Anda di halaman 1dari 7

PERENCANAAN STRATEGIS

DALAM ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL


TERHADAP MASYARAKAT
Disusun Oleh : Ahmad Adiguna (20102501084)

Abstrak
Dalam melaksanakan pemberian pelayanan terdapat tujuan yang harus dicapai.
Maka diperlukan langkah penting yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan
tersebut. Perencanaan menjadi kunci penting untuk membuka gerbang untuk
menacapai tujuan tersebut. Sebab perencanaaan dapat membantu dalam
melakukan evaluasi secara berkala untuk menjamin tercapainya tujuan.
Terutama dalam organisasi pelayanan sosial terhadap masyarakat merupakan
wadah memberikan pelayanan kepada masyarakat umumnya, harus menyusun
perencanaan strategis sebab sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut
boleh dikatakan masih kurang, misalnya dana, staf, atau mungkin mereka
kurang daya dalam perencanaan. Maka perencanaan menjadi kunci untuk
menuju tujuan pelayanan yang efektif dan efisien untuk mewujudkan tujuan dari
fungsinya.

Pendahuluan
Sebelum kita masuk pada perencanaan kita harus mengenal apa yang
dimaksud dengan organisasi pelayanan sosial. Organisasi pelayanan sosial
merupakan suatu wadah yang begitu hebat dalam konteks pemberian
pelayanan kepada masyarakat. Dalam arti hebat ini adalah dengan kondisi sosial
di masyarakat yang sering berubah dan kecenderungan pelayanan yang harus
berdaya saing (profit oriented) menyebabkan kualitas pelayanan yang diberikan
akan sangat berbeda dari tiap vendor pemberi pelayanan. Organisasi pelayanan
sosial dikatakan lebih bersifat non profit oriented yang menyebabkan harus
ekstra bekerja keras dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Maka dari itu
setiap organisasi pelayanan sosial harus mampu menyusun visi dan misi ke
depan yang siap merespon setiap perubahan baik internal maupun eksternal
lembaga tersebut yang akan menaungimya.
Jika melihat pengertian Organisasi Sosial (ORSOS) berdasarkan Kepmensos
RI No. 40/HUK/KEP/IX/1980, yaitu suatu perkumpulan sosial yang dibentuk oleh
masyarakat baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum
yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam melaksanakan
kegiatan usaha kesejahteraan sosial (UKS). Terkesan organisasi yang khusus
menangani pelayanan sosial merupakan organisasi masyarakat yang bisa saja
melakukan pelayanannnya begitu saja. Kemudian lingkungan yang terus berubah
sangat mudah menghantam organisasi-organisasi masyarakat ini.

I.
A.
1.

IDENTIFIKASI
FAKTOR INTERNAL
Unsur Kekuatan Organisasi:

Memiliki induk organisasi yang jelas

Mendapat dukungan dari masyarakat

Komunikasi yang baik antara pengurus dan anggota

Pengetahuan masyarakat sekitar tentang oranisasi

Kebersihan lingkungan masyarakat yang sangat terjaga

Kekeluargaan yang sangat erat antar masyarakat.

2.

Unsur Kelemahan Organisasi

Kepengurusan yang terlalu sederhana

Adanya kerja ganda pengurus

Paguyuban masyarakat tidak terstruktur dengan baik

B.

FAKTOR EKSTERNAL

1.

Unsur Peluang Organisasi

Masuknya pendatang

Memperoleh berbagai penghargaan dari pemerintah

Menjadi teladan terhadap masyarakat di lingkungan lain

Hubungan kerjasama yang baik dengan instansi lain

2.

Unsur Ancaman Organisasi


Adanya pendatang bebas

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana cara menjalin hubungan yang efektif dan konstruktif antara pengurus
dan paguyuban masyarakat serta pengefektifan pembagian kerja pengurus
organisasi pelayanan masyarakat .

II.

MAKSUD, TUJUAN, DAN MANFAAT

A.

MAKSUD

Membangun komunikasi yang efektif dan konstruktif antara pengurus organisasi


dan paguyuban masyarakat serta pengefektifan pembagian kerja pengurus
organisasi masyarakat.
B.

TUJUAN

Untuk memperkokoh, mengembangkan dan mempertahankan organisasi layanan


masyarakat.
C.

MANFAAT

Masyarakat menjadi lebih siap menghadapi ancaman baik internal dan external
serta mampu mengembangkan diri dan kualitas masyarakatnya menjadi lebih
baik.
III.
A.
1.

POLA PENGEMBANGAN ORGANISASI


ARAH PENGEMBANGAN
Jangka Pendek
Segera merekonstruksi pola pikir masyarakat desa terhadap adanya

organisasi layanan masyarakat ini.

Menjalankan

mempertahankan

program

kebersihan

kebersihan
dan

(tiap

memperoleh

hari,

dimaksudkan

untuk

penghargaan-penghargaan

disetiap acara tahunan).


2.

Jangka Panjang
Menarik Investor (dua tahun, dimaksudkan untuk memberikan modal

lebih guna mengembangkan organisasi layanan masyarakat).

Mendapatkan penghargaan dari instansi tertentu ( 1 tahun, hal ini

dimaksudkan untuk menjaga minat dan kepercayaan masyarakat serta instansi


yang terlibat)
IV.

