Anda di halaman 1dari 50

OKSIGENASI II

Chairul Huda Al Husna

PENGKAJIAN

Riwayat kesehatan dimulai dari biografi klien, dimana aspek biografi


yang sangat erat hubungannya dengan gangguan oksigenasi
mencakup usia, jenis kelamin, pekerjaan (terutama yang
berhubungan dengan kondisi tempat kerja) dan tempat tinggal.
Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal serta
apakah klien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya
berguna bagi perencanaan pulang (Discharge Planning).

KELUHAN UTAMA

Keluhan utama akan menentukan prioritas intervensi dan mengkaji


pengetahuan klien tentang kondisinya saat ini.
Keluhan utama yang biasa muncul pada klien gangguan kebutuhan
oksigen dan karbondioksida antara lain : batuk, peningkatan produksi
sputum, dyspnea, hemoptysis, wheezing, Stridor dan chest pain.

1) Batuk (Cough)

Batuk dan sesak merupakan gejala utama pada klien


dengan penyakit sistem pernafasan. Tanyakan berapa
lama klien batuk (misal 1 minggu, 3 bulan).
Tanyakan juga bagaimana hal tersebut timbul dengan
waktu yang spesifik (misal : pada malam hari, ketika
bangun tidur) atau hubungannya dengan aktifitas
fisik.
Tentukan batuk tersebut apakah produktif atau non
produktif, kongesti, kering.

2) Peningkatan Produksi Sputum.


Sputum merupakan suatu substansi yang keluar bersama
dengan batuk atau bersihan tenggorok. Trakeobronkial
tree secara normal memproduksi sekitar 3 ons mucus
sehari sebagai bagian dari mekanisme pembersihan
normal (Normal Cleansing Mechanism).
Tetapi produksi sputum akibat batuk adalah tidak normal.
Tanyakan dan catat warna, konsistensi, bau dan jumlah
dari sputum karena hal-hal tersebut dapat menunjukkan
keadaan dari proses patologik.
Jika infeksi timbul sputum dapat berwarna kuning atau
hijau, sputum mungkin jernih, putih atau kelabu.
Pada keadaan edema paru sputum akan berwarna merah
muda, mengandung darah dan dengan jumlah yang
banyak

3) Dyspnea
Dyspnea merupakan suatu persepsi kesulitan untuk
bernafas/nafas pendek dan merupakan perasaan
subjektif klien.
Perawat mengkaji tentang kemampuan klien untuk
melakukan aktifitas. Contoh ketika klien berjalan
apakah dia mengalami dyspnea ?.
kaji juga kemungkinan timbulnya paroxysmal
nocturnal dyspnea dan orthopnea, yang berhubungan
dengan penyakit paru kronik dan gagal jantung kiri.

4) Hemoptysis
Hemoptysis adalah darah yang keluar dari mulut
dengan dibatukkan.
Perawat mengkaji apakah darah tersebut berasal dari
paru-paru, perdarahan hidung atau perut.
Darah yang berasal dari paru biasanya berwarna
merah terang karena darah dalam paru distimulasi
segera oleh refleks batuk.
Penyakit yang menyebabkan hemoptysis antara lain :
Bronchitis Kronik, Bronchiectasis, TB Paru, Cystic
fibrosis, Upper airway necrotizing granuloma, emboli
paru, pneumonia, kanker paru dan abses paru.

5) Chest Pain
Chest pain (nyeri dada) dapat berhubungan dengan
masalah jantung dan paru.
Gambaran yang lengkap dari nyeri dada dapat
menolong perawat untuk membedakan nyeri pada
pleura, muskuloskeletal, cardiac dan gastrointestinal.
Paru-paru tidak mempunyai saraf yang sensitif
terhadap nyeri, tetapi iga, otot, pleura parietal dan
trakeobronkial tree mempunyai hal tersebut.
Dikarenakan perasaan nyeri murni adalah subjektif,
perawat harus menganalisis nyeri yang berhubungan
dengan masalah yang menimbulkan nyeri timbul.

b. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU

Secara umum perawat menanyakan tentang :


Riwayat merokok : merokok sigaret merupakan
penyebab penting kanker paru-paru, emfisema dan
bronchitis kronik. Semua keadaan itu sangat jarang
menimpa non perokok.

Anamnesis harus mencakup hal-hal :


a) Usia mulainya merokok secara rutin.
b) Rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari
c) Usia melepas kebiasaan merokok.
2) Pengobatan saat ini dan masa lalu
3) Alergi
4) Tempat tinggal

c. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paruparu sekurang-kurangnya ada tiga, yaitu :

1) Penyakit infeksi tertentu : khususnya tuberkulosa, ditularkan melalui


satu orang ke orang lainnya; jadi dengan menanyakan riwayat kontak
dengan orang terinfeksi dapat diketahui sumber penularannya.
2) Kelainan alergis, seperti asthma bronchial, menunjukkan suatu
predisposisi keturunan tertentu; selain itu serangan asthma mungkin
dicetuskan oleh konflik keluarga atau kenalan dekat.
3) Pasien bronchitis kronik mungkin bermukim di daerah yang polusi
udaranya tinggi. Tapi polusi udara tidak menimbulkan bronchitis
kronik, hanya memperburuk penyakit tersebut

Sianosis

Jari tabuh

Tx O2

Retraksi otot dinding dada


Bendungan vena jugularis

Ventilator

Pulse oksimetri

ABG (Arterial Blood Gass)

Thorakosisntesis/pungsi pleura

WSD (Water Seal Drainage)


