Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TUTORIAL

BLOK 19 MODUL III

Perawatan pada Periode Gigi Bercampur

Kelompok 2
Tutor : drg.Susi, MKM
Ketua
Sekretaris Meja
Sekretaris Papan
Anggota

: Rizki Dwi Lestari 1311411033


: Intan Neira 1311411006
: Annisa Dwi Cantika 1311419009
: Annisa Amelia 1311411001
Febrina Rahmadani 1311411015
Siti Rahma 1311411025
Irma Oktavina Zulmi 1311411026
Putri Dwi Amalia 1311412005
Wira Putri Winata 1311412016
Redha Fauzana 1311412026
Atika 1311412030

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Andalas
2016/2017

PERAWATAN PADA PERIODE GIGI BERCAMPUR

Skenario 3 :

Parahnya Gigiku
Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun diantar ibunya ke RSGMP UNAND dengan keluhan
gigi belakang atas ompong. Pemeriksaan intra oral menunjukkan : relasi molar kelas I, jarak gigit
3,5 mm, tumpang gigit 3 mm. Gigi yang ada 16, 54, 53, 12, 11, 21, 22, 63, 64, 65, 26, 36, 75, 74,
73, 32, 31, 41, 42, 83, 84, 85, 46. Gigi 55 premature loss, gigi 73 dan 83 mobility, gigi 65
gangren, gigi 16 mesial drifting sehingga lengkung gigi menyempit.
Analisa perhitungan menunjukkan kekurangan ruang untuk erupsi gigi pengganti adalah 3,7
mm.
Bagaimana saudara menjelaskan kasus di atas dan tatalaksana selanjutnya?

Tahap 1 ( Menentukan Terminologi )


1.Premature loss
Merupakan kehilangan gigi desidui sebelum waktu pergantiannya.
2.Mesial drifting
Merupakan pergerakan gigi condong kearah mesial karena ruangan disebelahnya kosong.
3.Gangren
Merupakan nekrosis jaringan karena kekurangan suplai darah.

Tahap 2 ( Menentukan Masalah )


1.Apa saja indikasi perawatan gigi bercampur ?
2. Apa yang harus diperhatikan pada perawatan gigi bercampur ?
3. Apa penyebab terjadi premature loss ?
4. Kenapa premature loss bisa menyebabkan maloklusi ?
5. Apa saja metode yang digunakan untuk menghitung kekurangan ruangan pada analisa gigi
bercampur ?
6. Bagaimana cara mendapatkan kebutuhan ruang sebanyak 3,7 mm pada kasus di scenario ?
7. Apa diagnosa dari kasus pada skenario ?
8. Apakah gigi 73 dan 83 yang mobility perlu ekstraksi atau tidak ?
9. Bagaimana prognosa pada kasus diskenario ?

Tahap 3 ( Mengidentifikasi Masalah )


1.Indikasi Perawatan Gigi Bercampur

Terjadinya maloklusi
Pasien kooperatif
Terjadi diskrepansi
Premature loss gigi desidui
Usia 6-13 tahun

2. Hal-hal yang harus diperhatikan pada perawatan gigi bercampur


Usia pasien
Umur erupsi gigi
Kondisi OH pasien
Kondisi kesehatan umum pasien
Kondisi ekonomi pasien
Riwayat Dental keluarga pasien
Bad habit pasien
Rontgen dental pasien untuk melihat benih gigi yang akan erupsi
3. Penyebab terjadinya premature loss
Trauma ( kecelakaan, jatuh saat bermain )
Gigi mengalami karies yang besar
Terjadinya periodontitis sehingga jaringan periodontal dan pendukung gigi mengalami
kerusakan.
4. Kenapa premature loss bisa menyebabkan terjadinya maloklusi
Gigi yang tanggal sebelum waktunya akan menyebabkan :
Gigi antagonisnya ekstrusi sehingga kontak oklusal mengalami perubahan
Gigi sebelahnya akan mengalami mesial drifting atau distal drifting sehingga hubungan
oklusal dengan gigi antagonisnya akan bergeser
Gigi permanennya akan mengalami ektopik

