bahaya tusukan diri. Semua
jarum harus ditempatkan dalam wadah tahan tusukan (umumnya
dikenal sebagai wadah benda tajam).
10. Sangat penting bahwa gelembung udara yang dikeluarkan dari
spuit gas darah karena dapat mengubah hasil gas darah. Pegang
jarum suntik tegak lurus dan tekan jarum suntik dengan lembut
sehingga gelembung udara naik ke bagian atas jarum suntik
11.

sehingga dapat dikeluarkan.


Cap jarum suntik dan letakkan spuit dalam kantong es
(mendinginkan sampel akan mencegah metabolisme lebih lanjut
dari darah). Pasang slip laboratorium untuk tas, dan bawa sampel
ke laboratorium. Jika akan menganalisis sampel, harus dilakukan

sesegera mungkin.
12. Lepas sarung tangan dan lakukan cuci tangan untuk mencegah
penyebaran mikroorganisme.
Teknik Sampling dan Phlebotomy

Daftar Pustaka
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan : konsep, proses,
dan praktik . Ed. 4. Jakarta : EGC
Taylor, C., etc. (2008). Fundamentals of nursing : the art and the science of nursing
care.6th Ed. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins
Calgary Laboratory Services, Blood Collection Guidelines.
The Royal College of Pathologists of Australasia, Manual of Use and Interpretation of
Pathology Tests, Griffin Press Ltd., Netley, Australia, 1990.
http://tiovirgo.blogspot.com/2011/12/pengambilan-darah-arteri-dan-tools_05.html diakses
pada tanggal 26 Oktober 2014

Teknik Sampling dan Phlebotomy