Untuk mengeluarkan
cairan/udara yang ada di dalam
rongga intra pleura

Sifatnya terus menerus

Bunyi napas normal


Vesikuler
Terdengar hampir disemua permukaan paru,kenyaringan rndah
ekspirasi lembut & pendek

Bronkovesilkuler
Terdengar didaerah bronkus & diseblh kanan daerah paru paoterior.
Kenyaringan sedang. Ekspirasi sebanding dng inspirasi

Bronkial
Terdengar hy diatas trakea. Kenyaringan tinggi.Ekspirasi bising &
panjang

Pola napas
Takipnea
Bradipnea
Apnea
Hiperpnea
Hipoventilasi
Hiperventilasi
Pernapasan kussmaul
Pernapasan cheyne stokes
Pernapasan biot

Bunyi suara tambahan


Mengi (wheezing). Suara musikal terus menerus disbbkn oleh aliran
udara melewati saluran sempit
Mengi inspirasi Audibel (stridor)
Menunjukan obstruksi tinggi Mis epiglotis.

Mengi sonor (ronchi). Keras, rendah,bunyi kasar spt menggorok


terdengar pd inspirasi atau ekspirasi(penumpukan lendir pd trakea
atau bronkus)
Friction rub pleural. Kering,bergesek, atau bunyi gerakan bs pd
inflamasi permukaan pleural, paling keras pd atas permukaan anteroir
lateral bawah

Crackles . Mempy ciri bunyi tdk terus menerus terdengar,terutama


selm inspirasi dr saluran udara melalui cairan atau kelembaban

DIAGNOSA dan INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan pada Gangguan Sistem


Pernapasan
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
Ketidakefektifan pola nafas
Gangguan pertukaran gas
Gangguan ventilasi spontan
Intoleran aktifitas
Insomnia
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Pengkajian
Data focus
Keluhan sesak
RR
Retraksi
Intercosta
Suprasternal
Supraklavikula

Sianosis
Akral dingin
Anemis

KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN NAFAS


Causa penyakit : asma, pneumoni, TBC, bronchitis
Karakteristik :

Dispneu
Perubahan pola bernafas, RR meningkat, Takipneu
Sianosis
Batuk tidak efektif/sekret
Suara nafas tambahan (ronchi, wheezing, crackles, dll)
Orthopneu
Keletihan

NOC

Status pernafasan : kepatenan jalan nafas

NIC

Airway management, cough enhancement, airway suctioning

INTERVENSI KEPERAWATAN
Monitor TTV khususnya RR kedalaman, jumlah, ritme, dan kekuatan
Monitor kemampuan batuk efektifitas dan produktifitas ajarkan
batuk efektif jikas susah nebul (uap) suction (hisap)
Kaji karakteristik sekret
Monitor hidrasi klien peningkatan IWL dan pengeluaran sekret
Oksimetri saturasi sebelum dan sesudah tindakan
Posisikan semi fowler
Fisioterapi dada
Berikan oksigen tambahan jika perlu
Farmakologis bronkodilator, mukolitik, ekspektoran, antibiotic

Nebulizer

Batuk efektif

MDI (Metered Dose Inhaler)

Semi Fowler

METODE PEMBERIAN O2
sistem aliran rendah :

Aliran rendah konsentrasi rendah :


- kateter nasal
- kateter binasal
- Aliran rendah konsentrasi tinggi :
- sungkup muka sederhana
- sungkup muka dengan kantong rebreathing
- sungkup muka dgn kantong non rebreathing

Sistem aliran tinggi :


Aliran tinggi konsentrasi rendah :
- sungkup venturi
- Aliran tinggi konsentrasi tinggi :
- Head box
- Sungkup CPAP

KANUL BINASAL
SUNGKUP MUKA NON REBREATHING

NASAL KANUL

SUNGKUP MUKA NON REBREATHING

SUNGKUP MUKA
LARINGOSKOP

SUNGKUP MUKA NON REBREATHING


AMBU BAG

MASKER REBREATHING
BAG HARUS DIPERTAHANKAN MENGEMBANG

JACKSON REES
FLOW O2 : 8 10 LPM
FIO2
: 100%

TERAPI OKSIGEN

KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS


Causa penyakit : efusi pleura, TBC, pneumonia, dll
Karakteristik :

Dispneu
Perubahan pola bernafas, RR meningkat, Takipneu
Sianosis
TIDAK ADA sekret
TIDAK ADA suara nafas tambahan
Orthopneu
Retraksi otot bantu nafas

NOC

Respiration status : ventilation

NIC

Respiratory monitoring

INTERVENSI KEPERAWATAN
Monitor TTV khususnya RR kedalaman, jumlah, ritme, dan
kekuatan
Kaji adanya retraksi
Oksimetri
Bantu batuk efektif
Pertahankan tidak adanya suara nafas tambahan
Semi fowler
Terapi oksigen

GANGGUAN PERTUKARAN GAS


Causa penyakit : Edema paru, gagal ginjal, ventilator
Karakteristik :

Dispneu
Perubahan pola bernafas, RR meningkat, Takipneu
Sianosis
Perubahan hasil BGA

NOC
Respiration status : ventilation

NIC
Respiratory monitoring

INTERVENSI KEPERAWATAN
Monitor TTV khususnya RR kedalaman, jumlah, ritme, dan
kekuatan
Monitor ABG/BGA asidosis/alkalosis, metabolic/respiratorik
Oksimetri
Pantau/atur ventilator
Semi fowler
Terapi oksigen
Pemberian cairan Laktat atau Chlorida
Odem paru berikan diuretik

SELAMAT BELAJAR