BENTUK PENGEMBANGAN

Pemanfaatan komunikasi yang efektif dan produktif baik internal maupun


eksternal organisasi.
V.

TEKNIK PENGEMBANGAN

Dengan memanfaatkan organisasi layanan masyarakat

maka penyampaian

informasi dari pusat kepada masyarakat sekitar akan menjadi lebih mudah.
Program kegiatan organisasi layanan masyarakat yang akan dilakukan bisa tetap
pada

sasaran

sehingga

mudah

dilaksanakan

dan

dikembangkan.

Ketika

hubungan internal antara pengurus organisasi layanan masyarakat dengan


masyarakat sekitar sudah tersusun dengan baik, maka kondisi yang harmonis
akan tercipta di suatu desa tujuan.
Dengan kondisi tersebut maka pihak organisasi dapat mempromosikan diri
kepada lembaga lembaga lain guna melakukan pengembangan masyarakat.

SASARAN PELAYANAN
Salah satu wujud keterpaduan antar sektor untuk mendukung pembangunan
ekonomi yang lebih merata dan adil adalah keterpaduan pembangunan
prasarana wilayah, antara lain:
1.

Pemantapan kehandalan prasarana jalan untuk mendukung kawasan

andalan (laut dan darat), termasuk sentra-sentra produksi di wilayah pesisir,


melalui:
(a) harmonisasi sistim jaringan jalan terhadap tata ruang,
(b)

pemantapan

kinerja

pelayanan

prasarana

jalan

terbangun

melalui

pemeliharaan, rahabilitasi serta pemantapan teknologi terapan,


(c) penyelesaian pembangunan ruas jalan untuk memfungsikan sistem jaringan
2.

Pemantapan pelayanan sumber daya air, terkait dengan pembangunan

wilayah pesisir melalui:


(a) Pengelolaan dan konservasi sungai, danau, waduk dan sumber air lainnya
untuk menjamin ketersediaan air dan pengamanan pantai untuk melindungi
kawasan sentra ekonomi (termasuk kelautan), pemukiman (perkotaan dan
perdesaan) pada wilayah pesisir.
(b) Pengembangan pengelolaan sumber daya air yang terkoordinasi secara lintas
sektoral dan multi-stakeholders pada tingkat nasional, daerah dan wilayah
sungai.

3. Pengembangan prasarana dan sarana permukiman, khususnya untuk kota


kota pesisir, melalui:
(a) peningkatan prasarana dan sarana perkotaan untuk mewujudkan fungsi kota
sebagai Pusat Kegiatan Nasional, Wilayah dan Lokal;
(b) pengembangan desa pusat pertumbuhan dan prasarana dan sarana antara
desa-kota

untuk

mendukung

pengembangan

agribisnis

dan

agropolitan

(termasuk sentra-sentra produksi kelautan);


(c) mempertahankan tingkat pelayanan dan kualitas jalan kota (arteri dan
kolektor primer) bagi kota-kota metro, besar, dan ibukota propinsi.
4. Pemenuhan

kebutuhan

perumahan

dan

permukiman,

yang

layak

dan

terjangkau dengan menitikberatkan pada masyarakat miskin dan berpendapat


rendah (seperti pada permukiman nelayan), diantaranya melalui pengembangan
sistem pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Kesimpulan

Perencanaan strategis merupaka kunci organisasi pelayanan sosial untuk


membuka jalan baru dan memberikan penerangan bagi organisasi untuk
mencapai tujuannya. Andaikata kita memiliki peramal-peramal yang dilengkapi
dengan tongkat ajaibnya yang dapat diandalkan, perencanaan strategis itu akan
cepat diselesaikan. Bahkan perencanaan menjadi hal yang sangat mudah atau
bahkan tidak perlu perencanaan sama sekali. Tetapi hal yang berbeda dengan
lingkungan yang dinamis dan sulit diterka maka ada ketidakpastian tentang
masa depan, jadi rencana-rencana strategis itu lebih merupakan peta jalan bagi
sebuah negeri baru yang dibuat sebelum perjalanan itu dilakukan. Organisasi
sebagai negara tersebut sangat kekurangan sumber daya dalam kegiatannya,
baik dana, staf dan sebagainya serta dipengaruhi oleh perubahan lingkungan

yang terjadi disekitarnya, hingga sangat tidak mungkin untuk berjalan tanpa
panduan perencanaaan strategis. Tidak ada orang yang pernah ke tempat kita
atau pergi; tempat itu ada di masa depan.
Kita dapat meminta nasihat banyak orang tentang bagaimana cara terbaik
untuk melakukan perjalanan itu. Kita dapat melakukan analisis panjang lebar
untuk meramalkan keadaan-keadaan yang akan kita jumpai dan untuk menilai
kemampuan-kemampuan kita untuk menangani berbagai situasi. Kita dapat
memimpikan bagaimana kita menghendaki berlangsungnya perjalanan itu.
Semua perjalanan ini dapat dibahas dan ditulis dalam bentuk rencana strategis.
Setelah pekerjaan itu mulai, rencana strategis itu akan mengingkatkan kita ke
mana kita ingin pergi dan kemana kita tidak ingin pergi.