5. Metode-metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan ruangan pada perawatan


gigi bercampur ada 3 :
Metode Moyers

Metode Moyers menggunakan analisa model dan table probabilitas moyers untuk
menghitung kebutuhan ruang untuk gigi pengganti. Dengan cara mengukur lebar mesial
distal keempat gigi anterior permanen rahang bawah lalu mengukur jarak dari distal I2 ke
mesial gigi M1 untuk melihat ukuran ruangan yang diperlukan gigi C, P1, P2 permanen
untuk erupsi dengan berpedoman pada table probabilitas moyers.
Metode Nance
Metode nance ini menggunakan rontgen foto dengan cara mengukur lebar mesiodistal
gigi c,m1.m2 desidui pada model dan mengikur lebar mesiodistal gigi C,P1,P2 pada
rontgen foto lalu melihat perbedaannya biasanya Lee ways space (selisih) nya menurut
nance untuk RA 0,9 mm dan RB 1,7 mm. Namun metode ini kurang efektif karena
rontgen foto mudah mengalami distorsi.
Metode Huckaba
Metode Huckaba menggunakan model studi dan rontgen foto untuk menghitung berapa
ukuran sebenarnya gigi permanen yang belum erupsi. Dengan cara mengukur lebar
mesiodistal gigi permanen yang belum erupsi pada rontgen foto lalu dikalikan dengan
lebar mesiodistal gigi desidui pada model dan dibagi dengan lebar mesiodistal gigi
desidui pada rontgen foto.

6. Cara mendapatkan kebutuhan ruangan sebanyak 3,7 mm pada kasus di scenario


Kebutuhan ruang 3,7 mm bisa didapatkan dengan cara menslaising/mengurangi bagian
mesial atau distal gigi anterior, dimana satu sisi gigi dislaising sebanyak 0,5 mm berarti
satu gigi bisa dikurangi lebarnya sebanyak 1 mm, kalau ada 4 gigi yang dislaising berti
sudah mendapatkan 4 mm ruangan untuk erupsi gigi permanen sedangkan ruangan yang
dibutuhkan sebanyak 3,7 mm.
7.Diagnosa Pada kasus di skenario
Maloklusi angle kelas I tipe 5
8.Apakah gigi 73 dan 83 perlu dilakukan ekstraksi

Gigi 73 dan 83 tidak apa-apa jika dilakukan ekstraksi karena gigi C permanen akan erupsi
segera mengingat umur pasien diskenario sudah 9 tahun dan erupsi gigi C permanen
bawah memang pada umur 9 tahun.
9. Prognosa untuk kasus di skenario
Prognosanya kemungkinan bagus karena pasien kooperatif dan kasus giginya pun tidak
terlalu susah untuk ditangani.

Tahap 4 (Membuat Skema)


Nadya
( 9tahun )

Keluhan :
Gigi
belakang
atas
ompong

Pemeriksaan :

IO : mobility gigi
73 dan 83, relasi
molar
normal,premature
loss gigi 55,
gangren gigi 65

EO : Dilakukan
rontgen foto dan
analisa model studi

Meteode
Nance dan
Huckaba

Meteode
Moyers

Diagnosa
:Maloklusi angle
kelas 1 tipe 5
Rencana
Perawata
n

Prognosa

Tahap 5 (Menentukan Tujuan Pembelajaran)


1. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami tentang Analisa perhitungan pada
periode gigi bercampur menurut
a. Moyers

b. Nance
c. Huckaba
2. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami tentang Rencana perawatan pada
periode gigi bercampur
3. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami tentang Prognosa perawatan gigi
bercampur

Tahap 6 (Mencari Informasi)


Tahap 7 (Sintesa dan Uji Informasi yang diperoleh)

Daftar Pustaka :
1.Brightman J Vernon,Greenberg S Martin.1993.Burket Ilmu Penyakit Mulut Diagnosis dan
Terapi Edisi 8.Bina Rupa Aksara.Jakarta.
2.Buku Pocket Atlas of Oral Disease
3.Bahan KP drg.Surya Nelis,Sp.PM

Anda mungkin juga menyukai