Anda di halaman 1dari 2

Ascariasis

PENGERTIAN
Ascariasis disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides
biasa disebut roundwormofman yaitu suatu penyakit parasit usus pada manusia yang terbesar, disebut
juga cacing gelang. Penyebarannya luas dan merata di daerah tropic, sub-tropik
dan lebih banyak ditemukan di daerah pinggiran dibandingkan di kota. Cacing ini hidup di
rongga usus halus. Di Indonesia, penderita Askariasis didominasi oleh anak-anak.
Penyebab penyakit ini bisa karena kurangnya pemakaian jamban keluarga dan kebiasaan
memakai tinja sebagai pupuk.
EPIDEMIOLOGI
Di Indonesia prevalensi askariasis tinggi, terutama pada anak-anak. Penyakit inidapat dicegah dengan
menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang baik. Pemakaian jamban keluarga dapat memutus rantai
siklus hidup Ascaris lumbricoides. Kira-kira 25%dari seluruh penduduk dunia terinfeksi cacing ini,
terutama dinegara-negara tropis.
- Hospes dan distribusi
Hospes atau inang dari askariasis adalah manusia. Di manusia, larva askariasis akan berkembang menjadi
dewasadan mengadakan kopulasi serta akhirnya bertelur. Penyakit ini bersifat kosmopolit,
terdapat hamnpir diseluruh dunia. Prevalensi askariasis sekitar 70-80%.
Factor yang mempengaruhi penyebaran :
1.
2.
3.
4.
5.

Siklus hidup yang sederhana J


Jumlah telur yang ban yak
Tel u r resisten terhadap desinfektan, telur dapat bertahan sampai beberapa tahun
Social custom and living habit
Disposal of feces is unsuitable

MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi klinis tergantung pada intensitas infeksi dan organ yang terlibat. Pada sebagian
besar penderita dengan infeksi rendah sampai sedang gejalanya asimtomatis atau simtomatis.
Gejala klinis paling sering ditemui berkaitan dengan penyakit paru atau sumbatan pada usus
atau saluran empedu. Gejala klinis yang nyata biasanya berupa nyeri perut, berupa kolik di
daerah pusat atau epigastrum, perut buncit (pot belly), rasa mual dan kadang-kadang muntah,
cengeng, anoreksia, susah tidur dan diare.
Telur cacing askariasis akan menetas didalam usus. Larva kemudian menembus dinding usus
dan bermigrasi ke paru melalui sirkulasi dalam vena. Parasit dapat menyebabkan Pulmonari

ascariasis ketika memasuki alveoli dan bermigrasi melalui bronki dan trakea. Manifestasi
infeksi pada paru mirip dengan sindrom Loffler dengan gejala seperti batuk, sesak, adanya
infiltrat pada paru dan eosinofilia. Cacing dewasa akan memakan sari makanan hasil
pencernaan host. Anak-anak yang terinfeksi dan memiliki pola makanan yang tidak baik
dapat mengalami kekurangan protein, kalori, atau vitamin A, yang akhirnya dapat mengalami
pertumbuhan terlambat. Obstruksi usus, saluran empedu dan pankreas dapat terjadi akibat
sumbatan oleh cacing yang besar. Cacing ini tidak berkembang biak pada host. Infeksi dapat
bertahan selama umur cacing maksimal (2 tahun), serta mudah terjadi infeksi berulang.

KOMPLIKASI
Dengan penggunaan anti biotika, komplikasi hampir tidak pernah
dijumpai, Komplikasi yang dapat dijumpai ialah: empiema, otitis media
akut. Komplikasi media lain seperti meningitis, perikarditis,
osteomielitis, peritonitis lebih jarang dilihat.
PENCEGAHAN
1.
2.
3.
4.

Mencegah kontak dengan tanah yang mengandung feses manusia


Jangan membuang feses outdoors
Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum menyentuh makanan
Ketika bepergian ke negara yang sanitasi danhigienisn ya jelek,
hindari makananyang mungkin berkontaminasi dengan tanah
5 . C u c i , k u p a s a t a u m a s a k b a h a n - b a h a n s a yu r d a n b u a h s e b e l u m
dimakan
6. Edukasi kesehatan

PROGNOSIS
P a d a u m u mn y a , a s k a r i a s i s m e m i l i k i p rgn o s i s y a n g b a i k .
K e s e mb u h a n a s k a r i a s i s m e n c a p a i 7 0 h i n g g a 9 9 % . N a mu n ,
k o m p l i k a s i d a p a t d i s e b a b k a n o l e h c a c i n g d e w a s a y a n g b e rge r a k
k e o r ga n t er t e n t u a t a u b er k e m b a n g b i a k b er l e b i h a n s e h i n g g a
d a p a t m e n y u mb a t u s u s .